Sepeninggal Tante Ida yang pergi
ke dapur membuat sarapan dan pudding, aku berdua dengan Buk Endang di kamar,
kami saling bertatap tatapan
“ sudah lama kamu berhubungan
dengan dia Bry? “ Tanya Buk Endang
“ Nggak juga.. paling dalam dua
mingguan ini, suami nya pulang sekali seminggu, saat ini mereka lagi berantem,
suami nya KDRT dan membawa anak mereka..” tuturku
“ kasihan juga dia ya..” Buk
Endang mengangguk angguk mendengar
ceritaku
Sebenarnya aku malas cerita
cerita masalah orang, hari ini aku ingin
happy.. maka kualihkan pembicaraan
“ Buk Endang sayang.. pijitin
kepala saya dong… kepala atas ya , bukan bawah.. yang bawah lagi istirahat”
ujarku
Buk terkekeh mendengarnya
“ boleh.. sini..” ujarnya
Buk Endang duduk bersimpuh di
ranjang dan aku sandarkan kepalaku di paha Buk Endang… selanjutnya Buk Endang
mulai memijit kepalaku, lumayan juga tenaga pijitannya.. mulai dari samping, atas sampai jidatku..
Setelah sekitar lima belas
menitan, Tante Ida datang membuka pintu kamar
Tante Ida tampak santai melihat
Buk Endang memijat kepalaku, sifatnya asyik dan santai.. berbeda dengan Buk
Endang yang cemburuan.. takut jika aku tidur dengan wanita lain.. tapi
bagaimana pun aku selalu mengingatkan nya dengan tegas bahwa aku bersedia
memenuhi hasrat biologisnya tapi dia tidak berhak mengaturku kencan dengan
wanita lain
Aku dan Buk Endang pun beranjak
dari tempat tidur dan berjalan keluar kamarku menuju meja makan.. disana sudah
terhidang roti bakar, telur setengah matang dan madu
“ wah.. enak nih…” ujarku
“ Cuma itu yang bisa tante buat
Bry.. fast aja..” kata Tante Ida tersenyum manis
Kami bertiga pun duduk di meja
makan,
“ saya ke toilet dulu ya.. mau
bersihkan mulut..” ujar Buk Endang malu malu
Aku dan Tante Ida mengangguk dan
aku mulai duduk di meja makan,…. Tante Ida menggeser kursi dan duduk ku
disebelah kananku, sedangkan Buk Endang yang sudah selesai dari kamar
kecil duduk di sebelah kiriku
Aku langsung menyantap telur
setengah matang sampai habis…
“ habiskan ya… biar bertambah
protein kamu bry..” senyum Tante Ida
“ iya.,, harus… biar tambah
tenaga… sayang nya tadi tante sedikit kebagian protein, habis di telan Buk
Endang semua.. ha ha ha..” sahut ku tergelak
Buk Endang mencubit bahuku dan
Tante Ida ikut tertawa..
Tante Ida menyuapiku roti,
terlihat banget dia sebagai seorang ibu rumah tangga yang biasa melayani
pasangannya.. sementara Buk Endang tak mau kalah memanjakanku, dia menyuapiku
dengan minuman
Akhirnya acara sarapan sudah
selesai, kami duduk diam guna menurunkan makanan di perut
Tante Ida dan Buk Endang hanya
mengenakan pakaian dalam saja, mereka terlihat sexy dan hot.. sedangkan aku bertelanjang dengan penis masih layu
“ kita pindah ke sofa yuk..”
ajak ku pada mereka
“ okey.. tante bereskan dulu
gelas dan piringnya ya..” ujar Tante Ida langsung berdiri dan mengangkat piring
dan gelas yang sudah dipakai tadi
Aku menyentuh bahu Buk Endang dan
berdiri menuju sofa.. sementara Buk Endang membantu Tante Ida membereskan
piring dan gelas dan membawanya ke dapur
Aku hempaskan pantatku di sofa
nan empuk itu, dan mengambil nafas dalam dalam… lalu aku berdiri menuju gallon
minuman yang berada didekat TV, di atas nya ada kotak obat. Aku membukanya dan
mengambil obat kuat alias Viagra lalu meminumnya.. kebetulan Buk Endang dan
Tante Ida tidak melihat aku meminumnya karena mereka sedang berada di dapur
Setelah memimunya aku kembali
duduk di sofa menunggu kedatangan dua bidadari senja itu datang padaku..
Tak lama berselang, mereka berdua
datang menghampiriku, mereka berdua tampak sudah tidak canggung lagi dan
terlihat akrab satu sama lain, dadaku berdegup kencang melihat mereka berdua
jalan melenggak lenggok dari arah dapur
seperti wanita panggilan yang genit menuju pembooking nya,
Tante Ida dan Buk Endang berjalan
menuju sofa tempat aku duduk dengan senyuman penuh birahi
“ stoop.. dulu…” perintahku saat
mereka hampir sampai di sofa,… sekitar 50 meter dari posisi ku
Mereka berhenti dan menatapku
seakan menunggu instruksi selanjutnya dariku
“ wah.. sungguh seksi kalian
berdua… tetap disitu.. aku mau foto “ ujarku segera mengambil ponselku yang
terletak di meja lalu memotret mereka berdua
Mereka tampak tak keberatan,
malah membuat pose menantang seperti pose model kalender kalender yang seksi..
setelah puas, aku kembali memandang mereka berdua… kedua wanita itu berdody
padat dan sekal, Tante Ida sedikit lebih tinggi dari Buk Endang, paha mereka
sama sama sekal, walau susu mereka pun sama sama sudah turun.. perut mereka agak sedikit berlemak dan
mengendur, terutama perut Buk Endang.. leher mereka sama sama jenjang dan yang
membuat darahku menggelegak, tubuh bohay mereka sama sama mengenakan pakaian
dalam yang seksi abiss… Buk Endang mengenakan BH dan celana dalam berenda
berwarna hitam.. sementara Tante Ida mengenakan BH dan celana dalam berwarna
pink.. membuat tubuhnya yang putih mulus itu semakin bersinar..
Tak sadar, aku pegang burungku,
yang sudah mulai tegak menjulang, mulai kugenggam akar nya dan ku kocok
pelan.. saat aku menatap mereka kembali,
tampak mereka terbelalak menyaksikan panjang dan besarnya kontol ku kalau lagi
hidup..
Apalagi Buk Endang, yang haus
akan oral sex itu, lidahnya sampai keluar menjilati bibirnya sendiri..
“ kamu mau kami bagaimana
Bryan..?’ Tanya Buk Endang memecah suasana
“ Hmm.. aku mau kalian berpelukan
dan berciuman di hadapanku, disana saja,,, tapi dengan penuh gairah ya..”
tuturku memberi penjelasan
“ Okey..” kata Buk Endang
Tangannya memegang satu tangan
Tante Ida, dan mereka membuat posisi menyamping dan saling berhadapan.. Buk Endang menggengam dan meremas tangan
Tante Ida, sementara Tante Ida dengan malu malu menggerakan badannya dengan
erotis dan merangsang..
Kemudian Buk Endang berlutut dan
menciumi perut Tante Ida, lalu menjilati nya terus keatas hingga bagian bawah
payudara nya.. Tante Ida merintih sambil memejamkan mata.. Buk Endang mengecup
buah dada Tante Ida yang masih mengenakan BH, tangannya berada di punggung
Tante Ida dan melepaskan pengait BH Tante Ida , hingga BH Tante Ida lepas oleh
tangan Buk Endang..
Buk Endang menoleh kearahku lalu
kembali pada Tante Ida dan menciumi bagian pada belahan dada Tante Ida, lalu
kedua tangannya meremas kedua susu Tante Ida yang telanjang itu dengan gerakan
pelan.. belaian tangannya terus ke bawahn membelai pinggang Tante Ida dan mengelus
elusnya
Buk Endang menarik tubuh Tante
Ida yang masih berdiri itu kebawah hingga sekarang mereka berdua sama sama
bersimpuh dengan kedua lutut mereka bertumpu di lantai.. sementara tangan Buk
Endang terus meraba dan bermain pada tubuh Tante Ida..
“ Nggghhh…. Ouuuhhh..” desah
Tante Ida pasrah disentuh dan dijamah oleh Buk Endang
Kemudian tampak tangan Buk Endang
memegang kedua leher Tante Ida dan mendekatkan wajahnya pada Tante Ida, yang
tampak mengerti maksud Buk Endang , lalu membuka bibirnya dan merapatkan wajahnya pada Buk Endang..
Buk Endang mulai mengecup bibir
Tante Ida, lalu Tante Ida membalasnya hingga tampak mereka berdua berciuman
dengan posisi berlutut di lantai
Aku melongo menyaksikan
pemandangan erotis di hadapanku ini, aku bagai penonton saja dibuat mereka,
seperti memamerkan kemesraan mereka
Buk Endang berpindah mencium dan
menjilati leher Tante Ida, yang mengadahkan kepalanya seolah memberi keleluasan
bagi Buk Endang untuk mencumbunya
Lidah Buk Endang turun kebawah
dan menjilati antara belahan payudara Tante Ida yang tampak gelisah memejamkan
mata menikmati nikmatnya lidah Buk Endang menyapu tubuhnya
Buk Endang kembali mengarahkan
lidahnya keaatas dan kembali ke leher Tante Ida, dan melakukan penetrasi itu
berulang ulang
Jangankan Tante Ida, aku saja
terangsang dibuatnya. Melihat ekspresi konak mereka berdua, penis ku makin
mengeras rasanya
Kemudian tampak Buk Endang
mengarahkan kedua tangannya kebelakang dan mulai membuka pengait BH nya lalu
membuang nya kelantai,
Selanjutnya Buk Endang meraih
kedua tangan Tante Ida dan mengarahkan tangan Tante Ida ke payudaranya,
dibimbingnya tangan Tante Ida untuk menyentuh dan meremas buah dadanya yang
sudah menegang,
“ uuhh… awww..” desah Buk Endang
menikmati pijitan tangan Tante Ida meremas buah dadanya,
Lalu mereka berdua serentak
memandang ke arahku..
Aku memberi isyarat agar mereka
datang padaku,
Mereka pun menghentikan
aktifitasnya dan … mereka berdua menuju kearah ku dengan cara merangkak seperti
binatang !!! wow…!! Sungguh sebuah pemandangan yang merangsang... pelan pelan
mereka berdua merangkak dengan wajah mupeng mendekatiku yang duduk mengangkang sambil
menggengam penisku di atas sofa
Dan mereka terus merangkak dan mulai
lebih dekat, Tante Ida memanjat paha kananku sendangkan paha ku satu nya lagi
dipanjat oleh Buk Endang
Mereka terus merangkak keatas
lalu duduk di sofa , hingga aku berada diantara mereka berdua,
Tante Ida membuat posisi tubuh
menyamping dan mendekatkan wajahnya
padaku dan langsung melumat bibirku… aku pun balas menjulurkan lidahku dan
lidah kami saling bertautan mesra, satu tangannya membelai wajahku, aku pun
meletakan tangan kananku pada paha putihnya dan membelai paha nya yang mulus
itu hingga tubuhnya blingsatan,
Sementara kurasa lidah Buk Endang
menjilati dadaku dan menggigit gigit putting susuku bergantian, tubuhku terasa
tersentak menahan rasa geli bercampur nikmat itu, jilatan lidah Buk Endang
terus kebawah dan sesekali menggigit otot dadaku dan otot perutku
Terasa oleh ku satu kaki Tante
Ida membuka kaki bagian kananku dan menindih paha kananku dengan pahanya,
sementara kaki kiriku juga dibuka oleh Buk Endang hingga posisiku menjadi
terkangkang. Paha kiriku terasa dielus oleh oleh Buk Endang dengan tangannya,
Dengan posisi masih berciuman
bibir dengan Tante Ida, kurasa satu tangan Tante Ida sudah menggengam penisku
yang sudah tegak sempurna sedari tadi. Tangan beliau mulai mengocok ngocok
batang penisku pelan,
Kurasakan kaki kiriku diarahkan
Buk Endang naik keatas kursi dan… Uuuhhh.. terasa sapuan lidah Buk Endang
menyapu kantung kemih ,ku.. lidah nya terus menjilat dan menelah kantung kemih
ku dalam mulutnya
“ Hhhmmpphhh..” ringisku menahan
nikmatnya sensasi yang sedang melandaku itu
Lidah Buk Endang terus menjilati
kantung kemihku, terus keatas sampai batang penisku denga lidahnya. Kurasakan
tangan Tante Ida sudah tidak terasa menggenggam batang penisku lagi, namun gantian
kurasakan sekarang penisku sudah ditelan Buk Endang dalam mulutnya
“ Uuuuuhh…” desahku, saking nggak
tahannya aku melepas ciumanku dari mulut Tante Ida dan mengadahkan kepala ku
keatas merasakan nikmatnya penisku dipermainkan Buk Endang dalam mulutnya…
Kedua kakiku seperti nya sudah
naik keatas sofa dengan posisi terkangkang, pelan pelan kubuka mata dan melihat
dari bawah Buk Endang berjongkok di lantai sambil menyepong penisku dengan
ganas.. sambil meringis menahan geli, kuremas rambut Buk Endang, yang kepalanya
berada di selangkanganku.
Sementara Tante Ida tampak
menyodorkan susu nya ke wajahku dengan ekspresi konak..,, tanpa menunggu lagi
segela kukulum salah satu buah dada beliau dengan mulutku, kulanjutkan dengan
menghisap putingnya dan berpindah dari yang satu dengan yang lain secara
bergantian
“ Ooouuuh..Hhh,,… nngghhhh…”
rintih Tante Ida jalang
Tangan kananku nggak tahan untuk
merayap ke bawah, setelah kuraba pas daerah kewanitaanya, kuelus pelan kemaluan
Tante Ida dari luar celana dalamnya… satu jariku mulai masuk dalam pinggiran
celana dalam nya dari bagian bawah… saat
sudah menyentuh bibir vagina nya, pelan pelan kucari celah agar jariku dapat
menusuk ke dalam goa kenikmatannya itu, tak sulit jariku menemukannya, setelah
masuk, kukukobel vaginanya itu hingga jariku menusuk masuk ke dalam goa
kenikmatan itu
“ Iiiihhhh…Duuuhh..
Bryaann..hhhh..??!!” jerit Tante Ida terpekik merasakannya, jariku keluar masuk
menggempur lobang kawinnya sementara mulutku masih menetek pada payudaranya
yang putih montok itu,
Tanganku terus masuk dan menusuk
kemaluan Tante Ida dengan jari tengahku, hingga Tante Ida mendesah desah
kegelian
Mendengar jeritan kenikmatan
Tante Ida, terasa Buk Endang mengentikan aksinya mengoral penisku
“ jeng Ida… gantian dong… aku
juga ditetek in dia..” ujar Buk Endang seperti memelas pada Tante Ida
Mendengar itu Tante Ida menarik
buah dadanya dari mulutku, hingga membuat aku dapat bernafas sejenak
“ Jeng Endang.. saya duluan ya..
please.. punya saya udah basah dan gatal nihh..” ujar Tante Ida balas memelas pada Buk Endang
Buk Endang tampak mengangguk
mengerti , melihat Buk Endang setuju, Tante Ida menarik jariku yang berada dalam jepitan
vaginanya, beliau berdiri dan dengan tergesa gesa melepaskan celana dalamnya.
Setelah itu Tante Ida buru buru
berdiri mengangkangi ku dan menurunkan tubuhnya, tangan kirinya meraih penisku
dan menyejajarkan nya pada lobang kewanitaanya yang sudah menganga siap untuk
di entot itu
“ Sssshhh… Uuuhhhh..!!!” desah
Tante Ida menurunkan pantatnya sedikit demi sedikit, kepala kemaluanku sudah berada
di depan pintu sorga nya dan dibimbing nya perlahan hingga menyeruak masuk pada
bagian yang lebih dalam..
Setelah kepalanya masuk, Tante
Ida menurunkan pinggulnya dengan paksa hingga beliau menjerit histeris
“ Aaaaaaaaarrrgghhh..???!!” jerit
nya meringis merasakan besarnya diameter batang kejantananku itu terbenam
ditelan vaginanya, pinggul nya terus diturunkan hingga penisku amblas
didalamnya hingga posisi Tante Ida sekarang duduk berjongkok berhadapan dengan
ku
“ Uuugghhh..!!!” desahnya
gemetaran, aku pun bantu menekan pinggulku kearah atas
“ Duuhh..??? Ge..dhe.. banget
punya kamu Bry…. Tu..suk terus sampai amblas Bry..?’ desah nya megap megap
mengatur nafas
Tante Ida mulai menggerakan
pinggulnya, dengan cara memutar pantatnya seperti mengaduk penisku dengan
vaginanya yang terasa licin dan menjepit
Melihat itu akupun menggerakan penisku
naik turun menyundul nyundul klitoris nya dari bawah, tubuh Tante Ida bergerak
binal seirama dengan tusukan tusukan yang kulakukan pada klitorisnya
Tanganku yang semula berada
melingkari pinggang Tante Ida sekarang bergerak menuju rambut,nya sesampai
disana kujambak rambutnya hingga leher dan kepalanya tengadah keatas,
“ oohh..” rintihnya kecil
Masih dengan posisi bercinta diatas
sofa, aku ciumi dengan buas leher putihnya , sementara pinggulku masih kutekan
keatas, diimbagi oleh gerakan pantat Tante yang memutar pantatnya, berlawanan
dengan arah tusukan penisku mengimbangi goyangan pantat beliau yang kurasa
makin lama makin cepat menggenjotku diatas tubuhku
Gerakan kami makin cepat, hingga per sofa tempat kami duduk bergoyang naik turun seirama dengan gerakan kami,
Gerakan kami makin cepat, hingga per sofa tempat kami duduk bergoyang naik turun seirama dengan gerakan kami,
“ Bryaan..hhh… ooh… enak nyaaa…
oouhh… teruss bry… oohh.. terusss… ohohh!!!” desah Tante Ida menghentak hentak
kan tubuhnya ke bawah
Dan akhirnya kurasakan tubuhnya
mengejang dan goyangannya makin terasa cepat mengebor penisku, Tante Ida membusungkan
tubuhnya dan menjerit penuh kenikmatan saat menjemput orgasmenya,
“ Uuuuuuhhh…. “ desah Tante Ida
melenguh pertanda orgasme, dinding vaginanya terasa mencengkram penisku dari
dalam, sebuah sensasi yang luar biasa kurasakan
Sementara itu, walau menyadari
Tante Ida sudah orgasmen, aku terus
menggempur vaginanya, hingga kurasa gerakan tubuh Tante Ida mulai melemah,melihat
itu aku pun menurunkan ritme ku
Tante Ida tampak berusaha mengatur
nafasnya setelah orgasme yang melandanya, aku membiarkan beliau mengatur
nafasnya yang ngos ngosan setelah kusetubuhi ..
“ Tante, turun dulu ya… giliran
Buk Endang..” bisiku padanya
Tante Ida mengangguk lemah,
dengan sisa tenaga beliau bangkit dan berdiri dari atas tubuhku dan merebahkan
tubuhnya yang penuh keringat itu di atas sofa, di sebelahku duduk
Tampak Buk Endang sudah berdiri
tersenyum genit, hanya mengenakan celana dalam nya saja, sementara kedua buah
dadanya tampak sudah tegak dan naik turun seirama desahan nafasnya
Buk Endang membuka celana
dalamnya dengan gerakan yang mesum dihadapanku, setelah itu kuberi isyarat agar
beliau duduk dipangkuanku, Buk Endang langsung menaiki tubuhku yang duduk
dengan kaki terjunjur di atas sofa, seperti Tante Ida tadi, Buk Endang
mengangkangiku yang tengah duduk, pelan pelan diturunkannya pinggulnya ke bawah
dan tangannya menggenggam penisku dan
“ Bless..” penisku pun amblas
dalam vagina Buk Endang,
“ Awwwhhhh..??!!” desah Buk
Endang menggigiti bibir atasnya sambil memejamkan matanya merasakan nikmatnya
penisku di dalam lobang vagina nya
Lobang vagina Buk Endang terasa
sudah licin dan basah, hingga penisku tidak kesulitan memasuki goa
kenikmatannya itu.
Buk Endang terus menekan
pinggulnya kebawah sambil memutar mutarkan pinggulnya, seperti posisi mengebor.
Tubuh bahenolnya bergerak liar dengan penetrasi cepat, mungkin beliau sudah
tidak tahan untuk bersetubuh denganku.
Kedua tangan Buk Endang melingkar
memeluk leherku, sementara kedua kakinya berada di sofa dengan menjadikan
lututnya sebagai tumpuan untuk terus menggoyang tubuhku.. matanya tampak
melotot memandangku, mungkin menahan rasa nyeri bercampur nikmat karena
bersamaan dengan itu aku juga menusuk lobang kawinnya dengan penisku dari
bawah..
“ Ooohh.. Bryann… Oohh.. enaknyaa…!!
Teruss Bryy.. Awwhh… Ouuuhh..!!” desah nafasnya terdengar berat seiring tusukan
penisku menggempur vaginanya dari bawah..
Buk Endang mencium bibirku dengan buas, sampai dengan buasnya menggigiti bibir atasku
Buk Endang mencium bibirku dengan buas, sampai dengan buasnya menggigiti bibir atasku
“ Mmhh.. Iihhh,,,, Mpphhh..”
suara desahan nafas kami saling kulum dan menjilati lidah masing masing
“ Bryy.. Ouuhh Bry… bawa..hh…
akuhh.. ke kamaarr.. Ouuh.. “ pinta Buk Endang setelah puas berciuman denganku,
tubuhnya tetapm digerakannya naik turun menggenjotku
“ mauu..hh ke kamar Bukkk..??”
desahku mengatur nafas dan mengimbangi genjotan Buk Endang
“ Ii.. yaa..hhh.. kiiitaa… di
kamaar mu sajaaaa..hh. “ desahnya terus menggenjotku kali ini dengan gerakan
pantatnya yang makin liar
Dengan segenap tenaga aku
berusaha berdiri dengan posisi Buk Endang masih dalam pangkuanku dan penis
masih berada dalam vagina Buk Endang
Akhirnya dengan susah payah dan
aku menaikan tubuhku, dengan kekuatan bertumpu pada paha dan lututku, hingga
aku berhasil berdiri.
Tubuh Buk Endang otomatis ikut
terangkat olehku, sekarang Buk Endang bergayut pada tubuhku, tangannya
melingkari leherku sebagai tumpuan, badannya dirapatkannya dengan ku dan kedua
kakinya melingkari pinggangku dengan penis masih berada dalam lobang surgawi
itu
Perlahan aku berjalan dengan hati
hati kea ah kamarku yang berada dekat dari sofa tempat kami bercinta, dan
membopong tubuh Buk Endang dalam gendongan ku, tanganku menahan pada kedua
pantat bulatnya agar beliau tidak sampai terjatuh
Akhirnya dengan jerih payah
karena menggendong tubuh Buk Endang yang lumayan berat itu aku memasuki kamarku
yang pintunya sudah terbuka sedari tadi
Sesampai disana aku hempaskan
tubuh molek Buk Endang di atas kasur, penisku otomatis tercabut dari vagina nya
Buk Endang berposisi terlentang
itu langsung membuka kedua pahanya hingga membentuk huruf “M” lobang vagina nya
yang basah itu menganga indah dihadapanku, seolah mempersilahkan penisku untuk
menerobosnya
Aku pun menggeser posisi Buk
Endang agak ke tengah agar aku lebih leluasa, setelah itu aku pegangi kedua
paha Buk Endang dengan kedua tanganku, dan kurapatkan posisi pinggulku pada
selangkangannya dan menyejajarkan kejantananku dengan lobang kawinnya
“ Uuuhhh..” rintih Buk Endang
saat penisku kembali masuk menerobos labia mayoranya
Aku tetap menahan kedua paha Buk
Endang untuk tetap terbuka lebar, dan kutekan pinggulku ke dalam hingga kepala
penisku menyentuh rahimnya
Setelah puas menikmati kedutan
dinding vagina Buk Endang, aku mulai menggenjot vagina Buk Endang dari atas,
dengan penuh tenaga aku memaju mundurkan penisku dalam lobang vagina Buk Endang
dengan penetrasi cepat, bagai mesin jahit yang menusuk dengan cepat
“ OOohh.. Oooh… Iiihh… Terusss
Bryannn… Oohhh Ennaakk.. Uuhhhh.. Ssssshh…” jerit Buk Endang menerima
genjotanku dengan megap megap, tubuh bahenolnya bergoyang naik turun seirama
dengan gerakan pinggulku memborbardir lobang kawinnya
Kedua tangan Buk Endang menyilang
keatas dan meremas remas sprei kasur untuk menahan seranganku yang terus
menggenjotnya dengan cepat, susu nya pun bergoyang indah membuat aku makin
bernafsu mengeluarkan seluruh tenagaku untuk menyetubuhinya
“ Bryy… Ouuuhh… say..aaa..
muncaaaaakkkk…!!!!” jeritnya histeris saat menjemput orgasmenya
Kulepas pegangan tanganku di
pahanya dan kuarahkan kedua pahanya melingkar di pundak ku
Terasa kedua kaki Buk Endang
mengapit pundaku pertanda beliau merasakan indah dan nikmatnya orgasme yang
datang melandanya saat itu..
Saat tubuh Buk Endang tampak
sudah lunglai, ku letakan kembali kedua pasang pahanya itu di kasur dan kutatap
dosenku itu sedang memejamkan mata dan berusaha untuk mengatur nafasnya
“ hhh.. enak Bryaan.. hhhh..
kammu memang hebaaatt sayangg..” ujarnya ngos ngosan dan menatapku dengan penuh
kasih sayang dan kepuasan tiada tara
Aku hanya tersenyum kecil dan
memandangi dosenku nan bohay itu sudah terkapar karena orgasme di hadapanku
Aku dikagetkan oleh Tante Ida
yang tiba tiba datang dan langsung memeluk ku dari belakang, hangat tubuhnya membakar gairahku yang masih
belum orgasme
“ Tante .. sini berbaring di
samping Buk Endang..” perintahku
Tante Ida patuh, dan melepaskan
pelukannya lalu segera saja beliau berbaring terlentang di samping Buk Endang
Sungguh pemandangan yang luar
biasa , di hadapanku Tante Ida dan Buk Endang berbaring diatas kasur dengan
posisi terlentang dengan telanjang bulat alias bugil!, Tante Ida tampak membuka
pahanya dan satu tangan nya mengelus elus kelaminnya sendiri seakan akan
memintaku untuk menyetubuhinya kembali,
“ Tante Ida.. Tante merangsang
sekali.” Ujarku menatapnya buas, gairahku kembali menyala
“ Iya sayangg… sini berikan Tante
kenikmatan seperti tadi..” ujarnya dengan wajah menggoda
“ masih kuat Tante..? “ godaku
“ Untuk kamu Tante serahkan semua
nya …semua tubuh Tante… buat kamu nikmati sayangg..” ujarnya lagi dan memberi
isyarat pada ku untuk mendekat
“ Nungging sayang..” perintahku
pada nya
Mendengar perintahku, Tante Ida
langsung bergerak dan membuat posisi tubuhnya membelakangiku lalu mengangkat
pinggulnya keatas, sementara kepalanya masih berada di kasur ,
Pantat dan pinggulnya yang bulat itu sekarang sempurna di hadapanku dengan lobang anus nya berada di tengah pantat bulat dan putih bersih itu..
Pantat dan pinggulnya yang bulat itu sekarang sempurna di hadapanku dengan lobang anus nya berada di tengah pantat bulat dan putih bersih itu..
Sebelum aku mendekatkan penisku
pada lobang vagina Tante Ida, tiba tiba Buk Endang bangkit dan bergerak
mendekati Tante Ida yang berposisi menungging itu… dirabanya pantat bulat Tante
Ida dan tangannya berada di lubang anus Tante Ida lalu mengelus elus lobang
anus Tante Ida dengan jarinya
“ Ooouuuhh… gellii jeeennggg..” desah
Tante Ida meringis saat lobang anusnya digesek gesekan Buk Endang dengan jarinya.
“ Nikmati aja jeng..” perintah
Buk Endang sambil terus mengobel lobang anus Tante Ida dengan satu jarinya, sementara terdengar suara Tante Ida yang merintih rintih kenikmatan
Aku sungguh tak percaya melihat
semua ini, Buk Endang rupanya juga bernafsu melihat Tante Ida yang berkulit
putih mulus itu, kemudian Buk Endang meremas satu payudara Tante Ida, hingga
tubuh Tante Ida bergetar merasakannya
“ Jeng… Bryan mau ngentot kamu
dari belakang.. saya di depan kamu ya… jilatin tempek saya ya jeng….” Perintah Buk
Endang dengan halus pada Tante Ida
“He’eh..” hanya itu yang
terdengar dari mulut Tante Ida,
Melihat itu Buk Endang langsung merangkak
di atas kasur menuju bagian atas kepala Tante Ida yang sudah mengangkat
tubuhnya. Buk Endang berposisi duduk di atas kasur, selangkangannya di buatnya berada pas
pada wajah Tante Ida.
Buk Endang membuka lipatan
pahanya hingga Vaginanya yang tercukur rapi itu menganga di hadapan wajah Tante
Ida
“ Ayo genjot dia Bryan..”
perintah Buk Endang padaku
“ Udah nih..? “ tanyaku
memastikan
“ Iya Bry.. genjot Tante Bry… “
kali ini Tante Ida yang meminta
Melihat semua sudah dalam posisi
masing masing, aku tempelkan pinggulku ke pantat Tante Ida, setelah sejajar
dengan satu ayunan
“ Blesss..” penisku langsung
masuk dalam menerobos pintu vagina Tante Ida dari arah belakangnya
“ Auuuuhh….!!” Jerit Tante Ida
tertahan,
Hujaman penisku membuat tubuh
Tante Ida terdorong maju dan wajahnya langsung berada di vagina Buk Endang..
Aku tak melihat jelas… yang jelas
kepala Tante Ida sudah terbenam di antara kedua paha Buk Endang
“ Iihh… Ooohhh… Uuhh.. Oohh
Jennngg.. enakk jengg,.,Ouuhh!!!”desah Buk Endang megap megap sambil
membelalakan matanya
Kurasa beliau tengah menikmati
sapuan lidah Tante Ida pada klitorisnya
Aku pun mengayunkan pinggulku,
membuat penisku maju mundur menggempur lobang kawin Tante Ida dengan penetrasi
cepat
“ Mmmm.. MMhhhh,,,…Shhhh…”
terdengar suara Tante Ida tidak jelas karena mulutnya sibuk mengoral vagina Buk
Endang
Aku terus menyetubuhi tetanggaku
nan bahenol itu dengan posisi doggie style, kali ini ditampah kulihat
pemandangan erotis saat Tante Ida yang menungging itu dan ekspresi binal wajah
Buk Endang yang menjerit jerit kenikmatan karena vaginanya di oral oleh Tante
Ida
Hal ini membuat libido ku makin
naik, aku mulai menyodok dengan gerakan cepat hingga tubuh bohay Tante Ida
turut bergerak menghentak maju mundur seirama genjotanku, sementara kulihat kedua paha Buk Endang
mengapit leher Tante Ida yang sudah terbenam pada selangkangan Buk Endang
Dengan gemas, kutampar paha Tante
Ida, bagai joki kuda yang sedang memacu kudanya.. tapi karena pengaruh minum Viagra,
aku masih belum muncak juga… hal ini membuatku tersiksa, padahal kurasa Tante
Ida dan Buk Endang sudah berkali kali kubuat orgasme
Aku mencoba berkhayal dan
berfantasi bagaimana cara supaya aku orgasme, sementara kurasa vagina Tante Ida
makin lama makin terasa lapang akibat penisku yang keluar masuk dan cairan
cinta yang keluar dari dalam vaginannya
Akhirnya kuputuskan untuk
menghentikan genjotanku pada vagina Tante Ida, perlahan kucabut penisku dari
dalamnya, Tante Ida menoleh kebelakang, memandangku dengan wajah kecewa karena
aku berhenti , keringat membanjiri tubuh Tante Ida, hingga punggungnya tampak licin.. walau raut lelah dan pucat pada wajahnya saat menoleh ke belakang, tapi Tante Ida tampak masih bersemangat, nafasnya mendengus tak beraturan..
Aku mengatur nafas sebentar,
belum sempat Tante Ida bicara, aku balikan tubuhnya dan membuat posisinya terlentang di kasur.. hingga
otomatis beliau tidak lagi mengoral vagina Buk Endang
Aku menatap body mulus nan putih
itu sebentar, lalu aku membuat posisi duduk di atas perutnya
“ auu.. berat Bry.. kamu mau
apa,,??” ujarnya tak mengerti
Aku tak menjawab, namun kugenggam
penisku lalu kupegang kedua susunya dan menahannya masing masing kesamping
dengan kedua tanganku.. setelah itu aku letakan kejantananku itu berada
diantara kedua buah dadanya… hingga
kepala penisku pas mengarah pada wajah Tante Ida
Tanpa menunggu persetujuan dan
tanpa mempedulikan reaksi Tante Ida dan Buk Endang, aku lalu menggenggam kedua
susu Tante Ida dan menjepitkan penis yang berada di tengah, diantara kedua buah
dada Tante Ida… lalu pelan pelan kugerakan pinggulku maju mundur diatas tubuh
telanjang Tante Ida
“ Uuuuhh..” desahku memejamkan
mata, dengan cara seperti itu aku merasakan sensasi yang berbeda.. penisku
dijepit diantara kedua susu Tante Ida yang kupegang agar merapat pada penisku,
kulihat penisku yang panjang kekar dan tegak menjulang itu sampai kepalanya
menyentuh dagu Tante Ida
Gesekan gesekan penisku di kulit
Tante Ida menciptakan sensasi tersendiri bagiku, apalagi tubuh Tante Ida terasa
hangat, setelah berulang kali kuperkosa susunya.. Tante Ida mulai paham.. kali
ini kedua tangannya menahan posisi susunya agar membuat penisku terjepit
diantaranya, melihat itu aku segera melepas tanganku dari payudaranya dan
bertumpu di kasur
“ Ooohh.. Bryaaann… enaknya
begini sayaang… “ ujar Tante Ida merintih kenikmatan, tubuh bahenol nya
bergoyang seiring irama tusukan penisku diantara belahan dadanya, sementara
kurasakan kepala penisku kandas dan menyundul nyundul dagunya
Sementara Buk Endang tampak
berdiri dan menyodorkan vaginanya pas berada di depan wajahku..
Langsung saja kujulurkan lidahku
disana menjilati vaginanya, kulihat tangan Buk Endang membantu membuka pintu
sorganya dan melebarkan pintu vaginanya hingga lidahku dapat menyentuh daging
mungil dan bijih klentitnya, sementara satu tangannya lagi terlihat meremas
remas buah dadanya sendiri
Kami bertiga merintih bersamaan merasakan
nikmatnya saling memberi rangsangan pada masing masing kami
“ Hhhhh… sshhhhhh… Haaaaahhhh..”
dengus nafas kami bertiga
Penisku terasa makin terjepit
oleh hangatnya daging payudara Tante Ida, aku terus menggesekan penisku dengan
gerakan tak beraturan
Akhirnya aku tak dapat lagi
membendung senggamaku, kurasakan ada sesuatu yang mengalir dari otakku dan persendianku berujung di kepala
penisku..
Dan… “ OOOOOOOHHHH….!!!!” Akhirnya
aku melolong melepaskan senggamaku…
Kurasakan spermaku muncrat entah
dimana, Tante Ida malah makin menjepitkan susunya pada penisku dan kurasa
lidahnya menyapu kepala penisku berulang kali..
Sementara kulihat Buk Endang
berjongkok, posisi lobang vaginanya disejajarkannya pada wajah Tante Ida yang
berada di bawah, masih sibuk menjilati kepala penisku, membersihkan sisa air
mani yang lengket disana
Melihat vagina Buk Endang berada
pas dihadapannya, sekarang Tante Ida tampak bergantian menjilati kepala penisku
juga vagina Buk Endang
“ Iihhh….” Desah Buk Endang
meringis saat vaginanya dijilati oleh Tante Ida dari bawah
Melihat itu aku pun mendekatkan
wajahku pada Buk Endang dan langsung disambung dengan ciuman nya pada bibirku…
kami saling kulum dan berciuman ala frech kiss menikmati sensasi gila yang kami
lakukan bertiga di rumahku ini
Setelah beberapa menit, dan mulai
kecapaian, aku dan Buk Endang pun berhenti bercipokan. Kami berdiri di ranjang
diikuti oleh Tante Ida yang juga bangkit dari ranjang
Kami bertiga pun
berpelukan..merasakan rasa puas yang tiada kentara, menikmati dahsyatnya
orgasme dan sensasi bercinta threesome ini..
Setelah membersihkan badan di kamar mandi, kami bertiga pun kembali
berbaring di ranjang, aku tidur di tengah Tante Ida dan Buk Endang.. kami
saling merapatkan badan.. menikmati hangatnya tubuh dan perasaan puas tiada
kentara..
Aku pun tidur pulas di pelukan
mereka berdua… Tante Ida dan Buk Endang .. para bidadari senjaku yang haus akan
belaian dan fantasi sexual …









