Sabtu, 25 Februari 2017

BERCINTA DENGAN TANTE IDA : MALAM INI AKU MILIK MU



Aku, Buk Endang dan Tante Ida tidur bertiga di ranjang kamarku, kami bertiga kelelahan setelah seharian bercinta dengan cara threesome, setelah sepuas puas nya menikmati sensansi bercinta kami bertiga
Hari sudah sore, menyadari itu Buk Endang pun bergegas bangun, bangkit dari tempat idur

“ astaga udah jam lima lewat aja... saya harus pulang ..” ujar Buk Endang buru buru bangun, dengan tubuh telanjang dosen ku itu segera bangkit dan berdiri
“ mau kemana buk ?” Sahutku  menyadari Buk Endang sudah tidak tidur disebelahku
“ mau mandi bryan... sudah mau malam... saya mau mandi trus pulang ya..” sahutnya terhenti menjawab pertanyaanku
“ iya deh.” Balasku dan Buk Endang pun melangkah meninggalkan kamar menuju kamar mandi

Sementara Tante Ida, si montok tetanggaku masih setengah sadar dan masih tidur disampingku sambil memeluk tubuhku
“ mau kemana jeng Endang tadi Bry..” ujarnya padaku
“ mandi.. mau pulang” jawabku datar
“saya mau mandi juga lah... “ ujarnya lemah sambil mengucek matanya

Tante Ida bangun dengan malas malasan.
Aku membiarkan saja dan tetap berbaring malas malasan melepas lelahku selepas melayani dua orang perempuan paruh baya itu

Tante Ida duduk diranjang
“ kamar mandi mu satu lagi dimana Bry..?’ ujarnya
“ ada tuh... di belakang..” sahutku
“ saya mau mandi dulu ya... kamu disini aja istirahat dulu,.’ Ujarnya menatapku penuh kasih

Aku hanya mengangguk dan terseyum manis pada tetanggaku itu
Tante Ida pun bediri dengan tubuh yang telanjang dan melangkah keluar dari kamarku
 Setelah dua perempuan itu meninggalkanku di kamar, aku pun melanjutkan tidurku dengan masih bermalas malasan

Aku terbangun saat merasakan tangan Tante Ida membelai wajahku,
Saat kubuka mata Buk Endang dan Tante Ida sudah berpakaian kembali sebagaimana mereka datang tadi
Mereka berdua menatapku dengan tatapan penuh kasih sayang.. mungkin mereka berdua puas dengan permainan yang kulakukan barusan

“  Bryan... Ibu pulang dulu ya... terimakasih atas yang kamu berikan tadi... benar benar sebuah surprise..’ tuturnya sambil tersenyum manis memandangiku yang masih terbaring di ranjang

Tampak Tante Ida dan Buk Endang saling pandang dan saling melempar senyum satu sama lain
Seperti nya mereka berdua sudah mulai akrab setelah kami melakukan threesome beberapa jam yang lewat
“ lain kali kita ulangi ya....” godaku pada mereka

Mereka berdua hanya senyum senyum malu mendengarkan ucapanku
“ saya pamit dulu ya Bry... Jeng Ida...” sambung Buk Endang lagi
“ mari jeng... bangun dong Bry.... antar Buk Endang sampai ke garasi.. nanti kalau saya yang antar keliatan sama tetangga lagi..” ujar Tante Ida mengingatkanku

Dengan malas malasan aku bagkit dan duduk
“ pake celana kamu...” ujar Buk Endang terkekeh saat kusadari aku berdiri dengan tubuh yang masih telanjang
Kami bertiga pun tertawa

Lalu aku menuju lemari baju, mencari celana pendek dan kaos oblong.. lalu kupakai untuk menutupi tubuh
Setelah itu kami bertiga keluar dari kamarku dan menuju pintu arah garasi, Tante Ida hanya mengantar sampai ruang tengah, setelah ber cipika cipiki dengan Buk Endang, Tante Ida pun duduk diatas sofa di depan TV,

Aku mengantar Buk Endang hingga garase. Sebelum beliau membuka pintu mobil Buk Endang memintaku untuk memeluknya dan aku pun mendekapnya mesra
“ thanks ya sayang... sudah buat saya merasakan sensasi tadi.. ujarnya dengan wajah sumringah
Aku hanya mengangguk dan kurasa Buk Endang mengecup pipiku
“ Jeng Ida masih disini? “ tanya Buk Endang
“ paling habis magrib dia pulang ... nunggu gelap.. biar gak keliatan sama tetangga lain” sahut ku

Buk Endang kembali tersenyum dan melepaskan pelukannya lalu berjalan menuju mobilnya
Sambil itu aku membuka pintu garasi berikut pintu pagar , kulihat Buk Endang mulai memundurkan mobilnya keluar dari garasi berikut halaman rumahku

Dan tak lama deru mobil Buk Endang pun berlalu meninggalkan rumahku.
Aku kembali menutup berikut garasi dan masuk kerumah
Di ruang tengah tak kudapati Tante Ida
“ Nte,.. dimana..? “ ujarku memanggil namanya
“ di kamar kamu Bry..” terdengar suara nya

Aku pun menuju kamar dan disana kudapati Tante Ida sedang merapikan tempat tidurku
“ wah... nggak perlu repot repot gitu nte..” ujarku sungkan
“ nggak... Tante memang nggak sreg kalau melihat kamar berantakan.. jadi dirapiin... o ya.. alas kasur dan sarung bantal kamu yang bersih dimana? Biar Tante ganti sekalian..” sahutnya memandangku
“ di lemari bagian atas nte..” tunjuk ku pada lemari pakaian

Tante Ida membuka sarung bantal dan kasur satu persatu, aku senang dengan kehadiran beliau, karena kamar ku yang sering berantakan menjadi bersih oleh Tante Ida
“ kamu mandi aja dulu... biar seger.. habis mandi nanti tante buatin puding lagi..” kata Tante Ida seraya terus bekerja
“ ya deh nte.. kalau begitu saya mandi dulu lah ya...” ujarku akhirnya
Tante Ida mengangguk senang mendengarku

Aku pun beranjak menuju kamar mandi,
Sesampai di dalam aku basuh badanku dengan air panas dan berendam di bathtub.. cukup lama aku disana sambil membilas badan dan merelaxan tubuhku
Setelah selesai mandi, dengan mengenakan handuk aku keluar dari kamar mandi,
Kulihat Tante Ida sudah duduk di meja makan
Melihat aku datang Tante Ida tersenyum manis padaku, kulihat di meja makan sudah tersedia segelas susu dan roti tawar plus selai
“ mari sini duduk Bry..” ujar Tante Ida mengajaku duduk
Aku cukup terkesima melihat rumahku seketika berubah menjadi bersih, meja makan rapi, dapurku sudah bersih dan lantai sudah kembali mengkilat oleh Tante Ida

Aku mengangkat bahu dan duduk di meja makan dan meminum susu dan makanan yang Tante Ida sajikan
“ hmm.. enak nte..” ujarku memuji minuman dan makan buatan Tante Ida
Tante Ida tersenyum sambil memegang gelas dan menatapku
“ Tante suka kamu suka buatan Tante..” ujarnya padaku
“ Tante pintar dalam hal segalanya...” pujiku sambil menggodanya hingga membuat wajah cantik itu terkekeh
“ maksud kamu apaan sihh..? “ ujar Tante Ida tertawa kecil
“ ya.. segalanya... jago masak, jago bersih bersih.. dan... jago di ranjang..” ujarku terbahak

Meledak juga tertawa Tante Ida mendengar pujianku padanya
“ kamu ini bisa aja Bryann..” ujarnya tersipu
“ Tadi, setelah beres beres rumah kamu, tante aktifkan handphone .. “ ujar Tante Ida mulai mengajak ku bercerita
“ Trus..?” tanya ku menghentikan suapan ku lalu menatapnya
“ ternyata banyak sms dari suami saya...” sambung nya dengan wajah serius
“ apa isi nya nte? “ tanya ku penasaran
“ dia nanya Tante lagi dimana.. kok Hp nggak aktif trus rumah ditinggalin..” ujarnya berhenti . mata beliau tampak merah menahan air mata
“ trus maki maki Tante lewat sms...” ujarnya mulai terisak
“ tante balas sms nya? “ujarku memotong pembicaraan
“ ya..ngggg.. saya telpon balik... Tante bilang kemaren dan sekarang Tante sedang di rumah saudara sepupu Tante “ ujarnya terus terisak
“ suami Tante sekarang ada dimana?”
“ Dia lagi di rumah mertua saya.. di luar kota.. jarak nya kira kira seharian dari sini..” jawabnya
“ Tante terima semua cacian nya, yang penting anak Tante aman sama dia” sambungnya
“ kapan suami Tante kesini? “ tanyaku
” berangkat baru bisa besok siang... sampai nya pagi disini...” sahutnya
“ ya sudah... Tante tidur di rumah saya saja... kan nanti Tante sendirian juga dirumah nggak ada yang nemenin..” saranku
Tante Ida hanya mengangguk pelan sambil menyeka air matanya
“ tapi Tante harus pulang ke rumah dulu... ganti baju dan bersih bersih rumah...” ujarnya lagi
“ oke.. tapi sehabis itu Tante kemari lagi kan..? “ ujarku memastikan... karena menurutku perempuan ini tidak akan berani tinggal sendirian di rumahnya sampai pagi .. lagian kalau disini kan bisa bobok dengan ku lagi hehehehe
“ ya.. nanti Tante telpon kamu ya...” ujarnya menyeka air matanya kembali

Setelah menyantap makanan dan minuman yang dibuat Tante Ida, hari sudah menunjukan pukul 7 malam. Melihat itu Tante Ida bilang bahwa dia ke rumah nya dulu.

Aku mengangguk mengerti dan mengantarnya sampai pagar,
Setelah memastikan tidak ada tetangga yang melihat, akhirnya kubuka pintu pagar pelan pelan dan Tante Ida pun berlari kecil menuju rumahnya yang berada tepat di depan rumahku
Sepeninggal Tante Ida aku merebahkan tubuhku di sofa sambil mendegarkan lagu,

Cukup lama aku bermalas malasan , sekitar setengah jam lewat
Lalu terdengar Hp ku berdering, setelah kulihat nama penelepon rupanya Tante Ida, tetanggaku itu
Aku pun mengangkatnya
“ Halo Bry... kamu lagi ngapain..” suara Tante Ida dari seberang sana
“ ngg.. nggak ada... lagi nyantai sambil dengar musik” jawabku
“ kamu kesini bisa... temanin Tante bersihkan rumah bentar..mau..? “ ujarnya
“ Mau sih nte... sekarang..? “ ujarku
“ Ya.. kemarilah.. tante bukain pagar dan pintu depan dulu ya..’ ujarnya
“ oke..’ balasku dan mengakhiri percakapan

Aku pun bangkit, dengan mengenakan celana pendek dan kaos oblong bergerak menuju rumah Tante Ida,
Setelah menutup pagarku, dengan hati hati aku masuk ke pekarangan Tante Ida, pintu pagar nya sengaja dibukanya sedikit dan langsung masuk ke rumahnya

Sesampai disana Tante Ida sudah menungguku di ruang tamu
“ cepat masuk Bryan.. jangan lupa kunci pintu nya “ ujarnya duduk diatas kursi tamu nya
Aku pun melakukan apa yang diminta beliau, sehabis itu Tante Ida tampak berjalan ke arah ruang makan dan aku mengikutinya dari belakang
Sesampai di ruang makan, Tante Ida menuju dapur yang berada dekat dengan meja makannya
“ Tante lagi masak buat makan malam kita... kamu pasti belum makan malam kan..?” tanya Tante Ida sambil mengaduk masakan nya yang masih berada di kuali
“ belum nte... lagi masak apaan sih nte..? “ ujar ku mendekati Tante Ida yang tengah memasak di dapur,
“ gorengan dan tumis aja.. gorengan nya udah jadi, tinggal tumis nya dikit lagi nih” tutur nya sambil terus mengaduk masakan nya di kuali
Aku berada dibelakang Tante Ida yang tengah menumis sayuran, iseng kupeluk tubuh nya dari belakang
“ Eitss, kamu.. bikin Tante kaget..” ujarnya tersentak dan menoleh kebelakang

Aku mendekap tubuh nya dari belakang, kedua tanganku melingkar di pinggul nya.
Tante Ida membiarkan ku memeluk nya dan terus menyelesaikan pekerjaan nya
“ Bryaan.. kamu nakal ya... “ ujarnya
“ nggak kok nte... Cuma pengen peluk Tante aja..” ujarku sekena nya

Namun karena tubuh kami sudah merapat dan bersentuhan, tentu saja nafsu ku bangkit. Apalagi saat itu Tante Ida mengenakan daster berwarna biru yang panjang nya hanya diatas lutut.. membuatku terangsang
Terdengar Tante Ida tertawa kecil mendengar jawabanku. 

Melihat leher nya yang putih, pundak nya yang terbuka karena rambut nya diikat ala sanggul kebelakang menggoda hasratku untuk menciumi tengkuk nya
“ HHmmmmhh... geli Bryaaan..hhhh..” terdengar suara nya mendesah saat kucium tengkuk nya dari belakang

Aku terus saja menciumi tengkuk nya berulang kali hingga kurasa bulu roma Tante Ida berdiri, begidik menahan rangsangan yang dirasa nya

Tangan ku yang semula melingkari pinggang nya , mulai nakal dengan mengusap usap pinggang, daerah perut hingga berada pada buah dadanya
“ Hhhhhh... Bryyy...hhhhh..” Tante Ida merintih kenikmatan, saat kedua tanganku meremas kedua payudaranya.. walau masih mengenakan daster dan BH, gundukan payudara Tante Ida terasa empuk dan kenyal, kemudian dalam remasan tanganku kurasakan sepasang buah dada nya itu makin mengeras setiap kali aku meremas remas nya

Tubuh Tante Ida tampak kaku dan nafas nya turun naik, aku terus melanjutkan aktifitas ku menggerayangi tubuh nya
“ Bryy... jangan disini ya ....” terdengar rintihan Tante Ida

Sejenak aku menghentikan aktifitasku
Tante Ida menoleh padaku dengan wajah yang memerah dan mata yang sayu
“ nanti aja di kamar ya... kamu nanti tidur disini aja , sama Tante..” ujarnya sambil mengatur nafasnya yang turun naik. Tampak sekali wajah nya yang cantik itu sedang menahan nafsu membara
Aku pun mengangguk, namun masih memeluk tubuh nya dari belakang.
Tante Ida tersenyum kecil dan kembali mengaduk masakannya
“ astaga.. hampir aja kering tumisan Tante Bry... untung api nya kecil” ujar nya saat melihat masakan nya sudah matang
Tante Ida buru buru mematikan kompor
Setelah api kompor mati, aku melanjutkan rencana ku tadi... aku meraih tangan kanan Tante Ida yang sedang memegang sendok kuali dan memberi isyarat agar sendok itu dilepaskannya.
Tante Ida menolehku dengan tatapan mata penuh birahi, lalu dengan patuh meletakan sendok itu pada kuali
Kemudian kembali kudekap erat tubuh Tante Ida dan menciumi kembali pundak nya
“ Bryyy... kamuuu.. ooohhh...Ahhhhh..” desah Tante Ida lagi
Lidahku menuju kupingnya dan sesampai disana kujilati satu telinga Tante Ida hingga beliau mendesah panjang
“ Ooooooohh... Bryyaaann...” desah nya mengadahkan kepalanya keatas pertanda beliau menikmati setiap sentuhan yang kuberikan

Tanganku mulai bergerak, mencari ujung daster Tante Ida, setelah dapat perlahan kutarik ujung daster Tante Ida keatas sambil tanganku mengelus pahanya.. terus kutarik keatas hingga tanganku menyentuh pantat bahenol Tante Ida yang masih tertutup celana dalam nya
Suara rintihan dan desahan nafas Tante Ida yang memburu makin membakar gairahku untuk berbuat lebih jauh pada tetanggaku yang montok ini
Tangan kananku menuju pada alat kelamin nya nya, terasa paha Tante Ida mengapit telapak tanganku disana , pertanda beliau sudah mengigil merasa kan kemaluan nya disentuh
Sesampai disana kumainkan satu jariku mengelus elus tepat di bagian sensitifnya, Tante Ida terdengar menyebut nyebut nama ku tertahan ... tanganku terus menyentuh dan mengusap vagina nya dengan gerakan sedang, 

Sementara penisku yang sudah tegak itu kutempelkan tepat di belahan pantat Tante Ida dari belakang.. aku sengaja tidak memakai celana dalam. Hingga penisku ku tusukan pas pada belahan pantat tetangga ku itu, lalu kudorong pinggul ku terus menusuk daerah pantat nya guna merangsang Tante Ida
“ Ooowwww.. Bryaaaann.... Oooohhh... Saaayyyyynggg,,hhhhhh....!!!!” desah nya dengan suara yang cukup keras
“ buka yan nte..” bisiku ke telinga nya
Tanpa persetujuan nya aku menarik celana dalam Tante Ida kebawah lalu melorotkan nya terus kebawah

Tante Ida tampak pasrah membiarkan celana dalam nya lepas dari pantat nya melalui kedua kaki nya
Begitu celana dalam nya sudah turun sampai lutut nya, aku bantu menyentak kan nya kebawah dengan kaki ku hingga celana dalam Tante Ida sekarang sudah berada di lantai

Aku menghentikan aktifitasku sementara dan membiarkan Tante Ida bernafas sejenak
Setelah nafas nya sudah mulai beraturan, aku angkat satu kaki Tante Ida , kubimbing dan kuletakan di pinggir keramik dapurnya
Tante Ida patuh saja dengan instruksi ku , setelah kutarik dasternya keatas lalu menggulung nya hingga pinggul... tampak pantat Tante Ida yang bahenol dan putih itu 

Karena gemas, kuremas bongkahan pantat nya itu berkali dan tanganku kemudian menuju pintu lobang senggama nya, sesampai disana kumainkan jariku mengelus elus pintu black hole nya Tante Ida,
Tante Ida kembali merintih dan menoleh padaku kebelakang. Wajah nya bersemu menahan nafsu , tatapan matanya seolah meminta ku agar segera menyetubuhi nya
Kuras kedua pinggul Tante Ida makin merenggang , kedua paha nya makin dilebarkan nya, hingga jari ku makin leluas bermain di bibir vagina nya

Wajah Tante Ida makin gelisah, tampak sekali beliau begitu menikmati perlakuan ku padanya
Hingga akhirnya Tante Ida mendengus panjang saat jari ku masuk dalam lobang vagina nya, jari ku masuk tanpa kesulitan dalam black hole nya, kurasa vagina nya sudah basah karena cairan yang keluar dari dalam nya
Kumainkan jari ku maju mundur dalam vagina Tante Ida, yang merintih menggigiti bibirnya sendiri merasakan perlakuanku
“ Bryyy... Ooohh.... Tanntteee nggak tahaaaannn ... Bryaaannn.... !!!! Ohhh...??!!” jerit nya
Ujung jariku sudah menyentuh sepasang biji klentit nya di dalam, kumainkan biji itu dengan ujung jariku
“ Brryyyy... Uuuuuuuhhhhhhh..??!!!” jeritnya kuat
 Aku rasa beliau sudah akan orgasme, melihat itu segera kutarik jariku dari dalam kemaluan Tante Ida dan
Dengan tergesa kulebarkan kangkangan paha Tante Ida,
Tante Ida membuat posisi tubuh agak membungkuk, agak nya beliau sudah mengerti apa yang akan kulakukan selanjutnya 

Dengan satu tanganku menahan kaki kanan nya yang ku naikan di pinggir keramik dapurnya, satu tanganku lagi membimbing penisku memasuki lobang kawin Tante Ida yang sudah siap menerima kedatangan penisku
Dengan sekali hentakan, kudorong pinggulku dan
“ Blesssss...” penis ku masuk tanpa kesulitan ke dalam vagina Tante Ida, diiringi dengan jeritan panjang Tante Ida
“ OOOOOOOOHHHHHH...?????!!!!!” jeritnya tersengal merasa penisku sudah berada di dalam vagina nya

Kudiamkan sejenak penis ku di dalam, menikmati hangat nya lobang surgawi itu, aku merintih kecil memejamkan mata merasakan kejantananku di cengkram oleh urat rangsang dinding vagina Tante Ida..

Aku tersentak saat merasa pantat Tante Ida mulai bergerak seperti molen , membuat gerakan memutar.. mengaduk penisku di dalamnya
Melihat itu aku imbangi gerakan pinggul Tante Ida dengan menusuk kan penisku maju mundur dalam lobang vagina nya
“ Uuuhhh... ?? Uuuuhhh...?? Uuuhh..??!!” suara Tante Ida saat ku entot beliau dari belakang, sementara tangan kananku tetap berposisi menahan satu kaki nya yang kuangkat di keramik dapurnya

Posisi ini membuat lobang kawin Tante Ida makin menganga lebar, hingga penis ku makin leluasa menggenjotnya dari belakang
Sementara pundak nya tak henti henti nya kuciumi
Gerakan pinggul Tante Ida makin malam makin cepat hingga aku harus mengimbangi nya dengan dorongan pingggulku
“ Uuhh... Uuhh.. Bryaaannnn... Tann.. tee... mauuu nyampaaaiiii.. AAAAAAAAAAAAHHHH..?????!!!!!” akhirnya terdengar suara beliau melolong panjang menjemput orgasme nya
Melihat itu aku mendorong penisku hingga mentok ke rahim nya
Goyangan pinggul Tante Ida makin melemah, hingga akhirnya berhenti. Sementara penisku masih tegak berdiri dan masih menancap di lobang vagina nya.

Kami berdua diam sejenak sambil mengatur nafas yang tersegal segal akibat bertempur barusan
“ turunkan kaki Tante Bry... pinggul Tante sakit rasa nya..” ujar Tante Ida terengah engah
 Aku pun menurunkan satu kakinya dari atas keramik dapur lalu mencabut penisku dari dalam vagina nya
“ Duuhh,... punya kamu ituu... masih aja berdiri ya...” ujar Tante Ida menoleh kebelakang , beliau mungkin takjub karena penisku masih aja ngaceng
“ masih saya simpan untuk nanti malam untuk tante,,” goda ku
Tante Ida tertawa kecil, lalu membalikan tubuh nya menghadap padaku... beliau memeluk ku erat dan,..  satu tangannya sekarang menggegam kejantan ku..
“ gede banget punya mu ini Bry.. udah gitu panjang lagi..” puji beliau mengocok pelan penisku
Aku hanya tersenyum menatap beliau yang juga menatapku penuh arti
“ kita makan dulu ya Bry... Tante lapar... habis makan kita sambung lagi ya..” ujarnya menatapku
“ baik nte... malam ini aku milik tante..” gombalku pada nya. Tante Ida lalu mencium pipiku dengan penuh kasih sayang. Tangannya sudah dilepaskan nya dari penisku.
Tante Ida tampak membersihkan tangan nya pada kran air wastafel, lalu kemudian beliau berjalan menuju rak piring dan menyalin masakan tumis tadi ke dalam piring.  Setelah mengecapnya, beliau mengancungkan jempolnya pada ku, memberi isyarat bahwa masakan nya itu enak dan meletakan nya di meja makan

Selanjutnya Tante Ida menggadeng ku menuju meja makan, kami pun duduk bersebelahan. dengan telatennya beliau menyiapkan hidangan untuk kami
" mari kita makan Bry.." ujarnya tersenyum mesra padaku
Aku pun menyantap masakan Tante Ida dengan lahap
“ enak nte..” ujarku sambil menyuap makanan, Tante Ida hanya tersenyum mesra mendengar pujianku.
Beliau terlihat senang melihat aku menghabiskan masakan nya dengan lahap
Setelah selesai makan, Tante Ida pun membereskan piring dan gelas, saat menoleh ke arah dapur, aku tersenyum geli melihat celana dalam pink Tante Ida masih berada di lantai
“ Nte... celana dalam nya tuh... jangan sampai lupa..” ujarku, Tante Ida pun menoleh dan terkekeh padaku
“ iya.. Tante tahu kok... he he he..” sahut nya terbahak
Setelah meletakan piring bekas makanan di wastafel, Tante Ida memunguti celana dalamnya dan membawa nya ke arah mesin cuci yang tak jauh dari dapur nya
“ Tante mau ke kamar kecil dulu ya Bry.. kamu langsung aja masuk ke kamar..” ujar Tante Ida menunjuk kan letak kamar nya
“ ya deh nte...” ujarku

Tante Ida pun berlalu menuju kamar mandi, aku langsung bergerak ke kamar Tante Ida, kubuka pintu nya dan nampak nya kamar Tante Ida amat bersih, sebuah ranjang ukuran double ada disana, lemari, meja hias, cermin besar dan ada foto Tante Ida beserta suami dan anaknya di meja rias kecil itu, tampak foto Tante Ida semasa beliau lajang tergantung dengan ukuran besar di kamar nya. Kukira semasa muda nya Tante Ida ini pernah jadi foto model
Aku menyalakan AC di kamar lalu duduk di ranjang. Kuperhartikan sekeliling kamarnya.. aku berharap Tante Ida sudah memperhitungkan besarnya resiko mengajak ku tidur bersama di rumahnya malam ini , mudah mudah an beliau tidak salah karena bisa bahaya kalau suami nya tiba tiba datang.

Aku menghela nafas dan mulai berbaring di ranjang, tempat Tante Ida biasa digumuli suami nya. Alas kasur nya rapi, bersih dan wangi.. sebenarnya beruntung suami nya mendapatkan istri yang pandai merawat rumah seperti Tante Ida, sudah cantik, sexy, bahenol, pintar masak.. malah di sia sia kan aja sama suaminya
“ goblok benar om bram ini.. dapat istri perfect kaya gini kok suka dikasarin ” bathinku sambil geleng geleng kepala

Tak lama berselang terdengar pintu kamar berdenyit... dan ... kulihat Tante Ida masuk ke kamar , amat seksi dia malam ini.. hanya mengenakan pakaian dalam nya saja, BH dan celana dalam berwarna pink, warna favorit Tante Ida, hingga kulitnya yang putih itu semakin bersinar saja bila di balut pakaian yang superrrr sexy ini
Tante Ida tersenyum malu malu menatapku yang terkesima melihat penampilan nya, beliau berdiri  di hadapanku seolah memamerkan padaku betapa sexy nya diri nya
Dadaku berdegup cepat dan darahku berdesir melihat tubuh putih dan mulus Tante Ida ... Tetangga ku ini memang amat sexy dan menggairahkan, bentuk tubuhnya yang tinggi dan padat , paha nya sekal dan putih mulus amat menggoda untuk bercumbu dengan nya

Tante Ida kian menatap ku dengan tatapan menantang saat kupelototi tubuh nya yang hanya di tutupi BH dan celana dalam menutupi bagian terlarang nya
“ kok kamu bengong Bry..” suara Tante Ida membuyarkan semua khayalanku
 Aku tak menjawab dan Tante Ida mulai melangkah berjalan dan naik ke atas ranjang mendekati ku
Aku pun menggeser sedikit tubuh ku ke arah atas , sementara Tante Ida menaiki ranjang dan dengan posisi merangkak maju terus kearah ku dengan wajah mesum, aku pun bersiap menyambut kedatangan Tante Ida nan bohay itu

Tante Ida merangkak dan berhenti saat berada diatas tubuhku, kuperhatikan lekat lekat buah dada nya yang membetot seolah mau keluar jika tidak ada BH yang menahan nya.
Tangan ku tak tahan untuk menyentuh tubuh mulus itu, tangan kanan ku menyentuh bahu nya dan tangan kiri ku berada di leher nya dan memberi isyarat agar beliau menurunkan tubuh nya lebih kebawah lagi.
Tante Ida patuh dan mengerti akan maksudku, beliau pun menurunkan tubuh nya dan perlahan medekatkan tubuh nya kepada ku yang terbaring di ranjang , tangan kiri ku menarik lehernya terus kebawah hingga merapat padaku

Wajah ku dan Tante Ida sudah berdekatan, saat kurasa dengusan nafas Tante Ida yang hangat menerpa wajahku, namun Tante Ida mengarahkan wajah nya ke leherku... dan langsung membenamkan wajahnya disana, aku pun mengadahkan kepala keatas guna memberi keleluasaan buat Tante Ida untuk mencumbui leherku, 

Sekujur tubuh ku terasa begidik geli, merasakan dengusan Tante Ida menyapu kulitku... terasa hangat dan membuat ku melayang, kemudian kurasakan beliau mengecup leher ku berkali kali lalu berpindah dari leher bagian kiri, bagian tengah dan bagian kananku dengan gerakan yang lembut
“ Uuuhh.. nteeee..hhh..??” desahku merinding merasakan cumbuan Tante Ida di leherku, tangan kananku reflek mengelus elus leher belakang Tante Ida, dan makin membenamkan kepala Tante Ida ke leher ku
Tante Ida tak menjawab namun terus mencumbui ku dengan lembut, penisku terasa makin berdiri merasakan nikmat nya cumbuan tetanggaku ini

Setelah puas mencumbu leherku, Tante Ida berusaha melepaskan kaos ku, namun tidak melepas hingga copot, setelah kaos itu keluar dari kepala ku, Tante Ida tidak melepasnya, namun membiarkan di posisi itu hingga pada bagian kedua lenganku, menjadi tertahan oleh kaos yang ku kenakan... membuat tangan ku otomatis menjadi terentang keatas

Saat kupandang dia dari bawah Tante terseyum nakal padaku, lalu tangan nya mulai mengelus dada ku dengan lembut.. mulai dari otot dadaku hingga ke pusarku
“ Nteeee...” desah ku merasakan nikmat nya jemari Tante Ida bermain di tubuhku tangan nya terus merambat ke bawah hingga sekarang tangan nya menggegam penis ku yang tegak menjulang dari luar celanaku,  karena aku tidak mengenakan celana dalam maka penis ku yang sudah tegak itu tampak menjulang dari dalam celana pendek yang kupakai

Tante Ida kembali menatapku nakal, tubuhku terasa menggelinyang merasakan nikmatnya tangan Tante Ida mengurut batang kejantananku dengan lembut sambil memandangi ku
Aku menjadi makin gelisah merasakan itu, Tante duduk di atas ranjang dan memandangiku dengan sorot mata penuh gairah.

Mataku terpejam menikmati urutan Tante Ida pada batang penisku, aku terus merintih rintih menahan nikmat. Kemudian kurasakan Tante Ida berusaha melorotkan celana pendek yang masih kukenakan, dan aku pun mengangkat pinggulku saat Tante Ida menarik celana ku ke bawah hinggga lolos dari kedua kaki ku

Setelah aku ditelanjangi nya, Tante Ida menatap takjub pada kejantanan ku yang nongol dengan posisi tegak menjulang seperti menara petronas itu, mata nya tampak tak berkedip dan enggan melepas pandangan nya
Dadaku berdebar menunggu tindakan yang akan dilakukan beliau berikutnya, 

Tangan Tante Ida menggenggam penisku lalu tubuhnya membungkuk dan wajah nya mendekat pada penisku, aku paham apa yang akan dilakukan nya. Aku pun membuka kedua kaki lebar lebar.. posisi Tante Ida langsung berpindah berada diantara kangkangan kedua kaki ku

Sekilas beliau menatapku, setelah itu .... Uuhhh... kurasakan kepala penisku basah disapu oleh lidah Tante Ida, selanjutnya kurasa kan lidah Tante Ida menjilati batang kejantananku berulang ulang... hingga akhirnya penis ku dimasukan Tante Ida ke dalam mulutnya
“ Uuuuuuhhhh..” desahku menahan nikmatnya oral sex Tante Ida, memanjakan penisku dengan sapuan dan jilatan lidahnya... penisku dikulum dan keluar masuk oleh mulutnya ... serasa sukma ku melayang oleh nya..
Suara saat penisku diemut Tante Ida terdengar berkecipak , penisku disedot dan dimainkan Tante Ida dalam mulutnya

Selang beberapa saat Tante Ida menghentikan aktifitas nya, dan tampak beliau mengatur nafas nya lalu kembali menatapku dengan senyum nya yang mesum

Tante Ida menyeka sisa ludah diantara bibirnya , setelah itu tiba tiba beliau langsung menerkam ku dan menindih tubuh ku dari atas... aku pun menyambut nya... Tante Ida mencumbu ku dengan buas, sasaran nya leherku, yang dicium nya berulang ulang dengan gerakan memburu berpindah dari kiri dan kanan , sesekali aku meringis saat Tante Ida menggigiti leherku, cumbuan nya pindah ke telingaku, Tante Ida melumat telingaku dengan mulut nya hingga menimbulkan rasa geli namun nikmat.

Tante Ida makin buas, setelah puas menjilati telingaku, beliau menciumi wajahku penuh nafsu , kemudian kembali ke leher ku ....kurasa mungkin leher ku sudah merah merah akibat gigitan Tante Ida.

Setelah puas mencumbui leherku, dengan tergesa Tante Ida melepaskan kaos ku yang masih nyangkut di kedua bahuku, setelah kaos ku dilepas oleh beliau, otomatis kedua tanganku leluasa untuk bergerak.

Aku langsung memeluk erat tubuh sexy nan bahenol  itu, Tante Ida tampak sudah sangat bernafsu melihatku yang sudah telanjang bulat , lidah nya mulai tak karuan menjilati mulai dari leherku, telinga hingga pipi dan wajahku pun dijilati nya dengan penuh nafsu.. membuat wajahku basah oleh air liur Tante Ida

Tubuh beliau amat hangat saat kudekap, aku memang sengaja belum merespon atau membalas cumbuan nya, sengaja kubiarkan Tante Ida melepaskan birahi nya padaku

Tante Ida masih menggumuli ku di ranjang kamar nya dengan liar, malam itu Tante Ida bagai serigala betina yang haus akan pria. Hingga setiap inci tubuhku dijilati nya dengan buas ...
“ Brrryyy... tante pengen Bry... “ ujar nya menatapku dengan nafas terengah setelah puas menciumi tubuhku
“ Puaskan tante Bry....” desah nya menatapku dengan pandangan sayu penuh nafsu membara

Aku mengagguk, lalu bangkit dan duduk di atas ranjang ,kemudian aku memerintahkan nya untuk membalikan tubuhnya membelakangiku, Tante Ida patuh dan setelah tubuh nya membelakangi ku, kutarik beliau agar merapat dengan ku.. setelah tubuh kami merapat, langsung saja kubuka pengait BH nya dan melepas kan nya

Posisi ku duduk dengan kaki menjuntai di atas kasur dan Tante Ida pun duduk membelakangiku dengan posisi sama, tubuhnya disandarkan nya pada dadaku, berada dalam pelukanku dari belakang

Setelah BH nya kubuka, tanganku kuarahkan pada sepasang payudaranya, lalu langsung saja kuremas kedua payudara beliau dari arah belakang.. kurasa kan kekenyalan buah dada nya oleh kedua tanganku
“ Hhhhhh.hhh..????!!!” desah Tante Ida panjang saat kuremas remas kedua bukit kembarnya itu, sementara gantian leher nya kucumbu dari arah belakang dan ku gigit gigit  daun telinga nya

Tante Ida menjerit jerit menyebut namaku merasakan tubuh nya gantian kujamahi dengan buas.
Puas mengerjai buah dada nya , aku balik tubuh Tante Ida menjadi menghadapku ... lalu kudorong tubuh nya hingga  terbaring di ranjang.. tubuh molek itu  tampak sempurna dan makin membuatku bernafsu dengan posisi terlentang pasrah seperti itu
Lalu kuangkat kedua paha nya hingga mengangkang dan membetuk seperti huruf “ M” tampak selangkangan Tante Ida yang masih tertutup celana dalam itu terhampar di hadapanku..
Tepat di daerah  kemaluan beliau telah terlihat basah celana dalam nya,
Aku tidak tahan lagi melihat pemandangan yang indah ini, aku mencoba melepaskan celana dalam itu... Tante Ida mempermudah pekerjaanku dengan mengangkat sebentar pinggul nya keatas, hingga  celana dalam berwarna pink itu berhasil ku lorotkan diantara kedua paha nya

Sekarang tubuh molek Tante Ida benar bena sempurna bugil tanpa sehelai benang pun... lobang vagina Tante Ida menganga indah di hadapanku, bulu bulu keriting namun tercukur rapi menambah kerimbunan goa surgawi Tante Ida yang tampak sudah mengeluarkan cairan cinta

Aku kembali membuka kedua paha nya dengan maksud mengoral  vagina nya, namu di cegah Tante Ida..
“ Bry... nggak usah dijilatin.. punya Tante udah basah dari tadi...langsung masukin aja punya mu..” ujar Tante Ida menoleh ke bawah pada ku
“ yakin nih..”  pancing ku
“ Ya.. yakin... cukup pemanasan nya ! Tante udah gak tahan kamu masukin pake punya kamu Bry...”
“sini...”  ujar Tante Ida memberi isyarat padaku untuk mendekat,  aku berposisi merangkak diatas tubuhnya dan  kusejajarkan kejantananku pada lobang vagina nya

Tangan Tante Ida malah membimbing penisku segera masuk ke dalam black hole nya
Cepat-cepat diangkat nya kepala ku  dan tubuhku ditariknya kearah beliau.
Dengan wajah tidak sabaran Tante Ida memegang batang kemaluan ku, dan diarahkan nya masuh kuarahkan ke dalam lobang vagina nya yang sudah gatal dan menganga indah menunggu datang nya batang kemaluanku   
                                 .
Setelah kurasa sejajar, kudorongkan pinggulku dengan satu ayunan dan
“ Clepp... Bleeesssshhh..” diiringi dengan suara rintihan Tante Ida penisku dengan lancar memasuki lobang kawin Tante Ida tanpa hambatan
“ Aaaahhh..” jerit Tante Ida tertahan
Mungkin dikarenakan bantuan cairan cinta  yang sudah membasahi rongga vagina Tante Ida, penis ku dengan lancar masuk ke dalam.

Aku pun mendorong penisku keluar masuk vagina Tante Ida
“ Ooohh..!! Oooohh..!!!  Aaauuuhh... Uuuuhh...!!!”  suara Tante Ida seirama dengan genjotanku
Wajah Tante Ida penuh nafsu,  matanya terpejam dan mulutnya tak henti henti nya mengucapkan desahan desahan kenikmatan. Sementara tubuh nya  bergerak naik turun seirama genjotan ku menggoyang tubuh indah nya.. kedua susu nya juga  naik turun membuat aku makin  menikmati indah nya bersetubuh dengan beliau

Tante Ida mulai menggoyangkan pinggulnya dengan arah berlawanan dengan  tusukan penisku, kalau penis ku  maju mundur, pinggulnya bergerak  memutar hingga menimbulkan rasa nikmat yang luar biasa
Goyangan pantat Tante Ida menyamai ritme genjotanku,
“ Huusshh... Huussshh... C’mon Bryaaannn....  Hussshh...Ooooohh Nooo... !!!!“   rintih Tante Ida megap megap yang bergoyang binal saat aku menikmati lobang kawinnya, sementara kedua paha nya sudah terbuka lebar lebar hingga memudahkan ku untuk menyetubuhi nya dari atas tubuh montok nya.

Vagina Tante Ida sudah terasa lapang akibat penisku yang keluar masuk didalam nya, sementara Tante Ida tampak mengimbangi ku , tenaga beliau tampak prima melayani ku yang berpacu tenaga menyetubuhi nya
”Plok..plok..plookk…cloopps…clooppss….suara selangkangan kami beradu ditengah semakin banjirnya cairan vagina Tante Ida.
“Ooooohhh…aaahhhhh…aaahhh…..aaahhh….aaaa..aaaaa….aaaahhhh…terusss Bryyyy …eennaaak”, teriak Tante Ida.
“ Oohh... Nteee!! Oohh... “ aku mendengus memacu tenaga ku menggenjot Tante Ida dengan gerakan cepat. Tubuh nya terasa mengeluarkan butir butir keringat, begitu juga saat kulihat Tante Ida  yang berada di bawah ku, tubuh nya juga banjir akan keringat, menandakan permaianan kami  amat hot dan saling berpacu menggapai kepuasan 

Kedua tangan Tante Ida mencengkram alas kasur  dan kedua paha nya melingkar pada pinggulku
“ Bryy. Oohh.. Bryy.... stoopp... duulluu....hhh..??!! “ ujar Tante Ida terbata bata hingga membuatku menghentikan genjotan ku
“ kenapa nte.?” Tanyaku
“ Tantee.. mau diatas Bry..” ujarnya menatapku sambil mengatur nafasnya

Aku mengangguk dan segera mencabut penis ku dari dalam vagina beliau, lalu aku memposisikan tubuhnku berbaring terlentang di ranjang. Kulihat Tante Ida berusaha bangkit dari posisi nya yang terlentang lalu beliau mulai menaiki tubuhku, beliau menurunkan pantat nya dan mencoba menyejajarkan nya pada penis ku yang masih tegak perkasa, aku bantu memegangi penisku dan mendorong nya keatas masuk ke dalam pintu kemaluan Tante Ida
“ Blesss..hhh..” diiringi lenguhan Tante Ida, penisku kembali amblas dalam lobang kawin Tante Ida, kurasa beliau makin menekan pinggul nya ke bawah sehingga kepala penisku mentok hingga rahimnya
“ Ooooouuuuuhhhh....????!!!!” jerit Tante Ida kuat .. kepala nya tengadah keatas dan mata nya terpejam , mungkin merasa kenikmatan merasakan hangat nya penis ku dalam lobang kawinnya

Tante Ida memdiamkan sejenak dan tampak nya masih ingin merasakan rahim nya sudah tersentuh oleh kepala pensiku, aku sendiri juga meringis menahan nikmat saat merasa otot vagina Tante Ida terasa berkedut kedut meremas remas penisku dari dalam

Tak lama kemudian Tante Ida mulai menggerakan tubuh nya naik turun, tubuh setengah bongsor itu mulai memompa penisku dengan gerakan pelan
Kepala beliau masih tengadah keatas namun tubuh nya terus memompa ku dari atas dengan gerakan yang tambah lama tambah cepat, kedua tangan Tante Ida menempel erat di kedua pahaku.
Kulihat dari bawah tubuh putih Tante Ida meliuk liuk naik turun dengan indah,.. apalagi melihat kedua susu nya juga turut bergoyang naik turun, sebuah pemandangan yang erotis.

Penetrasi genjotan pinggul Tante Ida makin lama makin cepat, kadang genjotan nya diselingi dengan goyangan pantat Tante Ida dengan cara memutar mutar kan pinggul nya dari kiri ke kanan dengan ritme cepat, seperti gaya ngebor, otomatis penis ku rasanya seperti diaduk aduk dalam lobang kawin beliau
“ sssshh,,,,, oouuuuhhh... Ahhhhh... Awwww....” jerit Tante Ida  mulai bergerak tak beraturan, pertanda mau muncak
Melihat ekspersi wajah Tante Ida dari bawah, membuat libido ku makin naik, aku pun terus memborbardir lobang kawin nya itu dari bawah dengan gerakan cepat, hingga mengimbangi ritme Tante Ida, Tubuh beliau terasa bergetar hebat
“ Uuuhh.. Bryyy.... ennaaakk Bryy... Ouucchhhh...Terusss Bryy.... Ooohhh,, Terussss Bryyy.... Awwwwhhh..!!! Awwww..hhhh..??? !!! Saaaa .. !! yyaaaaaaa...  keluuaaaaaaarrrrrrr.... Oooooouuccchhhh...????!!!!” jerit Tante Ida menjemput orgasmenya, saat itu pula penisku memuntahkan lahar memenuhi rongga vagina Tante Ida hingga rahim
“ Taantteeee..!!!!” jerit ku melepaskan sperma ku, pinggulku kudorong kuat kuat keatas hingga penisku mentok ke rahim nya. 

Tante Ida meringkik bagai kuda betina liar merasakan spermaku menyemprot rahim nya berkali kali, entah berapa banyak kusemburkan benih ku dalam kemaluan nya
Goyangan tubuhnya terhenti, dan wajah cantik nya terlihat lelah memandangiku sayu sambil mengatur nafas nya
“ Bryy... hhh... “ desah nya menatapku dengan raut  lelah namun memancarkan rasa puas dari diri nya
Aku tak menjawab, dan hanya mengangguk karena aku pun ngos ngos an mengatur nafas ku sehabis bercinta dengan penuh kepuasan dengan beliau

Tante Ida merebahkan tubuh nya ke bawah, hingga tubuh montok itu sekarang menindihku dari atas, terasa badan kami berdua sudah bermandi keringat, degup jantung Tante Ida terasa berdetak cepat  dan dengusan nafas nya terdengar turun naik ... susu nya yang kenyal menempel pada dada ku.

Hanya sebentar kepala nya bersandar di dadaku, kepala nya diangkatnya lalu berhadap hadapan denganku
Tante Ida menatap ku dengan mata terbinar, ada raut lelah di wajah cantik nya namun  dari tatapan mesra dan senyuman nya menujukan bahwa beliau memanng sudah mendapatkan kepuasan bathin  dari percintaan yang kami lakukan tadi
“ kamu hebat Bry..” puji Tante Ida terengah engah sambil mengatur nafas, mata nya berbinar menatapku penuh kasih sayang

Tante Ida lalu menurunkan wajahnya mendekati wajahku, beliau menciumi pipi ku dengan mesra
Setelah berapa saat lalu Tante Ida turun dari tubuhku dan berbaring disampingku, tangan nya memeluk tubuh ku dengan mesra dan memejamkan matanya dengan senyuman penuh kepuasan 

Aku pun menarik selimut dan menutup tubuh bugil ku dan Tante Ida dan memejamkan mata dengan penuh kepuasan..
Malam ini aku milik nya, kata beliau