Saat
itu Marissa haque dalam posisi berdiri membungkuk sambil berpegangan pada meja
kerja di ruangannya. Pakaian atas nya masih lengkap terpakai, sedangkan celana
panjang dan celana dalam nya sudah melorot sampai ke mata kaki. Aku sedang
menyetubuhi Marissa haque dari arah belakang dengan hanya mengeluarkan penis
melalui resleting celana saja.
CREK…CREK…CREK
…CREK…CREK … terdengar bunyi suara becek dari kemaluanku yang sudah sangat
basah karena cairan kental yang berasal dari kemaluan Marissa Haque
“Uuuuhhh…uhhh….Aku
sudah mau dapet aaaa…ohhhhhh” Marissa haque mulai merintih nikmat saat orgasme
nya terasa akan datang.
Aku mempercepat gerakan pinggulku supaya beliau juga bisa mendapat ejakulasi bersamaan dengan orgasmeku.
“A…A…HHHH…HH..”
Aku mendengar beliau berteriak tertahan dengan tubuh bergetar, Melihat itu
penisku ku tancapkan dalam-dalam pada liang senggama wanita cantik itu.
“Buu…ss..saya…keluar
…” bisik ku tertahan
“AHHHHMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMPPPHHHHHHHHHH…”
Aku sendiri sedang sibuk menahan jeritan nikmatku sampai mukaku berubah menjadi
merah padam.
SROOOTT
…SROT … SROT …srot …srot … semprotan air mani ku yang hangat terasa memancar ke
dalam rahim Marissa Haque..
Setelah
menenangkan diri sampai nafas kami tidak memburu lagi, Aku kemudian mengambil
tissue untuk membersihkan kemaluan Marissa haque dan kemaluanku. Aku kemudian membantu
beliau memakai celana dalam berikut celana panjang nya lagi. Saat aku beri
isyarat untuk berciuman dulu, tapi si mama cantik itu tidak mau dengan alasan
akan membuat lipstiknya berantakan, aku melangkah ke luar dari ruangan beliau
karena di luar sana sudah menunggu narasumber yang akan menghadap beliau.
Aku
memang sering minta wanita itu melayani
Quickly Sex. di ruang kerja beliau
terutama di pagi hari, kami hanya membutuhkan 5 – 15 menit saja untuk mencapai
orgasme dan ejakulasi. Salah satu hal yang mengurangi kenyamananku adalah aku harus
menahan suara erangan nikmatku agar tidak kedengaran sampai keluar ruang kerja
beliau.
Aku
adalah seorang pria yang tahu rahasia terdalam dari wanita yang baru saja ku
senggamai tadi. Rahasia besar dalam kehidupan seorang wanita yang memiliki
seabrek prestasi didalam bidang akademis dan politisi. Yakni si cantik berwajah
indo pakistan, Marissa Haque, yang terkenal sebagai seorang yang alim dan
memiliki kehidupan yang sempurna ( dalam anggapan orang ) .
Namaku
Axel, umurku saat kejadian ini adalah 24 tahun, statusku lajang, dan mahasisiwa.
Di kampus aku juga mengikuti UKM jurnalis, alias wartawan. Disinilah ceritanya
mengapa aku bisa berkenalan dengan Marissa Haque ... Sebelumnya aku ditugaskan oleh dosenku untuk
mendampingi seorang tamu dari jakarta, yang katanya mau membuat disertasi ujian
doktor.
Tamu itu tak lain tak bukan adalah Marissa Haque, yang datang ke kotaku dalam rangka melakukan penelitian tentang illegal loging, yang memang menjadi issue nasional pada tahun itu. Marissa Haque adalah teman sekampus, ,Pak Yanto dosen pembina UKM jurnalis kami sewaktu masih sama sama kuliah di UI.
Tamu itu tak lain tak bukan adalah Marissa Haque, yang datang ke kotaku dalam rangka melakukan penelitian tentang illegal loging, yang memang menjadi issue nasional pada tahun itu. Marissa Haque adalah teman sekampus, ,Pak Yanto dosen pembina UKM jurnalis kami sewaktu masih sama sama kuliah di UI.
Bermula
saat aku, yang cukup dekat dengan dosen ku itu. Memintaku untuk menemaninya
menjemput Marissa Haque beserta rekan nya di bandara.
“
ini kesempatan buat kamu Xel, belajar dengan seorang calon doktor dari IPB, ...
nanti kalau kamu sudah kenal, bapak jamin kamu pasti terpesona melihat ibu
marissa..” ujar Pak Yanto.. Aku dimintai nya menyupir mobil Kijang Innova
miliknya.
Mulanya
aku kurang tertarik, namun karena yang memerintahkan itu dosenku, aku harus
mematuhi setiap perintahnya. Sepengetahuanku Marissa Haque itu wanita yang
gemuk, berjilbab.. pokoknya seperti ibu-ibu seusianya lah...
Namun
semuanya berubah saat saya dan pak yanto bertemu muka dengan beliau, sebagai
laki laki normal aku tak menyangka bahwa Marissa Haque begitu cantik, anggun,
tinggi, putih bersih dan langsing..! dan senyuman manis nya ituuu... begitu
menggoda memanah hatiku. Tiap pria yang waras pasti takluk dengan senyuman ibu
cantik itu.
Memang
dia menggunakan jilbab, dengan baju safari yang bisa dikatakan agak ketat,
hingga memamerkan sedikit lekukan tubuh nya yang tinggi, padat dan bahenol itu.
Pembawaannya yang ramah saat itu, makin membuatku gemas dan tak bosan untuk
menatap wajahnya.
Sebagai
tempat tinggal, Marissa Haque beserta dua orang temannya, yang juga dosen dari
IPB mengontrak rumah di pusat kota, sebuah rumah yang cukup besar.
Namun apalah artinya itu buat orang seperti Marissa Haque. Setelah beberapa kali menemani Pak Yanto, dosenku berdiskusi dengan beliau dan tim nya di rumah itu, aku mulai menilai Marissa Haque ini merupakan orang yang sangat bersemangat, terlihat dari cara berbicaranya yang berapi api. Dan juga merupakan sosok yang ambisius, terutama dengan sikap nya yang sangat anti dengan praktik KKN pemerintahan daerah yang memang tengah disorot provinsiku.
Namun apalah artinya itu buat orang seperti Marissa Haque. Setelah beberapa kali menemani Pak Yanto, dosenku berdiskusi dengan beliau dan tim nya di rumah itu, aku mulai menilai Marissa Haque ini merupakan orang yang sangat bersemangat, terlihat dari cara berbicaranya yang berapi api. Dan juga merupakan sosok yang ambisius, terutama dengan sikap nya yang sangat anti dengan praktik KKN pemerintahan daerah yang memang tengah disorot provinsiku.
Pak
Yanto saja berulang kali memberitahu beliau agar jangan terburu buru bertindak,
dan menahan omongan beliau yang begitu emosional dalam hasil penelitiannya,
karena menurut Pak Yanto susah jika kita melawan penguasa, karena mereka punya
power untuk melawan kita-kita yang bisa dibilang oposisi.
Aku
hanya bengong dan kurang menyimak diskusi mereka. Namun setelah itu yang
kudengar, Marissa Haque mengatakan butuh asisten karena 2 orang rekannya itu tidak
bisa full menemaninya kerja karena harus bolak balik ke jakarta.
Pada saat itulah Pak yanto menawarkan pada Marissa Haque aku sebagai asistennya. Dengan alasan aku sudah habis teori dan punya waktu senggang untuk menemani Bu Marissa Haque jika turun ke lokasi penelitian yang jaraknya sekitar satu jam dari kotaku. Pak Yanto pun berbaik hati meminjamkan salah satu mobilnya padaku jika Marissa Haque memerlukannya
.
Pada saat itulah Pak yanto menawarkan pada Marissa Haque aku sebagai asistennya. Dengan alasan aku sudah habis teori dan punya waktu senggang untuk menemani Bu Marissa Haque jika turun ke lokasi penelitian yang jaraknya sekitar satu jam dari kotaku. Pak Yanto pun berbaik hati meminjamkan salah satu mobilnya padaku jika Marissa Haque memerlukannya
.
Pada
waktu itu aku merasa gugup, maklum
nervous baru pertama bersama seorang artis yang biasanya kulihat di TV dan
majalah. Tetapi Marissa Haque merasa tidak keberatan kalau aku jadi asistennya.
‘biar kamu banyak belajar..” ujar nya.
Aku
pun sering jalan bareng beliau, kadang makan siang, atau bersama teman-temannya
melakukan penelitian, mengerjakan disertasinya dll. Namun ada hal aneh yang
terjadi pada diriku, aku merasa ingin memiliki wanita cantik itu, walau aku
tahu itu tak pantas, Usia nya terpaut 20
tahuan dengan ku dan yang paling penting. Marissa Haque sudah berkeluarga !!
Namun entah apa iblis yang singgah dikepalaku, aku suka membayangkan seandainya aku dapat bercinta dengan politisi cantik itu saat sedang melamun sendirian dikamarku. Akhirnya dilanjutkan dengan onani dengan membayangkan kami tengah memadu kasih.
Namun entah apa iblis yang singgah dikepalaku, aku suka membayangkan seandainya aku dapat bercinta dengan politisi cantik itu saat sedang melamun sendirian dikamarku. Akhirnya dilanjutkan dengan onani dengan membayangkan kami tengah memadu kasih.
Pernah
suatu kali suami Bu Marissa, penyanyi rock Ikang Fauzi datang ke kotaku
mengunjungi Bu Marissa Haque. Sebenarnya itu wajar kan.. , seorang suami menemui istrinya, Tapi entah
kenapa aku merasa cemburu saat Marissa Haque sedang bersama suaminya. Bayang
bayang jika mereka bercinta dan bersetubuh menggangguku otak ku. Gilanya Aku
tak rela..!! aku tak rela membayangkan ada lelaki yang menikmati tubuh bahenol
Marissa Haque..!! yang selalu ku idam idam kan..!! “ tekadku.
Aku
pun berfikiran nakal, bagaimana seandainya saat suaminya pulang ke jakarta?
Pasti Marissa Haque akan kesepian dan butuh pelampiasan buat kebutuhan
biologisnya. Apalagi yang aku baca baca di buku, jika seseorang itu semakin
sibuk dengan rutinitas kerjaan yang selalu bertumpuk, maka pasti semakin tinggi
pula libido sex nya.
Namun
aku berusaha menepis semua fikiran jorok ku saat bersama Marissa haque. Aku
Cuma bisa mencuri curi pandang saat dia sedang membaca, mengetik dll.
Saat
itu aku rasa telah jatuh cinta pada wanita itu ,cara dia berbicara, senyuman nya
,... ahh.. begitu mempesona. Aku berkhayal jika seandainya Marissa Haque ini
jadi pacar..ahh, bukan ... kayaknya selingkuhan. Yaa... aku bersedia jadi
selingkuhan atau pemuas nafsu tante cantik itu !!.. namun setelah aku sudah
agak waras, aku baru tersadar semua itu tidak mungkin ....
“
BISA ..!!” kata sugeng, kawan kuliahku. Sugeng adalah pemuda asli ponorogo dan
terkenal bisa menggunakan ilmu magic. Orang nya agak aneh dan dekil. Tapi enak
diajak berkawan. Aku tercengang tak percaya mendengar Si Sugeng bicara semantap
itu.!! Dia bilang semua angan angan ku untuk mendapatkan Marissa Haque bisa ku
dapatkan !!.
“
Sampean tahu kan Buk Flora, dosen Bahasa Inggris yang dekat dengankuAxel ..??”
Tanya nya.
“
Bener.. bener.. iya geng.. Ibu Flora
yang sexy itu ya.. saya perhatiin dia memang dekat sama kamu akhir akhir ini ..
kok bisa geng..? dia kan canti tu.. bohay lagi.. ” ujarku mangut-mangut.
Memang setahu ku Sugeng ini lagi dekat dengan Bu Flora, dosen mata kuliah bahasa inggris yang terkenal paling bohay itu. Setahu ku mereka akhir-akhir ini sering jalan bareng dan seperti orang pacaran. Gosip nya pun sudah tersebar di kampus. Tapi aku heran memang, kok bisa Bu Flora yang bohay dan montok itu bisa dekat sama Sugeng yang aneh ini.. tak pantas memang.. tapi itulah kenyataan nya.
Memang setahu ku Sugeng ini lagi dekat dengan Bu Flora, dosen mata kuliah bahasa inggris yang terkenal paling bohay itu. Setahu ku mereka akhir-akhir ini sering jalan bareng dan seperti orang pacaran. Gosip nya pun sudah tersebar di kampus. Tapi aku heran memang, kok bisa Bu Flora yang bohay dan montok itu bisa dekat sama Sugeng yang aneh ini.. tak pantas memang.. tapi itulah kenyataan nya.
Sugeng
tersenyum licik dan beranjak kebelakang , lalu datang lagi membawa sesuatu..
sepertinya itu ... celana dalam wanita
!! . ya benar !! Jumlah nya 2 buah !
“
asal sampean tahu ya.. ini.. celana dalamnya Bu Flora Xel.. tak percaya sampean
cium tuh.. ” ujarnya memamerkan celana dalam berwarna putih dan hitam itu.
Sontak saja aku sewot
“
gila lu geng.. buat apa itu kolor bau ama gua.. sana jauhin dari gua .. lagian
mana mungkin itu celana dalam Bu Flora.. ntah celana dalam siapa lah lu
simpan.... ” ujarku bersungut sungut.
Sugeng tertawa keras. Lalu kembali duduk.
Sugeng tertawa keras. Lalu kembali duduk.
“
Sampean ini ngeyel.. gini xel.. jadi aku punya ilmu penunduk wanita, Nah.. setiap wanita yang terkena ilmu ku ini.. bakal tunduk dan ngikutin apa yang aku mau..
namanya ajian tunduk turuk..!! ” ujar Sugeng tenang.
Aku
mencoba untuk percaya..
“
tapi masa’ iya sih geng, kalau celana dalam nya ada di kost an sampean, berarti
sampean dan Bu Flora....” ujarku mencoba membuat hipotesa.
“
BERCINTA BRO” ujarnya mantap,
“
ah , .. serius lu geng..?” ujarku masih gak percaya.
Sugeng
tersenyum penuh kemenangan,
“
Ni..kalo sampean masih ndak percaya sama aku.. Ni saya kasih tunjuk ke sampean
biar mata sampean tu melek .. heheheh “ ujar Sugeng penuh percaya diri.
Lalu
Sugeng menunjukan Handphone nya disana dia mengambil menu Video dan mengklik sebuah
video yang sepertinya itu rekaman dari Sugeng sendiri di HP nya. Dan....
astaganaga.. !!! Itu adalah video orang lagi begituan .. !!
Dan..
yang membuatku lebih kaget lagi adalah ternyata dalam video mesum itu terlihat
Bu Flora sedang mendesah desah dengan ekspresi penihb kenikmatan di wajah nya.
Bu Flora tampak dalam posisi menungging sedang disetubuhi dari belakang oleh kontol
seorang lelaki. Kemudian arah kamera nya berpindah kea arah si perekam dan..
alamakkk.. pemilik kontol yang menggagahi Bu Flora dari belakang itu tak lain tak
bukan adalah si Sugeng !!!!.
“
gilak lu geng.!! Bu Flora berhasil lu entotin.. ckckckck... luar biasaaa” ujar
ku takjub
“
He he he ... baru sekarang sampean percyaa toh..? ngeyel sih..” ujarnya tertawa dengan wajah
sombong, tapi tetap aja lucu. Hi hi hi
“
Nah xel.. kalau sampean mau, sampean bisa maen sama.. sapa namanya betina yang
sampean bilang tadi ? Hmm.. ,, o ya Marissa... !! ..” ujar nya.
“
Nih, saya catetin mantra nya, tapi ada bahan-bahan yang harus sampean beli biar
manjur hasilnya.” ujar Sugeng dengan logat medhok nya
Sontak
harapan ku yang semula hanya kupendam karena tidak bakal mungkin kesampaian itu
kembali !! aku amat bersemangat dan antusias, mendengar saran temanku ini. Kami
berdua memang sama-sama pengidap Odypius complex alias suka bercinta dengan
orang yang lebih tua dari kami, hi hi hi ..
Ternyata
perintah sugeng aku harus mengambil sehelai rambut asli Marissa Haque, asli ..
dan bekas gelas atau kaleng yang pernah diminumnya. Lalu foto nya. Aku pun iseng-iseng mencoba mengerjakan nya.
Beberapa
hari berikutnya aku berusaha mendapatkan syaratan ilmu itu. Setelah selama 4
hari aku menemani Marissa Haque setiap harinya, akhirnya aku berhasil mendapat
syarat yang diminta Sugeng. Setelah kuberikan sehelai rambut milik Marissa Haque,
yang kudapatkan di kamar di perpustakan saat Marissa Haque memperbaiki letak
jilbabnya dan botol air mineral bekas minuman milik Marissa Haque, sementara
foto nya ku download aja di mbah google.. he he he ... aku membawa semua mahar
itu ke Sugeng.
Sugeng menerimanya dari mengenyitkan keningnya
menatapku,
“
Ini kan artis ..? “ ujarnya bimbang.
‘ Ya.. artis... emamg kenapa.? Gak bisa ya geng “ ujarku harap harap cemas.
‘ Ya.. artis... emamg kenapa.? Gak bisa ya geng “ ujarku harap harap cemas.
“
Bisa sih.. tapi guendheng juga kamu ya.. terobsesi sama artis.” Ujarnya
tergelak
“
suka suka gua dong.. mumpung dia disini dan bakalan lama disini.. udah.. lu
banyak tanya .. iso gak sih” ujarku mendesaknya
Sugeng
tertawa sebentar,
“
Sebagai sesama odypius saya pasti bantu kamu bro jadi saya bilang.. ISO ... !! “ ujar Sugeng
disambut ketawa ku
Lalu
tampak Sugeng berkonsentrasi merapal mantra dan membungkus rambut dan botol
tadi dengan kertas berikut foto Marissa Haque yang ku print, kemudian terdengar
Sugeng mulai membaca jampi jampi dengan bahasa jawa kuno.
Setelah
selesai menjampi Marissa Haque Sugeng kemudian menuliskan mantra dengan huruf
latin pada sebuah kertas dan memberikan nya pada ku
“
Nah, Bro.. sampean hapal ini mantra ya... tapi jangan sampai salah ucap lho,.
Terus benda milik nya ini juga sampean pegang, jangan dihilangin. Lihat aja
reaksinya. Kalau menandai bahwa dia sudah terpengaruh, biasanya wanita itu akan
patuh dengan apa saja yag sampean suruh, apapun itu yang sampean suruh dia
pasti ngikut !! dan, setelah itu
terserah sampean.. nah, kalau sampean dan Marissa itu sudah berhubungan badan,
itu celana dalam wanita itu sampean simpan setiap selesai berhubungan ....
jangan lupa... SIMPAN.” ujar Sugeng panjang lebar sambil menyerahkan kertas
yang sudah digulung dan ditulisi mantra oleh sugeng, beserta sampel rambut dan
bekas botol minuman milik Marissa Haque tersebut.
“
jadi setiap bercinta, celana dalam nya kita ambil ya geng? “ ujar memastikan.
Karena aneh juga persyaratan nya.. kalau kalau aku bercinta sekali sehari
dengan Marissa Haque, otomatis gua balikin dia gak pake celana dalam donk..
lama kelamaan habis donk celana dalam nya.. hi hi hi.. Sugeng ini memang aneh
aneh kasih persyaratan nya.
“
eee,, bener... kalao sampean mau liat tu ada berapa celana dalam nya Bu Flora
di lemari ku..? mau liat sampean..” ujar nyua
:”Ngg..
Nggak,, gua percaya deh..” ujarku mengalah.
“
Tapi ini efeknya gak permanent lho.. suatu saat dia bisa sadar, jadi ilmu
gendam ini sifat nya Cuma sementara.. makanya sampean manfaat kan semaksimal
mungkin” tutur Sugeng
“
jadi dia bisa balik sadar geng?” tanyaku
“
iya.. kalau gua kasih yang lebih tinggi nanti kasian do’i bro .. lagian wanita
itu kan sudah bersuami, beranak dua lagi.. gak mungkin sampean nikah ama dia
... atau sampean memamg mau nikah ama artis itu “ ujar Sugeng terkekeh
“bernar
juga kata si Sugeng.. lebih baik aku hanya sebatas menikmati tubuhnya saja...
kalau sampai Bu Marissa Haque selama nya dalam pengaruh ilmu gendam ini efek
nya tidak baik juga bagiku.. lagipula aku hanya ingin mencicipi dan menikmati
tubuh indahnya yang selalu membuat ku penasaran saja... jika rasa penasaranku
usai, biar saja Bu Marissa balik ke suaminya, karena memang tidak mungkin aku
memiliki Bu Marissa ini selamanya “ bathinku.
“
iya sih geng.. gak mungkin gua nikahin tu perempuan.. lagipula dia sudah
beranak dua dan publik figur lagi.. mana anaknya sebaya ama kita “ ujarku.
Kami berdua pun tergelak
“
Yo wes... Ilmu ini tahannya paling lama seminggu broo.. jadi sampean nikmatilah
sepuas-puasnya wanita itu dalam kurun waktu seminggu ,waktunya dimulai saat
hari dimana sampean berhasil menggendam nya” tutur Sugeng lagi.
“
baik geng .. akan gua kerjakan secepatnya” ujarku penuh semangat. Aku menyerap
dengan cepat kata-katadan petunjuk Sugeng, temanku yang aneh itu. Dan menunggu
kesempatan saat sedang berduaan dengan Marissa Haque, wanita idamanku...
Kesempatan
itu akhirnya tiba, pada suatu hari Pak Yanto menugaskanku untuk menemani
Marissa Haque ke luar kota, untuk mengambil foto-foto hutan yang diduga tempat
para pengusaha kayu melakukan praktek legal logging. Tentu saja aku menyanggupi
permintaan itu.
Maka pergilah kami, aku, Marissa Haque beserta seorang teman menggunakan mobil Pak Yanto. Tempat yang kami tuju cukup jauh dari kota. Kira-kira 2 jam, sesampai disana Marissa Haque dana rekan rekanya melakukan observsi tempat, sample, interview. Setelah selesai mengambil beberapa foto, kami pulang kembali ke kota dan mengantar teman riset Marissa Haque itu ke rumahnya,
Maka pergilah kami, aku, Marissa Haque beserta seorang teman menggunakan mobil Pak Yanto. Tempat yang kami tuju cukup jauh dari kota. Kira-kira 2 jam, sesampai disana Marissa Haque dana rekan rekanya melakukan observsi tempat, sample, interview. Setelah selesai mengambil beberapa foto, kami pulang kembali ke kota dan mengantar teman riset Marissa Haque itu ke rumahnya,
Dan
tibalah kesempatan itu.........., sekarang tinggal aku berdua dengan Marissa
Haque didalam mobil .
Dengan
mencoba fokus dan konsentrasi, ku rapal mantra yang di suruh hapal Sugeng dalam
hati sambil sesekalai memandangi Marissa Haque ... Marissa Haque yang sedang
memainkan HP itu tampak tenang seperti biasa dan tak menyadari tindakanku itu.
tidak ada tanda-tanda dia terpelet atau gimana. Aku ajadi gak ragu juga
sejenak, namun aku mencoba untuk tenang dan yakin
“
Bu Marissa ..” ujarku mencoba menyapa beliau, tidak lebih dari itu. Marissa
Haque menoleh padaku. Tapi sedikit
sapaan itu ternyata membuat Marissa Haque malah yang mulai mengajakku mengobrol, awalnya
obrolan biasa seputar pekerjaan di kantor dan materi seminar, tapi akhirnya
topiknya meluas ke hal-hal yang lebih bersifat pribadi.
Hari
sudah menunjukan pukul setengah 7 magrib, kami terus ngobrol.. dan tidak ada
sedikitpun permintaan dari Marissa Haque untuk menyuruhku mengantarkan dia ke
kontrakannya. Aku mengajak nya untuk jalan-jalan keliling kota. Dan anehnya dia
menuruti saja semua keinginanku.
“
“Habis jalan-jalan ini kita makan dimana Bu Marissa ? “ aku mencoba bertanya,
“Terserah
kamu saja Axel Memangnya kamu mau ngajak saya kemana?” Marissa haque balik bertanya
Ternyata
memang benar apa yang dikatakan Sugeng, Ilmu itu telah mulai mempengaruhi alam
fikiran Marissa Haque ..!!!
Aku
pun tidak menyia nyiakan kesempatan langka itu .. “Saya ingin ngajak ibu ke SPA
untuk berendam di sana, sambil refresing sebentar biar besok segar lagi waktu
mulai ngantor”
“Hmmmm…asyik
juga, tapi saya ga bawa baju renang”
Ujar Marissa Haque tampak tertarik dengan tawaran ku.
“Saya
juga tidak bawa celana renang kok … kita berendam air panasnya tidak di kolam
renang, tapi di kolam rendam itu ada dalam kamar hotel , hingga kita bisa bebas
berendam pake baju dalam atau telanjang sekalian” Kataku mencoba bicara lebih
berani.
“Boleh
juga tuh … saya mau deh ikut, kapan kita kesana Axel..?” Tak kuduga begitu
jawaban yang keluar dari mulut Marissa Haque !! ..
Dadaku
berdegup, tak sabar kubawa mobil dengan kecepatan tinggi . Dengan cepat aku mengarahkan
mobil menuju sebuah hotel yang berada dipinggiran kota., Sengaja kubawa kesana
agar khalayak tidak mengetahui bahwa wanita yang kuajak check ini ini adalah
Marissa Haque yang terkenal itu.
Walaupun
begitu aku juga punya sedikit rasa khawatir, sesampai disana aku isyaratkan
agar aku saja yang check in kamarnya, Marissa Haque kusuruh menunggu di mobil.
Tampak wanita itu patuh saja dan tidak membantah. Setelah semuanya selesai baru
aku ajak Marissa Haque masuk ke dalam hotel, saat si recepcionist sedang sibuk
dengan pekerjaannya.
Hotel
ini tidak terlalu ramai, hanya beberapa orang tamu saja yang datang.. aku menggandeng Marissa Haque, langsung
menuju kamar yang telah kusewa.
Sekejap
ada perasaan bangga membayangkan aku berhasil megajak wanita cantik yang bernama Marissa Haque “ngamar”. Seorang pemuda biasa seperti aku ini
berhasil memperdaya wanita cantik ini.
Bagiku Marissa Haque ini amat menarik walau memang sudah tidak muda lagi dan bukan gadis perawan. aku berencana akan mengajaknya becinta dengan romantis dan penuh gairah.
Bagiku Marissa Haque ini amat menarik walau memang sudah tidak muda lagi dan bukan gadis perawan. aku berencana akan mengajaknya becinta dengan romantis dan penuh gairah.
“apa
yang harus kulakukan pertama ya..? ujarku bingung.. kuperhatikan Marissa Haque sedang melepas
jilbab nya. Kami bagai sepasang suami istri, beduaan di kamar hotel suit room
yang kupesan itu.
Akhirnya memutuskan untuk mengajaknya ngobrol dulu Banyak hal yang kami obrolkan, Marissa Haque menjawab semua pertanyaanku dengan patuh. Namun bagaimana cara aku bisa memeluk dan bermesraan dengan nya aku masih belum tahu dan nervous.
Akhirnya memutuskan untuk mengajaknya ngobrol dulu Banyak hal yang kami obrolkan, Marissa Haque menjawab semua pertanyaanku dengan patuh. Namun bagaimana cara aku bisa memeluk dan bermesraan dengan nya aku masih belum tahu dan nervous.
Akhirnya terfikir juga.. yaitu mengajak Marissa Haque mandi .. !!
“
mau mandi Bu Marissa ..? “ ujarku deg deg an.
“
kamu gak mandi ..? kalau kamu mandi saya juga mandi “ ujarnya tersenyum manis.
“Ya
ampun …. “ dada ku deg deg an dan nafasku turun naik menahan nafsu membayangkan
sebentar lagi aku bakal melihat seorang Marissa Haque telanjang !! Kamar ini
memang besar dan luas tetapi tetap saja hanya mempunyai satu bathtub, ruang spa
dalam kamar mandi dan
aku mulai gemetar.
aku mulai gemetar.
“Kalau
begitu kita istirahat barengan aja dulu, baru nanti berendam bareng juga”
ujarku merubah rencanaku. Karena nervous juga dalam euforia ku. Aku tak sabar untuk segera meniduri wanita cantik
nan semok ini,. Aku mulai melepas sepatu lalu membuka bajuku satu persatu sampai
bertelanjang bulat di depan Marissa Haque begitu saja.
Marissa
Haque hanya dia menatapku bugil di hadapanku. Melihat itu aku coba mensugesti
nya lagi,
“Lho
… Bu Marissa juga buka baju dong, biar nanti kan tinggal langsung berendam .. ” ujarku mencoba tetap tenang. Aku sadar aku
mengeluarkan kata kata bodoh tapi tak apalah ..
“
Iyaa …” Jawab Marissa Haque sambil tertunduk tak berani memandangku yang bugil
dihadapannya. Kulihat wajahnya memerah menahan malu.
Aku
sekarang benar-benar bernafsu dan berniat meniduri wanita cantik itu
“Kalau
begitu saya bantuin ya …” Ujarku sambil mendekat dan tanpa persetujuan dari nya
aku mulai membuka kancing baju terusan Marissa Haque atas satu persatu.
“I
…iyaa ” Marissa Haque merintih pelan tidak berdaya
Dengan
tangan gemetar aku membuka baju Marissa Haque satu persatu sampai akhirnya
tinggal memakai BH dan celana dalam lalu berdiri mengamati kesintalan dan
kemulusan tubuh wanita di depanku itu, Marissa Haque diam mematung dengan
kepala tertunduk di depan ku yang dari tadi memandanginya terus. Kemaluanku sudah
tegak berdiri sedari tadi.
“mari
...berbaring di ranjang ini .. “ aku mulai memerintahnya namun secara halus,
untuk mengetest sejauh mana tingkah kepatuhannya akan semua perintahku.
Tak
kuduga Marissa Haque memang mematuhi setiap instruksiku, !! . Dia rebahkan
tubuhnya yang tinggi, padat dan molek itu diatas tempat tidur hotel yang
berukuran untuk 2 orang itu. Marissa Haque sekarang terbaring terlentang diatas
ranjang dalam keadaan tidak berbusana, hanya BH dan CD-nya masih terpasang di
tubuhnya.
“
ckck ck ... cantik banget..” bathinku, lalu tanganku turun ke leher jenjang dan ke
dada yang masih tertutup BH. Sesampai pada dada , kurasakan dada Marissa Haque
berdebar, aku menyadari getaran
birahinya mulai datang dan tangan ku masuk ke dalam menyentuh buah dada nya yang
terbungkus BH. Di dalam BH itu tangan ku meremas , memilin dan memilintir
puting susu Marissa Haque, dengan cara itu aku rasa naluri seks Marissa Haque
akan terbangkit .
Marissa
Haque membiarkan tanganku menjamahi buah dadanya. Marissa Haque hanya diam dan medesah lirih ... memejamkan matanya seperti sedang menikmati rabaan tanganku yang menjamah tubuh mulus nya.
Melihat Marissa Haque tidak bereaksi dan hanya pasrah saat kujamahi, aku lalu membuka pengait BH nya dan melemparkan BH itu ke sudut kaki ranjang itu dan terpampang lah sepasang buah dada Marisaa Haque nan montok dan putih mulus kemerahan karena gairah yang telah terpancing itu.
Melihat Marissa Haque tidak bereaksi dan hanya pasrah saat kujamahi, aku lalu membuka pengait BH nya dan melemparkan BH itu ke sudut kaki ranjang itu dan terpampang lah sepasang buah dada Marisaa Haque nan montok dan putih mulus kemerahan karena gairah yang telah terpancing itu.
Di wilayah sekitar dada itu aku kembali memijit kedua buah dadanya secara bergantian kiri dan kanan berulang-ulang sampai kulihat pada wajah Marissa Haque merasa tidak kuat menahan nafsunya. Lalu tanganku turun menyapu dan mengelus kulit perut nya dan tertambat ke selangkangan Marissa Haque. Di situ tangan ku meraba wilayah selangkangan Marissa Haque, tindakan ini membuat Marissa Haque medesah lirh menggigiti bibirnya sendiri,
"Ooohh .... Xxelll... Mpppphhh...?" desah Marissa Haque, namun
kutangkap sebagai suatu perasaan yang menahan gelora sex yang membara dari
Marissa Haque.
"Nikmati aja ya Bu Marissa ..., lepasan seluruh hasratmu... berteriaklah,.. jangan ditahan tahan sayanggg..” jawab ku sambil mengatur nafasnya yang terasa sesak menahan gejolak nafsu.
“
Iii yaa.. hhhhh.... Mpphhh....... Oocchhhhh...” desah Marissa Haque melepaskan
semua gelora kenikmatan yang sedang melanda nya saat itu.
Jari
tangan tanganku terus mengelus dan mengorek-ngorek bagian kemaluan Marissa
Haque. sehingga terdengar Marissa Haque melenguh, meracau dan merintih mesra
saat jariku terus mengobel kemaluannya itu. Aku merasakan ia seolah akan menumpahkan air
surgawinya saat itu.
Sungguh
indah sekali melihat artis pujaan ku, yang selama ini hanya bisa ku khayalkan
sebelum tidur untuk bercumbu dengannya, sekarang benar benar berada disampingku
dengan ekspresi yang menggairahkan dan makin membuat ku bernafsu untuk berbuat
lebih jauh lagi.
“Bu
Marissa sayangg... buka dong celana dalamnya” ujarku
“Bukaa...
laahh xel...l Uhh... si.laa..kaannn,,, “
desahnya terbata-bata sambil menahan sensasi jariku yang masih mengobel
kemaluanya di balik celana dalam krem berenda nya.
Akhirnya aku melepaskan kain yang berbentuk segitiga yang berenda dan berwarna krem itu melalui kedua kaki belalang Marissa Haque. Sekarang kami sama-sama telanjang bulat di atas ranjang. Walaupun sepanjang jalan tadi aku sudah mempersiapkan diri untuk terjadinya peristiwa ini, tapi tetap saja aku sangat nervous dan setengah tidak percaya bahwa aku sekarang telah mengalaminya langsung, melihat tubuh indah Marissa Haque tanpa busana sehelai pun..!!!.
Marissa
Haque sendiri sama sekali tidak bersuara, saat kain terakhir penutup auratnya
itu ku loroti. suasana hotel yang dingin karena AC dan hanya kami berdua dan
siap bersetubuh ini membuatku berdebar debar. Setelah berfikir sejenak aku
menarik tangan Marissa Haque dan membimbingnya duduk lalu kembali membimbingnya
berdiri.
Marissa
Haque sekarang berdiri tepat di depanku dengan tubuh nya yang tinggi semampai
hampir setinggi tubuhku. Penisku sedari tadi tegak kemerahan sudah berdiri tegak
dan sekarang menempel diperut Marissa Haque. Aku meraih kedua tangan Marissa Haque
kemudian melingkarkannya ke belakang tubuhku sehingga Marissa Haque jadi memeluk ku di bagian pinggang.
Dagunya lalu kuangkat sampai wajah kami berdekatan
lalu aku mulai mencium bibir Marissa Haque dengan lembut sambil memberi sedikit
hisapan-hisapan dan kecupan. Marissa Haque sendiri belum bereaksi sama sekali
saat itu selain mencoba memejamkan mata.
Dengan
sabar aku mencium wanita cantik itu berkali kali sampai akhirnya tanpa terasa
Marissa Haque mulai membuka bibirnya yang tipis dan langsung kumanfaatkan untuk
memasukkan lidahku ke dalam rongga mulut nya.
“Mmmmpphhhhh
….hhheehhhh….mmmmppphhhh …” Marissa Haque mulai berdesah sebagai reaksi atas ciumanku yang
semakin gencar. Kurasakan sedikit demi sedikit Marissa Haque mulai bereaksi
membalas kecupanku dengan permainan lidahnya dan mulai mencairkan keteganganku.
Tangan
kiriku kugunakan untuk memeluk tubuhnya sedangkan tangan kananku mengusap usap
tengkuknya. Tanpa kusadari tangan Marissa Haque yang melingkari pinggangku
mulai terasa erat memelukku sehingga tubuh kami sekarang saling merapat, kulit
bertemu kulit. Kurasakan kemaluanku bergesekan dengan perutnya.. Gesekan demi
gesekan mulai membangkitkan gairahku sekaligus juga keberanianku untuk
bertindak lebih jauh.
Tanganku
beralih menuju kemaluan Marissa Haque ... Hmmm... Kemaluannya terasa mulai
lembab …………….
Melihat kemaluan Marissa Haque yang mulai basah dari gesekan nya dengan pahaku, Marissa Haque mulai lebih intensif menggerak-gerakan perutnya pada kemaluanku..!!!. Ternyata si cantik ini sudah mulai terangsang akan perlakuanku padanya.
Marissa Haque merenggangkan pahanya sehingga seluruh kemaluannya sekarang bisa bergesekan dengan pahaku !!.
Aku betul-betul terpancing melihat reaksi Marissa Haque, aku pun mengalihkan ciuman ke telinga dan leher kiri nya
“Aahhhhhhhhhh
…..geli …” “Ohhhhh….oohhhh …. Ohhhh ….ohh….ohhhh…” suara desahan Marissa Haque makin
tidak terkendali saat aku mulai meremas-remas payudara nya dengan tangan
kananku.
Aku
mulai berlutut di hadapan Marisssa Haque dan langsung memangut putting susunya
sambil bergantian ku hisap-hisap, sedangkan tangan kananku sekarang
mengelus-elus kemaluannya.
“Aaahhh…oohhhhhh
….ohhhhh…..” Marissa Haque terus
mendesah hampir tidak berhenti.
“Ouchhhhhh…..hhhhh….shhhh…shhhh.shhhhhh”desisan
yang keluar dari mulutnya lebih keras saat aku memasukkan salah satu jariku ke dalam
liang senggama nya. lalu mengocoknya
dengan cepat.
Kemaluan
Marissa Haque kurasakan mulai terasa becek dikarenakan menerima rangsangan-rasangan yang
kuberikan. Rasa takutku saat pertama kali memulai mengerjai wanita cantik ini udah
hilang sama sekali demikian juga kekhawatiran beliau akan marah jika ilmu
tunduk turuk yang diberikan sugeng padaku tidak manjur. Ternyata tanpa kuduga
mantra yang diberikan sugeng tadi amat ampuh untuk membuat wanita cantik ini
takluk olehnya. walaupun sampai saat ini
Marissa Haque masih bersikap pasif dan
hanya menerima seranganku.
Setelah
kurasakan lubang senggama nya semakin becek dan merekah, aku menghentikan
aktifitas ku sejenak, Marissa Haque mengangguk pelan. Kemudian aku membopongnya ke ranjang.
Di tempat tidur aku baringkan tubuh Marissa Haque yang tergolek pasrah itu, Dada ku berdebar menunggu moment yang telah lama aku impikan ini, Marissa Haque, wanita yang selama ini membuatku mabuk kepayang, sekarang berada di hadapanku dalam keadaan tanpa busana, dan sebentar lagi aku akan mencicipi jepitan vaginanya !!!
Aku
segera mengambil posisi berada diatas tubuhnya, saat kupandang wajah Marissa Haque
tampak terbakar penuh gairah, nafas nya turun naik dan ... saat kujelajahi
tubuhnya dari kepala sampai ujung kaki dengan tangan tangan ku, uuuh... memang sunggguh putih dan mulus kulitnya.
Sungguh luar biasa pengaruh ilmu tunduk turuk yang diajarkan Sugeng, semua wanita,
bahkan seorang Marissa Haque pun bisa dibuat bertekuk lutut dan patuh melakukan
semua yang kuperintahkan.
Aku
kemudian mencoba mengangkangkan sepasang kaki Marissa Haque dan membukanya lebar – lebar , dan .... ckckckckck
... sekarang aku dapat melihat rongga vagina wanita cantik itu dengan jelas.
!! Vaginanya tampak telah basah diatara
bulu bulu kemaluannya yang tercukur rapi. Aku menjadi tak sabaran untuk
mencicipi vagina Marissa Haque itu,. Aku gosok-gosokkan penis ku di tengah
belahan kemaluan Marissa Haque yang merekah
dan basah kuyup itu .
“
Adduuhh.... Gelliii....” desah Marissa Haque menggigit bibirnya, membuat ku
makin gemas. Aku menghentikan gesekan
penis ku dilobang kawinnya itu lalu aku mengambil posisi sambil mengocok-ngocok
penis ku biar tambah ngaceng, setelah itu aku mulai mengarahkan penisku sejajar
dengan lubang kawin Marissa Haque. Setelah ujung kepalaku bergesekan dengan
kemaluan nya, aku langsung mendorong penis ku ke dalam kemaluan Marissa Haque
BLESSSSSSSSSSSSSSSSSSSSS
…………….
“AAAAAAAAAAAAAAAAHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH……”
Jerit Marissa hHque saat penisku masuk
tanpa kesulitan kedalam kemaluannya ...
setelah sampai didalam aku menghentikannya sebentar, menikmati sensasi jepitan Vagina nya yang terasa mencengkram penisku dari dalam. Aku bahagia karena berhasil mencicipi vagina seorang Marissa Haque ... kemaluan Marissa Haque masih terasa legit, terasa pijitan pijitan kecil di rongga lubang kawinnya meremas remas batang penisku.
setelah sampai didalam aku menghentikannya sebentar, menikmati sensasi jepitan Vagina nya yang terasa mencengkram penisku dari dalam. Aku bahagia karena berhasil mencicipi vagina seorang Marissa Haque ... kemaluan Marissa Haque masih terasa legit, terasa pijitan pijitan kecil di rongga lubang kawinnya meremas remas batang penisku.
“
UHHHHH..... Nikmat banget titit mu Bu Marisaaaaaa..!!!! “ Erang ku ,
betul-betul sebuah sensasi yang dahsyat, Lubang kawin si cantik ini terus
berdenyut denyut dan makin mencengkram penisku, walau sudah beranak dua tetap
saja vagina Marissa Haque masih menjepit penisku dari dalam. Batang kejantanku
seperti diremas remas oleh dinding vagina Marissa Haque.
Marissa
Haque sendiri nampak gelisah dan tak bersuara... hanya rintihan dan ringisan keluar dari mulutu nya, urat lehernya kelihatan, seperti menahan sesuatu
yang besar yang datang di dalam selangkangannya. Dia hanya memandangaiku dengan
mata sayu sambil sesekali mengadahkan wajahnya keatas.
“
Bagaimana rasanya sayangg...??” bisiku ke telinganya..
“
Uuhh...,,,, Ennnaakkkk... Oohhhh....
Akuu Ooocchhh... “ desahnya mengadah keatas sambil menggigiti bibirnya.
Karena
gemas aku menciumi telinga berikut lehernya yang putih jenjang, terasa Marissa
Haque menggoyangkan pinggulnya seolah ingin memelintir penisku didalam lubang
kawinnya.
“
AHHHHH.... Enakk nya goyyyanganmu sayyayyaanggg ....” erang ku kaget, merasakan
Goyangan pinggul Marissa Haque otomatis membuat penisku yang berada dalam
lubang kawinnya itu makin terasa di obok-obok dari dalam...
“memang luar biasa wanita ini” bathinku.. Ini benar benar bisa mendatangkan kenikmatan bagiku . akhirnya kuputuskan untuk mengimbangi goyangan Marissa Haque dengan sodokan sodokan ku,
“memang luar biasa wanita ini” bathinku.. Ini benar benar bisa mendatangkan kenikmatan bagiku . akhirnya kuputuskan untuk mengimbangi goyangan Marissa Haque dengan sodokan sodokan ku,
“Euuhhhhh….euhhhhh…euhhhh….euhhhh…euhhhh…”
Marissa Haque makin melenguh saat aku
mulai memompakan penisku dari atas tubuhnya.
“Ooooohhhh…ohhhhh….….teruss…aaah…auhhhhh…a
aaahhh” Ujar Marissa Haque terus meracau
keenakan
Melihat
Marissa Haque begitu menikmatinya, aku mulai memompa semakin kencang dan
kemaluanku semakin ngaceng, ... Uhhh... begitu nikmat rasanya bercinta dengan
wanita seperti Marissa Haque, yang sudah berpengalaman memuaskan pasangannya di
ranjang....
Aku mulai mengatur tempo dan mencoba bernafas melalui perut agar tidak cepat keluar, dan Marissa Haque terasa mengimbangi genjotanku dari atas dengan menggoyangkan pantatnya ke kiri dan kekanan bagai mengebor penisku didalamnya.
Aku mulai mengatur tempo dan mencoba bernafas melalui perut agar tidak cepat keluar, dan Marissa Haque terasa mengimbangi genjotanku dari atas dengan menggoyangkan pantatnya ke kiri dan kekanan bagai mengebor penisku didalamnya.
CROK…CROK
….CROK ….CROK ….CROK …. Kudengar suara alat kelamin kami beradu, aku makin menancapkan penisku seluruhnya
hingga amblas menembus kemaluan Marissa Haque yang sudah sangat basah itu
“Ohhhhh…ohhhh….aaaaarrghh….sayyaa mauuu dapet ….ooohhhh..!!!!!” jerit Marissa Haque mempercepat goyangan
pinggulnya....
Aku
rasakan Marissa Haque melingkarkan kakinya pada pantatku, tubuhnya terasa
mengejang dan aku pun makin menambah penetrasi ku, menyodok lubang kawinnya.
“AAAAAAARRRRRRRRRRRRRRKKKKKKKKKKKKKKKHHHHHHHHHHHH
…..” Akhirnya Marissa Haque mengerang saat orgasmenya datang
Aku
coba menekan penisku, sedalam dalamnya dan kurasakan kakinya melilit pinggulku
dengan erat sekali, dia telah orgasme dan tampak memejamkan mata menikmati
orgasmenya. Namun aku juga tidak dapat menahan ejakulasi yang terasa sudah
dekat,
“
UGGGHHHHH..... “ teriaku merasakan ada yang akan mucrat dari seluruh
persendianku,
“Bu
Marissaaaaaaa ….saya mau keluarrrrrr,,,,,….AHHH…AHHH…AHHH…ahhh….ahhhh….ahhh..
Marissaaaaaaaaaa..... !!!!!! ” Teriak ku tertahan.
SRRROOOOOT
…..SROOOOOT ….SROOOOTTTT….srrrt ….srrrt….srrrt … kurasakan semprotan spermaku
sedang menaburkan benih di rahim Marissa Haque
“Ahhhhhhhhhhhhh…..”
Marissa Haque mendesah lega merasakan semprotan peju ku dalam rahimnya.
Kami
lalu berciuman dan berpelukan dengan mesra seperti sepasang kekasih, Marissa
Haque dan aku tidak mempedulikan lagi masalah status. yang saat itu aku rasakan,
dan dia, adalah sebuah kepuasan dan sensasi tiada tara
“Adduuuuuhhhh…. Enak sekali Bu Marissa sayangg.. ?” Bisikku di telinga beliau.
Marissa
Haque tersenyum nakal, dan dengan manja bergelayut memeluk tubuhku.
“Kamu
bisa menikmatinya sayang ?” ujarku, sambil mengelus rambutnya.
Marissa
Haque tidak menjawab, hanya anggukan yang kulihat saat dia menyembunyikan
wajahnya dari tatapanku. Aku pun tersenyum bahagia, dan selintas berterimaksih
pada temanku Sugeng, yang membuat aku terasa bagai jadi raja sehari pada saat
ini. Aku pun menciumi kepala dan rambut Marissa Haque dengan lembut, bau wangi
dari rambutnya menambah suasanya saat itu terasa begitu spesial....
Kami berdua merebahkan diri yang terasa
lelah di ranjang hotel, yang mejadi saksi bisu pergumulanku dengan artis cantik
Marissa Haque, yang sekarang menjadi gundik ku. Sejuta rencana ada dikepalaku ,
Marissa Haque yang linglung, dan tak tahu siapa dia , bagai robot yang
kuprogram patuh untuk menuruti perintahku.
Ketika ku alihkan pandanganku pada
Marissa Haque yang berada disebelahku, tampak raut wajah si mama cantik itu kelelahan
dan langsung memejamkan matanya, kupandang tubuh tanpa busana Marissa Haque itu
dengan tersenyum. Walau sudah menginjak usia 47 tahun namun tubuhnya tetap
terawat,, tinggi, montok masih kencang dan kulit nya putiiihh mulus sekali.
Kudekap tubuh itu dalam pelukanku dan kami tidur bermimpi masing masing.
Aku terbangun 4 jam kemudian dan di
sampingku sudah tidak ada tubuh molek Marissa Haque, badanku sangat pegal
sekali, terutama pada bagian pinggang, ketika aku hendak bangun Marissa Haque
tampak keluar dari kamar mandi, membuat penis ku ngaceng kembali karena Marissa
Haque hanya mengenakan handuk saja menutupi tubuh molek nya
“Selamat malam sayang.. “ sapa Marissa Haque dengan
tersenyum, mama cantik itu mendekati ku. tampak kulit nya yang putih mulus itu ditumbuhi
bulu bulu halus sangat mengundang gairahku.
“malam, sayang.. jam berapa emang udah
malam yah.. ? “ balasku sambil mengucek ucek mataku.
“ Tuh, liat.. sudah jam 11 malam sayang..”
ujar Marissa Haque menunjuk jam dinding.
Waduh... gak terasa sudah jam 11 malam
bathinku.
“ Enak ya bercinta dengan kamu.. sampai
capek deh aku.. “ sungut Marissa Haque
sembari duduk di depanku. Ternyata memang luar biasa pengaruh ilmu gendam si Sugeng,
sampai sekarang Marissa Haque masih bersikap mesra padaku, seolah aku ini pacar
nya.
“Kalah ya ?” candaku sambil mengucek
ucek buah dada nya
“Iya .. kalah deh … “ rajuk Marissa
Haque dan memelukku erat.
“ Wah... ternyata bisa juga si Marissa Haque ini..” bathin ku
“Apa lagi yang kita lakukan sayang.. “ tanyaku sambil menyingkirkan
selimut, penisku yang ngaceng membuat Marissa Haque terkejut
“Ih .. kontolmu masih saja perkasa .. “
kata Marissa Haque sambil membelalakan matanya ke penisku.
“Ya perkasa dong .. masih minta jatah
lho “ godaku menjawil wajah cantik nya.
“Jangan ah .. capek … “ elak Marissa
Haque dengan memalingkan mukanya dan tersenyum sangat nakal sekali.
“Marissa Haque ternyata wanita sangat
nakal dan genit sekali “ candaku lagi disambut cubitan tangan Marissa Haque
“Aku aslinya memang nakal dan genit kok
“ timpalnya sambil tersenyum nakal kembali.
“woow... serius nih.. ? tapi selama ini
kamu kelihatan alim begitu.. ?” tanyaku
sambil memeluk Marissa Haque dan Marissa Haque balas memelukku.
“Ah … itu cuma bagi mereka .. di matamu
ya .. inilah aku.. nakal, genit dan
binal “ kata Marissa Haque dengan menjilati bibirnya dengan lidahnya kemudian
dengan nakal meremas penisku dengan gemas
“Kontolmu … aku suka, sayang “ kata
Marissa Haque dengan melepaskan penisku lalu diciumnya dan kemudian berdiri
lagi lalu menarik tanganku, memberikan aku celana kolor pendek untuk dipakai.
“Khan enak telanjang Bu Marissa .. biar Bu Marissa bisa menonton kontolku “
kataku nakal
“Nggak ah .. biar aku membayangkan
kontolmu saja … biar nggak bosen gitu “ canda Marissa Haque dengan kembali
meremas penisku yang sudah tertutup celana kolor itu.
“ Kalo gitu buka dong handuk nya say...
biar aku bisa lihat body mu yang padat itu uuh... “ ujar gemas. Tanpa
persetujuan nya aku lepaskan handuk itu dari tubuhnya hingga Marissa Haque
telanjang bulat.
“Mbak Icha gak make celana dalam ?”
tanyaku nakal sambil mengelus selangkangan Marissa Haque dan berhenti pada
vaginanya
“Menurutmu ?” tanya Marissa Haque balik bertanya
“Hmmm .. aku lebih suka Marissa Haque
memakai BH dan celana dalam.. aku suka karena body Mbak Icha itu tinggi, padat
serta memiliki kaki panjang.. seperti model pakaian dalam hi hi ih ” kataku
sambil menarik tanganku dari bukit kembar nya.
“ kamu mau saya pakai pakaian dalam
saja..? “ ujar Marissa Haque
“ iya.. “ sahut ku. Marissa Haque
tampak mengenakan BH berikut celana dalam nya yang berwarna sama yaitu krem
berenda. Membuat Marissa Haque bertambah sexy di mata ku
“ Begini sayang .. ?” tanya Marissa
Haque dengan mata memandang mesra kepadaku.
“ Perfect.. ini baru Marissa Haque yag selalu kukhayalkan selama ini “ tuturku tanpa basa basi.
“ Perfect.. ini baru Marissa Haque yag selalu kukhayalkan selama ini “ tuturku tanpa basa basi.
“Aku khan sudah tua .. “ balas Marissa
Haque dengan melenggak lenggok di hadapanku “Makin tua makin menjadi jadi,
menjadi tante girang he he he “ godaku
disambut tabokan di dadaku
“Betul .. aku tante girang untukmu ..
juga lonte ..“ cibir Marissa Haque dengan tersenyum.
“Weew .. suka ngomok jorok ternyata ?”
ujar ku kaget mendengar omongan Marissa Haque.
“ Hi Hi Hi ..” ujar nya mencibir
“Tapi Mbak Icha oke juga kok dalam urusan
ranjang .. aku suka sama “itu” nya Bu Icha..
“ kataku sambil bangun dan mengambil air mineral di meja. Marissa Haque
bangun dari duduknya mengikuti aku.
“Sempit, legit, sedotannya keras ..
tapi badannya gampang loyo “ timpalku dengan tersenyum
“Makasih
“ kata Marissa Haque dengan menggandengku. Kami bagai sepasang suami istri yang
bulan madu, lengkap dengan omongan jorok dan vulgar.
“Bikin anak yuk “ ajakku nakal
“Ih .. nggak mau … kalo bikin anak,
nanti aku hamil gimana ? kamu pasti nggak mau karena nggak bisa nyodokin
“tempek” lagi “ goda Marissa Haque dengan menggandengku lebih erat dan sengaja
memempelkan belahan dadanya di siku lenganku sehingga aku mendapatkan daging
kenyal itu.
“ tempek..? ha ha ha .. bahasa apa itu
..? “ ujar ku tergelak mendengar istilah dari Marissa Haque
“ bahasa madura itu sayang.. daerah
asalku “ timpal Marissa Haque tertawa pula.
“ tapi mbak mirip orang pakistan..
cantik dan menggairahkan” godaku
“ blasteran sayang.. papa india mama
madura “ terang nya
“ oooo.. ada keturunan madura... pantas
galak dan berani “ ujarku disambut tawa Marissa Haque.
“Kalo aku mau coba Anal seks saja
gimana ?” pancing ku sambil mengedipnya..
“Ogaaaaaaaah .. aku paling benci …
nggak mau.. sakit ...“ sungut Marissa
Haque dengan mencubitku lalu memberikan ciuman di pipi kiriku.
“ Lah.. udah pernah di sodom mas
Ikang..? “ pancingku lagi
“ ya enggaak... tapi kebayang sakit
nya.. tempek ku ada kok malah mau dubur ..? “ ujar nya bersungut. Aku tertawa melihat
wajah cantik itu saat kesal. Masih tetap cantik... bagaimanapun ekspresi nya.
Ah.. dasar Marissa Haque...
“Kalo gitu, Mbak Icha menari bugil
saja.. “ kataku sembari tertawa
“Ik .. piktor kamu “ sungut Marissa
Haque sambil menyuruh aku duduk di kursi,
“Viktor siapa ?” tanyaku bloon
“Piktor . pikiran kotor .. “ jelas
Marissa Haque dengan tersenyum nakal kembali.
“ Lha tapi mbak lonte ku,,, “ ujar ku
mengingatkan
“Hmmmm
.. iya .. iya, aku kan lonte mu, yang nakal dan genit serta binal “ kata
Marissa Haque lalu tertawa.
“Aku suka susumu Bu Icha .. gak begitu
besar, tapi masih padat... “ pujiku tanpa basa basi lagi sambil meletakan
tanganku buah dada sebelah kanan Marissa Haque dan meremasnya lalu kulepaskan
lagi
“Aku juga suka sama kontolmu “ balas Marissa
Haque.
Kemudian Marissa Haque menyuapiku
makanan berupa salad, lalu Marissa Haque menuju ke meja rias dan mengambil handphone
ku yang sedang dicas sana dan diberikan padaku
“jepret aku donk .. dalam posisi
menantang gitu .. posisi nakal dan binal serta genit .. kalo kamu kangen bisa
lihat fotoku, “ pinta nya genit
Aku terkesiap mendengar keinginan
Marissa Haque untuk difoto. Edan... memang gawat pengaruh gendam si Sugeng...
seorang Marissa Haque sekarang seperti wanita murahan di hadapanku.
Kuterima handphone android ku dan
Marissa Haque langsung berpose sangat menantang, dalam posisi duduk di kursi
itu memamerkan wilayah rahasia sensitifnya, malah dengan tersenyum sangat nakal.
Kemudian mengubah posisi dengan berdiri dan menaikan kaki kirinya dan kujepret.
Posisinya membusungkan dadanya dengan meremas buah dadanya sendiri , sedangkan
kedua kaki nya di sandarkan di handle kursi lebar lebar sehingga kedua selangkangan
nya terpampang jelas.
Berbagai posisi duduk diperankan oleh
Marissa Haque, bahkan kini menurun kan celana dalamnya, hingga menampakan bulu
rimbun vagina nya tapi tidak semua nya hanya sedikit saja dipamerkan nya dalam posisi
berdiri di depanku dan minta dijepret. Saking nakalnya telunjuk nya ,menunjuk ke vaginanya dan minta
dijepret lima kali. Aku semakin suka dengan gaya Marissa Haque yang semakin
nakal dan genit.
Lalu posisi dengan mengerling nakal dan
genit, dengan membungkuk dan memamerkan buah dadanya. Setelah itu kedua tanga
nya memegang masing masing buah dadanya dan di tonjollkan nya seolah olang
menjajakan nya padaku .
“ anjrit... sexy banget nih wanita... walau sudah tuwir tapi tetep hot,..
“ bathin ku menahan nafas melihat pose Marissa Haque yang nakal
itu.
Kujepret sampai puluhan kali sampai aku puas, setelah puas aku menyuruhnya berhenti dan kami duduk kembali di rajang. Marissa Haque girang dan bangga saat aku memperlihatkan hasil pemotretan tadi.
Kujepret sampai puluhan kali sampai aku puas, setelah puas aku menyuruhnya berhenti dan kami duduk kembali di rajang. Marissa Haque girang dan bangga saat aku memperlihatkan hasil pemotretan tadi.
“Puas Mbak Icha ?“ tanyaku
“Kamu puas nggak ? atau kamu mau aku
telanjang dan polos tanpa baju, biar tempekku terpampang jelas, juga buah
dadaku.. “ ujar nya nakal.
“Benar benar tante girang nih .. “ candaku
“Lonte juga “ timpal Marissa Haque, aku
memberi isyarat agat hape ku di cas kembali. Marissa Haque patuh dengan
mengambil handphone ku dan di cas lagi.
“Gundik juga “ candaku
“ Hmmmm .. betul .. aku jadi gundikmu,
peliharaanmu .. aku kuda binal dan genit yang nakal khan ?’ kata Marissa Haque
dengan semakin jorok.
“ nakal sekali kau ... “ timpalku
sambil tersenyum
“Betul … aku suka dipuji seperti itu “
Marissa Haque kemudian mengambil kembali makanan salad itu dan menyuapiku.
“Hmmm … “ ucapku mendehem pelan
“Makan yang banyak ya, biar tenagamu
tambah .. kau bisa menghajar lonte mu kapan kapan..” ujar Marissa Haque dengan
menyuapiku lagi.
“Mbak Icha, sayang “ ucapku sambil
memandang ke wajahnya yang ayu, Marissa Haque meletakan sendok dan langsung
mencium bibirku dengan mesra
“Ya, sayang .. mau apalagi ?” tanyaku
dengan nafas teratur
“Kapan kapan kita ngeseks di alam
terbuka ya “ ajakku dengan mesra
“Boleh … kutunggu .. “ Marissa Haque
mengangguk dengan senang.
“Trus rencana hari ini ?” tanya Marissa
Haque
“Sudah cukup .... aku mau antar kamu pulang
ke rumah besok pagi tunggu aku di kantor mu, baru kita bercinta lagi“ ujar ku.
“ Yo wes.. sayang... “ ujarnya patuh.
Kemudian Marissa Haque memungut pakaian
nya yang berserakan di lantai
“Aku boleh pakai pakaianku ?” tanya
Marissa Haque meminta ijin
“Boleh .. pake dengan lengkap .. tapi
nanti beli BH dan celana dalam motif hitam berenda ya.. biar lebih
menggairahkan ...“ ujarku nakal
“Ih .. nakal sekali kamu, sayang ..
punya saya ada kok saya bawa... “ semprot
Marissa Haque sambil mengenakan kembali rok panjang nya. Lalu memasang bajunya,
kemudian terusannya, yang terakhir adalah jilbabnya. Kini Marissa Haque kelihatan
anggun dan cantik. Seperti Marissa Haque yang kita kenal di televisi.
“Coba Mbak Icha taruh satu kaki di atas kursi itu .. singkapkan rok Mbak Icha .. perlihatkan paha Mbak Icha, berpose sangat nakal dan binal gitu .. “ kataku sambil mengambil Handphone lagi.
Tanpa diperintah Marissa Haque langsung
berpose menyingkapkan rok panjangnya lalu berpose dengan tersenyum mengerling
nakal dan genit lalu aku menyudahi dan memberikan pagutan mesra pada bibir
Marissa Haque dan juga mengelus pahanya yang rok panjangnya disingkapkan.
“ Ssshh... udah Mbak nanti aku jadi
kepengen..” tolak ku saat Marissa Haque melayani pagutan mesra bibirku dengan
buas.
“ ya deh.. terserah kamu sayang..
gundik mu nurut aja.. “ ujar nya melepaskan pagutan mulutnya.
Aku ke kamar mandi sebentar, mencuci
penisku yang masih berserakan peju Marissa Haque bercampur pejuku. Setelah
mandi sebentar lalu berpakaian. Aku menyuruh Marissa Haque keluar kamar dulu
dan kusuruh tunggu di mobil. Sementara aku menuju lobby guna check out.
Kami pun meninggalkan hotel itu, aku
membawa mobil dosen ku dan aku arahkan mobil menuju kontrakan Marissa Haque .
sesampai disana hari mau dini hari. Aku mengatakan ahwa aku hanya bisa
mengantar sampai pintu apalagi saja karena sudah larut malam. Jika nanti dosen ku atau rekan Marissa Haque bertanya tadi kemana, bilang pulang dari luar
kota dan jangan cerita kejadian di hotel.
“ baik.. aku paham sayang... “ ujar
Marissa Haque tersenyum tanda mengerti
instruksi ku. Kuantar poilitisi yang kini nakal dan binal itu ke pagar
kontrakan nya , sebelumnya kuberikan
pagutan yang mesra dan lama saat hendak turun dari mobil, Marissa Haque
menikmati pagutan dan tersenyum dengan berbinar
“Trims .. mau melayani aku .. aku
kangen sama vegy mu.. besok aku mau menikmati vegy mu ya.. , “ bisiku padanya.
“ Iyah.. aku juga rindu sodokanmu,
tunggu ya kemulusan tubuhku, juga buah dada dan tempekku “ ujar Marissa Haque,
dengan memberikan amplop berisi uang 5 juta.
“Apa ini ?” tanyaku
“Bawa saja .. nanti aku beri lagi ..
kudu diterima “ ujar Marissa Haque dengan memegang tanganku.
Aku tak berkata apa apa, lalu Marissa
Haque memegang kepalaku , sebelum lebih lama dan dilihat orang aku mencegah nya
untuk berbuat lebih mesra pada ku. Dan aku pamit meninggalkan kontrakan si
politisi cantik dan binal Marissa Haque.
















Tidak ada komentar:
Posting Komentar