`
PERJALANAN SEORANG GIGOLO METROPOLIS
( Rape Marissa, Fuck Camelia and Suck with Minati )
( Rape Marissa, Fuck Camelia and Suck with Minati )
Jumat pagi itu, aku
hanya setengah hari ke kampus. Siang dan sore itu memang terasa agak berbeda
hari ini. Mungkin karena akan ada kejadian istimewa yang akan kualami sebagai
pengalaman baru makanya gairah jadi lebih dari hari-hari biasanya. Saat itu,
usiaku baru 22 tahun. Usia yang tak sebanding dengan pengalaman hidup yang
kualami. Bayangkan, di usia sedini ini, aku sudah pernah bersetubuh dengan
beberapa orang artis paruh baya yang cantik.
Satu orang bernama ..Camelia Malik.., mantan ratu jaipong indonesia, satunya lagi, artis senior Minati Atmanagara, yang “memelihara” selama 2 tahun ini jakarta, sebagai pemuas nafsunya . yang terakhir dan paling seru adalah, Marisa Haque, seorang artis dan politikus yang juga menjadi salah seorang dosen dikampusku, sebenarnya bu marisa baru dikenalkan oleh bu mia padaku seminggu yang lalu, diceritakan bu mia bahwa bu marisa sedang mengalami stress ringan karena belum adanya kepastian dari pemerintah masalah penunjukannya sebagai anggota DPR
.Ditambah isu suami bu icha digosipkan CLBK dengan mantannya. Nah....saat
itulah Bu mia mengenalkanya padaku. Setelah kami bertiga ngobrol ngobrol
beberapa saat, bu mia meninggalkan kami
berdua. Mula-mula bu icha canggung saat berduaan denganku di sebuah kamar
hotel. Namun aku amat bernafsu dan penasaran dengan kecantikan wajahnya yang galak dan body nya yang
tinggi padat itu. Dengan nekad saja kuperkosa dia dengan sedikit paksaan.
Mulanya sih ia meronta ronta ketakutan. Aku berusaha mengejarnya di kamar hotel itu, karena kami
berdua saja didalam hotel yang kedap suara itu, Bu Marissa haque berhasil aku
taklukan. Aku pun menindihnya diatas ranjang hotel dan memaksa membuka seluruh
pakaiannya nya yang selalu tertutup.
“ Tuu,,tungguu ... Eh... kamu mau
perkosa sayyaa... ohhh... “ jerit marissa haque, namun aku menafsirkan wanita
cantik itu telah tersulut nafsu dengan perlakuan ku. Setelah baju kurung nya ku
preteli berikut celana panjangnya satu persatu, dengan kasar kulorotkan celana
dalamnya nya hingga lubang surganya yang tercukur rapi itu terlihat. Dan tanpa
buang waktu lagi ku buka celanaku. Marissa haque agak terpana juga melihat
ukuran penisku yang gede. Dan tanpa banyak bicara kusorongkan penisku kedalam
liang vaginanya
“ oouuhhhh....sshhh... ‘ terdengar
jeritan tertahan Marissa Haque dengan mata terbelalak saat penisku menerobos
lubang kenikmatannya. Seterusnya jeritan nya berganti dengan desahan desahan
penuh kenikmatan.
“ auuhh... sshh... ouhhh... terr,,uuss.. oo.hh.. mmphhh... “ terdengar
jeritan meminta aku terus menggenjotnya tanpa disadarinya. Malahan mama cantik
itu mulai mengimbangi genjotanku dari bawah. Ternyata goyangan bu
marissa masih hot, terasa dia mengimbangi goyanganku dengan arah berlawanan
hingga penisku terasa dipelintir pelintir oleh lubang kawinnya...
“ memang wanita berpengalaman..” bathinku. Dan kurasa kedua kakinya
merangkul melingkari pinggangku.
“ Terusss....owwhh.. owwhh... ennnaaknyaa.. uh.. duh gusti.. ndak tahan
akuuuu....!!iihh.... Arrrgghhhhh..!!!!! “ jeritnya dengan mata terbelalak.
Pertanda Bu marissa hampir menggapai
orgasme. Aku mempercepat genjotanku hingga penisku terasa licin keluar masuk
lobang surgawi wanita yang terkelanal alim itu. Marissa haque makin liar dibawah
tubuhku dan menggigiti bahuku. Kemudian diiringi jeritan panjang dari Marissa
haque aku menyemprotkan pejuku didalam rahimnya.
“ croottt,,, crottt...” sprema ku
beberapa kali muncrat. Kurasa Bu marissa memelukku dengan erat sekali, seolah
tak mau melepaskan aku yang berada menindih tubuh montoknya.
“ auuhh.... ennakkknyaaa.... “ desahnya memicingkan matanya.
Horny yang begitu dahsyat
dialami wanita setengah baya yang cantik itu seakan membuatnya lupa bahwa dia
telah aku perkosa.
.
Setelah kami
selesai berhubungan badan beliau menangis dan mengatakan menyesal dengan apa
yang barusan terjadi. Aku berkata semua itu
telah terjadi begitu saja, dan jangan menyesalinya.
Aku mengelus
elus punggung Marissa Haque dengan menenangkan
“Puaskan
dirimu Bu Marissa .. kekecewaan dalam hubungan badan dengan suamimu atau jika ibu stress
dengan semua aktifitas ibu, bisa Bu
Marissa salurkan padaku, aku hanya menolongmu saja Bu Marissa..” Ujarku
menenangkanya. Akhirnya do’i terlelap
dalam pelukanku dia hotel itu sampai sore.
Sorenya do’i bangun dan mulai terbiasa dengan kemesraan kami. Bu Marissa
mulai mengenakan pakaian dalamnya. Namun melihatnya ber bikini aku kembali
mengajaknya bercinta.
“ udahlah ... saya capek.. lain kali ya... “ tolaknya saat aku menciumi
pipinya. Namun marissa haque sempat juga melayani ku melakukan frech kiss. Walau
sudah berusia hampir 50 tahun, Tubuh wanita cantik itu masih sangat mulus, malahan bertambah
montok.
Akhirnya aku membiarkan do’i untuk pulang, sebelum meninggalkan kamar aku
sempat meremas pantatnya yang montok.
“ ihh... nakal..” ujarnya malu. Setelah kejadian itu, wanita yang terkenal
sebagai istri yang setia pada suaminya itu malah itu rajin meneleponku, mulanya sih say hello, namun aku memancingnya dengan cerita porno dan
lama kelamaan do’i mulai terbiasa bercerita ngeres dan jorok denganku... Ha ha ha... Gak disangka juga wanita
seperti Marissa haque pun takluk oleh keperkasaanku di atas ranjang.
Lain lagi dengan Camelia malik,... Bisa kukatakan bercinta dengan beliau paling seru karena artis setengah baya yang satu ini ternyata punya libido yang lebih heboh lagi. Bahkan lebih kunap dibanding Ibu angkatku, Minati Atmanagara yang telah memelihara ku sebagai pemuas nafsunya selama beberapa tahun belakangan ini.
Sejak pertama kali berhubungan badan denganku, - waktu itu bu Minati yang mengenalkanku - ia sudah tak
malu-malu memintaku untuk melayaninya hampir tiga kali sehari. Tak mengenal
tempat, Bu Mia, panggilan akrabnya, malah pernah dua kali memintaku
menyetubuhinya dalam mobilnya. yang saat itu kebetulan sedang sepi.
Saat itu aku dijemput beliau di kampusku, dan saat masuk mobilnya do’i
sedang berbirahi dan langsung menarik ku ke jok
belakang dan akupun menggumulinya. Suasana tempat mobil
bu mia parkir emang saat itu sedang sepi Buk Mia menindihku dari atas dengan gemas dan mama cantik itu membuka pakaianku dengan cepat.
“Ayoo buka celanamu sayaang... Bu Mia nggak tahan
mau oral kontolmu” tarik Camelia Malik membuka reslutingku
dengan cepat. Dan Camelia malik mengeluarkan
batangku dengan cepat
“Bu Mia .. kangen sama punyamu sayang“
unjuk Camelia
malik dengan memandang penisku
mengedipkan mata dengan genit, , kemudian dengan penuh nafsu Camelia Malik kemudian membuka pakaiannya, dengan tersenyum nakal padaku, pakaiannya
ditanggalkan kemudian dibuang ke depan, buah dadanya yang masih terbungkus cup
BH, kemudian Camelia malik melepas BHnya lalu dilemparkan
dan tersampir di stir mobilnya. Aku membiarkan wanita STW
itu larut dengan nafsu birahinya, buah dada Camelia malik yang kecil dan agak melorot itu sangat indah bagiku, kemulusan tubuh putihnya, yang walaupun
agak bongsor sangat menggodaku, kemudian
aku duduk dan menarik kaki camelia malik sampai selonjor dan langsung
kutarik celana dalamnya..
Aku melemparkan
celana dalam milik Camelia malik ke mukanya, celana dalam itu
menerpa wajah Camelia malik kemudian jatuh dipangkuannya, Camelia malik langsung melemparkan celana dalamnya dan
tersampir di stir menumpuk dengan BH itu.
“Ayo Bu Mia udah nggak tahan … pengin ngemut kontolmu
sayang “ ujar Camelia malik menarik celana dalamku yang sudah
melorot itu, kami akhirnya berdua telanjang bulat di jok belakang itu. Penisku
tak tahan memlihat Camelia malik yang telanjang tanpa sehelai
benangpun
Camelia malik menarik
tanganku ke buah dadanya, kuremas buah dada milik Camelia malik dengan pelan, kususuri buah dada sebelah
kirinya itu dengan memutar.
“Ohh .. aaah .. yaaaak .. puasin aku sayanngggg...“ rajuk Camelia malik dengan tersenyum. Tangnku kemudian menyusuri
bulatan di sebelah kanan itu dan kuremas sekuatku, kemudian aku maju menindih Camelia malik sampai dirinya bersandar di pintu keluar
mobilnya, sambil meremas buah dadanya, aku langsung
melumat bibir seksi Bu mia dengan rakus
.
“Hhhhhhhhssssssssssssssss.
… hhhhsssssss. .. terus sayangg .. teruuuss aaah .. “ lenguh Camelia malik semakin keras, birahi Kami berdua semakin
panas saja apalagi di dalam mobil sehingga membuat badan kami banjir keringat. Dengan
sangat kewalahan camelia malik melawan serbuanku yang terus mengelus,
meremas, dan melumat serta mempermainkan vagina Bu Mia dengan tanganku.
“Aaaaaaaaaaw
.. Haaaaaaan … aaaaaaaaaaaah “ erang Camelia malik dengan
keras membuatku maju dan menindih do’i, kedua kakinya menjepit pinggangku dengan gemas dan
langsung melawan lumatanku yang menghisap bibir seksi mama cantik itu.
Tak lama kemudian Camelia malik mendorong dadaku sehingga aku beringsut
mundur, kedua kakinya melepaskan jepitan, aku langsung
bersandar di pintu mobil itu.
Tangannya menggenggam dan meremas penisku dipermainkan dengan jari jari tanganya mengitari sambil menaikan turunkan
tangannya, dikocoknya penisku dengan cepat olehBu Mia, dengan membungkuk dan akhirnya langsung
melahap penisku dengan rakus lalu dikeluar masukan dalam mulutnya
“Hhhhhhhhhmmmmmmmmmmm
….. “ ucap Camelia malik ketika mulutnya penuh dengan
batangku. Lalu batangku dikeluarkan lagi sebentar dan dengan sangat rakus kembali melahap penisku hingga tertelan dalam mulutnya. Berulang ulang Camelia Malik dengan nakal mempermainkan batangku dengan
penuh nafsu, nafasnya semakin memburu.
“Uhh.... enak buu miaaa
... terusss bu mia sayangkuuu..“ ujarku
Dikocoknya
penisku dengan sangat keras, aku menjadi semakin tidak tahan
dengan kocokan tangan Camelia malik yang berpengalaman itu. do’idengan
keras dan cepat mempermainkan batangku.
“Buuuu
..aaaaaaaaah .. Bu …aaah Miiiaaaaaaaaa … aaah .. nakal aaah “ kataku dengan gemas
“Duh .. kamu suka dioral ya “ balas Camelia malik genit sambil mempermainkan
batangku dengan tangannya naik turun terus itu.
“Gimana
sayang ?” tanya Caamelia malik dengan
mengocok terus dan akhirnya berhenti kemudian kembali mempermainkan penisku
dengan lidahnya, disapunya batangku dengan lidah nya itu naik turun.
“Bu mii..yaaaaaa .. enaaaaaak ..
Uuuuuuuh aaaaaaaaaaaaaaah ..hhhhhhhhhhssssssss “ lenguhku tak karuan. Aku merasakan mulutnya
menyedot keras penisku. Semakin lama semakin cepat seponganya
“ buuu.... saya
mauuu... ohhhh..!!!!!!” jeritku panik,
“Crooooooooooooot…..croooooooooot
..crooooooooot “ kusemburkan isi buah pelirku dengan menembak kedalam mulut Camelia
malik,
Kami berdua sampai ngos ngosan memuaskan birahi kami. Lama kami terdiam
dengan penisku yang menyusut dengan cepat.
“Yuuuk sayang .. kita lanjut di hotel saja saja .... “ ajak Camelia malik dan kami
melanjutkan bercinta di hotel.....
Itulah gambaran nafsu sex wanita keturunan arab itu.
mantan ratu jaipong yang masih menggairahkan.Amat berbeda dengan
kesehariannya, rumah tangga bu mia dan suaminya bahkan tidak pernah di terpa
gosip miring. Kata bu mia Suaminya sudah ko'I'd, tak kuat lagi melayani libodo sexnya yang
memasuki puber ke 3 itu,. Bahkan dalam sehari, dia bisa sampai tiga kali dia minta aku
mengencaninya. Mulai dari oral sex, sampai bobok bobok siang dihotel langgganan
kami.
Dan yang sekarang, paling seru adalah rencana bu mia mengajak ku
melakukan threesome dengan Bu Icha (panggilan bu Marissa Haque).
Sesuai kesepakatan, hari ini bu mia kembali memintaku untuk melayani birahinya. Aku dimintanya menunggu di hotel langganga tempat kami biasa bercumbu. Rencananya bu mia berusaha untuk turut serta mengajak bu Marisa Haque, yang hari itu memang memiliki jadwal mengajar dibeberapa kampus. Jadwal bu icha jelas paling padat diantara kami bertiga.
Dengan bersemangat, aku yang sedari pagi memang terus memikirkan hal itu
jadi tegang seharian. Tak sabar rasanya ingin segera mengetahui apakah ibu
marisa yang cantik dan makin montok itu akan setuju atau tidak dengan ide
Bu Mia.
Meski tak seratus persen yakin, aku sangat berharap para macan (mama mama
cantik) menyetujuinya. Bayangan-bayangan
vulgar dua tubuh perempuan paruh baya yang cantik cantik, keduanya montok dan
bahenol itu tergambar jelas di benakku, bagaimana jika dua tubuh mulus dalam
keadaan bugil itu ..tersaji.. dan menggoda gelora api birahiku. Ah! Aku
benar-benar menginginkannya segera! Ya, segera!
Aku memasuki kamar hotel yang telah di booking sebelumnya oleh Bu mia, siang jam 12.30pm. Badanku menghempas dan telentang di kasur empuk itu. Telanjang sudah, tanpa CD dan tanpa selimut. Kubiarkan dinginnya aircon menerpa seluruh pori-pori kulitku, karena sebentar lagi, seorang perempuan -yang kurang dari empat hari ini mulai mengisi ..jadwal ngentotku.. di sela-sela aktivitas seksual keseharian dengan Bu Mia- akan datang dan kuyakin membawa berita baik tentang rencana 2 to Fuck.. yang kuimpikan sejak Bu Mia mengatakannya. Betapa beruntungnya aku dapat.
Merasakan nikmatnya memek para artis setengah baya yang
haus belaian sexual laki laki muda, di usia mereka yang beranjak senja itu.
Seolah aku adalah oase tempat mereka melepas dahaga sexual mereka yang telah
bertahun tahun tidak mereka rasakan akibat jenuhnya hubungan mereka dengan
suami suami mereka.
….ting tooong..,.. bel pintu berbunyi, aku melompat ke arah pintu dan langsung mengintip melalui lubang kecil disana. Oy oy! Perempuan paruhbaya bertubuh sintal dan bersusu montok ini datang juga rupanya. Berpakaian gaun lebar motif garis dicampur abstrak berwarna dasar hijau putih hitam sepanjang lengan, mempertontonkan putihnya kulit dan kemontokan buah dada nya tak mampu sembunyi dibalik baju feminim itu. Berbeda dengan penampilan nya sehari hari yang selalu berpakaian terutup dan mengenakan kerudung. penampilannya kali ini sungguh seperti tante girang yang elegan. Tak ada kerudung yang biasa beliau kenakan.
Uuuh, ia sangat tahu seleraku rupanya, terusan berkancing depan
dengan dada rendah itu seperti memacu adrenalin kelelakianku untuk tak sabar
menunggu tanganku yang membuka pintu. Dan begitu ia masuk, aku cepat menutup
pintu dan dengan gerakan yang ia tak sangka-sangka, kudekap dari belakang.
Langsung menyingkap gaunnya. Tangan kananku mendekap erat pinggangnya dari
belakang, yang kiri menyingkap bawahan gaun itu dan langsung menyambar
vaginanya yang masih tertutup oleh celana dalamnya, lalu kuusap usap dengan
kasar hingga pemiliknya gelagapan seperti tak siap.
Tapi begitu wajah manis
yang tak lain tak bukan artis Camelia Malik itu sedikit menoleh kebelakang, aku
langsung menerkam bibir sensualnya. Keciplak-nya pun jadi memicu birahi untuk
segera menggumuli
ibu cantik ini!
Bu Mia memang tak lagi sempat berkata-kata, ini kali pertama sejak affair kami, aku ..memperkosanya…aku menikmati pemerkosaan, sama saat aku berhasil memperkosa Marissa haque seminggu yang lalu.
Dan akhirnya, meski kelihatan
sedikit meronta-ronta -rontaan menahan geli-, ia pasrah juga saat kubaringkan
terlentang dengan pakaian yang masih melekat tapi awut-awutan itu. Kakinya
mengangkang dan menjuntai di pinggiran tempat tidur, setengah dari kancing
depan dada gaun terusan itu terlepas dengan cup BH yang kutarik keatas,
menunjukkan eksistensi kemolekan buah dadanya, di pinggiran puting kiri susu
itu bahkan masih tampak sisa kenyotan mulutku saat pertama ngentotin artis
mantan ratu dangdut tahun 80 an itu.
Kuangkat keatas kakinya tinggi-tinggi, lalu kucopot celana dalamnya yang berwarna putih itu, setelah itu kukangkangi kedua kakinya ke kiri ke kanan lebar lebar, menunjukkan jelas rekahan vagina yang lebih senang aku sebut vegy merah berbulu lebat itu, menggoda sekali. Dan buah zakar, pelir atau kontolku mengacung keras dan bersiap masuk menerobos pintu lunak yang rupanya telah basah itu.
….sudah basah ya, tante.. Cepat banget basahnya…. itu kata-kataku yang baru pertama keluar sejak ia memasuki pintu kamar, aku memang memanggilnya TANTE pada Bu Mia. Ia yang minta begitu utk membedakan panggilannya dengan ibu angkatku. Aku juga senang, karena menurutku, kata TANTE mengandung konotasi BINAL dan bukannya mengeluh atas perlakuanku, ia malah semakin gila, meraih penisku dengan tangannya lalu menuntunnya ke lubang senggamanya dan edan !!!! Beliau sekarang menggesek-gesekkan kepala penisku di pintu vaginanya yang sudah ..siap coblos.. itu.
….hhhh..saaay..dari tadi juga tante basaaaaah mikirin kamu, ayyooohh aahhh, punyaku minta dimasukin segeraa aaahh..!!!!.. jeritnya sambil mendesah-desah mengiringi tarian kepala penisku yang masih saja hanya sekedar menggelitik clitoris diatas bibir memeknya yang telah basah itu.
Aku pura pura tidak mengacuhkannya, hingga bu mia makin gemas melihat tingkahku.
“….kontol! Setan! Monyet! Cepat setubuhi aku! Kalau tidak, awas ya. Setan! Anak kurang ajar!!, kalau kau terus mengucel itilku begini, aku bisa keluar duluan…" ujarnya kalap dengan nafas tak beraturan. Kurasa itilnya sudah gatal dan minta dimasuki oleh penisku.
Lengkap sudah pemandangan penuh sensasi ini, Bu Mia artis paruh baya itu- kini seperti tante girang yang binal, mengemis untuk segera kusetubuhi, tak peduli terusan hijau garis, panjang dan berenda itu masih melekat di badannya, bahkan sepatu putih berhak tinggi itu belum terlepas dari kedua kakinya. Kedua betisnya terpegang tanganku kiri kanan, pahanya otomatis membuka lebar celah pangkal dimana barang nikmat berbulu lebat itu merekah dan betul-betul siap menerima sang tamu besar nan panjang yang hampir setiap hari selama minggu ini mengunjunginya dengan teratur.
Segera saja aku menyudahi permainan kepala penisku yang menggesek dan menggelitik bibir memeknya, kupasang tepat menempel di mulut liangnya dan dengan penuh tenaga, sekali dorong kuhabiskan membenamkannya amblas hingga tak tersisa.
….Oooooohhhhhhh!!!! Yessssss!!!! Aaaaahhhh!!!!.. jerit Camelia Malik dengan keras, seolah melepas ketidaksabarannya menanti. Penisku mentok membentur dasar liang vagina yang telah pernah dua kali dilalui jabang bayi itu. Tetap nikmat dan menjepit, senut-senut di dalam sana, aku menarik hingga kira-kira setengah…
….Uuuffff….nnggg..,.. bibir sensual Bu Mia mengepit keras, seiring denyut vaginanya yang seakan menyedot kembali batang penisku yang hendak lanjut keluar.
….masukkan lagi... Terus genjoooott saaaayyyaaangg..aaaahhhhh,.. desahnya saat aku menunggu sejenak sambil memandangi tubuh bongsor artis parubaya ini. Tanganku meraih buah dada yang sedari tadi ..menganggur.. di sela belahan depan gaunnya yang terkoyak.
….remeeesss..susu tanteeee…radiiiiiiitttt ooohhhh,. Jangan berhentiiii ohhhhh...." Jeritnya keras..
….tante belum cerita bagaimana hasil ngomong dengan ibu Marisa..,.. aku berkata sambil menghentikan gerakan turun naik di atas pangkal pahanya, membuat Bu Mia cukup senewen.
….ayo goy ang dulu saay..nanti tante ceritaiiinn..uuufff tanggungg niiiihh,.. ia mencoba menggoyang pinggulnya kesamping. Mungkin berharap aku akan terpengaruh dan lanjut menggenjot atas bawah. Tapi kudiamkan saja, sengaja kupermainkan kenikmatan yang dialaminya.
….ooouuhhh, jahaaatt kamuuuhhh,.. ia menampar dadaku pelan, menunjukkan kekesalannya karena tak mampu menaikkan pinggulnya untuk memasukkan penisku yang hanya menancap sampai kepala. Tentu Bu Mia tak mampu, tubuhnya terlalu berat untuk mengangkat dengan posisi begitu.
….OK, sayang! Huuuh..Tante mau cerita, tapi please, goyang dooong, Tante ngga tahan kalau kamu diam begitu,..
….deal! Akan saya goyang perlahan dan tante cerita…, hmmmm..sssshh,..
….Sebenarnyaaaa .....Si Marissa itu mauuu saaayyy….hhhhhh yesss..ooouuuhhhhh,..
….ooohh yaaahhh.. Masssaa iiya katanyaaah….koq dia gak dattaangg
….diaa bilaaangg masssii hhh bannyy aak kerjaaaannn....
….jaddii kapaann ???…. Apa gak rissih dia nyaaa ??? aku bertanya
….ooouuhhh..ssshhh risiiih jugaaahhh..,..
….nah trus…. aku berhenti sejenak sampai ia merengek minta diteruskan.
….hhhhh…makanyaaahhh bertahaaapp..ooouuhh goyang saaayyy ooouuff,..
….bertahap gimana…. aku diam lagi
….hhhh..jangan berhenti ddoooong, ssshhh maksuudnyaahh kita main duluan, nantiih si Marisa itu bergabung setelah kita main setengah ronde, biar ngga cangguuungg…hhhhh yaaah ooh yaaahhh ooohhh yaaahhh,..
….maksudnya hhhh tante Icha gabung belakangan gituuuhhh …. aaahhh……
….iyaaahh saayyy..tunggu kita setengah ronde permainan dan dia nya datang langsung gabuuungg…sssshhhh,..
….kenaaapaaah..nggaa seekaaaliiiaan ajaahh langsuuung gituuhh…. kupercepat genjotan akibat membayangkan bagaimana nanti aku bermain dengan dua wanita paruhbaya yang jelita ini.
….tantee siiih mauuhh ajaaahh..taaapiii si Marisa kaan yang mintaa, oouuhhh genjoot lebih keras lagiiihhh diiiittttt…ooohhh..yesss..tante ntarrr lagiiihh niihhh,.. ujar Bu Mia terengah-engah mencoba mengimbangi hempasan di pangkal pahanya. Sebentar lagi ia rupanya akan orgasme. Aku sudah hapal benar ..tingkah.. dan ..kebiasaan.. perempuan paruhbaya dan kelaminnya saat mereka menjelang orgasme. Kucoba mengatur permainanku agar ia lebih lama lagi. Aku memperlambat gerakan dan menjulurkan lenganku kebalik punggungnya, langsung memeluk dan mencium, dengan mesra.
….jangan keluar dulu tante, Radit mau tante lebih lama karena hari ini tante kelihatan cantik sekali,.. aku mencoba merayu untuk mengalihkan perhatiannya.
….ouuuufff….ooohhh..kamuuhh bilang..tantee cantiiikk.. Hhhh…aaaauuuhhh..cantik mana sama oouuhhh Si Marisaaaa... uuuuhhhh.. Hooohhhh..ssshhhhh,..
….sama-sama cantik, tante sayang…., saya suka sekali penampilan dan tingkah tante seperti ini,.. Hot banget...
….bisaa ajaaah kamuuuhh saaayy..oouuhhh nikmatnyaah goyangan kamuuuuhhh..tante bisa gilaa kalau nggak main sehari aja sama kamu..oooouuhhh..yesss..yesss..yesss,..
Aku berhasil juga membuatnya bertahan lebih lama, dengan gaya yang romantis itu tadi, yang tentu saja mengalihkan perhatian dan membuat ia GR dengan pujian-pujianku. Saat ini aku memang ingin kami mencapai klimaks bersama-sama, oleh sebab itulah saat penisku merasakan gejala klimaks di dinding vagina Bu Mia, aku langsung berhenti bergoyang. Hasilnya, sudah 30 menit permainan, ia belum keluar juga, aku pun berusaha untuk mencapai klimaks yang segera. Setiap gesekan dinding penisku dan vaginanya, sangat kuresapi sehingga beberapa saat setelah kira-kira 45 menit persetubuhan itu berjalan aku mulai merasakannya.
….oooouuuhhh..tanteeeeehhh…keluar sama-sama yuuukk say…,..
….uuuuhhh..yesss..ayo sayaaaangg..tanteeeh juga sudaaah nggaaaa sangguuup lagiiiiihh oouuuhhhh…ooohhh..yessss..yesss..yesss..yesss…aaaa u uuhhh….nikmaaatnyaaaahhh oou uuhhhh….hhhh.... Raddiitt.....raaaadiitt raditttttt.....!!!yesss!!! yes!!! Tekan sayang, tekan sayaaaang..,.. desahannya berubah jeritan, aku juga semakin mempercepat naik turun, kini menghempas keras pinggang kami.
….Yes tante! Tante! Tante! Tante! Ooouuuhhhh…..goyang dong sayang oouuhh!!!.. Goyyyaang jaipoooongg dong...
….Peeeluukkk tanteeehhh aaaoouuuhhh..sayaaang peluk tante, peluk tante oouuhhhh!!..
Akhirnya ia melepas juga, menyembur didalam sana, dari lubuk rahimnya keluar cairan hangat menerpa kepala penisku.
….oooouuuhhh..yeeess..tante, tanteeeeeee oooooohhhhhhh!!!!.. aku melepas juga beberapa detik setelah Bu mia orgasme. 1,2,3,4,6,7,9,12,,15kali semburan spermaku di dalam liang vaginanya. Penuh! Sampai menyembur beberapa tetes keluar dari kemaluan Bu Mia. Lama kami saling mendekap erat sekali, aku menindih sambil memeluk kuat tubuh bagian atasnya, benar-benar lezat tubuh artis paruh baya ini, kedua payudaranya tergencet dadaku. Bibirnya kubekap dengan bibirku, kusedot lidah Bu Mia, kutelan liurnya hampir tak bersisa. Bu Mia juga dengan antusias menyedot lidahku. Luar biasa permainan ini!
….mmmmhhhh….nikmatnya saaay….tante puas sekali..,..
….saya juga tante, tante tadi hebat!.. pujiku
….hebat gimana say….
….bisa lama begitu, saya puas sekali,..
….Ah, itu karena kamu yang ngajari tante. Mulanya sejak tadi tante sudah hampir sampai tapi karena kamu ajak ngobrol jadi tante bisa bertahan lama,..
….pokoknya tante luar biasa, nanti kalau main bertiga tante juga harus mengatur biar bisa lama seperti tadi,..
….akan tante coba, tapi biasanya tante ngga bisa kontrol, kalau sudah terasa geli sedikit aja, pasti tante langsung genjot trus keluar deh..,.. akunya polos. Kucium pipinya dengan mesra, bu mia membalas sampai beberapa menit setelah itu ia minta istirahat dulu karena seharian tadi ia sudah ..kerja keras.. merayu Bu Marisa haque supaya mau main bertiga.
Kubiarkan ia tertidur disamping aku yang melamun membayangkan bagaimana rasanya besok kami (aku, Bu Mia dan Bu Icha, Marisa Haque) akan menikmati dua hari di Villa puncak, main bertiga untuk yang pertama kalinya. Kubayangkan bagaimana aku akan melayani dan dilayani dua perempuan cantik paruhbaya bertubuh montok ini. Satu adalah wanita berdarah arab yang cantik dan elegan yang selama ini menjadi partner seks tetap dan satunya lagi adalah artis dan juga dosen di kampus, si cantik blasteran pakistan madura, Marisa Haque.
Bu Mia punya buah dada besar, seperti Minati Atmanagara, ibu angkatku. bisa untuk menjepit penisku. Memeknya
berbulu lebat sekali, aku hobi menjilatnya, mainnya kreatif dan punya banyak
ide untuk membuat aku selalu merasa berbeda dari waktu ke waktu.
Sementara Bu Icha punya wajah yang amat cantik, anggun, namun
menggairahkan, karena selalu pakaiannya selalu tertutup, aku jadi penasaran dan
membuat setiap orang yang memandangnya jadi nafsu, susunya tak sebesar
milik Bu Mia, tapi aku suka bentuknya yang bulat seperti mangga, walaupun sudah
sedikit turun karena usia dan dua orang anaknya yang sebaya denganku yang
menetekinya dulu.
Yang paling kusuka dari Bu Icha adalah memeknya yang masih terasa sempit,
walaupun tidak se-..empot-empot.. memek Bu Mia, yang memang keturunan arab,
memek Bu Icha terasa lebih mencengkeram. Mungkin karena aku baru memakainya
beberapa kali saja dibanding memek Bu Mia yang hampir tiap hari dan tiap jam
aku jejali dengan penis perkasa ini.
Gara-gara keasikan melamunkan bayangan vulgar itu, aku jadi tegang lagi. Sejam saja sejak orgasme tadi, aku kembali meminta jatah dari Bu Mia. Malah kali ini kubiarkan ia terlelap dan dengan hati-hati kumiringkan badannya dan menekuk satu kakinya kedepan. Dengan hati-hati setelah menempatkan diri berjongkok di belakang pantatnya yang semok itu, aku menempelkan kemaluanku tepat dibibir vaginanya yang masih saja basah akibat tumpahan cairan kelamin kami tadi. Blesss!!! Sekali dorong, langsung tertembus. Pemiliknya kaget dan terbangun, menemukan dirinya sedang dientot lagi.
….oooouuhhh….saaayyy…kamu jahaaaaatttt..aaaaaaaaahhhh..,.. meski begitu ia menikmati juga.
Akhirnya permainan itu berlangsung juga, kubawa ia terbang melayang berkali-kali sampai setelah itu aku melepas untuk yang keduakali hari ini dalam vaginanya. Ah..BuMia, Bu Mia…Nikmatnya memekmu!!!
Gara-gara keasikan melamunkan bayangan vulgar itu, aku jadi tegang lagi. Sejam saja sejak orgasme tadi, aku kembali meminta jatah dari Bu Mia. Malah kali ini kubiarkan ia terlelap dan dengan hati-hati kumiringkan badannya dan menekuk satu kakinya kedepan. Dengan hati-hati setelah menempatkan diri berjongkok di belakang pantatnya yang semok itu, aku menempelkan kemaluanku tepat dibibir vaginanya yang masih saja basah akibat tumpahan cairan kelamin kami tadi. Blesss!!! Sekali dorong, langsung tertembus. Pemiliknya kaget dan terbangun, menemukan dirinya sedang dientot lagi.
….oooouuhhh….saaayyy…kamu jahaaaaatttt..aaaaaaaaahhhh..,.. meski begitu ia menikmati juga.
Akhirnya permainan itu berlangsung juga, kubawa ia terbang melayang berkali-kali sampai setelah itu aku melepas untuk yang keduakali hari ini dalam vaginanya. Ah..BuMia, Bu Mia…Nikmatnya memekmu!!!
Sampai di rumah malam itu, aku langsung masuk kamar. Dan betapa aku
terkejut melihat pemandangan di dalam sana. Di tempat tidurku sudah berbaring
seorang perempuan paruh baya, mengenakan bh sport, dan celana
pendek napster, menampakan lekukan body nya yang sehat dan masih montok. Wajahnya menyunggingkan
senyum yang lebih berarti ajakan bagiku untuk segera ..menyantap.. hidangan itu
mentah-mentah! Wanita setengah bayaitu tak lain dan tak bukan adalah ibu
angkatku, artis Minati Atmanagara rupanya juga
menginginkan itu, hanya dia yang berani masuk kamarku tanpa permisi padaku,
begitu aku duduk di pinggiran tempat tidur dan akan menciumnya ia menyambut
dengan antusias. Tangannya langsung dengan cekatan mencomot satu-persatu
pelapis tubuhku.
Ibu angkatku, artis Minati Atmanagara, adalah seorang artis film ditahun 80-90 an. Saat muda do'i banyak membintangi film
film panas. Di kalangan artis beliau dikenal sebagai instruktur senam dan
masih kerap main di sinetron stripping sebagai ibu-ibu yang jahat. Walau sudah
paruh baya, tapi masih tetap seksi, memiliki kulit putih bersih dan tubuh yang
padat karena selalu dibentuk dengan senam-senam yang dilakukannya.
“….kamu jahat membiarkan ibu menunggu dari sore tadi… ujarnya lembut dan datar sekali suaranya, menunjukkan betapa ia seorang wanita parubaya yang matang fisik dan mental.
….iya bu.... Tadi siang aku sama bu mia…." Ujarku.
….nakal kamu... lanjutnya setelah berhasil melepas semua pakaianku
“….Baru saja kamu pasti sudah melayani Bu Mia, sekarang apa masih ada sisa untuk Bu Minati mu ini”
“….haaah….” aku terkejut ternyata Bu Minati tahu itu. Tapi belum lagi aku habis berpikir bagaimana ia sampai mengetahuinya, Bu Minati sudah menindih, aku membantu melepaskan tanktop dan bh sportnya berikut celana pendek dan celana dalamnya yang berwarna hitam dan langsung menempatkan diri diatas pinggangku yang kini terbaring dengan penis yang secepat itu pula tegang mengeras.
….ayoooh say, ibu sudah basaah dari tadi, ngga tahan mbayangin kamu terus, oouuh,..
….ssshhhh..oouuhh enaaaakhhhh,.. desahku meluncur begitu ia menurunkan pantatnya dan membalut penis tegangku kedalam celah liang vaginanya. Langsung menggoyang naik turun, pelan, pelan, dipercepat, agak cepat dan semakin cepat sehingga kini keciplaknya mulai terdengar keras. Plak! Plak! Plak! Bunyi kemaluan kami yang bertaut dan mulai becek disekitarnya akibat cairan bu Minati yang ternyata memang sudah banyak sekali. Nafsunya sudah sangat tak tertahan rupanya, sehingga sekejap saja ia sudah ..basah.. seperti itu.
….Oooohhhhh!!! Ooohhh..ooooohhhh..ooohhh..aaahhh..oooohhh,.. jeritnya keras sambil menjambak-jambak sendiri rambutnya yang lepas tergerai. Kubelai buah dada artis senior yang masih montok dan sudah lama menjadi ..hak-ku.. itu.
….oooohhh yyeeeeessshhhh yaaang kerassshhh remeeeeshhh susu kuuu!!!.. teriaknya lagi.
Tak tahan dengan sensasi nikmat ini, aku jadi ikut-ikutan bernafsu. Kubanting tubuhnya, giliran aku yang diatas memompa naik turun. Bu Minati tampak memejamkan mata sambil merintih rintih keenakan, kedua susunya tampak tegang dan keringat membasahi tubuhnya yang meliuk-liuk naik turun sambil memutarkan pantatnya. Sebuah pemandangan yang justru membuat nafsu semakin terpanggang birahi. Aku menghempas sejadi-jadinya, menggenjot sekeras-kerasnya dan menusuk sedalam-dalamnya. Mulutku seringkali menunduk dan langsung meraih puting buah dadanya, menyedot menarik-nariknya dengan gemas.
Ibu Minati tak mau pasif saja, sejurus kemudian ia membalikkan posisi. Aku kembali berada dibawah, ia berputar menghadap ke arah kakiku, sambil terus saja mengocok vaginanya dengan penisku turun naik.
Aku mengambil posisi duduk, sambil terus
berusaha mengimbangi goyangannya. Bongkahan pantatnya yang semok besar kuremas-remas,
ketika terangkat ke atas ia menunjukkan betapa kemaluanku yang tegak dan keras
itu menyangga celah bibir vaginanya. Saat turun menghempas keras, ia
menimbulkan keciplak seperti suara tepuk tangan. Benar-benar pemandangan yang
sensasional dan memabukkan.
….Say, hhhooooohhhhh sayaaa nggggaaaa taaaahaaannnn..mooo keeeluar aaauhhh!!!..
“….yyaaahhh sayyyy ayoooohhh keluarin…hhhh, tapiiii hhhheehhh baliikk duluh.. pintaku sambil terengah-engah.
Sejenak kemudian ia melepas pertautan vagina dan penis itu. Lalu berbaring telentang disampingku. Kakinya diangkat tinggi keatas dengan paha yang membuka lebar, menunjukkan belahan bibir vagina yang merah merekah dengan bulu lebat itu. Benar-benar sensasional! Vagina itu kini menganga lebar menunggu penisku untuk ..menuntaskannya.. dengan segera.
“….ah..bu Minati …,..” aku sampai berguman mengagumi pemandangan yang terhidang begitu sempurna dihadapanku sekarang. Vaginanya menganga sempurna, dengan bulu yang tercukur rapi diantara paha putihnya.
“….kenapa saaaay…. “ rajuknya manja.
“….vagina bu Minati bagus sekali…,.. “ dengan jujur kukatakan.
“….ah kamu bisa aja, ayo say..ibu ngga tahan niih..,..: pintanya sekali lagi. Aku yang kemudian tak tahan juga. Secepatnya kutempatkan pinggangku diantara pahanya, menempelkan penisku di bibir merah vaginanya, meraih kedua susu besar bu Minati dengan kedua tanganku dan langsung menggenjot keras dan cepat sekali.
“….Ooooooouuuuuhhhhh…aaaaaahhhh..ahhhh..ahhh..ahhhh ..ah hh..yesss!!!!..” jeritan khas Bu Minati setiap kali ia akan menjelang orgasme. Aku bergerak tanpa jeda, terus menggenjot naik turun sambil meremas dan berpegang pada buah dada besar itu.
“….mmmmmmm……mmmmm..mmmmhhhhhhhh..oooooohhhh..saayyyyaa keluaar rrrrrrrrr….ooooooooooooouuuuhhhhhhhhhh yesss yesss yesss…haaaaaaaaahhhhh,.. !!!! “ jerit panjang itu mengantarnya sampai di ujung kenikmatan.
….Yaaahhhh.. ayooohhh keluariiinnn semuaaahhh sayyyyyy// ooohhh meeemeeek nya enakkkk ooouuhhh..sshhhh…jepiitttt buuuuhhh ooouuhhhhh,.. “ aku ikut berteriak merasakan jepitan vagina bu Minati yang semakin keras saat-saaat ia terasa melepas di dalam sana. Duh, nikmatnya memek tante cantik ini. Beberapa saat tubuhnya mengeras, pahanya mengapit tubuhku dengan kuat. Ia melepas dengan begitu nikmat. Aku menunduk memberikan ciuman mesra setelah ia sedikit melemas menuntaskan puncak orgasmenya.
“….jangan lupa, say. Saya belum….,.. “ bisikku pelan sambil mengecup belakang telinganya, berusaha membuat Bu Minati bangkit lagi.
“….yaaa..sayang, goyang aja yang pelan..saya masih sanggup, tapi yang pelan aja ya….”
“….baik say,.. “ aku mulai menggoyang lagi. Dengan pelan seperti permintaannya. Dengan mesra seperti yang lebih aku suka.
“….I love you, Bu Minati..,.. “ bisikku sambil terus menggoyang naik turun diatas tubuhnya. Matanya yang sedari orgasme tadi terpejam, membuka dan menatapku seperti tak percaya.
….Say, hhhooooohhhhh sayaaa nggggaaaa taaaahaaannnn..mooo keeeluar aaauhhh!!!..
“….yyaaahhh sayyyy ayoooohhh keluarin…hhhh, tapiiii hhhheehhh baliikk duluh.. pintaku sambil terengah-engah.
Sejenak kemudian ia melepas pertautan vagina dan penis itu. Lalu berbaring telentang disampingku. Kakinya diangkat tinggi keatas dengan paha yang membuka lebar, menunjukkan belahan bibir vagina yang merah merekah dengan bulu lebat itu. Benar-benar sensasional! Vagina itu kini menganga lebar menunggu penisku untuk ..menuntaskannya.. dengan segera.
“….ah..bu Minati …,..” aku sampai berguman mengagumi pemandangan yang terhidang begitu sempurna dihadapanku sekarang. Vaginanya menganga sempurna, dengan bulu yang tercukur rapi diantara paha putihnya.
“….kenapa saaaay…. “ rajuknya manja.
“….vagina bu Minati bagus sekali…,.. “ dengan jujur kukatakan.
“….ah kamu bisa aja, ayo say..ibu ngga tahan niih..,..: pintanya sekali lagi. Aku yang kemudian tak tahan juga. Secepatnya kutempatkan pinggangku diantara pahanya, menempelkan penisku di bibir merah vaginanya, meraih kedua susu besar bu Minati dengan kedua tanganku dan langsung menggenjot keras dan cepat sekali.
“….Ooooooouuuuuhhhhh…aaaaaahhhh..ahhhh..ahhh..ahhhh ..ah hh..yesss!!!!..” jeritan khas Bu Minati setiap kali ia akan menjelang orgasme. Aku bergerak tanpa jeda, terus menggenjot naik turun sambil meremas dan berpegang pada buah dada besar itu.
“….mmmmmmm……mmmmm..mmmmhhhhhhhh..oooooohhhh..saayyyyaa keluaar rrrrrrrrr….ooooooooooooouuuuhhhhhhhhhh yesss yesss yesss…haaaaaaaaahhhhh,.. !!!! “ jerit panjang itu mengantarnya sampai di ujung kenikmatan.
….Yaaahhhh.. ayooohhh keluariiinnn semuaaahhh sayyyyyy// ooohhh meeemeeek nya enakkkk ooouuhhh..sshhhh…jepiitttt buuuuhhh ooouuhhhhh,.. “ aku ikut berteriak merasakan jepitan vagina bu Minati yang semakin keras saat-saaat ia terasa melepas di dalam sana. Duh, nikmatnya memek tante cantik ini. Beberapa saat tubuhnya mengeras, pahanya mengapit tubuhku dengan kuat. Ia melepas dengan begitu nikmat. Aku menunduk memberikan ciuman mesra setelah ia sedikit melemas menuntaskan puncak orgasmenya.
“….jangan lupa, say. Saya belum….,.. “ bisikku pelan sambil mengecup belakang telinganya, berusaha membuat Bu Minati bangkit lagi.
“….yaaa..sayang, goyang aja yang pelan..saya masih sanggup, tapi yang pelan aja ya….”
“….baik say,.. “ aku mulai menggoyang lagi. Dengan pelan seperti permintaannya. Dengan mesra seperti yang lebih aku suka.
“….I love you, Bu Minati..,.. “ bisikku sambil terus menggoyang naik turun diatas tubuhnya. Matanya yang sedari orgasme tadi terpejam, membuka dan menatapku seperti tak percaya.
“Yaa saya juga sayang
kamu….oouuuhhhh…nikmatnyaaahhhh,.. “ Minati
Atmanagara langsung
memelukku erat. Membelai lembut punggungku. Aku meneruskan goyangan pinggul
naik turun diatas pangkal pahanya dengan pelan dan mesra. Bibir kami bertaut,
saling melumat didalam sana, lidahku dan lidah bu Minati seperti berebut membelai
dinding-dinding dalam rongga mulut kami.
Pahanya mulai menjepit, mengapit pinggangku yang terus bergoyang. Bu Minati rupanya telah bangkit lagi dengan permainan lidahku di permukaan buah dadanya. Bibirnyapun mulai menggumam lagi, nafasnya turun naik.
Kupercepat goyangan dari atas,” ..ooooouuhhh…sayaaang..,.. “ desahnya,
Minati Atmanagara mulai berusaha mengimbangi goyanganku, pinggulnya dibuat meliuk seperti menuntun alur kemaluanku dalam liang vaginanya.
“….ssshhhhh….saya diatas ya say..,..” pintanya manja
Kami berbalik posisi. Minati Atmanagara sekarang menindih, Tubih montok dan padat itu berada diatasku.Kenikmatan liang vaginanya yang terus membalut lembut penisku. Ia kini asik bergoyang, pelan awalnya dan bertahap dipercepat.
Kali ini aku tak mau berlama-lama lagi, bersamaan saat Bu Minati menyodorkan buah dadanya ke mulutku, pahanya seperti mengepit memberikan tanda bahwa ia sudah menjelang orgasme lagi. Memang sudah tigapuluh menit sejak orgasmenya yang pertama tadi.
“….Sayyaaaahh mau keluarrrrrr….” Dengusnya mempercepat goyangannya
“….iyaahhh saaayaaangg..hhhh seeebenntaaar lagiiiihhh rasanyaaahhh..,..”
“….samaaahh—samaaahhh sayyyy..saya jugaaah,..” ujarku menahan nikmat
.
“….ayoooohh saaayyy sekaraaanggg..hhh..hhhh..hhhh..ooouuhhhh…,..”
Minati Atmanagara mempercepat genjotannya. Aku mempererat pelukanku, kami berciuman mesra, dengan kuat dan sepenuh hati. Sampai kemudian..
“….aaaaaaaaaaaaaaaaaauuuuuuuuhhhhhhhh..ssshhhh..ooo ooo hhhhhhhhh..sayaaaa keeelu aaaarrrrrr…Radiiiiiitttttt…iiiyeeesss…ooouuhhhh h yeeeeessss..ooohhh yeessss !!!!! ,.. “ jeritnya panjang sembari menjepit keras.
Beberapa detik kemudian aku menyusul..
….Ooooooooooohhhhhh..sayyyyyhhh….aaahhhhhhhh..ye sss yess yesss yesss oouh yess ouh yesss ouhhh yesssss….!!!!.. “ aku melepas spermaku dalam rahimmya dengan tarikan nafas yang puas.
Untuk kesekian kalinya pada hari ini kutumpahkan spermaku dalam liang vagina perempuan paruh baya. Puas sudah rasanya menikmati sari tubuh Minati Atmanagara yang kini terkapar disebelahku.
Pahanya mulai menjepit, mengapit pinggangku yang terus bergoyang. Bu Minati rupanya telah bangkit lagi dengan permainan lidahku di permukaan buah dadanya. Bibirnyapun mulai menggumam lagi, nafasnya turun naik.
Kupercepat goyangan dari atas,” ..ooooouuhhh…sayaaang..,.. “ desahnya,
Minati Atmanagara mulai berusaha mengimbangi goyanganku, pinggulnya dibuat meliuk seperti menuntun alur kemaluanku dalam liang vaginanya.
“….ssshhhhh….saya diatas ya say..,..” pintanya manja
Kami berbalik posisi. Minati Atmanagara sekarang menindih, Tubih montok dan padat itu berada diatasku.Kenikmatan liang vaginanya yang terus membalut lembut penisku. Ia kini asik bergoyang, pelan awalnya dan bertahap dipercepat.
Kali ini aku tak mau berlama-lama lagi, bersamaan saat Bu Minati menyodorkan buah dadanya ke mulutku, pahanya seperti mengepit memberikan tanda bahwa ia sudah menjelang orgasme lagi. Memang sudah tigapuluh menit sejak orgasmenya yang pertama tadi.
“….Sayyaaaahh mau keluarrrrrr….” Dengusnya mempercepat goyangannya
“….iyaahhh saaayaaangg..hhhh seeebenntaaar lagiiiihhh rasanyaaahhh..,..”
“….samaaahh—samaaahhh sayyyy..saya jugaaah,..” ujarku menahan nikmat
.
“….ayoooohh saaayyy sekaraaanggg..hhh..hhhh..hhhh..ooouuhhhh…,..”
Minati Atmanagara mempercepat genjotannya. Aku mempererat pelukanku, kami berciuman mesra, dengan kuat dan sepenuh hati. Sampai kemudian..
“….aaaaaaaaaaaaaaaaaauuuuuuuuhhhhhhhh..ssshhhh..ooo ooo hhhhhhhhh..sayaaaa keeelu aaaarrrrrr…Radiiiiiitttttt…iiiyeeesss…ooouuhhhh h yeeeeessss..ooohhh yeessss !!!!! ,.. “ jeritnya panjang sembari menjepit keras.
Beberapa detik kemudian aku menyusul..
….Ooooooooooohhhhhh..sayyyyyhhh….aaahhhhhhhh..ye sss yess yesss yesss oouh yess ouh yesss ouhhh yesssss….!!!!.. “ aku melepas spermaku dalam rahimmya dengan tarikan nafas yang puas.
Untuk kesekian kalinya pada hari ini kutumpahkan spermaku dalam liang vagina perempuan paruh baya. Puas sudah rasanya menikmati sari tubuh Minati Atmanagara yang kini terkapar disebelahku.
“….Bu…,.. “ aku memanggilnya setengah berbisik.
“….iya sayang.. “ sahut Minati Atmanagara mesra sambil mengecup pipiku.
“….ibu besok pagi ikut kita ke puncak ? “ aku ragu melanjutkannya.
“…. say…emang kenapa.... Sama siapa kamu kesana?” ujarnya mengerutkan kening
" Bu mia yang ngajak sih threesome dengan bu icha..."Ujarku akhirnya.
" Si Mia ? Tapi Icha??? Icha yang mana? Ujarnya heran.
" Itu tuh, artis Marissa Haque, dosen akuntansiku.... Baru dikenalkan
bu mia seminggu yang lalu.. Tapi udah berhasil ku eksekusi" ujarku
tersenyum bangga.
" Ha ha ha ha ...masa'
iya sih... Ini baru gosip seru" teriak bu Minati hampir tak percaya.
"Emang kenapa bu" ujarku
" Si Icha itukan perempuan baik2.. Tenyata udah kamu pake... Lucu
aja.. Tapi gak apa2.. Besok aku ikut kalian ... Kita main berempat.. Aku
penasaran liat permainan si Icha itu di ranjang" ujarnya tegelak..
“ asik juga, malah Bu Minati nggak sabaran rasanya…hehehe jadi malu…,.. “ Bu Minati menutup wajahnya dengan bantal. Aku geli juga membayangkan kejadian besok. Benar juga kata Bu Minati. Pastilah sangat mengasikkkan dan seru. Membayangkan 3 orang mama cantik ini melenguh dan menjerit erotis menerima sodokan penisku. Ah aku tak sabar lagi !!!
“….Sudah ah, sekarang cuci dulu gih…belepotan tuh!.. “ kata Minati Atmanagara sambil menarik tanganku ke arah kamar mandi. Selesai bersih-bersih, aku mengajak Bu Minati tidur di kamarnya yang lebih luas dan harum.
“ asik juga, malah Bu Minati nggak sabaran rasanya…hehehe jadi malu…,.. “ Bu Minati menutup wajahnya dengan bantal. Aku geli juga membayangkan kejadian besok. Benar juga kata Bu Minati. Pastilah sangat mengasikkkan dan seru. Membayangkan 3 orang mama cantik ini melenguh dan menjerit erotis menerima sodokan penisku. Ah aku tak sabar lagi !!!
“….Sudah ah, sekarang cuci dulu gih…belepotan tuh!.. “ kata Minati Atmanagara sambil menarik tanganku ke arah kamar mandi. Selesai bersih-bersih, aku mengajak Bu Minati tidur di kamarnya yang lebih luas dan harum.
Keesokan
harinya
Pagi-pagi
setelah sarapan, Minati Atmanagara telah
mengajakku bersiap-siap ke puncak, ke villa milik Marisa Haque, tempat yang sepakati
untuk melakukan pesta sex gangbang ini.
Aku dan Minati Atmangara tiba
di sana pukul 11an siang. Bu Icha dan Bu Mia yang
ternyata telah tiba lebih dulu menyambut kami. Setelah mereka bertiga bercipika-cipiki dan berbasa basi , Minati terlihat
berbisik kedua rekannya lalu keduanya menatapku dengan tersenyum.
Mereka mengajakku masuk ke dalam villa yang terbilang mewah itu. Suasana saat itu
kebetulan sejuk dan mendung dikawasan itu.
“Kamu pasti
capek, ayo diminum dulu ya!” Camelia malik menyuguhkanku segelas minuman
hangat.
Mereka
bertiga duduk di sofa memandangiku meneguk minuman itu sampai habis, aku tidak
tahu apa yang kuminum ini, rasanya seperti obat, pahit-pahit gitu tapi warnanya
seperti teh merah.
“Nah enak
kan? Seger?” tanya Bu Mia meletakkan tangannya di pahaku.
“Iya tante,
seger, emang apa sih ini?” tanyaku
Mereka
saling memandang lalu tertawa cekikikan
“Entar juga
kamu tahu sendiri kok, yang penting khasyatnya” kata Bu Minati,
“sekarang
udah siap kan mainnya?”
Tiba-tiba
ketiga artis setengah baya itu mulai membuka baju dan celana
mereka dan seketika itu pula mereka sudah keadaan bugil di hadapanku. Keindahan
tubuh mereka membuatku melongo dan aku semakin kelabakan karena diserang dari
berbagai arah. Bu Icha memeluk dan melumat bibirku, kami
berciuman dengan bernafsu dan tanganku meraih
payudaranya lalu meremasnya. Bu Minati mengambil posisi di sebelah
kananku, ia meraih tanganku dan membawanya ke vaginanya.
“Aaaaahhh!”
desahnya saat aku mencucukkan jariku memasuki bibir vaginanya, jariku pun mulai
keluar masuk pada liang kenikmatannya
Sementara Bu
Mia berlutut di antara kedua kakiku dan mulai
melucuti celanaku. Begitu membuka celana dalamku dan mengeluarkan penisku, ia
langsung membuka mulut dan memasukkan senjataku itu ke dalamnya. Aku mendekap
tubuh Bu Icha dan melumat payudaranya yang montok dengan
penuh nafsu sambil tanganku yang satu terus mengocok vagina Bu Minati, majikanku. Dalam melakukan oral seks
ternyata Bu Mia sangat ahli, penisku ia manjakan
dengan variasi kuluman, jilatan, dan kocokan sampai merem-melek keenakan aku
dibuatnya.
Di kananku,
Bu Minati semakin menggelinjang dan kemaluannya semakin
basah oleh banjir cairan vaginanya akibat permainan
jariku. Sambil terus berciuman denganku Bu Icha melepaskan
tanganku yang meremas buah dadanya. Tangan itu dituntun ke arah
selangkangannya.
Tanganku
segera menyapu kemaluannya yang indah itu dan jemariku segera tenggelam
ke lubang yang sudah basah oleh cairan vaginanya. Bu Minati memajukan badannya mendekatkan wajahnya ke
kemaluanku dan bersama Bu Mia ia turut mengoral penisku.
Sensasi yang kudapat pun semakin bertambah dengan lidah dua artis cantik
menari-nari pada penisku. Tubuh Bu Icha menggeletar menandakan birahinya
makin menggila butuh pelampiasan.
“Saya duluan
yah jeng!”, sahut Bu Icha terengah-engah.
Si Sulung nan cantik dari keluarga Haque itu pun telentang di
sofa dengan paha yang sudah terbuka lebar siap disetubuhi. Aku memegang kedua
pahanya dan beringsut mendekat. Bu Mia kini
mendekapku dari belakang menempelkan kedua buah dadanya di punggungku dan
lidahnya bergerilya di seputar leher dan kupingku. Kuarahkan penisku yang sudah
keras dan tegak. Kuusap-usap di bibir lubang kemaluan Bu Icha. Ia mendesis dan mulai menggelinjang, tidak
sabar menanti saat-saat penetrasi. Ujung kemaluanku perlahan-lahan mulai
menguak bibir kemaluannya yang telah basah. Mulutnya terbuka dan terdengar
keluhan kecil. Aku berhenti sejenak. Ia membuka matanya dan di saat itulah
kusentakkan pantatku ke depan.
“Aaahhh!!” marissa haque mengerang dengan tubuh mengejang.
Kemaluanku
yang besar dan panjang itu menerobos ke dalam lubang kemaluannya, lancar
seperti di jalan tol. Ia juga menghentak-hentakkan pantatnya ke atas agar
kemaluanku dapat menyuruk lebih dalam. Sunggu nikmat rasanya kemaluanku
diremasi oleh dinding vaginanya. Ia mendesis-desis dan mengerang-erang nikmat.
Lalu perlahan tetapi pasti aku mulai menggerakkan pantatku maju mundur. Erangan
Bu Icha semakin keras. Buah dadanya
bergoncang-goncang hebat seirama dengan genjotanku.. Sementara itu aku memagut
bibir Bu Mia dan beradu lidah dengan liar. Aku
meremas-remas payudara Bu Icha sambil memelintir putingnya
membuatnya mendesah sambil terus berusaha mengulum vagina kakaknya. Ciumanku
pada bibir Bu Mia makin turun ke dagu, leher, terus ke bawah. Ia
merespon dengan membusungkan dadanya yang langsung kulumat dengan ganas.
“Ah…ah….yeah…enak
ditt!” erang Bu Icha
Pahanya
mulai menegang dan tubuhnya berkelejotan pertanda orgasme akan menerpanya.
“Yhh,,,, Uhhh,,, uhhh,,, Udah mau nyampee.... !” jerit buk icha panik.
Akhirnya
meledak juga pertahanan marissa haque dan gelombang orgasme telah
datang. Cairan hangat segera menyelubungi penisku sehingga gerak maju mundur
penisku juga semakin lancar dan menimbulkan bunyi kecipak.
“Ayo
sekarang sama tante ya!” pinta Bu Mia dengan manja sambil mencium
bibirku.Aku
meninggalkan Marissa haque yang terkapar si sofa sambil menikmati orgasmenya.
Camelia malik menyuruhku
telentang di atas karpet dan segera menaiki penisku. Desahannya mengiringi
penetrasi penisku ke vaginanya yang sudah becek.
‘Bleess!’
penisku pun terbenam dalam vaginanya dan ia mulai naik turun mengocok batang
kejantananku di liang kewanitaannya. Aku meremas-remas payudara yang
menggantung dan bergoyang-goyang itu. Rintihan nikmat pun terdengar dari
mulutnya,
“Aakhh..
aakkhh.. terus sayang.. enak.. aakkh.. hhmm!!”
Sementara itu Minati Atmanagara naik ke wajahku menyuruhku menjilati
vaginanya menggantikan Marissa Haque yang masih terbaring lemas di
atas sofa. Aku langsung membuka bibir vaginanya dengan jariku sehingga terlihat
bagian dalamnya yang merah dan terdapat sebuah biji. Kulumat sehingga membuat
pemiliknya menggelinjang nikmat.
Kadang aku juga ikut menyentak-nyentakkan
pinggulku sehingga penisku menancap semakin dalam ke vagina Bu Mia yang sedang naik-turun di sana. Dalam waktu
sepuluh menit saja, permainan lidahku mampu mengantar nyonya majikanku yang
cantik ini ke puncak kenikmatan. Ia mendesah tak karuan dan mengucurkan banyak
cairan orgasme yang langsung kuseruput dengan rakusnya.
Kini aku
tinggal melayani Bu Mia, sepertinya ia pun akan segera
orgasme terlihat dari erangan dan gelinjang tubuhnya. Aku bangkit mengubah
posisi, kedua kakinya kuangkat hingga telapak kaki dan liang vaginanya
menghadap atas hingga genjotanku sekarang bergerak naik turun
“Ahh, Ditt lebih cepet Ditt... auuhhh....!” desahnya, sambil menggigiti bibirnya.
“Shh..
shh…iyah tante!”,
Pergumulan
kami berdua yang hampir mencapai klimaks diperhatikan oleh Bu Minati dan Bu Icha yang tengah
memulihkan tenaga.
“Ngga kuaatt
lagi nih Sayyy..., tante…tante…aahhhh!!”, jerit Bu Mia kali ini jepitan dan remasannya membuatku
tidak dapat menahan spermaku lebih lama lagi.
“Crett…crett…” spermaku muncrat beberapa kali mengisi rahimnya.
“Akkhhhhh!!”. teriak kami berbarengan.
Tubuh kami
mengejang selama dua menitan sebelum akhirnya melemas kembali dan aku menindihnya.
Dapat kurasakan dada Bu Mia masih berdenyut-denyut karena
nafasnya yang memburu. Aku menengok ke samping dan mendapati Bu Minati mengerling padaku sambil tersenyum nakal
seolah mengajakku bercinta. Aku balas tatapan itu dengan
menjilati bibir dengan lidahku. Aku tahu betapa besarnya keinginannya untuk
disengggamai karena dari tadi ia belum ditusuk penis. Gairahku terpancing
melihat adegan itu sehingga akupun menghampirinya.
Kuraih
pergelangan kaki Bu Minati dan mengangkangkan kedua pahanya hingga membentuk hurufM.
Kusejajarkan posisi penisku pada lobang kenikmatannya yang telah mengaga siap
untuk ditusuki. segera kutusukkan ke vaginanya yang sudah
sangat basah itu
“ Blessss....” Aku
menyenggamainya dalam keadaan duduk bersandar di sofa selama sekitar sepuluh
menit lebih,
“ Aughhh.... uenaknya sayangg... uhhh...” desah Bu Minati
saat aku mulai menggenjotnya dengan penetrasi pelan dan penuh kelumbutan.
Lidahku menjilati telinganya dan kedua tanganku bertumpu pada sandaran sofa.
“ Euhhh.... sayang... I love youu... “ desahnya sambil
menggigiti dadaku. Setelaah beberapa saat kami ganti gaya, ia berdiri menungging
dengan tangan bertumpu pada sandaran sofa dan aku menggenjotnya dari belakang. Tak kusangka Bu Icha pun ikut memasang gaya yang sama dengan Bu Minati, aku memasukkan dua jariku ke vaginanya yang
sudah menanti. Suara desahan yang merdu terdengar sahut-menyahut dari mulut
kedua artis artis setengah baya yang cantik itu.
Sungguh luar biasa hari itu, aku dapat
menikmati tiga vagina artis dalam semalam, ini baru namanya surga dunia yang
penuh dengan kenikmatan. Setelah dua jam lebih pesta seks tersebut berakhir,
tubuh telanjang kami tergolek di ruang tamu itu. Tubuh ketiga Mama cantik itu juga penuh dengan peluh dan ceceran spermaku.
Malam itu aku tidur di ranjang besar bersama mereka bertiga tentunya dengan
seks. ****************************








Tidak ada komentar:
Posting Komentar