Sore itu, aku
harus ke rumah Buk Endang untuk merevisi proposal penelitianku, Buk Endang
menyuruhku datang sekitar sore. Begitu sampai di rumah Buk Endang aku pun disambut
Buk Endang dengan ramah dan senyuman nakalnya .
Aku
dikenalkan Buk Endang dengan Pak Dibyo, suaminya yang sudah berumur sekitar 50
tahunan, Suami nya tentu tak sadar bahwa istrinya itu telah berkali kali
kutiduri dan kupuaskan libido sexnya. Buk Endang sendiri berumur kira kira 40
tahunan.
Buk Endang sendiri bersikap seolah olah tidak pernah terjadi hubungan apa apa denganku . di depan suaminya beliau sangat pandai menutupi segalanya. Dan bersikap seolah olah aku ini sama seperti mahasiswa mahasiswa yang datang kerumah untuk memperbaiki atau revisi proposal.
Setelah
berbasa basi dengan Pak Dibyo sebentar di ruang tamu. Ponsel Pak Dibyo
berdering, Pak Dibyo tampak berbicara melalui
teleponnya, setelah telepon dimatikan, Pak Dibyo berkata bahwa dia harus pergi
dikarenakan ada janji dengan rekannya kepdaku dan Buk Endang
“ silakan
dilanjutkan ya Bryan… Bapak tinggal dulu ya..” ujar nya ramah padaku dan Buk
Endang
“ Ya pak..
hati-hati ya.. jam berapa nanti pulangnya” Tanya Buk Endnag pada suaminya itu
“ Mungkin
agak lama dek… habis magrib paling..” ujarnya
Setelah
berpamitan dengan istrinya , aku dan Buk Endang mengantar Pak Dibyo ke teras
hingga mobil Pak Dibyo meninggalkan rumahnya ..
Setelah Pak
Dibyo pergi aku menatap Buk Endang yang kebetulan juga menatapku dengan senyum
penuh arti. Mata Buk Endang terbinar menatapku.
“ Mari masuk
Bry…”
“ Kamu mau
minum apa Bry..? “ tawar Buk Endang
“ Apa saja
deh Buk… Kopi juga boleh” ujarku masih berbasa basi.
Menjaga sikap sewajarnya
karena aku lagi berada di kediaman dosenku itu
. Sore ini,
suasana rumah Buk Endang tampak sangat sepi.
“ Boleh …
tunggu ya.. saya buatkan” ujar Buk Endang tersenyum padaku.
“ anak anak
mana Bu..? “ tanyaku saat Buk Endang sudah beranjak ke dapur
“ Rama dan
Robi.. mereka lagi pergi les … paling dua jaman lagi pulang” ujar Buk Endang
Aku
mengangguk dan tersenyum membiarkan Buk Endang kebelakang
Sore itu Buk
Endang mengenakan daster berwarna biru , mataku terus mengawasi pinggul bahenolnya yang berjalan
kedalam rumahnya
“ anaknya
pulang 2 jam lagi.. lakinya sekitar 3 jam lagi… rumahnya gak ada orang selain
do’I ..” fikiran jorok ku mulai muncul… dadaku deg deg an … ingin mencoba
merasakan sensasi bercinta dengan Buk Endang di rumah nya ini !!" gumamku sendirian
Dengan
sedikit keberanian pelan-pelan aku berjalan mencari arah dapur rumah Buk
Endang, perlahan aku mengendap endap mencari dimana dapur dirumah Buk
Endang yang cukup luas ini…
Tak sulit
aku menemukan dimana dapurnya … sesampai Di dapur, kulihat Buk Endang tengah
menyiapkan minuman dan makanan kecil buat diriku yang dikiranya masih tengah menunggu
di ruang tamu.
Tampak
tangan Buk Endang tengah mengaduk gelas
untuk minuman . Darah ku menggelegak melihat posisi tubuh Buk Endang membelakangiku dengan setengah menungging
itu,
Dengan hati
hati aku berjalan mendekati Buk Endang, menghampirinya dan mendekap tubuh Buk
Endang dari belakang
Buk Endang terpekik
kaget, ketika dirasakannya tiba-tiba seorang lelaki memeluknya dari belakang.
Saat menoleh
kebelakang Buk Endang malah terseyum
nakal padaku.
“ Kamu ini
Bryan.. bikin saya kaget aja.. hampir tumpah ini kopi lho..” ujarnya
Aku
mendekatkan mulut ke telinga Buk Endang
“ Aku kangen
ibu ..” bisiku ke telinga Buk Endang sampai do’I bergidik kegelian
“ Eeeehh..
jangan disini.. nanti anak anak ku datang..” tolaknya
“ Kan tadi
katanya 2 jam lagi… masih sempat kita quick sex say…” pintaku masih memeluk nya
dari belakang
Buk Endang
malah menyandarkan kepalanya pada bahuku, wajahnya tampak ragu dan cemas .
Dasar aku nya yang konak, aku sudah tak peduli lagi , kedua tangan ku berada di buah dadanya dan meremas-remas lembut kedua payudaranya yang masih tertutup
pakaian itu…..
“ Uuuuhhh…
Bryaann..hhh… jangann sayaaaangghh… “ rintih Buk Endang saat kuremas
kedua
payudaranya yang sekarang terasa tambah mengeras. Namun Buk Endang membiarkan
saja aku menjamahi buah dadanya itu
Melihat sikapnya yang pasrah sekaligus
menggairahkan itu aku turunkan satu tanganku ke arah selangkangannya, meremas-remas
kemaluannya dari luar pakaian yang dipakainya.
"Bry..
Bryaann… Ohhhh… “ desah Buk Endang dengan gemetaran. Mendengar desahan Buk Endang kedua tanganku
kian bernafsu meremas-remas buah dada serta selangkangan dosen sekaligus
selingkuhanku itu. Buk Endang menggeliat-geliat
menerima remasan ku dalam posisi membelakangku..
"Jangaan.. sekarang ya Bryy.... aku takut sebentar lagi anak-anakku
pulang.." pinta Buk Endang masih dengan wajah ketakutan
dan gelisah.
Aku melirik jam dinding yang terdapat pada dapur tersebut.
” bentar saja sayy... gak sampai masuk kok..” bujuk ku. Aku memang tidak
dapat menahan nafsuku, minimal aku dapat menjamahi nya.
Sementara Buk
Endang sudah gelisah menahan rangsangan birahi yang melandanya akibat permainan
tangaku di buah dada dan selangkanganya.
Aku berlutut di belakang Buk Endang yang terasa menggigil dengan tubuh mengejang ketika merasakan tanganku
menarik ujung bawah daster yang dikenakannya keatas hingga sebatas pantatnya, setelah
satu tangan menahan tanganku yang lain melorotkan celana dalamnya. Sekarang
bagian bawah pantat dan paha Buk Endang tersaji indah. Sepasang paha nan padat dan
putih dan pantat bahenolnya yang montok
Saat kepalaku mendongak keatas kulihat wajah ayu Buk Endang merah padam ketika diliriknya aku yang berjongkok di belakangnya, mata ku
sendiri masih melotot melihat tubuh montok dosenku itu yang setengah telanjang.
Celana dalam Buk Endang teronggok di bawah kakinya setelah kutarik
turun .
Bentuk pinggul dan pantat wanita setengah baya ini memang indah dan
memacing birahi setiap lelaki. Belahan pantat Buk Endang yang telanjang terlihat sangat bulat, padat serta putih mulus tak bercacat
membuat birahi laki-lakiku yang menggelegak sedari tadi kian menggelegak
.
Apalagi
diantara belahan pantat Buk Endang terlihat kemaluannya yang
sangat menggiurkan.
" Buk Endang... ..Kakimu direnggangkan dong. Aku ingin melihat
memekmu..." kata ku masih sambil jongkok seraya menahan birahiku,
Akhirnya Buk
Endang menyerah total, ia merenggangkan kakinya.
Dari bawah, aku menyaksikan pemandangan indah menakjubkan. Di pangkal paha Buk Endang ini tumbuh rambut kemaluannya, meski tak lebat namun terlihat rapi. Aku
suka dan kagum dengan cara Buk Endang merawat daerah kewanitaannya ,Walau aku sering menjilatinya setiap kali aku menuntaskan hasrat biologis Buk Endang.
.
" Kamuuu..hhhh.. Bryann.. Uuhhh,... " desah Buk Endang dengan suara bergetar pertanda sudah konak, tangan ku menguakkan bongkahan pantat Buk Endang dan lidahku mulai menyentuh anusnya.
Buk Endang menggeliat, tubuh dosen ku nan bahenol ini mengejang ketika ia merasakan
lidah ku menyusuri belahan pantatnya lantas menyusuri celah di pangkal pahanya
” Oh Bryaaaann... ooohhhh.... Mmmmhhhh...” desah Buk Endang
dengan erotis
Dengan bernafsu aku menguakkan bibir kemaluan Buk Endang yang berwarna merah jambu dan lembab. Tubuh Buk Endang mengejang lebih hebat lagi saat lidah ku menyeruak ke liang vaginanya.
Tubuhnya
bergetar ketika lidah ku sudah menyapu klitorisnya.
Buk
Endang makin tak kuasa menahan erangannya
”Oh yeaaaaah…Aaaagggh !, ” jeritnya ketika lidahku mengatup dan
menyedot-nyedot klitorisnya. dan menit-menit selanjutnya Buk Endang semakin mengerang berkelojotan oleh kenikmatan birahi ketika aku seakan
mengunyah-ngunyah kemaluannya.
Aku yakin Seumur hidupnya, Buk Endang belum pernah
diperlakukan seperti ini walaupun oleh Pak Dibyo, suaminya
. "Hmmm..., memekmu ini enak sekali….Buuukk...." ujarku sambil berdiri
setelah puas menyantap kemaluan Buk Endang, masih belum puas tangan kiriku terus mengucek-ngucek
kelamin Buk Endang sambil berbisik ketelinganya
.”Buu.. saya entotin aja ya, saya nggak tahan nihh" bisiku
“Aihhhh...eungghhhh....jangan..Bryyy... uuhhh.. Gellyyyy... " Buk Endang mengerang dengan mata mendelik, ketika merasa sesuatu yang besar, dan panas yang tak lain tak bukan adalah rudalku mulai menusuk kemaluannya
melalui belakang.
Tubuh Buk
Endang mengejang.... antara rasa marah bercampur nikmat Buk Endang meronta lemah disertai desahannya. Saat aku menghujamkan penisku
"Mmmfff..oh oh. Enak.. Buuu... menjepit bangett buuu…..hhh...!!” menyetubuhi
Buk Endang dari arah belakang, Aku menggerakkan
pinggangku maju mundur dengan napas terengah-engah melesakan kejantanan ku keluar
masuk lobang kawin Buk Endang.
Buk Endang meringis merasakan penis ku yang kini tengah menusuk-nusuk liang kemaluannya,.
Tangan kiri ku sekarang membekap pangkal paha Buk Endang, lalu jari tengahku mulai menekan klitoris Buk Endang itu lantas kupilin dengan lembut, membuat Buk Endang menggigit bibirnya disertai desahan nikmatnya.
Buk Endang
jelas sudah tak kuasa menahan sensasi kenikmatan yang
sedang melandanya . dosen bohay itu mulai mendesah nikmat, apalagi sekarang tangan
kanan ku kini menyusup ke balik dasternya, lalu memilin-milin puting susunya
yang peka...
"Ayo Buk
Endang....ahhhh...jangan bohongi dirimu
sendiri...nikmati...ahh....nikmati saja...." ujarku terus memaju mundurkan
penisnya yang terjepit vagina Buk Endang.
Buk Endang menggeleng-gelengkan kepalanya, mencoba melawan terpaan kenikmatan di
tengah tekanan rasa malu.
“Oh .. enaknya punyamu Bryy...
Uuuhhh... Oooh genjot terus Bryy… yeaaaah Uummmhh...!!!”. Jerit Buk Endang
megap megap menahan gempuran rudalku yang menggagahinya dari belakang. Mendengar rintihannya itu, Aku makin
gencar mengocok penisnya didalam vagina Buk Endang yang mulai basah sambil berbisik.
“Mana yang enak punyakku dengan punya Pak Dibyo Buu.??!!”, Buk Endang mulai meracau kembali seraya mengerang…
”ooooh .. tentu sa.jaaa enak punyamu Bryy..!!!, besaaaarrr dan panjaaaang ..!!
aduuuh Bry.... ngilu ....ooooh mmmf ....Aaaagghh….” dan akhirnya Buk Endang menjerit kecil saat meraih puncak
kenikmatan,
Tubuh Buk
Endang langsung lunglai, tapi aku masih belum
muncak, tinggal selangkah lagi akan sampai ke puncak.
Aku masih terus mengaduk vagina Buk Endang dengan kecepatan penuh. Setelah beberapa saat.... dengan geraman panjang aku
menusukkan penisku sejauh mungkin ke dalam kemaluan Buk Endang
“
oohh..oohh.. ooooooooohhh..!!! Shhiittt…!!!” jeritku tertahan saat kurasa
penisku memuntahkan pejuku dalam Rahim Buk Endang
Kedua tanganku mencengkeram payudara Buk Endang yang padat dan montok dengan kuat kuremas.
” Auuuuuuuuhhhhh......!!!” lenguh Buk Endang mengadahkan kepalanya sambil
memejamkan mata menikmati hangatnya spremaku membanjiri rahimnya.
Buk Endang yang masih dibuai gelombang kenikmatan, menikmati orgasmenya barusan
kembali merasakan sensasi aneh saat vaginanya kusembur dengan cairan hangat
maniku yang terasa ngencrot banyak dalam liang senggama Buk Endang.
Buk Endang merintih mirip suara anak kucing, saat dengan perlahan aku menarik keluar
penisku yang mulai lunglai. Begitu gelombang kenikmatan berlalu, Buk Endang tersadar dengan tangan bertumpu pada meja dapur.
” Kammu.. Bryy...hh.. oohh.. ennak banggett sayy..” bisik Buk Endang
terengah engah mengatur nafasnya yang ngos ngos an
“ Bagaimana
Say..? Nikmat..? “ ujarku mengecup pipinya dari belakang
“ Kamuu
hebat Bryy,,, aku gak bisa lepas dari kamu… kamu hebat sayangg..” puji Buk
Endang membelai rambutku
“ kucabut
ya..” pintaku sambil mencabut penisku dari dalam lobang kawin Buk Endang yang
masih terasa berdenyut
“ iiihh…”
desah Buk Endang saat penisku cabut dari nonoknya
Setelah itu aku kembali merapikan dan mengenakan celanaku.
Buk mengenakan kembali celana dalam bewarna biru mudanya. Berikut merapikan
daster yang awut-awutan ketika kuremas remas tubuhnya tadi ,
” Aku ke depan ya..” ujarku. Saat aku baru beranjak, Buk Endang
menahanku dan langsung menghambur memeluk ku
" aku sayang
kamu Bryann…. ” bisiknya lirih. Aku hanya mengangguk dan mengelus rambut keritingnya
yang menipis. kami berdua pun larut dalam kemesraan.
Setelah
beberapa saat aku minta Buk Endang melepaskan pelukan nya dan aku bilang padanya akan kembali ke ruang tamu, sementara
Buk Endang kembali ke membuatkan kopi untuku.
Beberapa menit kemudian, saat aku masih berada di ruang tamu dan ngobrol ngobrol melepas penat bersama Buk Endang, anak anak Buk Endang sudah pulang dari les, melihat itu aku pun segera pamit pulang kepada Buk Endang dan tak lupa Buk Endang memberi tanda tangannya di proposalku. Aku dan Buk Endang tetap menjaga sikap seperti dosen dan mahasiswa di depan anak anak Buk Endang
Dan sejak peristiwa itu Buk Endang mengungkapkan betapa enaknya sensasi bercinta di dapur itu padaku
“ ada
sensasi tersendiri Bry.,,, entah kenapa justru aku merasa puas, saat setengah
ketakutan kamu panjat aku di rumahku itu.. ” ujarnya padaku suatu saat
“ Trus..
Ibu kepingin lagi di eksekusi di rumah ibu..’ godaku
“ Kepengen…
tapi tunggu saat yang tepat ya… kalau di hotel atau di rumah kamu terus kan
sudah sering…” rengeknya manja.
" oke.. saya tunggu kabar dari Ibu" ujarku
" oke.. saya tunggu kabar dari Ibu" ujarku
Dua minggu setelah peristiwa itu aku menerima telepon dari Buk Endang dan mengebarkan bahwa suaminya sedang berada diuar kota.
“ Halo Bry... kamu kemari ya.. lagi nggak ada anak anak di rumah hihihi. “
ujar Buk Endang
genit
” Dassarr…
ya udah tunggu disana ya.. aku langsung otewe” ujarku
” iya .. cepetan.. landasan siapp,..” kata Buk Endang genit
“ iyaa… siap
siap aja itu lobang kubuat tambah lapang” candaku
“ iihh…
siapa takutt..” kata Buk Endang tak mau kalah
Aku pun memutuskan hubungan telepon, dengan semangat aku memacu motorku ke
rumah Buk Endang.
Setiba disana aku mengetuk pintu ,
tampak Buk Endang keluar dan menyambutku sumringah
Tanpa basa basi lagi aku masuk ke dalam dan langsung mengunci pintu rumahnya, dan aku telah mempunyai rencana menunjukan bagaimana memberikan kepuasan dalam permainan seks dengan gaya yang ekstrem pada dosenku yang haus sex ini.
Tanpa basa basi lagi aku masuk ke dalam dan langsung mengunci pintu rumahnya, dan aku telah mempunyai rencana menunjukan bagaimana memberikan kepuasan dalam permainan seks dengan gaya yang ekstrem pada dosenku yang haus sex ini.
Aku mendekati Buk Endang dan dengan buasnya aku
langsung menciumi leher jenjang Buk Endang,
” ee eehh.. maen langsung langsung aja sayy..” ujar Buk Endang
kaget
“ iya … saya
udah konak banget sama Ibu ..” ujarku melanjutkan meremas remas pantatnya dengan kasar
dan kekasaran itu membuat gejolak nafsu Buk Endang menggelegak
Matanya terbelalak saat dengan cepatnya aku melepaskan semua pakaian yang
melekat di tubuhku hingga sudah dalam keadaan telanjang dihadapannya, kejantanku
yang besar panjang mulai membesar.
Dengan kasar aku melucuti pakaian Buk Endang hingga sama sama telanjang
Kemudian aku mendudukan Buk Endang di sofa tamunya ,lalu segera saja kusorongkan penisku kewajah Buk Endang dan kugesek gesekan kehidung perempuan itu.
“ Ayo Bu... jilatin.!.” perintahku
” sini.. sini.. ” sahut Buk Endang tak sabaran dengan tatapan mupeng melihat panjang dan besarnya
kejantanku yang tepat berada di hadapannya
” Uuuuuhhh...” penisku sudah dimasukan ke mulutnya oleh Buk Endang
Buk Endang mulai menjilati penis ku dengan nafsu yang menggelegak
””,…mmmfff..... mmmmffff... slruuuuuupppp ..........................................mmmmmmmmf……”
“ Oooh oooh yeaaaaah “ desahku menahan kenikmatan yang sudah kian membuncah keubun ubun.
Mataku merem melek merasakan penisku dimainkan Buk Endang dengan lidah nya, Buk Endang menyepong penisku dengan gerakan cepat sampai batang kemaluanku itu basah dengan air ludahnya
Setelah puas melakukan blow job, Buk Endang melepaskan penisku dari kulumannya
” Bryann….. bawa saya masuk kekamar saya Bryyy... cepatan…..setubuhi aku
Bryyy..... seperti tempo hari…aku udah gak tahan lagi Bryy... Aaaagggh..Ouuuh” ujar Buk Endang
memelas padaku untuk segera kusetubuhi.
“ Baik
Buuuu..” ujarku tergesa membopong tubuh molek Buk Endang yang sudah pasrah itu ke kamar nya dan naik keranjang, setelah kubaringkan do’i di ranjang dengan buas aku
menindihnya, dan Buk Endang berkelojotan saat aku mengulum
putting susunya dan jari jari ku langsung merogoh liang vaginanya.
“Ooooh mmmffff.... Bryaaaannn.... jangan….jangaaan
permainkan akuuu.. oaah yeaaah....... mmfff. Ayo Bryannn ... beri aku kenikmataaaan ….Ouuuuhhhh...hhhhh..!!!!” rengek Buk Endang
“ He heee sabar dong Buu, aku juga suka dengan memek Ibu yang menjepit ini,... , mana yang enak punyaku dengan punya Pak
Dibyo Buuuu..???!! ” godaku
“ Yo jelas Enak punyamu Bry..!!. kata Buk Endang tanpa basa basi
”Mana yang besar dan panjang punyaku sama punya Pak Dibyo??!!” tanyaku lagi
”Oh Bryaann tolong jangan permainkan
sayaaaaa cepat !!…. Bbbbbesar pppppunya muuu !!!!. Ujar Buk Endang tak sabaran
Lalu dengan gemas aku menggigit kecil payudara indah Buk Endang seraya batang penis ku menerobos masuk keliangnya vagina nya yang sudah
amat basah itu , walau ia sudah melahirkan anak dua namun serasa sempit buat
ukuran penisku.
” OOOOOOOOOHHHHH.. BRYYAAAAAANNN.....HHHH.... AUUUUUUHHH” Jerit Buk Endang megap megap
Mata Buk
Endang terbeliak keatas saat penis ku kandas didasar
rahimnya dan depertinya kenikmatan seperti ini belum pernah ia dapatkan dari
suaminya dan sekarang ia dapat merasakan dari penis orang lain selain suaminya,
Tubuhnya menggeletar hebat ketika dengan irama lambat dan terkadang cepat
ayunan batang penis ku keluar masuk vaginanya.
Kenikmatan demi kenikmatan terus kami raih, sensasi menggenjot memek rapet Buk Endang serasa sampai ke ubun ubun….
” ooooh yeaaah... wennaakk.. enak eeeeeenak sekali Bryyyy... ooooh Gustiiiii.!!! ” Buk Endang meracau tanpa sadar saking kenikmatan itu mendera dirinya.
Buk Endang bagaikan kuda betina liar saat kugenjot vaginanya dengan posisi
missionaris, dosen ku nan bahenol itu melenguh seperti sapi disembelih karena
nikmatnya, seakan menyesal karena selama ini ia telah tertipu oleh suaminya
bahwa kenikmatan itu bisa ia dapatkan asalkan suaminya tahu bagaimana caranya memberikan
kepuasan kepadanya, dan ternyata suaminya adalah suami yang tidak mempunyai
pengetahuan tentang urusan seks, itu yang membuat ia geram, serta menyesal,
terhina dan marah pada diri sendiri hingga melampiaskan semua kekeringan dahaga birahinya kepadaku
Maka bagaikan banteng betina yang terluka ia pacu nafsu berahinya yang
terpendam selama ini.
“ Ayoo Bry... nikmati tubuhku....., setubuhi aku sesukamu.. Oowwwhh yeaahhh!!!... .” ujarnya dengan nafas ngos ngossan
” Baik Ibu sayangkuuu… ... sekarang waktunya …mmmmf ..yeaah, oooooooh sungguh
legit rasanya..!!!!” ujarku tak karuan.
Dan Tubuh Buk Endang pun melengkung saat ia mencapai puncak nirwana
” Ooooh.. Ouuuhhh....enaaaaaak ....tolooooong.... my gooodddd..!!!” ujarnya menjerit
kenikmatan , biji mata Buk Endang mendelik , tubuh bahenol
dosenku itu berkelonjotan saat semburan
lahar panas ku dengan derasnya menyemprot dasar rahimnya, dan Buk Endang
meringis tertahan saat batang penis ku berkedut kedut didinding
vaginanya.
Setelah mengatur nafas menikmati indahnya orgasme ku dalam lobang kawin dosenku itu, aku mencabut penisku dan berbaring di sebelah Buk Endang
Setelah mengatur nafas menikmati indahnya orgasme ku dalam lobang kawin dosenku itu, aku mencabut penisku dan berbaring di sebelah Buk Endang
” Selama 18 tahun perkawinanku dengan Mas Dibyo, aku merasa bodoh.. berhubungan badan dengan mas Dibyo selama ini nggak pernah aku begitu terpuaskan seperti aku berhubungan badan dengan kamu ini Bry... setelah mengenal kamu baru aku tau bagaimana nikmatnya berhubungan badan..” aku Buk Endang pada ku polos
” begitu nikmatnya ternyata
semburan air mani kamu, sampai tubuhku
bergetar bagai kena aliran listrik ribuan watt ..” tuturnya lagi sambil mengatur nafas nya
” sukmaku serasa terbang melambung keawang awang. .. sehabis bercinta dengan kamu Bry...” lanjut Buk Endang tanpa berhenti menyesali takdirnya
dalam hal kepuasan sexual.
“ Lebay”
ujarku mencibir yang langsung disambut cubitan Buk Endang di pahaku, kami pun kembali bercipokan dengan waktu cukup lama..
Pada suatu waktu kami melakukan nya dengan lebih berani lagi saat suami Buk Endang
berada dirumah.
Seperti biasa aku berkunjung ke rumah Buk Endang, berpura pura konsultasi tentang bahan skripsiku pada beliau, bertemu dengan beliau dan suaminya.
Sambil menunggu Buk Endang yang sedang kebelakang membuatkan kopi untuk kami, aku diajak Pak Dibyo,bermain catur di ruang tamu.
Sambil menunggu Buk Endang yang sedang kebelakang membuatkan kopi untuk kami, aku diajak Pak Dibyo,bermain catur di ruang tamu.
Tak lama Buk Endang datang membawakan kopi dan gorengan, Beliau membawa minuman kopi buat suaminya yang telah dibubuhi obat tidur yang sengaja kubeli dan kuberikan pada Buk Endang beberapa hari yang lalu
Sehingga sewaktu suaminya bermain catur dengan ku Pak Dibyo tidak tahan lama karena mengantuk berat lalu bilang padaku untuk menghentikan saja permainan dan dengan tak bertenaga Pak Dibyo memerintahkan Buk Endang untuk memapahnya masuk kedalam kamar tidur mereka.
Buk Endang berpura pura memapah suaminya ke kamar dan ikut tidur juga disamping suaminya agar suaminya tidak curiga dan ia
katakan bahwa aku sudah permisi pulang karena sudah selesai ditandatangai
skripsi ku.
Pada saat suaminya telah tertidur
pulas bagaikan orang mati, Buk Endang melakukan rencana gila itu, Dia memanggilku masuk kedalam kamar, dan Aku diajak Buk Endang menyetubuhi nya di kamar yang sama, tepat disamping suaminya yang tidur pulas
Walau awalnya sempat ragu, aku akhirnya menuruti kehendak Buk Endang, apalagi beliau sudah tergesa gesa melepaskan dasternya berikut membuka semua pakaian dalamnya hingga bugil di hadapanku. dan aku pun jadi terpancing, setelah melepas semua pakaian, aku terkam Buk Endang dan langsung menggumuli dosen ku itu di ranjang dengan buas
Walau awalnya sempat ragu, aku akhirnya menuruti kehendak Buk Endang, apalagi beliau sudah tergesa gesa melepaskan dasternya berikut membuka semua pakaian dalamnya hingga bugil di hadapanku. dan aku pun jadi terpancing, setelah melepas semua pakaian, aku terkam Buk Endang dan langsung menggumuli dosen ku itu di ranjang dengan buas
Buk Endang menjerit jerit kenikmatan saat kugumuli tubuh montok nya di sebelah suami nya yang tengah tidur pulas
Beliau amat menikmati sensasi gila ini, kami berdua saling berpacu dalam birahi hingga aku buat Buk Endang meringkik nikmat dengan tubuh berkelojotan disamping tubuh suami Buk Endang tertidur pulas, perbuatan yang demikian itu membuat sensasi aneh tersendiri bagi kami berdua.
Beliau amat menikmati sensasi gila ini, kami berdua saling berpacu dalam birahi hingga aku buat Buk Endang meringkik nikmat dengan tubuh berkelojotan disamping tubuh suami Buk Endang tertidur pulas, perbuatan yang demikian itu membuat sensasi aneh tersendiri bagi kami berdua.
Ada sesuatu yang lebih membuat Buk Endang amat terangsang nafsunya bila saat aku datang berkunjung kerumahnya, dengan berpura minta diperbaiki komputernya olehku, sementara suaminya duduk diruang tamu sambil menikmati secangkir kopi, hanya dengan jarak beberapa meter
Buk Endang merasa sangat terangsang hebat saat dengan sengaja aku menggesek gesekan
batang penisku dari balik celanaku ke lengan Buk Endang yang sedang duduk didepan monitor.
Kata beliau, Gesekan itu membuat sensasi aneh dalam dirinya apalagi ketika
merasakan batang penis ku yang sudah mengeras dan tegang ku tempelkan dipangkal
lengannya,
” punya kamu itu berdenyut denyut Bry... aku jadi kepengen..” bisiknya .
Aku hanya tersenyum dan kupindahkan ketak penisku dipinggangnya saat dengan
sengaja aku pindah membelakangi tubuhnya.
Suami Buk
Endang tidak merasa curiga sedikitpun karena setahunya aku
adalah mahasiswa bimbingan Buk Endang, ia tidak menyadari bahwa isterinya sudah
gatal dan minta kusetubuhi habis habisan. Tubuh Buk Endang mulai menggeletar penuh nafsu dengan aksi yang kulakukan padanya.
Karena sudah tak tahan lagi Buk Endang beranjak dari meja komputer dan bilang padaku akan pergi ke dapur untuk membuat minuman, namun beliau memberi isyarat padaku untuk pelan pelan
mengikutinya ke dapur dan aku pun pelan pelan mengikuti beliau
Namun sesungguhnya Aku ikut pula menyusul Buk Endang kearah dapur, dari balik lemari makan yang besar, aku dan Buk Endang melakukan persetubuhan dengan berdiri dengan amat tergesa gesa saat sang suami dosen ku itu sedang menikmati secangkir kopi sambil membaca Koran.
Aku merangkul Buk Endang dan kami saling berpelukan serta saling raba dan menjamahi tubuh masing masing. Dengan penuh nafsu aku menyandarkan Buk Endang ke dinding yang berada dibalik lemari besar. Lalu kutarik dasternya keatas dan langsung kulorotkan celana dalam Buk Endang, Buk Endang tampak sudah sangat gatal untuk disodokin itu menciumi bibirku dengan penuh nafsu, nafasnya memacu dan tampak sangat konak sekali
Buk Endang membantuku mengeluarkan penisku hanya dengan cara mengeluarkan dari resleting celanaku. dibimbingnya penisku ke lobang kawinnya yang sudah sangat gatal itu
" Uggghhhhh..Ohhhh..." desah Buk Endang tertahan saat penisku sudah kusodokan dalam kemaluanya
" Bryy.... Ohhh.. Ohhhh... Enaknyqqqa.... Uhhh.. Uggghhh..." desah Buk Endang mengatur nafas menahan kenikmatan sodokan penisku yang keluar masuk klitorisnya dengan penetrasi cepat. kedua kaki Buk Endang kuangkat hingga posisinya sekarang benar benar terkangkang dan bersandar pada dinding
Pak Dibyo tidak menyadari bahwa isterinya sedang kusetubuhi habis habisan dengan posisi berdiri.
“Ooooh .. mmmmfff…..Bryaan …,” bisik Buk Endang tertahan agar erangannya tidak
sampai terdengar oleh suaminya .
Aku makin mengayunkan pantatku maju mundur menusukkan penisku kedalam
vagina
Buk Endang, sukma ku serasa terbang kelangit tinggi saat menyetubuhi Buk Endang dengan cara demikian.,
Buk Endang sendiri
tentu belum pernah merasakan disetubuhi dengan cara berdiri dan
tergesa gesa seperti yang kami lakukan ini, dan ini yang membuat suatu kenikmatan tersendiri buat aku dan Buk Endang saat kugarap tubuh bahenolnya di balik lemari makan, sementara sang suami
berada tak jauh darinya.
”Oooooh Bryann sayya mau keluaaar ...!!! owwwh nikmatnya sayannggg...... , cepat tuntaskan
Bry,,, nanti ketahuan suamiku,..” desah Buk Endang tertahan
Aku yang masih belum keluar tidak menghiraukannya ucapan Buk Endnag, aku masih berkosentrasi
untuk menggapai klimaksku , aku memacu Buk Endang yang cantik ini sampai berkelojotan dengan biji mata mendelik keatas
menikmati kocokan batang penis ku dalam vaginanya yang empot empot ayam itu
“Oooooh ..yeaaaah memek ini legitt banget Buuuu,
enaak banget rasanyaaaa” aku merintih tertahan, menikmati remasan dinding vagina Buk Endang
meremas remas batang kejantannku dalam lobang sorga nya
Aku sendiri semakin terbuai oleh sensasi dan gairah tak biasa saat aku menyetubuhi
dosen bahenol itu dengan posisi berdiri dan bersandar pada dinding, padahal suaminya tak
begitu jauh jaraknya dari tempat kami bersetubuh.
Akhirnya dengan menggeram nikmat aku menyemprotkan air maniku kedalam
vagina
Buk Endang
Buk Endang mengejang dan mengerang bagaikan kucing betina yang mengeong lirih saat
semburan lahar panas peju ku menerpa dasar rahimnya, tubuhnya bergetar dengan
hebat dengan nafas serasa akan putus ketika batang kejantananku berkedut kedut
diliang memeknya
”…..oooohhh mmmmffff…enaaaaaaaaaaak, hmmmm.... Bryyy...” ooohhh.... . ujar Buk Endang
memejamkan mata saat rahimnya kusemprot dengan benihku
Dan persetubuhan itu berakhir dengan sama sama saat aku dan Buk Endang mencapai puncak nirwana yang diraih dengan cara tergesa gesa penuh rasa
sensasi.
Setelah cepat cepat merapikan pakaian kami, aku dan Buk Endang kembali ke meja komputer dan mendapati Pak Dibyo masih asyik membaca surat kabar di kursi goyangnya dengan kopi di meja .
Aku sendiri merasakan sensasi kepuasan tiada terkira saat melayani nafsu birahi dosen ku ini . setelah berpura pura selesai memperbaiki komputer Buk Endang kami pun kembali duduk ke ruang keluarga tanpa menimbulkan kecurigaan Pak Dibyo .






Tidak ada komentar:
Posting Komentar