Disebuah kamar hotel , seorang wanita berumur yang berparas masih cantik, terlihat sedang
menangis sengugukan. tangannya menutupi tubuhnya yang sepertinya dalam keadaan
tidak mengenakan pakaian itu dengan selimut tebal.
Disebelahnya seorang pria tampak bangkit dari
tempat tidur itu dan mengenakan pakaiannya satu persatu. dengan mengeluarkan
sebatang rokok lalu menghisapnya, pria bertubuh tinggi dan sedikit gemuk itu
tersenyum sinis kepada wanita yang masih berada di ranjang itu sambil
menggepulkan asap rokok ke wajah wanita itu. Wanita itu menatap pria itu dengan
tatapan penuh kebencian sambil terus mengeluarkan air mata di pipinya. Si pria
hanya melengos dan meninggalkan si wanita dikamar itu
“ bangsat kamu sardi !!!”maki wanita itu pada
si pria yang terus berlalu keluar dari kamar hotel itu.
Setelah pria itu pergi, si wanita masih
meratapi nasib malang yang baru menimpanya. Dia tak percaya bahwa wanita
sepintar dan cerdas seperti dirinya dapat diperdaya oleh sardi, nama pria yang
memperkosanya. Ini adalah sebuah aib bagi wanita yang bernama Marissa Haque
itu.sebagai seorang akademis dan politikus serta artis senior dia tidak terima
peristiwa naas yang baru saja menimpanya.
Berawal dari siang kemaren, saat sardi yang
baru bekerja sebulan sebagai sopir pribadi keluarganya diminta menjemput nya ke
kantor, di dalam perjalanan sardi tampak ramah dan sopan padanya. Lalu ditengah
perjalanan teringat sardi menawarinya sebuah minuman kaleng. Tanpa curiga dia meminumnya
hingga habis.
Beberapa menit setelah meminum minuman kaleng
itu dirinya merasakan pandangannya nanar, sekujur tubuhnya terasa dingin dan ada
gairah yang tak biasa merasuki tubuhnya, dalam otaknya terlintas berbagai
ilusi, dan bermuara pada sebuah fantasi sex yang membuatnya lupa apa dan dimana
dia berada. Saat itu dia menyadari bahwa dia pasrah dan tidak sadarkan diri.
Malahan saat beradu pandang dengan sopir yang duduk didepannya itu tiba-tiba
dia befantasi ingin disentuh oleh pria itu
Dalam halusinasinya yang terlintas
hanya sex dan sex. .hingga dia tidak sadar kemana sopirnya membawa mobil yang
mereka tumpangi. Dalam fikirannya saat itu hanya terbayang bahwa dirinya ingin
sekali disentuh pria.
Marissa pun pasrah saat sardi menggendong
tubuhnya kesebuah kamar hingga direbahkan diatas kasur yang empuk .
Baginya sardi terlihat begitu gagah dan menggoda nya, apalagi sardi pandai menggodanya
denga kata-kata jorok yang membuatnya terbuai akan kata-kata sardi yang
memancing nya agar berhubungan badan dengan pria yang bukan suaminya ini.
Masih teringat olehnya saat sardi
menindih tubuhnya lalu menggumulinya dengan liar dan ganas,hingga diapun
terpancing oleh permainan sex yang sudah lama tidak dia
rasakan bersama suaminya bertahun tahun belakangan ini.
Tubuh sardi yang sawo matang itu seolah tak masalah
baginya..
“ ayo buk marissa…. Lepaskan semua
hasratmu…uuhhh…. Ayoo sayangkuu maniskuu…”bisik sardi ketelinganya.
Tangan sardi dengan nakal meremas payudaranya
yang telah tegak sedari tadi.
sementara ia merasakan kedutan penis sardi yang
menempel tepat sejajar dengan liang kewanitaannya. Walau berusaha menolak
ajakan pria itu lama kelamaan secara naluriah, gilanya dia malah membalas
kecupan liar sardi. Hingga bibir mereka saling kulum dan saling jilat bagai
sepasang kekasih yang telah lama tidak bertemu. Ciuman sardi yang liar makin membuat gairahnya
meledak-ledak. Bibirnya dikulum sardi hingga lidah sardi yang liar itu menyetuh
rongga mulutnya sampai membuatnya sulit bernafas.
Ditengah kenikmatan yang dialaminya dia merasa
tangan sardi mulai mempreteli jilbab,baju kurung terusannya. Walau mencoba
melakukan perlawanan sedikit namun akhirnya pakaiannya satu persatu tanggal
dari tubuhnya.
“ jangan ahh… oohh…” marissa haque hanya bisa
merintih bagai kucing saat kedua tangan kekar sardi berada di area pinggang nya
dan ia rasakan sedikit demi sedikit rok panjang terusannya dilorotkan kebawah
oleh sardi. Walau dalam hati kecilnya marissa menolak dan ketakutan namun raga
nya berkata lain, dia tak dapat mencegah perbuatan sardi yang membuatnya hanya
mengenakan pakaian dalam saja kini.
Setelah itu sardi membiarkan marissa mengatur
nafas sejenak. Dirinya saat itu hanya mengenakan bh dan celana dalam saja.
Nafasnya ngos ngosan dan jantungnya berdegup kencang. Sebenarnya marissa merasa
malu saat tubuhnya mulusnya dinikmati oleh sopir jahanamnya itu. Rasanya tak
pantas pria itu memperlakukan nya seperti sekarang ini. namun saat itu dia
benar-benar tak berdaya terhadap tindakan sardi yang hendak memperkosanya.
Apalagi melihat sorot mata sardi yang merah, seakan mau menelanjanginya
bulat-bulat.
“ buk icha sayang…. Tubuhmu sungguh mulus…”
ujar sardi mengaggumi tubuh marissa yang masih sintal namun montok itu.wajah
cantik marissa terlihat ketakutan. Tangannya berusaha menuntupi bagian dadanya.
Dengan wajah memerah dan terisak marissa berusaha menjauhkan dirinya dari
sardi. Namun dengan sigap sardi memegang salah satu kaki marissa. Marissa haque
merasakan geli saat tangan sardi terasa mengelus pahanya dari betis sampai ke
pangkal pahanya.
Kembali marissa merasakan libidonya naik dan bergairah..hanya
rontaan rontaan kecil yang keluar dari mulut nya
“ uhhh… jangannn sardi..ahhh..mmm..hhh…”desah
marissa haque. Tubuhnya terasa merinding dan bulu romanya berdiri saat itu.
Tanpa terasa Marissa menggigiti bibirnya sambil melenguh kegelian.
“ooouuhhh ….” Jeritnya tertahan saat tangan
sardi berada tepat di selangkangannya. Tepatnya menyentuh daerah kewanitaannya
dari balik celana dalamnya.
Marissa makin menggigit bibir menahan sensasi saat
daerah kewanitaannya dielus-elus beberapa kali oleh tangan sardi. Sementara
salah satu kakinya diangkat sardi keatas bahunya dan sekujur tubuhnya kembali
merinding saat sardi menciumi betis indahnya. Hingga tanpa terasa rontaannya
berganti menjadi desahan-desahan pertanda marissa haque sudah terangsang oleh
sentuhan-sentuhan yang dilakukan sardi.
Sementara tangan sardi terus mengobel dan mengelus kemaluan
marissa,
“ mulus sekali pahamu bu marissa…. “ sementara
marissa haque makin liar menggeliat karena kemaluannya terus dikobel sardi. Tiba-tiba
marissa haque tersentak mearsakan salah satu jari sardi sudah bersentuhan di
depan pintu sorganya. Jari itu mulai terasa menusuk dan mencoba masuk rongga kewanitaannya. Marissa
yang sudah terangsang berat itu membiarkan jari sardi yang begitu lincah bermain disana. Sebuah kenikmatan yang luar biasa
dirasakannya, Tidak hanya itu, klitoris
icha pun dikerjainya, sardi
makin liar mengobel kemaluan Marissa haque yang sudah basah Hingga tubuh Marissa
haque menggeliat kesana lemari dan
kedua kaki wanita itu makin liar mengacak-acak alas kasur.
“ ohhh…. Ohhhh… ppmmhhh ..awwww... erangan kenikmatan mulai keluar dari mulut
marissa haque tanpa disadarinya. Ditambah pengaruh obat perangsang itu yang
makin kuat bekerja ketika beberapa bagian sensitifnya dikerjai oleh sardi.
“seeerr....” cairan kewanitaan marissa haque mengucur dari kelaminnya.
Wajah cantik marissa haque tampak makin menggairahkan saat
mendesah-desah kenikmatan. Bibir mungil dan merahnya menganga hingga membuat
sardi makin bergairah. Sesekali sardi meremas bulu vagina icha pertanda dia
gemas akan ekspresi wanita cantik itu saat mendesah. Tangannya yang semula
berada di dalam lubang kewanitaan icha dilepaskannya dan dengan penuh senyum kemenangan, tangan yang berlumur cairan kewanitaan marissa haque itu
dijilatinya dengan lahap.
“ cairah kewanitaanmu sungguh enak bu marissa”
ujarnya menatap marissa haque dengan buas. Sambil mengatur nafas nya marissa
haque hanya dapat menyaksikan saja perbuatan sardi padanya.. saat
itu dia merasa imannya runtuh dan berganti dengan gelora nafsu ingin disetubuhi
oleh pria sawo matang itu.
Marissa haque mencoba berfikir jernih bahwa semua yang dia lakukan ini
salah. Sementara itu sardi mulai melepaskan celana dalamnya sediri, dan tampak
batang kejantanan sardi yang besar itu telah berdiri tegak. Marissa haque
kembali goyah imannya melihat ukuran kejantanan sardi yang besar itu.diantara
kegalauan fikirannya marissa tidak menyadari salah satu tangannya diraih sardi
dan memaksa marissa haque menggengam penisnya. Anehnya saat itu dia mau saja dan tidak berusaha melepaskan
kejantanan sardi yang berada dalam genggaman tangannya.
“ mana besar punyaku dari punya suamimu ha??” ujar sardi dengan senyum
kemenangan melihat marissa haque takjub akan ukuran penisnya.
“ sekarang kocok punya saya perlahan seperti ini”ujar sardi mulai mengajari tangan marissa haque itu
mengocok pelan penisnya. Bagai kerbau yang dicocok hidung dia patuh akan
perintah sardi.
Malahan saat itu dia semakin bernafsu melihat penis besar dan
tegak itu berkedut ditangannya. Kocokan yang semula perlahan lama kelamaan
menjadi cepat. Dia makin bernafsu saja.
Sementara kepalanya dielus elus oleh sardi. Secara naluriah kocokan marissa
mulai bervariasi. Tangannya yang semula hanya monoton sekarang tangan yang
satunya memainkan buah zakar sardi. Ada
hasrat yang menggodanya untuk memasukan benda tumpul berkepala besar itu ke
dalam lobang surganya, saat itu dia membayangkan bagaimana seandainya benda itu
menyeruak kedalam liang kewanitaannya yang sedari tadi telah berdenyut kencang.
“ kamu mau.. ?”terdengar suara sardi.marissa haque pura-pura
tidak mendengar dan terus mengocok penis sardi.
‘mau manis… ?? kalau mau masukin aja kemulut” ujar sardi.
Bagai terhipnotis dengan kata-kata barusan dengan patuh marissa haque mulai
memasukan penis itu kemulutnya. Mulanya hanya lidahnya saja menjilati kepala
penis sardi yang besar itu. Melihat itu sardi mengganti posisinya menjadi
berbaring di kasur.
“ mari marissa manis… “perintahnya. Dan marissa haque dengan patuh
berada diatas tubuh sardi.
Kedua kaki sardi telah terbuka lebar. Dan posisi
kepala marissa haque berada diselangkangan sardi.
“ ayo manis…. Kulum lah…” ujar sardi pelan, karena dia yakin wanita
itu sudah berada di dalam gemggamannya. Tangan sardi
mendorong pelan kepala marissa haque kearah penisnya. Kali ini mulut marissa haque langsung memburu
penis sardi. Dengan gerakan cepat. Penis itu dikulumnya maju mundur, hingga
terdengar bunyi ludahnya berkecipak.
Sementara sardi menikmati kuluman wanita cantik itu dengan terpejam-pejam.
Sungguh seksi sekali ekspresi marissa haque mengoral penisnya. Hingga diam-diam
tanpa disadari marissa yang asyik mengulum penisnya, sardi mengabadikan adegan
itu dengan video kamera poselnya. Dari lensa terlihat wajah mesum marissa haque
sedang sibuk mengulum penisnya. Bibir marissa yang tipis itu
seolah sesak oleh ukuran penis sardi yang besar. Rekaman itu hanya 10 menit
direkam sardi. Karena dia merasa semakin lama sedotan mulut marissa semakin
cepat hingga membuat otot penisnya ereksi
Lama kelamaan sardi mulai kewalahan dengan
keliaran marissa haque yang telah terjerat nafsu akibat pengaruh obat yang dia
berikan..sardi merasa belum saatnya untuk bercinta dengan wanita itu walau dia
akui dia amat ingin menikmati tubuh wanita beranak dua itu. Karena dia belum
meminum obat kuat. Bisa –bisa dia kalah oleh Marissa haque yang sekarang telah
kehilangan akal sehatnya,dan dia tahu obat yang diminumkannya kewanita itu
membuat icha menjadi liar dan susah menggapai orgasme, jadi dia harus
mengimbaginya dengan meminum obat pula.
Akhirnya dengan kasar sardi menolak marissa haque
yang berada diatas tubuhnya hingga wanita itu terlempar kesamping. Setelah itu
sardi bergegas lagi menuju toilet dan langsung menguncinya dari dalam. Sardi
lalu menelan pil kuat itu dengan cepat
Sementara dari luar terdengar marissa haque mengetok pintu ingin masuk ke dalam, dari suaranya terdengar oleh sardi bahwa politisi cantik itu amat ingin disetubuhi.
Sementara dari luar terdengar marissa haque mengetok pintu ingin masuk ke dalam, dari suaranya terdengar oleh sardi bahwa politisi cantik itu amat ingin disetubuhi.
Setelah
beberapa saat obat itu mulai bekerja sardi lalu membuka pintu toilet.
“ jangan tinggalkan aku ....”ujar marissa haque
dengan bahsa tubuh yang genit dan manja. Sardi pun menarik marissa haque masuk
kekamar mandi. Marissa haque pun patuh saat sardi memposisikan dirinya yang
hanya mengenakan pakaian dalam itu menghadap ke cermin toilet berukuran besar
itu.
“ lihat
manis... lihat pantulan dirimu yang tampak di dalam cermin itu.... begini
seharusnya kamu .... telanjang, sudah lama aku berangan angan melihat body mu
ini... montok, mulus padat...hmmm.”ujarnya sambil memeluk marissa haque dari
belakang.
Tangan sardi serta merta meremas remas kedua
payudara marissa haque yang masih mengenakan bh itu, lalu sardi menciumi
pundak, leher berikut telinga Marissa Haque hingga wanita itu makin terangsang
dan mengggelinyang.
“ bilang “ saya pengenn..!! ayooo...bilang..!! ”ujar
sardi gemas melihat tubuh montok mulus yang selama ini membuatnya mabuk
kepayang itu sekarang berhasil menjadi miliknya hari ini.
“ saya pengennn,,...ohhh...pengennn...” ucap
marissa haque penuh nafsu.
“ oo... pengen yaaa... haa...??” ujar sardi.
Lidahnya mulai menjilati telinga marissa haque. Tangannya memeluk erat wanita
itu dari belakang.
“ ooohh....
gelliii.... ohhhh.....” desah marissa haque menerima serangan lidah sardi
Sardi tersenyum puas melihat marissa haque
sekarang menjadi budak nafsu nya dan siap untuk disetubuhinya. Sardi membimbing
kedua tangan marissa haque berpengangan pada wastafel toilet. Kemudian sardi
menarik pinggul marissa agak kebelakang dan kedua kaki wanita itu diaturnya
berposisi melebar seperti huruf V terbalik.. tangan sardi tak henti nya meraba dan mengelus
sepasang paha indah marissa.
Dengan
sekali sentakan tangannya sardi tanpa kesulitan melepaskan pengait bh wanita
itu hingga sepasang buah dada marissa haque yang ranum dan tidak begitu besar
itu terlihat menjuntai indah, tampak payudara yang mulai turun itu mengencang
hingga kedua putingnya mengeras.
Dengan lembut sardi memijit sepasang buah dada
marissa haque yang bergelantung indah itu hingga payudara wanita itu mengeras
karena terangsang.
“ hmmmm.... tetek mu bagus mbak marissa
sayang..”ujar sardi gemas sambil terus meremas buah dada marissa haque berulang
kali.
“ohhh sardii.... geliii.... “ desah marissa haque
merasakan hangatnya tangan sardi menyentuh kulit payudaranya.
Setelah puas
menggeyangi payudara marissa haque dan menelanjangi bagian atas wanita itu, tanpa
kesulitan pula sardi melorotkan celana dalam marissa haque sampai selutut, sardi menyibakan bongkahan pantat marissa haque
yang bulat dan bahenol itu guna mencari lobang surga wanita itu.
“ uhhh...mulussnyaaa ....” ujar sardi sambil
meremas pantat marissa haque yang bulat dan padat itu. Sementara itu tangan
yang satu nya tak berhenti mengelus dan menggerayangi paha wanita itu. Di lain
fihak marissa haque terlihat hanya pasrah dan mengikuti kemauan sardi dengan
patuh.
Setelah
lobang kewanitaan marissa yang berbulu dan tercukur rapi itu nongol,sardi belum
memasukan senjatanya melainkan kembali mengelus dan meraba belahan vagina marissa haque yang sudah
terasa basah, akibat dari cairan kewanitaannya disekitar lobang kawin wanita
itu. Sardi terus bersemangat mengobel pintu sorga yang penuh dengan cairan
berlendir itu dengan tangannya, dan mencolekan salah satu jarinya kedalam lobang
itu.
“aaaassshhh...ooohh...ohhhhh sardiyyhhhh....
enakkkkk....nghhh.....”desah marissa haque tak kuasa menahan rangsangan saat
jari sardi sudah masuk kedalam rongga vaginanya. Wanita cantik itu memejamkan
mata dan menggigiti bibirnya sendiri. Sardi sengaja memainkan nafsu wanita itu
agar tersulut.
Setelah beberapa saat tangannya menari didalam kemaluan wanita
itu sambil meremas kedua pantatnya , kali ini sardi menyejajarkan penisnya yang
sekarang menjulang tegak ke lobang vagina icha yang mengaga lebar itu, setelah
dirasa pas sejajar dengan lobang kawin marissa, dengan satu hentakan penis
sardi yang besar dan panjang itu masuk menerobos belahan kelamin marissa
haque..
Mata marissa haque terbelalak merasakan itu,
“uuugghhh...oooohh sarrdd ..iii...”ujar marissa
megap megap merasa kejantanan sardi yang berdiameter besar itu berdenyut denyut
didalam lobang kawinnya. Marissa memejamkan mata sejenak menikmati hangatnya
batang peler yang seakan merobek liang kewanitaannya itu, namun terasa nikmat
dan membakar sukmanya.
“ughhh ....sudah lama... sayaaahhh... berkhayal
untuk merasakan jepitan memek mu mbak marissaaa...” ujar sardi yang meringis
merasakan jepitan vagina marissa haque yang terasa mencengkram penis nya yang
berada didalam lubang kewanitaan wanita itu.
“ sarrdiii...iihhhh... ohh.... “desah marissa
haque merespon saat merasakan penis sardi yang besar itu berkedut menggelitik
dinding rahimnya.
“saya goyang ya bu icha...”ujar sardi seolah
mengerti apa yang ada dalam fikiran marissa.
“mmpphh.. yahhhh..pelannn
..pelannn..sardiii..punya mu gedhe sekali..ohhh..”ujar marissa haque meringis.
Sardi mulai perlahan lahan memaju mundurkan penis
nya didalam vagina marissa haque, icha merasa semakin sardi mendorong penisnya
semakin lebar lobang kawinnya hingga menimbulkan sensasi yang luar biasa bagi
dirinya. Icha hanya menggigiti bibir dan memejamkan mata menikmati genjotan
sardi yang lembut berirama itu,malah lama kelamaan kedua pinggulnya mulai
bergoyang seirama dengan dorongan penis sardi yang terus menghujam ke rahimya.
“ohh..ohh..uhh..ughhh...hmmmhh...”desah marissa
haque terdengar erotis seirama dengan hujaman penis sardi didalam lobang
kawinnya. Kedua tangannya bertumbu pada wastafel keramik itu dan marissa
membiarkan sardi, sopir nya itu menyetubuhi nya dari belakang. sesekali matanya
melihat ke cermin didepannya, nampak jelas wajahnya begitu bernafsu dan tampak
sardi sedang menggagahi lubang kawinnya dari belakang dengan bersimbah
keringat, begitu juga dirinya..
“ ohh..nikmatnyaaa... ohh ndak tahannn...ughh..”desah
marissa, kembali dia melihat ke cermin, tampak kedua payudaranya bergoyang
goyang, tampak juga sesekali saardi menciumi pundaknya dan meremas-remas kedua
payudaranya yang bergantungan itu..marissa tak mengerti mengapa dia begitu
menikmatinya,dan mau disetubuhi oleh pria yang bukan suaminya ini.sebenarnya
dalam hatinya dia merasa malu, namun kenikmatan yang diberikan sardi saat itu mengalahkan
segala logikanya, dia hanya ingin dipuaskan oleh sardi sampai ngencrot.
“kamu lihat itu bu icha... kamu begitu binal.. liarrrr
dan menggairahkan..uuhh..”bisik sardi ketelinganya.
“i..iiyyaa..hh sardii..oh...terusss.. terusss..
buat aku puasss..ohhh..”balas marissa haque dengan nafas ngos-ngosan.
Mereka bersetubuh dengan posisi itu cukup lama,
belum ada tanda-tanda salah satu dari mereka akan orgasme.
Tak lama kemudian sardi menghentikan genjotannya.
Dan mencabut penisnya dari kemaluan marisa haque, dengan sentakan kakinya
celana dalam marissa haque yang semula masih nyangkut diantara lulut wanita itu
sekarang telah bearda di lantai toilet itu. Lalu sardi beranjak dari belakang
tubuh Icha dan duduk diatas kloset gaya eropa itu .
“ sekarang kamu kesini manis..duduk disini..”ujar
sardi mengisyaratkan icha agar duduk diatas pangkuannya..
“ohh..saya capek sardi..tapi kok belum keluar juga
ya...??”ujar marissa haque dengan nafas tersengal.
Sardi menyadari di usia marissa haque yang sudah
tidak muda lagi, bahkan bisa dibilang setengah tua ini, staminanya pasti
gampang kedodoran, hingga pengaruh obat kuat yang diberikannya kepada marissa
membuat wanita itu tersiksa karena belum juga mencapai orgasmenya.
“baiklah.. kita pindah ke kamar ya ..”ujar sardi
kembali berdiri dan menarik tangan marissa haque.
“ yahh..terserahh kamuuu...” desah marissa haque
pasrah.
Mereka keluar
dari kamar mandi menuju peraduan.
“pinggang saya sakit sardi..”rintih marissa haque.
Namun sardi mengabaikan marissa haque yang
terlihat sudah habis stamina itu,dia mendorong wanita itu hingga terbaring
diatas peraduan. Lalu tubuh lunglai marissa haque digesernya sedikit keatas,
hingga kepala wanita itu berada di sisi pinggir peraduan dan kepalanya berada
di sisi spring bed dan tengadah kebawah hingga rambut wanita itu terurai dari
atas. Sementara itu kedua paha mulus wanita itu dibukanya lebar-lebar dengan
kedua tangannya, hingga lobang kawin marissa haque menganga lebar, tampak di
bibir kemaluan wanita itu ada cairan-cairan kental.
“uhh.. mau
diapain aku sardi,...aku ndak mau beginii... sakitt..”protes icha ketakutan
Tiba-tiba sardi menghujamkan kembali penisnya
kedalam vagina marissa hauqe,yang tidak siap menerimanya hingga wanita itu
memekik kuat..
“oooougghhh...”jerit icha, kali ini dia merasa
sardi menggenjot tubuhnya dengan penetrasi cepat
“ uhh..pelann..pelann,,, sakitt... awwhh..” jerit
icha panik, namun sardi tidak mempedulikannya, dia terus menggenjot lobang
kawin wanita itu dengan buas. Kedua tangan icha bertumpu pada sprei kasur itu,
tak kuat menahan gelombang birahinya yang kembali berkobar, kedua tangannya
menggenggam dan meremas sprei itu hingga acak-acakan.
“oohh..ohhh...uughh.. saaa..rrdd..iiiyyhh....”
dengus icha bagai kuda betina, dia mulai merasakan kenikmatan disela rasa sakit
diselangkangannya. Kedua buah dadanya bergoyang naik turun dan tubuhnya basah
bersimbah keringat.
“ ohhh... enaknya jepitan memekmu
mbakkk....ohhh.... enakkk... sekali ngentotin kamu mbakk,.....” ucap sardi
sambil terus berpacu menggenjot penisnya.
Icha mengatur nafas seiring tempo genjotan sardi..
baginya malam itu pria itu sungguh perkasa, selain memiliki penis yang
berukuran besar, jauh lebih besar dari punya suaminya.
“ kaam..muu
kuattt bang..ngettt..ohh..”ujar icha terengah-engah,penis sopirnya itu
seakan akan membuat liang vaginanya sesak.
Lama kelamaan icha merasa genjotan sardi makin
cepat dan dia pun merasa klitroris nya berdenyut ,marissa haque menggigiti
bibirnya dan berusaha mengapit penis sardi dengan kedua pahanya, namun pahanya
disandarkan sardi ke bahunya, dan pahanya sekarang mengapit leher sardi ,
diiringi jeritan kuat marissa haque melepaskan orgasmenya
“ooooooooooohhh.......”jeritnya panjang. Seketika
tubuhnya lemas tanpa tenaga, dia biarkan sardi terus menggenjotnya.semakin
cepat terasa genjotan sardi tiba-tiba sardi menekan selangkangannya hingga
kepala penis sardi menyentuh rahimya,sardi meraung kuat. seketika marissa
merasa rahimnya disemprot oleh cairan hangat beberapa kali. Dirinya kembali
meringis saat rahimnya diisi benih sopirnya itu.
Suasana hening beberapa saat. Tidak ada aktifitas.
Yang terdengar hanya suara nafas sardi dan dirinya, namun sardi belum mencabut
penisnya dari lobang kawinnya.
Marissa haque berusaha mencabut penis sardi keluar
dari kelaminnya. Setelah terlepas, marissa menjerit kaget karena sperma sardi
cukup banyak mengucur keluar dari liang vaginanya. Saat itu juga samar-samar
gelombang kesadaran mulai merasukinya. Namun akibat kecapekan marissa hanya
berusaha membersihkan sperma sardi di daerah kewanitaannya sambil menangis
segugukan. Dan tak kuat menerima kenyataan bahwa dia telah berzina dengan
sardi, sopirnya, marissa haque tertidur antara pingsan dengan rasa letih yang
mendera fisik dan mentalnya........


















