Minggu, 25 Desember 2016

Tante Ida Tetanggaku Yang Menggairahkan V




Sepulang dari membeli vitamin dan suplemen untuk mengembalikan stamina , aku kembali menuju kamar hotel, tempat aku dan Tante Ida memadu cinta. Sesampai disana jam sudah menunjukan pukul 10 malam, dan kulihat Tante Ida sudah berdandan cantik, rencana nya kami akan dugem, menikmati hiburan malam di pub yang sudah disediakan hotel sebagai fasilitas hiburan bagi pengunjung

Tante Ida tampak bersemangat malam itu, beliau berusaha tampil cantik. Tante Ida mengenakan gaun terusan berwarna ungu, tampak seksi dikarenakan bahunya terbuka dan panjang nya diatas lutut. Mirip tante tante sosialita yang mau clubbing.. hehehe



Setelah siap semuanya, aku dan Tante Ida pun keluar dari kamar dan menuju pub hotel sekitar pukul sebelas malam Aku sengaja memilih tempat yang berada di balkon tingkat dua, selain sepi, juga tidak banyak orang yang mondar mandir disana. Hingga aku dan sepuas puasnya bercumbu bahkan menggumuli Tante Ida yang menggairahkan itu.

Mungkin karena hari itu bukan akhir pekan atau hari libur, suasana pub itu amat sepi dari pengunjung, dan tidak ada event , yang ada hanya DJ pub dan band pengisisi yang tampil.
Aku mengandeng Tante Ida keatas dan menghampiri  table yang ada sofa nya  dan aku memesan beberapa minuman pembuka….

Saat kami telah duduk, waitress pun datang menanyakan pesanan kami

“ Bryan.. tante mau minuman yang kemaren kamu kasih dirumah..?apa sih namanya? Ujar Tante Ida
“ ooh… itu Chivas Regal namanya.. Tante mau..? “ tawarku yang langsung dibalas anggukan Tante Ida
“ Oke.. Chivas regal double untuk 2 orang bray..” ujarku pada waitress nya.

Sang waitress mengangguk ramah dan pamit
berlalu ke lantai bawah 

Tante Ida tampak begitu enjoy dan menikmati suasana pub malam itu, seperti nya beliau benar benar happy seolah membuang segala beban fikirannya malam ini

“ sebenarnya saya tidak terlalu suka minum2an keras  nte.. dan biasanya kalau di pub seperti ini saya hanya memilih jenis minuman dengan kadar alkohol ringan saja. ..” pungkasku.

“ Kamu sih yang ngajarin Tante minum minuman itu.. sampai Tante kecanduan,,,” ujarnya terkekeh dan merapatkan duduknya padaku.
“ termasuk kecanduan ngesex..?” pancingku sambil mencium rambutnya

Tante Ida kembali tertawa dan tidak menjawab, kami berdua larut menikmati suasana dan lantunan music jazz yang dimainkan band pub saat itu

Kebiasaan Tante Ida yang paling kusukai adalah kebiasaannya menyemprotkan parfum ke tubuh sintalnya sehingga wanginya begitu menggoda ku untuk mendekap tubuhnya…. Aku mendekap Tante Ida dalam pelukanku dan kami sama sama menikmati lantunan live music yang sekarang bernada nge beat.

Sampai kemudian waiterss mengantar minuman yang kami pesan beserta desert nya. Tante Ida tampak antusias minum minuman beralkohol itu, begitu juga aku, 



Aku pun amat menikmati suasana party berdua dengan Tante Ida, jika sudah minum Tante Ida tidak malu malu sebagaimana biasanya, Beliau mulai aktif, kepala nya dan tubuhnya mulai bergoyang seirama beat music

Tak terasa 2 sloky minuman itu telah habis
“ tambah lagi dong Bry..” ujar Tante Ida manja padaku
“ masih kuat? Ntar mabok lagi..” ujarku
“ kalau aku mabok kan ada kamu ..” ujarnya genit sambil mendekatkan wajahnya padaku dan menempelkan hidungnya ke hidungku.

Aku amat gemas melihat tingkah Tante Ida yang makin genit dan asyik jika sudah terkena minuman
“ okey.. saya  pesanin yang lain ya.. martini atau margareta kali.. belum pernah coba kan? Cewek cewek biasanya suka tuh.. ” ujarku sambil mendekap tubuhnya dan menciumi bahunya
“ nggak.. saya mau chivas aja… cocok buat saya.. saya kan bukan cewek lagi tapi sudah tante tante ..” ujarnya mengerling nakal padaku.


Aku pun tertawa mendegarnya dan akhirnya aku pesan satu botol Chivas regal plus cokenya pada waitress… aku amat menikmati suasana ini, Tante Ida terasa happy dan melepaskan segala beban fikirannya…

Setelah si waitress pergi mengambil pesanan, Tante Ida berdiri dan sofa dan dengan manjanya meletakan pantatnya, duduk dengan posisi kaki menyamping di pangkuanku. Sambil tersenyum genit, tangannya bergelayut mesra di leherku dengan sikap manja.

Aku mendekap bahunya dan mulai menciumi dadanya,
“ uuhhh..” desah Tante Ida mengadahkan leher putihnya keatas, yang membuatku makin terpancing untuk menciumi lehernya terus keatas hingga aku mengulum telinganya
“ Bryaaann..hhhh..” rintih nya memejamkan mata. Kedua tangannya makin kencang memeluk leherku. Tanganku pun tak mau diam, aku susuri pundaknya dengan belaian tanganku. Berlanjut ke punggung dan sekarang berada di pinggulnya.

Sesampai disana kuremas bongkahan pantat montok Tante Ida berulang ulang, hingga terdengar suara nya merintih rintih penuh nafsu. 



Karena mungkin sudah tidak tahan, Tante Ida kembali menundukan wajahnya, kali ini wajahnya di sejajarkan dengan wajahku hingga bertatap tatapan dengan deru nafas yang memburu.

Tante Ida langsung mendekatkan wajahnya ke wajahku, dan entah siapa yang duluan memulai, kami mulai saling berciuman bibir. Kurasa lidah Tante Ida memburu kemana arah lidah ku dan Tante Ida dengan buas mengulum dan menjilati rongga atas mulutku hingga membuatku menggelinyang kegelian.

Dari wajahnya tampak Tante Ida benar benar liar dan bernafsu. Satu tanganku bergerilya di paha mulusnya, kebelai dan ke elus paha nya yang terbuka itu membuat Tante Ida makin liar dan blingsatan.. Tangannya memeluk leherku dan membelai belai pundak ku

Sekarang Tante Ida mengangkat pinggul nya dan mengubah posisi duduknya yang semula berposisi dengan kedua kaki menyamping di pangkuanku menjadi  duduk dan berhadap hadapan denganku dipangkuanku, kedua kaki nya melingkari pinggangku dan mengapit pinggulku. Tubuhnya makin rapat denganku, kurasa dengusan nafas nya penuh nafsu dan kehangatan tubuh sintalnya mendekap tubuhku erat

Posisi itu benar benar membuat burungku berdiri, pas berada di bawah pantat Tante Ida yang menduduki daerah sekitar burungku dengan menggesek gesesakan pantatnya pada burungku. Aku terus melayani dan membalas ciuman Tante Ida yang tambah lama tambah liar dan hot. Kami terus berbuat demikian selama beberapa menit.

“ ehhm.. maaf mas… minumannya sudah sampai” tiba tiba aku tersentak mendengar suara si waitress yang ternyata sudah sampai mengantar pesanan ku yakni satu botol minuman chivas regal. Begitu juga dengan Tante Ida yang masih duduk di pangkuanku. Beliau tersentak dan buru buru turun dari pangkuanku dan berusaha memalingkan wajahnya sambil pura pura memain mainkan handphone nya.

“ ya.. thanks ya bray” ujarku. Aku merogoh saku dan memberikan tip pada waitress cowok tersebut dengan cara meletakan pada papan bill
“ wah.. makasih ya mas… maaf tadi saya menggangu.. permisi mas..” ujarnya girang menerima tip ku.
“ yo’I bray.. santai aja..” ujarku padanya. Waitress itu tampak sungkan dan merasa bersalah dan langsung pergi meninggalkan kami.

Aku saling bertatapan dengan Tante Ida, dan kami saling tertawa mengingat kejadian barusan. Karena sudah dimabuk asmara sampai tidak sadar ada yang datang. Untung waitress nya pengertian .. hehehehe..

“ Tante sih… gak kasih aba aba ..“ ujarku mencuil pipinya
“ itu pengaruh music tadi mungkin bry… makanya saya larut hehehe..” ujarnya malu malu

Kami kembali duduk saling menyandarkan ke tubuh masing masing… Tante Ida berulang kali  menegak minuman keras itu, entah berapa sloky yang diminumnya
“kayaknya ini wanita asyik juga diajak dugem.” Bathinku

Setelah aksi live music habis, giliran DJ yang tampil melantunkan irama disco progresive Dentuman musik di club tersebut otomatis memacu setiap orang untuk turut bergoyang, tak ketinggalan juga Tante Ida … tubuh bahenolnya mulai bergoyang seiring irama music

“ ayo bryan…. “ ujarnya menarik tanganku dan berdiri bergoyang mengikuti dentuman musik Trance yang dputar sang DJ….

Setelah lelah bergoyang, Tante Ida sesekali menyeruput minumannya sambil bergoyang denganku.  Kadar alcohol yang dia minum semakin membuatnya makin bergairah bergoyang, dengan dentuman musik Trance yang membahana seluruh ruangan dan teriakan beberapa pengunjung yang mulai hilang kesadarannya…

Tampaknya Tante Ida benar2 melepaskan segenap fikiran dan masalah rumah tangga yang membelenggunya…. Aku bergoyang sambil mendekap Tante Ida dari belakang, tanganku melingkari pinggulnya dan  memegang perut Tante Ida sambil menghusap2nya dengan lembut bagian pusarnya dan sesekali menciumi tengkuk Tante Ida yang putih mulus dan dipenuhi bulu2 halus…..

" Hhhhh.... " terdengar suara rintihan Tante Ida saat tubuh bohay nya itu kugerayangi dengan tanganku


Tante Ida terus bergoyang perlahan mengikuti dentuman musik yang kadang meninggi dan kadang slow…. aku sesekali menciumi tengkuk Tante Ida yang wangi dan membuat bulu kuduk beliau berdiri.. 

Tante Ida tampak begitu enjoy dan menikmati perlakuanku kepadanya dan membiarkanku  terus meraba perut sambil menciumi tengkuknya itu.. bahkan tanganku sesekali dengan nakal menggenggam payudara montok Tante Ida saat dentuman musik mulai meninggi dan orang2 tidak sadar akan apa yang mereka lakukan berdua karena masing2 sibuk dengan kelompok/kekasih/gebetan-nya masing2.

"Sssshh... Ahhhh..." desah Tante Ida mengadahkan kepalanya keatas, menikmati remasan tanganku pada kedua buah dada nya yang masih mengenakan gaun itu

Tante Ida terus bergoyang dengan penuh gairah sambil tangan kanannya memegang gelas minumannya, sesekali ia menengguknya sampai habis..

  Semakin dia menenguknya… semakin hilang kesadaran dan akal sehatnya... Goyangan dance nya mulai tak beraturan, tubuhnya tampak sempoyongan namun masih terus menegak minum an sambil terus bergoyang mengiringi dentuman musik

Aku semakin erat mendekap tubuh sintal Tante Ida ….dan merapatkan penisku ke bagian pantat Tante Ida yang dibalut gaun seksinya.

Sesekali aku coba menggesek2annya perlahan di belahan pantat sexy nya…sambil tanganku merayap meraba bagian perut, payudara, dan bahkan sesekali turun ke arah selangkangan Tante Ida.  

" Bryann... nakal yahh kamuuu.." bisiknya menoleh kebelakang, langsung saja kusambut bibir merahnya dengan ciumanku 

" Mhhhh.." bibir kami saling berpagutan dan saling mengulum satu sama lain..

Sepertinya Tante Ida membiarkan perlakuanku padanya itu, sulit sepertinya bagi nya menolak rangsangan nakal yang kuberikan atau entah dia malah menikmatinya ditempat terbuka seperti itu

Dengan nafsu setanku yang mulai membumbung, aku mulai berpikir bagaimana dan dimana bisa mengeksekusi tetanggaku yang telah larut dalam pengaruh alcohol itu.. kalau langsung dibawa ke kamar, pasti repot dan Tante Ida pasti tidak mau karena masih ingin menikmati suasana tersebut…

Aku sendiri, karena mungkin juga sudah terpengaruh banyaknya alcohol yang kutegak, menjadi semakin bernafsu melihat keseksian tubuh molek Tante Ida  yang bergoyang begitu erotis itu. 

Aku sudah tidak tahan jika hanya sekedar meraba dan petting dengan cara menggesekkan seperti itu.

Aku melihat di sekelilingku, tidak ada orang yang buka table ada di sebelah kami, hanya kami berdua ,  kebanyakan orang berada di lantai bawah. Waiterss pun tidak ada lagi di sekitar kami. 

Kupikir ini sebuah kesempatan untuk menyetubuhi Tante Ida yang membuatku mabuk kepayang malam itu.

Ketika jam sudah menunjukkan pukul 1 pagi.. Tante Ida mulai tampak benar-benar mabok.. saat dia melepas pelukanku untuk menuangkan minuman lagi ke sloky,  tubuhnya yang tadinya berdiri langsung ambruk ke sofa …

Melihat itu, aku menghampirinya dan kembali memapahnya berdiri

“ ayo kita ngelantai lagi nte.. masak baru mimum segitu aja kok tumbang.? . katanya mau happy habis habisan malam mini..” godaku.

Tante Ida tersenyum genit dan berusaha bangkit dan memaksakan tubuhnya berdiri , namun baru dua langkah berjalan mendekatiku, Tante Ida kembali hampir terjatuh dan untung aku cepat menangkapnya agar tidak jatuh ke lantai. 

Aku memeluknya sementara tanganku secara reflek menggenggam payudara montok Tante Ida ….penisku yang tadinya layu pun langsung menegang…apalagi tubuh sintal Tante Ida yang wangi begitu rapat dengan tubuhku. 

Tanpa basa-basi….Aku mendorong tubuh Tante Ida dan menyandarkannya ke tembok sebelah sofa tempat kami duduk … Aku dan beliau saling berhadapan dan bertatapan… kulihat mata Tante Ida mulai berkilat, dan tak tahan lagi aku pun langsung mencium bibir seksi Tante Ida ….

 “…uhhhmmmm…mmmm…Bryaaann…  Mpphhh…” seru Tante Ida saat bibir seksinya ku kulum dengan lembut  
" Mari kita nikmati malam ini sayang… lepaskan seluruh hasratmu……” ujarku terus mencumbunya di tengah kuatnya dentuman musik

Dan kami pun saling berciuman berpagut bibir sambil berdiri berhadapan. Perlahan tapi pasti aku mulai memburu bibir dan lidah Tante Ida …dan mengulumnya penuh nafsu… lalu menyapu tiap bagian bibir Tante Ida dengan lidahku

Dengan penuh nafsu menggelegak, Tanganku mulai meremas lembut pantat montok Tante Ida yang masih dibalut gaun hitam tersebut.
“ Aaahhh…??!! “ Tante Ida mulai mendesah pelan saat ciuman ku mulai turun ke leher halusnya…

Suara desahan tersebut malah membuatku semakin bernafsu untuk menggumuli Tante Ida , teman dugemku pada malam itu. Dengan lembut kuciumi leher Tante Ida, turun ke bahu halusnya…dan Aku mulai menurunkan tali gaun Tante Ida yang kanan…menciumi sebagian pundak nya yang mulai terbuka…

" Bry... jangan disini ... nanti ada yang melihat.." bisik Tante Ida lemah

Aku memberi isyarat diam, dengan menempelkan telunjuk ke bibirnya, Tante Ida tampak mengangguk pasrah dan kembali merelakan perlakuan ku padanya 

Sementara gundukan indah payudara kanan Tante Ida mulai terlihat setengah dengan puting coklat kemerahan yang mulai mengintip…. Aku berusaha melakukan serangan2 sambil mengusap lembut lengan kanan Tante Ida yang terbuka.

Dengan satu sentakan kasar, Aku mulai menurunkan tali gaun Tante Ida sebelah kanan lebih ke bawah hingga payudara putih montok Tante Ida terbuka 3/4 dan puting susunya menyembul keluar dengan indahnya membuat ku menelah ludah tak sabaran untuk meneteki nya

Aku segera menikmati puting susu indah itu dengan penuh kelembutan, seperti seorang bayi yang baru menemukan puting susu ibunya… 

Aku mengulum puting kanan Tante Ida hingga wanita cantik paruh baya itu mengerang kenikmatan sambil sedikit menjambak rambutku. Puting susu kanan Tante Ida kini terasa mengeras dan membuatku begitu gemas sehingga menggigitnya perlahan……

 “enak banget netek sama kamu Tante…..tetek kamu montok banget….” Ujar ku  sambil terus menciumi sebagian payudara Tante Ida dan mengulum putingnya…

“arrrhhh..Bryaaan….pelan2 donk gigitnya….nanti putingku lecet…..” sahut Tante Ida kegelian

Aku mulai menghentikan aksi kuluman, ciuman, dan gigitan ke payudara dan puting susu Tante Ida …kini aku mulai meremas kedua payudara Tante Ida sambil mencium dan mengulum bibir Tante Ida …..penisku terasa begitu mengeras sehingga Tante Ida terdengar olehku mendesah nikmat merasakannya aku menggesekkannya ke arah kemaluan nya yang masih tertutup gaun yang dikenakannya.

Bibir kami masih saling berpagutan, puas disana, aku melepaskan ciumanku pada bibirnya dan mendorong Tante Ida untuk berlutut…. sambil mengarahkan tangan Tante Ida untuk membuka restleting celanaku…..

Tante Ida tampak patuh menuruti kehendak ku, pelan dia cari dan buka resleting celanaku dan menarik celanaku kebawah…dan akhirnya penis ku menyembul keluar, tegak keras tepat didepan wajah Tante Ida yang tampak begitu mengairahkan.

Dengan satu sapuan lembut, lidah Tante Ida langsung menjilati kepala penisku.... tepat di lubang kencing ku

“ uhhhh…..” aku merintih dan mendesah nikmat, aku tak mengira Tante Ida langsung menjilati kepala penisku, biasanya dia mengocok batangnya terlebih dahulu …. entah karena Tante Ida sudah berpengalaman atau sudah begitu terangsang

Bibir mungil Tante Ida mulai mengulum kepala penisku sambil menghisapnya kuat2….
Aku  sedikit meringis namun tentu saja sangat menikmatinya…. Tak sabar dengan kuluman dan jilatan di kepala penisku saja, Aku mendorong kepala Tante Ida untuk mengulum penisku lebih dalam lagi….

Dan saat mulut kulihat mulut Tante Ida terbuka lebar, Aku mulai memperkosa mulut Tante Ida dengan sedikit dorongan paksa…. Aku pun mendorong penisku untuk  masuk kedalam mulut Tante Ida , yang sambil mengocok batang penisku perlahan dengan satu tangannya

Sesekali kulihat Tante Ida agak tersedak karena kepala penisku masuk terlalu dalam ke kerongkongannya.  Aku menjambak rambut Tante Ida dan mengatur gerakannya maju mundur agar dapat merasakan sensasi gesekan dan kuluman dalam mulut Tante Ida yang begitu kuinginkan ..

Sekitar 10 menit Tante Ida mengulum penisku  dalam keadaan setengah sadar…dan kini Aku meminta Tante Ida untuk berdiri, setelah berdiri aku membalikkan tubuh Tante Ida menghadap tembok sambil menggenggam payudara kanan Tante Ida yang terbuka karena tali gaunnya kuturunkan tadi.



Kedua tangan Tante Ida bertumpu pada tembok seperti seorang tersangka yang akan diperiksa polisi….. Aku mengangkat gaun Tante Ida bagian belakangnya hingga pinggang, sehingga pantat bulat montok Tante Ida terlihat dengan tali G-string seksi yang berada dibelahan pantatnya itu. 

Dengan satu tarikan kuat aku tarik lepas G-string Tante Ida dan mulai menggesekkan penisku ke pantat Tante Ida yang telanjang dan halus tersebut. Sesekali aku meremas pantat Tante Ida karena gemas akan kemontokannya….

" Hhhhhh... Bryaaannn...hhhhh..??" desah Tante Ida lemah

Aku terus menggesekkan penisku pada belahan pantat Tante Ida dan  bisa kurasakan bibir vagina Tante Ida yang mulai basah……

Saat kuraba raba dengan tangan, bibir vagina nya, kurasakan daerah lobang buaya itu terasa licin tanpa ditumbuhi bulu, licin akibat cairan cinta yang sudah mengucur dari dalam vagina Tante Ida

Uhmmm .. ternyata mungkin tadi saat berada di kamar mandi, Tante Ida mencukur habis bulu jembut nya yang biasanya cukup  rimbun itu, karena saat kugesekan kepala penisku di bibir kemaluannya aku tidak merasakan adanya rambut  di sekitar kemaluan Tante Ida

Aku terus menggesekkan penisku sambil terus menerus meremas payudara Tante Ida yang terbuka… Selanjutnya pelan2 tangan kiriku mulai mengarahkan penisku untuk memasuki liang kenikmatan Tante Ida yang sudah gatal untuk segera kucoblos……

Lubang kemaluan Tante Ida sudah terasa becek, dibanjiri cairan kenikmatan hasil rangsangan yang kuberikan sejak tadi….  pelan2 aku mendorong kepala penisku itu masuk ke liang vagina Tante Ida

“ Blessss…”
“ Aaauuhhh…?? “ Tante Ida terdengar mengeluh sakit sambil mendesah sambil menggigit bibir bawahnya….
“ Uhhh.. ?? dorong terus Bryyy…. ??!!“ bisiknya tertahan saat kepala penisku berhasil masuk ke dalam liang vaginanya ……. dan dengan sedikit sentakan kuat….. Aku pun berhasil menusukkan seluruh bagian penisku kedalam lobang vagina Tante Ida  yang terasa licin itu…..

Tante Ida mengerang antara sakit dan nikmat saat lobang vagina nya kumasuki dengan penisku. kurasakan Tante Ida merenggangkan kedua pantatnya untuk memudahkan penisku memasuki lobang vaginanya….. Untuk mengobarkan gairahnya , aku menepuk pelan pantat telanjang Tante Ida sambil terus mendorong penisku hingga amblas dalam vagina Tante Ida dari belakang,

Pelan2 aku memompa penisku maju mundur didalam vagina Tante Ida yang terasa berkedut kedut, meremas penis ku yang mengoyak lobang vaginanya tersebut,  sambil menepuk nepuk pantat montok Tante Ida dengan kasar sehingga tak jarang Tante Ida meringis akan perlakuanku yang agak kasar padanya.

Aku tak kesulitan mengocok penisku karena lobang vagina Tante Ida yang telah basah dan licin akibat air nafsunya yang sudah terasa keluar sedari tadi..  namun tetap saja kurasa liang vaginanya begitu sempit dan menjepit karena mungkin posisi aku menyetubuhinya dari belakang itu membuat batang penisku terasa dijepit oleh sepasang pantat Tante Ida.  Penisku terasa dipijat dan terhisap begitu dalam oleh dinding vagina Tante Ida

 “uhmmmm Bryaaan… punyaku ngilu sekaliii….punyamu itu... gede sekali ya..?”, seru Tante Ida sambil melenguh kenikmatan…

“Uhhh… punya tante juga masih sempit sayang….arrrgghhh enak banget sayang…” desahku merintih penuh kenikmatan merasakan indah nya persetubuhan ini


" Teruss Bryyy.. Ooouuhh.. Bryaann..hhh... Uuuhh... Nikmatnyaaa.. Duuuhh.. my god..??!!" desahnya

Lalu dengan menahan sejuta kenikmatan yang kurasakan saat itu, tanganku mulai menggenggam payudara Tante Ida dan menarik puting susunya kuat2….sambil terus mengocokkan penisku  didalam vagina Tante Ida ……

" Aaahh... Ooohhh... Aahhh.. Ooooohh..!!!" Tubuh Tante Ida tersentak sentak akibat dorongan pinggulku yang memborbardir vagina nya dengan gerakan cepat, seperti mesin jahit...

Aku makin mempercepat penetrasi kocokan penisku dalam liang vagina Tante Ida dan ,,,,, tiba tiba terdengar Tante Ida merintih agak keras sambil menggigit bibirnya……

“ Aaaahhhhhh…” jeritnya panjang,  ternyata Tante Ida telah mengalami orgasme pertamanya. Untung suara music di pub itu cukup kencang …. hingga jeritan kenikmatan dari mulut Tante Ida tadi tidak sampai kedengaran oleh orang yang kebanyakan berada di lantai bawah..

Melihat Tante Ida sudah orgasme, aku memperlambat tempo sodokanku sambil membiarkan Tante Ida merasakan orgasme pertamanya tersebut…..

Cairan kenikmatan yang mengalir dari vagina Tante Ida membuatku semakin mudah mengocokan penisku semakin dalam. Dalam posisi berdiri seperti itu, sebenarnya agak sulit bagiku untuk bereksplorasi, namun nafsu yang memburu membuatku menghalalkan segala gaya untuk menikmati vagina Tante Ida yang sudah sangat pasrah kusetubuhi itu

Aku sendiri baru sadar kalau saat itu sedang bercinta di area terbuka yang mungkin saja dapat terlihat orang lain yang tak sengaja naik keatas balkon pub tersebut.

Aku menciumi tengkuk Tante Ida dengan nafsu memburu, kemudian meremas2 payudara montok  Tante Ida dengan kasar, meremas pantat Tante Ida dengan penuh semangat…

Dan akhirnya … aku  tak dapat lagi menahan ejakulasi…..Aku membenamkan seluruh batang kejantananku ke dalam vagina Tante Ida dan ...

croootttt…

Aku akhirnya menyemprotkan spermaku di dalam rahim Tante Ida dan terjepit pada pantat bulat Tante Ida nan montok… dan disaat bersamaan kudengar Tante Ida kembali merintih dan kurasa dia mencapai orgasme keduanya…..

Aku makin merapatkan tubuhku pada punggung Tante Ida, sambil mengatur nafas, kepala ku terasa melayang saat mendapatkan ejakulasi indah dalam rahim Tante Ida,

Kuatnya dentuman music membuatku tersadar, dan buru buru mencabut penis ku dari dalam lobang vagina Tante Ida

 “uuhhmmmm Briaaann…kok udahan…..?? aku masih mau tititmu dalam memekku…..aku mau lagi…”, Tante Ida meracau tak jelas karena masih terpengaruh alcohol yang memabukan itu…

“kita lanjutkan nanti di kamar ya Tante sayang…jangan disini… ini aja untung tidak kelihatan..” balas ku sambil mengelap tumpahan spermaku  dipantat Tante Ida dengan tissue….

Saat selesai merapihkan pakaian kami, aku  memapah tubuh lemah Tante Ida yang tampaknya masih belum sadar sepenuhnya itu keluar dari pub dan membawanya kembali ke kamar hotel… 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar