Aku, Buk Endang
dan Tante Ida tidur bertiga di ranjang kamarku, kami bertiga kelelahan setelah
seharian bercinta dengan cara threesome, setelah sepuas puas nya menikmati sensansi
bercinta kami bertiga
Hari sudah sore,
menyadari itu Buk Endang pun bergegas bangun, bangkit dari tempat idur
“ astaga udah
jam lima lewat aja... saya harus pulang ..” ujar Buk Endang buru buru bangun,
dengan tubuh telanjang dosen ku itu segera bangkit dan berdiri
“ mau kemana buk
?” Sahutku menyadari Buk Endang sudah
tidak tidur disebelahku
“ mau mandi
bryan... sudah mau malam... saya mau mandi trus pulang ya..” sahutnya terhenti
menjawab pertanyaanku
“ iya deh.”
Balasku dan Buk Endang pun melangkah meninggalkan kamar menuju kamar mandi
Sementara Tante
Ida, si montok tetanggaku masih setengah sadar dan masih tidur disampingku sambil
memeluk tubuhku
“ mau kemana
jeng Endang tadi Bry..” ujarnya padaku
“ mandi.. mau
pulang” jawabku datar
“saya mau mandi
juga lah... “ ujarnya lemah sambil mengucek matanya
Tante Ida bangun
dengan malas malasan.
Aku membiarkan
saja dan tetap berbaring malas malasan melepas lelahku selepas melayani dua
orang perempuan paruh baya itu
Tante Ida duduk
diranjang
“ kamar mandi mu
satu lagi dimana Bry..?’ ujarnya
“ ada tuh... di
belakang..” sahutku
“ saya mau mandi
dulu ya... kamu disini aja istirahat dulu,.’ Ujarnya menatapku penuh kasih
Aku hanya
mengangguk dan terseyum manis pada tetanggaku itu
Tante Ida pun
bediri dengan tubuh yang telanjang dan melangkah keluar dari kamarku
Setelah dua perempuan itu meninggalkanku di kamar, aku pun melanjutkan tidurku dengan masih bermalas malasan
Setelah dua perempuan itu meninggalkanku di kamar, aku pun melanjutkan tidurku dengan masih bermalas malasan
Aku terbangun
saat merasakan tangan Tante Ida membelai wajahku,
Saat kubuka mata
Buk Endang dan Tante Ida sudah berpakaian kembali sebagaimana mereka datang
tadi
Mereka berdua
menatapku dengan tatapan penuh kasih sayang.. mungkin mereka berdua puas dengan
permainan yang kulakukan barusan
“ Bryan... Ibu pulang dulu ya... terimakasih
atas yang kamu berikan tadi... benar benar sebuah surprise..’ tuturnya sambil
tersenyum manis memandangiku yang masih terbaring di ranjang
Tampak Tante Ida
dan Buk Endang saling pandang dan saling melempar senyum satu sama lain
Seperti nya
mereka berdua sudah mulai akrab setelah kami melakukan threesome beberapa jam yang
lewat
“ lain kali kita
ulangi ya....” godaku pada mereka
Mereka berdua
hanya senyum senyum malu mendengarkan ucapanku
“ saya pamit
dulu ya Bry... Jeng Ida...” sambung Buk Endang lagi
“ mari jeng...
bangun dong Bry.... antar Buk Endang sampai ke garasi.. nanti kalau saya yang
antar keliatan sama tetangga lagi..” ujar Tante Ida mengingatkanku
Dengan malas
malasan aku bagkit dan duduk
“ pake celana
kamu...” ujar Buk Endang terkekeh saat kusadari aku berdiri dengan tubuh yang
masih telanjang
Kami bertiga pun
tertawa
Lalu aku menuju
lemari baju, mencari celana pendek dan kaos oblong.. lalu kupakai untuk
menutupi tubuh
Setelah itu kami
bertiga keluar dari kamarku dan menuju pintu arah garasi, Tante Ida hanya
mengantar sampai ruang tengah, setelah ber cipika cipiki dengan Buk Endang,
Tante Ida pun duduk diatas sofa di depan TV,
Aku mengantar
Buk Endang hingga garase. Sebelum beliau membuka pintu mobil Buk Endang
memintaku untuk memeluknya dan aku pun mendekapnya mesra
“ thanks ya
sayang... sudah buat saya merasakan sensasi tadi.. ujarnya dengan wajah sumringah
Aku hanya
mengangguk dan kurasa Buk Endang mengecup pipiku
“ Jeng Ida masih
disini? “ tanya Buk Endang
“ paling habis
magrib dia pulang ... nunggu gelap.. biar gak keliatan sama tetangga lain” sahut
ku
Buk Endang
kembali tersenyum dan melepaskan pelukannya lalu berjalan menuju mobilnya
Sambil itu aku
membuka pintu garasi berikut pintu pagar , kulihat Buk Endang mulai memundurkan
mobilnya keluar dari garasi berikut halaman rumahku
Dan tak lama
deru mobil Buk Endang pun berlalu meninggalkan rumahku.
Aku kembali
menutup berikut garasi dan masuk kerumah
Di ruang tengah
tak kudapati Tante Ida
“ Nte,..
dimana..? “ ujarku memanggil namanya
“ di kamar kamu
Bry..” terdengar suara nya
Aku pun menuju
kamar dan disana kudapati Tante Ida sedang merapikan tempat tidurku
“ wah... nggak
perlu repot repot gitu nte..” ujarku sungkan
“ nggak... Tante
memang nggak sreg kalau melihat kamar berantakan.. jadi dirapiin... o ya.. alas
kasur dan sarung bantal kamu yang bersih dimana? Biar Tante ganti sekalian..”
sahutnya memandangku
“ di lemari
bagian atas nte..” tunjuk ku pada lemari pakaian
Tante Ida
membuka sarung bantal dan kasur satu persatu, aku senang dengan kehadiran
beliau, karena kamar ku yang sering berantakan menjadi bersih oleh Tante Ida
“ kamu mandi aja
dulu... biar seger.. habis mandi nanti tante buatin puding lagi..” kata Tante
Ida seraya terus bekerja
“ ya deh nte..
kalau begitu saya mandi dulu lah ya...” ujarku akhirnya
Tante Ida
mengangguk senang mendengarku
Aku pun beranjak
menuju kamar mandi,
Sesampai di dalam
aku basuh badanku dengan air panas dan berendam di bathtub.. cukup lama aku
disana sambil membilas badan dan merelaxan tubuhku
Setelah selesai
mandi, dengan mengenakan handuk aku keluar dari kamar mandi,
Melihat aku
datang Tante Ida tersenyum manis padaku, kulihat di meja makan sudah tersedia
segelas susu dan roti tawar plus selai
“ mari sini
duduk Bry..” ujar Tante Ida mengajaku duduk
Aku cukup
terkesima melihat rumahku seketika berubah menjadi bersih, meja makan rapi,
dapurku sudah bersih dan lantai sudah kembali mengkilat oleh Tante Ida
Aku mengangkat
bahu dan duduk di meja makan dan meminum susu dan makanan yang Tante Ida
sajikan
“ hmm.. enak
nte..” ujarku memuji minuman dan makan buatan Tante Ida
“ Tante suka
kamu suka buatan Tante..” ujarnya padaku
“ Tante pintar
dalam hal segalanya...” pujiku sambil menggodanya hingga membuat wajah cantik
itu terkekeh
“ maksud kamu
apaan sihh..? “ ujar Tante Ida tertawa kecil
“ ya..
segalanya... jago masak, jago bersih bersih.. dan... jago di ranjang..” ujarku
terbahak
Meledak juga
tertawa Tante Ida mendengar pujianku padanya
“ kamu ini bisa
aja Bryann..” ujarnya tersipu
“ Tadi, setelah
beres beres rumah kamu, tante aktifkan handphone .. “ ujar Tante Ida mulai
mengajak ku bercerita
“ Trus..?” tanya
ku menghentikan suapan ku lalu menatapnya
“ ternyata
banyak sms dari suami saya...” sambung nya dengan wajah serius
“ apa isi nya
nte? “ tanya ku penasaran
“ dia nanya Tante
lagi dimana.. kok Hp nggak aktif trus rumah ditinggalin..” ujarnya berhenti .
mata beliau tampak merah menahan air mata
“ trus maki maki Tante lewat sms...” ujarnya mulai terisak
“ trus maki maki Tante lewat sms...” ujarnya mulai terisak
“ tante balas
sms nya? “ujarku memotong pembicaraan
“ ya..ngggg..
saya telpon balik... Tante bilang kemaren dan sekarang Tante sedang di rumah
saudara sepupu Tante “ ujarnya terus terisak
“ suami Tante
sekarang ada dimana?”
“ Dia lagi di
rumah mertua saya.. di luar kota.. jarak nya kira kira seharian dari sini..” jawabnya
“ Tante terima
semua cacian nya, yang penting anak Tante aman sama dia” sambungnya
“ kapan suami
Tante kesini? “ tanyaku
” berangkat baru
bisa besok siang... sampai nya pagi disini...” sahutnya
“ ya sudah...
Tante tidur di rumah saya saja... kan nanti Tante sendirian juga dirumah nggak
ada yang nemenin..” saranku
Tante Ida hanya
mengangguk pelan sambil menyeka air matanya
“ tapi Tante
harus pulang ke rumah dulu... ganti baju dan bersih bersih rumah...” ujarnya
lagi
“ oke.. tapi
sehabis itu Tante kemari lagi kan..? “ ujarku memastikan... karena menurutku
perempuan ini tidak akan berani tinggal sendirian di rumahnya sampai pagi ..
lagian kalau disini kan bisa bobok dengan ku lagi hehehehe
“ ya.. nanti
Tante telpon kamu ya...” ujarnya menyeka air matanya kembali
Setelah menyantap makanan
dan minuman yang dibuat Tante Ida, hari sudah menunjukan pukul 7 malam. Melihat
itu Tante Ida bilang bahwa dia ke rumah nya dulu.
Aku mengangguk
mengerti dan mengantarnya sampai pagar,
Setelah
memastikan tidak ada tetangga yang melihat, akhirnya kubuka pintu pagar pelan
pelan dan Tante Ida pun berlari kecil menuju rumahnya yang berada tepat di
depan rumahku
Sepeninggal
Tante Ida aku merebahkan tubuhku di sofa sambil mendegarkan lagu,
Cukup lama aku
bermalas malasan , sekitar setengah jam lewat
Lalu terdengar
Hp ku berdering, setelah kulihat nama penelepon rupanya Tante Ida, tetanggaku
itu
Aku pun
mengangkatnya
“ Halo Bry...
kamu lagi ngapain..” suara Tante Ida dari seberang sana
“ ngg.. nggak
ada... lagi nyantai sambil dengar musik” jawabku
“ kamu kesini
bisa... temanin Tante bersihkan rumah bentar..mau..? “ ujarnya
“ Mau sih nte...
sekarang..? “ ujarku
“ Ya..
kemarilah.. tante bukain pagar dan pintu depan dulu ya..’ ujarnya
“ oke..’ balasku
dan mengakhiri percakapan
Aku pun bangkit,
dengan mengenakan celana pendek dan kaos oblong bergerak menuju rumah Tante
Ida,
Setelah menutup
pagarku, dengan hati hati aku masuk ke pekarangan Tante Ida, pintu pagar nya
sengaja dibukanya sedikit dan langsung masuk ke rumahnya
Sesampai disana
Tante Ida sudah menungguku di ruang tamu
Aku pun
melakukan apa yang diminta beliau, sehabis itu Tante Ida tampak berjalan ke
arah ruang makan dan aku mengikutinya dari belakang
Sesampai di
ruang makan, Tante Ida menuju dapur yang berada dekat dengan meja makannya
“ Tante lagi
masak buat makan malam kita... kamu pasti belum makan malam kan..?” tanya Tante Ida
sambil mengaduk masakan nya yang masih berada di kuali
“ belum nte...
lagi masak apaan sih nte..? “ ujar ku mendekati Tante Ida yang tengah memasak
di dapur,
“ gorengan dan tumis aja.. gorengan nya udah jadi, tinggal tumis nya dikit lagi
nih” tutur nya sambil terus mengaduk masakan nya di kuali
Aku berada dibelakang Tante Ida yang tengah menumis sayuran, iseng kupeluk tubuh nya dari
belakang
“ Eitss, kamu.. bikin Tante kaget..” ujarnya tersentak dan menoleh kebelakang
Aku mendekap
tubuh nya dari belakang, kedua tanganku melingkar di pinggul nya.
Tante Ida
membiarkan ku memeluk nya dan terus menyelesaikan pekerjaan nya
“ Bryaan.. kamu
nakal ya... “ ujarnya
“ nggak kok
nte... Cuma pengen peluk Tante aja..” ujarku sekena nya
Namun karena
tubuh kami sudah merapat dan bersentuhan, tentu saja nafsu ku bangkit. Apalagi
saat itu Tante Ida mengenakan daster berwarna biru yang panjang nya hanya
diatas lutut.. membuatku terangsang
Terdengar Tante
Ida tertawa kecil mendengar jawabanku.
Melihat leher
nya yang putih, pundak nya yang terbuka karena rambut nya diikat ala sanggul
kebelakang menggoda hasratku untuk menciumi tengkuk nya
“ HHmmmmhh...
geli Bryaaan..hhhh..” terdengar suara nya mendesah saat kucium tengkuk nya dari
belakang
Aku terus saja menciumi
tengkuk nya berulang kali hingga kurasa bulu roma Tante Ida berdiri, begidik menahan
rangsangan yang dirasa nya
Tangan ku yang
semula melingkari pinggang nya , mulai nakal dengan mengusap usap pinggang,
daerah perut hingga berada pada buah dadanya
“ Hhhhhh...
Bryyy...hhhhh..” Tante Ida merintih kenikmatan, saat kedua tanganku meremas kedua payudaranya.. walau masih mengenakan daster dan BH,
gundukan payudara Tante Ida terasa empuk dan kenyal, kemudian dalam remasan
tanganku kurasakan sepasang buah dada nya itu makin mengeras setiap kali aku
meremas remas nya
Tubuh Tante Ida
tampak kaku dan nafas nya turun naik, aku terus melanjutkan aktifitas ku
menggerayangi tubuh nya
“ Bryy... jangan
disini ya ....” terdengar rintihan Tante Ida
Sejenak aku
menghentikan aktifitasku
Tante Ida
menoleh padaku dengan wajah yang memerah dan mata yang sayu
“ nanti aja di kamar
ya... kamu nanti tidur disini aja , sama Tante..” ujarnya sambil mengatur nafasnya
yang turun naik. Tampak sekali wajah nya yang cantik itu sedang menahan nafsu membara
Aku pun
mengangguk, namun masih memeluk tubuh nya dari belakang.
Tante Ida
tersenyum kecil dan kembali mengaduk masakannya
“ astaga.. hampir
aja kering tumisan Tante Bry... untung api nya kecil” ujar nya saat melihat
masakan nya sudah matang
Tante Ida buru
buru mematikan kompor
Setelah api
kompor mati, aku melanjutkan rencana ku tadi... aku meraih tangan kanan Tante
Ida yang sedang memegang sendok kuali dan memberi isyarat agar sendok itu
dilepaskannya.
Tante Ida
menolehku dengan tatapan mata penuh birahi, lalu dengan patuh meletakan sendok itu pada kuali
Kemudian kembali
kudekap erat tubuh Tante Ida dan menciumi kembali pundak nya
“ Bryyy...
kamuuu.. ooohhh...Ahhhhh..” desah Tante Ida lagi
Lidahku menuju
kupingnya dan sesampai disana kujilati satu telinga Tante Ida hingga beliau
mendesah panjang
“ Ooooooohh...
Bryyaaann...” desah nya mengadahkan kepalanya keatas pertanda beliau menikmati
setiap sentuhan yang kuberikan
Tanganku mulai
bergerak, mencari ujung daster Tante Ida, setelah dapat perlahan kutarik ujung
daster Tante Ida keatas sambil tanganku mengelus pahanya.. terus kutarik keatas
hingga tanganku menyentuh pantat bahenol Tante Ida yang masih tertutup celana
dalam nya
Suara rintihan
dan desahan nafas Tante Ida yang memburu makin membakar gairahku untuk berbuat
lebih jauh pada tetanggaku yang montok ini
Tangan kananku
menuju pada alat kelamin nya nya, terasa paha Tante Ida mengapit telapak
tanganku disana , pertanda beliau sudah mengigil merasa kan kemaluan nya
disentuh
Sesampai disana
kumainkan satu jariku mengelus elus tepat di bagian sensitifnya, Tante Ida
terdengar menyebut nyebut nama ku tertahan ... tanganku terus menyentuh dan
mengusap vagina nya dengan gerakan sedang,
Sementara
penisku yang sudah tegak itu kutempelkan tepat di belahan pantat Tante Ida dari
belakang.. aku sengaja tidak memakai celana dalam. Hingga penisku ku tusukan
pas pada belahan pantat tetangga ku itu, lalu kudorong pinggul ku terus menusuk
daerah pantat nya guna merangsang Tante Ida
“ Ooowwww..
Bryaaaann.... Oooohhh... Saaayyyyynggg,,hhhhhh....!!!!” desah nya dengan suara
yang cukup keras
“ buka yan
nte..” bisiku ke telinga nya
Tanpa
persetujuan nya aku menarik celana dalam Tante Ida kebawah lalu melorotkan nya
terus kebawah
Tante Ida tampak
pasrah membiarkan celana dalam nya lepas dari pantat nya melalui kedua kaki nya
Begitu celana
dalam nya sudah turun sampai lutut nya, aku bantu menyentak kan nya kebawah
dengan kaki ku hingga celana dalam Tante Ida sekarang sudah berada di lantai
Aku menghentikan
aktifitasku sementara dan membiarkan Tante Ida bernafas sejenak
Setelah nafas
nya sudah mulai beraturan, aku angkat satu kaki Tante Ida , kubimbing dan
kuletakan di pinggir keramik dapurnya
Tante Ida patuh
saja dengan instruksi ku , setelah kutarik dasternya keatas lalu menggulung nya
hingga pinggul... tampak pantat Tante Ida yang bahenol dan putih itu
Karena gemas,
kuremas bongkahan pantat nya itu berkali dan tanganku kemudian menuju pintu
lobang senggama nya, sesampai disana kumainkan jariku mengelus elus pintu black
hole nya Tante Ida,
Tante Ida
kembali merintih dan menoleh padaku kebelakang. Wajah nya bersemu menahan nafsu
, tatapan matanya seolah meminta ku agar segera menyetubuhi nya
Kuras kedua
pinggul Tante Ida makin merenggang , kedua paha nya makin dilebarkan nya,
hingga jari ku makin leluas bermain di bibir vagina nya
Wajah Tante Ida
makin gelisah, tampak sekali beliau begitu menikmati perlakuan ku padanya
Hingga akhirnya
Tante Ida mendengus panjang saat jari ku masuk dalam lobang vagina nya, jari ku
masuk tanpa kesulitan dalam black hole nya, kurasa vagina nya sudah basah
karena cairan yang keluar dari dalam nya
Kumainkan jari
ku maju mundur dalam vagina Tante Ida, yang merintih menggigiti bibirnya
sendiri merasakan perlakuanku
“ Bryyy...
Ooohh.... Tanntteee nggak tahaaaannn ... Bryaaannn.... !!!! Ohhh...??!!” jerit nya
Ujung jariku
sudah menyentuh sepasang biji klentit nya di dalam, kumainkan biji itu dengan
ujung jariku
“ Brryyyy...
Uuuuuuuhhhhhhh..??!!!” jeritnya kuat
Aku rasa beliau sudah akan orgasme, melihat itu segera kutarik jariku dari dalam kemaluan Tante Ida dan
Aku rasa beliau sudah akan orgasme, melihat itu segera kutarik jariku dari dalam kemaluan Tante Ida dan
Dengan tergesa
kulebarkan kangkangan paha Tante Ida,
Tante Ida
membuat posisi tubuh agak membungkuk, agak nya beliau sudah mengerti apa
yang akan kulakukan selanjutnya
Dengan satu
tanganku menahan kaki kanan nya yang ku naikan di pinggir keramik dapurnya,
satu tanganku lagi membimbing penisku memasuki lobang kawin Tante Ida yang
sudah siap menerima kedatangan penisku
Dengan sekali
hentakan, kudorong pinggulku dan
“ Blesssss...”
penis ku masuk tanpa kesulitan ke dalam vagina Tante Ida, diiringi dengan
jeritan panjang Tante Ida
“
OOOOOOOOHHHHHH...?????!!!!!” jeritnya tersengal merasa penisku sudah berada di
dalam vagina nya
Kudiamkan
sejenak penis ku di dalam, menikmati hangat nya lobang surgawi itu, aku
merintih kecil memejamkan mata merasakan kejantananku di cengkram oleh urat
rangsang dinding vagina Tante Ida..
Aku tersentak
saat merasa pantat Tante Ida mulai bergerak seperti molen , membuat gerakan
memutar.. mengaduk penisku di dalamnya
Melihat itu aku
imbangi gerakan pinggul Tante Ida dengan menusuk kan penisku maju mundur dalam
lobang vagina nya
“ Uuuhhh... ??
Uuuuhhh...?? Uuuhh..??!!” suara Tante Ida saat ku entot beliau dari belakang,
sementara tangan kananku tetap berposisi menahan satu kaki nya yang kuangkat di
keramik dapurnya
Posisi ini
membuat lobang kawin Tante Ida makin menganga lebar, hingga penis ku makin
leluasa menggenjotnya dari belakang
Sementara pundak
nya tak henti henti nya kuciumi
Gerakan pinggul
Tante Ida makin malam makin cepat hingga aku harus mengimbangi nya dengan
dorongan pingggulku
“ Uuhh... Uuhh..
Bryaaannnn... Tann.. tee... mauuu nyampaaaiiii.. AAAAAAAAAAAAHHHH..?????!!!!!”
akhirnya terdengar suara beliau melolong panjang menjemput orgasme nya
Goyangan pinggul
Tante Ida makin melemah, hingga akhirnya berhenti. Sementara penisku masih
tegak berdiri dan masih menancap di lobang vagina nya.
Kami berdua diam
sejenak sambil mengatur nafas yang tersegal segal akibat bertempur barusan
“ turunkan kaki
Tante Bry... pinggul Tante sakit rasa nya..” ujar Tante Ida terengah engah
Aku pun menurunkan satu kakinya dari atas keramik dapur lalu mencabut penisku dari dalam vagina nya
Aku pun menurunkan satu kakinya dari atas keramik dapur lalu mencabut penisku dari dalam vagina nya
“ Duuhh,...
punya kamu ituu... masih aja berdiri ya...” ujar Tante Ida menoleh kebelakang ,
beliau mungkin takjub karena penisku masih aja ngaceng
“ masih saya simpan untuk
nanti malam untuk tante,,” goda ku
Tante Ida
tertawa kecil, lalu membalikan tubuh nya menghadap padaku... beliau memeluk ku
erat dan,.. satu tangannya sekarang menggegam kejantan ku..
“ gede banget
punya mu ini Bry.. udah gitu panjang lagi..” puji beliau mengocok pelan penisku
Aku hanya
tersenyum menatap beliau yang juga menatapku penuh arti
“ kita makan
dulu ya Bry... Tante lapar... habis makan kita sambung lagi ya..” ujarnya
menatapku
“ baik nte...
malam ini aku milik tante..” gombalku pada nya. Tante Ida lalu mencium pipiku
dengan penuh kasih sayang. Tangannya sudah dilepaskan nya dari penisku.
Tante Ida tampak membersihkan tangan nya pada kran air wastafel, lalu kemudian beliau berjalan menuju rak piring dan menyalin masakan tumis tadi ke dalam piring. Setelah mengecapnya, beliau mengancungkan jempolnya pada ku, memberi isyarat bahwa masakan nya itu enak dan meletakan nya di meja makan
Selanjutnya Tante Ida menggadeng ku menuju meja makan, kami pun duduk bersebelahan. dengan telatennya beliau menyiapkan hidangan untuk kami
" mari kita makan Bry.." ujarnya tersenyum mesra padaku
Selanjutnya Tante Ida menggadeng ku menuju meja makan, kami pun duduk bersebelahan. dengan telatennya beliau menyiapkan hidangan untuk kami
" mari kita makan Bry.." ujarnya tersenyum mesra padaku
Aku pun
menyantap masakan Tante Ida dengan lahap
“ enak nte..”
ujarku sambil menyuap makanan, Tante Ida hanya tersenyum mesra mendengar
pujianku.
Beliau terlihat senang melihat aku menghabiskan masakan nya dengan lahap
Beliau terlihat senang melihat aku menghabiskan masakan nya dengan lahap
Setelah selesai
makan, Tante Ida pun membereskan piring dan gelas, saat menoleh ke arah dapur, aku
tersenyum geli melihat celana dalam pink Tante Ida masih berada di lantai
“ Nte... celana
dalam nya tuh... jangan sampai lupa..” ujarku, Tante Ida pun menoleh dan
terkekeh padaku
“ iya.. Tante tahu
kok... he he he..” sahut nya terbahak
Setelah
meletakan piring bekas makanan di wastafel, Tante Ida memunguti celana dalamnya dan membawa nya ke arah mesin cuci yang tak jauh dari dapur nya
“ Tante mau ke
kamar kecil dulu ya Bry.. kamu langsung aja masuk ke kamar..” ujar Tante Ida
menunjuk kan letak kamar nya
“ ya deh nte...”
ujarku
Tante Ida pun
berlalu menuju kamar mandi, aku langsung bergerak ke kamar Tante Ida, kubuka
pintu nya dan nampak nya kamar Tante Ida amat bersih, sebuah ranjang ukuran
double ada disana, lemari, meja hias, cermin besar dan ada foto Tante Ida
beserta suami dan anaknya di meja rias kecil itu, tampak foto Tante Ida semasa beliau lajang tergantung dengan ukuran besar di kamar nya. Kukira semasa muda nya Tante Ida ini pernah jadi foto model
Aku menyalakan AC di kamar lalu duduk di ranjang. Kuperhartikan sekeliling kamarnya.. aku berharap Tante Ida sudah memperhitungkan besarnya resiko mengajak ku tidur bersama di rumahnya malam ini , mudah mudah an beliau tidak salah karena bisa bahaya kalau suami nya tiba tiba datang.
Aku menyalakan AC di kamar lalu duduk di ranjang. Kuperhartikan sekeliling kamarnya.. aku berharap Tante Ida sudah memperhitungkan besarnya resiko mengajak ku tidur bersama di rumahnya malam ini , mudah mudah an beliau tidak salah karena bisa bahaya kalau suami nya tiba tiba datang.
Aku menghela
nafas dan mulai berbaring di ranjang, tempat Tante Ida biasa digumuli suami
nya. Alas kasur nya rapi, bersih dan wangi.. sebenarnya beruntung suami nya
mendapatkan istri yang pandai merawat rumah seperti Tante Ida, sudah cantik,
sexy, bahenol, pintar masak.. malah di sia sia kan aja sama suaminya
“ goblok benar
om bram ini.. dapat istri perfect kaya gini kok suka dikasarin ” bathinku
sambil geleng geleng kepala
Tak lama
berselang terdengar pintu kamar berdenyit... dan ... kulihat Tante Ida masuk ke
kamar , amat seksi dia malam ini.. hanya mengenakan pakaian dalam nya saja, BH
dan celana dalam berwarna pink, warna favorit Tante Ida, hingga kulitnya yang
putih itu semakin bersinar saja bila di balut pakaian yang superrrr sexy ini
Tante Ida
tersenyum malu malu menatapku yang terkesima melihat penampilan nya, beliau
berdiri di hadapanku seolah memamerkan
padaku betapa sexy nya diri nya
Dadaku berdegup
cepat dan darahku berdesir melihat tubuh putih dan mulus Tante Ida ... Tetangga
ku ini memang amat sexy dan menggairahkan, bentuk tubuhnya yang tinggi dan padat
, paha nya sekal dan putih mulus amat menggoda untuk bercumbu dengan nya
Tante Ida kian
menatap ku dengan tatapan menantang saat kupelototi tubuh nya yang hanya di
tutupi BH dan celana dalam menutupi bagian terlarang nya
“ kok kamu
bengong Bry..” suara Tante Ida membuyarkan semua khayalanku
Aku tak menjawab dan Tante Ida mulai melangkah berjalan dan naik ke atas ranjang mendekati ku
Aku tak menjawab dan Tante Ida mulai melangkah berjalan dan naik ke atas ranjang mendekati ku
Aku pun
menggeser sedikit tubuh ku ke arah atas , sementara Tante Ida menaiki ranjang
dan dengan posisi merangkak maju terus kearah ku dengan wajah mesum, aku pun
bersiap menyambut kedatangan Tante Ida nan bohay itu
Tante Ida
merangkak dan berhenti saat berada diatas tubuhku, kuperhatikan lekat lekat
buah dada nya yang membetot seolah mau keluar jika tidak ada BH yang menahan
nya.
Tangan ku tak tahan untuk menyentuh tubuh mulus itu, tangan kanan ku menyentuh bahu nya dan tangan kiri ku berada di leher nya dan memberi isyarat agar beliau menurunkan tubuh nya lebih kebawah lagi.
Tangan ku tak tahan untuk menyentuh tubuh mulus itu, tangan kanan ku menyentuh bahu nya dan tangan kiri ku berada di leher nya dan memberi isyarat agar beliau menurunkan tubuh nya lebih kebawah lagi.
Tante Ida patuh
dan mengerti akan maksudku, beliau pun menurunkan tubuh nya dan perlahan
medekatkan tubuh nya kepada ku yang terbaring di ranjang , tangan kiri ku
menarik lehernya terus kebawah hingga merapat padaku
Wajah ku dan
Tante Ida sudah berdekatan, saat kurasa dengusan nafas Tante Ida yang hangat menerpa wajahku, namun Tante Ida mengarahkan wajah nya ke leherku... dan langsung
membenamkan wajahnya disana, aku pun mengadahkan kepala keatas guna memberi
keleluasaan buat Tante Ida untuk mencumbui leherku,
Sekujur tubuh ku
terasa begidik geli, merasakan dengusan Tante Ida menyapu kulitku... terasa
hangat dan membuat ku melayang, kemudian kurasakan beliau mengecup leher ku
berkali kali lalu berpindah dari leher bagian kiri, bagian tengah dan bagian
kananku dengan gerakan yang lembut
“ Uuuhh..
nteeee..hhh..??” desahku merinding merasakan cumbuan Tante Ida di leherku,
tangan kananku reflek mengelus elus leher belakang Tante Ida, dan makin
membenamkan kepala Tante Ida ke leher ku
Tante Ida tak
menjawab namun terus mencumbui ku dengan lembut, penisku terasa makin berdiri
merasakan nikmat nya cumbuan tetanggaku ini
Setelah puas
mencumbu leherku, Tante Ida berusaha melepaskan kaos ku, namun tidak melepas
hingga copot, setelah kaos itu keluar dari kepala ku, Tante Ida tidak
melepasnya, namun membiarkan di posisi itu hingga pada bagian kedua lenganku,
menjadi tertahan oleh kaos yang ku kenakan... membuat tangan ku otomatis
menjadi terentang keatas
Saat kupandang
dia dari bawah Tante terseyum nakal padaku, lalu tangan nya mulai mengelus dada
ku dengan lembut.. mulai dari otot dadaku hingga ke pusarku
“ Nteeee...”
desah ku merasakan nikmat nya jemari Tante Ida bermain di tubuhku tangan nya
terus merambat ke bawah hingga sekarang tangan nya menggegam penis ku yang
tegak menjulang dari luar celanaku, karena aku tidak mengenakan celana dalam maka
penis ku yang sudah tegak itu tampak menjulang dari dalam celana pendek yang
kupakai
Tante Ida kembali
menatapku nakal, tubuhku terasa menggelinyang merasakan nikmatnya tangan Tante
Ida mengurut batang kejantananku dengan lembut sambil memandangi ku
Aku menjadi
makin gelisah merasakan itu, Tante duduk di atas ranjang dan memandangiku
dengan sorot mata penuh gairah.
Mataku terpejam
menikmati urutan Tante Ida pada batang penisku, aku terus merintih rintih
menahan nikmat. Kemudian kurasakan Tante Ida berusaha melorotkan celana pendek
yang masih kukenakan, dan aku pun mengangkat pinggulku saat Tante Ida menarik
celana ku ke bawah hinggga lolos dari kedua kaki ku
Setelah aku
ditelanjangi nya, Tante Ida menatap takjub pada kejantanan ku yang nongol
dengan posisi tegak menjulang seperti menara petronas itu, mata nya tampak tak
berkedip dan enggan melepas pandangan nya
Dadaku berdebar
menunggu tindakan yang akan dilakukan beliau berikutnya,
Tangan Tante Ida menggenggam penisku lalu tubuhnya membungkuk dan wajah nya mendekat
pada penisku, aku paham apa yang akan dilakukan nya. Aku pun membuka kedua kaki
lebar lebar.. posisi Tante Ida langsung berpindah berada diantara kangkangan kedua kaki ku
Sekilas beliau
menatapku, setelah itu .... Uuhhh... kurasakan kepala penisku basah disapu oleh
lidah Tante Ida, selanjutnya kurasa kan lidah Tante Ida menjilati batang
kejantananku berulang ulang... hingga akhirnya penis ku dimasukan Tante Ida ke
dalam mulutnya
“ Uuuuuuhhhh..”
desahku menahan nikmatnya oral sex Tante Ida, memanjakan penisku dengan sapuan
dan jilatan lidahnya... penisku dikulum dan keluar masuk oleh mulutnya ...
serasa sukma ku melayang oleh nya..
Suara saat
penisku diemut Tante Ida terdengar berkecipak , penisku disedot dan dimainkan
Tante Ida dalam mulutnya
Selang beberapa
saat Tante Ida menghentikan aktifitas nya, dan tampak beliau mengatur nafas nya
lalu kembali menatapku dengan senyum nya yang mesum
Tante Ida
menyeka sisa ludah diantara bibirnya , setelah itu tiba tiba beliau langsung
menerkam ku dan menindih tubuh ku dari atas... aku pun menyambut nya... Tante
Ida mencumbu ku dengan buas, sasaran nya leherku, yang dicium nya berulang
ulang dengan gerakan memburu berpindah dari kiri dan kanan , sesekali aku
meringis saat Tante Ida menggigiti leherku, cumbuan nya pindah ke telingaku,
Tante Ida melumat telingaku dengan mulut nya hingga menimbulkan rasa geli namun
nikmat.
Tante Ida makin
buas, setelah puas menjilati telingaku, beliau menciumi wajahku penuh
nafsu , kemudian kembali ke leher ku ....kurasa mungkin leher ku sudah merah
merah akibat gigitan Tante Ida.
Setelah puas mencumbui leherku, dengan tergesa Tante Ida melepaskan kaos ku yang masih nyangkut di kedua bahuku, setelah kaos ku dilepas oleh beliau, otomatis kedua tanganku leluasa untuk bergerak.
Aku langsung memeluk erat tubuh sexy nan bahenol itu, Tante Ida tampak sudah sangat bernafsu melihatku yang sudah telanjang bulat , lidah nya mulai tak karuan menjilati mulai dari leherku, telinga hingga pipi dan wajahku pun dijilati nya dengan penuh nafsu.. membuat wajahku basah oleh air liur Tante Ida
Setelah puas mencumbui leherku, dengan tergesa Tante Ida melepaskan kaos ku yang masih nyangkut di kedua bahuku, setelah kaos ku dilepas oleh beliau, otomatis kedua tanganku leluasa untuk bergerak.
Aku langsung memeluk erat tubuh sexy nan bahenol itu, Tante Ida tampak sudah sangat bernafsu melihatku yang sudah telanjang bulat , lidah nya mulai tak karuan menjilati mulai dari leherku, telinga hingga pipi dan wajahku pun dijilati nya dengan penuh nafsu.. membuat wajahku basah oleh air liur Tante Ida
Tubuh beliau
amat hangat saat kudekap, aku memang sengaja belum merespon atau membalas cumbuan nya, sengaja kubiarkan Tante Ida melepaskan birahi nya padaku
Tante
Ida masih menggumuli ku di ranjang kamar nya dengan liar, malam itu Tante Ida bagai
serigala betina yang haus akan pria. Hingga setiap inci tubuhku dijilati
nya dengan buas ...
“ Brrryyy...
tante pengen Bry... “ ujar nya menatapku dengan nafas terengah setelah puas
menciumi tubuhku
“ Puaskan tante
Bry....” desah nya menatapku dengan pandangan sayu penuh nafsu membara
Aku mengagguk,
lalu bangkit dan duduk di atas ranjang ,kemudian aku memerintahkan nya
untuk membalikan tubuhnya membelakangiku, Tante Ida patuh dan setelah tubuh nya membelakangi ku, kutarik beliau agar
merapat dengan ku.. setelah tubuh kami merapat, langsung saja kubuka pengait BH nya dan
melepas kan nya
Posisi ku duduk
dengan kaki menjuntai di atas kasur dan Tante Ida pun duduk membelakangiku dengan posisi sama, tubuhnya disandarkan nya pada dadaku, berada dalam pelukanku dari belakang
Setelah BH nya
kubuka, tanganku kuarahkan pada sepasang payudaranya, lalu langsung saja
kuremas kedua payudara beliau dari arah belakang.. kurasa kan kekenyalan buah
dada nya oleh kedua tanganku
“ Hhhhhh.hhh..????!!!”
desah Tante Ida panjang saat kuremas remas kedua bukit kembarnya itu, sementara
gantian leher nya kucumbu dari arah belakang dan ku gigit gigit daun telinga nya
Tante Ida
menjerit jerit menyebut namaku merasakan tubuh nya gantian kujamahi dengan buas.
Puas mengerjai
buah dada nya , aku balik tubuh Tante Ida menjadi menghadapku ... lalu kudorong
tubuh nya hingga terbaring di ranjang..
tubuh molek itu tampak sempurna dan
makin membuatku bernafsu dengan posisi terlentang pasrah seperti itu
Lalu kuangkat kedua paha nya hingga mengangkang dan membetuk seperti huruf “ M” tampak selangkangan Tante Ida yang masih tertutup celana dalam itu terhampar di hadapanku..
Lalu kuangkat kedua paha nya hingga mengangkang dan membetuk seperti huruf “ M” tampak selangkangan Tante Ida yang masih tertutup celana dalam itu terhampar di hadapanku..
Tepat di daerah kemaluan beliau telah terlihat basah celana
dalam nya,
Aku tidak tahan
lagi melihat pemandangan yang indah ini, aku mencoba melepaskan celana dalam
itu... Tante Ida mempermudah pekerjaanku dengan mengangkat sebentar pinggul nya
keatas, hingga celana dalam berwarna
pink itu berhasil ku lorotkan diantara kedua paha nya
Sekarang tubuh
molek Tante Ida benar bena sempurna bugil tanpa sehelai benang pun... lobang vagina Tante Ida menganga indah di hadapanku, bulu bulu keriting namun tercukur rapi menambah kerimbunan goa surgawi Tante Ida yang tampak sudah mengeluarkan cairan cinta
Aku kembali
membuka kedua paha nya dengan maksud mengoral vagina nya, namu di cegah Tante Ida..
“ Bry... nggak
usah dijilatin.. punya Tante udah basah dari tadi...langsung masukin aja punya
mu..” ujar Tante Ida menoleh ke bawah pada ku
“ yakin nih..” pancing ku
“ Ya.. yakin...
cukup pemanasan nya ! Tante udah gak tahan kamu masukin pake punya kamu Bry...”
“sini...” ujar Tante Ida memberi isyarat padaku untuk
mendekat, aku berposisi merangkak diatas
tubuhnya dan kusejajarkan kejantananku
pada lobang vagina nya
Tangan Tante Ida
malah membimbing penisku segera masuk ke dalam black hole nya
Cepat-cepat diangkat nya kepala ku dan tubuhku ditariknya kearah beliau.
Dengan wajah tidak sabaran Tante Ida memegang batang
kemaluan ku, dan diarahkan nya masuh kuarahkan ke dalam lobang vagina nya yang
sudah gatal dan menganga indah menunggu datang nya batang kemaluanku
.
Setelah kurasa
sejajar, kudorongkan pinggulku dengan satu ayunan dan
“ Clepp... Bleeesssshhh..”
diiringi dengan suara rintihan Tante Ida penisku dengan lancar memasuki lobang
kawin Tante Ida tanpa hambatan
“ Aaaahhh..”
jerit Tante Ida tertahan
Mungkin
dikarenakan bantuan cairan cinta yang
sudah membasahi rongga vagina Tante Ida, penis ku dengan lancar masuk ke dalam.
Aku pun
mendorong penisku keluar masuk vagina Tante Ida
“ Ooohh..!!
Oooohh..!!! Aaauuuhh... Uuuuhh...!!!” suara Tante Ida seirama dengan genjotanku
Wajah Tante Ida
penuh nafsu, matanya terpejam dan
mulutnya tak henti henti nya mengucapkan desahan desahan kenikmatan. Sementara
tubuh nya bergerak naik turun seirama
genjotan ku menggoyang tubuh indah nya.. kedua susu nya juga naik turun membuat aku makin menikmati indah nya bersetubuh dengan beliau
Tante Ida mulai
menggoyangkan pinggulnya dengan arah berlawanan dengan tusukan penisku, kalau penis ku maju mundur, pinggulnya bergerak memutar hingga menimbulkan rasa nikmat yang
luar biasa
Goyangan pantat
Tante Ida menyamai ritme genjotanku,
“ Huusshh...
Huussshh... C’mon Bryaaannn.... Hussshh...Ooooohh Nooo... !!!!“ rintih
Tante Ida megap megap yang bergoyang binal saat aku menikmati lobang kawinnya,
sementara kedua paha nya sudah terbuka lebar lebar hingga memudahkan ku untuk
menyetubuhi nya dari atas tubuh montok nya.
Vagina Tante Ida
sudah terasa lapang akibat penisku yang keluar masuk didalam nya, sementara
Tante Ida tampak mengimbangi ku , tenaga beliau tampak prima melayani ku yang
berpacu tenaga menyetubuhi nya
”Plok..plok..plookk…cloopps…clooppss….suara selangkangan
kami beradu ditengah semakin banjirnya cairan vagina Tante Ida.
“Ooooohhh…aaahhhhh…aaahhh…..aaahhh….aaaa..aaaaa….aaaahhhh…terusss Bryyyy …eennaaak”, teriak Tante Ida.
“Ooooohhh…aaahhhhh…aaahhh…..aaahhh….aaaa..aaaaa….aaaahhhh…terusss Bryyyy …eennaaak”, teriak Tante Ida.
“ Oohh... Nteee!!
Oohh... “ aku mendengus memacu tenaga ku menggenjot Tante Ida dengan gerakan
cepat. Tubuh nya terasa mengeluarkan butir butir keringat, begitu juga saat
kulihat Tante Ida yang berada di bawah
ku, tubuh nya juga banjir akan keringat, menandakan permaianan kami amat hot dan saling berpacu menggapai kepuasan
Kedua tangan Tante
Ida mencengkram alas kasur dan kedua
paha nya melingkar pada pinggulku
“ Bryy. Oohh..
Bryy.... stoopp... duulluu....hhh..??!! “ ujar Tante Ida terbata bata hingga
membuatku menghentikan genjotan ku
“ kenapa nte.?”
Tanyaku
“ Tantee.. mau
diatas Bry..” ujarnya menatapku sambil mengatur nafasnya
Aku mengangguk
dan segera mencabut penis ku dari dalam vagina beliau, lalu aku memposisikan
tubuhnku berbaring terlentang di ranjang. Kulihat Tante Ida berusaha bangkit
dari posisi nya yang terlentang lalu beliau mulai menaiki tubuhku, beliau
menurunkan pantat nya dan mencoba menyejajarkan nya pada penis ku yang masih
tegak perkasa, aku bantu memegangi penisku dan mendorong nya keatas masuk ke
dalam pintu kemaluan Tante Ida
“ Blesss..hhh..”
diiringi lenguhan Tante Ida, penisku kembali amblas dalam lobang kawin Tante
Ida, kurasa beliau makin menekan pinggul nya ke bawah sehingga kepala penisku
mentok hingga rahimnya
“
Ooooouuuuuhhhh....????!!!!” jerit Tante Ida kuat .. kepala nya tengadah keatas
dan mata nya terpejam , mungkin merasa kenikmatan merasakan hangat nya penis ku
dalam lobang kawinnya
Tante Ida
memdiamkan sejenak dan tampak nya masih ingin merasakan rahim nya sudah
tersentuh oleh kepala pensiku, aku sendiri juga meringis menahan nikmat saat
merasa otot vagina Tante Ida terasa berkedut kedut meremas remas penisku dari
dalam
Tak lama
kemudian Tante Ida mulai menggerakan tubuh nya naik turun, tubuh setengah
bongsor itu mulai memompa penisku dengan gerakan pelan
Kepala beliau
masih tengadah keatas namun tubuh nya terus memompa ku dari atas dengan gerakan
yang tambah lama tambah cepat, kedua tangan Tante Ida menempel erat di kedua
pahaku.
Kulihat dari
bawah tubuh putih Tante Ida meliuk liuk naik turun dengan indah,.. apalagi
melihat kedua susu nya juga turut bergoyang naik turun, sebuah pemandangan yang
erotis.
Penetrasi
genjotan pinggul Tante Ida makin lama makin cepat, kadang genjotan nya
diselingi dengan goyangan pantat Tante Ida dengan cara memutar mutar kan
pinggul nya dari kiri ke kanan dengan ritme cepat, seperti gaya ngebor,
otomatis penis ku rasanya seperti diaduk aduk dalam lobang kawin beliau
“ sssshh,,,,,
oouuuuhhh... Ahhhhh... Awwww....” jerit Tante Ida mulai bergerak tak beraturan, pertanda mau
muncak
Melihat ekspersi
wajah Tante Ida dari bawah, membuat libido ku makin naik, aku pun terus
memborbardir lobang kawin nya itu dari bawah dengan gerakan cepat, hingga
mengimbangi ritme Tante Ida, Tubuh beliau terasa bergetar hebat
“ Uuuhh..
Bryyy.... ennaaakk Bryy... Ouucchhhh...Terusss Bryy.... Ooohhh,, Terussss
Bryyy.... Awwwwhhh..!!! Awwww..hhhh..??? !!! Saaaa .. !! yyaaaaaaa... keluuaaaaaaarrrrrrr....
Oooooouuccchhhh...????!!!!” jerit Tante Ida menjemput orgasmenya, saat itu pula
penisku memuntahkan lahar memenuhi rongga vagina Tante Ida hingga rahim
“
Taantteeee..!!!!” jerit ku melepaskan sperma ku, pinggulku kudorong kuat kuat
keatas hingga penisku mentok ke rahim nya.
Tante Ida
meringkik bagai kuda betina liar merasakan spermaku menyemprot rahim nya
berkali kali, entah berapa banyak kusemburkan benih ku dalam kemaluan nya
Goyangan
tubuhnya terhenti, dan wajah cantik nya terlihat lelah memandangiku sayu sambil
mengatur nafas nya
“ Bryy... hhh...
“ desah nya menatapku dengan raut lelah
namun memancarkan rasa puas dari diri nya
Aku tak
menjawab, dan hanya mengangguk karena aku pun ngos ngos an mengatur nafas ku
sehabis bercinta dengan penuh kepuasan dengan beliau
Tante Ida
merebahkan tubuh nya ke bawah, hingga tubuh montok itu sekarang menindihku dari
atas, terasa badan kami berdua sudah bermandi keringat, degup jantung Tante Ida
terasa berdetak cepat dan dengusan nafas
nya terdengar turun naik ... susu nya yang kenyal menempel pada dada ku.
Hanya sebentar
kepala nya bersandar di dadaku, kepala nya diangkatnya lalu berhadap hadapan
denganku
Tante Ida
menatap ku dengan mata terbinar, ada raut lelah di wajah cantik nya namun dari tatapan mesra dan senyuman nya menujukan
bahwa beliau memanng sudah mendapatkan kepuasan bathin dari percintaan yang kami lakukan tadi
“ kamu hebat
Bry..” puji Tante Ida terengah engah sambil mengatur nafas, mata nya berbinar
menatapku penuh kasih sayang
Tante Ida lalu
menurunkan wajahnya mendekati wajahku, beliau menciumi pipi ku dengan mesra
Setelah berapa
saat lalu Tante Ida turun dari tubuhku dan berbaring disampingku, tangan nya
memeluk tubuh ku dengan mesra dan memejamkan matanya dengan senyuman penuh
kepuasan
Aku pun menarik
selimut dan menutup tubuh bugil ku dan Tante Ida dan memejamkan mata dengan
penuh kepuasan..
Malam ini aku
milik nya, kata beliau











