Kamis, 05 Januari 2017

THREE SOME DENGAN TANTE IDA DAN BUK ENDANG PART II



Sepeninggal Tante Ida yang pergi ke dapur membuat sarapan dan pudding, aku berdua dengan Buk Endang di kamar, kami saling bertatap tatapan

“ sudah lama kamu berhubungan dengan dia Bry? “ Tanya Buk Endang
“ Nggak juga.. paling dalam dua mingguan ini, suami nya pulang sekali seminggu, saat ini mereka lagi berantem, suami nya KDRT dan membawa anak mereka..” tuturku
“ kasihan juga dia ya..” Buk Endang mengangguk angguk  mendengar ceritaku

Sebenarnya aku malas cerita cerita masalah orang, hari ini aku ingin  happy.. maka kualihkan pembicaraan
“ Buk Endang sayang.. pijitin kepala saya dong… kepala atas ya , bukan bawah.. yang bawah lagi istirahat” ujarku
Buk terkekeh mendengarnya
“ boleh.. sini..” ujarnya

Buk Endang duduk bersimpuh di ranjang dan aku sandarkan kepalaku di paha Buk Endang… selanjutnya Buk Endang mulai memijit kepalaku, lumayan juga tenaga pijitannya..  mulai dari samping, atas sampai jidatku..

Setelah sekitar lima belas menitan, Tante Ida datang membuka pintu kamar
“ sarapannya sudah jadi.. kita makan di meja makan aja ya..” ujarnya.


Tante Ida tampak santai melihat Buk Endang memijat kepalaku, sifatnya asyik dan santai.. berbeda dengan Buk Endang yang cemburuan.. takut jika aku tidur dengan wanita lain.. tapi bagaimana pun aku selalu mengingatkan nya dengan tegas bahwa aku bersedia memenuhi hasrat biologisnya tapi dia tidak berhak mengaturku kencan dengan wanita lain

Aku dan Buk Endang pun beranjak dari tempat tidur dan berjalan keluar kamarku menuju meja makan.. disana sudah terhidang roti bakar, telur setengah matang dan madu
“ wah.. enak nih…” ujarku
“ Cuma itu yang bisa tante buat Bry.. fast aja..” kata Tante Ida tersenyum manis

Kami bertiga pun duduk di meja makan,
“ saya ke toilet dulu ya.. mau bersihkan mulut..” ujar Buk Endang malu malu

Aku dan Tante Ida mengangguk dan aku mulai duduk di meja makan,…. Tante Ida menggeser kursi dan duduk ku disebelah kananku, sedangkan Buk Endang yang sudah selesai dari kamar kecil  duduk di sebelah kiriku



Aku langsung menyantap telur setengah matang sampai habis…
“ habiskan ya… biar bertambah protein kamu bry..” senyum Tante Ida
“ iya.,, harus… biar tambah tenaga… sayang nya tadi tante sedikit kebagian protein, habis di telan Buk Endang semua.. ha ha ha..” sahut ku tergelak

Buk Endang mencubit bahuku dan Tante Ida ikut tertawa..

Tante Ida menyuapiku roti, terlihat banget dia sebagai seorang ibu rumah tangga yang biasa melayani pasangannya.. sementara Buk Endang tak mau kalah memanjakanku, dia menyuapiku dengan minuman



Akhirnya acara sarapan sudah selesai, kami duduk diam guna menurunkan makanan di perut

Tante Ida dan Buk Endang hanya mengenakan pakaian dalam saja, mereka terlihat sexy dan hot.. sedangkan aku  bertelanjang dengan penis masih layu

“ kita pindah ke sofa yuk..” ajak  ku pada mereka
“ okey.. tante bereskan dulu gelas dan piringnya ya..” ujar Tante Ida langsung berdiri dan mengangkat piring dan gelas yang sudah dipakai tadi

Aku menyentuh bahu Buk Endang dan berdiri menuju sofa.. sementara Buk Endang membantu Tante Ida membereskan piring dan gelas dan membawanya ke dapur

Aku hempaskan pantatku di sofa nan empuk itu, dan mengambil nafas dalam dalam… lalu aku berdiri menuju gallon minuman yang berada didekat TV, di atas nya ada kotak obat. Aku membukanya dan mengambil obat kuat alias Viagra lalu meminumnya.. kebetulan Buk Endang dan Tante Ida tidak melihat aku meminumnya karena mereka sedang berada di dapur

Setelah memimunya aku kembali duduk di sofa menunggu kedatangan dua bidadari senja itu datang padaku..

Tak lama berselang, mereka berdua datang menghampiriku, mereka berdua tampak sudah tidak canggung lagi dan terlihat akrab satu sama lain, dadaku berdegup kencang melihat mereka berdua jalan melenggak lenggok  dari arah dapur seperti wanita panggilan yang genit menuju pembooking nya,

Tante Ida dan Buk Endang berjalan menuju sofa tempat aku duduk dengan senyuman penuh birahi
“ stoop.. dulu…” perintahku saat mereka hampir sampai di sofa,… sekitar 50 meter dari posisi ku

Mereka berhenti dan menatapku seakan menunggu instruksi selanjutnya dariku
“ wah.. sungguh seksi kalian berdua… tetap disitu.. aku mau foto “ ujarku segera mengambil ponselku yang terletak di meja lalu memotret mereka berdua

Mereka tampak tak keberatan, malah membuat pose menantang seperti pose model kalender kalender yang seksi.. setelah puas, aku kembali memandang mereka berdua… kedua wanita itu berdody padat dan sekal, Tante Ida sedikit lebih tinggi dari Buk Endang, paha mereka sama sama sekal, walau susu mereka pun sama sama sudah turun..  perut mereka agak sedikit berlemak dan mengendur, terutama perut Buk Endang.. leher mereka sama sama jenjang dan yang membuat darahku menggelegak, tubuh bohay mereka sama sama mengenakan pakaian dalam yang seksi abiss… Buk Endang mengenakan BH dan celana dalam berenda berwarna hitam.. sementara Tante Ida mengenakan BH dan celana dalam berwarna pink.. membuat tubuhnya yang putih mulus itu semakin bersinar..

Tak sadar, aku pegang burungku, yang sudah mulai tegak menjulang, mulai kugenggam akar nya dan ku kocok pelan..  saat aku menatap mereka kembali, tampak mereka terbelalak menyaksikan panjang dan besarnya kontol ku kalau lagi hidup..

Apalagi Buk Endang, yang haus akan oral sex itu, lidahnya sampai keluar menjilati bibirnya sendiri..
“ kamu mau kami bagaimana Bryan..?’ Tanya Buk Endang memecah suasana

“ Hmm.. aku mau kalian berpelukan dan berciuman di hadapanku, disana saja,,, tapi dengan penuh gairah ya..” tuturku memberi penjelasan
“ Okey..” kata Buk Endang



Tangannya memegang satu tangan Tante Ida, dan mereka membuat posisi menyamping dan saling berhadapan..  Buk Endang menggengam dan meremas tangan Tante Ida, sementara Tante Ida dengan malu malu menggerakan badannya dengan erotis dan merangsang..

Kemudian Buk Endang berlutut dan menciumi perut Tante Ida, lalu menjilati nya terus keatas hingga bagian bawah payudara nya.. Tante Ida merintih sambil memejamkan mata.. Buk Endang mengecup buah dada Tante Ida yang masih mengenakan BH, tangannya berada di punggung Tante Ida dan melepaskan pengait BH Tante Ida , hingga BH Tante Ida lepas oleh tangan Buk Endang..

Buk Endang menoleh kearahku lalu kembali pada Tante Ida dan menciumi bagian pada belahan dada Tante Ida, lalu kedua tangannya meremas kedua susu Tante Ida yang telanjang itu dengan gerakan pelan.. belaian tangannya terus ke bawahn membelai pinggang Tante Ida dan mengelus elusnya

Buk Endang menarik tubuh Tante Ida yang masih berdiri itu kebawah hingga sekarang mereka berdua sama sama bersimpuh dengan kedua lutut mereka bertumpu di lantai.. sementara tangan Buk Endang terus meraba dan bermain pada tubuh Tante Ida..
“ Nggghhh…. Ouuuhhh..” desah Tante Ida pasrah disentuh dan dijamah oleh Buk Endang

Kemudian tampak tangan Buk Endang memegang kedua leher Tante Ida dan mendekatkan wajahnya pada Tante Ida, yang tampak mengerti maksud Buk Endang , lalu membuka bibirnya  dan merapatkan wajahnya pada Buk Endang..

Buk Endang mulai mengecup bibir Tante Ida, lalu Tante Ida membalasnya hingga tampak mereka berdua berciuman dengan posisi berlutut di lantai

Aku melongo menyaksikan pemandangan erotis di hadapanku ini, aku bagai penonton saja dibuat mereka, seperti memamerkan kemesraan mereka

Buk Endang berpindah mencium dan menjilati leher Tante Ida, yang mengadahkan kepalanya seolah memberi keleluasan bagi Buk Endang untuk mencumbunya

Lidah Buk Endang turun kebawah dan menjilati antara belahan payudara Tante Ida yang tampak gelisah memejamkan mata menikmati nikmatnya lidah Buk Endang menyapu tubuhnya

Buk Endang kembali mengarahkan lidahnya keaatas dan kembali ke leher Tante Ida, dan melakukan penetrasi itu berulang ulang

Jangankan Tante Ida, aku saja terangsang dibuatnya. Melihat ekspresi konak mereka berdua, penis ku makin mengeras rasanya

Kemudian tampak Buk Endang mengarahkan kedua tangannya kebelakang dan mulai membuka pengait BH nya lalu membuang nya kelantai,

Selanjutnya Buk Endang meraih kedua tangan Tante Ida dan mengarahkan tangan Tante Ida ke payudaranya, dibimbingnya tangan Tante Ida untuk menyentuh dan meremas buah dadanya yang sudah menegang,

“ uuhh… awww..” desah Buk Endang menikmati pijitan tangan Tante Ida meremas buah dadanya,

Lalu mereka berdua serentak memandang ke arahku..

Aku memberi isyarat agar mereka datang padaku,

Mereka pun menghentikan aktifitasnya dan … mereka berdua menuju kearah ku dengan cara merangkak seperti binatang !!! wow…!! Sungguh sebuah pemandangan yang merangsang... pelan pelan mereka berdua merangkak dengan wajah mupeng mendekatiku yang duduk mengangkang sambil menggengam penisku di atas sofa

Dan mereka terus merangkak dan mulai lebih dekat, Tante Ida memanjat paha kananku sendangkan paha ku satu nya lagi dipanjat oleh Buk Endang

Mereka terus merangkak keatas lalu duduk di sofa , hingga aku berada diantara mereka berdua,

Tante Ida membuat posisi tubuh menyamping dan  mendekatkan wajahnya padaku dan langsung melumat bibirku… aku pun balas menjulurkan lidahku dan lidah kami saling bertautan mesra, satu tangannya membelai wajahku, aku pun meletakan tangan kananku pada paha putihnya dan membelai paha nya yang mulus itu hingga tubuhnya blingsatan,

Sementara kurasa lidah Buk Endang menjilati dadaku dan menggigit gigit putting susuku bergantian, tubuhku terasa tersentak menahan rasa geli bercampur nikmat itu, jilatan lidah Buk Endang terus kebawah dan sesekali menggigit otot dadaku dan otot perutku

Terasa oleh ku satu kaki Tante Ida membuka kaki bagian kananku dan menindih paha kananku dengan pahanya, sementara kaki kiriku juga dibuka oleh Buk Endang hingga posisiku menjadi terkangkang. Paha kiriku terasa dielus oleh oleh Buk Endang dengan tangannya,

Dengan posisi masih berciuman bibir dengan Tante Ida, kurasa satu tangan Tante Ida sudah menggengam penisku yang sudah tegak sempurna sedari tadi. Tangan beliau mulai mengocok ngocok batang penisku pelan,

Kurasakan kaki kiriku diarahkan Buk Endang naik keatas kursi dan… Uuuhhh.. terasa sapuan lidah Buk Endang menyapu kantung kemih ,ku.. lidah nya terus menjilat dan menelah kantung kemih ku dalam mulutnya

“ Hhhmmpphhh..” ringisku menahan nikmatnya sensasi yang sedang melandaku itu

Lidah Buk Endang terus menjilati kantung kemihku, terus keatas sampai batang penisku denga lidahnya. Kurasakan tangan Tante Ida sudah tidak terasa menggenggam batang penisku lagi, namun gantian kurasakan sekarang penisku sudah ditelan Buk Endang dalam mulutnya

“ Uuuuuhh…” desahku, saking nggak tahannya aku melepas ciumanku dari mulut Tante Ida dan mengadahkan kepala ku keatas merasakan nikmatnya penisku dipermainkan Buk Endang dalam mulutnya…

Kedua kakiku seperti nya sudah naik keatas sofa dengan posisi terkangkang, pelan pelan kubuka mata dan melihat dari bawah Buk Endang berjongkok di lantai sambil menyepong penisku dengan ganas.. sambil meringis menahan geli, kuremas rambut Buk Endang, yang kepalanya berada di selangkanganku.
Sementara Tante Ida tampak menyodorkan susu nya ke wajahku dengan ekspresi konak..,, tanpa menunggu lagi segela kukulum salah satu buah dada beliau dengan mulutku, kulanjutkan dengan menghisap putingnya dan berpindah dari yang satu dengan yang lain secara bergantian

“ Ooouuuh..Hhh,,… nngghhhh…” rintih Tante Ida jalang

Tangan kananku nggak tahan untuk merayap ke bawah, setelah kuraba pas daerah kewanitaanya, kuelus pelan kemaluan Tante Ida dari luar celana dalamnya… satu jariku mulai masuk dalam pinggiran celana dalam nya dari bagian bawah…  saat sudah menyentuh bibir vagina nya, pelan pelan kucari celah agar jariku dapat menusuk ke dalam goa kenikmatannya itu, tak sulit jariku menemukannya, setelah masuk, kukukobel vaginanya itu hingga jariku menusuk masuk ke dalam goa kenikmatan itu

“ Iiiihhhh…Duuuhh.. Bryaann..hhhh..??!!” jerit Tante Ida terpekik merasakannya, jariku keluar masuk menggempur lobang kawinnya sementara mulutku masih menetek pada payudaranya yang putih montok itu,

Tanganku terus masuk dan menusuk kemaluan Tante Ida dengan jari tengahku, hingga Tante Ida mendesah desah kegelian

Mendengar jeritan kenikmatan Tante Ida, terasa Buk Endang mengentikan aksinya mengoral penisku
“ jeng Ida… gantian dong… aku juga ditetek in dia..” ujar Buk Endang seperti memelas pada Tante Ida

Mendengar itu Tante Ida menarik buah dadanya dari mulutku, hingga membuat aku dapat bernafas sejenak
“ Jeng Endang.. saya duluan ya.. please.. punya saya udah basah dan gatal nihh..” ujar Tante Ida balas  memelas pada Buk Endang

Buk Endang tampak mengangguk mengerti , melihat Buk Endang setuju, Tante Ida  menarik jariku yang berada dalam jepitan vaginanya, beliau berdiri dan dengan tergesa gesa melepaskan celana dalamnya.

Setelah itu Tante Ida buru buru berdiri mengangkangi ku dan menurunkan tubuhnya, tangan kirinya meraih penisku dan menyejajarkan nya pada lobang kewanitaanya yang sudah menganga siap untuk di entot itu

“ Sssshhh… Uuuhhhh..!!!” desah Tante Ida menurunkan pantatnya sedikit demi sedikit, kepala kemaluanku sudah berada di depan pintu sorga nya dan dibimbing nya perlahan hingga menyeruak masuk pada bagian yang lebih dalam..

Setelah kepalanya masuk, Tante Ida menurunkan pinggulnya dengan paksa hingga beliau menjerit histeris

“ Aaaaaaaaarrrgghhh..???!!” jerit nya meringis merasakan besarnya diameter batang kejantananku itu terbenam ditelan vaginanya, pinggul nya terus diturunkan hingga penisku amblas didalamnya hingga posisi Tante Ida sekarang duduk berjongkok berhadapan dengan ku

“ Uuugghhh..!!!” desahnya gemetaran, aku pun bantu menekan pinggulku  kearah atas
“ Duuhh..??? Ge..dhe.. banget punya kamu Bry…. Tu..suk terus sampai amblas Bry..?’ desah nya megap megap mengatur nafas

Tante Ida mulai menggerakan pinggulnya, dengan cara memutar pantatnya seperti mengaduk penisku dengan vaginanya yang terasa licin dan menjepit

Melihat itu akupun menggerakan penisku naik turun menyundul nyundul klitoris nya dari bawah, tubuh Tante Ida bergerak binal seirama dengan tusukan tusukan yang kulakukan pada klitorisnya

Tanganku yang semula berada melingkari pinggang Tante Ida sekarang bergerak menuju rambut,nya sesampai disana kujambak rambutnya hingga leher dan kepalanya tengadah keatas,

“ oohh..” rintihnya kecil

Masih dengan posisi bercinta diatas sofa, aku ciumi dengan buas leher putihnya , sementara pinggulku masih kutekan keatas, diimbagi oleh gerakan pantat Tante yang memutar pantatnya, berlawanan dengan arah tusukan penisku mengimbangi goyangan pantat beliau yang kurasa makin lama makin cepat menggenjotku diatas tubuhku
 Gerakan kami makin cepat, hingga per sofa tempat kami duduk bergoyang naik turun seirama dengan gerakan kami,

“ Bryaan..hhh… ooh… enak nyaaa… oouhh… teruss bry… oohh.. terusss… ohohh!!!” desah Tante Ida menghentak hentak kan tubuhnya ke bawah

Dan akhirnya kurasakan tubuhnya mengejang dan goyangannya makin terasa cepat mengebor penisku, Tante Ida membusungkan tubuhnya dan menjerit penuh kenikmatan saat menjemput orgasmenya,

“ Uuuuuuhhh…. “ desah Tante Ida melenguh pertanda orgasme, dinding vaginanya terasa mencengkram penisku dari dalam, sebuah sensasi yang luar biasa kurasakan

Sementara itu, walau menyadari Tante Ida sudah orgasmen, aku  terus menggempur vaginanya, hingga kurasa gerakan tubuh Tante Ida mulai melemah,melihat itu aku pun menurunkan ritme ku

Tante Ida tampak berusaha mengatur nafasnya setelah orgasme yang melandanya, aku membiarkan beliau mengatur nafasnya yang ngos ngosan setelah kusetubuhi ..

“ Tante, turun dulu ya… giliran Buk Endang..” bisiku padanya

Tante Ida mengangguk lemah, dengan sisa tenaga beliau bangkit dan berdiri dari atas tubuhku dan merebahkan tubuhnya yang penuh keringat itu di atas sofa, di sebelahku duduk

Tampak Buk Endang sudah berdiri tersenyum genit, hanya mengenakan celana dalam nya saja, sementara kedua buah dadanya tampak sudah tegak dan naik turun seirama desahan nafasnya

Buk Endang membuka celana dalamnya dengan gerakan yang mesum dihadapanku, setelah itu kuberi isyarat agar beliau duduk dipangkuanku, Buk Endang langsung menaiki tubuhku yang duduk dengan kaki terjunjur di atas sofa, seperti Tante Ida tadi, Buk Endang mengangkangiku yang tengah duduk, pelan pelan diturunkannya pinggulnya ke bawah dan tangannya menggenggam penisku dan

“ Bless..” penisku pun amblas dalam vagina Buk Endang,

“ Awwwhhhh..??!!” desah Buk Endang menggigiti bibir atasnya sambil memejamkan matanya merasakan nikmatnya penisku di dalam lobang vagina nya

Lobang vagina Buk Endang terasa sudah licin dan basah, hingga penisku tidak kesulitan memasuki goa kenikmatannya itu.

Buk Endang terus menekan pinggulnya kebawah sambil memutar mutarkan pinggulnya, seperti posisi mengebor. Tubuh bahenolnya bergerak liar dengan penetrasi cepat, mungkin beliau sudah tidak tahan untuk bersetubuh denganku.

Kedua tangan Buk Endang melingkar memeluk leherku, sementara kedua kakinya berada di sofa dengan menjadikan lututnya sebagai tumpuan untuk terus menggoyang tubuhku.. matanya tampak melotot memandangku, mungkin menahan rasa nyeri bercampur nikmat karena bersamaan dengan itu aku juga menusuk lobang kawinnya dengan penisku dari bawah..

“ Ooohh.. Bryann… Oohh.. enaknyaa…!! Teruss Bryy.. Awwhh… Ouuuhh..!!” desah nafasnya terdengar berat seiring tusukan penisku menggempur vaginanya dari bawah..
 Buk Endang mencium bibirku dengan buas, sampai dengan buasnya menggigiti bibir atasku
“ Mmhh.. Iihhh,,,, Mpphhh..” suara desahan nafas kami saling kulum dan menjilati lidah masing masing

“ Bryy.. Ouuhh Bry… bawa..hh… akuhh.. ke kamaarr.. Ouuh.. “ pinta Buk Endang setelah puas berciuman denganku, tubuhnya tetapm digerakannya naik turun menggenjotku
“ mauu..hh ke kamar Bukkk..??” desahku mengatur nafas dan mengimbangi genjotan Buk Endang
“ Ii.. yaa..hhh.. kiiitaa… di kamaar mu sajaaaa..hh. “ desahnya terus menggenjotku kali ini dengan gerakan pantatnya yang makin liar

Dengan segenap tenaga aku berusaha berdiri dengan posisi Buk Endang masih dalam pangkuanku dan penis masih berada dalam vagina Buk Endang

Akhirnya dengan susah payah dan aku menaikan tubuhku, dengan kekuatan bertumpu pada paha dan lututku, hingga aku berhasil berdiri.

Tubuh Buk Endang otomatis ikut terangkat olehku, sekarang Buk Endang bergayut pada tubuhku, tangannya melingkari leherku sebagai tumpuan, badannya dirapatkannya dengan ku dan kedua kakinya melingkari pinggangku dengan penis masih berada dalam lobang surgawi itu
Perlahan aku berjalan dengan hati hati kea ah kamarku yang berada dekat dari sofa tempat kami bercinta, dan membopong tubuh Buk Endang dalam gendongan ku, tanganku menahan pada kedua pantat bulatnya agar beliau tidak sampai terjatuh

Akhirnya dengan jerih payah karena menggendong tubuh Buk Endang yang lumayan berat itu aku memasuki kamarku yang pintunya sudah terbuka sedari tadi

Sesampai disana aku hempaskan tubuh molek Buk Endang di atas kasur, penisku otomatis tercabut dari vagina nya

Buk Endang berposisi terlentang itu langsung membuka kedua pahanya hingga membentuk huruf “M” lobang vagina nya yang basah itu menganga indah dihadapanku, seolah mempersilahkan penisku untuk menerobosnya

Aku pun menggeser posisi Buk Endang agak ke tengah agar aku lebih leluasa, setelah itu aku pegangi kedua paha Buk Endang dengan kedua tanganku, dan kurapatkan posisi pinggulku pada selangkangannya dan menyejajarkan kejantananku dengan lobang kawinnya

“ Uuuhhh..” rintih Buk Endang saat penisku kembali masuk menerobos labia mayoranya

Aku tetap menahan kedua paha Buk Endang untuk tetap terbuka lebar, dan kutekan pinggulku ke dalam hingga kepala penisku menyentuh rahimnya

Setelah puas menikmati kedutan dinding vagina Buk Endang, aku mulai menggenjot vagina Buk Endang dari atas, dengan penuh tenaga aku memaju mundurkan penisku dalam lobang vagina Buk Endang dengan penetrasi cepat, bagai mesin jahit yang menusuk dengan cepat

“ OOohh.. Oooh… Iiihh… Terusss Bryannn… Oohhh Ennaakk.. Uuhhhh.. Ssssshh…” jerit Buk Endang menerima genjotanku dengan megap megap, tubuh bahenolnya bergoyang naik turun seirama dengan gerakan pinggulku memborbardir lobang kawinnya

Kedua tangan Buk Endang menyilang keatas dan meremas remas sprei kasur untuk menahan seranganku yang terus menggenjotnya dengan cepat, susu nya pun bergoyang indah membuat aku makin bernafsu mengeluarkan seluruh tenagaku untuk menyetubuhinya

“ Bryy… Ouuuhh… say..aaa.. muncaaaaakkkk…!!!!” jeritnya histeris saat menjemput orgasmenya

Kulepas pegangan tanganku di pahanya dan kuarahkan kedua pahanya melingkar di pundak ku

Terasa kedua kaki Buk Endang mengapit pundaku pertanda beliau merasakan indah dan nikmatnya orgasme yang datang melandanya saat itu..

Saat tubuh Buk Endang tampak sudah lunglai, ku letakan kembali kedua pasang pahanya itu di kasur dan kutatap dosenku itu sedang memejamkan mata dan berusaha untuk mengatur nafasnya
“ hhh.. enak Bryaan.. hhhh.. kammu memang hebaaatt sayangg..” ujarnya ngos ngosan dan menatapku dengan penuh kasih sayang dan kepuasan tiada tara

Aku hanya tersenyum kecil dan memandangi dosenku nan bohay itu sudah terkapar karena orgasme di hadapanku

Aku dikagetkan oleh Tante Ida yang tiba tiba datang dan langsung memeluk ku dari belakang, hangat tubuhnya membakar gairahku yang masih belum orgasme
“ Tante .. sini berbaring di samping Buk Endang..” perintahku

Tante Ida patuh, dan melepaskan pelukannya lalu segera saja beliau berbaring terlentang di samping Buk Endang

Sungguh pemandangan yang luar biasa , di hadapanku Tante Ida dan Buk Endang berbaring diatas kasur dengan posisi terlentang dengan telanjang bulat alias bugil!, Tante Ida tampak membuka pahanya dan satu tangan nya mengelus elus kelaminnya sendiri seakan akan memintaku untuk menyetubuhinya kembali,

“ Tante Ida.. Tante merangsang sekali.” Ujarku menatapnya buas, gairahku kembali menyala
“ Iya sayangg… sini berikan Tante kenikmatan seperti tadi..” ujarnya dengan wajah menggoda
“ masih kuat Tante..? “ godaku
“ Untuk kamu Tante serahkan semua nya …semua tubuh Tante… buat kamu nikmati sayangg..” ujarnya lagi dan memberi isyarat pada ku untuk mendekat
“ Nungging sayang..” perintahku pada nya

Mendengar perintahku, Tante Ida langsung bergerak dan membuat posisi tubuhnya membelakangiku lalu mengangkat pinggulnya keatas, sementara kepalanya masih berada di kasur ,
 Pantat dan pinggulnya yang bulat itu sekarang sempurna di hadapanku dengan lobang anus nya berada di tengah pantat bulat dan putih bersih itu..

Sebelum aku mendekatkan penisku pada lobang vagina Tante Ida, tiba tiba Buk Endang bangkit dan bergerak mendekati Tante Ida yang berposisi menungging itu… dirabanya pantat bulat Tante Ida dan tangannya berada di lubang anus Tante Ida lalu mengelus elus lobang anus Tante Ida dengan jarinya

“ Ooouuuhh… gellii jeeennggg..” desah Tante Ida meringis saat lobang anusnya digesek gesekan Buk Endang dengan jarinya.
“ Nikmati aja jeng..” perintah Buk Endang sambil terus mengobel lobang anus Tante Ida dengan satu jarinya, sementara terdengar suara Tante Ida yang merintih rintih kenikmatan

Aku sungguh tak percaya melihat semua ini, Buk Endang rupanya juga bernafsu melihat Tante Ida yang berkulit putih mulus itu, kemudian Buk Endang meremas satu payudara Tante Ida, hingga tubuh Tante Ida bergetar merasakannya

“ Jeng… Bryan mau ngentot kamu dari belakang.. saya di depan kamu ya… jilatin tempek saya ya jeng….” Perintah Buk Endang dengan halus pada Tante Ida
“He’eh..” hanya itu yang terdengar dari mulut Tante Ida,

Melihat itu Buk Endang langsung merangkak di atas kasur menuju bagian atas kepala Tante Ida yang sudah mengangkat tubuhnya. Buk Endang berposisi duduk di atas kasur, selangkangannya di buatnya berada pas pada wajah Tante Ida.

Buk Endang membuka lipatan pahanya hingga Vaginanya yang tercukur rapi itu menganga di hadapan wajah Tante Ida
“ Ayo genjot dia Bryan..” perintah Buk Endang padaku
“ Udah nih..? “ tanyaku memastikan
“ Iya Bry.. genjot Tante Bry… “ kali ini Tante Ida yang meminta

Melihat semua sudah dalam posisi masing masing, aku tempelkan pinggulku ke pantat Tante Ida, setelah sejajar dengan satu ayunan
“ Blesss..” penisku langsung masuk dalam menerobos pintu vagina Tante Ida dari arah belakangnya
“ Auuuuhh….!!” Jerit Tante Ida tertahan,

Hujaman penisku membuat tubuh Tante Ida terdorong maju dan wajahnya langsung berada di vagina Buk Endang..

Aku tak melihat jelas… yang jelas kepala Tante Ida sudah terbenam di antara kedua paha Buk Endang
“ Iihh… Ooohhh… Uuhh.. Oohh Jennngg.. enakk jengg,.,Ouuhh!!!”desah Buk Endang megap megap sambil membelalakan matanya

Kurasa beliau tengah menikmati sapuan lidah Tante Ida pada klitorisnya

Aku pun mengayunkan pinggulku, membuat penisku maju mundur menggempur lobang kawin Tante Ida dengan penetrasi cepat
“ Mmmm.. MMhhhh,,,…Shhhh…” terdengar suara Tante Ida tidak jelas karena mulutnya sibuk mengoral vagina Buk Endang

Aku terus menyetubuhi tetanggaku nan bahenol itu dengan posisi doggie style, kali ini ditampah kulihat pemandangan erotis saat Tante Ida yang menungging itu dan ekspresi binal wajah Buk Endang yang menjerit jerit kenikmatan karena vaginanya di oral oleh Tante Ida

Hal ini membuat libido ku makin naik, aku mulai menyodok dengan gerakan cepat hingga tubuh bohay Tante Ida turut bergerak menghentak maju mundur seirama genjotanku, sementara kulihat kedua paha Buk Endang mengapit leher Tante Ida yang sudah terbenam pada selangkangan Buk Endang

Dengan gemas, kutampar paha Tante Ida, bagai joki kuda yang sedang memacu kudanya.. tapi karena pengaruh minum Viagra, aku masih belum muncak juga… hal ini membuatku tersiksa, padahal kurasa Tante Ida dan Buk Endang sudah berkali kali kubuat orgasme

Aku mencoba berkhayal dan berfantasi bagaimana cara supaya aku orgasme, sementara kurasa vagina Tante Ida makin lama makin terasa lapang akibat penisku yang keluar masuk dan cairan cinta yang keluar dari dalam vaginannya

Akhirnya kuputuskan untuk menghentikan genjotanku pada vagina Tante Ida, perlahan kucabut penisku dari dalamnya, Tante Ida menoleh kebelakang, memandangku dengan wajah kecewa karena aku berhenti , keringat membanjiri tubuh Tante Ida, hingga punggungnya tampak licin.. walau raut lelah dan pucat pada wajahnya saat menoleh ke belakang, tapi Tante Ida tampak masih bersemangat, nafasnya mendengus tak beraturan..

Aku mengatur nafas sebentar, belum sempat Tante Ida bicara, aku balikan tubuhnya dan membuat posisinya terlentang di kasur.. hingga otomatis beliau tidak lagi mengoral vagina Buk Endang

Aku menatap body mulus nan putih itu sebentar, lalu aku membuat posisi duduk di atas perutnya
“ auu.. berat Bry.. kamu mau apa,,??” ujarnya tak mengerti

Aku tak menjawab, namun kugenggam penisku lalu kupegang kedua susunya dan menahannya masing masing kesamping dengan kedua tanganku.. setelah itu aku letakan kejantananku itu berada diantara kedua buah dadanya…  hingga kepala penisku pas mengarah pada wajah Tante Ida

Tanpa menunggu persetujuan dan tanpa mempedulikan reaksi Tante Ida dan Buk Endang, aku lalu menggenggam kedua susu Tante Ida dan menjepitkan penis yang berada di tengah, diantara kedua buah dada Tante Ida… lalu pelan pelan kugerakan pinggulku maju mundur diatas tubuh telanjang Tante Ida

“ Uuuuhh..” desahku memejamkan mata, dengan cara seperti itu aku merasakan sensasi yang berbeda.. penisku dijepit diantara kedua susu Tante Ida yang kupegang agar merapat pada penisku, kulihat penisku yang panjang kekar dan tegak menjulang itu sampai kepalanya menyentuh dagu Tante Ida

Gesekan gesekan penisku di kulit Tante Ida menciptakan sensasi tersendiri bagiku, apalagi tubuh Tante Ida terasa hangat, setelah berulang kali kuperkosa susunya.. Tante Ida mulai paham.. kali ini kedua tangannya menahan posisi susunya agar membuat penisku terjepit diantaranya, melihat itu aku segera melepas tanganku dari payudaranya dan bertumpu di kasur

“ Ooohh.. Bryaaann… enaknya begini sayaang… “ ujar Tante Ida merintih kenikmatan, tubuh bahenol nya bergoyang seiring irama tusukan penisku diantara belahan dadanya, sementara kurasakan kepala penisku kandas dan menyundul nyundul dagunya

Sementara Buk Endang tampak berdiri dan menyodorkan vaginanya pas berada di depan wajahku..
Langsung saja kujulurkan lidahku disana menjilati vaginanya, kulihat tangan Buk Endang membantu membuka pintu sorganya dan melebarkan pintu vaginanya hingga lidahku dapat menyentuh daging mungil dan bijih klentitnya, sementara satu tangannya lagi terlihat meremas remas buah dadanya sendiri

Kami bertiga merintih bersamaan merasakan nikmatnya saling memberi rangsangan pada masing masing kami
“ Hhhhh… sshhhhhh… Haaaaahhhh..” dengus nafas kami bertiga

Penisku terasa makin terjepit oleh hangatnya daging payudara Tante Ida, aku terus menggesekan penisku dengan gerakan tak beraturan

Akhirnya aku tak dapat lagi membendung senggamaku, kurasakan ada sesuatu yang mengalir dari  otakku dan persendianku berujung di kepala penisku..

Dan… “ OOOOOOOHHHH….!!!!” Akhirnya aku melolong melepaskan senggamaku…

Kurasakan spermaku muncrat entah dimana, Tante Ida malah makin menjepitkan susunya pada penisku dan kurasa lidahnya menyapu kepala penisku berulang kali..

Sementara kulihat Buk Endang berjongkok, posisi lobang vaginanya disejajarkannya pada wajah Tante Ida yang berada di bawah, masih sibuk menjilati kepala penisku, membersihkan sisa air mani yang lengket disana

Melihat vagina Buk Endang berada pas dihadapannya, sekarang Tante Ida tampak bergantian menjilati kepala penisku juga vagina Buk Endang
“ Iihhh….” Desah Buk Endang meringis saat vaginanya dijilati oleh Tante Ida dari bawah

Melihat itu aku pun mendekatkan wajahku pada Buk Endang dan langsung disambung dengan ciuman nya pada bibirku… kami saling kulum dan berciuman ala frech kiss menikmati sensasi gila yang kami lakukan bertiga di rumahku ini

Setelah beberapa menit, dan mulai kecapaian, aku dan Buk Endang pun berhenti bercipokan. Kami berdiri di ranjang diikuti oleh Tante Ida yang juga bangkit dari ranjang

Kami bertiga pun berpelukan..merasakan rasa puas yang tiada kentara, menikmati dahsyatnya orgasme dan sensasi bercinta threesome ini..

Setelah membersihkan badan di kamar mandi, kami bertiga pun kembali berbaring di ranjang, aku tidur di tengah Tante Ida dan Buk Endang.. kami saling merapatkan badan.. menikmati hangatnya tubuh dan perasaan puas tiada kentara..

Aku pun tidur pulas di pelukan mereka berdua… Tante Ida dan Buk Endang .. para bidadari senjaku yang haus akan belaian dan fantasi sexual …