Senin, 14 November 2016

Pengalaman Memperkosa Marissa Haque





Sejak kepindahan kostku ke daerah Bintaro, Depok, Aku bertetangga dengan keluarga Artis dan pengusaha Ikang Fauzi yang beristrikan Marissa Haque, seorang artis yang sekarang eksis sebagai politikus. Setahuku Mbak Marissa Haque ini sering ditinggal oleh mas Ikang ke luar kota karena kesibukan bisnisnya. Mereka memiliki dua orang anak remaja putri yang kira kira lebih muda sedikit dariku. Yang sulung tinggal bersama mereka dan yang bungsu kuliah di malaysia.  Usia Mbak Marissa Haque  aku taksir sekitar 40 tahunan,vatau tepatnya 37 tahun ketika aku tak sengaja mendengar salah seorang ibu tetangga menanyakan berapa usia ibu cantik itu.

Marissa Haque merupakan mantan pemeran layar lebar yang kini menjadi politisi, Semasa mudanya Marissa Haque sering tampil sebagai seorang foto model baju minim dan juga termasuk yang suka buka-bukaan saat tahun tahun 80 an, Namun diusianya yang sudah tidak muda lagi ini tubuhnya dibalut rapat dengan jilbab dan pakaian tertutup. Namun hal tersebut tidak mengurangi pesona kecantikan, kesintalan dan keseksian tubuhnya yang tinggi padat berisi itu, walau sudah beranak dua namun kecantikannya masih terlihat dengan jelas,  

Akupun masih mengagumi Marissa Haque sampai kini, saat masih kecil aku mengagumi kecantikan Marissa Haque, buah dadanya tidak besar namun sangat menarik di mataku. Seringkali aku berpikir bagaimana bisa meniduri wanita itu, apa aku harus memperkosanya ? Hmmmm .. pikiran kotorku muncul,

Dulu saat menjadi artis Marissa Haque berani tampil vulgar di majalah, bahkan disebuah film lawasnya Marissa hanya ber BH dan celana dalam saja. Terkadang aku searching film lawas nya Marissa Haque yang adegan dia diperkosa serdadu jepang pada sebuah film. Inilah yang membuat aku terangsang dan mendambakan agar bisa menggauli, meniduri, membayangkan bercinta dengan Marissa Haque atau memperkosa tubuh nya yang padat berisi itu,
Walau di usianya yang sudah tak muda lagi Marissa Haque masih memiliki pesona yang membuat lelaki baik tua dan muda berfantasi jorok membayangkan dirinya tanpa mengenakan pakaian selehaipun. Bahkan Marissa Haque jauh lebih cantik di usianya sekarang ini dibanding sewaktu gadis, Marissa Haque sekarang adalah wanita yang anggun, cantik dan berpendidikan, memang luar biasa kharisma juga sex appeal seorang Marissa Haque

Anganku membuatku berkhayal bisa melihat ada peluang untuk melihat Marissa Haque tanpa busana sama sekali dan menikmati sisa sisa kecantikan dan kemolekan tubuhnya yang sangat mulus itu, walau sudah beranak namun liang kewanitaannya kemungkinan masih sempit. Akupun masih mendambakan tubuh seksi tanpa busana Marissa Haque, aku ingin bercinta dengan Marissa Haque.
 
Sebenarnya aku tidak terlalu memperdulikan khayalan jorokku. Karena mustahil bagiku untuk merealisasikan bercinta dengan ibu cantik yang kelihatan alim itu, namun kalau aku berangkat kuliah,aku sering berpapasan dengan Mbak Marissa  yang pulang dari kantornya dengan mobil. Setiap kali bertemu, Mbak Marissa selalu menyapaku ramah dan melempar senyum manisnya yang membuat aku makin mabuk kepayang pada  wanita cantik itu. Wajah cantik Marissa Haque tetanggaku itu selalu terbalut jilbab, membuat aku selalu berkhayal untuk bagaimana menghabiskan waktu berduaan dengannya

Sembilan setengah bulan sudah aku kost di sebelah rumah Marissa Haque, kadang kala aku berpikiran tentang Mbak Marissa Haque yang cantik itu. Apakah Mbak Marissa tidak
merasa kesepian sering ditinggal oleh suaminya dan apa dia tidak jenuh dengan aktifitasnya di dunia politik yang penuh intrik itu.
 
Dengan wajah secantik itu tidak sulit bagi mbak Marissa untuk mencari pria yang mau untuk dijadikan selingkuhannya, namun melihat Mbak Marissa Haque yang alim itu aku nggak berani berpikir kotor kepada wanita ini.
”Keindahan yang tersembunyi”gumamku kalau mengingat Marissa Haque yang tubuhnya selalu tersembunyi dalam pakaian dan  jilbab yang rapat.  Marissa Haque  memiliki tinggi badan diatas ukuran wanita biasa,  sekitar 170 cm sangat proposional dengan bentuk tubuh dan wajahnya yang keturunan pakistan itu.

Senja itu aku baru pulang dari praktikum kimia. Hari sudah mulai gelap,termasuk daerah di sekitar kostku, yaitu daerah tempat tinggal para pejabat dan artis itu. Waktu aku lewat di samping rumah milik Bapak kostku ,aku melewati jalan kecil yang membatasi rumah Bapak kostku dengan rumah Mbak Marissa haque. Salah satu jendela di rumah  Marissa Haque yang memang sedang diperbaiki. Mungkin karena sedang diperbaiki,jendela itu tidak tertutup sempurna. Aku melihat ada beberapa lubang kecil pada jendela yang tengah diperbaiki itu dari sinar lampu dalam rumah yang keluar lewat lubang-lubang kecil itu. 

Melihat itu, Dengan hati-hati aku memanjat tembok yang tingginya kurang lebih 2 meter itu, tembok tersebut merupakan pembatas rumah bapak kostku dengan rumah Mbak Marissa Haque. 

Sekarang aku telah berada di pekarangan samping rumah Mbak Marissa haque. Aku mendekati dinding yang berlubang-lubang kecil itu, entah mengapa timbul rasa isengku untuk mengintip kedalam., segera aku menempelkan mataku pada lubang-lubang kecil tersebut,beberapa saat kemudian aku menemukan lubang yang cukup besar untuk mengintip. 

Ternyata jendela tersebut adalah jendela sebuah kamar, entah kamar siapa. Beberapa saat aku mengintip melalui lubang tersebut, namun keadaan kamar yang terang benderang itu terlihat sepi.

Ketika aku hendak mengakhiri aktivitas mengintipku, tiba- tiba aku melihat pintu kamar itu terbuka dan aku lihat seorang masuk ke dalam kamar. Belum jelas siapa orang itu, namun setelah orang itu sampai ke tempat yang lebih terang aku baru melihat ternyata orang tersebut adalah seorang wanita. Agaknya wanita itu baru selesai mandi ketika aku melihat rambut panjang ikalnya yang basah serta handuk yang melilit tubuhnya. Sesaat aku heran, karena aku tak mengenal dan tak pernah melihat perempuan berkulit putih ini sebelumnya Namun sekejap kemudian darahku terkesiap ketika aku mengamati wajah perempuan ini lebih seksama.

“Mbak Marissa!!”desisku tertahan. Wajah cantik familiar Marissa Haque teramat mudah dikenali.Tubuhku sesaat menggigil menyadari perempuan yang tengah kuintip ini adalah Marissa Haque,  politikus cantik itu !!!. 

Aku tak pernah melihat tubuhnya kecuali hanya wajahnya yang terbalut jilbab serta telapak tangannya yang putih terlihat halus. Namun saat ini perempuan berjilbab itu aku lihat hanya berlilitkan handuk pada tubuhnya. Mendadak timbul keinginanku untuk mengintip Marissa Haque yang agaknya hendak berganti pakaian setelah dia mandi.


Dengan berdebar-debar aku berusaha lebih jelas melihat melalui lubang kecil tersebut,namun aku harus kecewa karena dari lubang pengintip itu, aku hanya mampu melihat tubuh Marissa Haque sampai dari kepala sampai kepinggangnya karena pandangan dari sebagian lubang pengintip itu memang tertutup sebuah lemari buku. Walaupun hanya sebagian tubuh Marissa Haque yang terlihat, tubuhku sudah menggigil menahan birahi. Mataku membuka lebar-lebar ketika aku lihat Mbak Marissa melepas handuk putih yang melilit tubuhnya. Aku yakin tubuh istri Ikang Fauzi saat ini sedang telanjang bulat

Sayangnya aku hanya mampu melihat dari kepalanya hingga ke pinggangnya. Aku menelan ludah berkali-kali melihat keindahan tubuh Marissa Haque yang terlihat lewat lubang pengintip.Mataku lekat menatap leher jenjang ibu cantik ini yang terlihat mulus menggiurkan, lantas mataku menyusuri ke bawah hingga kulihat sepasang buah dada Mbak Marissa Haque yang telanjang.

Nafasku mulai terengah dan kemaluanku pun mulai tegang ketika mataku lekat di dada Marissa Haque. Sepasang payudara ibu cantik yang cukup montok ini masih terlihat kencang,walaupun tidak sekencang payudara seorang perawan. Kulitnya yang putih mulus dengan puting susu yang kecoklatan membuat buah dada Marissa Haque terlihat menggiurkan dan membangkitkan birahiku

Namun aku hanya mampu menikmati keindahan payudara Mbak Marissa saja, karena ketika mataku menyusuri ke bawah payudaranya,lemari buku sialan itu menghalangi pandanganku, padahal aku tahu Mbak Marissa tengah telanjang bulat saat ini. 

Nafasku terengah- engah melihat Mbak Marissa yang kemudian mengenakan BH untuk menutupi sepasang buah dadanya yang sedang menjadi santapan mataku. Aku mengakhiri keasyikanku ketika Mbak Marissa telah mengenakan pakaian, yakni batik terusan berwarna biru dengan motif bunga bungaan . Akhirnya aku kembali ke tempat kostku yang terletak di samping rumah Mbak Marissa Haque dengan birahi yang memuncak. Rasa seganku kepada Mbak Marissa Haque yang terpandang itu berganti rasa birahi yang membakar.


Ketika aku di kamar, aku mengocok kemaluanku sembari membayangkan kedua buah dada Mbak Marissa Haque kulihat telanjang tadi. Aku membayangkan yang sedang mengocok-ngocok kemaluanku adalah tangan Mbak Marissa Haque dengan dada montoknya yang telanjang…mmm..aku cuma bisa mendesah-desah dan menggigit bibirku menahan nikmat.,sampai akhirnya aku mencapai puncak kenikmatanku ketika tubuhku bergetar hebat disertai muncratnya air mani kental dari ujung penisku dan eranganku menyebut nama wanita terhormat yang menjadi tetanggaku itu ,membayangkan keindahan yang kuintip tadi.
“Ohhhh..mmm..ahhhh…sshhh h.. Mbaak Marisssaaa…ahhhhh..enaaaaakk kk..ahhhhhhh!!!”
desahku di di ujung kenikmatanku sebelum aku tergeletak lemas. 
.
Sejak saat itu rasa seganku kepada wanita berumur ini lenyap justru aku selalu membayangkan tubuh Marissa Haque dalam onaniku. Aku mengkhayalkan keindahan tubuh di balik pakaian jubah panjang dan jilbab yang selalu dikenakan ibu beranak dua ini.

Setiap kali aku ketemu Mbak Marissa Haque dengan pakaian tertutupnya ,mataku lekat menatap sekujur tubuhnya sementara benakku membayangkan tubuh di balik pakaian yang menutup rapat tubuhnya itu. Beberapa kali aku menelan ludah melihat cetakan garis BH dan sekan-akan kulihat belahan buah dada yang montok itu di dada yang tertutup pakaian terusan lebar itu. 

Akupun sekarang senang mengamati Mbak Marissa ketika dia sedang membaca buku diberanda halaman rumahnya saat sore hari. Melalui sela-sela tembok pembatas rumah yang bersebelahan ,aku melihat Mbak Marissa  tengah serius membaca .wajah cantiknya yang terlihat serius nampak menggiurkan. terkadang Aku berulangkali menelan ludah ketika melihat celana dalam yang dipakai Marissa haque tercetak jelas pada jubahnya saat dia membungkuk untuk menyapu teras rumahnya sesekali.


Saat dia membungkuk sambil menyapu, Belahan pantatnya pun samar terlihat membuatku jakunku naik turun menahan getaran birahi .Rasa-rasanya aku ingin menyingkap pakjaian yang dipakai Mbak Marissa ke atas, sehingga aku dapat melihat pantatnya yang montok itu.Namun aku hanya mampu membayangkan saja yang kemudian diakhiri dengan onani.

Hampir seminggu sejak aku pertama kali aku mengintip Marissa Haque yang membuatku akhirnya menyimpan birahi kepada wanita dan juga artis tetanggaku itu. Rasa penasaranku bercampur birahi untuk melihat tubuh Mbak Marissa di balik pakaiannya yang rapat kian menggebu. Aku selalu mencari celah untuk mengintipnya seperti seminggu lalu, namun ternyata tak ada sebuah lubang apapun di rumahnya untukku dapat mengintipnya dalam keadaan tak berjilbab dan berjubah itu.Ternyata aku hanya punya kesempatan mengintip sekali itu, karena jendela itu selesai selesai diperbaiki sehari setelah aku mengintip melalui lubang-lubang pada jendela yang rusak itu dan aku tak melihat ada celah untuk mengintip Mbak Marissa lagi


Sampai siang itu. Faiz, keponakan Mbak Marissa yang sering bermain ketempat kostku, datang kekamarku. keponakan Marissa Haque tersebut adalah anak dari Shahnaz Haque , adik Mbak Marissa yang sering diajak Mbak Marissa bermain di rumahnya untuk mengusir kesepiannya karena suaminya jarang dirumah dan kedua anaknya yang sudah besar-besar sibuk dengan aktifitasnya masing-masing. Faiz tertidur di kamar kostku setelah dia lelah bermain dengan anak Bapak kostku yang juga seorang pejabat di lingkungan Pemda DKI. Aku biarkan bocah laki-laki yang baru berusia 4 tahun ini lelap dalam tidurnya,sementara aku mengutak-atik komputer yang kebetulan rusak dikamarku.

Setelah mengutak atik komputerku beberapa saat,aku harus membeli beberapa kabel baru.Ketika aku melangkah ke arah pintu berniat membeli kabel-kabel itu,aku mendengar ketukan dan suara salam seorang wanita di pintu. Akupun membuka pintu seraya menjawab salam,dan aku tertegun ketika ternyata Mbak Marissa Haque langsung yang ada di depan pintu kostku dengan wajah pucat dan terlihat lelah.   


“Maaf dik..Faiz ketiduran disini  ,nggak?..kata si inem pembantu saya dia main kerumah adik.”tanya Mbak Marissa  terdengar cemas.  Aku kaget melihat seorang artis cantik dan politisi terkenal itu sekarang berada didepan pintu kamar kostku. Aku berusaha tenang dan tersenyum mendengar kecemasannya
“Ada kok bu ,lagi tidur di kamar saya” aku berusaha menghormati Marissa Haque dengan sebutan ibu, biar lebih sopan kedengarannya. 
Terlihat Marissa Haque menarik nafas dalam-dalam. Sungguh masih tersirat kecantikan di usianya yang hampir setengah abad itu. garis di wajahnya menunjukan keanggunan dan kematangan
“Syukurlah…biar saya ambil sekarang , permisi ya dik boleh saya masuk sebentar” ujarnya.
“Silakan ,Bu Marissa ,” kataku seraya melangkah masuk dikuti wanita cantik terpandang ini, mataku sempat melirik ke dada Mbak Marissa yang montok, membuat kembali terbayang kemulusan buah dada montok yang telanjang di dada akrtis cantik  ini saat kuintip seminggu lalu. 
Aku menelan ludah melihat dada Mbak Marissa yang tertutup jilbab putih itu, terlihat begitu montok menggiurkan. jadi penasaran untuk segera meremasnya...
“Tuh..masih Faiz masih tidur” kataku sambil menunjuk Faiz yang tengah lelap di atas tempat tidurku..
Sesaat wajah cantik Mbak Marissa Haque tampak sumringah melihat keponakannya itu lelap dalam tidurnya.

“Mungkin saya nitip Faiz dulu ya dik..kasian kayaknya dia lelap sekali tidurnya,nanti sore aku suruh si inem ambil kemari..”ujar Marissa Haque
Aku tersenyum mengangguk, tapi sedetik kemudian aku ingat aku harus membeli kabel buat komputerku.
“Nggak papa bu Icha...,tapi sebentar aku mau pergi beli kabel, boleh aku minta bu Marissa tunggu disini dulu sebentar ?” tanyaku
”sampai aku kembali”... ujarku memberanikan diriku.
Tak disangka artis cantik itu tersenyum lantas mengangguk, namun wajah cantiknya tampak kuyu letih.
“Mm..Bu Marissa kayaknya letih yah.. Biar aku buatkan minum buat Bu Marissa sebentar, saya jadi surprise karena Bu Marissa sudi berkunjung ke kamar saya.  Jarang-jarang tamu kemari ini, apalagi seorang akrtis seperti bu Marissa berkunjung,” kataku spontan.
Wajah cantik  itu tersenyum dengan mata indah nya yang berbinar


“Terserah adik..saya sih memang haus...” ujarnya ramah
Tak berapa lama kemudian, aku mengambil sebuah gelas yang aku tuangi dengan syrup ABC jeruk serta air dingin dari kulkas.

Ketika aku tengah mengaduk minuman untuk Mbak Marissa, mataku menangkap beberapa bahan kimiawi praktikum di mejaku. Aku tahu beberapa bahan kimia itu mempunyai efek sebagai obat tidur. Sesaat aku merasa bimbang ketika timbul keinginanku untuk mencampur minuman untuk Marissa Haque dengan bahan kimiawi tersebut. Aku berhenti mengaduk, mataku melirik Mbak Marissa yang tengah duduk di karpet ruang tamu sambil membaca sebuah majalah komputer milikku.

Wajah cantik yang terbalut jilbab itu begitu mempesona, apalagi ketika kulihat ternyata ujung pakaiannya agak tertarik ke atas tanpa di sadarinya ,membuat salah satu betisnya terlihat nyaris separuhnya. betis yang terlihat nyaris separuh itu terlihat begitu indah..dan keindahan apalagi ketika ujung jubah itu kian tertarik ke atas....tanpa sadar aku menelan ludah membayangkannya, apalagi ketika teringat keindahan buah dada Marissa Haque yang pernah kulihat telanjang,membuat otakku kian dipenuhi birahi terhadap wanita cantik yang kini duduk di karpet ruang tamu kost. Sepertinya Mbak Marissa Haque sering bertamu ke rumah Bapak kostku ini. Karena mereka sudah cukup lama bertetangga. Jadi terlihat tidak canggung.

Akhirnya tanpa ragu aku mencampurkan bahan kimia itu ke dalam minuman dingin untuk  Marissa Haque, cukup untuk membuat wanita ini terlelap.
“Silakan diminum Bu Marissa..aku pergi beli kabel sebentar..”kataku dengan dada berdebar-debar.
Marissa Haque tersenyum sambil mengucapkan terima kasih,namun dia terlihat agak gugup ketika tahu mataku tengah memperhatikan betisnyacyang tersingkap nyaris separuh itu.
 “Terima kasih dik..ngrepotin aja”kata Mbak Marissa sembari membenahi ujung jubahnya yang tertarik ke atas dengan sedikit tergesa, sehingga betis itu kembali tertutup. Aku tersenyum penuh arti ketika tangan Mbak Marissa membenahi ujung jubahnya dengan sedikit gugup dan wajah yang bersemu merah.

Beberapa saat kemudian kawasaki Ninja ku meluncur meninggalkan tempat kostku. Tak sampai 15 menit kemudian aku pun kembali. Jantungku berdegup kencang ketika aku memarkirkan sepeda motorku di teras,lantas aku membuka pintu dengan tergesa-gesa. 
Aku nyaris terlonjak dengan jantung berdegup kian kencang ketika mataku menatap ke ruang tamu kostku yang hanya berlapis karpet biru itu.Mataku terbelalak melihat Marissa Haque, seorang politikus cantik dan akrtis itu ternyata telah tergeletak pulas di atas karpet ruang tamu.

“He he he he..ternyata bahan kimia itu bekerja baik”kataku sambil mendekati tubuh Marissa Haque yang tergeletak pulas,sementara gelas minuman yang kuberikan untuknya terlihat kosong,tanpa setitik air di dalamnya.

Aku tersenyum penuh nafsu, memandang ibu cantik dan juga seorang selebriti yang menjadi  tetanggaku itu terlihat pulas terlentang di atas karpet ruang tamu kostku. 
Dengan jantung berdegup kian kencang aku menghampiri Marissa Haque,lantas berlutut di sampingnya. Mataku lekat menatap wajah  Marissa Haque ini.Wajah cantik berbalut jilbab itu kian terlihat cantik saat pulas tertidur membuatku kian bernafsu. 
Kemudian mataku menatap dadanya yang naik turun dengan teratur seiring nafasnya. Sepasang buah dada montok yang tertutup jilbab itu membuatku menelan ludah, sehingga sesaat kemudian tanganku terulur menjamahnya. Aku merasa bermimpi ketika tanganku dengan sedikit gemetar meraba-raba bukit montok di dada Marissa haque yg masih tertutup celana panjang model lebar itu.
“Ohh..montoknya”desisku dengan nafas mulai tersengal,lantas sedetik kemudian tanganku mulai meremas buah dada Marissa haque yang masih tertutup pakaian itu. Aku nyaris tak percaya kalau siang ini aku dapat meremas dada montok wanita setengah baya yang sering menjadi obyek fantasi jorokku itu

“Ohh..Mbak Marissaaaa…….!!”desahku ketika kemudian tanganku meremas remas sepasang payudara kenyal di dada ibu beranak dua ini. Semakin lama tanganku kian liar meremas buah dada Marissa haque membuat pakaian yang dikenakannya kusut tak karuan.


Tanganku kemudian menyingkapkan jilbab yang menutupi bagian dada nya itu ke atas. Aku tersenyum ketika aku melihat tiga kancing pada bagian atas baju terusan yang dipakai ibu muda ini. 

Tanganku terasa gemetar ketika jemariku meraih tiga buah kancing yang rapat itu, lantas mulai membukanya satu persatu. Perlahan-lahan kulit mulus di dada Marissa Haque yang putih mulai terlihat merangsang birahiku. Jakunku naik turun dengan dada yang berdegup kian kencang .

Birahiku kian liar bergolak, ketika tanganku semakin lebar menyingkap bagian atas Marissa Haque yang terbuka itu. Belahan payudara Marissa Haque membuatku kemaluanku kian mengeras dan mataku seakan tak berkedip melihat keindahan di dada wanita cantik ini. Mataku pun mulai melihat,tali BH warna krem yang milik Marissa Haque ,saat aku menyingkapkan semakin lebar bagian dada pakaian yang dipakai wanita ini. 

Kemudian baju terusan yang dipakai Marissa Haque aku tarik ke bawah sehingga bagian atasnya tertarik kebawah melewati pundaknya, maka tersembulah sepasang buah dada Marissa Haque yang  mulus menggiurkan. Buah dada  itu masih ketat terbungkus Bh warna krem yang dikenakan wanita ini.
“Ooohh.. Mbak Marissa…montoknya” desisku sambil menahan birahi yang kian menggelegak. Mataku liar melihat gundukan buah dada Marissa haque yang masih tertutup BH warna krem.

Kemudian dengan nafsu yang kian menggelegak,tanganku menarik cup BH itu ke atas yang membuat buah dada ibu cantik ini tak tertutup lagi.
“Glek..ohh..Mbak Marissaaa….”desahku menahan birahi melihat payudara Marissa haque yang kini telanjang didepannya. Payudara telanjang di dada wanita ini begitu indah bentuknya.Walaupun telah beranak dua , namun sepasang buah dadanya masih terlihat kencang. Kulit Marissa Haque yang putih mulus dan puting susu kecoklatan yang terlihat mulai tegak membuat buah dada wanita cantik  ini kian menggiurkan nafsuku.

Dengan gemetar tanganku mencoba menjamah buah dada ibu cantik  ini.Aku seakan tak percaya mampu menjamah payudara seorang Marissa Haque ,yang sehari-hari hanya dapat kukhayalkan sambil beronani. .Namun ketika tanganku merasakan kehangatan dan kekenyalan payudara Marissa Haque yang montok,tubuhku mengigil menahan birahi kian menggelegak. 
Kemudian dengan penuh nafsu tanganku mulai meremas-remas payudara montok yang telanjang itu. Sepasang payudara yang selama ini tersembunyi di balik pakaian rapat yang selalu dikenakan Marissa Haque  kali ini ada dalam remasanku yang kian liar,

“Mmm..Mbaak Marissaaaa…mmmm…”desisku sembari mempermainkan puting susu kecoklatan di dada Marissa Haque dengan jari-jariku. 

Aku merasakan puting susu ibu cantik yang aku pelintir ini kian terasa tegak dan mengeras.Nafasku memburu jalang,tubuhku menggigil menahan birahi menggelegak ketika tanganku bermain di dada telanjang wanita berjilbab ini. Beberapa lama aku meremas-remas buah dada Marissa Haque yang telanjang itu dengan tanganku , Sebelum aku mulai menjilati payudara wanita berjilbab itu dengan lidahku dan menciuminya penuh nafsu.

Aku merasakan sepasang buah dada Marissa Haque yang telanjang itu kian kencang mengeras ketika aku menciuminya dan menjilatinya,bahkan ketika aku mengulum puting susu yang kecoklatan itu aku sempat terkejut oleh rintihan dari mulut Marissa Haque .Aku menatap wajah Marissa Haque yang masih terbalut jilbab itu,namun aku lihat wajahnya masih lelap dalam tidurnya hanya bibirnya memang mulai mendesah dan mengerang.
“ohhh..Mbak Marissa mulai terangsang…”desisku melihat keadaan wanita ini.
Desahan yang keluar dari bibir Marissa Haque membuatku nafsu birahiku kian liar.Mulutku kian liar menciumi dan menjilati payudara telanjang didada politikus cantik ini. Puting susu yang kecoklatan itu aku kulum dan aku hisap dengan bibir dan mulutku,membuat desahan Marissa Haque kian sering terdengar.
Birahiku semakin terasa menggelegak jalang mendengar rintihan dan desahan wanita seyengah baya yang kurasa sudah lama tidak diberi kebutuhan biologis oleh suaminya ini.

Sempat terbayang beberapa hari lalu, Marissa Haque terlihat begitu anggun dengan jubah dan jilbabnya. Waktu itu aku hanya menelan ludah melihat tonjolan montok di dadanya itu. Namun saat ini,payudara politikus itu dapat aku nikmati sepuas birahiku.

Cukup lama aku memuaskan nafsuku pada kedua payudara montok Marissa Haque yang telanjang tanpa penutup itu. Aku melihat Marissa Haque semakin jalang mendesah dan merintih dalam tidurnya tiap kali aku menghisap dan menjilati dan menciumi kedua buah dadanya yang montok mengiurkan itu. Gila.....!! baru pertama kali ini aku melihat seorang artis yang terkenal alim merintih begitu jalang dan liar,oleh birahi yang mencengkeramnya.


Setelah aku puas dengan payudara Marissa Haque ,mataku beralih menatap bagian bawah tubuh politikus berjilbab ini. Aku melihat walapun beberapa kali, Marissa Haque  menggeliat dan mengejang menahan rangsangan birahi dariku, namun ujung celana longgar yang dikenakan Marissa Haque tidak sampai tersingkap, Bagian bawah Marissa Haque masih rapi tertutup celana longgar yang dipakainya sehingga hanya terlihat kakinya yang amat mulus.
Sesaat terbayang dalam benakku,rasa penasaranku selama ini yang membuatku ingin menyingkap  celana longgar yang dipakai Marissa Haque. Perlahan kemudian aku mendekati kaki Marissa Haque... dengan sedikit gemetar, tanganku terulur menyingkap ujung celana yang dipakai Marissa Haque. Jantungku berdegup kencang ketika mulai aku singkap ke atas, mataku mulai melihat sepasang betis Marissa Haque yang indah bentuknya. 

Tanganku semakin gemetar ketika ujung celana longgar itu aku singkap semakin ke atas menyusuri kaki Marissa Haque. Mataku kian membesar melihat ujung celana yang tengah aku tarik ke atas itu mulai melewati lutut wanita ini. Nafasku kian mendengus kasar menahan nafsu birahiku saat ujung celana itu aku singkap ke atas melewati kedua lututnya,dan mataku nyaris tak berkedip melihat keindahan yang terpampang dibalik jubah yang aku singkap semakin ke atas. Akhirnya ujung celana longgar yang semula rapat menutup tubuh ibu muda ini tersingkap hingga ke pangkal pahanya. Sepasang kaki mulus Marissa Haque terhampar indah di hadapanku kini.
“Ohh..Mbak Marissaaaa..”desisku dengan mata nyaris tak berkedip melihat pemandangan di depanku. Sepasang paha putih Marissa Haque yang telanjang itu tampak mulus menggiurkan. Paha putih mulus itu masih terlihat kencang dan bulat padat. 
Masih dengan perasaan menggigil, aku lepaskan pengai dan resleting celana longgar Marissa Haque itu dan perlahan kuturunkan celana itu kebawah hingga lepas dari kedua pahanya.
Kurasa tubuhku kian menggigil hebat menahan birahi, ketika mataku menatap pangkal paha Marissa Haque putih mulus. mataku melotot melihat kemontokan bukit kemaluan Marissa Haque yang tertutup celana dalam itu. 

Celana dalam berwarna krem berenda yang dipakai Marissa Haque termasuk tipis untuk menyembunyikan gundukan kemaluan politikus cantik ini sehingga mataku secara samar, mampu melihat bayangan bulu-bulu kemaluan dan belahan bibir kemaluan ibu cantik ini. 
Tubuhku gemetar melihat keindahan yang luar biasa ini dan batang kemaluanku terasa kian keras.
“Ohh..mbak Marissaaaa..Ohhh” desisku gemetar dengan mulut ternganga melihat keindahan di depan mataku. 
Terbayang kembali beberapa hari lalu,aku selalu melihat Marissa Haque adalah seorang wanita anggun, terhormat dan terlihat berwibawa berjilbab terlihat begitu alim. Beberapa menit yang lalu sebelum pulas terpengaruh oleh minuman dariku, Marissa Haque masih gugup dan terlihat malu ketika ujung jubahnya tersingkap yang hanya memperlihatkan separuh betisnya. 
Namun saat ini hampir tak kupercaya kalau aku telah melihat keindahan yang selama ini tersembunyi di balik jubah panjang Marissa Haque itu .

Aku menelan ludah berkali-kali dengan birahi kian menggelegak melihat pemandangan di depanku. Seorang Marissa Haque tergolek pulas dengan sepasang buah dada yang menyembul telanjang dan bagian bawah nya polos tersingkap hingga memperlihatkan kemulusan tubuh molek dan sepasang pahanya dan celana dalam yang masih dikenakannya. Tubuhku menggigil penuh birahi yang menggelegak melihat keindahan yang langka ini.

Marissa Haque masih terlihat pulas dalam pengaruh obat tidur yang kucampurkan dalam minuman untuknya. Kedua mata di wajah cantiknya yang terbalut jilbab masih tertutup dengan rapat, walaupun wanita ini sempat merintih dan mengerang saat kurangsang sepasang payudara di dadanya. Berulang kali aku menelan ludah sementara penisku sudah mengeras oleh desakan birahi melihat keadaan Marissa Haque  saat ini. 
Politikus cantik tetanggaku yang selama ini tak pernah kulihat kecuali wajah cantiknya dan telapak tangannya, saat ini kulihat setengah telanjang tergeletak di depanku. Pakaian tertutupnya beberapa menit lalu masih rapi menyembunyikan kemontokan dadanya, saat ini tersingkap ke atas pada bagian dadanya dan BH yang tersingkap,sehingga sepasang buah dada wanita beranak dua yang selama ini tersembunyi,terpampang menggiurkan tanpa penutup,.


Dengan birahi yang menggelegak,aku bergeser mendekati kaki  Marissa Haque  yang terbuka itu. Aku melihat sepasang betis yang indah. Aku sempat tersenyum teringat beberapa menit lalu, ketika Marissa Haque gugup terlihat separuh betisnya olehku karena jubah yang dipakainya tersingkap. 
Namun setelah wanita ini pulas dalam pengaruh obat tidurku,aku bukan hanya mampu melihat betisnya namun juga menjamahnya bahkan lebih.............
Telapak kaki Marissa Haque terlihat putih kemerahan, ketika tanganku meraihnya terasa halus di tanganku.Beberapa saat aku mengelusnya sebelum kemudian bibirku mulai menciumi telapak kaki yang bersih dan halus itu. Nafasku memburu kian cepat ketika dengan bernafsu aku menciumi dan menjilati telapak kaki wanita ini. Telapak kaki Marissa Haque yang halus itupun terlihat berkilat oleh bekas jilatanku yang liar.

Kemudian dengan penuh birahi,bibirku menyusuri kaki Marissa Haque semakin ke atas. Aku menciumi dan menjilati sepasang betis wanita  ini yang tak pernah kulihat sebelumnya karena selalu tertutup oleh pakaian panjangnya. Betis putih mulus yang indah dan ditumbuhi rambut-rambut halus itu terasa hangat di bibirku dan lidahku yang menjilatinya. 

Libidoku kian menggelegak saat bibir dan lidahku menciumi serta menjilati betis indah Marissa Haque yang tak pernah kulihat sebelumnya ini. Nafasku terengah-engah oleh desakan birahiku yang kian liar.

Saat bibir dan lidahku menciumi dan menjilati kemulusan betis Marissa Haque,tanganku menyusuri kaki wanita ini kian ke atas. Tanganku mengelus-elus paha mulus Marissa Haque yang telanjang dan bulat padat ini. Begitu halus, lembut dan hangat kulit Marissa Haque aku rasakan. 

Ketika menyentuh paha yang ditumbuhi bulu-bulu halus, aku merasakan kehangatan yang makin terasa mengalir ke telapak tangannya. Kemaluanku menjadi kian menegang keras dan membuat celanaku terasa sesak dan ketat. Jantungku makin berdegup kencang ketika aku meneruskan belaian tanganku makin jauh ke arah pangkal kaki wanita berjilbab yang mulus. 
Kulit tanganku merasakan hawa yang makin hangat dan lembab ketika tanganku makin jauh menggerayangi pangkal kaki Marissa Haque yang bak belalang itu. Gerakan tanganku terhenti ketika tanganku mulai menyentuh gundukan daging yang begitu lunak dan hangat,namun terasa masih terbungkus kain celana dalam.


Beberapa saat aku meraba-raba gundukan daging lunak hangat itu dan mengelus- elusnya,yang ternyata kembali membuat Marissa Haque merintih dan mengerang oleh rabaanku pada gundukan di selangkangannya. Bahkan semakin lama aku semakin gemas, sehingga kemaluan montok wanita yang masih terbungkus celana dalam itu bukan hanya aku elus- elus,namun tanganku lantas meremas-remasnya penuh nafsu.

Aku sempat melirik wajah Marissa Haque,ketika wanita cantik ini merintih bahkan tubuhnya menggeliat. Aku hanya menyeringai ketika aku melihat wanita ini tidak menunjukkan tanda-tanda sadar dari pengaruh obat tidurku. Akupun kembali menciumi dan menjilati kaki telanjang ibu muda yang tak pernah kulihat mulusnya saat sebelumnya.


Tanganku masih meremas-remas kemaluan montok di selangkangan Marissa Haque ketika aku menciumi dan menjilati sepasang paha mulusnya. Sepasang paha putih politikus cantik yang mulus itu terasa hangat di bibir dan lidahku membuatku semakin terangsang oleh birahi. Paha yang bulat indah dan ditumbuhi bulu-bulu halus itupun terlihat mengkilat oleh jilatan lidahku dan ciuman bibirku. 
Aku melihat Marissa Haque masih merintih- rintih dan tubuhnya menggeliat-geliat,bahkan kian lama rintihan wanita  itu kian terdengar jalang membuatku kian bernafsu.

Akhirnya ciuman dan jilatanku terhenti ketika bibirku telah merasakan lembab dan hangatnya pangkal paha Marissa Haque. Aku menghentikan remasanku pada gundukan kemaluan Marissa Haque yang masih tertutup celana dalam berwarna krem dengan morif renda-renda.Celana dalam yang dipakai ibu muda ini terlihat kusut karena remasan jari-jariku yang liar dan bernafsu. 
Dengan birahi yang menggelagak tanganku kini menarik celana dalam krem yang menutupi bagian tubuh Marissa Haque yang paling pribadi ini.Mataku seakan tak berkedip,ketika celana dalam yang dipakai Marissa Haque aku tarik ke bawah. 
Bermula dari tersembulnya rambut kemaluan yang cukup lebat dan hitam itu,aku terus menarik turun celana dalam itu. Dan aku seakan terpakau ketika aku menarik celana dalam itu kian ke bawah, hingga kain berbentuk segitiga itu sekarang terlepas melalui kedua kakinya. 
Belahan kemaluan artis cantik yang kemerahan itu pun tersembul begitu menggiurkan. Akhirnya sesaat kemudian bagian tubuh wanita yang paling tersembunyi inipun terpampang tanpa penutup di depanku.

Tubuhku mengigil oleh birahi melihat kemaluan telanjang Marissa Haque di depanku ini.Terbayang kembali di benakku ,akan sebuah hasrat yang menjadi angan-anganku selama ini untuk menyingkap pakaian Marissa Haque dan melihat keindahan di baliknya. Aku tak mengira bahwa keinginanku akan terwujud siang ini tanpa kesulitan sedikitpun.

Mataku lekat menatap kemaluan Marissa Haque yang ditumbuhi rambut cukup lebat namun terlihat rapi.Dengan libido semakin menggelagak,aku membuka kedua paha wanita  ini lantas aku membenamkan kepalaku diantara kedua paha putih mulus itu. Bibirku segera menciumi kemaluan artis lawas yang ditumbuhi rambut tipis itu.

Nafasku terengah-engah diantara kedua paha mulus Marissa Haque. Bibirku dengan bernafsu menciumi permukaan kemaluan politikus cantik ini dengan liar. Marissa Haque makin jalang merintih dan mengerang,tubuhnya menggeliat menahan rangsangan birahi di bagian tubuhnya yang paling rahasia itu. 
Lidahkupun bergantian menjilati permukaan kemaluan Marissa Haque sehingga rambut kemaluan Marissa Haque terlihat basah.
Sambil membelai-belai rambut dan menjilati yang mengitari kemaluan Marissa Haque, Aku menghirup-hirup aroma harum khas kemaluan dari kemaluan politikus cantik ini, lantas aku pun meneruskan dengan jilatan ke seluruh sudut selangkangan Marissa Haque.
Sehingga kini kemaluan wanita berjilbab di depanku basah oleh air liurku. Tangankupun membuka bibir kemaluan Marissa Haque lantas aku julurkan lidahku ke arah klitoris dan menggelitik bagian itu dengan ujung lidahku. Marissa Haque yang masih belum tersadar dari pengaruh obat tidurku makin jalang merintih dan tubuhnya makin kerap menggelinjang,ketika bagian kewanitaan yang paling sensitif ini aku jilati.

“ssshhh.. hhhh.. sshhh…” hanya terdengar suara desahan penuh nafsu dari bibir politikus cantik itu saat lidahku mencumbuinya vaginanya. 


Aku merasakan ada pijitan-pijitan lembut dari lubang vagina Marissa Haque yang membuat lidahku seperti dijepit-jepit. Makin lama lubang itu makin basah oleh cairan bening yang agak lengket yang terasa asin di lidahku. Tubuh Marissa Haque kini makin keras mengerang dan terengah-engah dalam tidurnya. Rupanya ia merasakan kenikmatan dalam mimpi, ketika kemaluannya aku ciumi dan aku jilati. Pinggulnya mulai menggelinjang dan kakinya ikut menggeliat.

Melihat tingkah Marissa Haque yang begitu merangsang menggairahkan,aku tak mampu menahan gelegak birahiku. Aku segera menurunkan celana training beserta celana dalamku,sehingga mencuatlah batang penisku yang besar dan panjang serta tegak mengeras kemerahan 
Perlahan-lahan kedua kaki Marissa haque kutarik melebar,sehingga kedua pahanya terpentang. Kedua lututku melebar di samping pinggul wanita cantik ini lantas tangan kananku menekan pada karpet, tepat disamping tangan Marissa Haque, sehingga sekarang aku berada dalam posisi setengah merangkak di atas wanita ini. Tangan kiriku memegang batang penisku. 

Perlahan-lahan kepala penisku kuletakkan pada belahan bibir kemaluan Marissa Haque yang telah basah itu. Kepala penisku yang besar itu kugosok-gosok dengan hati-hati pada bibir kemaluan wanita berjilbab tetanggaku ini.

Terdengar suara erangan perlahan dari mulut Marissa Haque dan badannya agak mengeliat, tapi matanya masih tetap tertutup. Akhirnya kutekan perlahan-lahan kepala kemaluanku membelah bibir kemaluan ibu politikus yang cantik ini.

Sekarang kepala kemaluanku terjepit di antara bibir kemaluan Marissa Haque . Dari mulut politikus cantik ini tetap terdengar suara mendesis perlahan, akan tetapi badannya kelihatan mulai gelisah,agaknya Marissa Haque mulai sadar. Aku tidak mau mengambil resiko, sebelum Marissa Haque sadar, aku sudah harus memasukkan penisku ke dalam kemaluan ibu politikus tetanggaku ini.

Dengan bantuan tangan kiriku yang terus membimbing penisku, kutekan perlahan-lahan tapi pasti pinggulku ke bawah, sehingga kepala penisku mulai menerobos ke dalam lubang kemaluan politikus cantik  ini. Kelihatan sejenak kedua paha Marissa Haque bergerak melebar, seakan-akan tak mampu menampung desakan penisku ke dalam lubang kemaluannya. Badannya tiba-tiba mulai bergetar menggeliat dan lantas kedua matanya mendadak terbuka, terbelalak bingung, memandangku yang sedang bertumpu di atasnya. Mulutnya terbuka seakan-akan dia siap untuk berteriak. 

Dengan cepat aku memagut bibir Marissa Haque untuk mendekap mulutnya agar jangan berteriak. Karena gerakanku yang tiba-tiba itu, posisi berat badanku tidak dapat kujaga lagi,akibatnya seluruh berat pinggulku langsung menekan ke bawah, sehingga tidak dapat dicegah lagi penisku menerobos masuk ke dalam lubang kemaluan Marissa Haque dengan cepat.



Badan Marissa Haque tersentak ke atas dan kedua pahanya mencoba untuk dirapatkan,sedangkan kedua tangannya terlihat refleks mendorong ke atas, menolak dadaku. Dari mulutnya keluar suara jeritan, tapi tertahan oleh bekapan bibirku yang melumat mulutnya.
“Aauuhhmm.. aauuhhmm.. hhmm..!” desahnya tidak jelas.Kemudian badannya mengeliat-geliat dengan hebat dan meronta-ronta, kelihatan Marissa Haque sangat kaget luar biasa melihatku tengah menindihnya. 


Meskipun Marissa Haque meronta-ronta hebat, akan tetapi bagian pinggulnya tidak dapat bergeser karena tertekan oleh pinggulku dengan rapat. Karena gerakan-gerakan politikus cantik ini dengan kedua kakinya yang meronta-ronta itu, penisku yang telah terbenam di dalam vagina Marissa Haque terasa dipelintir-pelintir dan seakan-akan dipijit-pijit oleh otot-otot dalam vagina ibu politikus cantik ini. Hal ini menimbulkan kenikmatan yang sukar dilukiskan.

Cukup lama politikus cantik ini meronta-ronta hebat sebelum akhirnya rontaan Marissa Haque ini mulai melemah .Nafasnya memburu dengan mata yang menyorot tajam ke arahku penuh kemarahan dan kebencian.Wajah yang cantik itu kini merah padam, Namun kemudian mata yang menyorot tajam itu terpejam,bahkan air matapun mengalir deras dari kedua matanya membasahi wajahnya. 
Aku tidak memperdulikan semua itu bahkan aku justru mulai menggerakan penisku yang terjepit dalam kemaluan Marissa Haque. Aku terus menggerak-gerakkan penisnya naik-turun perlahan didalam liang kemaluan ibu politikus cantik yang hangat itu. Liang itu berdenyut- denyut, seperti mau melumat kemaluanku. Rasanya nikmat luar biasa.Sembari terus menggerakan penisku naik turun,tanganku kembali menggerayangi payudara putih mulus yang sudah mengeras bertambah liat itu. Tanganku meremas perlahan, sambil sesekali memiijit-mijit bagian puting susu yang sudah mencuat ke atas. 
Beberapa menit kemudian aku melihat kian lama air mata dari mata Marissa Haque yang terpejam mulai menyusut bahkan kembali aku merasakan,wanita  ini mulai kembali terengah seperti sebelum tersadar dari pengaruh obat tidurku.

Dengan dada berdebaran melihat perubahan pada Marissa Haque,aku melepaskan lumatan bibirku pada mulutnya dan aku nyaris terpekik, ketika aku melepaskan bibirku dari mulut Politisi cantik itu. 
Ternyata mulut Marissa Haque tengah merintih dan mengerang,membuatku kian liar menggerakan penisku naik turun pada kemaluan ibu politikus cantik ini. Seakan aku baru menyadari kalau wanita setengah baya yang masih terlihat amat menggairahkan ini amat menikmati perlakuan yang tidak sepantasnya aku lakukan ini sehingga walapun mungkin hatinya menolak perlakuanku,namun tubuhnya tidak bisa menyembunyikan kenikmatan yang didapatnya. 
Bahkan semakin lama aku merasakan pinggul Marissa Haque ikut bergoyang mengikuti gerakan penisku yang naik turun dalam jepitan kemaluannya. Semakin lama rintihan Marissa Haque kian jalang dan tubuhnya pun menggelinjang merasakan nikmat yang lama tak di dapatinya walaupun matanya masih terpejam. Dan akupun merasakan semakin nikmat luar biasa yang memelintir penisku dalam vagina politikus cantik ini.

Cukup lama tubuhku naik turun menyetubuhi politikus cantik tetanggaku ini. Nafasku terengah disertai desahan kenikmatan di atas tubuh Marissa Haque yang juga merintih dan menggelinjang dengan jalang. Semakin lama aku semakin merasakan nikmat pada penisku sehingga beberapa menit kemudian aku merasakan hendak sampai ke puncak kenikmatanku. 
Dengan sepenuh tenaga aku menekan pinggulku kuat- kuat sehingga ujung penisku menyentuh dasar kemaluan Marissa Haque lalu dengan geram yang cukup keras aku menuntaskan kenikmatan luar biasa yang kurasakan saat penisku memuntahkan cairan hangat cukup banyak dalam liang kemaluan Marissa Haque.
Aku menggeram penuh kenikmatan..............
 “Ahhhhh..MbakMarisssaaa..Ahhhhhh..Enaaakk.” desahku tak karuan sambil memeluk Marissa Haque  erat-erat.Beberapa saat aku menikmati orgasmeku sebelum akhirnya aku lunglai di atas tubuh wanita setengah baya yang kesepian ini.


Nafasku terengah-engah letih namun aku merasakan kenikmatan yang luar biasa yang sulit terlukiskan. Baru sekejap aku lunglai,aku tersentak ketika aku merasakan tubuh Marissa Haque bergetar hebat,lantas tanpa aku duga tangannya memelukku kuat-kuat dan kedua pahanya melingkar memeluk pinggangku dengan ketat. 

Wanita yang sebelumnya dikenal alim dan istri yang setia ini meneguk kenikmatan ketika kurasakan penisku yang masih terjepit dalam kemaluannya terasa tersedot-sedot sebelum akhirnya terguyur cairan hangat yang membasahi batang penisku. .

 “Ahhh..sssahhhh…enaaaaak…a hhhhhhh”pekik Politikus cantik Marissa Haque  sambil memelukku tubuhku kuat-kuat. Rupanya wanita cantik ini telah sampai pada puncak kenikmatannya. Beberapa saat aku merasakan sang politikus ini dalam orgasme hingga akhirnya kedua tangannya yang semula memelukku terkulai lemas dan kedua kakinya yang semula menjepit pinggangku kembali tergolek lemas. Aku pun segera mencabut kemaluanku dan terlentang di sebelah Marissa Haque yang terpejam kenikmatan.

Beberapa saat suasana sunyi,hanya terdengar nafasku dan nafas Marissa Haque yang berangsur normal.Namun beberapa saat kemudian aku dikagetkan oleh Marissa Haque yang tiba-tiba menjerit histeris.Aku tergagap bangun dan kulihat wanita  ini duduk dengan menatapku penuh kebencian dan kemarahan,bibirnya terlihat gemetar dengan wajah yang merah padam. Tubuhnya pun terlihat menggigil hebat dengan nafas yang memburu.

“Kenapa bu Marissa?..bukankah Bu Marissa juga ikut menikmati??”ujarku sambil tersenyum penuh arti kepada wanita tetanggaku ini. Aku tak peduli bahwa dia seorang wanita terhormat dan disegani. Kehormatannya telah berhasil kurenggut dan dia terasa jelas menikmatinya. Mendadak semua ketakutanku buyar.
“Tidaaaaaaaaaaaak..!!!!!!!!”pekik Marissa Haque membuatku kaget.

Tapi belum sempat aku berkata kembali, tiba-tiba Marissa Haque  telah bangkit lantas membenahi jilbab dan pakaiannya dengan tergesa-gesa. Aku hanya mampu memandangnya ketika wanita cantik  itu kemudian berlari keluar dari rumahku.Wajah cantiknya terlihat merah padam,dan aku lihat air mata mengalir menyusuri pipinya.
Beberapa saat aku termangu-mangu memandang punggung tetanggaku itu , saat ibu cantik itu berlari keluar dari rumahku menuju rumahnya.Setelah wanita itu hilang dari pandanganku aku menyeringai puas..

“Ternyata aku tak hanya mampu melihat keindahan tubuh Marissa Haque ,bahkan aku juga mampu menikmatinya..hehehehe..”bisik ku sambil terkekeh puas.

Aku masih tenggelam dalam lamunanku ketika akhirnya aku dikagetkan suara Faiz yang rupanya bangun dari tidurnya di kamarku.
“Oom Faiz mau pulang ” katanya .
Aku tersenyum memandang keponakan Marissa Haque ini. .


“Ya hati-hati yah..salam buat bundamu.. bunda Marissa mu memang cantik,.. mulus,.. hebat dan luar biasa ya 'cah bagus …..hehehehehehe!!”kataku sambil terkekeh membuat bocah cilik ini terheran-heran.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar