Sepulang dari membeli vitamin dan suplemen untuk mengembalikan stamina , aku kembali menuju kamar hotel, tempat aku dan Tante Ida memadu cinta. Sesampai disana jam sudah menunjukan pukul 10 malam, dan kulihat Tante Ida sudah berdandan cantik, rencana nya kami akan dugem, menikmati hiburan malam di pub yang sudah disediakan hotel sebagai fasilitas hiburan bagi pengunjung
Tante
Ida tampak bersemangat malam itu, beliau berusaha tampil cantik. Tante Ida
mengenakan gaun terusan berwarna ungu, tampak seksi dikarenakan bahunya terbuka
dan panjang nya diatas lutut. Mirip tante tante sosialita yang mau clubbing..
hehehe
Setelah
siap semuanya, aku dan Tante Ida pun keluar dari kamar dan menuju pub hotel
sekitar pukul sebelas malam Aku sengaja memilih tempat yang berada di balkon tingkat
dua, selain sepi, juga tidak banyak orang yang mondar mandir disana. Hingga aku
dan sepuas puasnya bercumbu bahkan menggumuli Tante Ida yang menggairahkan itu.
Mungkin
karena hari itu bukan akhir pekan atau hari libur, suasana pub itu amat sepi
dari pengunjung, dan tidak ada event , yang ada hanya DJ pub dan band pengisisi
yang tampil.
Aku
mengandeng Tante Ida keatas dan menghampiri table yang ada sofa nya dan aku memesan beberapa minuman pembuka….
Saat kami telah duduk, waitress pun datang menanyakan pesanan kami
Saat kami telah duduk, waitress pun datang menanyakan pesanan kami
“
Bryan.. tante mau minuman yang kemaren kamu kasih dirumah..?apa sih namanya?
Ujar Tante Ida
“
ooh… itu Chivas Regal namanya.. Tante mau..? “ tawarku yang langsung dibalas anggukan
Tante Ida
“
Oke.. Chivas regal double untuk 2 orang bray..” ujarku pada waitress nya.
Sang waitress mengangguk ramah dan pamit
berlalu ke lantai bawah
Tante Ida tampak begitu enjoy dan menikmati suasana pub malam itu, seperti nya beliau benar benar happy seolah membuang segala beban fikirannya malam ini
Sang waitress mengangguk ramah dan pamit
Tante Ida tampak begitu enjoy dan menikmati suasana pub malam itu, seperti nya beliau benar benar happy seolah membuang segala beban fikirannya malam ini
“
sebenarnya saya tidak terlalu suka minum2an keras nte.. dan biasanya kalau di pub seperti ini
saya hanya memilih jenis minuman dengan kadar alkohol ringan saja. ..”
pungkasku.
“
Kamu sih yang ngajarin Tante minum minuman itu.. sampai Tante kecanduan,,,” ujarnya
terkekeh dan merapatkan duduknya padaku.
“
termasuk kecanduan ngesex..?” pancingku sambil mencium rambutnya
Tante
Ida kembali tertawa dan tidak menjawab, kami berdua larut menikmati suasana dan lantunan music
jazz yang dimainkan band pub saat itu
Kebiasaan
Tante Ida yang paling kusukai adalah kebiasaannya menyemprotkan parfum ke tubuh
sintalnya sehingga wanginya begitu menggoda ku untuk mendekap tubuhnya…. Aku
mendekap Tante Ida dalam pelukanku dan kami sama sama menikmati lantunan live
music yang sekarang bernada nge beat.
Sampai
kemudian waiterss mengantar minuman yang kami pesan beserta desert nya. Tante
Ida tampak antusias minum minuman beralkohol itu, begitu juga aku,
Aku pun amat menikmati suasana party berdua dengan Tante Ida, jika sudah minum Tante Ida tidak malu malu sebagaimana biasanya, Beliau mulai aktif, kepala nya dan tubuhnya mulai bergoyang seirama beat music
Aku pun amat menikmati suasana party berdua dengan Tante Ida, jika sudah minum Tante Ida tidak malu malu sebagaimana biasanya, Beliau mulai aktif, kepala nya dan tubuhnya mulai bergoyang seirama beat music
Tak
terasa 2 sloky minuman itu telah habis
“
tambah lagi dong Bry..” ujar Tante Ida manja padaku
“
masih kuat? Ntar mabok lagi..” ujarku
“
kalau aku mabok kan ada kamu ..” ujarnya genit sambil mendekatkan wajahnya
padaku dan menempelkan hidungnya ke hidungku.
Aku
amat gemas melihat tingkah Tante Ida yang makin genit dan asyik jika sudah terkena minuman
“
okey.. saya pesanin yang lain ya..
martini atau margareta kali.. belum pernah coba kan? Cewek cewek biasanya suka tuh.. ” ujarku sambil
mendekap tubuhnya dan menciumi bahunya
“
nggak.. saya mau chivas aja… cocok buat saya.. saya kan bukan cewek lagi tapi
sudah tante tante ..” ujarnya mengerling nakal padaku.
Aku
pun tertawa mendegarnya dan akhirnya aku pesan satu botol Chivas regal plus
cokenya pada waitress… aku amat menikmati suasana ini, Tante Ida terasa happy
dan melepaskan segala beban fikirannya…
Setelah
si waitress pergi mengambil pesanan, Tante Ida berdiri dan sofa dan dengan manjanya meletakan pantatnya, duduk dengan posisi kaki menyamping di pangkuanku. Sambil tersenyum genit,
tangannya bergelayut mesra di leherku dengan sikap manja.
Aku mendekap bahunya dan mulai menciumi dadanya,
“
uuhhh..” desah Tante Ida mengadahkan leher putihnya keatas, yang membuatku
makin terpancing untuk menciumi lehernya terus keatas hingga aku mengulum
telinganya
“
Bryaaann..hhhh..” rintih nya memejamkan mata. Kedua tangannya makin kencang
memeluk leherku. Tanganku pun tak mau diam, aku susuri pundaknya dengan belaian
tanganku. Berlanjut ke punggung dan sekarang berada di pinggulnya.
Sesampai
disana kuremas bongkahan pantat montok Tante Ida berulang ulang, hingga
terdengar suara nya merintih rintih penuh nafsu.
Karena
mungkin sudah tidak tahan, Tante Ida kembali menundukan wajahnya, kali ini
wajahnya di sejajarkan dengan wajahku hingga bertatap tatapan dengan deru nafas
yang memburu.
Tante
Ida langsung mendekatkan wajahnya ke wajahku, dan entah siapa yang duluan
memulai, kami mulai saling berciuman bibir. Kurasa lidah Tante Ida memburu
kemana arah lidah ku dan Tante Ida dengan buas mengulum dan menjilati rongga
atas mulutku hingga membuatku menggelinyang kegelian.
Dari
wajahnya tampak Tante Ida benar benar liar dan bernafsu. Satu tanganku bergerilya di paha mulusnya, kebelai dan ke elus paha nya yang terbuka itu membuat Tante Ida makin liar dan blingsatan.. Tangannya memeluk leherku dan membelai belai pundak ku
Sekarang Tante Ida mengangkat pinggul nya dan mengubah posisi duduknya yang semula berposisi dengan kedua kaki menyamping di pangkuanku menjadi duduk dan berhadap hadapan denganku dipangkuanku, kedua kaki nya melingkari pinggangku dan mengapit pinggulku. Tubuhnya makin rapat denganku, kurasa dengusan nafas nya penuh nafsu dan kehangatan tubuh sintalnya mendekap tubuhku erat
Sekarang Tante Ida mengangkat pinggul nya dan mengubah posisi duduknya yang semula berposisi dengan kedua kaki menyamping di pangkuanku menjadi duduk dan berhadap hadapan denganku dipangkuanku, kedua kaki nya melingkari pinggangku dan mengapit pinggulku. Tubuhnya makin rapat denganku, kurasa dengusan nafas nya penuh nafsu dan kehangatan tubuh sintalnya mendekap tubuhku erat
Posisi
itu benar benar membuat burungku berdiri, pas berada di bawah pantat
Tante Ida yang menduduki daerah sekitar burungku dengan menggesek gesesakan pantatnya pada burungku. Aku terus melayani dan
membalas ciuman Tante Ida yang tambah lama tambah liar dan hot. Kami terus
berbuat demikian selama beberapa menit.
“
ehhm.. maaf mas… minumannya sudah sampai” tiba tiba aku tersentak mendengar
suara si waitress yang ternyata sudah sampai mengantar pesanan ku yakni satu botol minuman
chivas regal. Begitu juga dengan Tante Ida yang masih duduk di pangkuanku. Beliau
tersentak dan buru buru turun dari pangkuanku dan berusaha memalingkan wajahnya
sambil pura pura memain mainkan handphone nya.
“
ya.. thanks ya bray” ujarku. Aku merogoh saku dan memberikan tip pada waitress
cowok tersebut dengan cara meletakan pada papan bill
“
wah.. makasih ya mas… maaf tadi saya menggangu.. permisi mas..” ujarnya girang
menerima tip ku.
“
yo’I bray.. santai aja..” ujarku padanya. Waitress itu tampak sungkan dan
merasa bersalah dan langsung pergi meninggalkan kami.
Aku
saling bertatapan dengan Tante Ida, dan kami saling tertawa mengingat kejadian
barusan. Karena sudah dimabuk asmara sampai tidak sadar ada yang datang. Untung
waitress nya pengertian .. hehehehe..
“
Tante sih… gak kasih aba aba ..“ ujarku mencuil pipinya
“
itu pengaruh music tadi mungkin bry… makanya saya larut hehehe..” ujarnya malu
malu
Kami
kembali duduk saling menyandarkan ke tubuh masing masing… Tante Ida berulang
kali menegak minuman keras itu, entah berapa sloky yang diminumnya
“kayaknya
ini wanita asyik juga diajak dugem.” Bathinku
Setelah
aksi live music habis, giliran DJ yang tampil melantunkan irama disco progresive
Dentuman musik di club tersebut otomatis memacu setiap orang untuk turut
bergoyang, tak ketinggalan juga Tante Ida … tubuh bahenolnya mulai bergoyang
seiring irama music
“
ayo bryan…. “ ujarnya menarik tanganku dan berdiri bergoyang mengikuti dentuman
musik Trance yang dputar sang DJ….
Setelah
lelah bergoyang, Tante Ida sesekali menyeruput minumannya sambil bergoyang
denganku. Kadar alcohol yang dia minum semakin
membuatnya makin bergairah bergoyang, dengan dentuman musik Trance yang
membahana seluruh ruangan dan teriakan beberapa pengunjung yang mulai hilang
kesadarannya…
Tampaknya
Tante Ida benar2 melepaskan segenap fikiran dan masalah rumah tangga yang
membelenggunya…. Aku bergoyang sambil mendekap Tante Ida dari belakang,
tanganku melingkari pinggulnya dan memegang perut Tante Ida sambil menghusap2nya
dengan lembut bagian pusarnya dan sesekali menciumi tengkuk Tante Ida yang putih
mulus dan dipenuhi bulu2 halus…..
" Hhhhh.... " terdengar suara rintihan Tante Ida saat tubuh bohay nya itu kugerayangi dengan tanganku
" Hhhhh.... " terdengar suara rintihan Tante Ida saat tubuh bohay nya itu kugerayangi dengan tanganku
Tante
Ida terus bergoyang perlahan mengikuti dentuman musik yang kadang meninggi dan kadang
slow…. aku sesekali menciumi tengkuk
Tante Ida yang wangi dan membuat bulu kuduk beliau berdiri..
Tante Ida tampak begitu enjoy dan menikmati perlakuanku kepadanya dan membiarkanku terus meraba perut sambil menciumi tengkuknya itu.. bahkan tanganku sesekali dengan nakal menggenggam payudara montok Tante Ida saat dentuman musik mulai meninggi dan orang2 tidak sadar akan apa yang mereka lakukan berdua karena masing2 sibuk dengan kelompok/kekasih/gebetan-nya masing2.
"Sssshh... Ahhhh..." desah Tante Ida mengadahkan kepalanya keatas, menikmati remasan tanganku pada kedua buah dada nya yang masih mengenakan gaun itu
Tante Ida tampak begitu enjoy dan menikmati perlakuanku kepadanya dan membiarkanku terus meraba perut sambil menciumi tengkuknya itu.. bahkan tanganku sesekali dengan nakal menggenggam payudara montok Tante Ida saat dentuman musik mulai meninggi dan orang2 tidak sadar akan apa yang mereka lakukan berdua karena masing2 sibuk dengan kelompok/kekasih/gebetan-nya masing2.
"Sssshh... Ahhhh..." desah Tante Ida mengadahkan kepalanya keatas, menikmati remasan tanganku pada kedua buah dada nya yang masih mengenakan gaun itu
Tante
Ida terus bergoyang dengan penuh gairah sambil tangan kanannya memegang gelas minumannya, sesekali
ia menengguknya sampai habis..
Semakin dia menenguknya… semakin hilang kesadaran dan akal sehatnya... Goyangan dance nya mulai tak beraturan, tubuhnya tampak sempoyongan namun masih terus menegak minum an sambil terus bergoyang mengiringi dentuman musik
Aku semakin erat mendekap tubuh sintal Tante Ida ….dan merapatkan penisku ke bagian pantat Tante Ida yang dibalut gaun seksinya.
Semakin dia menenguknya… semakin hilang kesadaran dan akal sehatnya... Goyangan dance nya mulai tak beraturan, tubuhnya tampak sempoyongan namun masih terus menegak minum an sambil terus bergoyang mengiringi dentuman musik
Aku semakin erat mendekap tubuh sintal Tante Ida ….dan merapatkan penisku ke bagian pantat Tante Ida yang dibalut gaun seksinya.
Sesekali
aku coba menggesek2annya perlahan di belahan pantat sexy nya…sambil tanganku
merayap meraba bagian perut, payudara, dan bahkan sesekali turun ke arah
selangkangan Tante Ida.
" Bryann... nakal yahh kamuuu.." bisiknya menoleh kebelakang, langsung saja kusambut bibir merahnya dengan ciumanku
" Mhhhh.." bibir kami saling berpagutan dan saling mengulum satu sama lain..
" Bryann... nakal yahh kamuuu.." bisiknya menoleh kebelakang, langsung saja kusambut bibir merahnya dengan ciumanku
" Mhhhh.." bibir kami saling berpagutan dan saling mengulum satu sama lain..
Sepertinya
Tante Ida membiarkan perlakuanku padanya itu, sulit sepertinya bagi nya menolak
rangsangan nakal yang kuberikan atau entah dia malah menikmatinya ditempat
terbuka seperti itu
Dengan nafsu setanku yang mulai membumbung, aku mulai berpikir bagaimana dan dimana bisa mengeksekusi tetanggaku yang telah larut dalam pengaruh alcohol itu.. kalau langsung dibawa ke kamar, pasti repot dan Tante Ida pasti tidak mau karena masih ingin menikmati suasana tersebut…
Aku
sendiri, karena mungkin juga sudah terpengaruh banyaknya alcohol yang kutegak,
menjadi semakin bernafsu melihat keseksian tubuh molek Tante Ida yang bergoyang begitu erotis itu.
Aku sudah
tidak tahan jika hanya sekedar meraba dan petting dengan cara menggesekkan
seperti itu.
Aku
melihat di sekelilingku, tidak ada orang yang buka table ada di sebelah kami, hanya kami
berdua , kebanyakan orang berada di lantai bawah. Waiterss pun tidak ada lagi di
sekitar kami.
Kupikir ini sebuah kesempatan untuk menyetubuhi Tante Ida yang membuatku mabuk kepayang malam itu.
Kupikir ini sebuah kesempatan untuk menyetubuhi Tante Ida yang membuatku mabuk kepayang malam itu.
Ketika
jam sudah menunjukkan pukul 1 pagi.. Tante Ida mulai tampak benar-benar mabok.. saat dia melepas pelukanku untuk menuangkan minuman lagi ke sloky, tubuhnya yang tadinya berdiri langsung ambruk ke sofa …
Melihat itu, aku menghampirinya dan kembali memapahnya berdiri
Melihat itu, aku menghampirinya dan kembali memapahnya berdiri
“
ayo kita ngelantai lagi nte.. masak baru mimum segitu aja kok tumbang.? . katanya mau
happy habis habisan malam mini..” godaku.
Tante
Ida tersenyum genit dan berusaha bangkit dan memaksakan tubuhnya berdiri , namun baru dua langkah
berjalan mendekatiku, Tante Ida kembali hampir terjatuh dan untung aku cepat menangkapnya
agar tidak jatuh ke lantai.
Aku memeluknya sementara tanganku secara reflek menggenggam payudara montok Tante Ida ….penisku yang tadinya layu pun langsung menegang…apalagi tubuh sintal Tante Ida yang wangi begitu rapat dengan tubuhku.
Aku memeluknya sementara tanganku secara reflek menggenggam payudara montok Tante Ida ….penisku yang tadinya layu pun langsung menegang…apalagi tubuh sintal Tante Ida yang wangi begitu rapat dengan tubuhku.
Tanpa
basa-basi….Aku mendorong tubuh Tante Ida dan menyandarkannya ke tembok sebelah
sofa tempat kami duduk … Aku dan beliau saling berhadapan dan bertatapan… kulihat mata Tante Ida mulai berkilat, dan tak tahan lagi aku
pun langsung mencium bibir seksi Tante Ida ….
“…uhhhmmmm…mmmm…Bryaaann… Mpphhh…” seru Tante
Ida saat bibir seksinya ku kulum dengan lembut
" Mari kita nikmati malam ini sayang… lepaskan seluruh hasratmu……” ujarku terus mencumbunya di tengah kuatnya
dentuman musik
Dan
kami pun saling berciuman berpagut bibir sambil berdiri berhadapan. Perlahan
tapi pasti aku mulai memburu bibir dan lidah Tante Ida …dan mengulumnya penuh nafsu… lalu menyapu tiap bagian bibir Tante Ida dengan lidahku
Dengan
penuh nafsu menggelegak, Tanganku mulai meremas lembut pantat montok Tante Ida yang
masih dibalut gaun hitam tersebut.
“
Aaahhh…??!! “ Tante Ida mulai mendesah pelan saat ciuman ku mulai turun ke
leher halusnya…
Suara desahan
tersebut malah membuatku semakin bernafsu untuk menggumuli Tante Ida , teman dugemku pada
malam itu. Dengan lembut kuciumi leher Tante Ida, turun ke bahu halusnya…dan
Aku mulai menurunkan tali gaun Tante Ida yang kanan…menciumi sebagian pundak nya
yang mulai terbuka…
" Bry... jangan disini ... nanti ada yang melihat.." bisik Tante Ida lemah
Aku memberi isyarat diam, dengan menempelkan telunjuk ke bibirnya, Tante Ida tampak mengangguk pasrah dan kembali merelakan perlakuan ku padanya
" Bry... jangan disini ... nanti ada yang melihat.." bisik Tante Ida lemah
Aku memberi isyarat diam, dengan menempelkan telunjuk ke bibirnya, Tante Ida tampak mengangguk pasrah dan kembali merelakan perlakuan ku padanya
Sementara
gundukan indah payudara kanan Tante Ida mulai terlihat setengah dengan puting
coklat kemerahan yang mulai mengintip…. Aku berusaha melakukan serangan2 sambil
mengusap lembut lengan kanan Tante Ida yang terbuka.
Dengan
satu sentakan kasar, Aku mulai menurunkan tali gaun Tante Ida sebelah kanan
lebih ke bawah hingga payudara putih montok Tante Ida terbuka 3/4 dan puting
susunya menyembul keluar dengan indahnya membuat ku menelah ludah tak sabaran untuk meneteki nya
Aku
segera menikmati puting susu indah itu dengan penuh kelembutan, seperti seorang
bayi yang baru menemukan puting susu ibunya…
Aku mengulum puting kanan Tante Ida hingga wanita cantik paruh baya itu mengerang kenikmatan sambil sedikit menjambak rambutku. Puting susu kanan Tante Ida kini terasa mengeras dan membuatku begitu gemas sehingga menggigitnya perlahan……
Aku mengulum puting kanan Tante Ida hingga wanita cantik paruh baya itu mengerang kenikmatan sambil sedikit menjambak rambutku. Puting susu kanan Tante Ida kini terasa mengeras dan membuatku begitu gemas sehingga menggigitnya perlahan……
“enak banget netek sama kamu Tante…..tetek
kamu montok banget….” Ujar ku sambil terus menciumi sebagian payudara Tante Ida
dan mengulum putingnya…
“arrrhhh..Bryaaan….pelan2 donk gigitnya….nanti putingku lecet…..” sahut Tante Ida kegelian
Aku
mulai menghentikan aksi kuluman, ciuman, dan gigitan ke payudara dan puting
susu Tante Ida …kini aku mulai meremas kedua payudara Tante Ida sambil mencium
dan mengulum bibir Tante Ida …..penisku terasa begitu mengeras sehingga Tante
Ida terdengar olehku mendesah nikmat merasakannya aku menggesekkannya ke arah
kemaluan nya yang masih tertutup gaun yang dikenakannya.
Bibir
kami masih saling berpagutan, puas disana, aku melepaskan ciumanku pada bibirnya
dan mendorong Tante Ida untuk berlutut…. sambil mengarahkan tangan Tante Ida untuk
membuka restleting celanaku…..
Tante
Ida tampak patuh menuruti kehendak ku, pelan dia cari dan buka resleting
celanaku dan menarik celanaku kebawah…dan akhirnya penis ku menyembul keluar,
tegak keras tepat didepan wajah Tante Ida yang tampak begitu mengairahkan.
Dengan
satu sapuan lembut, lidah Tante Ida langsung menjilati kepala penisku.... tepat
di lubang kencing ku
“
uhhhh…..” aku merintih dan mendesah nikmat, aku tak mengira Tante Ida langsung
menjilati kepala penisku, biasanya dia mengocok batangnya terlebih dahulu ….
entah karena Tante Ida sudah berpengalaman atau sudah begitu terangsang
Bibir
mungil Tante Ida mulai mengulum kepala penisku sambil menghisapnya kuat2….
Aku
sedikit meringis namun tentu saja sangat
menikmatinya…. Tak sabar dengan kuluman dan jilatan di kepala penisku saja, Aku
mendorong kepala Tante Ida untuk mengulum penisku lebih dalam lagi….
Dan
saat mulut kulihat mulut Tante Ida terbuka lebar, Aku mulai memperkosa mulut Tante
Ida dengan sedikit dorongan paksa…. Aku pun mendorong penisku untuk masuk kedalam mulut Tante Ida , yang sambil
mengocok batang penisku perlahan dengan satu tangannya
Sesekali
kulihat Tante Ida agak tersedak karena kepala penisku masuk terlalu dalam ke
kerongkongannya. Aku menjambak rambut Tante
Ida dan mengatur gerakannya maju mundur agar dapat merasakan sensasi gesekan
dan kuluman dalam mulut Tante Ida yang begitu kuinginkan ..
Sekitar
10 menit Tante Ida mengulum penisku dalam keadaan setengah sadar…dan kini Aku
meminta Tante Ida untuk berdiri, setelah berdiri aku membalikkan tubuh Tante
Ida menghadap tembok sambil menggenggam payudara kanan Tante Ida yang terbuka
karena tali gaunnya kuturunkan tadi.
Kedua
tangan Tante Ida bertumpu pada tembok seperti seorang tersangka yang akan
diperiksa polisi….. Aku mengangkat gaun Tante Ida bagian belakangnya hingga
pinggang, sehingga pantat bulat montok Tante Ida terlihat dengan tali G-string
seksi yang berada dibelahan pantatnya itu.
Dengan
satu tarikan kuat aku tarik lepas G-string Tante Ida dan mulai menggesekkan
penisku ke pantat Tante Ida yang telanjang dan halus tersebut. Sesekali aku meremas
pantat Tante Ida karena gemas akan kemontokannya….
" Hhhhhh... Bryaaannn...hhhhh..??" desah Tante Ida lemah
" Hhhhhh... Bryaaannn...hhhhh..??" desah Tante Ida lemah
Aku
terus menggesekkan penisku pada belahan pantat Tante Ida dan bisa kurasakan bibir vagina Tante Ida yang
mulai basah……
Saat kuraba raba dengan tangan, bibir vagina nya, kurasakan daerah lobang buaya itu terasa licin tanpa ditumbuhi bulu, licin akibat cairan cinta yang sudah mengucur dari dalam vagina Tante Ida
Saat kuraba raba dengan tangan, bibir vagina nya, kurasakan daerah lobang buaya itu terasa licin tanpa ditumbuhi bulu, licin akibat cairan cinta yang sudah mengucur dari dalam vagina Tante Ida
Uhmmm
.. ternyata mungkin tadi saat berada di kamar mandi, Tante Ida mencukur
habis bulu jembut nya yang biasanya cukup
rimbun itu, karena saat kugesekan kepala penisku di bibir kemaluannya aku tidak merasakan adanya rambut di sekitar kemaluan Tante Ida
Aku terus menggesekkan penisku sambil terus menerus meremas payudara Tante Ida yang
terbuka… Selanjutnya pelan2 tangan kiriku mulai mengarahkan penisku untuk memasuki
liang kenikmatan Tante Ida yang sudah gatal untuk segera kucoblos……
Lubang
kemaluan Tante Ida sudah terasa becek, dibanjiri cairan kenikmatan hasil rangsangan yang
kuberikan sejak tadi…. pelan2 aku
mendorong kepala penisku itu masuk ke liang vagina Tante Ida
“
Blessss…”
“
Aaauuhhh…?? “ Tante Ida terdengar mengeluh sakit sambil mendesah sambil
menggigit bibir bawahnya….
“
Uhhh.. ?? dorong terus Bryyy…. ??!!“ bisiknya tertahan saat kepala penisku berhasil
masuk ke dalam liang vaginanya ……. dan dengan sedikit sentakan kuat….. Aku pun berhasil
menusukkan seluruh bagian penisku kedalam lobang vagina Tante Ida yang terasa licin itu…..
Tante
Ida mengerang antara sakit dan nikmat saat lobang vagina nya kumasuki dengan penisku. kurasakan Tante Ida merenggangkan kedua pantatnya untuk memudahkan penisku
memasuki lobang vaginanya….. Untuk mengobarkan gairahnya , aku menepuk pelan
pantat telanjang Tante Ida sambil terus mendorong penisku hingga amblas dalam
vagina Tante Ida dari belakang,
Pelan2 aku memompa penisku maju mundur didalam vagina Tante Ida yang terasa berkedut kedut, meremas penis ku yang mengoyak lobang vaginanya tersebut, sambil menepuk nepuk pantat montok Tante Ida dengan kasar sehingga tak jarang Tante Ida meringis akan perlakuanku yang agak kasar padanya.
Aku
tak kesulitan mengocok penisku karena lobang vagina Tante Ida yang telah basah dan
licin akibat air nafsunya yang sudah terasa keluar sedari tadi.. namun tetap saja kurasa liang vaginanya begitu sempit dan
menjepit karena mungkin posisi aku menyetubuhinya dari belakang itu membuat
batang penisku terasa dijepit oleh sepasang pantat Tante Ida. Penisku terasa dipijat dan terhisap begitu
dalam oleh dinding vagina Tante Ida
“uhmmmm Bryaaan… punyaku ngilu sekaliii….punyamu
itu... gede sekali ya..?”, seru Tante Ida sambil melenguh kenikmatan…
“Uhhh… punya tante juga masih sempit sayang….arrrgghhh enak banget sayang…” desahku merintih penuh kenikmatan merasakan indah nya persetubuhan ini
" Teruss Bryyy.. Ooouuhh.. Bryaann..hhh... Uuuhh... Nikmatnyaaa.. Duuuhh.. my god..??!!" desahnya
Lalu
dengan menahan sejuta kenikmatan yang kurasakan saat itu, tanganku mulai
menggenggam payudara Tante Ida dan menarik puting susunya kuat2….sambil terus
mengocokkan penisku didalam vagina Tante
Ida ……
" Aaahh... Ooohhh... Aahhh.. Ooooohh..!!!" Tubuh Tante Ida tersentak sentak akibat dorongan pinggulku yang memborbardir vagina nya dengan gerakan cepat, seperti mesin jahit...
" Aaahh... Ooohhh... Aahhh.. Ooooohh..!!!" Tubuh Tante Ida tersentak sentak akibat dorongan pinggulku yang memborbardir vagina nya dengan gerakan cepat, seperti mesin jahit...
Aku
makin mempercepat penetrasi kocokan penisku dalam liang vagina Tante Ida dan
,,,,, tiba tiba terdengar Tante Ida merintih agak keras sambil menggigit
bibirnya……
“
Aaaahhhhhh…” jeritnya panjang, ternyata
Tante Ida telah mengalami orgasme pertamanya. Untung suara music di pub itu
cukup kencang …. hingga jeritan kenikmatan dari mulut Tante Ida tadi tidak sampai
kedengaran oleh orang yang kebanyakan berada di lantai bawah..
Melihat
Tante Ida sudah orgasme, aku memperlambat tempo sodokanku sambil membiarkan
Tante Ida merasakan orgasme pertamanya tersebut…..
Cairan
kenikmatan yang mengalir dari vagina Tante Ida membuatku semakin mudah
mengocokan penisku semakin dalam. Dalam posisi berdiri seperti itu, sebenarnya
agak sulit bagiku untuk bereksplorasi, namun nafsu yang memburu membuatku
menghalalkan segala gaya untuk menikmati vagina Tante Ida yang sudah sangat
pasrah kusetubuhi itu
Aku
sendiri baru sadar kalau saat itu sedang bercinta di area terbuka yang mungkin
saja dapat terlihat orang lain yang tak sengaja naik keatas balkon pub tersebut.
Aku
menciumi tengkuk Tante Ida dengan nafsu memburu, kemudian meremas2 payudara
montok Tante Ida dengan kasar, meremas pantat Tante Ida dengan penuh semangat…
Dan
akhirnya … aku tak dapat lagi menahan
ejakulasi…..Aku membenamkan seluruh batang kejantananku ke dalam vagina Tante
Ida dan ...
croootttt…
croootttt…
Aku
akhirnya menyemprotkan spermaku di dalam rahim Tante Ida dan terjepit pada
pantat bulat Tante Ida nan montok… dan disaat bersamaan kudengar Tante Ida
kembali merintih dan kurasa dia mencapai orgasme keduanya…..
Aku
makin merapatkan tubuhku pada punggung Tante Ida, sambil mengatur nafas, kepala
ku terasa melayang saat mendapatkan ejakulasi indah dalam rahim Tante Ida,
Kuatnya
dentuman music membuatku tersadar, dan buru buru mencabut penis ku dari dalam
lobang vagina Tante Ida
“uuhhmmmm Briaaann…kok udahan…..?? aku masih mau
tititmu dalam memekku…..aku mau lagi…”, Tante Ida meracau tak jelas karena masih
terpengaruh alcohol yang memabukan itu…
“kita lanjutkan nanti di kamar ya Tante sayang…jangan disini… ini aja untung tidak kelihatan..” balas ku sambil mengelap tumpahan spermaku dipantat Tante Ida dengan tissue….
Saat selesai merapihkan pakaian kami, aku memapah tubuh lemah Tante Ida yang tampaknya masih
belum sadar sepenuhnya itu keluar dari pub dan membawanya kembali ke kamar
hotel…







Tidak ada komentar:
Posting Komentar