Selasa, 27 Desember 2016

Tante Ida Tetanggaku Yang Menggairahkan IV


Aku dan Tante Ida tertidur pulas berdua di hotel . tubuh telanjang kami hanya ditutupi oleh selimut karena AC hotel yang dingin, beliau begitu nyenyak tidur di pelukanku, tanpa sempat kami membersihkan badan masing masing. Kenikmatan yang kudapat tadi membuat ku malas bergerak.. masih terbayang dalam benak ku saat Tante Ida menggenjotku dari atas dengan erotis dan liar.

Sudah cukup kurasa beristirahat, aku bangun dari tidur dan masih mendapati Tante Ida terlelap dan memelukku disampingku. Matanya masih tertutup, namun seperti nya dia sudah bangun, tapi malas malasan, sama seperti ku..

“ Bryannn…” ujarnya masih dengan mata terpejam
“ ya  nte… saya mau ke kamar kecil dulu ya..” ujarku sambil beranjak dari ranjang

Tante Ida membuka mata nya sedikit dan memandangku sejenak, kemudian kembali menutup bandannya dengan selimut. 


Aku berjalan menuju toilet, kulihat Handphoneku yang terletak di meja kecil. Handphone memang sengaja kubikin dengan mode silent, agar suara ringtone nya tidak menggangu ku saat bercinta dengan Tante Ida tadi.

Saat kubuka Hanphone ku, ternyata ada banyak miscall, terutama dari Buk Endang! Dosenku dan juga selingkuhanku itu. Kulihat sebentar ke ranjang Tante Ida masih tertidur pulas. Aku pun membawa handphone ke kamar mandi hotel lalu mengunci pintu.

Setelah itu aku menghubungi nomor Buk Endang dalam kamar mandi dan tersambung

“ Bryaann… kamu dimana? Saya telepon berkali kali kok nggak diangkat lagi dimana sih kamu? Ujar Buk Endang mencecar ku dengan pertanyaan dari seberang sana

“ Pas di kampus tadi saya baru sadar Handphone saya ketinggalan di rumah Buk.. ini baru saya ambil? Ujarku mencari alasan

“ jadi sekarang kamu di rumah kamu? Kok lama banget ngambil handphone nya? Selidiknya lagi
“ iya.. sebelumnya saya masuk kelas tadi? “ ujarku ngeles
“ kamu… nggak sedang sama si Tuti Khairani itu kan? Selidiknya penuh curiga
“ nggak..! “ jawabku tegas
“ gak percaya banget sih… kumat deh jelouse nya..” goda ku sambil terus mencoba membuatnya percaya
“ ya udah… saya percaya .. soalnya pas tadi  saya nelpon kamu saya liat kok si Tuti Khairani di kampus” ujarnya terdengar menghela nafas
“ nah kan… ngapain saya bohong sih say..” godaku terkekeh disambut suara tertawa kecil Buk Endang
“ Ibu sendiri lagi dimana?” tanyaku
“masih di kampus lah.. tapi sudah mau pulang..kan sudah jam 3 lewat” ujarnya, aku sendiri baru sadar kalau siang sudah mau berganti sore karena keenakan tidur
“ tadi saya mau ketemu kamu Bryan.. makanya saya telepon telpon kamu..” ujarnya dengan nada manja
“ kangen digituin ya..? godaku. Terdengar Buk Endang suara terkekeh di telepon
“ iya…” ujarnya lagi

Mendengar kegenitannya timbul fikiran kotorku… bagaimana caranya bisa merealisasikan aku melakukan threesome dengan dua orang wanita setengah baya yang sedang jablay ini… seru juga jika seandainya mereka berdua kutiduri seranjang bertiga. Sebuah sensasi yang indah dan membuatku ingin segera merencanakannya

“ Ibu nanti malam kemana? “ tanyaku
“ di rumah saja… saya nggak bilang sama Mas Dibyo kalau ada acara keluar.. kamu sih lama angkat telpon …kalau dari tadi kamu bilang mungkin saya bisa bikin alasan sama suami dan anak saya mau seminar apa gitu..? “ tuturnya sedikit kecewa
“ Hmm.. gitu pula ya..” gumamku

“ kalau besok bisa sih Bry… kita pergi dari pagi saja..” ujar Buk Endang menawarkan
Aku berfikir sejenak, rencananya aku mau mengabiskan mala mini bersama Tante Ida, rencana nya kalau Buk Endang mau, aku minta beliau datang ke kamar hotel sekitar jam 10 malam… tapi nggak mungkin rasanya… perkiraanku pagi pun aku dan Tante Ida kemungkinan pasti tidur karena kecapekan

“ gimana Bry… ?” suara Buk Endang membuyarkan lamunanku
“ gini aja say… rencananya besok itu aku mau bikin surprise… pokok nya sesuatu yang belum pernah kita lakukan lah…” ujarku hati hati mengatakannya
“ surprise apa tuh..?” ujarnya terdengar penasaran
“ ada deh… pokoknya besok sepulang kampus  saya telepon Ibu deh..  Nah, kalau sudah saya telepon, Ibu langsung aja menuju ke rumah saya sendiri” ujarku lagi
“ jadi saya sendirian ke rumah kamu?” ujarnya seperti kurang mengerti
“ Iyaaa sayangg… kalau kita berdua dari kampus ke rumah saya itu namanya bukan surprise.. lagian ibu kayak nggak pernah ke rumah saya sendirian aja.” Ujarku menambahkan agar beliau makin penasaran
“ jadi penasaran saya..” ujar Buk Endang
“ asal jangan mati penasaran aja say… pokok nya new experience lah.. saya berikan ..” ujarku makin membuatnya penasaran
“ kalau saya mati kamu senang ya…?” rajuknya
“ kan saya bilang mati penasaran… emang ada orang mati karena penasaran..?” ujarku lagi
“ iya deh sayang… besok saya tunggu telpon kamu ya… jangan kelamaan ya..??” ujarnya genit
“ pasti Buk Endang sayang,… kiss nya dulu dong  ?” godaku menyenangkan hatinya
“ muacch,,” terdengar suara Buk Endang mengecup ku dari handphone dan menutup nya

Aku hanya tertawa kecil membayangkan kelakuan Buk Endang yang memang seperti anak ABG aja.. tapi Buk Endang adalah salah satu wanita paruh baya yang membuatku puas bercinta karena pengalamannya yang amat  pandai memuaskan pasangannya di ranjang.
Aku meletakan handphone di wastafel kamar mandi , membasuh muka dan membersihkan selangkanganku dengan sabun. Setelah itu aku keluar dari kamar mandi dan mendapati Tante Ida masih tidur dengan tubuh terbungkus selimut. 

Kuperhatikan sejenak wanita itu, wajah cantiknya nampak terpejam pulas menikmati senggamanya. Birahi sex Tante Ida ternyata cukup tinggi, aku sudah dapat caranya, yakni harus dipancing dulu dengan sentuhan sentuhan foreplay … hingga dia benar benar terangsang  barulah Tante Ida seperti kerasukan … berbeda dengan sikapnya yang malu malu, kalau sudah dilanda rangsangan sexual maka Tante Ida lebih liar dan eksplosif dalam bercinta. Apalagi saat mabuk karena kebanyakan minuman beralkohol, seperti saat pertama aku menikmati tubuhnya di rumahku. Beliau lupa daratan, dan begitu haus akan sex..

Aku naik ke ranjang dan mendekati tubuh molek yang tertidur pulas itu, pelan pelan kuciumi wajahnya . Tante Ida tampak menggeliat kecil, masih malas malasan bangun. Lalu perlahan kutarik selimut nya kebawah hingga sampai ke dada, Tante Ida terbangun dan melihat ku sudah berada di atas nya.

Tante Ida hanya tertawa kecil menatapku mencoba melepaskan selimut itu, sempat ditahannya dengan tangannya, namun aku terus menarik nya kebawah hingga dia mengalah dan membiarkanku melepaskan selimut yang menutupi tubuh bugil nya

“ nakal kamu ..” ujarnya tertawa kecil dan menatapku mata terbinar

Aku hanya melemparkan senyum dan sekarang tubuh Tante Ida kembali telanjang di hadapanku
“ Dingin Bry… “ ujarnya menutup badan dengan tangannya sambil menggigil kedinginan
“ mau saya panaskan Tante..? “ godaku disambut senyuman manis Tante Ida..

Aku berada diatas tubuh molek nan putih Tante Ida, kedua tanganku bertumpu diatas kasur. Aku mulai mendekatkan wajahku untuk mencumbu lehernya. Tampak Tante Ida mengadahkan lehernya seolah mempersilahkanku untuk menciuminya

“ Hhhhh…” desah nafas Tante Ida.. kuluhat bulu roma di kulut putih mulus Tante Ida berdiri karena kegelian

Aku terus mengecup lehernya dengan cara berpindah pindah kiri dan kanan, setelah puas aku telusuri ke bagian bawah dengan lidahku, ke arah dadanya lalu tiba diantara belahan buah dadanya… disana aku benamkan wajahku diantara buah dadanya dan terus mengecup ngecupnya,

Tubuh Tante Ida mulai bergerak gelisah, terdengar beliau mendesah menyebut nyebut namaku. Kulanjutkan dengan ciuman ke buah dadanya kiri dan kanan berulang ulang dan sesekali kujilati  putting nenen nya. Kulihat kedua susu Tante Ida mulai mengeras, pertanda gairahnya sudah bangkit. Cukup lama lidahku bermain pada kedua payudara.

Tante Ida mengerang pelan saat kuhisap dalam dalam putting susu nya yang indah itu. Tangannya sekarang berada ke kepalaku dan meremas remas rambut bagian belakangku
“ Ohhh.. bryann.. say..annngg…. Ohh… Nikmat nya sayaaangg..hh… uhhhh….” Desah Tante Ida megap megap
Aku terus menjilatinya sampai ke bagian bawah payudaranya. Lalu kulumat buah dada Tante Ida dalam mulutku, kuhisap dan kukenyot bergantian. Tante Ida kembali terdengar merintih rintih kenikmatan… Lalu setelah puas mengerjai buah dadanya, lidah ku pun turuh kebawah dan menciumi perut dan pinggangnya secara bergantian.

Kurasa tubuh mulus Tante Ida mulai bergerak liar karena kegelian kedua kakinya tampak mengacak acak kasur , tubuh nya menggelinyang hebat saat lidah ku berada di udelnya. Disana kujilati udelnya sampai basah dengan ludahku...

“ Bryyyaan..hhh… geliiii sayaa.. angggg…?? Ouuhhh..Ouuhhhh… “ desah nya sambil menggelinyang gelisah

Puas disana, aku menghentikan aksi ku dan kembali aku tumpukan kedua lututku di kasur. Kutatap wajah Tante Ida yang memerah itu, nafasnya naik turun mendesah tak teratur . Tante Ida menatapku seperti sudah Mupeng..
Aku bentangkan tangannya keatas dan kukunci dengan cara menekan kedua tapak tanganku dengan kedua tanganku pada kasur.

Tante Ida menatapku pasrah, dan kurasa kedua pahanya sudah melingkari pinggangku. Tampak wajah cantik itu sudah merelakan tubuh indahnya itu untuk kusetubuhi

 “ lepasin dulu tangan saya bry..” pinta Tante Ida lirih

Aku pun melepaskan kedua tanganku yang semula mengunci kedua tangannya. Lalu kurasa kedua tangan Tante Ida memeluk pinggangku dan membantu melepaskan handuk yang masih menutupi bagian pinggang kebawah dengan batuan tangan dan kedua kaki nya

Sekarang tubuhku sudah tidak mengenakan sehelai benang pun, tangan Tante Ida menggenggam batang penisku yang sudah tegak menjulang sedari tadi 

Lalu pelan pelan mulai kupasang kuda kuda,  kusejajarkan batang penisku pada lobang vagina Tante Ida . Sementara tangan Tante Ida yang menggenggam batang penisku sudah diarahkannya menuju lobang senggamanya yang sudah dibuka nya . Lobang yang menganga indah itu  tampak sudah siap menyambut kedatangan penisku untuk memasuki lobang itu
Dengan hati hati kudorong pinggulku kebawah dan mengarahkan penisku untuk masuk dalam belahan vagina Tante Ida

“ uuhhh…” desah Tante Ida menggigiti bibir saat kepala rudalku bersentuhan dengan bibir vagina nya. Kedua pinggul Tante Ida tampak sudah memutar mutar pertanda dia tidak sabar merasakan batang penisku masuk ke dalam liang vagina nya.

Pelan pelan kutekan penisku kebawah.. mencoba memasukannya kedalam lobang kawin Tante Ida yang sudah menganga indah itu,

“ Ooouuuuuuhhhhh…!!!!!” desah Tante Ida meringis saat penisku mulai menyeruak masuk dalam lobang kawinnya.

“ pelan pelan dorong nya Bry…. Uuuhhhh…??” sambungnya saat kudorong penisku masuk.

Kurasakan lobang vagina Tante Ida berdenyut kuat, mencengkram batang penisku yang berada didalam sana. Setelah terasa pas masuk kepala dan batang …

“ Blesssss…” diiringi jeritan khas Tante Ida penisku amblas di dalam vagina nya

" Uuuuuuhhh..???!!!" 

Tante Ida memejamkan mata dan merintih menahan kenikmatan yang menderanya saat kejantanaku sudah berada di dalam black hole nya. Begitu juga dengan ku yang meringis merasakan nikmatnya remasan dan jepitan dinding vagina Tante Ida

“ Ouuh.... Go..goyang Bry… Uuuhh… Uuhhh..” desah Tante Ida mulai menggoyangkan pinggulnya berlawanan dengan gerakan penisku yang mengenjot vagina nya maju mundur, Tante Ida menggerakan pinggulnya dengan gerakan memutar hingga penisku serasa diaduk aduk oleh labia mayora nya
“ Iiihh.. ya… Tann.. teeee…” balasku

Segera kuangkat pinggul ku dan terus menusuk ke bagian lebih dalam dari lobang kawin Tante Ida dengan penetrasi pelan. Kedua tangan Tangan Tante Ida serasa memeluk punggungku, dan kulihat Tante Ida membuka lipatan pahanya selebar lebarnya hingga memudahkanku untuk menggejot nya dari atas

“ Uuhh.. Uhhh.. Ouuhhh… Ahhhh…Oohhhh..” desah kami bersamaan menikmati persetubuhan ini.

 Aku terus menghujamkan penis ku keluar masuk vagina Tante Ida , dan tak mau kalah beliau pun mengimbangi genjotan ku dengan cara memutar mutarkan pinggulnya dengan arah berlawan hingga menimbulkan rasa yang nikmat sekali. 
Terasa nikmat saat penisku diobok obok dari dalam oleh dinding vagina Tante Ida yang menjepit itu.

“ Ooohh… nikmatnya Bry… oouuhhh… Ouuuhh… my God…” desah Tante sambil terus memutar mutar pantatnya dengan gerakan yang amat erotis

Tante Ida tampak makin bersemangat, lama kelamaan gerakan pinggulnya makin cepat.. membuat gerakan memutar, hingga batang penisku serasa di pelintir oleh lobang kawinnya

Tak lama kemudian Tante Ida memperlambat goyangannya, lalu beliau menggeser badannya hingga sekarang punggungnya tersandar pada sandaran kepala ranjang, aku pun secara reflek mengikuti nya karena penisku masih terbenam dalam black hole nya.

“ ayo genjot lagi Tante Bryy….” Ajak Tante Ida padaku. 

Melihat posisi nya yang makin terbuka itu, aku kangkang kan kedua paha Tante Ida dengan tanganku. Kedua pahanya itu kupegangi oleh kedua tanganku dan kusandarkan kedua pahanya itu pada bahuku hingga pinggulku lebih leluasa membenamkan penis ku hingga ke bagian terdalam

Tante Ida meringis saat kembali kutekan penisku masuk ke dalam, selanjutnya dengan posisi pahanya tergayut di kedua bahuku, kembali aku genjot lobang kawin Tante Ida kali ini dengan penetrasi cepat

“ Ouuuhh… enn aakk nya Bryy… ouuh.. teruss.. terusss… Bry... Ouhhh…nikmatnyaaa..??!!” desah Tante Ida saat penisku menggempur vaginanya dengan gerakan cepat. Tubuh Tante Ida terhentak hentak karena gerakan ku yang terus menggenjotnya tanpa ampun.

Tante Ida merentangkan kedua tangannya dan meremas sprei kasur menahan kenikmatan yang kuberikan padanya. Kulihat dari pandanganku matanya terpejam dan tubuh bahenol itu tersentak sentak oleh genjotanku yang menyetubuhi nya dengan penetrasi kencang

Tampak sekali beliau begitu menikmati cara ku menggagahinya lobang kawinnya yang terasa amat legit itu dengan buas.

Selama beberapa menit aku terus menggempur vagina Tante Ida diiringi jeritan jeritan kenikmatan yang terdengar dari suara Tante Ida.

“ Bryaann.. Ouuuh.... Bryaann… ouuhh… saya hampir keluaaarr.!! Terusss.. Ouuhh.. nikmatnya.. Teruss Bry… Terusssss….Uuhh.. Eghhh..!!!”

Mendengar itu aku makin mempercepat genjotan ku , dengan buas kuhujamkan sedalam dalam penisku dalam lobang kawinnya.  cairan nafsu yang keluar dari dinding vagina Tante Ida memudahkan penisku keluar masuk rongga vaginanya yang terasa sudah lapang akibat sodokan penisku

Tante Ida tampak gelisah… kepalanya menggeleng ke arah kanan dan kiri, tubuh putih itu  menggelinyang liar sampai akhirnya kulihat matanya melotot dan menjerit panjang

“ Oohh… Oohhh...nooo..!!! .. Ouuuuuuuuuuuhhhh….!!!!!” Jerit Tante Ida panjang bagai kuda betina yang meringkik menggelepar menjemput orgasmenya

Aku menekan pinggulku sedalam dalam nya pada lobang vagina nya, dan sejenak membiarkan Tante Ida menikmati orgasme nya..

Tante Ida tampak mengatur nafasnya,  matanya terpejam menikmati senggamanya

Aku membiarkan Tante Ida mengatur nafas terlebih dahulu. Kutatap wajah cantik itu kepayahan mengatur nafas. Lalu kuletakan lagi sepasang paha Tante Ida yang semula tersadar di bahuku kembali ranjang, hingga posisi kaki nya kembali terkangkang

" udah ngencrot ya nte.." godaku sambil mengatur nafasku
“ aduuh... enak banget Bry…  sampai klepek klepek tante kamu buat..” ujar Tante Ida menatapku dengan wajah penuh kepuasan tiada terkira
“ Duuhh.. punyamu itu masih aja bangun didalam ya bry… kerasss banget !!!” sambung Tante Ida ngos ngosan mengatur nafasnya
“ Iya.. saya kan belum nembak nte..” ujarku menatapnya dengan penis masih besarang dalam vaginanya

“  bry.. gaya apa sih yang bisa membuatmu cepat keluar? Tanya Tante Ida padaku
“ doggie style nte… nungging..” ujarku mantap
“ ba.. baiklah..” ujar Tante Ida pendek, 

" geser dikit kebawah ya.." ujar Tante Ida. 

Segera saja Tante Ida menurunkan tubuhnya yang semula tersandar pada bagian atas tempat tidur hingga kepalanya kembali tersandar pada bantal. Otomatis posisi tubuhku  pun menuruti posisi Tante Ida dikarenakan penisku yang masih bersarang disana.

Kemudian dengan susah payah Tante Ida membalikan tubuhnya kesamping, dengan penisku yang tegak itu masih tertancap hingga kemudian posisi Tante Ida menjadi memunggungiku.

Tante Ida kemudian mengangkat pinggulnya keatas dengan kedua lututnya bertumpu di kasur. Aku pun membantu mengangkat pinggul Tante Ida hingga sekarang posisi tubuh indahnya menjadi menungging, pantatnya naik keatas sementara kepalanya masih tersadar di kasur.
“ uuuhh…” desahku merasakan sekarang penisku dijepit oleh kemaluan Tante Ida, posisi nya yang menungging membuat batang kejantananku semakin terjepit oleh dinding vaginanya

“ saya goyang ya ntee..” ujarku.. tanpa menunggu jawaban aku kembali menggenjot lobang kawin Tante Ida, kali dari belakang dengan posisi doggie style..

" Uuugghhh,,!!!" jerit Tante Ida tertahan saat pinggulku mulai menghentak tubuhnya dari belakang
Aku amat menikmati posisi ini, karena penisku terasa dijepit dari dalam oleh vagina Tante Ida. Perlahan aku maju mundurkan pinggulku hingga tubuh bahenol Tante Ida ikut tersentak sentak.

Sayup sayup kudengar rintihan rintihan kecil dari mulut beliau seiring dengan irama genjotanku. Kedua tanganku meremas kedua pantat montok Tante Ida sambil sesekali menamparnya karena gemas, lalu kuusap punggung nya yang putih mulus itu berkali kali dengan tanganku
" Oohh.. Tanteee... Uuugghhh... Mmhh..,, Heehhh..." desahku terus berpacu menggempur lobang vagina Tante Ida dari belakang
 Tante Ida memiringkan posisi kepalanya dan menyandarkan kepalanya ke dasar kasur, beliau tak banyak melakukan penetrasi, hanya pasrah menerima sodokan penisku yang terus menggenjotnya, sesekali hanya terdengar desahan nafasnya yang lirih 

Setelah beberapa saat kugagahi Tante Ida dengan posisi doggie style , serasa mulai ada yang mau keluar dari seluruh persendian tubuhku dan bermuara pada kepala penisku..

“ Tan.. teeeee… Ooohh.. Tanteee.... saya.. mau.. nembaakk,,..!!!” ujarku sambil mempercepat sodokan penisku dalam vaginanya

Melihat aku sudah mau mencapai orgasmen, Tante Ida menggoyangkan pantatnya dengan cara memutar mutarkan pantat bulatnya itu dengan gerakan cepat hingga penisku terasa mengebor lobang kawinnya itu dari belakang

“ Bryyyy. oohh… tancapkan semuanya bryyy.. sampai menttoookkk…. oooooohhh!!!” Jerit Tante Ida histeris saat merasakan semburan pertama pejuku muncrat

“ Tanteeeeeeee…hhhhhhhh.!!!!” Jerit ku panjang saat kurasa spermaku muncrat begitu banyak dalam rahim si cantik Tante Ida…

“ Ooouuuuuuuuuhhhhhhh…..!!!!” jerit Tante Ida bersamaan saat hangatnya sperma ku memenuhi rahimnya.


Aku menekan pinggulku sedalam dalamnya pada vagina Tante Ida, badanku mulai agak membungkuk dan tanganku mencari sepasang payudara Tante Ida dan meremasnya kuat kuat dari belakang

Aku begidik dan tubuhku terasa bergetar saat memuntahkan tembakan terakhir spremaku. Aku memejamkan mata menikmati ejakulasi barusan.. terasa sukma ku melayang dan fikiranku terasa lapang.

Selanjutnya aku memeluk tubuh molek Tante Ida dari belakang dan mendiamkan beberapa saat sambil mengatur nafasku. 

Setelah kurasakan penisku lunglai kucabut segera dari dalam vagina Tante Ida lalu aku hempaskan tubuhku di ranjang dan berada di samping Tante Ida yang masih berposisi menelungkup namun pantatnya pun sudah diturunkannya hingga terlungkup di ranjang

“ enak nte..? “ tanyaku dengan nafas yang masih ngos ngosan

Tante Ida membalikan badannya berhadap hadapan denganku, dia hanya tersenyum dan tangannya membelai rambutku

“ kamu benar benar hebat bry.. tante puaaass… sekallliiiii.. gak pernah tante bercinta sepuas ini sayang..” ungkapnya

Aku tersenyum dan menciumi keningnya...

“ I love nte.. bagiku tante perfect .. ” ujarku menatap wajah cantiknya lekat lekat, seolah tak mau kupelaskan saja tetangga ku yang bohay ini. 

Aku amat menikmati bercinta dengan nya, hasrat ku selama ini ingin bercinta terwujud juga. Kali pertama mungkin dia mau bercinta karena pengaruh minuman alcohol, kali kedua karena kuperkosa, kali ketiga ini.. kami melakukannya dengan cinta dan gairah.. tanpa paksaan dan sama sama mencari kepuasan dahaga dalam urusan bercinta.

Kami menikmati suasana romantic itu sejenak, setelah cukup tenaga aku bangkit dari tempat tidur dan mencari rokok lalu menyalakannya.

“ rokok nte? “ tawarku memberikan padanya bungkus rokok
“ boleh..” ujarnya beringsut duduk di ranjang. Aku memberikan korek dan Tante Ida pun menyalakan rokok. Aku tak menyangka beliau mau juga merokok…
“ malam ini tante mau pulang? “ tanyaku sambil menghisap rokok

Tante Ida tampak diam dan berfikir, disihapnya rokok dalam dalam



“ Tante sih terserah kamu aja Bryan.. sementara ini tante gak tau mau kemana, pengennya sih tante kamu ajak minum seperti minuman yang kamu kasih di rumah kamu kemaren..” tuturnya sambil menatapku manja

“ tante mau…? “ ujarku tak percaya, disambut anggukannya yang meyakinkanku
“ atau kalau nggak malam ini kita clubbing aja di pub hotel.. kan disini ada pub nya.. kita happy happy berdua sambil minum minum dengerin DJ” ujarku terbinar
“ Boleh.. boleh… kalau gitu tante mau bry..” ujar Tante Ida bersemangat

Kami mulai mengatur rencana.. aku hanya membawa pakaian yang kukenakan. Sementara Tante Ida membawa beberapa, mungkin tadi dia memang sudah berencana menginap atau ikut aku hingga dia membawa beberapa pakaian dan dalaman dalam tas nya.

“ Tante saya tinggal disini aja sebentar ya.. saya mau pulang  ganti pakaian dan bawa pakaian untuk clubbing nanti malam.. sambil Tante istirahat dan mandi..” ujarku

“ tapi pakaian yang saya bawa pakaian biasa aja Bryan.. kalau clubbing kan gak seru kalau gak pake gaun..” ujarnya terkekeh.. ternyata mantan anak dugem juga nih tante tante.. bathinku

“ kalau tante ikut aku nanti kelamaan… tante gak bisa istirahat lagi.. sekarang aja udah mau jam lima” ujarku menunjuk jam di kamar
“ tante pake aja gaun yang tadi tante kenakan.. tante cantik kok saat mengenakannya… saya aja sampai kaget.. tante begitu cantik hari ini..” rayuku disambut tertawa manis Tante Ida
“ beneran saya cantik dengan gaun itu? “ godanya memastikan
“ beneran… seksi lagi..” ujarku
“ ya sudah.. jadi kamu mau pulang ke rumah dulu? Nggak apa apa.. ya sudah … saya mau mandi dan istirahat saja disini dulu” pungkasnya

Setelah membuat kesepakatan, aku pun membersihkan tubuh di kamar mandi lalu kembali berpakaian .

Aku pun pamit mencium pipi Tante Ida dan meninggalkan kamar hotel menuju rumah




To Be Continiue…..












Tidak ada komentar:

Posting Komentar