Kamis, 13 Oktober 2016

Marissa Haque diperkosa sopirnya


Disebuah kamar hotel , seorang wanita berumur  yang berparas masih cantik, terlihat sedang menangis sengugukan. tangannya menutupi tubuhnya yang sepertinya dalam keadaan tidak mengenakan pakaian itu dengan selimut tebal.

Disebelahnya seorang pria tampak bangkit dari tempat tidur itu dan mengenakan pakaiannya satu persatu. dengan mengeluarkan sebatang rokok lalu menghisapnya, pria bertubuh tinggi dan sedikit gemuk itu tersenyum sinis kepada wanita yang masih berada di ranjang itu sambil menggepulkan asap rokok ke wajah wanita itu. Wanita itu menatap pria itu dengan tatapan penuh kebencian sambil terus mengeluarkan air mata di pipinya. Si pria hanya melengos dan meninggalkan si wanita dikamar itu
“ bangsat kamu sardi !!!”maki wanita itu pada si pria yang terus berlalu keluar dari kamar hotel itu.
Setelah pria itu pergi, si wanita masih meratapi nasib malang yang baru menimpanya. Dia tak percaya bahwa wanita sepintar dan cerdas seperti dirinya dapat diperdaya oleh sardi, nama pria yang memperkosanya. Ini adalah sebuah aib bagi wanita yang bernama Marissa Haque itu.sebagai seorang akademis dan politikus serta artis senior dia tidak terima peristiwa naas yang baru saja menimpanya.

Berawal dari siang kemaren, saat sardi yang baru bekerja sebulan sebagai sopir pribadi keluarganya diminta menjemput nya ke kantor, di dalam perjalanan sardi tampak ramah dan sopan padanya. Lalu ditengah perjalanan teringat sardi menawarinya sebuah minuman kaleng. Tanpa curiga dia meminumnya hingga habis.


Beberapa menit setelah meminum minuman kaleng itu dirinya merasakan pandangannya nanar, sekujur tubuhnya terasa dingin dan ada gairah yang tak biasa merasuki tubuhnya, dalam otaknya terlintas berbagai ilusi, dan bermuara pada sebuah fantasi sex yang membuatnya lupa apa dan dimana dia berada. Saat itu dia menyadari bahwa dia pasrah dan tidak sadarkan diri. Malahan saat beradu pandang dengan sopir yang duduk didepannya itu tiba-tiba dia befantasi ingin disentuh oleh pria itu

Dalam halusinasinya yang terlintas hanya sex dan sex. .hingga dia tidak sadar kemana sopirnya membawa mobil yang mereka tumpangi. Dalam fikirannya saat itu hanya terbayang bahwa dirinya ingin sekali disentuh pria.

Marissa pun pasrah saat sardi menggendong tubuhnya kesebuah kamar hingga direbahkan diatas kasur yang empuk . Baginya sardi terlihat begitu gagah dan menggoda nya, apalagi sardi pandai menggodanya denga kata-kata jorok yang membuatnya terbuai akan kata-kata sardi yang memancing nya agar berhubungan badan dengan pria yang bukan suaminya ini.

Masih teringat olehnya saat sardi menindih tubuhnya lalu menggumulinya dengan liar dan ganas,hingga diapun terpancing oleh permainan sex yang sudah lama tidak dia rasakan bersama suaminya bertahun tahun belakangan ini.
Tubuh sardi yang sawo matang itu seolah tak masalah baginya..
“ ayo buk marissa…. Lepaskan semua hasratmu…uuhhh…. Ayoo sayangkuu maniskuu…”bisik sardi ketelinganya.
Tangan sardi dengan nakal meremas payudaranya yang telah tegak sedari tadi.
sementara ia merasakan kedutan penis sardi yang menempel tepat sejajar dengan liang kewanitaannya. Walau berusaha menolak ajakan pria itu lama kelamaan secara naluriah, gilanya dia malah membalas kecupan liar sardi. Hingga bibir mereka saling kulum dan saling jilat bagai sepasang kekasih yang telah lama tidak bertemu.  Ciuman sardi yang liar makin membuat gairahnya meledak-ledak. Bibirnya dikulum sardi hingga lidah sardi yang liar itu menyetuh rongga mulutnya sampai membuatnya sulit bernafas.

Ditengah kenikmatan yang dialaminya dia merasa tangan sardi mulai mempreteli jilbab,baju kurung terusannya. Walau mencoba melakukan perlawanan sedikit namun akhirnya pakaiannya satu persatu tanggal dari tubuhnya.
“ jangan ahh… oohh…” marissa haque hanya bisa merintih bagai kucing saat kedua tangan kekar sardi berada di area pinggang nya dan ia rasakan sedikit demi sedikit rok panjang terusannya dilorotkan kebawah oleh sardi. Walau dalam hati kecilnya marissa menolak dan ketakutan namun raga nya berkata lain, dia tak dapat mencegah perbuatan sardi yang membuatnya hanya mengenakan pakaian dalam saja kini.

Setelah itu sardi membiarkan marissa mengatur nafas sejenak. Dirinya saat itu hanya mengenakan bh dan celana dalam saja. Nafasnya ngos ngosan dan jantungnya berdegup kencang. Sebenarnya marissa merasa malu saat tubuhnya mulusnya dinikmati oleh sopir jahanamnya itu. Rasanya tak pantas pria itu memperlakukan nya seperti sekarang ini. namun saat itu dia benar-benar tak berdaya terhadap tindakan sardi yang hendak memperkosanya. Apalagi melihat sorot mata sardi yang merah, seakan mau menelanjanginya bulat-bulat.

“ buk icha sayang…. Tubuhmu sungguh mulus…” ujar sardi mengaggumi tubuh marissa yang masih sintal namun montok itu.wajah cantik marissa terlihat ketakutan. Tangannya berusaha menuntupi bagian dadanya. Dengan wajah memerah dan terisak marissa berusaha menjauhkan dirinya dari sardi. Namun dengan sigap sardi memegang salah satu kaki marissa. Marissa haque merasakan geli saat tangan sardi terasa mengelus pahanya dari betis sampai ke pangkal pahanya. 
Kembali marissa merasakan libidonya naik dan bergairah..hanya rontaan rontaan kecil yang keluar dari mulut nya
“ uhhh… jangannn sardi..ahhh..mmm..hhh…”desah marissa haque. Tubuhnya terasa merinding dan bulu romanya berdiri saat itu. Tanpa terasa Marissa menggigiti bibirnya sambil melenguh kegelian.
“ooouuhhh ….” Jeritnya tertahan saat tangan sardi berada tepat di selangkangannya. Tepatnya menyentuh daerah kewanitaannya dari balik celana dalamnya. 
Marissa makin menggigit bibir menahan sensasi saat daerah kewanitaannya dielus-elus beberapa kali oleh tangan sardi. Sementara salah satu kakinya diangkat sardi keatas bahunya dan sekujur tubuhnya kembali merinding saat sardi menciumi betis indahnya. Hingga tanpa terasa rontaannya berganti menjadi desahan-desahan pertanda marissa haque sudah terangsang oleh sentuhan-sentuhan yang dilakukan sardi.

Sementara tangan sardi terus mengobel dan mengelus kemaluan marissa,
“ mulus sekali pahamu bu marissa…. “ sementara marissa haque makin liar menggeliat karena kemaluannya terus dikobel sardi. Tiba-tiba marissa haque tersentak mearsakan salah satu jari sardi sudah bersentuhan di depan pintu sorganya. Jari itu mulai terasa menusuk dan mencoba masuk rongga kewanitaannya. Marissa yang sudah terangsang berat itu membiarkan jari sardi yang begitu lincah bermain disana. Sebuah kenikmatan yang luar biasa dirasakannya, Tidak hanya itu, klitoris icha pun dikerjainya, sardi makin liar mengobel kemaluan Marissa haque yang sudah basah Hingga tubuh Marissa haque menggeliat kesana lemari dan kedua kaki wanita itu makin liar mengacak-acak alas kasur.
“ ohhh…. Ohhhh… ppmmhhh ..awwww...  erangan kenikmatan mulai keluar dari mulut marissa haque tanpa disadarinya. Ditambah pengaruh obat perangsang itu yang makin kuat bekerja ketika beberapa bagian sensitifnya dikerjai oleh sardi.
“seeerr....” cairan kewanitaan marissa haque mengucur dari kelaminnya.

Wajah cantik marissa haque tampak makin menggairahkan saat mendesah-desah kenikmatan. Bibir mungil dan merahnya menganga hingga membuat sardi makin bergairah. Sesekali sardi meremas bulu vagina icha pertanda dia gemas akan ekspresi wanita cantik itu saat mendesah. Tangannya yang semula berada di dalam lubang kewanitaan icha dilepaskannya dan dengan penuh senyum kemenangan, tangan yang berlumur cairan kewanitaan marissa haque itu dijilatinya dengan lahap.

“ cairah kewanitaanmu sungguh enak bu marissa” ujarnya menatap marissa haque dengan buas. Sambil mengatur nafas nya marissa haque hanya dapat menyaksikan saja perbuatan sardi padanya.. saat itu dia merasa imannya runtuh dan berganti dengan gelora nafsu ingin disetubuhi oleh pria sawo matang itu.

Marissa haque mencoba berfikir jernih bahwa semua yang dia lakukan ini salah. Sementara itu sardi mulai melepaskan celana dalamnya sediri, dan tampak batang kejantanan sardi yang besar itu telah berdiri tegak. Marissa haque kembali goyah imannya melihat ukuran kejantanan sardi yang besar itu.diantara kegalauan fikirannya marissa tidak menyadari salah satu tangannya diraih sardi dan memaksa marissa haque menggengam penisnya. Anehnya saat itu dia  mau saja dan tidak berusaha melepaskan kejantanan sardi yang berada dalam genggaman tangannya.

“ mana besar punyaku dari punya suamimu ha??” ujar sardi dengan senyum kemenangan melihat marissa haque takjub akan ukuran penisnya.
“ sekarang kocok punya saya perlahan seperti ini”ujar sardi  mulai mengajari tangan marissa haque itu mengocok pelan penisnya. Bagai kerbau yang dicocok hidung dia patuh akan perintah sardi. 
Malahan saat itu dia semakin bernafsu melihat penis besar dan tegak itu berkedut ditangannya. Kocokan yang semula perlahan lama kelamaan menjadi cepat.  Dia makin bernafsu saja. Sementara kepalanya dielus elus oleh sardi. Secara naluriah kocokan marissa mulai bervariasi. Tangannya yang semula hanya monoton sekarang tangan yang satunya memainkan buah zakar sardi. Ada hasrat yang menggodanya untuk memasukan benda tumpul berkepala besar itu ke dalam lobang surganya, saat itu dia membayangkan bagaimana seandainya benda itu menyeruak kedalam liang kewanitaannya yang sedari tadi telah berdenyut kencang.
“ kamu mau.. ?”terdengar suara sardi.marissa haque pura-pura tidak mendengar dan terus mengocok penis sardi.
‘mau manis… ?? kalau mau masukin aja kemulut” ujar sardi. Bagai terhipnotis dengan kata-kata barusan dengan patuh marissa haque mulai memasukan penis itu kemulutnya. Mulanya hanya lidahnya saja menjilati kepala penis sardi yang besar itu. Melihat itu sardi mengganti posisinya menjadi berbaring di kasur.
“ mari marissa manis… “perintahnya. Dan marissa haque dengan patuh berada diatas tubuh sardi. 

Kedua kaki sardi telah terbuka lebar. Dan posisi kepala marissa haque berada diselangkangan sardi.
 “ ayo manis…. Kulum lah…” ujar sardi pelan, karena dia yakin wanita itu sudah berada di dalam gemggamannya. Tangan sardi mendorong pelan kepala marissa haque kearah penisnya. Kali ini mulut marissa haque langsung memburu penis sardi. Dengan gerakan cepat. Penis itu dikulumnya maju mundur, hingga terdengar bunyi ludahnya berkecipak.

Sementara sardi menikmati kuluman wanita cantik itu dengan terpejam-pejam. Sungguh seksi sekali ekspresi marissa haque mengoral penisnya. Hingga diam-diam tanpa disadari marissa yang asyik mengulum penisnya, sardi mengabadikan adegan itu dengan video kamera poselnya. Dari lensa terlihat wajah mesum marissa haque sedang sibuk mengulum penisnya. Bibir marissa yang tipis itu seolah sesak oleh ukuran penis sardi yang besar. Rekaman itu hanya 10 menit direkam sardi. Karena dia merasa semakin lama sedotan mulut marissa semakin cepat hingga membuat otot penisnya ereksi 

“uuhh…ohhhh.. terusss manisku…uhhh…hebat kamu marissaa…”desah sardi menikmati nya. Karena hebatnya cengkraman mulut marissa, sebelum dia berejakulasi sardi mendorong marissa agar melepaskan kulumannya. Namun setelah kuluman itu terlepas, marissa haque yang sudah berada di puncak nafsu itu malah tak rela dan terus memburu penisnya. Bahasa tubuh wanita itu meminta sardi menyuruhnya mengoral lagi. Sardi menolak dan bahkan marissa sekarang menindih sardi dari atas.tubuhnya menghimpit sardi dan tanpa disangka marissa menciumi leher sardi dengan liar.

Lama kelamaan sardi mulai kewalahan dengan keliaran marissa haque yang telah terjerat nafsu akibat pengaruh obat yang dia berikan..sardi merasa belum saatnya untuk bercinta dengan wanita itu walau dia akui dia amat ingin menikmati tubuh wanita beranak dua itu. Karena dia belum meminum obat kuat. Bisa –bisa dia kalah oleh Marissa haque yang sekarang telah kehilangan akal sehatnya,dan dia tahu obat yang diminumkannya kewanita itu membuat icha menjadi liar dan susah menggapai orgasme, jadi dia harus mengimbaginya dengan meminum obat pula.

Akhirnya dengan kasar sardi menolak marissa haque yang berada diatas tubuhnya hingga wanita itu terlempar kesamping. Setelah itu sardi bergegas lagi menuju toilet dan langsung menguncinya dari dalam. Sardi lalu menelan pil kuat itu dengan cepat
Sementara dari luar terdengar marissa haque mengetok pintu ingin masuk ke dalam, dari suaranya terdengar oleh sardi bahwa politisi cantik itu amat ingin disetubuhi.

Setelah beberapa saat obat itu mulai bekerja sardi lalu membuka pintu toilet.
“ jangan tinggalkan aku ....”ujar marissa haque dengan bahsa tubuh yang genit dan manja. Sardi pun menarik marissa haque masuk kekamar mandi. Marissa haque pun patuh saat sardi memposisikan dirinya yang hanya mengenakan pakaian dalam itu menghadap ke cermin toilet berukuran besar itu.
 “ lihat manis... lihat pantulan dirimu yang tampak di dalam cermin itu.... begini seharusnya kamu .... telanjang, sudah lama aku berangan angan melihat body mu ini... montok, mulus padat...hmmm.”ujarnya sambil memeluk marissa haque dari belakang.
Tangan sardi serta merta meremas remas kedua payudara marissa haque yang masih mengenakan bh itu, lalu sardi menciumi pundak, leher berikut telinga Marissa Haque hingga wanita itu makin terangsang dan mengggelinyang.
“ bilang “ saya pengenn..!! ayooo...bilang..!! ”ujar sardi gemas melihat tubuh montok mulus yang selama ini membuatnya mabuk kepayang itu sekarang berhasil menjadi miliknya hari ini.
“ saya pengennn,,...ohhh...pengennn...” ucap marissa haque penuh nafsu.
“ oo... pengen yaaa... haa...??” ujar sardi. Lidahnya mulai menjilati telinga marissa haque. Tangannya memeluk erat wanita itu dari belakang.
 “ ooohh.... gelliii.... ohhhh.....” desah marissa haque menerima serangan lidah sardi

Sardi tersenyum puas melihat marissa haque sekarang menjadi budak nafsu nya dan siap untuk disetubuhinya. Sardi membimbing kedua tangan marissa haque berpengangan pada wastafel toilet. Kemudian sardi menarik pinggul marissa agak kebelakang dan kedua kaki wanita itu diaturnya berposisi melebar seperti huruf V terbalik..  tangan sardi tak henti nya meraba dan mengelus sepasang paha indah marissa.

 Dengan sekali sentakan tangannya sardi tanpa kesulitan melepaskan pengait bh wanita itu hingga sepasang buah dada marissa haque yang ranum dan tidak begitu besar itu terlihat menjuntai indah, tampak payudara yang mulai turun itu mengencang hingga kedua putingnya mengeras.
Dengan lembut sardi memijit sepasang buah dada marissa haque yang bergelantung indah itu hingga payudara wanita itu mengeras karena terangsang.
“ hmmmm.... tetek mu bagus mbak marissa sayang..”ujar sardi gemas sambil terus meremas buah dada marissa haque berulang kali.
“ohhh sardii.... geliii.... “ desah marissa haque merasakan hangatnya tangan sardi menyentuh kulit payudaranya.

Setelah puas menggeyangi payudara marissa haque dan menelanjangi bagian atas wanita itu, tanpa kesulitan pula sardi melorotkan celana dalam marissa haque sampai selutut,  sardi menyibakan bongkahan pantat marissa haque yang bulat dan bahenol itu guna mencari lobang surga wanita itu.
“ uhhh...mulussnyaaa ....” ujar sardi sambil meremas pantat marissa haque yang bulat dan padat itu. Sementara itu tangan yang satu nya tak berhenti mengelus dan menggerayangi paha wanita itu. Di lain fihak marissa haque terlihat hanya pasrah dan mengikuti kemauan sardi dengan patuh.

Setelah lobang kewanitaan marissa yang berbulu dan tercukur rapi itu nongol,sardi belum memasukan senjatanya melainkan kembali mengelus dan meraba  belahan vagina marissa haque yang sudah terasa basah, akibat dari cairan kewanitaannya disekitar lobang kawin wanita itu. Sardi terus bersemangat mengobel pintu sorga yang penuh dengan cairan berlendir itu dengan tangannya, dan mencolekan salah satu jarinya kedalam lobang itu.
“aaaassshhh...ooohh...ohhhhh sardiyyhhhh.... enakkkkk....nghhh.....”desah marissa haque tak kuasa menahan rangsangan saat jari sardi sudah masuk kedalam rongga vaginanya. Wanita cantik itu memejamkan mata dan menggigiti bibirnya sendiri. Sardi sengaja memainkan nafsu wanita itu agar tersulut.

Setelah beberapa saat tangannya menari didalam kemaluan wanita itu sambil meremas kedua pantatnya , kali ini sardi menyejajarkan penisnya yang sekarang menjulang tegak ke lobang vagina icha yang mengaga lebar itu, setelah dirasa pas sejajar dengan lobang kawin marissa, dengan satu hentakan penis sardi yang besar dan panjang itu masuk menerobos belahan kelamin marissa haque..

Mata marissa haque terbelalak merasakan itu,
“uuugghhh...oooohh sarrdd ..iii...”ujar marissa megap megap merasa kejantanan sardi yang berdiameter besar itu berdenyut denyut didalam lobang kawinnya. Marissa memejamkan mata sejenak menikmati hangatnya batang peler yang seakan merobek liang kewanitaannya itu, namun terasa nikmat dan membakar sukmanya.
“ughhh ....sudah lama... sayaaahhh... berkhayal untuk merasakan jepitan memek mu mbak marissaaa...” ujar sardi yang meringis merasakan jepitan vagina marissa haque yang terasa mencengkram penis nya yang berada didalam lubang kewanitaan wanita itu.
“ sarrdiii...iihhhh... ohh.... “desah marissa haque merespon saat merasakan penis sardi yang besar itu berkedut menggelitik dinding rahimnya.
“saya goyang ya bu icha...”ujar sardi seolah mengerti apa yang ada dalam fikiran marissa.
“mmpphh.. yahhhh..pelannn ..pelannn..sardiii..punya mu gedhe sekali..ohhh..”ujar marissa haque meringis.

Sardi mulai perlahan lahan memaju mundurkan penis nya didalam vagina marissa haque, icha merasa semakin sardi mendorong penisnya semakin lebar lobang kawinnya hingga menimbulkan sensasi yang luar biasa bagi dirinya. Icha hanya menggigiti bibir dan memejamkan mata menikmati genjotan sardi yang lembut berirama itu,malah lama kelamaan kedua pinggulnya mulai bergoyang seirama dengan dorongan penis sardi yang terus menghujam ke rahimya.

“ohh..ohh..uhh..ughhh...hmmmhh...”desah marissa haque terdengar erotis seirama dengan hujaman penis sardi didalam lobang kawinnya. Kedua tangannya bertumbu pada wastafel keramik itu dan marissa membiarkan sardi, sopir nya itu menyetubuhi nya dari belakang. sesekali matanya melihat ke cermin didepannya, nampak jelas wajahnya begitu bernafsu dan tampak sardi sedang menggagahi lubang kawinnya dari belakang dengan bersimbah keringat, begitu juga dirinya..
“ ohh..nikmatnyaaa... ohh ndak tahannn...ughh..”desah marissa, kembali dia melihat ke cermin, tampak kedua payudaranya bergoyang goyang, tampak juga sesekali saardi menciumi pundaknya dan meremas-remas kedua payudaranya yang bergantungan itu..marissa tak mengerti mengapa dia begitu menikmatinya,dan mau disetubuhi oleh pria yang bukan suaminya ini.sebenarnya dalam hatinya dia merasa malu, namun kenikmatan yang diberikan sardi saat itu mengalahkan segala logikanya, dia hanya ingin dipuaskan oleh sardi sampai ngencrot.
“kamu lihat itu bu icha... kamu begitu binal.. liarrrr dan menggairahkan..uuhh..”bisik sardi ketelinganya.
“i..iiyyaa..hh sardii..oh...terusss.. terusss.. buat aku puasss..ohhh..”balas marissa haque dengan nafas ngos-ngosan.
Mereka bersetubuh dengan posisi itu cukup lama, belum ada tanda-tanda salah satu dari mereka akan orgasme.
Tak lama kemudian sardi menghentikan genjotannya. Dan mencabut penisnya dari kemaluan marisa haque, dengan sentakan kakinya celana dalam marissa haque yang semula masih nyangkut diantara lulut wanita itu sekarang telah bearda di lantai toilet itu. Lalu sardi beranjak dari belakang tubuh Icha dan duduk diatas kloset gaya eropa itu .
“ sekarang kamu kesini manis..duduk disini..”ujar sardi mengisyaratkan icha agar duduk diatas pangkuannya..
“ohh..saya capek sardi..tapi kok belum keluar juga ya...??”ujar marissa haque dengan nafas tersengal.
Sardi menyadari di usia marissa haque yang sudah tidak muda lagi, bahkan bisa dibilang setengah tua ini, staminanya pasti gampang kedodoran, hingga pengaruh obat kuat yang diberikannya kepada marissa membuat wanita itu tersiksa karena belum juga mencapai orgasmenya.
“baiklah.. kita pindah ke kamar ya ..”ujar sardi kembali berdiri dan menarik tangan marissa haque.
“ yahh..terserahh kamuuu...” desah marissa haque pasrah.
 Mereka keluar dari kamar mandi menuju peraduan.
“pinggang saya sakit sardi..”rintih marissa haque.

Namun sardi mengabaikan marissa haque yang terlihat sudah habis stamina itu,dia mendorong wanita itu hingga terbaring diatas peraduan. Lalu tubuh lunglai marissa haque digesernya sedikit keatas, hingga kepala wanita itu berada di sisi pinggir peraduan dan kepalanya berada di sisi spring bed dan tengadah kebawah hingga rambut wanita itu terurai dari atas. Sementara itu kedua paha mulus wanita itu dibukanya lebar-lebar dengan kedua tangannya, hingga lobang kawin marissa haque menganga lebar, tampak di bibir kemaluan wanita itu ada cairan-cairan kental.
 “uhh.. mau diapain aku sardi,...aku ndak mau beginii... sakitt..”protes  icha ketakutan

Tiba-tiba sardi menghujamkan kembali penisnya kedalam vagina marissa hauqe,yang tidak siap menerimanya hingga wanita itu memekik kuat..

“oooougghhh...”jerit icha, kali ini dia merasa sardi menggenjot tubuhnya dengan penetrasi cepat
“ uhh..pelann..pelann,,, sakitt... awwhh..” jerit icha panik, namun sardi tidak mempedulikannya, dia terus menggenjot lobang kawin wanita itu dengan buas. Kedua tangan icha bertumpu pada sprei kasur itu, tak kuat menahan gelombang birahinya yang kembali berkobar, kedua tangannya menggenggam dan meremas sprei itu hingga acak-acakan.
“oohh..ohhh...uughh.. saaa..rrdd..iiiyyhh....” dengus icha bagai kuda betina, dia mulai merasakan kenikmatan disela rasa sakit diselangkangannya. Kedua buah dadanya bergoyang naik turun dan tubuhnya basah bersimbah keringat.
“ ohhh... enaknya jepitan memekmu mbakkk....ohhh.... enakkk... sekali ngentotin kamu mbakk,.....” ucap sardi sambil terus berpacu menggenjot penisnya.
Icha mengatur nafas seiring tempo genjotan sardi.. baginya malam itu pria itu sungguh perkasa, selain memiliki penis yang berukuran besar, jauh lebih besar dari punya suaminya.
“ kaam..muu  kuattt bang..ngettt..ohh..”ujar icha terengah-engah,penis sopirnya itu seakan akan membuat liang vaginanya sesak.

Lama kelamaan icha merasa genjotan sardi makin cepat dan dia pun merasa klitroris nya berdenyut ,marissa haque menggigiti bibirnya dan berusaha mengapit penis sardi dengan kedua pahanya, namun pahanya disandarkan sardi ke bahunya, dan pahanya sekarang mengapit leher sardi , diiringi jeritan kuat marissa haque melepaskan orgasmenya
“ooooooooooohhh.......”jeritnya panjang. Seketika tubuhnya lemas tanpa tenaga, dia biarkan sardi terus menggenjotnya.semakin cepat terasa genjotan sardi tiba-tiba sardi menekan selangkangannya hingga kepala penis sardi menyentuh rahimya,sardi meraung kuat. seketika marissa merasa rahimnya disemprot oleh cairan hangat beberapa kali. Dirinya kembali meringis saat rahimnya diisi benih sopirnya itu.

Suasana hening beberapa saat. Tidak ada aktifitas. Yang terdengar hanya suara nafas sardi dan dirinya, namun sardi belum mencabut penisnya dari lobang kawinnya.
Marissa haque berusaha mencabut penis sardi keluar dari kelaminnya. Setelah terlepas, marissa menjerit kaget karena sperma sardi cukup banyak mengucur keluar dari liang vaginanya. Saat itu juga samar-samar gelombang kesadaran mulai merasukinya. Namun akibat kecapekan marissa hanya berusaha membersihkan sperma sardi di daerah kewanitaannya sambil menangis segugukan. Dan tak kuat menerima kenyataan bahwa dia telah berzina dengan sardi, sopirnya, marissa haque tertidur antara pingsan dengan rasa letih yang mendera fisik dan mentalnya........





Tidak ada komentar:

Posting Komentar