Siang itu. aku
sedang memadu birahi dengan Buk Endang di ruangan kerjanya, Buk Endang tak keberatan saat aku mengajaknya bercumbu melepas nafsu bejat kami berdua di kampus,,
Buk Endang sendiri memandangku dengan mata yang sudah memerah penuh nafsu birahi,
Kami berposisi bercipokan sambil berdiri, saling kulum, saling membelit lidah, dengan gerakan yang tak beraturan hingga perlahan aku menggiring Buk Endang sampai ke meja kerjanya
Buk Endang kemudian berposisi duduk diatas meja kerjanya dan menarik tubuhku yang berposisi berdiri sambil tetap memeluk tubuh montoknya dan menghujani mulut Buk Endang dengan ciuman.
Buk Endang sendiri memandangku dengan mata yang sudah memerah penuh nafsu birahi,
Kami berposisi bercipokan sambil berdiri, saling kulum, saling membelit lidah, dengan gerakan yang tak beraturan hingga perlahan aku menggiring Buk Endang sampai ke meja kerjanya
Buk Endang kemudian berposisi duduk diatas meja kerjanya dan menarik tubuhku yang berposisi berdiri sambil tetap memeluk tubuh montoknya dan menghujani mulut Buk Endang dengan ciuman.
“
Ahhh..hhhhh…. auuuuuhhhh…!!!! Bryaann,,,hhh.. uuhh,,,” desah dosenku itu manja
Kami
berdua saling raba dan menjamah tubuh masing masing
Tanganku merangkul bahu Buk Endang, tepatnya mengunci dengan cara mengapitkan
kedua lenganku pada ketiaknya dan bibirku sesekali melepaskan kuluman dan mulut
Buk Endnag dan mencumbu leher Buk Endang yang mengadahkan lehernya agar bebas kucumbui
Kurasa
buk endang mulai melebarkan kedua pahanya, dan aku langsung menempelkan
pinggulku merapat pada nya hingga kemaluanku yang masih tertutup celana itu bergesek dengan
kemaluan buk endang yang juga masih tertutup celana dalam
“
ooohhhh.. oohhh…Bryaaann…hhhh…. Uuuuhhhh….” Desah Buk Endang menikmati
perlakuanku padanya
Kurasa
tangan sibuk buk endang menggerayangi daerah kemaluanku, tangannya tampak tergesa
membuka resluiting celanaku sekaligus kancing celanaku,
Begitu terbuka, tangannya langsung meraba dan meremas pisang ambonku, ….
"Uuuuuhhh… " birahiku makin terpancing merasakan aktifitas tangan buk endang yang meremas dan terkadang berusaha mengocok penisku yang masih ditutupi oleh under wearku itu.
Tak tahan lagi , lalu kurebahkan tubuh Buk Endang diatas meja kerjanya,
Buk Endang hanya pasrah dan menatap mataku dari bawah dengan pandangan sayu dan nafas turun naik menahan nafsu nya
Begitu terbuka, tangannya langsung meraba dan meremas pisang ambonku, ….
"Uuuuuhhh… " birahiku makin terpancing merasakan aktifitas tangan buk endang yang meremas dan terkadang berusaha mengocok penisku yang masih ditutupi oleh under wearku itu.
Tak tahan lagi , lalu kurebahkan tubuh Buk Endang diatas meja kerjanya,
Buk Endang hanya pasrah dan menatap mataku dari bawah dengan pandangan sayu dan nafas turun naik menahan nafsu nya
Setelah tubuhnya terbaring diatas meja kerjanya, Buk Endang langsung membuka kedua pahanya hingga kelihatan celana dalamnya yang berwarna hitam berikut sepasang pahanya yang putih
Wajah
Buk endang tampak sudah amat pasrah, penuh birahi dan siap untuk kugagahi hari ini, aku mulai ,menaiki meja untuk menuntaskan birahiku pada dosen ku yang bahenol itu
Saat
kami akan menuntaskan birahi, tiba tiba
pintu ruangan kerja buk endang terdengar berdenyit, seperti sedang dibuka dari
luar, sontak telinga reflek mendengarnya, dadaku berdegup , karena sadar tadi
saking kepengennya bercinta dengan Buk Endang aku lupa untuk menutup pintu
Buk
endang sendiri juga tampak kaget dan secara reflek kami menghentikan aktifitas
kami....
Rupanya
benar dugaanku, ada yang membuka pintu ruang kerja buk endang dari luar, tanpa
bisa kucegah tampak seorang wanita muncul dari balik pintu dan itu adalah…………Tuti
Khairani… dosen sekaligus gendakku
Di
lain pihak Buk tuti juga tak kalah kaget menyaksikan apa yang ada di depannya,
matanya tampak melotot tak percaya dan terdengar bunyi benda jatuh , setelah
kuperhatikan itu adalah buku buku dan berkas yang dipegang buk tuti sudah
berada di lantai,
Posisiku
yang masih mengenakan pakaian lengkap, namun sedang merangkak di meja kerja Buk
Endang yang sudah terlentang dengan posisi kedua paha yang terbuka dan kedua
kakinya yang mengangkang
Dengan
cepat aku segera turun dari atas meja dan menghampiri buk tuti
“ Buk Tuti..??!!” ujarku berjalan ke
arahnya
Mata
buk tuti yang semula melotot kaget berubah cepat menjadi melotot tajam padaku
“
Bryan..!! nggak nyangka saya… brengsek kamu..!! “ bentaknya lalu memalingkan
muka dan membalikan tubuhnya berajak keluar dari ruangan itu,
Buk
endang hanya menatapku begong, sambil merapikan kembali pakaiannya yang sudah
kubuat acak cakan itu
Tanpa
tunggu lama aku meninggalkan buk endang dan mengejar buk tuti yang sudah keluar
dari ruangan
“
Bryannn,,… !!“ hanya itu terdengar suara buk endang yang tampak juga panik
Aku
tak menghiraukannya dan mengejar buk tuti yang tampak menuruni tangga ,
Waktu
kira kira jam 4 sore, kampus sudah sepi dari dosen dan mahasiswa
Aku
berlari menuruni tangga mengejar buk tuti, buk tuti tampak kesulitan menuruni
tangga karena kulihat dia mengenakan rok panjang semata kakinya
Ini
kesempatanku untuk dapat mencegahnya turun ke ruangan bawahnya, dengan mudah aku
cegat dan tangkap tubuhnya sebelum dia menuruni tangga selanjutnya , lalu
kusandarkan tubuhnya di dinding
“
lepassskan.. brengsek kamuuu..!!!” ujar buk tuti berusaha berontak saat kucengkram
tubuhnya
“
Hei.. heii… nanti dulu,. Dengarkan gua,,,” Ujarku berusaha menjinakan buk tuti
yang tampak benar benar marah
Buk
tuti tetap berusaha berontak melepaskan diri dari ku.
“
saya nggak mau dengar penjelasanmu .!!! Lepasskan bryann.. saya mau pergi..
uuhhh…..”
Entah
mengapa aku bernafsu melihat Buk tuti yang terus meronta ronta itu dengan paksa
kupepet kan tubuhnya ke dinding dan kucium buk tuti dengan paksa
“
iihhhh… mau apa kamuu… dasarr brengsekk.,.. uuuhh..” ujar nya berusaha menghindari
cumbuanku di wajahnya
Aku jelas tak mau menyerah , kujamahi seluruh tubuhnya . kuremas pantatnya dan aku berusaha menggesekan penisku pada selangkangannyaa
Aku jelas tak mau menyerah , kujamahi seluruh tubuhnya . kuremas pantatnya dan aku berusaha menggesekan penisku pada selangkangannyaa
Adu
tenaga terjadi beberapa saat sampai
tanganku menarik rok panjang nya keatas ,…. Dengan paksa terus kunaikan dengan
kedua tanganku hingga sampai pinggangnya
“
briann,,, jangaaaann… ohhh….” Desah Buk Tuti mulai bergairah apalagi saat
pahanya kuelus dan kugesek gesekan jariku pada belahan vagina nya
“
uuhh… mmppp..” desah buk tuti melemah
Sementara
lidahku terus mencoba menerobos masuk ke dalam mulut Buk Tuti ,
yang tetap juga berusaha habis-habisan
mencegahnya dengan mengunci bibirnya. Merasa
rontaan buk tuti mulai melemah, sambil terus
menjilati bibirnya,
tangan ku mulai masuk ke dalam celana
dalam buk tuti dan menggesek-gesekan jariku kebelahan vagina buk tuti yang membuatnya mendesah.
“Hmmp…auuuuuuuhhhhh…!!!!” terdengar desahan yang
dimunculkan buk tuti
Terlihat sekali Buk tuti sekarang sudah mulai
menikmati perlakuan ku.
Mengetahui Buk tuti sudah mulai
terangsang, aku makin
mempercepat gesekan-gesekan jariku
pada belahan vagina Buk tuti . membuat buk tuti akhirnya mendesah menahan
nikmat.
Kesempatan itu kumanfaatkan dengan menerobos mulut buk tuti dan segera membelitkan
lidahku ke lidah buk tuti .
Meskipun kelihatannya buk tuti sudah mulai
terangsang dia masih mampu mengontrol diri, buk
tuti sama sekali tak membalas ciumanku. Tak patah arang aku terus memainkan lidahku dengan liar
membelit-belitkan lidahku
dan menyapu rongga mulut buk tuti .
aku terus memainkan birahi buk tuti .
Terkadang tanganku menggosok pelan belahan vagina buk tuti tapi terkadang juga kugosok belahan vagina nya dengan cepat dan sedikit kasar membuat Buk tuti merintih nikmat, bingung harus merasa tersiksa atau nikmat. Hal itu terjadi beberapa menit, tanpa kusadari buk tuti sekarang malah membalas mesra ciumanku dan merespon belitan lidah ku.
Terkadang tanganku menggosok pelan belahan vagina buk tuti tapi terkadang juga kugosok belahan vagina nya dengan cepat dan sedikit kasar membuat Buk tuti merintih nikmat, bingung harus merasa tersiksa atau nikmat. Hal itu terjadi beberapa menit, tanpa kusadari buk tuti sekarang malah membalas mesra ciumanku dan merespon belitan lidah ku.
Aku
tertawa
dalam hati mengetahui buk tuti mulai takluk, kepuasaan tersendiri batinku. Membuatku semakin bersemangat sekaligus bernafsu. kobelan tanganku pada belahan vagina Buk Tuti semakin cepat, hingga
akhirnya kurasa
kedua kaki Buk tuti
mengejang.
“Ahhh…Hmmppfft… ahhhhh…” Buk Tuti merintih panjang, rupanya
Buk Tuti sudah mengalami orgasme
Terasa vagina yang
masih tertutup celana dalam tersebut berkedut-kedut oleh jariku. Setelah tahu Buk Tuti sudah orgasme akibat kobelan jariku,
aku melepas ciumanku dari bibir Buk tuti. Tanganku menggosok-gosok vagina Buk Tuti dan membalurkan cairan
orgasme Buk Tuti ke paha lalu ke perutnya. Buk Tuti tampak mengatur nafas menikmati orgasmenya
.
.
Melihat
Buk Tuti sudah takluk dan pasrah aku dengan cepat membalikan tubuhnya menjadi
membelakangiku, tanganku menaikan roknya dengan paksa, Buk Tuti tak melawan
saat kulorotkan celana dalamnya hingga berada dibawah lututnya, namun tetap
masih meronta minta dilepaskan
“
Bryann… gila kamuu….??!! Owwwhh…?? “ bisiknya perlahan namun aku tak memberinya
kesempatan . kuremas dengan liar buah dadanya, dan kedua tangannku mencengkram
buah dadanya yang masih menngenakan pakaian itu dari belakang, membuat buk tuti
merintih rintih kenikmatan, tak lama tanganku disana , sekarang aku membuka
resleting celanaku dan mengeluarkan penisku dari sangkarnya.
“
Jangan lalukan disini Bryan.. Pleaseeee..,, “ Buk Tuti memohon padaku saat
menyadari aku sudah mengeluarkan batang kejantananku dan siap menyetubuhinya
Penisku
yang sudah tegak menjulang itu kusejajarkan dengang lobang vagina buk tuti dan
..
“
Blessss..”
“
Auuuuuu..hhhh..” terdengar suara Buk Tuti meringis saat penisku menghujam
lobang vaginanya dari belakang
“
Auuuuuuhhhh… Bryaannn….hhhhhh…. shhhh..sshhhh…” desah Buk merintih saat
kejantanku amblas dalam vagina nya
Penuh semangat kugenjot lobang kawin Buk Tuti dari belakang…
“
oohh.. Auuhh,,,, auhhhh,,, oowwwwwhhh…” desahan nafas buk tuti saat menerima
sodokanku yang menghentakan pinggulku dengan paksa dalam lobang kawinnya.
Posisi tubuh Buk Tuti yang tanpa disadari nya makin membuka lebar kedua pahanya
dengan posisi menungging memudahkan ku untuk terus menikmati lobang kawinnya
itu.
Akhirnya …. setelah sekian lama aku kembali menikmati lobang vagina buk tuti yang menjepit dan menggingit ini bathinku
Akhirnya …. setelah sekian lama aku kembali menikmati lobang vagina buk tuti yang menjepit dan menggingit ini bathinku
Buk
tuti tampak pasrah kusetubuhi dari belakang sambil berdiri kedua tangannya
bertumpu di dinding dan pinggulnya mengebor penis yang berada dalam lobang
surganya, terdengar rintihan rintihan kenikmatan dari mulutnya, tubuh nya
bergoyang seirama dengan genjotan penisku dalam black hole nya
Setelah
kurasa Buk Tuti sudah tidak melawan lagi, Kedua tanganku meremas kedua
payudaranya yang montok itu, Buk Tuti mendesah kenikmatan saat kedua putingnya
kuputar dari luar karena masih mengenakan BH
“
Auuuuuuhhhhh,… auuuuuuuhhh…. Auuuuuuhhh..’ desah kami bersamaan
Aku
dan buk tuti terus melakukan persetubuhan ini seolah ingin melampiaskan dahaga
, seingatku sudah dua bulan aku tidak mencicipi jepitan vagina Buk Tuti …
“
auhhh… brengsek kamuu Bryaannn… uuuuhh… oohhh.. nikmaaattt.. ohhh.. ,mmmhh..” umpat
Buk Tuti namun tetap menggoyangkan pantatnya dengan erotis hingga penisku
terasa diobok obok oleh jepitan vaginanya
Tubuh
buk tuti terasa bergerak makin liar .. pinggulnya bergoyang erotis dengan
gerakan cepat, melihat itu aku pun mempercepak sodokanku , kurasa tubuhnya
mengejang dan bergerak makin liar pertanda akan mencapai orgasme
‘ uuh.. uhh… Bryann.. ohh,.. Bryann,… uhhh…” Bryaaaaaaaaaaaaaaaaannnnn..!!!!!” jeritnya
‘ uuh.. uhh… Bryann.. ohh,.. Bryann,… uhhh…” Bryaaaaaaaaaaaaaaaaannnnn..!!!!!” jeritnya
Mendegar
itu aku pun makin terangsang, aku mempercepat sodokanku dan…
“
croott…” diiringi dnegan suara lenguhan, spremaku membanjiri lobang kawin dosen ku itu
“
uuuuuuhhhhhhhhhhhh……..!!!” rintih Buk Tuti tampat memejamkan mata dan menggigit
bibirnya saat merasakan spremaku menyemprot rahimya.
Kami
berdua terengah engah mengatur nafas, aku mendekap Buk Tuti dari belakang dengan
perasaah penuh kepuasan saat menyetubuhinya dari belakang sambil berdiri,
Beberapa
saat Buk Tuti baru mulai sadar
“
cabut bryann… gila kamu,… “ ujarnya buru buru membantu menarik penisku dari
dalam vaginanya
Tampak
Buk Tuti tergesa gesa merapikan kembali bajunya yang kusut oleh remasan
tanganku di payudaranya, lalu menaikan kolornya kembali dan merapikan roknya.
Aku
sendiri memasukan burungku kesarangnya kembali, aku menatapnya dengan penuh
kemenangan, lalu aku naik kembali keatas tangga menuju ruangan Buk Endang dan
meninggalkan Buk Tuti begitu saja di tempat pembatas tangga itu
“
bryan ! mau kemana kamu haa..?!!” terdengar suara Buk Tuti membentak ku dari
bawah
“
mau ke ruangan… mau ikut? Mari kita threesome.” Ujarku sekenanya
“
dasar lelaki brengsek kamu! Mata keranjang! Katamu nggak ngentot sama dia ..!! duuhh.... betapa bodohnya aku percaya pada mu Bryann..!!!! Bajingan kauuu !!! ! “ makinya lagi dengan wajah sedih,
kulihat buk tuti terisak, air mata mulai membasahi wajahnya
Aku
membalikan tubuhku, dan menatap nya tajam
“
hei.. dengar ya! Selama ini gua tak pernah melarangmu ya.. aku tau kamu lagi
dekat dengan dosen baru lulusan luar negeri itu! gua gak pernah cemburu kan??!!..
lu nggak nelpon gua.. gua nggak marah… gua suruh kerumah lu nggak mau lagi.. 2
bulan ini lu menghindari gue, gue its oke..” cerocosku yang membuat buk tuti
terdiam.
Aku
menatapnya tajam dan dia menunduk. Karena yang kubilang memang benar adanya
Buk
Endang tiba tiba sudah muncul dari lantai atas , wajahnya tampak sinis melihat Buk Tuti yang makin kebingungan melihatnya
“
ayo say.. kita keatas.... ” ujar Buk Endang padaku, tampak sekali dia berusaha memanas manasi Buk
Tuti
“ yang tadi kan belum selesai bryann..’ ujarnya genit
Aku
hanya tersenyum pada Buk Endang dan kembali menatap Buk Tuti yang masih berada disana
“
Buk Endang… !!! saya tidak menyangka anda seperti ini..!!! ” ujar Buk Tuti terisak
“
seperti apa Tuti..?? sama seperti kamu,…?? Yang mencari kepuasan dari dia?? ” ujar Buk
Endang sambil memalingkan matanya padaku
“
Dia pandai memuaskan saya… dan dia bukan pacar atau suami kamu kan..?!!” ujar
Buk Endang menatap Buk Tuti tajam
“
Tapi saya merasa dikhianati… kamu janji tidak bercinta dengan dia Bryan… namun
kamu bohongi sayaaa…!!” isak Buk Tuti geram, lalu Buk Tuti pergi meninggalkan saya dan
Buk Endang dengan menuruni tangga sambil terisak, melihat itu aku aku ingin
menyusulnya namun dicegah Buk Endang
“
Bry..!! Hei..!! biarkan saja dia pergi gak usah kamu kejar..!” teriaknya, aku sudah
menuruni tiga anak tangga itu terhenti dan memikirkan benar juga perkataan Buk
Endang. Aku kembali menaiki anak tangga dan menghampiri Buk Endang yang
menggandeng tanganku
“
Kita keluar kampus saja Bry… kita lanjutkan saja di luar…. Bahaya kalau si Tuti itu sempat ngadu kita lagi berduaan disini, lagipula kalau dia sempat macam-macam …kan gak ada bukti ..” bebernya
“
Iya sih… mari kita pulang..” ujarku , membenarkan perkataan beliau
“
kamu.. enak yaa.. sempat-sempatnya ngentotin dia… “ sungut Buk Endang , aku
tertawa melihat ekspresi beliau , kebuntuan otak ku langsung buyar.
“
ya iyalah… dia gangguin kita mau gituan.. dia harus bayar melayani nafsu ku yang belum tersalur... ”
ujarku terkekeh disambut cubitan Buk Endang pada pipiku. Muka nya mulai
bersungut dan merajuk
”
Dasar.. memang kamu ini ya… penjahat kelamin ! ” sungut Buk Endang kesal dengan
jawabanku
Aku hanya nyegir
“
ayo kita kebawah.. saya duluan ya… saya tunggu ibu di rumah “ ujarku mengakhiri
pembicaraan
“
mari… kita tuntaskan yang tadi rumah kamu ya… kamu masih kuat melayani saya
kan?” tantang Buk Endang sambil mengerlingkan mata dengan genit sekali padaku
“
ya masih lah… mau berapa ronde saya layani” ujarku tak mau kalah
Kami
berdua tertawa dan aku pun menuruni anak tangga disusul Buk Endang dari
belakang.
Aku menuju mobilku di parkiran kampus yang sudah sepi dari aktivitas akademis itu, sementara Buk Endang menyusul dari belakang, kami , seperti biasa kami bersikap seperti tidak ada kejadian apa-apa. Di kantor Fakultas aku tidak melihat Buk Tuti lagi, mungkin dia pergi pulang atau entah kemana meratapi kejadian yang baru saja menimpanya.
Sesampai di mobil, ku tunggu Buk Endang yang berjalan melenggang ke arah mobilku. Begitu mendekat beliau membuka pintu samping depan, masuk dan duduk disampingku. Buk Endang menatapku mesra , dengan senyuman mesum nya yang menggoda...
" ayo jalan Bry.." ujar nya. Aku mengangguk dan menjalankan mobil.
Aku mengemudikan mobil dengan pelan , menyusuri jalan kampus yang sepi, Buk Endang tak hentinya menatapku dalam dan malah memegang tanganku erat.
" Knapa Buk.. Nggak sabaran ya..?" godaku sambil terus mengemudi
" he'eh.. kamu tau ya.... " ujarnya genit. persis tante girang yang haus sex dari brondongnya
Sejenak aku berfikir, dan kuberi isyarat agar Buk Endang mendekat padaku
" sini Buk... " satu tanganku memegang bahu Buk Endang dan memberi isyarat agar kepalanya bersandar di bahuku. dengan senang hati Buk Endang menurutinya.. Sungguh nakal dan genit dosen ku yang satu ini membuat aku gemas untuk kembali menyetubuhi tubuh montok nya
" kok kurasa ada yang mengeras ya.." pancingku, Buk Endang mendogakan kepalanya keatas menatapku
" Ini pastinya" ujarnya terkekeh sambil langsung memegang daerah selangkanganku
Buk Endang mengelus elus kejantananku yang masih berada dalam sangkarnya
" Masak dielus saja... nanti tambah keras lho.." godaku lagi
Buk Endang kembali menoleh dan tersenyum genit
" nanti kamu jangan nafsu ya.." ujarnya sambil menundukan kepala kebawah, kepalanya tepat berada di selangkanganku. Lalu kurasakan tangan Buk Endang mulai membuka resleting celanaku dan berusaha menurunkan celanaku kebawah,
Aku pun membantu usaha Buk Endang yang tengah berusaha membuka kancing celanaku dan menurunkan celanaku kebawah ... Setelah terbuka, dengan cekatan tangan Buk Endang membantu mengeluarkan kejantananku dari dalam celana dalamku,
" Hhhhhh.." terdengar desahan nafas berat dosenku itu saat tangannya menggenggam batang kejantananku.
Mataku terpicing sejenak menikmati urutan tangan lentik Buk Endang pada batang penisku yang sudah tegak maksimal. Kurasakan sapuan lidah Buk Endang membasahi kepala peniskku tanpa kusuruh, selanjutnya sukma ku terasa melayang saat kurasakan penisku dijilat dan dikulum Buk Endang dengan buas. Terdengar bunyi decakan mulut Buk Endang menyeruput penisku dengan lidahnya.
Aku masih terus mengemudi dengan pelan, memutari kampus. terkadang tanpa sengaja ban mobil ku masuk ke lubang karena fikiranku terpecah antara konsentrasi menyetir dan menikmati blow job Buk Endang.
" Uuuhhh... Bebbb..hhhh.." desahku, satu tanganku menahan serta membenamkan kepala Buk Endang yang bergerak maju mundur di selangkanganku, Sungguh sensasi luar biasa yang kurasakan, menikmati penis ku di sepong wanita sambil terus menyetir, itulah yang kusuka dari Buk Endang dosenku yang paruh baya nan bahenol ini... Beliau suka, dan bahkan begitu menyukai berhubungan sex dengan cara tidak normal seperti ini. Beliau juga tidak peduli dimana pun tempatnya, yang jelas sepertinya beliau begitu menikmati berhubungan sex liar denganku dimana saja.. yang penting bermesraan, sebuah hal yang tidak didapatnya dengan suaminya selama mereka berumah tangga. Aku mengelus elus rambus tipis beliau sambil sesekali menjambaknya dengan kasar
Kurasa sedotan mulut Buk Endang makin kencang, menyedot dan memainkan penisku dengan lidahnya dengan hot, membuat libidoku naik, saat aku merasa akan memuntahkan spremaku, aku menyuruhnya mengehentikan aktifitasnya...
" Bbbuuu..kkk.. ssttoo ppp duluuu yaaaa..hhh.." ujarku berusaha mengangkat kepalanya keatas dan melepaskan kejantananku dari dalam mulutnya,
Buk Endang dengan terpaksa mengentikan aktifitasnya, wajahnya tampak tak rela, kulihat nafas beliau turun naik tak beraturan, mukanya merah menahan birahinya padaku
" kenapa ..? kamu tembakan aja di dalam mulut ku.." ujarnya kembali berusaha membenamkan wajahnya ke selangkanganku
" Tttuungg...uuu" ujarku menahannya. Aku memarkirkan mobil agak ke pinggir dan menginjak rem.
Aku pun sudah dilanda birani yang sangat melihat tingkah dosenku yang hot ini
" kita cari tempat yang sepi yah Buukk... aku mau masukin .." ujarku
Buk Endang kembali tersenyum genit
" Betul kan saya bilang... kamu pasti nafsu.." godanya sambil terkekeh
" ii..iyaaa..hhh.. cari tempat yang sepi ya... saya nggak tahan nih..." ujarku.
Tanpa menunggu persetujuan Buk Endang aku kemudikan mobil kembali, dari dalam mobil kulihat ada parkiran yang berada jauh dari ruangan fakultas lain dan berada diantara pohon akasia yang tubuh subur di sekitarnya. Segera saja kubelokan kemudi masuk ke parkiran itu dan berhenti menempatkan mobil agak ke sudut, dekat pohon akasia.. kulihat tidak ada orang yang mondar mandir di depan fakultas itu dan hanya mobilku yang parkir disana
" kita ke bangku belakang ya... " ujarku pada Buk Endang yang tampak mengelap mulutnya dengan tisue
" di.. dimana nya..." ujarnya bingung
" Ibu keluar saja dari mobil dulu , dan cepat masuk lagi melalui pintu belakang" perintahku
Buk Endang hanya mengangguk dan membuka pintu mobil untuk keluar, lalu membuka kembali pintu samping belakang dan masuk kembali ke dalam mobil
Melihat itu, tanpa bicara lagi, aku kencangkan AC mobil dan volume tape ku. setelah itu aku keluar dari pintu driver dan masuk kembali ke mobil melalui pintu yang sama dengan Buk Endang masuk tadi Di dalam mobil aku perintahkan Buk Endang membuat posisi membelakangiku, dengan tergesa gesa Buk Endang membelakangiku dengan posisi satu kakinya berada di jok mobil dan satunya lagi di lantai mobil, Buk Endang segaja sedikit menunggingkan posisi pantatnya,
" tahan ya ... " ujarku. aku mengeluarkan senjataku melalui resluiting celana, setelah si dicky keluar sarang, dengan cepat aku singkapkan rok span Buk Endang keatas hingga menampakan pantat bahenolnya yang masih tertutup celana dalam berbahan tipis dan berwarna hitam
Bahenolnya bongkahan pantat beliau membuat dadaku berdesir dan segera saja aku tarik lepas celana dalam beliau hingga bongkahan pantat putih Buk Endang terpampang di hadapanku, di bagian bawah tampak kelamin beliau yang ditutupi bulu bulu jembut yang tercukur rapi itu begitu eksotis, penisku makin tak sabaran untuk menerobos masuk kedalamnya
" cepa Bryann .. nanti ada yang lihat.." ujar Buk Endang terengah engah,
" iya.. " ujarku menyejajarkan penisku ke lobang kawinnya. selanjutnya kedua tanganku membuka kedua belahan pantat montok Buk Endang agar memudahkan penisku menyeruak ke dalam sana, setelah terasa pas, kudorong pinggulku dan..
" Acchhhhhh...!!!" desah Buk Endang saat penis ku sudah berada dalam lobang kawinnya
Kedua tanganku menahan pinggul Buk Endang dari kiri dan kanan. dan Buk Endang mulai menggerakan pingggulnya , mula mula hanya pelan, merasakan penisku seperti diremas oleh dinding vagina nya, aku pun mulai menyetubuhi beliau dari belakang,.. kuhentakan pinggulku terus maju keluar masuk lobang senggama Buk Endang
" Oooohh..!! Oooohh...!!! Ooohh.." terdengar rintihan tertahan dari mulut Buk Endang
Tubuh montoknya tergoncang akibat sodokan penisku dari belakang memborbardir vagina nya. satu tangaku sekarang meremas buah dadanya dan terus meremas denga kuat hingga membuat Buk Endang menjerit jerit keenakan, gerakan pinggulnya makin cepat, kadang bervariasi ke keiri dan ke kanan.. pokoknya membuat mata ku merem melek menikmati vaginanya yang terasa berkedut kedut .
" Tancapkan terus sampai ke dalam Bryy,,, ouuuuhh..!!!" desahnya, sesekali mata beliau menoleh kebelakang melihatku menggagahinya. Aku makin mempercepat gerakan pinggul ku terus menyerang lobang surgawi itu
" Ooouu ..!! Ouuu..!! Ouuuuuuhhhhh..!!!!" ujarku gelisah saat merasa seluruh persendianku bergetar, aku tak kuasa lagi menahan kenikmatan yang mendera otak ku dan ..
crooott.. croott... aku lepaskan senggamaku sejadi jadinya dalam lobang kawin Buk Endang,
" Auuuuuuuhhhhh...!!!!!" jerit Buk Endang panjang saat merasakan hangat pejuku mengisi rahimnya. dan kurasa leguhan itu pertanda beliau juga telah mencapai orgasme nya.. karena kurasa tubuhnya mulai mengejang dan kemudian lunglai seperti tak bertenaga
Kami berdua sama sama mengatur nafas kami yang ngos ngos san... sungguh sebuah sensasi yang nikmat, menggagahi tubuh padat dosen ku itu di tempat yang sempit, yakni di kursi belakang mobilku, Buk Endang sendiri memalingkan wajahnya kebelakang.. Dari raut wajah tua nya beliau tampak begitu puas dan menatapku penuh arti .. aku masih menikmati jepitan vagina Buk Endang yang terasa seperti empot empot ayam itu ..
Keringat kami sudah kering oleh dinginnya AC mobil., Sungguh suatu perasaan puas yang tiada kentara, aku menyetubuhi dosen paruh baya itu hanya dengan menyibakan rok nya dan membuka celana dalamya dan mengeksekusinya dari belakang.. seperti posisi doggie style.. tapi yang luar biasa nya aku menyetubuhinya hanya berada di dalam mobil, dengan posisi sempit.. namun menciptakan sensasi tersendiri bagiku dan Buk Endang
" Udah Bry..?? cabut dong punya mu.." ujar Buk Endang lirih membuyarkan fikiranku yang masih dilanda sensasi tak biasa
" Yup.." ujarku sambil menarik keluar penisku dan duduk di jok mobil, begitu pula dengan Buk Endang, tampak dia melepaskan celana dalamnya yang sebelumnya masih berada diantara bawah pahanya. dan buru buru melap kannya di daerah vagina nya. terlihat beliau membersihkan sisa sisa spermaku disana dengan celana dalamnya itu.
" Ayo kita pergi dari sini Bry... saya takut nanti ada yang datang dan melihat kita berduaan seperti ini" tuturnya sambil memperbaiki pakaian nya yang acak acakan akibat tanganku menggerayangi payudaranya tadi
Sebelum beliau keluar mobil, aku menyempatkan memeluk tubuhnya dan menciumi wajah tuanya yang ayu dan anggun itu,
" Udah.. nanti kita ulang lagi.." ujarnya tertawa genit melihatku masih bernafsu padanya
" Iya say... anda memang luar biasa Buk... " pujiku yang disambut kecupan Buk Endang di pipi dan keningku
" Sudah.. ayo kita jalan cah bagus ku... " ujar beliau sambil membuka pintu mobil dan masuk kembali melalui pintu depan dan duduk di depan.
Aku rasa aku pun tak bisa berlarut dan kenikmatan ini, setelah merapikan celana ku kembali aku menyusul Buk Endang dan kembali pada kursi driver
Entah kenapa bagiku jika bercinta dengan wanita yang dewasa dan lebih tua membuatku begitu puas dan dahaga seksual ku terpenuhi ,
"I Love You Buk Endang" ujarku dalam hati dan menjalankan mobil meninggalkan kampus dengan si bahenol Buk Endang... dosenku sekaligus teman ngesex ku...
Aku menuju mobilku di parkiran kampus yang sudah sepi dari aktivitas akademis itu, sementara Buk Endang menyusul dari belakang, kami , seperti biasa kami bersikap seperti tidak ada kejadian apa-apa. Di kantor Fakultas aku tidak melihat Buk Tuti lagi, mungkin dia pergi pulang atau entah kemana meratapi kejadian yang baru saja menimpanya.
Sesampai di mobil, ku tunggu Buk Endang yang berjalan melenggang ke arah mobilku. Begitu mendekat beliau membuka pintu samping depan, masuk dan duduk disampingku. Buk Endang menatapku mesra , dengan senyuman mesum nya yang menggoda...
" ayo jalan Bry.." ujar nya. Aku mengangguk dan menjalankan mobil.
Aku mengemudikan mobil dengan pelan , menyusuri jalan kampus yang sepi, Buk Endang tak hentinya menatapku dalam dan malah memegang tanganku erat.
" Knapa Buk.. Nggak sabaran ya..?" godaku sambil terus mengemudi
" he'eh.. kamu tau ya.... " ujarnya genit. persis tante girang yang haus sex dari brondongnya
Sejenak aku berfikir, dan kuberi isyarat agar Buk Endang mendekat padaku
" sini Buk... " satu tanganku memegang bahu Buk Endang dan memberi isyarat agar kepalanya bersandar di bahuku. dengan senang hati Buk Endang menurutinya.. Sungguh nakal dan genit dosen ku yang satu ini membuat aku gemas untuk kembali menyetubuhi tubuh montok nya
" kok kurasa ada yang mengeras ya.." pancingku, Buk Endang mendogakan kepalanya keatas menatapku
" Ini pastinya" ujarnya terkekeh sambil langsung memegang daerah selangkanganku
Buk Endang mengelus elus kejantananku yang masih berada dalam sangkarnya
" Masak dielus saja... nanti tambah keras lho.." godaku lagi
Buk Endang kembali menoleh dan tersenyum genit
" nanti kamu jangan nafsu ya.." ujarnya sambil menundukan kepala kebawah, kepalanya tepat berada di selangkanganku. Lalu kurasakan tangan Buk Endang mulai membuka resleting celanaku dan berusaha menurunkan celanaku kebawah,
Aku pun membantu usaha Buk Endang yang tengah berusaha membuka kancing celanaku dan menurunkan celanaku kebawah ... Setelah terbuka, dengan cekatan tangan Buk Endang membantu mengeluarkan kejantananku dari dalam celana dalamku,
" Hhhhhh.." terdengar desahan nafas berat dosenku itu saat tangannya menggenggam batang kejantananku.
Mataku terpicing sejenak menikmati urutan tangan lentik Buk Endang pada batang penisku yang sudah tegak maksimal. Kurasakan sapuan lidah Buk Endang membasahi kepala peniskku tanpa kusuruh, selanjutnya sukma ku terasa melayang saat kurasakan penisku dijilat dan dikulum Buk Endang dengan buas. Terdengar bunyi decakan mulut Buk Endang menyeruput penisku dengan lidahnya.
Aku masih terus mengemudi dengan pelan, memutari kampus. terkadang tanpa sengaja ban mobil ku masuk ke lubang karena fikiranku terpecah antara konsentrasi menyetir dan menikmati blow job Buk Endang.
" Uuuhhh... Bebbb..hhhh.." desahku, satu tanganku menahan serta membenamkan kepala Buk Endang yang bergerak maju mundur di selangkanganku, Sungguh sensasi luar biasa yang kurasakan, menikmati penis ku di sepong wanita sambil terus menyetir, itulah yang kusuka dari Buk Endang dosenku yang paruh baya nan bahenol ini... Beliau suka, dan bahkan begitu menyukai berhubungan sex dengan cara tidak normal seperti ini. Beliau juga tidak peduli dimana pun tempatnya, yang jelas sepertinya beliau begitu menikmati berhubungan sex liar denganku dimana saja.. yang penting bermesraan, sebuah hal yang tidak didapatnya dengan suaminya selama mereka berumah tangga. Aku mengelus elus rambus tipis beliau sambil sesekali menjambaknya dengan kasar
Kurasa sedotan mulut Buk Endang makin kencang, menyedot dan memainkan penisku dengan lidahnya dengan hot, membuat libidoku naik, saat aku merasa akan memuntahkan spremaku, aku menyuruhnya mengehentikan aktifitasnya...
" Bbbuuu..kkk.. ssttoo ppp duluuu yaaaa..hhh.." ujarku berusaha mengangkat kepalanya keatas dan melepaskan kejantananku dari dalam mulutnya,
Buk Endang dengan terpaksa mengentikan aktifitasnya, wajahnya tampak tak rela, kulihat nafas beliau turun naik tak beraturan, mukanya merah menahan birahinya padaku
" kenapa ..? kamu tembakan aja di dalam mulut ku.." ujarnya kembali berusaha membenamkan wajahnya ke selangkanganku
" Tttuungg...uuu" ujarku menahannya. Aku memarkirkan mobil agak ke pinggir dan menginjak rem.
Aku pun sudah dilanda birani yang sangat melihat tingkah dosenku yang hot ini
" kita cari tempat yang sepi yah Buukk... aku mau masukin .." ujarku
Buk Endang kembali tersenyum genit
" Betul kan saya bilang... kamu pasti nafsu.." godanya sambil terkekeh
" ii..iyaaa..hhh.. cari tempat yang sepi ya... saya nggak tahan nih..." ujarku.
Tanpa menunggu persetujuan Buk Endang aku kemudikan mobil kembali, dari dalam mobil kulihat ada parkiran yang berada jauh dari ruangan fakultas lain dan berada diantara pohon akasia yang tubuh subur di sekitarnya. Segera saja kubelokan kemudi masuk ke parkiran itu dan berhenti menempatkan mobil agak ke sudut, dekat pohon akasia.. kulihat tidak ada orang yang mondar mandir di depan fakultas itu dan hanya mobilku yang parkir disana
" kita ke bangku belakang ya... " ujarku pada Buk Endang yang tampak mengelap mulutnya dengan tisue
" di.. dimana nya..." ujarnya bingung
" Ibu keluar saja dari mobil dulu , dan cepat masuk lagi melalui pintu belakang" perintahku
Buk Endang hanya mengangguk dan membuka pintu mobil untuk keluar, lalu membuka kembali pintu samping belakang dan masuk kembali ke dalam mobil
Melihat itu, tanpa bicara lagi, aku kencangkan AC mobil dan volume tape ku. setelah itu aku keluar dari pintu driver dan masuk kembali ke mobil melalui pintu yang sama dengan Buk Endang masuk tadi Di dalam mobil aku perintahkan Buk Endang membuat posisi membelakangiku, dengan tergesa gesa Buk Endang membelakangiku dengan posisi satu kakinya berada di jok mobil dan satunya lagi di lantai mobil, Buk Endang segaja sedikit menunggingkan posisi pantatnya,
" tahan ya ... " ujarku. aku mengeluarkan senjataku melalui resluiting celana, setelah si dicky keluar sarang, dengan cepat aku singkapkan rok span Buk Endang keatas hingga menampakan pantat bahenolnya yang masih tertutup celana dalam berbahan tipis dan berwarna hitam
Bahenolnya bongkahan pantat beliau membuat dadaku berdesir dan segera saja aku tarik lepas celana dalam beliau hingga bongkahan pantat putih Buk Endang terpampang di hadapanku, di bagian bawah tampak kelamin beliau yang ditutupi bulu bulu jembut yang tercukur rapi itu begitu eksotis, penisku makin tak sabaran untuk menerobos masuk kedalamnya
" cepa Bryann .. nanti ada yang lihat.." ujar Buk Endang terengah engah,
" iya.. " ujarku menyejajarkan penisku ke lobang kawinnya. selanjutnya kedua tanganku membuka kedua belahan pantat montok Buk Endang agar memudahkan penisku menyeruak ke dalam sana, setelah terasa pas, kudorong pinggulku dan..
" Acchhhhhh...!!!" desah Buk Endang saat penis ku sudah berada dalam lobang kawinnya
Kedua tanganku menahan pinggul Buk Endang dari kiri dan kanan. dan Buk Endang mulai menggerakan pingggulnya , mula mula hanya pelan, merasakan penisku seperti diremas oleh dinding vagina nya, aku pun mulai menyetubuhi beliau dari belakang,.. kuhentakan pinggulku terus maju keluar masuk lobang senggama Buk Endang
" Oooohh..!! Oooohh...!!! Ooohh.." terdengar rintihan tertahan dari mulut Buk Endang
Tubuh montoknya tergoncang akibat sodokan penisku dari belakang memborbardir vagina nya. satu tangaku sekarang meremas buah dadanya dan terus meremas denga kuat hingga membuat Buk Endang menjerit jerit keenakan, gerakan pinggulnya makin cepat, kadang bervariasi ke keiri dan ke kanan.. pokoknya membuat mata ku merem melek menikmati vaginanya yang terasa berkedut kedut .
" Tancapkan terus sampai ke dalam Bryy,,, ouuuuhh..!!!" desahnya, sesekali mata beliau menoleh kebelakang melihatku menggagahinya. Aku makin mempercepat gerakan pinggul ku terus menyerang lobang surgawi itu
" Ooouu ..!! Ouuu..!! Ouuuuuuhhhhh..!!!!" ujarku gelisah saat merasa seluruh persendianku bergetar, aku tak kuasa lagi menahan kenikmatan yang mendera otak ku dan ..
crooott.. croott... aku lepaskan senggamaku sejadi jadinya dalam lobang kawin Buk Endang,
" Auuuuuuuhhhhh...!!!!!" jerit Buk Endang panjang saat merasakan hangat pejuku mengisi rahimnya. dan kurasa leguhan itu pertanda beliau juga telah mencapai orgasme nya.. karena kurasa tubuhnya mulai mengejang dan kemudian lunglai seperti tak bertenaga
Kami berdua sama sama mengatur nafas kami yang ngos ngos san... sungguh sebuah sensasi yang nikmat, menggagahi tubuh padat dosen ku itu di tempat yang sempit, yakni di kursi belakang mobilku, Buk Endang sendiri memalingkan wajahnya kebelakang.. Dari raut wajah tua nya beliau tampak begitu puas dan menatapku penuh arti .. aku masih menikmati jepitan vagina Buk Endang yang terasa seperti empot empot ayam itu ..
Keringat kami sudah kering oleh dinginnya AC mobil., Sungguh suatu perasaan puas yang tiada kentara, aku menyetubuhi dosen paruh baya itu hanya dengan menyibakan rok nya dan membuka celana dalamya dan mengeksekusinya dari belakang.. seperti posisi doggie style.. tapi yang luar biasa nya aku menyetubuhinya hanya berada di dalam mobil, dengan posisi sempit.. namun menciptakan sensasi tersendiri bagiku dan Buk Endang
" Udah Bry..?? cabut dong punya mu.." ujar Buk Endang lirih membuyarkan fikiranku yang masih dilanda sensasi tak biasa
" Yup.." ujarku sambil menarik keluar penisku dan duduk di jok mobil, begitu pula dengan Buk Endang, tampak dia melepaskan celana dalamnya yang sebelumnya masih berada diantara bawah pahanya. dan buru buru melap kannya di daerah vagina nya. terlihat beliau membersihkan sisa sisa spermaku disana dengan celana dalamnya itu.
" Ayo kita pergi dari sini Bry... saya takut nanti ada yang datang dan melihat kita berduaan seperti ini" tuturnya sambil memperbaiki pakaian nya yang acak acakan akibat tanganku menggerayangi payudaranya tadi
Sebelum beliau keluar mobil, aku menyempatkan memeluk tubuhnya dan menciumi wajah tuanya yang ayu dan anggun itu,
" Udah.. nanti kita ulang lagi.." ujarnya tertawa genit melihatku masih bernafsu padanya
" Iya say... anda memang luar biasa Buk... " pujiku yang disambut kecupan Buk Endang di pipi dan keningku
" Sudah.. ayo kita jalan cah bagus ku... " ujar beliau sambil membuka pintu mobil dan masuk kembali melalui pintu depan dan duduk di depan.
Aku rasa aku pun tak bisa berlarut dan kenikmatan ini, setelah merapikan celana ku kembali aku menyusul Buk Endang dan kembali pada kursi driver
Entah kenapa bagiku jika bercinta dengan wanita yang dewasa dan lebih tua membuatku begitu puas dan dahaga seksual ku terpenuhi ,
"I Love You Buk Endang" ujarku dalam hati dan menjalankan mobil meninggalkan kampus dengan si bahenol Buk Endang... dosenku sekaligus teman ngesex ku...









Tidak ada komentar:
Posting Komentar