Kamis, 13 Oktober 2016

Marissa Haque diperkosa sopirnya


Disebuah kamar hotel , seorang wanita berumur  yang berparas masih cantik, terlihat sedang menangis sengugukan. tangannya menutupi tubuhnya yang sepertinya dalam keadaan tidak mengenakan pakaian itu dengan selimut tebal.

Disebelahnya seorang pria tampak bangkit dari tempat tidur itu dan mengenakan pakaiannya satu persatu. dengan mengeluarkan sebatang rokok lalu menghisapnya, pria bertubuh tinggi dan sedikit gemuk itu tersenyum sinis kepada wanita yang masih berada di ranjang itu sambil menggepulkan asap rokok ke wajah wanita itu. Wanita itu menatap pria itu dengan tatapan penuh kebencian sambil terus mengeluarkan air mata di pipinya. Si pria hanya melengos dan meninggalkan si wanita dikamar itu
“ bangsat kamu sardi !!!”maki wanita itu pada si pria yang terus berlalu keluar dari kamar hotel itu.
Setelah pria itu pergi, si wanita masih meratapi nasib malang yang baru menimpanya. Dia tak percaya bahwa wanita sepintar dan cerdas seperti dirinya dapat diperdaya oleh sardi, nama pria yang memperkosanya. Ini adalah sebuah aib bagi wanita yang bernama Marissa Haque itu.sebagai seorang akademis dan politikus serta artis senior dia tidak terima peristiwa naas yang baru saja menimpanya.

Berawal dari siang kemaren, saat sardi yang baru bekerja sebulan sebagai sopir pribadi keluarganya diminta menjemput nya ke kantor, di dalam perjalanan sardi tampak ramah dan sopan padanya. Lalu ditengah perjalanan teringat sardi menawarinya sebuah minuman kaleng. Tanpa curiga dia meminumnya hingga habis.


Beberapa menit setelah meminum minuman kaleng itu dirinya merasakan pandangannya nanar, sekujur tubuhnya terasa dingin dan ada gairah yang tak biasa merasuki tubuhnya, dalam otaknya terlintas berbagai ilusi, dan bermuara pada sebuah fantasi sex yang membuatnya lupa apa dan dimana dia berada. Saat itu dia menyadari bahwa dia pasrah dan tidak sadarkan diri. Malahan saat beradu pandang dengan sopir yang duduk didepannya itu tiba-tiba dia befantasi ingin disentuh oleh pria itu

Dalam halusinasinya yang terlintas hanya sex dan sex. .hingga dia tidak sadar kemana sopirnya membawa mobil yang mereka tumpangi. Dalam fikirannya saat itu hanya terbayang bahwa dirinya ingin sekali disentuh pria.

Marissa pun pasrah saat sardi menggendong tubuhnya kesebuah kamar hingga direbahkan diatas kasur yang empuk . Baginya sardi terlihat begitu gagah dan menggoda nya, apalagi sardi pandai menggodanya denga kata-kata jorok yang membuatnya terbuai akan kata-kata sardi yang memancing nya agar berhubungan badan dengan pria yang bukan suaminya ini.

Masih teringat olehnya saat sardi menindih tubuhnya lalu menggumulinya dengan liar dan ganas,hingga diapun terpancing oleh permainan sex yang sudah lama tidak dia rasakan bersama suaminya bertahun tahun belakangan ini.
Tubuh sardi yang sawo matang itu seolah tak masalah baginya..
“ ayo buk marissa…. Lepaskan semua hasratmu…uuhhh…. Ayoo sayangkuu maniskuu…”bisik sardi ketelinganya.
Tangan sardi dengan nakal meremas payudaranya yang telah tegak sedari tadi.
sementara ia merasakan kedutan penis sardi yang menempel tepat sejajar dengan liang kewanitaannya. Walau berusaha menolak ajakan pria itu lama kelamaan secara naluriah, gilanya dia malah membalas kecupan liar sardi. Hingga bibir mereka saling kulum dan saling jilat bagai sepasang kekasih yang telah lama tidak bertemu.  Ciuman sardi yang liar makin membuat gairahnya meledak-ledak. Bibirnya dikulum sardi hingga lidah sardi yang liar itu menyetuh rongga mulutnya sampai membuatnya sulit bernafas.

Ditengah kenikmatan yang dialaminya dia merasa tangan sardi mulai mempreteli jilbab,baju kurung terusannya. Walau mencoba melakukan perlawanan sedikit namun akhirnya pakaiannya satu persatu tanggal dari tubuhnya.
“ jangan ahh… oohh…” marissa haque hanya bisa merintih bagai kucing saat kedua tangan kekar sardi berada di area pinggang nya dan ia rasakan sedikit demi sedikit rok panjang terusannya dilorotkan kebawah oleh sardi. Walau dalam hati kecilnya marissa menolak dan ketakutan namun raga nya berkata lain, dia tak dapat mencegah perbuatan sardi yang membuatnya hanya mengenakan pakaian dalam saja kini.

Setelah itu sardi membiarkan marissa mengatur nafas sejenak. Dirinya saat itu hanya mengenakan bh dan celana dalam saja. Nafasnya ngos ngosan dan jantungnya berdegup kencang. Sebenarnya marissa merasa malu saat tubuhnya mulusnya dinikmati oleh sopir jahanamnya itu. Rasanya tak pantas pria itu memperlakukan nya seperti sekarang ini. namun saat itu dia benar-benar tak berdaya terhadap tindakan sardi yang hendak memperkosanya. Apalagi melihat sorot mata sardi yang merah, seakan mau menelanjanginya bulat-bulat.

“ buk icha sayang…. Tubuhmu sungguh mulus…” ujar sardi mengaggumi tubuh marissa yang masih sintal namun montok itu.wajah cantik marissa terlihat ketakutan. Tangannya berusaha menuntupi bagian dadanya. Dengan wajah memerah dan terisak marissa berusaha menjauhkan dirinya dari sardi. Namun dengan sigap sardi memegang salah satu kaki marissa. Marissa haque merasakan geli saat tangan sardi terasa mengelus pahanya dari betis sampai ke pangkal pahanya. 
Kembali marissa merasakan libidonya naik dan bergairah..hanya rontaan rontaan kecil yang keluar dari mulut nya
“ uhhh… jangannn sardi..ahhh..mmm..hhh…”desah marissa haque. Tubuhnya terasa merinding dan bulu romanya berdiri saat itu. Tanpa terasa Marissa menggigiti bibirnya sambil melenguh kegelian.
“ooouuhhh ….” Jeritnya tertahan saat tangan sardi berada tepat di selangkangannya. Tepatnya menyentuh daerah kewanitaannya dari balik celana dalamnya. 
Marissa makin menggigit bibir menahan sensasi saat daerah kewanitaannya dielus-elus beberapa kali oleh tangan sardi. Sementara salah satu kakinya diangkat sardi keatas bahunya dan sekujur tubuhnya kembali merinding saat sardi menciumi betis indahnya. Hingga tanpa terasa rontaannya berganti menjadi desahan-desahan pertanda marissa haque sudah terangsang oleh sentuhan-sentuhan yang dilakukan sardi.

Sementara tangan sardi terus mengobel dan mengelus kemaluan marissa,
“ mulus sekali pahamu bu marissa…. “ sementara marissa haque makin liar menggeliat karena kemaluannya terus dikobel sardi. Tiba-tiba marissa haque tersentak mearsakan salah satu jari sardi sudah bersentuhan di depan pintu sorganya. Jari itu mulai terasa menusuk dan mencoba masuk rongga kewanitaannya. Marissa yang sudah terangsang berat itu membiarkan jari sardi yang begitu lincah bermain disana. Sebuah kenikmatan yang luar biasa dirasakannya, Tidak hanya itu, klitoris icha pun dikerjainya, sardi makin liar mengobel kemaluan Marissa haque yang sudah basah Hingga tubuh Marissa haque menggeliat kesana lemari dan kedua kaki wanita itu makin liar mengacak-acak alas kasur.
“ ohhh…. Ohhhh… ppmmhhh ..awwww...  erangan kenikmatan mulai keluar dari mulut marissa haque tanpa disadarinya. Ditambah pengaruh obat perangsang itu yang makin kuat bekerja ketika beberapa bagian sensitifnya dikerjai oleh sardi.
“seeerr....” cairan kewanitaan marissa haque mengucur dari kelaminnya.

Wajah cantik marissa haque tampak makin menggairahkan saat mendesah-desah kenikmatan. Bibir mungil dan merahnya menganga hingga membuat sardi makin bergairah. Sesekali sardi meremas bulu vagina icha pertanda dia gemas akan ekspresi wanita cantik itu saat mendesah. Tangannya yang semula berada di dalam lubang kewanitaan icha dilepaskannya dan dengan penuh senyum kemenangan, tangan yang berlumur cairan kewanitaan marissa haque itu dijilatinya dengan lahap.

“ cairah kewanitaanmu sungguh enak bu marissa” ujarnya menatap marissa haque dengan buas. Sambil mengatur nafas nya marissa haque hanya dapat menyaksikan saja perbuatan sardi padanya.. saat itu dia merasa imannya runtuh dan berganti dengan gelora nafsu ingin disetubuhi oleh pria sawo matang itu.

Marissa haque mencoba berfikir jernih bahwa semua yang dia lakukan ini salah. Sementara itu sardi mulai melepaskan celana dalamnya sediri, dan tampak batang kejantanan sardi yang besar itu telah berdiri tegak. Marissa haque kembali goyah imannya melihat ukuran kejantanan sardi yang besar itu.diantara kegalauan fikirannya marissa tidak menyadari salah satu tangannya diraih sardi dan memaksa marissa haque menggengam penisnya. Anehnya saat itu dia  mau saja dan tidak berusaha melepaskan kejantanan sardi yang berada dalam genggaman tangannya.

“ mana besar punyaku dari punya suamimu ha??” ujar sardi dengan senyum kemenangan melihat marissa haque takjub akan ukuran penisnya.
“ sekarang kocok punya saya perlahan seperti ini”ujar sardi  mulai mengajari tangan marissa haque itu mengocok pelan penisnya. Bagai kerbau yang dicocok hidung dia patuh akan perintah sardi. 
Malahan saat itu dia semakin bernafsu melihat penis besar dan tegak itu berkedut ditangannya. Kocokan yang semula perlahan lama kelamaan menjadi cepat.  Dia makin bernafsu saja. Sementara kepalanya dielus elus oleh sardi. Secara naluriah kocokan marissa mulai bervariasi. Tangannya yang semula hanya monoton sekarang tangan yang satunya memainkan buah zakar sardi. Ada hasrat yang menggodanya untuk memasukan benda tumpul berkepala besar itu ke dalam lobang surganya, saat itu dia membayangkan bagaimana seandainya benda itu menyeruak kedalam liang kewanitaannya yang sedari tadi telah berdenyut kencang.
“ kamu mau.. ?”terdengar suara sardi.marissa haque pura-pura tidak mendengar dan terus mengocok penis sardi.
‘mau manis… ?? kalau mau masukin aja kemulut” ujar sardi. Bagai terhipnotis dengan kata-kata barusan dengan patuh marissa haque mulai memasukan penis itu kemulutnya. Mulanya hanya lidahnya saja menjilati kepala penis sardi yang besar itu. Melihat itu sardi mengganti posisinya menjadi berbaring di kasur.
“ mari marissa manis… “perintahnya. Dan marissa haque dengan patuh berada diatas tubuh sardi. 

Kedua kaki sardi telah terbuka lebar. Dan posisi kepala marissa haque berada diselangkangan sardi.
 “ ayo manis…. Kulum lah…” ujar sardi pelan, karena dia yakin wanita itu sudah berada di dalam gemggamannya. Tangan sardi mendorong pelan kepala marissa haque kearah penisnya. Kali ini mulut marissa haque langsung memburu penis sardi. Dengan gerakan cepat. Penis itu dikulumnya maju mundur, hingga terdengar bunyi ludahnya berkecipak.

Sementara sardi menikmati kuluman wanita cantik itu dengan terpejam-pejam. Sungguh seksi sekali ekspresi marissa haque mengoral penisnya. Hingga diam-diam tanpa disadari marissa yang asyik mengulum penisnya, sardi mengabadikan adegan itu dengan video kamera poselnya. Dari lensa terlihat wajah mesum marissa haque sedang sibuk mengulum penisnya. Bibir marissa yang tipis itu seolah sesak oleh ukuran penis sardi yang besar. Rekaman itu hanya 10 menit direkam sardi. Karena dia merasa semakin lama sedotan mulut marissa semakin cepat hingga membuat otot penisnya ereksi 

“uuhh…ohhhh.. terusss manisku…uhhh…hebat kamu marissaa…”desah sardi menikmati nya. Karena hebatnya cengkraman mulut marissa, sebelum dia berejakulasi sardi mendorong marissa agar melepaskan kulumannya. Namun setelah kuluman itu terlepas, marissa haque yang sudah berada di puncak nafsu itu malah tak rela dan terus memburu penisnya. Bahasa tubuh wanita itu meminta sardi menyuruhnya mengoral lagi. Sardi menolak dan bahkan marissa sekarang menindih sardi dari atas.tubuhnya menghimpit sardi dan tanpa disangka marissa menciumi leher sardi dengan liar.

Lama kelamaan sardi mulai kewalahan dengan keliaran marissa haque yang telah terjerat nafsu akibat pengaruh obat yang dia berikan..sardi merasa belum saatnya untuk bercinta dengan wanita itu walau dia akui dia amat ingin menikmati tubuh wanita beranak dua itu. Karena dia belum meminum obat kuat. Bisa –bisa dia kalah oleh Marissa haque yang sekarang telah kehilangan akal sehatnya,dan dia tahu obat yang diminumkannya kewanita itu membuat icha menjadi liar dan susah menggapai orgasme, jadi dia harus mengimbaginya dengan meminum obat pula.

Akhirnya dengan kasar sardi menolak marissa haque yang berada diatas tubuhnya hingga wanita itu terlempar kesamping. Setelah itu sardi bergegas lagi menuju toilet dan langsung menguncinya dari dalam. Sardi lalu menelan pil kuat itu dengan cepat
Sementara dari luar terdengar marissa haque mengetok pintu ingin masuk ke dalam, dari suaranya terdengar oleh sardi bahwa politisi cantik itu amat ingin disetubuhi.

Setelah beberapa saat obat itu mulai bekerja sardi lalu membuka pintu toilet.
“ jangan tinggalkan aku ....”ujar marissa haque dengan bahsa tubuh yang genit dan manja. Sardi pun menarik marissa haque masuk kekamar mandi. Marissa haque pun patuh saat sardi memposisikan dirinya yang hanya mengenakan pakaian dalam itu menghadap ke cermin toilet berukuran besar itu.
 “ lihat manis... lihat pantulan dirimu yang tampak di dalam cermin itu.... begini seharusnya kamu .... telanjang, sudah lama aku berangan angan melihat body mu ini... montok, mulus padat...hmmm.”ujarnya sambil memeluk marissa haque dari belakang.
Tangan sardi serta merta meremas remas kedua payudara marissa haque yang masih mengenakan bh itu, lalu sardi menciumi pundak, leher berikut telinga Marissa Haque hingga wanita itu makin terangsang dan mengggelinyang.
“ bilang “ saya pengenn..!! ayooo...bilang..!! ”ujar sardi gemas melihat tubuh montok mulus yang selama ini membuatnya mabuk kepayang itu sekarang berhasil menjadi miliknya hari ini.
“ saya pengennn,,...ohhh...pengennn...” ucap marissa haque penuh nafsu.
“ oo... pengen yaaa... haa...??” ujar sardi. Lidahnya mulai menjilati telinga marissa haque. Tangannya memeluk erat wanita itu dari belakang.
 “ ooohh.... gelliii.... ohhhh.....” desah marissa haque menerima serangan lidah sardi

Sardi tersenyum puas melihat marissa haque sekarang menjadi budak nafsu nya dan siap untuk disetubuhinya. Sardi membimbing kedua tangan marissa haque berpengangan pada wastafel toilet. Kemudian sardi menarik pinggul marissa agak kebelakang dan kedua kaki wanita itu diaturnya berposisi melebar seperti huruf V terbalik..  tangan sardi tak henti nya meraba dan mengelus sepasang paha indah marissa.

 Dengan sekali sentakan tangannya sardi tanpa kesulitan melepaskan pengait bh wanita itu hingga sepasang buah dada marissa haque yang ranum dan tidak begitu besar itu terlihat menjuntai indah, tampak payudara yang mulai turun itu mengencang hingga kedua putingnya mengeras.
Dengan lembut sardi memijit sepasang buah dada marissa haque yang bergelantung indah itu hingga payudara wanita itu mengeras karena terangsang.
“ hmmmm.... tetek mu bagus mbak marissa sayang..”ujar sardi gemas sambil terus meremas buah dada marissa haque berulang kali.
“ohhh sardii.... geliii.... “ desah marissa haque merasakan hangatnya tangan sardi menyentuh kulit payudaranya.

Setelah puas menggeyangi payudara marissa haque dan menelanjangi bagian atas wanita itu, tanpa kesulitan pula sardi melorotkan celana dalam marissa haque sampai selutut,  sardi menyibakan bongkahan pantat marissa haque yang bulat dan bahenol itu guna mencari lobang surga wanita itu.
“ uhhh...mulussnyaaa ....” ujar sardi sambil meremas pantat marissa haque yang bulat dan padat itu. Sementara itu tangan yang satu nya tak berhenti mengelus dan menggerayangi paha wanita itu. Di lain fihak marissa haque terlihat hanya pasrah dan mengikuti kemauan sardi dengan patuh.

Setelah lobang kewanitaan marissa yang berbulu dan tercukur rapi itu nongol,sardi belum memasukan senjatanya melainkan kembali mengelus dan meraba  belahan vagina marissa haque yang sudah terasa basah, akibat dari cairan kewanitaannya disekitar lobang kawin wanita itu. Sardi terus bersemangat mengobel pintu sorga yang penuh dengan cairan berlendir itu dengan tangannya, dan mencolekan salah satu jarinya kedalam lobang itu.
“aaaassshhh...ooohh...ohhhhh sardiyyhhhh.... enakkkkk....nghhh.....”desah marissa haque tak kuasa menahan rangsangan saat jari sardi sudah masuk kedalam rongga vaginanya. Wanita cantik itu memejamkan mata dan menggigiti bibirnya sendiri. Sardi sengaja memainkan nafsu wanita itu agar tersulut.

Setelah beberapa saat tangannya menari didalam kemaluan wanita itu sambil meremas kedua pantatnya , kali ini sardi menyejajarkan penisnya yang sekarang menjulang tegak ke lobang vagina icha yang mengaga lebar itu, setelah dirasa pas sejajar dengan lobang kawin marissa, dengan satu hentakan penis sardi yang besar dan panjang itu masuk menerobos belahan kelamin marissa haque..

Mata marissa haque terbelalak merasakan itu,
“uuugghhh...oooohh sarrdd ..iii...”ujar marissa megap megap merasa kejantanan sardi yang berdiameter besar itu berdenyut denyut didalam lobang kawinnya. Marissa memejamkan mata sejenak menikmati hangatnya batang peler yang seakan merobek liang kewanitaannya itu, namun terasa nikmat dan membakar sukmanya.
“ughhh ....sudah lama... sayaaahhh... berkhayal untuk merasakan jepitan memek mu mbak marissaaa...” ujar sardi yang meringis merasakan jepitan vagina marissa haque yang terasa mencengkram penis nya yang berada didalam lubang kewanitaan wanita itu.
“ sarrdiii...iihhhh... ohh.... “desah marissa haque merespon saat merasakan penis sardi yang besar itu berkedut menggelitik dinding rahimnya.
“saya goyang ya bu icha...”ujar sardi seolah mengerti apa yang ada dalam fikiran marissa.
“mmpphh.. yahhhh..pelannn ..pelannn..sardiii..punya mu gedhe sekali..ohhh..”ujar marissa haque meringis.

Sardi mulai perlahan lahan memaju mundurkan penis nya didalam vagina marissa haque, icha merasa semakin sardi mendorong penisnya semakin lebar lobang kawinnya hingga menimbulkan sensasi yang luar biasa bagi dirinya. Icha hanya menggigiti bibir dan memejamkan mata menikmati genjotan sardi yang lembut berirama itu,malah lama kelamaan kedua pinggulnya mulai bergoyang seirama dengan dorongan penis sardi yang terus menghujam ke rahimya.

“ohh..ohh..uhh..ughhh...hmmmhh...”desah marissa haque terdengar erotis seirama dengan hujaman penis sardi didalam lobang kawinnya. Kedua tangannya bertumbu pada wastafel keramik itu dan marissa membiarkan sardi, sopir nya itu menyetubuhi nya dari belakang. sesekali matanya melihat ke cermin didepannya, nampak jelas wajahnya begitu bernafsu dan tampak sardi sedang menggagahi lubang kawinnya dari belakang dengan bersimbah keringat, begitu juga dirinya..
“ ohh..nikmatnyaaa... ohh ndak tahannn...ughh..”desah marissa, kembali dia melihat ke cermin, tampak kedua payudaranya bergoyang goyang, tampak juga sesekali saardi menciumi pundaknya dan meremas-remas kedua payudaranya yang bergantungan itu..marissa tak mengerti mengapa dia begitu menikmatinya,dan mau disetubuhi oleh pria yang bukan suaminya ini.sebenarnya dalam hatinya dia merasa malu, namun kenikmatan yang diberikan sardi saat itu mengalahkan segala logikanya, dia hanya ingin dipuaskan oleh sardi sampai ngencrot.
“kamu lihat itu bu icha... kamu begitu binal.. liarrrr dan menggairahkan..uuhh..”bisik sardi ketelinganya.
“i..iiyyaa..hh sardii..oh...terusss.. terusss.. buat aku puasss..ohhh..”balas marissa haque dengan nafas ngos-ngosan.
Mereka bersetubuh dengan posisi itu cukup lama, belum ada tanda-tanda salah satu dari mereka akan orgasme.
Tak lama kemudian sardi menghentikan genjotannya. Dan mencabut penisnya dari kemaluan marisa haque, dengan sentakan kakinya celana dalam marissa haque yang semula masih nyangkut diantara lulut wanita itu sekarang telah bearda di lantai toilet itu. Lalu sardi beranjak dari belakang tubuh Icha dan duduk diatas kloset gaya eropa itu .
“ sekarang kamu kesini manis..duduk disini..”ujar sardi mengisyaratkan icha agar duduk diatas pangkuannya..
“ohh..saya capek sardi..tapi kok belum keluar juga ya...??”ujar marissa haque dengan nafas tersengal.
Sardi menyadari di usia marissa haque yang sudah tidak muda lagi, bahkan bisa dibilang setengah tua ini, staminanya pasti gampang kedodoran, hingga pengaruh obat kuat yang diberikannya kepada marissa membuat wanita itu tersiksa karena belum juga mencapai orgasmenya.
“baiklah.. kita pindah ke kamar ya ..”ujar sardi kembali berdiri dan menarik tangan marissa haque.
“ yahh..terserahh kamuuu...” desah marissa haque pasrah.
 Mereka keluar dari kamar mandi menuju peraduan.
“pinggang saya sakit sardi..”rintih marissa haque.

Namun sardi mengabaikan marissa haque yang terlihat sudah habis stamina itu,dia mendorong wanita itu hingga terbaring diatas peraduan. Lalu tubuh lunglai marissa haque digesernya sedikit keatas, hingga kepala wanita itu berada di sisi pinggir peraduan dan kepalanya berada di sisi spring bed dan tengadah kebawah hingga rambut wanita itu terurai dari atas. Sementara itu kedua paha mulus wanita itu dibukanya lebar-lebar dengan kedua tangannya, hingga lobang kawin marissa haque menganga lebar, tampak di bibir kemaluan wanita itu ada cairan-cairan kental.
 “uhh.. mau diapain aku sardi,...aku ndak mau beginii... sakitt..”protes  icha ketakutan

Tiba-tiba sardi menghujamkan kembali penisnya kedalam vagina marissa hauqe,yang tidak siap menerimanya hingga wanita itu memekik kuat..

“oooougghhh...”jerit icha, kali ini dia merasa sardi menggenjot tubuhnya dengan penetrasi cepat
“ uhh..pelann..pelann,,, sakitt... awwhh..” jerit icha panik, namun sardi tidak mempedulikannya, dia terus menggenjot lobang kawin wanita itu dengan buas. Kedua tangan icha bertumpu pada sprei kasur itu, tak kuat menahan gelombang birahinya yang kembali berkobar, kedua tangannya menggenggam dan meremas sprei itu hingga acak-acakan.
“oohh..ohhh...uughh.. saaa..rrdd..iiiyyhh....” dengus icha bagai kuda betina, dia mulai merasakan kenikmatan disela rasa sakit diselangkangannya. Kedua buah dadanya bergoyang naik turun dan tubuhnya basah bersimbah keringat.
“ ohhh... enaknya jepitan memekmu mbakkk....ohhh.... enakkk... sekali ngentotin kamu mbakk,.....” ucap sardi sambil terus berpacu menggenjot penisnya.
Icha mengatur nafas seiring tempo genjotan sardi.. baginya malam itu pria itu sungguh perkasa, selain memiliki penis yang berukuran besar, jauh lebih besar dari punya suaminya.
“ kaam..muu  kuattt bang..ngettt..ohh..”ujar icha terengah-engah,penis sopirnya itu seakan akan membuat liang vaginanya sesak.

Lama kelamaan icha merasa genjotan sardi makin cepat dan dia pun merasa klitroris nya berdenyut ,marissa haque menggigiti bibirnya dan berusaha mengapit penis sardi dengan kedua pahanya, namun pahanya disandarkan sardi ke bahunya, dan pahanya sekarang mengapit leher sardi , diiringi jeritan kuat marissa haque melepaskan orgasmenya
“ooooooooooohhh.......”jeritnya panjang. Seketika tubuhnya lemas tanpa tenaga, dia biarkan sardi terus menggenjotnya.semakin cepat terasa genjotan sardi tiba-tiba sardi menekan selangkangannya hingga kepala penis sardi menyentuh rahimya,sardi meraung kuat. seketika marissa merasa rahimnya disemprot oleh cairan hangat beberapa kali. Dirinya kembali meringis saat rahimnya diisi benih sopirnya itu.

Suasana hening beberapa saat. Tidak ada aktifitas. Yang terdengar hanya suara nafas sardi dan dirinya, namun sardi belum mencabut penisnya dari lobang kawinnya.
Marissa haque berusaha mencabut penis sardi keluar dari kelaminnya. Setelah terlepas, marissa menjerit kaget karena sperma sardi cukup banyak mengucur keluar dari liang vaginanya. Saat itu juga samar-samar gelombang kesadaran mulai merasukinya. Namun akibat kecapekan marissa hanya berusaha membersihkan sperma sardi di daerah kewanitaannya sambil menangis segugukan. Dan tak kuat menerima kenyataan bahwa dia telah berzina dengan sardi, sopirnya, marissa haque tertidur antara pingsan dengan rasa letih yang mendera fisik dan mentalnya........





Rabu, 12 Oktober 2016

MENGGARAP BUK ENDANG DI RUMAHNYA


Sore itu, aku harus ke rumah Buk Endang untuk merevisi proposal penelitianku, Buk Endang menyuruhku datang sekitar sore. Begitu sampai di rumah Buk Endang aku pun disambut Buk Endang dengan ramah dan senyuman nakalnya .

Aku dikenalkan Buk Endang dengan Pak Dibyo, suaminya yang sudah berumur sekitar 50 tahunan, Suami nya tentu tak sadar bahwa istrinya itu telah berkali kali kutiduri dan kupuaskan libido sexnya. Buk Endang sendiri berumur kira kira 40 tahunan.

Buk Endang sendiri bersikap seolah olah tidak pernah terjadi hubungan apa apa denganku . di depan suaminya beliau sangat pandai menutupi segalanya. Dan bersikap seolah olah aku ini sama seperti mahasiswa mahasiswa yang datang kerumah untuk memperbaiki atau revisi proposal.

Setelah berbasa basi dengan Pak Dibyo sebentar di ruang tamu. Ponsel Pak Dibyo berdering, Pak Dibyo tampak berbicara melalui teleponnya, setelah telepon dimatikan, Pak Dibyo berkata bahwa dia harus pergi dikarenakan ada janji dengan rekannya kepdaku dan Buk Endang

“ silakan dilanjutkan ya Bryan… Bapak tinggal dulu ya..” ujar nya ramah padaku dan Buk Endang
“ Ya pak.. hati-hati ya.. jam berapa nanti pulangnya” Tanya Buk Endnag pada suaminya itu
“ Mungkin agak lama dek… habis magrib paling..” ujarnya

Setelah berpamitan dengan istrinya , aku dan Buk Endang mengantar Pak Dibyo ke teras hingga mobil Pak Dibyo meninggalkan rumahnya ..

Setelah Pak Dibyo pergi aku menatap Buk Endang yang kebetulan juga menatapku dengan senyum penuh arti. Mata Buk Endang terbinar menatapku.
“ Mari masuk Bry…”
“ Kamu mau minum apa Bry..? “ tawar Buk Endang
“ Apa saja deh Buk… Kopi juga boleh” ujarku masih berbasa basi. 
Menjaga sikap sewajarnya karena aku lagi berada di kediaman dosenku itu

. Sore ini, suasana rumah Buk Endang tampak sangat sepi.
“ Boleh … tunggu ya.. saya buatkan” ujar Buk Endang tersenyum padaku.
“ anak anak mana Bu..? “ tanyaku saat Buk Endang sudah beranjak ke dapur
“ Rama dan Robi.. mereka lagi pergi les … paling dua jaman lagi pulang” ujar Buk Endang
Aku mengangguk dan tersenyum membiarkan Buk Endang kebelakang

Sore itu Buk Endang mengenakan daster berwarna biru , mataku terus mengawasi pinggul bahenolnya yang berjalan kedalam rumahnya

“ anaknya pulang 2 jam lagi.. lakinya sekitar 3 jam lagi… rumahnya gak ada orang selain do’I ..” fikiran jorok ku mulai muncul… dadaku deg deg an … ingin mencoba merasakan sensasi bercinta dengan Buk Endang di rumah nya ini !!" gumamku sendirian

Dengan sedikit keberanian pelan-pelan aku berjalan mencari arah dapur rumah Buk Endang, perlahan aku mengendap endap mencari dimana dapur dirumah Buk Endang  yang cukup luas ini…

Tak sulit aku menemukan dimana dapurnya … sesampai Di dapur, kulihat Buk Endang tengah menyiapkan minuman dan makanan kecil buat diriku yang dikiranya masih tengah menunggu di ruang tamu.

Tampak tangan Buk Endang  tengah mengaduk gelas untuk minuman . Darah ku menggelegak melihat posisi tubuh Buk Endang  membelakangiku dengan setengah menungging itu,
Dengan hati hati aku berjalan mendekati Buk Endang, menghampirinya dan mendekap tubuh Buk Endang  dari belakang

Buk Endang terpekik kaget, ketika dirasakannya tiba-tiba seorang lelaki memeluknya dari belakang.
Saat menoleh kebelakang Buk Endang  malah terseyum nakal padaku.
“ Kamu ini Bryan.. bikin saya kaget aja.. hampir tumpah ini kopi lho..” ujarnya
Aku mendekatkan mulut ke telinga Buk Endang
“ Aku kangen ibu ..” bisiku ke telinga Buk Endang sampai do’I bergidik kegelian
“ Eeeehh.. jangan disini.. nanti anak anak ku datang..” tolaknya
“ Kan tadi katanya 2 jam lagi… masih sempat kita quick sex say…” pintaku masih memeluk nya dari belakang

Buk Endang malah menyandarkan kepalanya pada bahuku, wajahnya tampak ragu dan cemas . Dasar aku nya yang konak, aku sudah tak peduli lagi , kedua tangan ku berada di buah dadanya dan meremas-remas lembut kedua payudaranya yang masih tertutup pakaian itu…..

“ Uuuuhhh… Bryaann..hhh… jangann sayaaaangghh… “ rintih Buk Endang saat kuremas
 kedua payudaranya yang sekarang terasa tambah mengeras. Namun Buk Endang membiarkan saja aku menjamahi buah dadanya itu

 Melihat sikapnya yang pasrah sekaligus menggairahkan itu aku turunkan satu tanganku  ke arah selangkangannya, meremas-remas kemaluannya dari luar pakaian yang dipakainya.

"Bry.. Bryaann… Ohhhh… “ desah Buk Endang dengan gemetaran.  Mendengar desahan Buk Endang kedua tanganku kian bernafsu meremas-remas buah dada serta selangkangan dosen sekaligus selingkuhanku itu. Buk Endang menggeliat-geliat menerima remasan ku dalam posisi membelakangku..

"Jangaan.. sekarang ya Bryy.... aku takut sebentar lagi anak-anakku pulang.." pinta Buk Endang masih dengan wajah ketakutan dan gelisah.
Aku melirik jam dinding yang terdapat pada dapur tersebut.
” bentar saja sayy... gak sampai masuk kok..” bujuk ku. Aku memang tidak dapat menahan nafsuku, minimal aku dapat menjamahi nya.

Sementara Buk Endang sudah gelisah menahan rangsangan birahi yang melandanya akibat permainan tangaku di buah dada dan selangkanganya.

Aku berlutut di belakang Buk Endang yang terasa menggigil dengan tubuh mengejang ketika merasakan tanganku menarik ujung bawah daster yang dikenakannya keatas hingga sebatas pantatnya, setelah satu tangan menahan tanganku yang lain melorotkan celana dalamnya. Sekarang bagian bawah pantat dan paha Buk Endang  tersaji indah. Sepasang paha nan padat dan putih dan pantat bahenolnya yang montok
Dadaku berdesir takjub melihat ini, walau sudah berkali kali bersetubuh dengan wanita setengah baya nan hot ini.  dalam keadaan telanjang bagian bawah tubuhnya begitu menggairahkan.

Saat kepalaku mendongak keatas kulihat wajah ayu Buk Endang merah padam ketika diliriknya aku yang berjongkok di belakangnya, mata ku sendiri masih melotot melihat tubuh montok dosenku itu yang setengah telanjang.

Celana dalam Buk Endang  teronggok di bawah kakinya setelah kutarik turun .
Bentuk pinggul dan pantat wanita setengah baya ini memang indah dan memacing birahi setiap lelaki. Belahan pantat Buk Endang yang telanjang terlihat sangat bulat, padat serta putih mulus tak bercacat membuat birahi laki-lakiku yang menggelegak sedari tadi kian menggelegak
. 
Apalagi diantara belahan pantat Buk Endang terlihat kemaluannya yang sangat menggiurkan.
" Buk Endang... ..Kakimu direnggangkan dong. Aku ingin melihat memekmu..." kata ku masih sambil jongkok seraya menahan birahiku,

Akhirnya Buk Endang menyerah total, ia merenggangkan kakinya. Dari bawah, aku menyaksikan pemandangan indah menakjubkan. Di pangkal paha Buk Endang ini tumbuh rambut kemaluannya, meski tak lebat namun terlihat rapi. Aku suka dan kagum dengan cara Buk Endang merawat daerah kewanitaannya ,Walau aku sering menjilatinya setiap kali aku menuntaskan hasrat biologis Buk Endang.  
.
" Kamuuu..hhhh.. Bryann.. Uuhhh,... " desah Buk Endang dengan suara bergetar pertanda sudah konak,  tangan ku menguakkan bongkahan pantat Buk Endang dan lidahku mulai menyentuh anusnya.

Buk Endang menggeliat, tubuh dosen ku nan bahenol ini mengejang ketika ia merasakan lidah ku menyusuri belahan pantatnya lantas menyusuri celah di pangkal pahanya
” Oh Bryaaaann... ooohhhh....  Mmmmhhhh...” desah Buk Endang dengan erotis
Dengan bernafsu aku menguakkan bibir kemaluan Buk Endang yang berwarna merah jambu dan lembab. Tubuh Buk Endang mengejang lebih hebat lagi saat lidah ku menyeruak ke liang vaginanya. 

Tubuhnya bergetar ketika lidah ku sudah menyapu klitorisnya.
Buk Endang  makin tak kuasa menahan erangannya
”Oh yeaaaaah…Aaaagggh !, ” jeritnya ketika lidahku mengatup dan menyedot-nyedot klitorisnya. dan menit-menit selanjutnya Buk Endang semakin mengerang berkelojotan oleh kenikmatan birahi ketika aku seakan mengunyah-ngunyah kemaluannya.

Aku yakin Seumur hidupnya, Buk Endang belum pernah diperlakukan seperti ini walaupun oleh Pak Dibyo, suaminya
. "Hmmm..., memekmu ini enak sekali….Buuukk...." ujarku sambil berdiri setelah puas menyantap kemaluan Buk Endang, masih belum puas  tangan kiriku terus mengucek-ngucek kelamin Buk Endang sambil berbisik ketelinganya
.”Buu.. saya entotin aja ya, saya nggak tahan nihh" bisiku
“Aihhhh...eungghhhh....jangan..Bryyy... uuhhh.. Gellyyyy... " Buk Endang mengerang dengan mata mendelik, ketika merasa sesuatu yang besar, dan panas yang tak lain tak bukan adalah rudalku mulai menusuk kemaluannya melalui belakang.

Tubuh Buk Endang mengejang....  antara rasa marah bercampur nikmat Buk Endang meronta lemah disertai desahannya.  Saat aku menghujamkan penisku

"Mmmfff..oh oh. Enak.. Buuu... menjepit bangett buuu…..hhh...!!” menyetubuhi Buk Endang dari arah belakang,  Aku menggerakkan pinggangku maju mundur dengan napas terengah-engah melesakan kejantanan ku keluar masuk lobang kawin Buk Endang.

Buk Endang meringis merasakan penis ku yang kini tengah menusuk-nusuk liang kemaluannya,. Tangan kiri ku sekarang membekap pangkal paha Buk Endang, lalu jari tengahku mulai menekan klitoris Buk Endang itu lantas kupilin dengan lembut, membuat Buk Endang menggigit bibirnya disertai desahan nikmatnya.

Buk Endang jelas sudah tak kuasa menahan sensasi kenikmatan yang sedang melandanya . dosen bohay itu mulai mendesah nikmat, apalagi sekarang tangan kanan ku kini menyusup ke balik dasternya, lalu memilin-milin puting susunya yang peka...

"Ayo Buk Endang....ahhhh...jangan bohongi dirimu sendiri...nikmati...ahh....nikmati saja...." ujarku terus memaju mundurkan penisnya yang terjepit vagina Buk Endang.
Buk Endang menggeleng-gelengkan kepalanya, mencoba melawan terpaan kenikmatan di tengah tekanan rasa malu.
Tapi sepertinya ia tak mampu. Buk Endang mendesah nikmat dan tanpa sadar ia meracau
 “Oh .. enaknya punyamu Bryy... Uuuhhh... Oooh genjot terus Bryy… yeaaaah Uummmhh...!!!”. Jerit Buk Endang megap megap menahan gempuran rudalku yang menggagahinya dari belakang.  Mendengar rintihannya itu, Aku makin gencar mengocok penisnya didalam vagina Buk Endang yang mulai basah sambil berbisik.

“Mana yang enak punyakku dengan punya Pak Dibyo Buu.??!!”, Buk Endang mulai meracau kembali seraya mengerang…
”ooooh .. tentu sa.jaaa enak punyamu Bryy..!!!, besaaaarrr dan panjaaaang ..!! aduuuh Bry.... ngilu ....ooooh mmmf ....Aaaagghh….” dan akhirnya Buk Endang menjerit kecil saat  meraih puncak kenikmatan,
Tubuh Buk Endang langsung lunglai, tapi aku masih belum muncak, tinggal selangkah lagi akan sampai ke puncak.

Aku masih terus mengaduk vagina Buk Endang dengan kecepatan penuh. Setelah beberapa saat.... dengan geraman panjang aku menusukkan penisku sejauh mungkin ke dalam kemaluan Buk Endang
“ oohh..oohh.. ooooooooohhh..!!! Shhiittt…!!!” jeritku tertahan saat kurasa penisku memuntahkan pejuku dalam Rahim Buk Endang

Kedua tanganku mencengkeram payudara Buk Endang yang padat dan montok dengan kuat kuremas.
” Auuuuuuuuhhhhh......!!!” lenguh Buk Endang mengadahkan kepalanya sambil memejamkan mata menikmati hangatnya spremaku membanjiri rahimnya.

Buk Endang yang masih dibuai gelombang kenikmatan, menikmati orgasmenya barusan kembali merasakan sensasi aneh saat vaginanya kusembur dengan cairan hangat maniku yang terasa ngencrot banyak dalam liang senggama Buk Endang.

Buk Endang merintih mirip suara anak kucing, saat dengan perlahan aku menarik keluar penisku yang mulai lunglai. Begitu gelombang kenikmatan berlalu, Buk Endang tersadar dengan tangan bertumpu pada meja dapur.

” Kammu.. Bryy...hh.. oohh.. ennak banggett sayy..” bisik Buk Endang terengah engah mengatur nafasnya yang ngos ngos an
“ Bagaimana Say..? Nikmat..? “ ujarku mengecup pipinya dari belakang
“ Kamuu hebat Bryy,,, aku gak bisa lepas dari kamu… kamu hebat sayangg..” puji Buk Endang membelai rambutku
“ kucabut ya..” pintaku sambil mencabut penisku dari dalam lobang kawin Buk Endang yang masih terasa berdenyut
“ iiihh…” desah Buk Endang saat penisku cabut dari nonoknya

Setelah itu aku kembali merapikan dan mengenakan celanaku.
Buk mengenakan kembali celana dalam bewarna biru mudanya. Berikut merapikan daster yang awut-awutan ketika kuremas remas tubuhnya tadi ,
” Aku ke depan ya..” ujarku. Saat aku baru beranjak, Buk Endang menahanku dan langsung  menghambur memeluk ku
" aku sayang kamu Bryann…. ” bisiknya lirih. Aku hanya mengangguk dan mengelus rambut keritingnya yang menipis. kami berdua pun larut dalam kemesraan.

Setelah beberapa saat aku minta Buk Endang melepaskan pelukan nya dan aku bilang padanya akan kembali ke ruang tamu, sementara Buk Endang kembali ke membuatkan kopi untuku.

Beberapa menit kemudian, saat aku masih berada di ruang tamu dan ngobrol ngobrol melepas penat bersama Buk Endang, anak anak Buk Endang sudah pulang dari les, melihat itu aku pun segera pamit pulang kepada Buk Endang dan tak lupa Buk Endang memberi tanda tangannya di proposalku. Aku dan Buk Endang tetap menjaga sikap seperti dosen dan mahasiswa di depan anak anak Buk Endang

Dan sejak peristiwa itu
Buk Endang mengungkapkan betapa enaknya sensasi bercinta di dapur itu padaku
“ ada sensasi tersendiri Bry.,,, entah kenapa justru aku merasa puas, saat setengah ketakutan kamu panjat aku di rumahku itu.. ” ujarnya padaku suatu saat
“ Trus.. Ibu kepingin lagi di eksekusi di rumah ibu..’ godaku
“ Kepengen… tapi tunggu saat yang tepat ya… kalau di hotel atau di rumah kamu terus kan sudah sering…” rengeknya manja.
" oke.. saya tunggu kabar dari Ibu" ujarku

Dua minggu setelah peristiwa itu aku menerima telepon dari
Buk Endang dan mengebarkan bahwa suaminya sedang berada diuar kota.
“ Halo Bry... kamu kemari ya.. lagi nggak ada anak anak di rumah hihihi. “ ujar Buk Endang genit
” Dassarr… ya udah tunggu disana ya.. aku langsung otewe” ujarku  
” iya .. cepetan.. landasan siapp,..” kata Buk Endang genit
“ iyaa… siap siap aja itu lobang kubuat tambah lapang” candaku
“ iihh… siapa takutt..” kata Buk Endang tak mau kalah

Aku pun memutuskan hubungan telepon, dengan semangat aku memacu motorku ke rumah Buk Endang.

Setiba disana aku mengetuk pintu  , tampak Buk Endang keluar  dan menyambutku sumringah
Tanpa basa basi lagi aku masuk ke dalam dan langsung mengunci pintu rumahnya, dan aku telah mempunyai rencana menunjukan bagaimana memberikan kepuasan dalam permainan seks dengan gaya yang ekstrem pada dosenku yang haus sex ini.

Aku mendekati Buk Endang dan dengan buasnya aku langsung menciumi leher jenjang Buk Endang,
” ee eehh.. maen langsung langsung aja sayy..” ujar Buk Endang kaget
“ iya … saya udah konak banget sama Ibu ..” ujarku melanjutkan  meremas remas pantatnya dengan kasar dan kekasaran itu membuat gejolak nafsu Buk Endang menggelegak

Matanya terbelalak saat dengan cepatnya aku melepaskan semua pakaian yang melekat di tubuhku hingga sudah dalam keadaan telanjang dihadapannya, kejantanku yang besar panjang mulai membesar.

Dengan kasar aku melucuti pakaian Buk Endang hingga sama sama telanjang
Kemudian aku mendudukan  Buk Endang di sofa tamunya ,lalu segera saja kusorongkan penisku kewajah Buk Endang dan kugesek gesekan kehidung perempuan itu.
“ Ayo Bu... jilatin.!.”  perintahku
” sini.. sini.. ” sahut Buk Endang tak sabaran dengan tatapan mupeng melihat panjang dan besarnya kejantanku yang tepat berada di hadapannya
Penisku dipegangnya , dan gesek gesek pipi, nya... setelah itu terus terus diciumnya. Aku mulai terangsang dengan perlakuan Buk Endang dan ......
” Uuuuuhhh...” penisku sudah dimasukan ke mulutnya oleh Buk Endang
Buk Endang mulai menjilati penis ku dengan nafsu yang menggelegak
””,…mmmfff..... mmmmffff... slruuuuuupppp ..........................................mmmmmmmmf……”

“ Oooh oooh yeaaaaah “  desahku menahan kenikmatan yang sudah kian membuncah keubun ubun. 



Mataku merem melek merasakan penisku dimainkan Buk Endang dengan lidah nya, Buk Endang menyepong penisku dengan gerakan cepat sampai batang kemaluanku itu basah dengan air ludahnya

Setelah puas melakukan blow job, Buk Endang melepaskan penisku dari kulumannya
” Bryann….. bawa saya masuk kekamar saya Bryyy... cepatan…..setubuhi aku Bryyy..... seperti tempo hari…aku udah gak tahan lagi Bryy... Aaaagggh..Ouuuh” ujar Buk Endang memelas padaku untuk segera kusetubuhi.

“ Baik Buuuu..” ujarku tergesa membopong tubuh molek  Buk Endang yang sudah pasrah itu ke kamar nya dan naik keranjang, setelah kubaringkan do’i di ranjang dengan buas aku menindihnya, dan Buk Endang berkelojotan saat aku mengulum putting susunya dan jari jari ku langsung  merogoh liang vaginanya. 
Buk Endang kian mengejang….
 “Ooooh mmmffff.... Bryaaaannn.... jangan….jangaaan permainkan akuuu.. oaah yeaaah....... mmfff. Ayo Bryannn ... beri aku kenikmataaaan ….Ouuuuhhhh...hhhhh..!!!!” rengek Buk Endang
“ He heee sabar dong Buu, aku juga suka dengan memek Ibu yang menjepit  ini,...  , mana yang enak punyaku dengan punya Pak Dibyo Buuuu..???!! ” godaku
“ Yo jelas Enak punyamu Bry..!!. kata Buk Endang tanpa basa basi
”Mana yang besar dan panjang punyaku sama punya Pak Dibyo??!!” tanyaku lagi
 ”Oh Bryaann tolong jangan permainkan sayaaaaa cepat !!…. Bbbbbesar pppppunya muuu !!!!. Ujar Buk Endang tak sabaran

Lalu dengan gemas aku menggigit kecil payudara indah Buk Endang seraya batang penis ku menerobos masuk keliangnya vagina nya yang sudah amat basah itu , walau ia sudah melahirkan anak dua namun serasa sempit buat ukuran penisku.
” OOOOOOOOOHHHHH.. BRYYAAAAAANNN.....HHHH.... AUUUUUUHHH” Jerit Buk Endang megap megap

Mata Buk Endang terbeliak keatas saat penis ku kandas didasar rahimnya dan depertinya kenikmatan seperti ini belum pernah ia dapatkan dari suaminya dan sekarang ia dapat merasakan dari penis orang lain selain suaminya,
Tubuhnya menggeletar hebat ketika dengan irama lambat dan terkadang cepat ayunan batang penis ku keluar masuk vaginanya.

Kenikmatan demi kenikmatan terus kami raih, sensasi menggenjot memek rapet Buk Endang serasa sampai ke ubun ubun….
” ooooh yeaaah... wennaakk.. enak eeeeeenak sekali Bryyyy... ooooh Gustiiiii.!!! ” Buk Endang meracau tanpa sadar saking kenikmatan itu mendera dirinya.

Buk Endang bagaikan kuda betina liar saat kugenjot vaginanya dengan posisi missionaris, dosen ku nan bahenol itu melenguh seperti sapi disembelih karena nikmatnya, seakan menyesal karena selama ini ia telah tertipu oleh suaminya bahwa kenikmatan itu bisa ia dapatkan asalkan  suaminya tahu bagaimana caranya memberikan kepuasan kepadanya, dan ternyata suaminya adalah suami yang tidak mempunyai pengetahuan tentang urusan seks, itu yang membuat ia geram, serta menyesal, terhina dan marah pada diri sendiri hingga melampiaskan semua kekeringan dahaga birahinya kepadaku

Maka bagaikan banteng betina yang terluka ia pacu nafsu berahinya yang terpendam selama ini.
“ Ayoo Bry... nikmati tubuhku....., setubuhi aku sesukamu.. Oowwwhh yeaahhh!!!... .” ujarnya dengan nafas ngos ngossan  
” Baik Ibu sayangkuuu… ...  sekarang waktunya …mmmmf ..yeaah, oooooooh sungguh legit rasanya..!!!!” ujarku tak karuan.

Dan Tubuh Buk Endang pun melengkung saat ia mencapai puncak nirwana
” Ooooh.. Ouuuhhh....enaaaaaak ....tolooooong.... my gooodddd..!!!” ujarnya menjerit kenikmatan , biji mata Buk Endang mendelik , tubuh bahenol dosenku itu  berkelonjotan saat semburan lahar panas ku dengan derasnya menyemprot dasar rahimnya, dan Buk Endang meringis tertahan saat batang penis ku berkedut kedut didinding vaginanya.
Setelah mengatur nafas menikmati indahnya orgasme ku dalam lobang kawin dosenku itu, aku mencabut penisku dan berbaring di sebelah Buk Endang

 ” Selama 18 tahun perkawinanku dengan Mas Dibyo, aku merasa bodoh.. berhubungan badan dengan mas Dibyo selama ini nggak pernah aku begitu terpuaskan seperti aku berhubungan badan dengan kamu ini Bry... setelah mengenal kamu baru aku tau bagaimana nikmatnya berhubungan badan..” aku Buk Endang pada ku polos
 ” begitu nikmatnya ternyata semburan air mani kamu, sampai  tubuhku bergetar bagai kena aliran listrik ribuan watt ..” tuturnya lagi sambil mengatur nafas nya
” sukmaku serasa terbang melambung keawang awang. .. sehabis bercinta dengan kamu Bry...” lanjut Buk Endang tanpa berhenti menyesali takdirnya dalam hal kepuasan sexual.
“ Lebay” ujarku mencibir yang langsung disambut cubitan Buk Endang di pahaku, kami pun kembali bercipokan dengan waktu cukup lama..

Pada suatu waktu kami melakukan nya dengan lebih berani lagi saat suami Buk Endang berada dirumah.

Seperti  biasa aku berkunjung ke rumah Buk Endang, berpura pura konsultasi tentang bahan skripsiku pada beliau, bertemu dengan beliau dan suaminya. 
Sambil menunggu Buk Endang yang sedang kebelakang membuatkan kopi untuk kami, aku diajak Pak Dibyo,bermain catur di ruang tamu.

Tak lama Buk Endang datang membawakan kopi dan gorengan, Beliau membawa minuman kopi buat suaminya yang telah dibubuhi obat tidur yang sengaja kubeli dan kuberikan pada Buk Endang beberapa hari yang lalu

Sehingga sewaktu suaminya bermain catur dengan ku Pak Dibyo tidak tahan lama karena mengantuk berat lalu bilang padaku untuk menghentikan saja permainan dan dengan tak bertenaga Pak Dibyo memerintahkan Buk Endang untuk memapahnya masuk kedalam kamar tidur mereka.

Buk Endang berpura pura  memapah suaminya ke kamar dan ikut tidur juga disamping suaminya agar suaminya tidak curiga dan ia katakan bahwa aku sudah permisi pulang karena sudah selesai ditandatangai skripsi ku.

Pada saat suaminya telah tertidur pulas bagaikan orang mati, Buk Endang melakukan rencana gila itu, Dia memanggilku masuk kedalam kamar, dan Aku diajak Buk Endang menyetubuhi nya  di kamar yang sama, tepat disamping suaminya yang tidur pulas 

Walau awalnya sempat ragu, aku akhirnya menuruti kehendak Buk Endang, apalagi beliau sudah tergesa gesa melepaskan dasternya berikut membuka semua pakaian dalamnya hingga bugil di hadapanku. dan aku pun jadi terpancing, setelah melepas semua pakaian, aku terkam Buk Endang dan langsung menggumuli dosen ku itu di ranjang dengan buas

Buk Endang menjerit jerit kenikmatan saat kugumuli tubuh montok nya di sebelah suami nya yang tengah tidur pulas  
Beliau amat menikmati sensasi gila ini, kami berdua saling berpacu dalam birahi hingga aku buat Buk Endang meringkik nikmat dengan tubuh berkelojotan disamping tubuh suami Buk Endang tertidur pulas, perbuatan yang demikian itu membuat sensasi aneh tersendiri bagi kami berdua.

Ada sesuatu yang lebih membuat
Buk Endang amat terangsang nafsunya bila saat aku datang berkunjung kerumahnya, dengan berpura minta diperbaiki komputernya olehku, sementara suaminya duduk diruang tamu sambil menikmati secangkir kopi, hanya dengan jarak beberapa meter

Buk Endang merasa sangat terangsang hebat saat dengan sengaja aku menggesek gesekan batang penisku dari balik celanaku ke lengan Buk Endang yang sedang duduk didepan monitor.
Kata beliau, Gesekan itu membuat sensasi aneh dalam dirinya apalagi ketika merasakan batang penis ku yang sudah mengeras dan tegang ku tempelkan dipangkal lengannya,
” punya kamu itu berdenyut denyut Bry... aku jadi kepengen..” bisiknya .

Aku hanya tersenyum dan kupindahkan ketak penisku dipinggangnya saat dengan sengaja aku pindah membelakangi tubuhnya.

Suami Buk Endang tidak merasa curiga sedikitpun karena setahunya aku adalah mahasiswa bimbingan Buk Endang, ia tidak menyadari bahwa isterinya sudah gatal dan minta kusetubuhi habis habisan. Tubuh Buk Endang mulai menggeletar penuh nafsu dengan aksi yang kulakukan padanya.

Karena sudah tak tahan lagi Buk Endang beranjak dari meja komputer dan bilang padaku akan pergi ke dapur untuk membuat minuman, namun beliau memberi isyarat padaku untuk pelan pelan mengikutinya ke dapur dan aku pun pelan pelan mengikuti beliau

Namun sesungguhnya Aku ikut pula menyusul Buk Endang kearah dapur, dari balik lemari makan yang besar,  aku dan Buk Endang melakukan persetubuhan dengan berdiri dengan amat tergesa gesa saat sang suami dosen ku itu sedang menikmati secangkir kopi sambil membaca Koran.

Aku merangkul Buk Endang dan kami saling berpelukan serta saling raba dan menjamahi tubuh masing masing. Dengan penuh nafsu aku menyandarkan Buk Endang ke dinding yang berada dibalik lemari besar. Lalu kutarik dasternya keatas dan langsung kulorotkan celana dalam Buk Endang, Buk Endang tampak sudah sangat gatal untuk disodokin itu menciumi bibirku dengan penuh nafsu, nafasnya memacu dan tampak sangat konak sekali 

Buk Endang membantuku mengeluarkan penisku hanya dengan cara mengeluarkan dari resleting celanaku. dibimbingnya penisku ke lobang kawinnya yang sudah sangat gatal itu 
" Uggghhhhh..Ohhhh..." desah Buk Endang tertahan saat penisku sudah kusodokan dalam kemaluanya
" Bryy.... Ohhh.. Ohhhh... Enaknyqqqa.... Uhhh.. Uggghhh..." desah Buk Endang mengatur nafas menahan kenikmatan sodokan penisku yang keluar masuk klitorisnya dengan penetrasi cepat. kedua kaki Buk Endang kuangkat hingga posisinya sekarang benar benar terkangkang dan bersandar pada dinding

Pak Dibyo tidak menyadari bahwa isterinya sedang kusetubuhi habis habisan  dengan posisi berdiri.
“Ooooh .. mmmmfff…..Bryaan …,” bisik Buk Endang tertahan agar erangannya tidak sampai terdengar oleh suaminya .

Aku makin mengayunkan pantatku maju mundur menusukkan penisku kedalam vagina Buk Endang, sukma ku serasa terbang kelangit tinggi saat menyetubuhi Buk Endang dengan cara demikian.,

Buk Endang sendiri tentu belum pernah merasakan disetubuhi dengan cara berdiri dan tergesa gesa seperti yang kami lakukan ini, dan ini yang membuat suatu kenikmatan tersendiri buat aku dan Buk Endang saat kugarap tubuh bahenolnya di balik lemari makan, sementara sang suami berada tak jauh darinya.
”Oooooh Bryann sayya mau keluaaar ...!!! owwwh nikmatnya sayannggg...... , cepat tuntaskan Bry,,, nanti ketahuan suamiku,..” desah Buk Endang tertahan

Aku yang masih belum keluar tidak menghiraukannya ucapan Buk Endnag, aku masih berkosentrasi untuk menggapai klimaksku , aku memacu Buk Endang yang cantik ini sampai berkelojotan dengan biji mata mendelik keatas menikmati kocokan batang penis ku dalam vaginanya yang empot empot ayam itu
 “Oooooh ..yeaaaah memek ini legitt banget Buuuu, enaak banget rasanyaaaa” aku merintih tertahan, menikmati remasan dinding vagina Buk Endang meremas remas batang kejantannku dalam lobang sorga nya

Aku sendiri semakin terbuai oleh sensasi dan gairah tak biasa saat aku menyetubuhi  dosen bahenol itu dengan posisi berdiri dan bersandar pada dinding,  padahal suaminya tak begitu jauh jaraknya dari tempat kami bersetubuh.

Akhirnya dengan menggeram nikmat aku menyemprotkan air maniku kedalam vagina Buk Endang

Buk Endang mengejang dan mengerang bagaikan kucing betina yang mengeong lirih saat semburan lahar panas peju ku menerpa dasar rahimnya, tubuhnya bergetar dengan hebat dengan nafas serasa akan putus ketika batang kejantananku berkedut kedut diliang memeknya
”…..oooohhh mmmmffff…enaaaaaaaaaaak, hmmmm.... Bryyy...” ooohhh.... . ujar Buk Endang memejamkan mata saat rahimnya kusemprot dengan benihku

Dan persetubuhan itu berakhir dengan sama sama saat aku dan Buk Endang mencapai puncak nirwana yang diraih dengan cara tergesa gesa penuh rasa sensasi.

Setelah cepat cepat merapikan pakaian kami, aku dan Buk Endang kembali ke meja komputer dan mendapati Pak Dibyo masih asyik membaca surat kabar di kursi goyangnya dengan kopi di meja . 

Aku sendiri merasakan sensasi kepuasan tiada terkira saat melayani nafsu birahi dosen ku ini . setelah berpura pura selesai memperbaiki komputer Buk Endang kami pun kembali duduk ke ruang keluarga tanpa menimbulkan kecurigaan Pak Dibyo .