Aku dan Tante Ida tertidur pulas berdua di
hotel . tubuh telanjang kami hanya ditutupi oleh selimut karena AC hotel yang
dingin, beliau begitu nyenyak tidur di pelukanku, tanpa sempat kami
membersihkan badan masing masing. Kenikmatan yang kudapat tadi membuat ku malas
bergerak.. masih terbayang dalam benak ku saat Tante Ida menggenjotku dari atas
dengan erotis dan liar.
Sudah cukup kurasa beristirahat, aku bangun
dari tidur dan masih mendapati Tante Ida terlelap dan memelukku disampingku.
Matanya masih tertutup, namun seperti nya dia sudah bangun, tapi malas malasan,
sama seperti ku..
“ Bryannn…” ujarnya masih dengan mata
terpejam
“ ya
nte… saya mau ke kamar kecil dulu ya..” ujarku sambil beranjak dari
ranjang
Tante Ida membuka mata nya sedikit dan memandangku
sejenak, kemudian kembali menutup bandannya dengan selimut.
Aku berjalan menuju toilet, kulihat Handphoneku yang terletak di meja kecil. Handphone memang sengaja kubikin dengan mode silent, agar suara ringtone nya tidak menggangu ku saat bercinta dengan Tante Ida tadi.
Aku berjalan menuju toilet, kulihat Handphoneku yang terletak di meja kecil. Handphone memang sengaja kubikin dengan mode silent, agar suara ringtone nya tidak menggangu ku saat bercinta dengan Tante Ida tadi.
Saat kubuka Hanphone ku, ternyata ada banyak
miscall, terutama dari Buk Endang! Dosenku dan juga selingkuhanku itu. Kulihat
sebentar ke ranjang Tante Ida masih tertidur pulas. Aku pun membawa handphone
ke kamar mandi hotel lalu mengunci pintu.
Setelah itu aku menghubungi nomor Buk Endang
dalam kamar mandi dan tersambung
“ Bryaann… kamu dimana? Saya telepon berkali
kali kok nggak diangkat lagi dimana sih kamu? Ujar Buk Endang mencecar ku
dengan pertanyaan dari seberang sana
“ Pas di kampus tadi saya baru sadar
Handphone saya ketinggalan di rumah Buk.. ini baru saya ambil? Ujarku mencari
alasan
“ jadi sekarang kamu di rumah kamu? Kok lama
banget ngambil handphone nya? Selidiknya lagi
“ iya.. sebelumnya saya masuk kelas tadi? “
ujarku ngeles
“ kamu… nggak sedang sama si Tuti Khairani
itu kan? Selidiknya penuh curiga
“ nggak..! “ jawabku tegas
“ gak percaya banget sih… kumat deh jelouse
nya..” goda ku sambil terus mencoba membuatnya percaya
“ ya udah… saya percaya .. soalnya pas
tadi saya nelpon kamu saya liat kok si
Tuti Khairani di kampus” ujarnya terdengar menghela nafas
“ nah kan… ngapain saya bohong sih say..”
godaku terkekeh disambut suara tertawa kecil Buk Endang
“ Ibu sendiri lagi dimana?” tanyaku
“masih di kampus lah.. tapi sudah mau
pulang..kan sudah jam 3 lewat” ujarnya, aku sendiri baru sadar kalau siang
sudah mau berganti sore karena keenakan tidur
“ tadi saya mau ketemu kamu Bryan.. makanya
saya telepon telpon kamu..” ujarnya dengan nada manja
“ kangen digituin ya..? godaku. Terdengar Buk
Endang suara terkekeh di telepon
“ iya…” ujarnya lagi
Mendengar kegenitannya timbul fikiran
kotorku… bagaimana caranya bisa merealisasikan aku melakukan threesome dengan
dua orang wanita setengah baya yang sedang jablay ini… seru juga jika seandainya
mereka berdua kutiduri seranjang bertiga. Sebuah sensasi yang indah dan
membuatku ingin segera merencanakannya
“ Ibu nanti malam kemana? “ tanyaku
“ di rumah saja… saya nggak bilang sama Mas Dibyo
kalau ada acara keluar.. kamu sih lama angkat telpon …kalau dari tadi kamu
bilang mungkin saya bisa bikin alasan sama suami dan anak saya mau seminar apa
gitu..? “ tuturnya sedikit kecewa
“ Hmm.. gitu pula ya..” gumamku
“ kalau besok bisa sih Bry… kita pergi dari
pagi saja..” ujar Buk Endang menawarkan
Aku berfikir sejenak, rencananya aku mau
mengabiskan mala mini bersama Tante Ida, rencana nya kalau Buk Endang mau, aku
minta beliau datang ke kamar hotel sekitar jam 10 malam… tapi nggak mungkin
rasanya… perkiraanku pagi pun aku dan Tante Ida kemungkinan pasti tidur karena
kecapekan
“ gimana Bry… ?” suara Buk Endang membuyarkan
lamunanku
“ gini aja say… rencananya besok itu aku mau
bikin surprise… pokok nya sesuatu yang belum pernah kita lakukan lah…” ujarku
hati hati mengatakannya
“ surprise apa tuh..?” ujarnya terdengar
penasaran
“ ada deh… pokoknya besok sepulang kampus saya telepon Ibu deh.. Nah, kalau sudah saya telepon, Ibu langsung
aja menuju ke rumah saya sendiri” ujarku lagi
“ jadi saya sendirian ke rumah kamu?” ujarnya
seperti kurang mengerti
“ Iyaaa sayangg… kalau kita berdua dari
kampus ke rumah saya itu namanya bukan surprise.. lagian ibu kayak nggak pernah
ke rumah saya sendirian aja.” Ujarku menambahkan agar beliau makin penasaran
“ jadi penasaran saya..” ujar Buk Endang
“ asal jangan mati penasaran aja say… pokok
nya new experience lah.. saya berikan ..” ujarku makin membuatnya penasaran
“ kalau saya mati kamu senang ya…?” rajuknya
“ kan saya bilang mati penasaran… emang ada
orang mati karena penasaran..?” ujarku lagi
“ iya deh sayang… besok saya tunggu telpon
kamu ya… jangan kelamaan ya..??” ujarnya genit
“ pasti Buk Endang sayang,… kiss nya dulu dong
?” godaku menyenangkan hatinya
“ muacch,,” terdengar suara Buk Endang
mengecup ku dari handphone dan menutup nya
Aku hanya tertawa kecil membayangkan kelakuan
Buk Endang yang memang seperti anak ABG aja.. tapi Buk Endang adalah salah satu
wanita paruh baya yang membuatku puas bercinta karena pengalamannya yang amat pandai memuaskan pasangannya di ranjang.
Aku meletakan handphone di wastafel kamar
mandi , membasuh muka dan membersihkan selangkanganku dengan sabun. Setelah itu
aku keluar dari kamar mandi dan mendapati Tante Ida masih tidur dengan tubuh
terbungkus selimut.
Kuperhatikan sejenak wanita itu, wajah
cantiknya nampak terpejam pulas menikmati senggamanya. Birahi sex Tante Ida
ternyata cukup tinggi, aku sudah dapat caranya, yakni harus dipancing dulu dengan
sentuhan sentuhan foreplay … hingga dia benar benar terangsang barulah Tante Ida seperti kerasukan … berbeda
dengan sikapnya yang malu malu, kalau sudah dilanda rangsangan sexual maka
Tante Ida lebih liar dan eksplosif dalam bercinta. Apalagi saat mabuk karena
kebanyakan minuman beralkohol, seperti saat pertama aku menikmati tubuhnya di
rumahku. Beliau lupa daratan, dan begitu haus akan sex..
Aku naik ke ranjang dan mendekati tubuh molek
yang tertidur pulas itu, pelan pelan kuciumi wajahnya . Tante Ida tampak
menggeliat kecil, masih malas malasan bangun. Lalu perlahan kutarik selimut nya
kebawah hingga sampai ke dada, Tante Ida terbangun dan melihat ku sudah berada
di atas nya.
Tante Ida hanya tertawa kecil menatapku
mencoba melepaskan selimut itu, sempat ditahannya dengan tangannya, namun aku
terus menarik nya kebawah hingga dia mengalah dan membiarkanku melepaskan selimut
yang menutupi tubuh bugil nya
“ nakal kamu ..” ujarnya tertawa kecil dan
menatapku mata terbinar
Aku hanya melemparkan senyum dan sekarang
tubuh Tante Ida kembali telanjang di hadapanku
“ Dingin Bry… “ ujarnya menutup badan dengan
tangannya sambil menggigil kedinginan
“ mau saya panaskan Tante..? “ godaku
disambut senyuman manis Tante Ida..
Aku berada diatas tubuh molek nan putih Tante
Ida, kedua tanganku bertumpu diatas kasur. Aku mulai mendekatkan wajahku untuk
mencumbu lehernya. Tampak Tante Ida mengadahkan lehernya seolah
mempersilahkanku untuk menciuminya
“ Hhhhh…” desah nafas Tante Ida.. kuluhat
bulu roma di kulut putih mulus Tante Ida berdiri karena kegelian
Aku terus mengecup lehernya dengan cara
berpindah pindah kiri dan kanan, setelah puas aku telusuri ke bagian bawah
dengan lidahku, ke arah dadanya lalu tiba diantara belahan buah dadanya… disana
aku benamkan wajahku diantara buah dadanya dan terus mengecup ngecupnya,
Tubuh Tante Ida mulai bergerak gelisah,
terdengar beliau mendesah menyebut nyebut namaku. Kulanjutkan dengan ciuman ke
buah dadanya kiri dan kanan berulang ulang dan sesekali kujilati putting nenen nya. Kulihat kedua susu Tante
Ida mulai mengeras, pertanda gairahnya sudah bangkit. Cukup lama lidahku
bermain pada kedua payudara.
Tante Ida mengerang pelan saat kuhisap dalam
dalam putting susu nya yang indah itu. Tangannya sekarang berada ke kepalaku
dan meremas remas rambut bagian belakangku
Aku terus menjilatinya sampai ke bagian bawah
payudaranya. Lalu kulumat buah dada Tante Ida dalam mulutku, kuhisap dan
kukenyot bergantian. Tante Ida kembali terdengar merintih rintih kenikmatan… Lalu
setelah puas mengerjai buah dadanya, lidah ku pun turuh kebawah dan menciumi
perut dan pinggangnya secara bergantian.
Kurasa tubuh mulus Tante Ida mulai bergerak
liar karena kegelian kedua kakinya tampak mengacak acak kasur , tubuh nya
menggelinyang hebat saat lidah ku berada di udelnya. Disana kujilati udelnya
sampai basah dengan ludahku...
“ Bryyyaan..hhh… geliiii sayaa.. angggg…??
Ouuhhh..Ouuhhhh… “ desah nya sambil menggelinyang gelisah
Puas disana, aku menghentikan aksi ku dan
kembali aku tumpukan kedua lututku di kasur. Kutatap wajah Tante Ida yang memerah
itu, nafasnya naik turun mendesah tak teratur . Tante Ida menatapku seperti
sudah Mupeng..
Aku bentangkan tangannya keatas dan kukunci
dengan cara menekan kedua tapak tanganku dengan kedua tanganku pada kasur.
Tante Ida menatapku pasrah, dan kurasa kedua
pahanya sudah melingkari pinggangku. Tampak wajah cantik itu sudah merelakan tubuh
indahnya itu untuk kusetubuhi
“
lepasin dulu tangan saya bry..” pinta Tante Ida lirih
Aku pun melepaskan kedua tanganku yang semula
mengunci kedua tangannya. Lalu kurasa kedua tangan Tante Ida memeluk pinggangku
dan membantu melepaskan handuk yang masih menutupi bagian pinggang kebawah dengan batuan tangan dan kedua kaki nya
Sekarang tubuhku sudah tidak mengenakan sehelai benang pun, tangan Tante Ida menggenggam batang penisku yang sudah tegak menjulang sedari tadi
Sekarang tubuhku sudah tidak mengenakan sehelai benang pun, tangan Tante Ida menggenggam batang penisku yang sudah tegak menjulang sedari tadi
Lalu pelan pelan mulai kupasang kuda kuda, kusejajarkan batang penisku pada lobang vagina
Tante Ida . Sementara tangan Tante Ida yang menggenggam batang penisku sudah diarahkannya menuju lobang senggamanya yang sudah dibuka nya . Lobang yang menganga indah itu tampak sudah siap menyambut kedatangan penisku untuk memasuki lobang itu
Dengan hati hati kudorong pinggulku kebawah
dan mengarahkan penisku untuk masuk dalam belahan vagina Tante Ida
“ uuhhh…” desah Tante Ida menggigiti bibir
saat kepala rudalku bersentuhan dengan bibir vagina nya. Kedua pinggul Tante Ida
tampak sudah memutar mutar pertanda dia tidak sabar merasakan batang penisku masuk ke dalam
liang vagina nya.
Pelan pelan kutekan penisku kebawah.. mencoba
memasukannya kedalam lobang kawin Tante Ida yang sudah menganga indah itu,
“ Ooouuuuuuhhhhh…!!!!!” desah Tante Ida
meringis saat penisku mulai menyeruak masuk dalam lobang kawinnya.
“ pelan pelan dorong nya Bry…. Uuuhhhh…??”
sambungnya saat kudorong penisku masuk.
Kurasakan lobang vagina Tante Ida berdenyut kuat, mencengkram batang penisku yang berada didalam sana. Setelah terasa pas masuk kepala dan batang …
“ Blesssss…” diiringi jeritan khas Tante Ida
penisku amblas di dalam vagina nya
" Uuuuuuhhh..???!!!"
Tante Ida memejamkan mata dan merintih
menahan kenikmatan yang menderanya saat kejantanaku sudah berada di dalam black hole nya. Begitu juga dengan ku yang meringis merasakan
nikmatnya remasan dan jepitan dinding vagina Tante Ida
“ Ouuh.... Go..goyang Bry… Uuuhh… Uuhhh..” desah Tante
Ida mulai menggoyangkan pinggulnya berlawanan dengan gerakan penisku yang mengenjot vagina nya maju mundur, Tante Ida menggerakan pinggulnya dengan gerakan memutar hingga penisku serasa diaduk aduk oleh labia mayora nya
“ Iiihh.. ya… Tann.. teeee…” balasku
Segera kuangkat pinggul ku dan terus menusuk ke bagian lebih dalam dari lobang
kawin Tante Ida dengan penetrasi pelan. Kedua tangan Tangan Tante Ida serasa
memeluk punggungku, dan kulihat Tante Ida membuka lipatan pahanya selebar
lebarnya hingga memudahkanku untuk menggejot nya dari atas
“ Uuhh.. Uhhh.. Ouuhhh… Ahhhh…Oohhhh..” desah
kami bersamaan menikmati persetubuhan ini.
Aku
terus menghujamkan penis ku keluar masuk vagina Tante Ida , dan tak mau kalah
beliau pun mengimbangi genjotan ku dengan cara memutar mutarkan pinggulnya dengan
arah berlawan hingga menimbulkan rasa yang nikmat sekali.
Terasa nikmat saat penisku diobok obok dari dalam oleh dinding vagina Tante Ida yang menjepit itu.
Terasa nikmat saat penisku diobok obok dari dalam oleh dinding vagina Tante Ida yang menjepit itu.
“ Ooohh… nikmatnya Bry… oouuhhh… Ouuuhh… my
God…” desah Tante sambil terus memutar mutar pantatnya dengan gerakan yang amat
erotis
Tante Ida tampak makin bersemangat, lama
kelamaan gerakan pinggulnya makin cepat.. membuat gerakan memutar, hingga
batang penisku serasa di pelintir oleh lobang kawinnya
Tak lama kemudian Tante Ida memperlambat
goyangannya, lalu beliau menggeser badannya hingga sekarang punggungnya
tersandar pada sandaran kepala ranjang, aku pun secara reflek mengikuti nya karena penisku
masih terbenam dalam black hole nya.
“ ayo genjot lagi Tante Bryy….” Ajak Tante Ida
padaku.
Melihat posisi nya yang makin terbuka itu, aku kangkang kan kedua paha Tante Ida dengan tanganku. Kedua pahanya itu kupegangi oleh kedua tanganku dan kusandarkan kedua pahanya itu pada bahuku hingga pinggulku lebih leluasa membenamkan penis ku hingga ke bagian terdalam
Melihat posisi nya yang makin terbuka itu, aku kangkang kan kedua paha Tante Ida dengan tanganku. Kedua pahanya itu kupegangi oleh kedua tanganku dan kusandarkan kedua pahanya itu pada bahuku hingga pinggulku lebih leluasa membenamkan penis ku hingga ke bagian terdalam
Tante Ida meringis saat kembali kutekan
penisku masuk ke dalam, selanjutnya dengan posisi pahanya tergayut di kedua bahuku,
kembali aku genjot lobang kawin Tante Ida kali ini dengan penetrasi cepat
“ Ouuuhh… enn aakk nya Bryy… ouuh.. teruss..
terusss… Bry... Ouhhh…nikmatnyaaa..??!!” desah Tante Ida saat penisku menggempur
vaginanya dengan gerakan cepat. Tubuh Tante Ida terhentak hentak karena gerakan
ku yang terus menggenjotnya tanpa ampun.
Tante Ida merentangkan kedua tangannya dan meremas sprei kasur menahan kenikmatan yang kuberikan padanya. Kulihat dari pandanganku matanya terpejam dan tubuh bahenol itu tersentak sentak oleh genjotanku yang menyetubuhi nya dengan penetrasi kencang
Tampak sekali beliau begitu menikmati cara ku menggagahinya lobang kawinnya yang terasa amat legit itu dengan buas.
Tampak sekali beliau begitu menikmati cara ku menggagahinya lobang kawinnya yang terasa amat legit itu dengan buas.
Selama beberapa menit aku terus menggempur vagina Tante Ida
diiringi jeritan jeritan kenikmatan yang terdengar dari suara Tante Ida.
“ Bryaann.. Ouuuh.... Bryaann… ouuhh… saya hampir
keluaaarr.!! Terusss.. Ouuhh.. nikmatnya.. Teruss Bry… Terusssss….Uuhh..
Eghhh..!!!”
Mendengar itu aku makin mempercepat genjotan
ku , dengan buas kuhujamkan sedalam dalam penisku dalam lobang kawinnya. cairan nafsu yang keluar dari dinding vagina
Tante Ida memudahkan penisku keluar masuk rongga vaginanya yang terasa sudah
lapang akibat sodokan penisku
Tante Ida tampak gelisah… kepalanya menggeleng ke arah kanan dan kiri, tubuh putih itu
menggelinyang liar sampai akhirnya kulihat matanya melotot dan menjerit panjang
“ Oohh… Oohhh...nooo..!!! .. Ouuuuuuuuuuuhhhh….!!!!!” Jerit Tante Ida panjang bagai kuda betina yang meringkik menggelepar menjemput
orgasmenya
Aku menekan pinggulku sedalam dalam nya pada lobang vagina nya,
dan sejenak membiarkan Tante Ida menikmati orgasme nya..
Tante Ida tampak mengatur nafasnya, matanya terpejam menikmati senggamanya
Aku membiarkan Tante Ida mengatur nafas
terlebih dahulu. Kutatap wajah cantik itu kepayahan mengatur nafas. Lalu
kuletakan lagi sepasang paha Tante Ida yang semula tersadar di bahuku kembali ranjang, hingga posisi kaki nya kembali terkangkang
" udah ngencrot ya nte.." godaku sambil mengatur nafasku
" udah ngencrot ya nte.." godaku sambil mengatur nafasku
“ aduuh... enak banget Bry… sampai klepek klepek tante kamu buat..”
ujar Tante Ida menatapku dengan wajah penuh kepuasan tiada terkira
“ Duuhh.. punyamu itu masih aja bangun
didalam ya bry… kerasss banget !!!” sambung Tante Ida ngos ngosan mengatur nafasnya
“ Iya.. saya kan belum nembak nte..” ujarku
menatapnya dengan penis masih besarang dalam vaginanya
“ bry.. gaya apa sih yang bisa membuatmu cepat keluar? Tanya Tante Ida padaku
“ doggie style nte… nungging..” ujarku mantap
“ ba.. baiklah..” ujar Tante Ida pendek,
" geser dikit kebawah ya.." ujar Tante Ida.
Segera saja Tante Ida menurunkan tubuhnya yang semula tersandar pada bagian atas tempat tidur hingga kepalanya kembali tersandar pada bantal. Otomatis posisi tubuhku pun menuruti posisi Tante Ida dikarenakan penisku yang masih bersarang disana.
" geser dikit kebawah ya.." ujar Tante Ida.
Segera saja Tante Ida menurunkan tubuhnya yang semula tersandar pada bagian atas tempat tidur hingga kepalanya kembali tersandar pada bantal. Otomatis posisi tubuhku pun menuruti posisi Tante Ida dikarenakan penisku yang masih bersarang disana.
Kemudian dengan susah payah Tante Ida membalikan tubuhnya
kesamping, dengan penisku yang tegak itu masih tertancap hingga kemudian posisi
Tante Ida menjadi memunggungiku.
Tante Ida kemudian mengangkat pinggulnya
keatas dengan kedua lututnya bertumpu di kasur. Aku pun membantu mengangkat
pinggul Tante Ida hingga sekarang posisi tubuh indahnya menjadi menungging,
pantatnya naik keatas sementara kepalanya masih tersadar di kasur.
“ uuuhh…” desahku merasakan sekarang penisku dijepit oleh kemaluan Tante Ida, posisi nya yang menungging membuat batang kejantananku semakin terjepit oleh dinding vaginanya
“ uuuhh…” desahku merasakan sekarang penisku dijepit oleh kemaluan Tante Ida, posisi nya yang menungging membuat batang kejantananku semakin terjepit oleh dinding vaginanya
“ saya goyang ya ntee..” ujarku.. tanpa
menunggu jawaban aku kembali menggenjot lobang kawin Tante Ida, kali dari
belakang dengan posisi doggie style..
" Uuugghhh,,!!!" jerit Tante Ida tertahan saat pinggulku mulai menghentak tubuhnya dari belakang
Aku amat menikmati posisi ini, karena penisku
terasa dijepit dari dalam oleh vagina Tante Ida. Perlahan aku maju mundurkan pinggulku hingga tubuh
bahenol Tante Ida ikut tersentak sentak.
Sayup sayup kudengar rintihan rintihan kecil
dari mulut beliau seiring dengan irama genjotanku. Kedua tanganku meremas kedua
pantat montok Tante Ida sambil sesekali menamparnya karena gemas, lalu kuusap punggung nya yang putih mulus itu berkali kali dengan tanganku
" Oohh.. Tanteee... Uuugghhh... Mmhh..,, Heehhh..." desahku terus berpacu menggempur lobang vagina Tante Ida dari belakang
Tante Ida memiringkan posisi kepalanya dan menyandarkan kepalanya ke dasar kasur, beliau tak banyak melakukan penetrasi, hanya pasrah menerima sodokan penisku yang terus menggenjotnya, sesekali hanya terdengar desahan nafasnya yang lirih
" Oohh.. Tanteee... Uuugghhh... Mmhh..,, Heehhh..." desahku terus berpacu menggempur lobang vagina Tante Ida dari belakang
Tante Ida memiringkan posisi kepalanya dan menyandarkan kepalanya ke dasar kasur, beliau tak banyak melakukan penetrasi, hanya pasrah menerima sodokan penisku yang terus menggenjotnya, sesekali hanya terdengar desahan nafasnya yang lirih
Setelah beberapa saat kugagahi Tante Ida dengan posisi doggie style ,
serasa mulai ada yang mau keluar dari seluruh persendian tubuhku dan bermuara pada
kepala penisku..
“ Tan.. teeeee… Ooohh.. Tanteee.... saya.. mau.. nembaakk,,..!!!”
ujarku sambil mempercepat sodokan penisku dalam vaginanya
Melihat aku sudah mau mencapai orgasmen, Tante Ida menggoyangkan pantatnya
dengan cara memutar mutarkan pantat bulatnya itu dengan gerakan cepat hingga penisku terasa mengebor lobang
kawinnya itu dari belakang
“ Bryyyy. oohh… tancapkan semuanya bryyy.. sampai menttoookkk…. oooooohhh!!!” Jerit Tante Ida histeris saat merasakan semburan pertama pejuku muncrat
“ Tanteeeeeeee…hhhhhhhh.!!!!” Jerit ku
panjang saat kurasa spermaku muncrat begitu banyak dalam rahim si cantik Tante
Ida…
Aku menekan pinggulku sedalam dalamnya pada
vagina Tante Ida, badanku mulai agak membungkuk dan tanganku mencari sepasang
payudara Tante Ida dan meremasnya kuat kuat dari belakang
Aku begidik dan tubuhku terasa bergetar saat
memuntahkan tembakan terakhir spremaku. Aku memejamkan mata menikmati ejakulasi
barusan.. terasa sukma ku melayang dan fikiranku terasa lapang.
Selanjutnya aku memeluk tubuh molek Tante Ida
dari belakang dan mendiamkan beberapa saat sambil mengatur nafasku.
Setelah kurasakan penisku lunglai kucabut segera dari dalam vagina Tante Ida lalu aku hempaskan tubuhku di ranjang dan berada di samping Tante Ida yang masih berposisi menelungkup namun pantatnya pun sudah diturunkannya hingga terlungkup di ranjang
Setelah kurasakan penisku lunglai kucabut segera dari dalam vagina Tante Ida lalu aku hempaskan tubuhku di ranjang dan berada di samping Tante Ida yang masih berposisi menelungkup namun pantatnya pun sudah diturunkannya hingga terlungkup di ranjang
“ enak nte..? “ tanyaku dengan nafas yang masih ngos
ngosan
Tante Ida membalikan badannya berhadap
hadapan denganku, dia hanya tersenyum dan tangannya membelai rambutku
“ kamu benar benar hebat bry.. tante puaaass… sekallliiiii..
gak pernah tante bercinta sepuas ini sayang..” ungkapnya
Aku tersenyum dan menciumi keningnya...
“ I love nte.. bagiku tante perfect .. ”
ujarku menatap wajah cantiknya lekat lekat, seolah tak mau kupelaskan saja
tetangga ku yang bohay ini.
Aku amat menikmati bercinta dengan nya, hasrat ku selama ini ingin bercinta terwujud juga. Kali pertama mungkin dia mau bercinta karena pengaruh minuman alcohol, kali kedua karena kuperkosa, kali ketiga ini.. kami melakukannya dengan cinta dan gairah.. tanpa paksaan dan sama sama mencari kepuasan dahaga dalam urusan bercinta.
Aku amat menikmati bercinta dengan nya, hasrat ku selama ini ingin bercinta terwujud juga. Kali pertama mungkin dia mau bercinta karena pengaruh minuman alcohol, kali kedua karena kuperkosa, kali ketiga ini.. kami melakukannya dengan cinta dan gairah.. tanpa paksaan dan sama sama mencari kepuasan dahaga dalam urusan bercinta.
Kami menikmati suasana romantic itu sejenak,
setelah cukup tenaga aku bangkit dari tempat tidur dan mencari rokok lalu
menyalakannya.
“ rokok nte? “ tawarku memberikan padanya
bungkus rokok
“ boleh..” ujarnya beringsut duduk di
ranjang. Aku memberikan korek dan Tante Ida pun menyalakan rokok. Aku tak
menyangka beliau mau juga merokok…
“ malam ini tante mau pulang? “ tanyaku
sambil menghisap rokok
“ Tante sih terserah kamu aja Bryan.. sementara
ini tante gak tau mau kemana, pengennya sih tante kamu ajak minum seperti
minuman yang kamu kasih di rumah kamu kemaren..” tuturnya sambil menatapku
manja
“ tante mau…? “ ujarku tak percaya, disambut
anggukannya yang meyakinkanku
“ atau kalau nggak malam ini kita clubbing
aja di pub hotel.. kan disini ada pub nya.. kita happy happy berdua sambil minum minum
dengerin DJ” ujarku terbinar
“ Boleh.. boleh… kalau gitu tante mau bry..” ujar Tante
Ida bersemangat
Kami mulai mengatur rencana.. aku hanya
membawa pakaian yang kukenakan. Sementara Tante Ida membawa beberapa, mungkin
tadi dia memang sudah berencana menginap atau ikut aku hingga dia membawa
beberapa pakaian dan dalaman dalam tas nya.
“ Tante saya tinggal disini aja sebentar ya..
saya mau pulang ganti pakaian dan bawa
pakaian untuk clubbing nanti malam.. sambil Tante istirahat dan mandi..” ujarku
“ tapi pakaian yang saya bawa pakaian biasa
aja Bryan.. kalau clubbing kan gak seru kalau gak pake gaun..” ujarnya
terkekeh.. ternyata mantan anak dugem juga nih tante tante.. bathinku
“ kalau tante ikut aku nanti kelamaan… tante
gak bisa istirahat lagi.. sekarang aja udah mau jam lima” ujarku menunjuk jam
di kamar
“ tante pake aja gaun yang tadi tante
kenakan.. tante cantik kok saat mengenakannya… saya aja sampai kaget.. tante begitu
cantik hari ini..” rayuku disambut tertawa manis Tante Ida
“ beneran saya cantik dengan gaun itu? “
godanya memastikan
“ beneran… seksi lagi..” ujarku
“ ya sudah.. jadi kamu mau pulang ke rumah
dulu? Nggak apa apa.. ya sudah … saya mau mandi dan istirahat saja disini dulu”
pungkasnya
Setelah membuat kesepakatan, aku pun membersihkan
tubuh di kamar mandi lalu kembali berpakaian .
To Be Continiue…..










Tidak ada komentar:
Posting Komentar