Selasa, 11 Oktober 2016

Bercinta dengan Marissa Haque I






















Ohhhhhh…ohhhh….ohhhh…enak sekali …ohhh…ohhh…” Erang Marissa haque karena merasa nikmat.
Saat itu Marissa haque dalam posisi berdiri membungkuk sambil berpegangan pada meja kerja di ruangannya. Pakaian atas nya masih lengkap terpakai, sedangkan celana panjang dan celana dalam nya sudah melorot sampai ke mata kaki. Aku sedang menyetubuhi Marissa haque dari arah belakang dengan hanya mengeluarkan penis melalui resleting celana saja.

CREK…CREK…CREK …CREK…CREK … terdengar bunyi suara becek dari kemaluanku yang sudah sangat basah karena cairan kental yang berasal dari kemaluan Marissa Haque

“Uuuuhhh…uhhh….Aku sudah mau dapet aaaa…ohhhhhh” Marissa haque mulai merintih nikmat saat orgasme nya terasa akan datang.

Aku mempercepat gerakan pinggulku supaya beliau juga bisa mendapat ejakulasi bersamaan dengan orgasmeku.


“A…A…HHHH…HH..” Aku mendengar beliau berteriak tertahan dengan tubuh bergetar, Melihat itu penisku ku tancapkan dalam-dalam pada liang senggama wanita cantik itu.

“Buu…ss..saya…keluar …” bisik ku tertahan
“AHHHHMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMPPPHHHHHHHHHH…” Aku sendiri sedang sibuk menahan jeritan nikmatku sampai mukaku berubah menjadi merah padam.

SROOOTT …SROT … SROT …srot …srot … semprotan air mani ku yang hangat terasa memancar ke dalam rahim Marissa Haque..
 
Setelah menenangkan diri sampai nafas kami tidak memburu lagi, Aku kemudian mengambil tissue untuk membersihkan kemaluan Marissa haque dan kemaluanku. Aku kemudian membantu beliau memakai celana dalam berikut celana panjang nya lagi. Saat aku beri isyarat untuk berciuman dulu, tapi si mama cantik itu tidak mau dengan alasan akan membuat lipstiknya berantakan, aku melangkah ke luar dari ruangan beliau karena di luar sana sudah menunggu narasumber yang akan menghadap beliau.

Aku memang sering minta wanita itu  melayani Quickly Sex.  di ruang kerja beliau terutama di pagi hari, kami hanya membutuhkan 5 – 15 menit saja untuk mencapai orgasme dan ejakulasi. Salah satu hal yang mengurangi kenyamananku adalah aku harus menahan suara erangan nikmatku agar tidak kedengaran sampai keluar ruang kerja beliau. 

Aku adalah seorang pria yang tahu rahasia terdalam dari wanita yang baru saja ku senggamai tadi. Rahasia besar dalam kehidupan seorang wanita yang memiliki seabrek prestasi didalam bidang akademis dan politisi. Yakni si cantik berwajah indo pakistan, Marissa Haque, yang terkenal sebagai seorang yang alim dan memiliki kehidupan yang sempurna ( dalam anggapan orang ) .



Namaku Axel, umurku saat kejadian ini adalah 24 tahun, statusku lajang, dan mahasisiwa. Di kampus aku juga mengikuti UKM jurnalis, alias wartawan. Disinilah ceritanya mengapa aku bisa berkenalan dengan Marissa Haque ...  Sebelumnya aku ditugaskan oleh dosenku untuk mendampingi seorang tamu dari jakarta, yang katanya mau membuat disertasi ujian doktor. 

Tamu itu tak lain tak bukan adalah Marissa Haque, yang datang ke kotaku dalam rangka melakukan penelitian tentang illegal loging, yang memang menjadi issue nasional pada tahun itu. Marissa Haque adalah teman sekampus, ,Pak Yanto dosen pembina UKM jurnalis kami sewaktu masih sama sama kuliah di UI.

Bermula saat aku, yang cukup dekat dengan dosen ku itu. Memintaku untuk menemaninya menjemput Marissa Haque beserta rekan nya di bandara.

“ ini kesempatan buat kamu Xel, belajar dengan seorang calon doktor dari IPB, ... nanti kalau kamu sudah kenal, bapak jamin kamu pasti terpesona melihat ibu marissa..” ujar Pak Yanto.. Aku dimintai nya menyupir mobil Kijang Innova miliknya.

Mulanya aku kurang tertarik, namun karena yang memerintahkan itu dosenku, aku harus mematuhi setiap perintahnya. Sepengetahuanku Marissa Haque itu wanita yang gemuk, berjilbab.. pokoknya seperti ibu-ibu seusianya lah...

Namun semuanya berubah saat saya dan pak yanto bertemu muka dengan beliau, sebagai laki laki normal aku tak menyangka bahwa Marissa Haque begitu cantik, anggun, tinggi, putih bersih dan langsing..! dan senyuman manis nya ituuu... begitu menggoda memanah hatiku. Tiap pria yang waras pasti takluk dengan senyuman ibu cantik itu.

Memang dia menggunakan jilbab, dengan baju safari yang bisa dikatakan agak ketat, hingga memamerkan sedikit lekukan tubuh nya yang tinggi, padat dan bahenol itu. Pembawaannya yang ramah saat itu, makin membuatku gemas dan tak bosan untuk menatap wajahnya.

Sebagai tempat tinggal, Marissa Haque beserta dua orang temannya, yang juga dosen dari IPB mengontrak rumah di pusat kota, sebuah rumah yang cukup besar. 

Namun apalah artinya itu buat orang seperti Marissa Haque. Setelah beberapa kali menemani Pak Yanto, dosenku berdiskusi dengan beliau dan tim nya di rumah itu, aku mulai menilai Marissa Haque ini merupakan orang yang sangat bersemangat, terlihat dari cara berbicaranya yang berapi api. Dan juga merupakan sosok yang ambisius, terutama dengan sikap nya yang sangat anti dengan praktik KKN pemerintahan daerah yang memang tengah disorot provinsiku.

Pak Yanto saja berulang kali memberitahu beliau agar jangan terburu buru bertindak, dan menahan omongan beliau yang begitu emosional dalam hasil penelitiannya, karena menurut Pak Yanto susah jika kita melawan penguasa, karena mereka punya power untuk melawan kita-kita yang bisa dibilang oposisi.

Aku hanya bengong dan kurang menyimak diskusi mereka. Namun setelah itu yang kudengar, Marissa Haque mengatakan butuh asisten karena 2 orang rekannya itu tidak bisa full menemaninya kerja karena harus bolak balik ke jakarta. 

Pada saat itulah Pak yanto menawarkan pada Marissa Haque aku sebagai asistennya. Dengan alasan  aku sudah habis teori dan punya waktu senggang untuk menemani Bu Marissa Haque jika turun ke lokasi penelitian yang jaraknya sekitar satu jam dari kotaku. Pak Yanto pun berbaik hati meminjamkan salah satu mobilnya padaku jika Marissa Haque memerlukannya
.
Pada waktu  itu aku merasa gugup, maklum nervous baru pertama bersama seorang artis yang biasanya kulihat di TV dan majalah. Tetapi Marissa Haque merasa tidak keberatan kalau aku jadi asistennya. ‘biar kamu banyak belajar..” ujar nya.

Aku pun sering jalan bareng beliau, kadang makan siang, atau bersama teman-temannya melakukan penelitian, mengerjakan disertasinya dll. Namun ada hal aneh yang terjadi pada diriku, aku merasa ingin memiliki wanita cantik itu, walau aku tahu itu tak pantas, Usia  nya terpaut 20 tahuan dengan ku dan yang paling penting. Marissa Haque sudah berkeluarga !! 

Namun entah apa iblis yang singgah dikepalaku, aku suka membayangkan seandainya aku dapat bercinta dengan politisi cantik itu saat sedang melamun sendirian dikamarku. Akhirnya dilanjutkan dengan onani dengan membayangkan kami tengah memadu kasih. 

Pernah suatu kali suami Bu Marissa, penyanyi rock Ikang Fauzi datang ke kotaku mengunjungi Bu Marissa Haque. Sebenarnya itu wajar kan..  , seorang suami menemui istrinya, Tapi entah kenapa aku merasa cemburu saat Marissa Haque sedang bersama suaminya. Bayang bayang jika mereka bercinta dan bersetubuh menggangguku otak ku. Gilanya Aku tak rela..!! aku tak rela membayangkan ada lelaki yang menikmati tubuh bahenol Marissa Haque..!! yang selalu ku idam idam kan..!! “  tekadku.

Aku pun berfikiran nakal, bagaimana seandainya saat suaminya pulang ke jakarta? Pasti Marissa Haque akan kesepian dan butuh pelampiasan buat kebutuhan biologisnya. Apalagi yang aku baca baca di buku, jika seseorang itu semakin sibuk dengan rutinitas kerjaan yang selalu bertumpuk, maka pasti semakin tinggi pula libido sex nya. 

Namun aku berusaha menepis semua fikiran jorok ku saat bersama Marissa haque. Aku Cuma bisa mencuri curi pandang saat dia sedang membaca, mengetik  dll.
 

Saat itu aku rasa telah jatuh cinta pada wanita itu ,cara dia berbicara, senyuman nya ,... ahh.. begitu mempesona. Aku berkhayal jika seandainya Marissa Haque ini jadi pacar..ahh, bukan ... kayaknya selingkuhan. Yaa... aku bersedia jadi selingkuhan atau pemuas nafsu tante cantik itu !!.. namun setelah aku sudah agak waras, aku baru tersadar semua itu tidak mungkin ....

“ BISA ..!!” kata sugeng, kawan kuliahku. Sugeng adalah pemuda asli ponorogo dan terkenal bisa menggunakan ilmu magic. Orang nya agak aneh dan dekil. Tapi enak diajak berkawan. Aku tercengang tak percaya mendengar Si Sugeng bicara semantap itu.!! Dia bilang semua angan angan ku untuk mendapatkan Marissa Haque bisa ku dapatkan !!.

“ Sampean tahu kan Buk Flora, dosen Bahasa Inggris yang dekat dengankuAxel ..??” Tanya nya.
“ Bener.. bener..  iya geng.. Ibu Flora yang sexy itu ya.. saya perhatiin dia memang dekat sama kamu akhir akhir ini .. kok bisa geng..? dia kan canti tu.. bohay lagi.. ” ujarku mangut-mangut. 

Memang setahu ku Sugeng ini lagi dekat dengan Bu Flora, dosen mata kuliah bahasa inggris yang terkenal paling bohay itu. Setahu ku  mereka akhir-akhir ini sering jalan bareng dan seperti orang pacaran. Gosip nya pun sudah tersebar di kampus. Tapi aku heran memang, kok bisa Bu Flora yang bohay dan montok itu bisa dekat sama Sugeng yang aneh ini.. tak pantas memang.. tapi itulah kenyataan nya.

Sugeng tersenyum licik dan beranjak kebelakang , lalu datang lagi membawa sesuatu.. sepertinya itu ...  celana dalam wanita !! . ya benar !!  Jumlah nya 2 buah !

“ asal sampean tahu ya.. ini.. celana dalamnya Bu Flora Xel.. tak percaya sampean cium tuh.. ” ujarnya memamerkan celana dalam berwarna putih dan hitam itu. Sontak saja aku sewot
“ gila lu geng.. buat apa itu kolor bau ama gua.. sana jauhin dari gua .. lagian mana mungkin itu celana dalam Bu Flora.. ntah celana dalam siapa lah lu simpan.... ” ujarku bersungut sungut. 

Sugeng tertawa keras. Lalu kembali duduk.
“ Sampean ini ngeyel.. gini xel.. jadi aku punya ilmu penunduk wanita, Nah..  setiap wanita yang terkena ilmu ku ini..  bakal tunduk dan ngikutin apa yang aku mau.. namanya ajian tunduk turuk..!! ” ujar Sugeng tenang.
Aku mencoba untuk percaya..
“ tapi masa’ iya sih geng, kalau celana dalam nya ada di kost an sampean, berarti sampean dan Bu Flora....” ujarku mencoba membuat hipotesa.
“ BERCINTA BRO” ujarnya mantap,
“ ah , .. serius lu geng..?” ujarku masih gak percaya.
Sugeng tersenyum penuh kemenangan,

“ Ni..kalo sampean masih ndak percaya sama aku.. Ni saya kasih tunjuk ke sampean biar mata sampean tu melek .. heheheh “ ujar Sugeng penuh percaya diri.
Lalu Sugeng menunjukan Handphone nya disana dia mengambil menu Video dan mengklik sebuah video yang sepertinya itu rekaman dari Sugeng sendiri di HP nya. Dan.... astaganaga.. !!! Itu adalah video orang lagi begituan .. !!

Dan.. yang membuatku lebih kaget lagi adalah ternyata dalam video mesum itu terlihat Bu Flora sedang mendesah desah dengan ekspresi penihb kenikmatan di wajah nya. Bu Flora tampak dalam posisi menungging sedang disetubuhi dari belakang oleh kontol seorang lelaki. Kemudian arah kamera nya berpindah kea arah si perekam dan.. alamakkk.. pemilik kontol yang menggagahi Bu Flora dari belakang itu tak lain tak bukan adalah si Sugeng !!!!.

“ gilak lu geng.!! Bu Flora berhasil lu entotin.. ckckckck... luar biasaaa” ujar ku takjub
“ He he he ... baru sekarang sampean percyaa toh..?  ngeyel sih..” ujarnya tertawa dengan wajah sombong, tapi tetap aja lucu. Hi hi hi
“ Nah xel.. kalau sampean mau, sampean bisa maen sama.. sapa namanya betina yang sampean bilang tadi ? Hmm.. ,, o ya Marissa... !! ..” ujar nya.
“ Nih, saya catetin mantra nya, tapi ada bahan-bahan yang harus sampean beli biar manjur hasilnya.” ujar Sugeng dengan logat medhok nya

Sontak harapan ku yang semula hanya kupendam karena tidak bakal mungkin kesampaian itu kembali !! aku amat bersemangat dan antusias, mendengar saran temanku ini. Kami berdua memang sama-sama pengidap Odypius complex alias suka bercinta dengan orang yang lebih tua dari kami, hi hi hi ..

Ternyata perintah sugeng aku harus mengambil sehelai rambut asli Marissa Haque, asli .. dan bekas gelas atau kaleng yang pernah diminumnya. Lalu foto nya.  Aku pun iseng-iseng mencoba mengerjakan nya.

Beberapa hari berikutnya aku berusaha mendapatkan syaratan ilmu itu. Setelah selama 4 hari aku menemani Marissa Haque setiap harinya, akhirnya aku berhasil mendapat syarat yang diminta Sugeng. Setelah kuberikan sehelai rambut milik Marissa Haque, yang kudapatkan di kamar di perpustakan saat Marissa Haque memperbaiki letak jilbabnya dan botol air mineral bekas minuman milik Marissa Haque, sementara foto nya ku download aja di mbah google.. he he he ... aku membawa semua mahar itu ke Sugeng.

 Sugeng menerimanya dari mengenyitkan keningnya menatapku,
“ Ini kan artis ..? “ ujarnya bimbang.


‘ Ya.. artis... emamg kenapa.? Gak bisa ya geng “ ujarku harap harap cemas.
“ Bisa sih.. tapi guendheng juga kamu ya.. terobsesi sama artis.” Ujarnya tergelak
“ suka suka gua dong.. mumpung dia disini dan bakalan lama disini.. udah.. lu banyak tanya .. iso gak sih” ujarku mendesaknya
Sugeng tertawa sebentar,
“ Sebagai sesama odypius saya pasti bantu kamu bro  jadi saya bilang.. ISO ... !! “ ujar Sugeng disambut ketawa ku

Lalu tampak Sugeng berkonsentrasi merapal mantra dan membungkus rambut dan botol tadi dengan kertas berikut foto Marissa Haque yang ku print, kemudian terdengar Sugeng mulai membaca jampi jampi dengan bahasa jawa kuno.

Setelah selesai menjampi Marissa Haque Sugeng kemudian menuliskan mantra dengan huruf latin pada sebuah kertas dan memberikan nya pada ku
“ Nah, Bro.. sampean hapal ini mantra ya... tapi jangan sampai salah ucap lho,. Terus benda milik nya ini juga sampean pegang, jangan dihilangin. Lihat aja reaksinya. Kalau menandai bahwa dia sudah terpengaruh, biasanya wanita itu akan patuh dengan apa saja yag sampean suruh, apapun itu yang sampean suruh dia pasti ngikut !! dan,  setelah itu terserah sampean.. nah, kalau sampean dan Marissa itu sudah berhubungan badan, itu celana dalam wanita itu sampean simpan setiap selesai berhubungan .... jangan lupa... SIMPAN.” ujar Sugeng panjang lebar sambil menyerahkan kertas yang sudah digulung dan ditulisi mantra oleh sugeng, beserta sampel rambut dan bekas botol minuman milik Marissa Haque tersebut.

“ jadi setiap bercinta, celana dalam nya kita ambil ya geng? “ ujar memastikan. Karena aneh juga persyaratan nya.. kalau kalau aku bercinta sekali sehari dengan Marissa Haque, otomatis gua balikin dia gak pake celana dalam donk.. lama kelamaan habis donk celana dalam nya.. hi hi hi.. Sugeng ini memang aneh aneh kasih persyaratan nya.

“ eee,, bener... kalao sampean mau liat tu ada berapa celana dalam nya Bu Flora di lemari ku..? mau liat sampean..” ujar nyua
:”Ngg.. Nggak,, gua percaya deh..” ujarku mengalah.
“ Tapi ini efeknya gak permanent lho.. suatu saat dia bisa sadar, jadi ilmu gendam ini sifat nya Cuma sementara.. makanya sampean manfaat kan semaksimal mungkin” tutur Sugeng
“ jadi dia bisa balik sadar geng?” tanyaku
“ iya.. kalau gua kasih yang lebih tinggi nanti kasian do’i bro .. lagian wanita itu kan sudah bersuami, beranak dua lagi.. gak mungkin sampean nikah ama dia ... atau sampean memamg mau nikah ama artis itu “ ujar Sugeng terkekeh
“bernar juga kata si Sugeng.. lebih baik aku hanya sebatas menikmati tubuhnya saja... kalau sampai Bu Marissa Haque selama nya dalam pengaruh ilmu gendam ini efek nya tidak baik juga bagiku.. lagipula aku hanya ingin mencicipi dan menikmati tubuh indahnya yang selalu membuat ku penasaran saja... jika rasa penasaranku usai, biar saja Bu Marissa balik ke suaminya, karena memang tidak mungkin aku memiliki Bu Marissa ini selamanya “ bathinku.
“ iya sih geng.. gak mungkin gua nikahin tu perempuan.. lagipula dia sudah beranak dua dan publik figur lagi.. mana anaknya sebaya ama kita “ ujarku.

Kami berdua pun tergelak
“ Yo wes... Ilmu ini tahannya paling lama seminggu broo.. jadi sampean nikmatilah sepuas-puasnya wanita itu dalam kurun waktu seminggu ,waktunya dimulai saat hari dimana sampean berhasil menggendam nya” tutur Sugeng lagi.
“ baik geng .. akan gua kerjakan secepatnya” ujarku penuh semangat. Aku menyerap dengan cepat kata-katadan petunjuk Sugeng, temanku yang aneh itu. Dan menunggu kesempatan saat sedang berduaan dengan Marissa Haque, wanita idamanku...

Kesempatan itu akhirnya tiba, pada suatu hari Pak Yanto menugaskanku untuk menemani Marissa Haque ke luar kota, untuk mengambil foto-foto hutan yang diduga tempat para pengusaha kayu melakukan praktek legal logging. Tentu saja aku menyanggupi permintaan itu. 

Maka pergilah kami, aku, Marissa Haque beserta seorang teman menggunakan mobil Pak Yanto. Tempat yang kami tuju cukup jauh dari kota. Kira-kira 2 jam, sesampai disana Marissa Haque dana rekan rekanya melakukan observsi tempat, sample, interview. Setelah selesai mengambil beberapa foto, kami pulang kembali ke kota dan mengantar teman riset Marissa Haque itu ke rumahnya,
Dan tibalah kesempatan itu.........., sekarang tinggal aku berdua dengan Marissa Haque didalam mobil .
Dengan mencoba fokus dan konsentrasi, ku rapal mantra yang di suruh hapal Sugeng dalam hati sambil sesekalai memandangi Marissa Haque ... Marissa Haque yang sedang memainkan HP itu tampak tenang seperti biasa dan tak menyadari tindakanku itu. tidak ada tanda-tanda dia terpelet atau gimana. Aku ajadi gak ragu juga sejenak, namun aku mencoba untuk tenang dan yakin

“ Bu Marissa ..” ujarku mencoba menyapa beliau, tidak lebih dari itu. Marissa Haque  menoleh padaku. Tapi sedikit sapaan itu ternyata membuat Marissa Haque  malah yang mulai mengajakku mengobrol, awalnya obrolan biasa seputar pekerjaan di kantor dan materi seminar, tapi akhirnya topiknya meluas ke hal-hal yang lebih bersifat pribadi.

Hari sudah menunjukan pukul setengah 7 magrib, kami terus ngobrol.. dan tidak ada sedikitpun permintaan dari Marissa Haque untuk menyuruhku mengantarkan dia ke kontrakannya. Aku mengajak nya untuk jalan-jalan keliling kota. Dan anehnya dia menuruti saja semua keinginanku.
“ “Habis jalan-jalan ini kita makan dimana Bu Marissa ? “ aku mencoba bertanya,
“Terserah kamu saja Axel Memangnya kamu mau ngajak saya kemana?” Marissa haque  balik bertanya

Ternyata memang benar apa yang dikatakan Sugeng, Ilmu itu telah mulai mempengaruhi alam fikiran Marissa Haque ..!!!

Aku pun tidak menyia nyiakan kesempatan langka itu .. “Saya ingin ngajak ibu ke SPA untuk berendam di sana, sambil refresing sebentar biar besok segar lagi waktu mulai ngantor”
“Hmmmm…asyik juga, tapi saya ga bawa baju renang”  Ujar Marissa Haque tampak tertarik dengan tawaran ku.
“Saya juga tidak bawa celana renang kok … kita berendam air panasnya tidak di kolam renang, tapi di kolam rendam itu ada dalam kamar hotel , hingga kita bisa bebas berendam pake baju dalam atau telanjang sekalian” Kataku mencoba bicara lebih berani.
“Boleh juga tuh … saya mau deh ikut, kapan kita kesana Axel..?” Tak kuduga begitu jawaban yang keluar dari mulut Marissa Haque !! ..
Dadaku berdegup, tak sabar kubawa mobil dengan kecepatan tinggi . Dengan cepat aku mengarahkan mobil menuju sebuah hotel yang berada dipinggiran kota., Sengaja kubawa kesana agar khalayak tidak mengetahui bahwa wanita yang kuajak check ini ini adalah Marissa Haque yang terkenal itu.

Walaupun begitu aku juga punya sedikit rasa khawatir, sesampai disana aku isyaratkan agar aku saja yang check in kamarnya, Marissa Haque kusuruh menunggu di mobil. Tampak wanita itu patuh saja dan tidak membantah. Setelah semuanya selesai baru aku ajak Marissa Haque masuk ke dalam hotel, saat si recepcionist sedang sibuk dengan pekerjaannya.

Hotel ini tidak terlalu ramai, hanya beberapa orang tamu saja yang datang..  aku menggandeng Marissa Haque, langsung menuju kamar yang telah kusewa.

Sekejap ada perasaan bangga membayangkan aku berhasil megajak wanita cantik yang bernama Marissa Haque  “ngamar”. Seorang pemuda biasa seperti aku ini berhasil memperdaya wanita cantik ini. 
Bagiku Marissa Haque ini amat menarik  walau memang sudah tidak muda lagi dan bukan gadis perawan. aku berencana akan mengajaknya becinta dengan romantis dan penuh gairah.

“apa yang harus kulakukan pertama ya..? ujarku bingung..  kuperhatikan Marissa Haque sedang melepas jilbab nya. Kami bagai sepasang suami istri, beduaan di kamar hotel suit room yang kupesan itu.
 Akhirnya memutuskan untuk mengajaknya ngobrol dulu  Banyak hal yang kami obrolkan, Marissa Haque menjawab semua pertanyaanku dengan patuh. Namun bagaimana cara aku bisa memeluk dan bermesraan dengan nya aku masih belum tahu dan nervous. 

Akhirnya terfikir juga.. yaitu mengajak Marissa Haque mandi .. !!
“ mau mandi Bu Marissa ..? “ ujarku deg deg an.
“ kamu gak mandi ..? kalau kamu mandi saya juga mandi “ ujarnya tersenyum manis.
“Ya ampun …. “ dada ku deg deg an dan nafasku turun naik menahan nafsu membayangkan sebentar lagi aku bakal melihat seorang Marissa Haque telanjang !! Kamar ini memang besar dan luas tetapi tetap saja hanya mempunyai satu bathtub, ruang spa dalam kamar mandi dan 
aku mulai gemetar.

“Kalau begitu kita istirahat barengan aja dulu, baru nanti berendam bareng juga” ujarku merubah rencanaku. Karena nervous juga dalam euforia ku. Aku  tak sabar untuk segera meniduri wanita cantik nan semok ini,. Aku mulai melepas sepatu lalu membuka bajuku satu persatu sampai bertelanjang bulat di depan Marissa Haque begitu saja.

Marissa Haque hanya dia menatapku bugil di hadapanku. Melihat itu aku coba mensugesti nya lagi,
“Lho … Bu Marissa juga buka baju dong, biar nanti kan tinggal langsung berendam ..  ” ujarku mencoba tetap tenang. Aku sadar aku mengeluarkan kata kata bodoh tapi tak apalah ..
“ Iyaa …” Jawab Marissa Haque sambil tertunduk tak berani memandangku yang bugil dihadapannya. Kulihat wajahnya memerah menahan malu.
Aku sekarang benar-benar bernafsu dan berniat meniduri wanita cantik itu
“Kalau begitu saya bantuin ya …” Ujarku sambil mendekat dan tanpa persetujuan dari nya aku mulai membuka kancing baju terusan Marissa Haque atas satu persatu.
“I …iyaa ” Marissa Haque merintih pelan tidak berdaya

Dengan tangan gemetar aku membuka baju Marissa Haque satu persatu sampai akhirnya tinggal memakai BH dan celana dalam lalu berdiri mengamati kesintalan dan kemulusan tubuh wanita di depanku itu, Marissa Haque diam mematung dengan kepala tertunduk di depan ku yang dari tadi memandanginya terus. Kemaluanku sudah tegak berdiri sedari tadi.

“mari ...berbaring di ranjang ini .. “ aku mulai memerintahnya namun secara halus, untuk mengetest sejauh mana tingkah kepatuhannya akan semua perintahku.

Tak kuduga Marissa Haque memang mematuhi setiap instruksiku, !! . Dia rebahkan tubuhnya yang tinggi, padat dan molek itu diatas tempat tidur hotel yang berukuran untuk 2 orang itu. Marissa Haque sekarang terbaring terlentang diatas ranjang dalam keadaan tidak berbusana, hanya BH dan CD-nya masih terpasang di tubuhnya.

Aku benar-benar menikmati moment langka bagaikan mimpi ini. Dan aku mulai melakukan aktifitas ku. Tanganku menelusuri dan meraba meraba kulit muka Marissa Haque

“ ckck ck ... cantik banget..” bathinku,  lalu tanganku turun ke leher jenjang dan ke dada yang masih tertutup BH. Sesampai pada dada , kurasakan dada Marissa Haque berdebar,  aku menyadari getaran birahinya mulai datang dan tangan ku masuk ke dalam menyentuh buah dada nya yang terbungkus BH. Di dalam BH itu tangan ku meremas , memilin dan memilintir puting susu Marissa Haque, dengan cara itu aku rasa naluri seks Marissa Haque akan terbangkit .

Marissa Haque membiarkan tanganku menjamahi buah dadanya. Marissa Haque hanya diam dan medesah lirih ... memejamkan matanya seperti sedang menikmati rabaan tanganku yang menjamah tubuh mulus nya. 

Melihat Marissa Haque tidak bereaksi dan hanya pasrah saat kujamahi, aku lalu membuka pengait BH nya dan melemparkan BH itu ke sudut kaki ranjang itu dan terpampang lah sepasang buah dada Marisaa Haque nan montok dan putih mulus kemerahan karena gairah yang telah terpancing itu.

Di wilayah sekitar dada itu aku kembali memijit kedua buah dadanya secara bergantian kiri dan kanan berulang-ulang sampai kulihat pada wajah Marissa Haque merasa tidak kuat menahan nafsunya. Lalu tanganku turun menyapu dan mengelus kulit perut nya dan tertambat ke selangkangan Marissa Haque. Di situ tangan ku meraba wilayah selangkangan Marissa Haque, tindakan ini membuat Marissa Haque medesah lirh menggigiti bibirnya sendiri,



"Ooohh .... Xxelll...  Mpppphhh...?" desah Marissa Haque, namun kutangkap sebagai suatu perasaan yang menahan gelora sex yang membara dari Marissa Haque.

"Nikmati aja ya Bu Marissa ..., lepasan seluruh hasratmu... berteriaklah,.. jangan ditahan tahan sayanggg..” jawab ku sambil mengatur nafasnya yang terasa sesak menahan gejolak nafsu.


“ Iii yaa.. hhhhh.... Mpphhh....... Oocchhhhh...” desah Marissa Haque melepaskan semua gelora kenikmatan yang sedang melanda nya saat itu.

Jari tangan tanganku terus mengelus dan mengorek-ngorek bagian kemaluan Marissa Haque. sehingga terdengar Marissa Haque melenguh, meracau dan merintih mesra saat jariku terus mengobel kemaluannya itu. Aku  merasakan ia seolah akan menumpahkan air surgawinya saat itu.

Sungguh indah sekali melihat artis pujaan ku, yang selama ini hanya bisa ku khayalkan sebelum tidur untuk bercumbu dengannya, sekarang benar benar berada disampingku dengan ekspresi yang menggairahkan dan makin membuat ku bernafsu untuk berbuat lebih jauh lagi.

“Bu Marissa sayangg... buka dong celana dalamnya” ujarku
“Bukaa... laahh xel...l  Uhh... si.laa..kaannn,,, “ desahnya terbata-bata sambil menahan sensasi jariku yang masih mengobel kemaluanya di balik celana dalam krem berenda nya.


Akhirnya aku melepaskan kain yang berbentuk segitiga yang berenda dan berwarna krem itu melalui kedua kaki belalang Marissa Haque. Sekarang  kami sama-sama telanjang bulat di atas ranjang. Walaupun sepanjang jalan tadi aku sudah mempersiapkan diri untuk terjadinya peristiwa ini, tapi tetap saja aku sangat nervous dan setengah tidak percaya bahwa aku sekarang telah mengalaminya langsung, melihat tubuh indah Marissa Haque tanpa busana sehelai pun..!!!.

Marissa Haque sendiri sama sekali tidak bersuara, saat kain terakhir penutup auratnya itu ku loroti. suasana hotel yang dingin karena AC dan hanya kami berdua dan siap bersetubuh ini membuatku berdebar debar. Setelah berfikir sejenak aku menarik tangan Marissa Haque dan membimbingnya duduk lalu kembali membimbingnya berdiri.

Marissa Haque sekarang berdiri tepat di depanku dengan tubuh nya yang tinggi semampai hampir setinggi tubuhku. Penisku sedari tadi tegak kemerahan sudah berdiri tegak dan sekarang menempel diperut Marissa Haque. Aku meraih kedua tangan Marissa Haque kemudian melingkarkannya ke belakang tubuhku sehingga Marissa Haque  jadi memeluk ku di bagian pinggang.

Dagunya  lalu kuangkat sampai wajah kami berdekatan lalu aku mulai mencium bibir Marissa Haque dengan lembut sambil memberi sedikit hisapan-hisapan dan kecupan. Marissa Haque sendiri belum bereaksi sama sekali saat itu selain mencoba memejamkan mata.

Dengan sabar aku mencium wanita cantik itu berkali kali sampai akhirnya tanpa terasa Marissa Haque mulai membuka bibirnya yang tipis dan langsung kumanfaatkan untuk memasukkan lidahku ke dalam rongga mulut nya.

“Mmmmpphhhhh ….hhheehhhh….mmmmppphhhh …” Marissa Haque  mulai berdesah sebagai reaksi atas ciumanku yang semakin gencar. Kurasakan sedikit demi sedikit Marissa Haque mulai bereaksi membalas kecupanku dengan permainan lidahnya dan mulai mencairkan keteganganku.

Tangan kiriku kugunakan untuk memeluk tubuhnya sedangkan tangan kananku mengusap usap tengkuknya. Tanpa kusadari tangan Marissa Haque yang melingkari pinggangku mulai terasa erat memelukku sehingga tubuh kami sekarang saling merapat, kulit bertemu kulit. Kurasakan kemaluanku bergesekan dengan perutnya.. Gesekan demi gesekan mulai membangkitkan gairahku sekaligus juga keberanianku untuk bertindak lebih jauh.

Tanganku beralih menuju kemaluan Marissa Haque ... Hmmm... Kemaluannya terasa mulai lembab …………….

Melihat kemaluan Marissa Haque yang mulai basah dari gesekan nya dengan pahaku, Marissa Haque mulai lebih intensif menggerak-gerakan perutnya pada kemaluanku..!!!. Ternyata si cantik ini sudah mulai terangsang akan perlakuanku padanya. 
Marissa Haque merenggangkan pahanya sehingga seluruh kemaluannya sekarang bisa bergesekan dengan pahaku !!.
Aku betul-betul terpancing melihat reaksi Marissa Haque, aku pun mengalihkan ciuman ke telinga dan leher kiri nya
“Aahhhhhhhhhh …..geli …” “Ohhhhh….oohhhh …. Ohhhh ….ohh….ohhhh…” suara desahan Marissa Haque makin tidak terkendali saat aku mulai meremas-remas payudara nya dengan tangan kananku.

Aku mulai berlutut di hadapan Marisssa Haque dan langsung memangut putting susunya sambil bergantian ku hisap-hisap, sedangkan tangan kananku sekarang mengelus-elus kemaluannya.
“Aaahhh…oohhhhhh ….ohhhhh…..”  Marissa Haque terus mendesah hampir tidak berhenti.
“Ouchhhhhh…..hhhhh….shhhh…shhhh.shhhhhh”desisan yang keluar dari mulutnya lebih keras saat  aku memasukkan salah satu jariku ke dalam liang senggama nya.  lalu mengocoknya dengan cepat.

Kemaluan Marissa Haque kurasakan mulai terasa becek dikarenakan menerima rangsangan-rasangan yang kuberikan. Rasa takutku saat pertama kali memulai mengerjai wanita cantik ini udah hilang sama sekali demikian juga kekhawatiran beliau akan marah jika ilmu tunduk turuk yang diberikan sugeng padaku tidak manjur. Ternyata tanpa kuduga mantra yang diberikan sugeng tadi amat ampuh untuk membuat wanita cantik ini takluk olehnya.  walaupun sampai saat ini Marissa Haque  masih bersikap pasif dan hanya menerima seranganku.

Setelah kurasakan lubang senggama nya semakin becek dan merekah, aku menghentikan aktifitas ku sejenak, “Kita sekarang main di ranjang ya Bu Marissa sayang.... ” Ujarku dengan lembut.
Marissa Haque mengangguk pelan. Kemudian aku membopongnya ke ranjang.
Di tempat tidur aku baringkan tubuh Marissa Haque yang tergolek pasrah itu, Dada ku berdebar menunggu moment yang telah lama aku impikan ini, Marissa Haque, wanita yang selama ini membuatku mabuk kepayang, sekarang berada di hadapanku dalam keadaan tanpa busana, dan sebentar lagi aku akan mencicipi jepitan vaginanya !!! 
Aku segera mengambil posisi berada diatas tubuhnya, saat kupandang wajah Marissa Haque tampak terbakar penuh gairah, nafas nya turun naik dan ... saat kujelajahi tubuhnya dari kepala sampai ujung kaki dengan tangan tangan ku, uuuh...  memang sunggguh putih dan mulus kulitnya. Sungguh luar biasa pengaruh ilmu tunduk turuk yang diajarkan Sugeng, semua wanita, bahkan seorang Marissa Haque pun bisa dibuat bertekuk lutut dan patuh melakukan semua yang kuperintahkan.

Aku kemudian mencoba mengangkangkan sepasang kaki Marissa Haque dan  membukanya lebar – lebar , dan .... ckckckckck ... sekarang aku dapat melihat rongga vagina wanita cantik itu dengan jelas. !!  Vaginanya tampak telah basah diatara bulu bulu kemaluannya yang tercukur rapi. Aku menjadi tak sabaran untuk mencicipi vagina Marissa Haque itu,. Aku gosok-gosokkan penis ku di tengah belahan kemaluan Marissa Haque  yang merekah dan basah kuyup itu .

“ Adduuhh.... Gelliii....” desah Marissa Haque menggigit bibirnya, membuat ku makin gemas.  Aku menghentikan gesekan penis ku dilobang kawinnya itu lalu aku mengambil posisi sambil mengocok-ngocok penis ku biar tambah ngaceng, setelah itu aku mulai mengarahkan penisku sejajar dengan lubang kawin Marissa Haque. Setelah ujung kepalaku bergesekan dengan kemaluan nya, aku langsung mendorong penis ku ke dalam kemaluan Marissa Haque

BLESSSSSSSSSSSSSSSSSSSSS …………….
“AAAAAAAAAAAAAAAAHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH……”  Jerit Marissa hHque saat penisku masuk tanpa kesulitan kedalam kemaluannya ... 


setelah sampai didalam aku menghentikannya sebentar, menikmati sensasi jepitan Vagina nya yang terasa mencengkram penisku dari dalam. Aku bahagia karena berhasil mencicipi vagina seorang Marissa Haque ...  kemaluan Marissa Haque masih terasa legit, terasa pijitan pijitan kecil di rongga lubang kawinnya meremas remas batang penisku.

“ UHHHHH..... Nikmat banget titit mu Bu Marisaaaaaa..!!!! “ Erang ku , betul-betul sebuah sensasi yang dahsyat, Lubang kawin si cantik ini terus berdenyut denyut dan makin mencengkram penisku, walau sudah beranak dua tetap saja vagina Marissa Haque masih menjepit penisku dari dalam. Batang kejantanku seperti diremas remas oleh dinding vagina Marissa Haque.

Marissa Haque sendiri nampak gelisah dan tak bersuara... hanya rintihan dan ringisan keluar dari mulutu nya, urat lehernya kelihatan, seperti menahan sesuatu yang besar yang datang di dalam selangkangannya. Dia hanya memandangaiku dengan mata sayu sambil sesekali mengadahkan wajahnya keatas.
“ Bagaimana rasanya sayangg...??” bisiku ke telinganya..
“ Uuhh...,,,,  Ennnaakkkk... Oohhhh.... Akuu Ooocchhh... “ desahnya mengadah keatas sambil menggigiti bibirnya.

Karena gemas aku menciumi telinga berikut lehernya yang putih jenjang, terasa Marissa Haque menggoyangkan pinggulnya seolah ingin memelintir penisku didalam lubang kawinnya.

“ AHHHHH.... Enakk nya goyyyanganmu sayyayyaanggg ....” erang ku kaget, merasakan Goyangan pinggul Marissa Haque otomatis membuat penisku yang berada dalam lubang kawinnya itu makin terasa di obok-obok dari dalam...

 “memang luar biasa wanita ini” bathinku..  Ini benar benar bisa mendatangkan kenikmatan bagiku . akhirnya kuputuskan untuk mengimbangi goyangan Marissa Haque dengan sodokan sodokan ku,

“Euuhhhhh….euhhhhh…euhhhh….euhhhh…euhhhh…” Marissa Haque makin  melenguh saat aku mulai memompakan penisku dari atas tubuhnya.

“Ooooohhhh…ohhhhh….….teruss…aaah…auhhhhh…a aaahhh”  Ujar Marissa Haque terus meracau keenakan

Melihat Marissa Haque begitu menikmatinya, aku mulai memompa semakin kencang dan kemaluanku semakin ngaceng, ... Uhhh... begitu nikmat rasanya bercinta dengan wanita seperti Marissa Haque, yang sudah berpengalaman memuaskan pasangannya di ranjang.... 

Aku mulai mengatur tempo dan mencoba bernafas melalui perut agar tidak cepat keluar, dan Marissa Haque terasa mengimbangi genjotanku dari atas dengan  menggoyangkan pantatnya ke kiri dan kekanan bagai mengebor penisku didalamnya.

CROK…CROK ….CROK ….CROK ….CROK …. Kudengar suara alat kelamin kami beradu,  aku makin menancapkan penisku seluruhnya hingga amblas menembus kemaluan Marissa Haque  yang sudah sangat basah itu

“Ohhhhh…ohhhh….aaaaarrghh….sayyaa  mauuu dapet ….ooohhhh..!!!!!”  jerit Marissa Haque mempercepat goyangan pinggulnya....

Aku rasakan Marissa Haque melingkarkan kakinya pada pantatku, tubuhnya terasa mengejang dan aku pun makin menambah penetrasi ku, menyodok lubang kawinnya.
“AAAAAAARRRRRRRRRRRRRRKKKKKKKKKKKKKKKHHHHHHHHHHHH …..” Akhirnya Marissa Haque mengerang saat orgasmenya datang

Aku coba menekan penisku, sedalam dalamnya dan kurasakan kakinya melilit pinggulku dengan erat sekali, dia telah orgasme dan tampak memejamkan mata menikmati orgasmenya. Namun aku juga tidak dapat menahan ejakulasi yang terasa sudah dekat,

“ UGGGHHHHH..... “ teriaku merasakan ada yang akan mucrat dari seluruh persendianku,
“Bu Marissaaaaaaa ….saya mau keluarrrrrr,,,,,….AHHH…AHHH…AHHH…ahhh….ahhhh….ahhh.. Marissaaaaaaaaaa..... !!!!!! ” Teriak ku tertahan.
SRRROOOOOT …..SROOOOOT ….SROOOOTTTT….srrrt ….srrrt….srrrt … kurasakan semprotan spermaku sedang menaburkan benih di rahim Marissa Haque
“Ahhhhhhhhhhhhh…..” Marissa Haque mendesah lega merasakan semprotan peju ku dalam rahimnya.

Kami lalu berciuman dan berpelukan dengan mesra seperti sepasang kekasih, Marissa Haque dan aku tidak mempedulikan lagi masalah status. yang saat itu aku rasakan, dan dia, adalah sebuah kepuasan dan sensasi tiada tara

“Adduuuuuhhhh…. Enak sekali Bu Marissa sayangg.. ?” Bisikku di telinga beliau.
Marissa Haque tersenyum nakal, dan dengan manja bergelayut memeluk tubuhku.
“Kamu bisa menikmatinya sayang ?” ujarku, sambil mengelus rambutnya.

Marissa Haque tidak menjawab, hanya anggukan yang kulihat saat dia menyembunyikan wajahnya dari tatapanku. Aku pun tersenyum bahagia, dan selintas berterimaksih pada temanku Sugeng, yang membuat aku terasa bagai jadi raja sehari pada saat ini. Aku pun menciumi kepala dan rambut Marissa Haque dengan lembut, bau wangi dari rambutnya menambah suasanya saat itu terasa begitu spesial....

Kami berdua merebahkan diri yang terasa lelah di ranjang hotel, yang mejadi saksi bisu pergumulanku dengan artis cantik Marissa Haque, yang sekarang menjadi gundik ku. Sejuta rencana ada dikepalaku , Marissa Haque yang linglung, dan tak tahu siapa dia , bagai robot yang kuprogram patuh untuk menuruti perintahku.

Ketika ku alihkan pandanganku pada Marissa Haque yang berada disebelahku, tampak raut wajah si mama cantik itu kelelahan dan langsung memejamkan matanya, kupandang tubuh tanpa busana Marissa Haque itu dengan tersenyum. Walau sudah menginjak usia 47 tahun namun tubuhnya tetap terawat,, tinggi, montok masih kencang dan kulit nya putiiihh mulus sekali. Kudekap tubuh itu dalam pelukanku dan kami tidur bermimpi masing masing.



Aku terbangun 4 jam kemudian dan di sampingku sudah tidak ada tubuh molek Marissa Haque, badanku sangat pegal sekali, terutama pada bagian pinggang, ketika aku hendak bangun Marissa Haque tampak keluar dari kamar mandi, membuat penis ku ngaceng kembali karena Marissa Haque hanya mengenakan handuk saja menutupi tubuh molek nya
“Selamat  malam sayang.. “ sapa Marissa Haque dengan tersenyum, mama cantik itu mendekati ku. tampak kulit nya yang putih mulus itu ditumbuhi bulu bulu halus sangat mengundang gairahku.
“malam, sayang.. jam berapa emang udah malam yah..  ?  “ balasku sambil mengucek ucek mataku.
“ Tuh, liat.. sudah jam 11 malam sayang..” ujar Marissa Haque menunjuk jam dinding.
Waduh... gak terasa sudah jam 11 malam bathinku.
“ Enak ya bercinta dengan kamu.. sampai capek deh aku..  “ sungut Marissa Haque sembari duduk di depanku. Ternyata memang luar biasa pengaruh ilmu gendam si Sugeng, sampai sekarang Marissa Haque masih bersikap mesra padaku, seolah aku ini pacar nya.
“Kalah ya ?” candaku sambil mengucek ucek buah dada nya
“Iya .. kalah deh … “ rajuk Marissa Haque dan memelukku erat.
“ Wah... ternyata bisa juga si Marissa Haque ini..” bathin ku
“Apa lagi yang kita lakukan  sayang.. “ tanyaku sambil menyingkirkan selimut, penisku yang ngaceng membuat Marissa Haque terkejut
“Ih .. kontolmu masih saja perkasa .. “ kata Marissa Haque sambil membelalakan matanya ke penisku.
“Ya perkasa dong .. masih minta jatah lho “ godaku menjawil wajah cantik nya.
“Jangan ah .. capek … “ elak Marissa Haque dengan memalingkan mukanya dan tersenyum sangat nakal sekali.

“Marissa Haque ternyata wanita sangat nakal dan genit sekali “ candaku lagi disambut cubitan tangan Marissa Haque

“Aku aslinya memang nakal dan genit kok “ timpalnya sambil tersenyum nakal kembali.
“woow... serius nih.. ? tapi selama ini kamu kelihatan alim begitu..  ?” tanyaku sambil memeluk Marissa Haque dan Marissa Haque balas memelukku.
“Ah … itu cuma bagi mereka .. di matamu ya .. inilah aku..  nakal, genit dan binal “ kata Marissa Haque dengan menjilati bibirnya dengan lidahnya kemudian dengan nakal meremas penisku dengan gemas

“Kontolmu … aku suka, sayang “ kata Marissa Haque dengan melepaskan penisku lalu diciumnya dan kemudian berdiri lagi lalu menarik tanganku, memberikan aku celana kolor pendek untuk dipakai.
“Khan enak telanjang Bu Marissa  .. biar Bu Marissa bisa menonton kontolku “ kataku nakal
“Nggak ah .. biar aku membayangkan kontolmu saja … biar nggak bosen gitu “ canda Marissa Haque dengan kembali meremas penisku yang sudah tertutup celana kolor itu.
“ Kalo gitu buka dong handuk nya say... biar aku bisa lihat body mu yang padat itu uuh... “ ujar gemas. Tanpa persetujuan nya aku lepaskan handuk itu dari tubuhnya hingga Marissa Haque telanjang bulat.
“Mbak Icha gak make celana dalam ?” tanyaku nakal sambil mengelus selangkangan Marissa Haque dan berhenti pada vaginanya
“Menurutmu ?” tanya Marissa Haque balik bertanya
“Hmmm .. aku lebih suka Marissa Haque memakai BH dan celana dalam.. aku suka karena body Mbak Icha itu tinggi, padat serta memiliki kaki panjang.. seperti model pakaian dalam hi hi ih ” kataku sambil menarik tanganku dari bukit kembar nya.
“ kamu mau saya pakai pakaian dalam saja..? “ ujar Marissa Haque
“ iya.. “ sahut ku. Marissa Haque tampak mengenakan BH berikut celana dalam nya yang berwarna sama yaitu krem berenda. Membuat Marissa Haque bertambah sexy di mata ku
“ Begini sayang .. ?” tanya Marissa Haque dengan mata memandang mesra kepadaku.


“ Perfect.. ini baru Marissa Haque yag selalu kukhayalkan selama ini “ tuturku tanpa basa basi.
“Aku khan sudah tua .. “ balas Marissa Haque dengan melenggak lenggok di hadapanku “Makin tua makin menjadi jadi, menjadi tante girang  he he he “ godaku disambut tabokan di dadaku
“Betul .. aku tante girang untukmu .. juga lonte ..“ cibir Marissa Haque dengan tersenyum.
“Weew .. suka ngomok jorok ternyata ?” ujar ku kaget mendengar omongan Marissa Haque.
“ Hi Hi Hi ..” ujar nya mencibir
 “Tapi Mbak Icha oke juga kok dalam urusan ranjang .. aku suka sama “itu” nya Bu Icha..  “ kataku sambil bangun dan mengambil air mineral di meja. Marissa Haque bangun dari duduknya mengikuti aku.
“Sempit, legit, sedotannya keras .. tapi badannya gampang loyo “ timpalku dengan tersenyum
 “Makasih “ kata Marissa Haque dengan menggandengku. Kami bagai sepasang suami istri yang bulan madu, lengkap dengan omongan jorok dan vulgar.
“Bikin anak yuk “ ajakku nakal
“Ih .. nggak mau … kalo bikin anak, nanti aku hamil gimana ? kamu pasti nggak mau karena nggak bisa nyodokin “tempek” lagi “ goda Marissa Haque dengan menggandengku lebih erat dan sengaja memempelkan belahan dadanya di siku lenganku sehingga aku mendapatkan daging kenyal itu.
“ tempek..? ha ha ha .. bahasa apa itu ..? “ ujar ku tergelak mendengar istilah dari Marissa Haque
“ bahasa madura itu sayang.. daerah asalku “ timpal Marissa Haque tertawa pula.
“ tapi mbak mirip orang pakistan.. cantik dan menggairahkan” godaku
“ blasteran sayang.. papa india mama madura “ terang nya
“ oooo.. ada keturunan madura... pantas galak dan berani “ ujarku disambut tawa Marissa Haque.
“Kalo aku mau coba Anal seks saja gimana ?” pancing ku sambil mengedipnya..
“Ogaaaaaaaah .. aku paling benci … nggak mau..  sakit ...“ sungut Marissa Haque dengan mencubitku lalu memberikan ciuman di pipi kiriku.
“ Lah.. udah pernah di sodom mas Ikang..? “ pancingku lagi
“ ya enggaak... tapi kebayang sakit nya.. tempek ku ada kok malah mau dubur ..? “ ujar nya bersungut. Aku tertawa melihat wajah cantik itu saat kesal. Masih tetap cantik... bagaimanapun ekspresi nya. Ah.. dasar Marissa Haque...
 
“Kalo gitu, Mbak Icha menari bugil saja.. “ kataku sembari tertawa
“Ik .. piktor kamu “ sungut Marissa Haque sambil menyuruh aku duduk di kursi,
“Viktor siapa ?” tanyaku bloon
“Piktor . pikiran kotor .. “ jelas Marissa Haque dengan tersenyum nakal kembali.
“ Lha tapi mbak lonte ku,,, “ ujar ku mengingatkan
 “Hmmmm .. iya .. iya, aku kan lonte mu, yang nakal dan genit serta binal “ kata Marissa Haque lalu tertawa.
“Aku suka susumu Bu Icha .. gak begitu besar, tapi masih padat... “ pujiku tanpa basa basi lagi sambil meletakan tanganku buah dada sebelah kanan Marissa Haque dan meremasnya lalu kulepaskan lagi
“Aku juga suka sama kontolmu “ balas Marissa Haque.
Kemudian Marissa Haque menyuapiku makanan berupa salad, lalu Marissa Haque menuju ke meja rias dan mengambil handphone ku yang sedang dicas sana dan diberikan padaku
“jepret aku donk .. dalam posisi menantang gitu .. posisi nakal dan binal serta genit .. kalo kamu kangen bisa lihat fotoku, “ pinta nya genit
Aku terkesiap mendengar keinginan Marissa Haque untuk difoto. Edan... memang gawat pengaruh gendam si Sugeng... seorang Marissa Haque sekarang seperti wanita murahan di hadapanku.

Kuterima handphone android ku dan Marissa Haque langsung berpose sangat menantang, dalam posisi duduk di kursi itu memamerkan wilayah rahasia sensitifnya, malah dengan tersenyum sangat nakal. Kemudian mengubah posisi dengan berdiri dan menaikan kaki kirinya dan kujepret. Posisinya membusungkan dadanya dengan meremas buah dadanya sendiri , sedangkan kedua kaki nya di sandarkan di handle kursi lebar lebar sehingga kedua selangkangan nya terpampang jelas.
Berbagai posisi duduk diperankan oleh Marissa Haque, bahkan kini menurun kan celana dalamnya, hingga menampakan bulu rimbun vagina nya tapi tidak semua nya hanya sedikit saja dipamerkan nya dalam posisi berdiri di depanku dan minta dijepret. Saking nakalnya  telunjuk nya ,menunjuk ke vaginanya dan minta dijepret lima kali. Aku semakin suka dengan gaya Marissa Haque yang semakin nakal dan genit.

Lalu posisi dengan mengerling nakal dan genit, dengan membungkuk dan memamerkan buah dadanya. Setelah itu kedua tanga nya memegang masing masing buah dadanya dan di tonjollkan nya seolah olang menjajakan nya padaku .
“ anjrit... sexy banget nih wanita... walau sudah tuwir tapi tetep hot,.. “ bathin ku menahan nafas melihat pose Marissa Haque yang nakal itu.
Kujepret sampai puluhan kali sampai aku puas, setelah puas aku menyuruhnya berhenti dan  kami duduk kembali di rajang. Marissa Haque girang dan bangga saat aku memperlihatkan hasil pemotretan tadi.
“Puas Mbak Icha ?“ tanyaku
“Kamu puas nggak ? atau kamu mau aku telanjang dan polos tanpa baju, biar tempekku terpampang jelas, juga buah dadaku.. “ ujar nya nakal.
“Benar benar tante girang nih ..  “ candaku
“Lonte juga “ timpal Marissa Haque, aku memberi isyarat agat hape ku di cas kembali. Marissa Haque patuh dengan mengambil handphone ku dan di cas lagi.
“Gundik juga “ candaku
“ Hmmmm .. betul .. aku jadi gundikmu, peliharaanmu .. aku kuda binal dan genit yang nakal khan ?’ kata Marissa Haque dengan semakin jorok.
“ nakal sekali kau ... “ timpalku sambil tersenyum
“Betul … aku suka dipuji seperti itu “ Marissa Haque kemudian mengambil kembali makanan salad itu dan menyuapiku.
“Hmmm … “ ucapku mendehem pelan
“Makan yang banyak ya, biar tenagamu tambah .. kau bisa menghajar lonte mu kapan kapan..” ujar Marissa Haque dengan menyuapiku lagi.
“Mbak Icha, sayang “ ucapku sambil memandang ke wajahnya yang ayu, Marissa Haque meletakan sendok dan langsung mencium bibirku dengan mesra
“Ya, sayang .. mau apalagi ?” tanyaku dengan nafas teratur
“Kapan kapan kita ngeseks di alam terbuka ya “ ajakku dengan mesra
“Boleh … kutunggu .. “ Marissa Haque mengangguk dengan senang.
“Trus rencana hari ini ?” tanya Marissa Haque
“Sudah cukup .... aku mau antar kamu pulang ke rumah besok pagi tunggu aku di kantor mu, baru kita bercinta lagi“ ujar ku.
“ Yo wes.. sayang... “ ujarnya patuh.
Kemudian Marissa Haque memungut pakaian nya yang berserakan di lantai  
“Aku boleh pakai pakaianku ?” tanya Marissa Haque meminta ijin
“Boleh .. pake dengan lengkap .. tapi nanti beli BH dan celana dalam motif hitam berenda ya.. biar lebih menggairahkan ...“ ujarku nakal
“Ih .. nakal sekali kamu, sayang .. punya saya ada kok saya bawa...  “ semprot Marissa Haque sambil mengenakan kembali rok panjang nya. Lalu memasang bajunya, kemudian terusannya, yang terakhir adalah jilbabnya. Kini Marissa Haque kelihatan anggun dan cantik. Seperti Marissa Haque yang kita kenal di televisi.


“Coba Mbak Icha taruh satu kaki di atas kursi itu .. singkapkan rok Mbak Icha .. perlihatkan paha Mbak Icha, berpose sangat nakal dan binal gitu .. “ kataku sambil mengambil Handphone lagi.
Tanpa diperintah Marissa Haque langsung berpose menyingkapkan rok panjangnya lalu berpose dengan tersenyum mengerling nakal dan genit lalu aku menyudahi dan memberikan pagutan mesra pada bibir Marissa Haque dan juga mengelus pahanya yang rok panjangnya disingkapkan.
“ Ssshh... udah Mbak nanti aku jadi kepengen..” tolak ku saat Marissa Haque melayani pagutan mesra bibirku dengan buas.
“ ya deh.. terserah kamu sayang.. gundik mu nurut aja.. “ ujar nya melepaskan pagutan mulutnya.
Aku ke kamar mandi sebentar, mencuci penisku yang masih berserakan peju Marissa Haque bercampur pejuku. Setelah mandi sebentar lalu berpakaian. Aku menyuruh Marissa Haque keluar kamar dulu dan kusuruh tunggu di mobil. Sementara aku menuju lobby guna check out.
Kami pun meninggalkan hotel itu, aku membawa mobil dosen ku dan aku arahkan mobil menuju kontrakan Marissa Haque . sesampai disana hari mau dini hari. Aku mengatakan ahwa aku hanya bisa mengantar sampai pintu apalagi saja karena sudah larut malam. Jika nanti  dosen ku atau rekan Marissa Haque  bertanya tadi kemana, bilang pulang dari luar kota dan jangan cerita kejadian di hotel.
“ baik.. aku paham sayang... “ ujar Marissa Haque  tersenyum tanda mengerti instruksi ku. Kuantar poilitisi yang kini nakal dan binal itu ke pagar kontrakan nya , sebelumnya  kuberikan pagutan yang mesra dan lama saat hendak turun dari mobil, Marissa Haque menikmati pagutan dan tersenyum dengan berbinar
“Trims .. mau melayani aku .. aku kangen sama vegy mu.. besok aku mau menikmati vegy mu ya.. , “ bisiku padanya.
“ Iyah.. aku juga rindu sodokanmu, tunggu ya kemulusan tubuhku, juga buah dada dan tempekku “ ujar Marissa Haque, dengan memberikan amplop berisi uang 5 juta.
“Apa ini ?” tanyaku
“Bawa saja .. nanti aku beri lagi .. kudu diterima “ ujar Marissa Haque dengan memegang tanganku.
Aku tak berkata apa apa, lalu Marissa Haque memegang kepalaku , sebelum lebih lama dan dilihat orang aku mencegah nya untuk berbuat lebih mesra pada ku. Dan aku pamit meninggalkan kontrakan si politisi cantik dan binal Marissa Haque.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar