Hingga sekitar 2 minggu setelah kejadian itu, aku sedang berada di kampus .. , HP ku berdering. Saat ku angkat ternyata Tante Ida yang meneleponku.,
" ada apa nih..?" gumamku penasaran.... aku pun angkat teleponnya
“ halo..?”
“ Bryan,, kamu lagi dimana sekarang..?”
suara Tante Ida di seberang
“ di kampus.. ada apa
tante? “ tanyaku
“ kita ketemuan siang
ini di luar ya.. ? bisa kan..? ” katanya
Aku sedikit kaget mendengarnya
“ ngg.. ada perlu apa
ya tante? Tanyaku
“ pokoknya kita harus
ketemuan Bryan....” ujar nya lagi
“ di rumah saja kan
bisa tante.. tiap hari kan kita ketemu… ” Ujarku.
Aku takut juga jika seandainya Tante Ida sengaja menelepon untuk menjebaku karena dia bercerita pada suami nya kejadian saat dia telah kuperkosa
Aku takut juga jika seandainya Tante Ida sengaja menelepon untuk menjebaku karena dia bercerita pada suami nya kejadian saat dia telah kuperkosa
“ saya mau kita
ketemuan di luar Bryan.. please..’ ujar nya. Suara nya seperti sedang terisak
“ kenapa tante,.. apa
om tahu?” ujarku mencoba memberanikan diri bertanya
“ Ini.. gak ada
hubungan nya dengan om… tante pengen ketemu kamu aja bryannn, .. please bryan…”
ujarnya terisak.
Aku mulai menganalisa,
jika bukan karena ketahuan sama suaminya,.... pasti dia kepengen begituan lagi denganku.. .
Karena kurasa sikap nya yang awalnya menolak saat pemerkosaan yang kedua hanya sebentar, saja.... seterusmya malah dia yang makin liar
dalam bercinta
“ bisa kan bry..?” suara
Tante Ida yang senada dengan tangis nya membuyarkan lamunanku
“ bi..bisa sih tante,,,
tapi tante sendiri yang datang kan? “ ujarku memastikan lagi
” I..iyaa.. saya datang
sendirian,.. dimana kita ketemu?” ujarnya terlihat mengatur tangisannya
Aku mencoba
memancingnya, dengan dada deg deg an kusebut
“ kalau di hotel aja
gimana?’
“ Oke.. di hotel mana..?
“ ujar Tante Ida, sungguh sebuah jawaban yang di dugaanku!!
Dadaku berdegup kencang
membayangkan bahwa seandainya dia sudah seperti ini aku bakalan dapat menikmati
tubuhnya yang putih bahenol itu lagi!!!
“ Nngg.. bagaimana
kalau hotel “ A****” aja ? “ pancingku
“ disana ya..? baik..
saya tahu dimana tempatnya… kamu yang booking atau tante ?” tanya nya kembali
Sungguh… aku sedikit
tak percaya mendengarnya….
“ terserah.. siapa yang
dulu aja.. saya juga boleh…” ujarku lagi
“ baik.. sejam lagi
tante sampai.. kamu cepetan kesana ya..” ujarnya
“ oke.. tapi,.. maaf
tante.. ini bukan jebakan kan? “ ujarku memastikan kembali
“ jebakan apa??!! “
ujarnya terdengar tidak senang
“ mana tahu tante bawa
om atau polisi menggebrek “ ujarku langsung to the point
“ nggak lah.. saya
janji ! swear… ! lagian gak mungkin tante bawa suami tante, sementara kita
berduaan disana”
“ oo… ngajak
berduaan..” bathinku, otak ngeresku kembali muncul
“ oke lah tante ..
nanti kalau saya sudah disana saya telepon di kamar berapanya… eh, ini di kamar
atau di resto nya..?” pancingku
“ di kamar aja!” ujar
Tante Ida mantap
Yesss…. Bathinku
“ baik tante .. saya tunggu..
bye..” ujarku menutup telepon
Setelah berfikir masak masak.. aku fikir ini sebuah kesempatan lagi bagiku untuk bersenang senang. Tapi aku heran kenapa tumben Tante Ida begini, sampai nangis nagis ajak jumpa… di hotel lagi!!
Setelah berfikir masak masak.. aku fikir ini sebuah kesempatan lagi bagiku untuk bersenang senang. Tapi aku heran kenapa tumben Tante Ida begini, sampai nangis nagis ajak jumpa… di hotel lagi!!
Fikiran ku berkecamuk,
namun aku mengambil keputusan untuk datang, karena aku yakin saat ini dia pasti
ada masalah dengan suaminya atau kangen ku entoti lagi!
Setelah itu aku pun
menuju mobilku di parkiran dan berlalu meninggalkan kampus..
Sekitar setengah jam
aku sampai di hotel yang tempat aku berjanjian dengan Tante Ida. Sesampai di
lobby hotel aku meneleponnya dan dia berkata masih berada di jalan,
Melihat aku yang duluan
sampai, aku pun membooking kamar. Dan
langsung menuju ke kamar tersebut
Sesampai di kamar aku
duduk sebentar dan menelepon Tante Ida lagi, dia bilang sudah di parkiran. Dan
aku memberi tahunya nomor kamar dan lantai berapa.
Tak lama berselang
terdengar bunyi orang mengetuk kamar itu, aku pun mengintip dari kaca kecil di
pintu. Ternyata si cantik Tante Ida sudah berada di depan pintu, aku buka pintu
kamar dan mempersilahkan Tante Ida untuk masuk…
Wajahnya cantik itu nampak
murung,, dada ku deg deg an juga mengetahui sekarang aku dan si montok Tante
Ida berduaan di kamar. Sebuah kesempatan yang langka dan kutunggu tunggu...
Tante Ida berdandan
amat cantik hari itu, mengenakan gaun terusan tanpa lengan berwarna hitam ,
hingga leher, lengan dan pundaknya yang putih itu terpampang jelas,di tambah
betis nya yang putih dan padat karena gaun terusan yang dikenakannya itu
panjangnya hanya selututnya. rambut nya
di cat warna semi merah itu diikat ala sanggul kebelakang..
Tante Ida duduk di
kursi depan lemari dengan kaca besar itu, ekspresi wajahnya tampak datar,
matanya menerawang dan aku pun mencoba mencairkan suasana dengan memulai
percakapan
“ Pake apa Tante
datang? “ ujarku membuka pembicaraan
“ Taksi” wajab nya pendek
“ Anak tante masih
disekolah? Tanyaku lagi
“ Nggak… sama suami
saya..” jawab nya pendek lagi
Aku pun coba menayakan
hal yang bersifat lebih pribadi
“ Saya lihat sepertinya
ada yang lagi Tante fikirkan… Tante ada masalah apa.?” Ujarku
Tante Ida menghela
nafas....
“ Sebenarnya saya.. kemarin ribut
dengan suami saya Bryan.. jujur ... kami bertengkar hebat...
tapi masalahnya masalah rumah tangga,.. masalah keuangan… “ tutur nya
“ trus?” ujarku
“ mungkin karena kami
sama sama emosi, suami saya main tangan… “ ujar Tante Ida, dia bercerita sambil
terisak menahan tangis
“ saya kecewa sama
dia.. setelah saya ditampar dan di maki… dia pergi membawa anak kami ke rumah orang tuanya , “ tuturnya , kulihat
air mata mulai menggenangi mata indahnya
Aku hanya terdiam dan
tidak bisa memberi pendapat jika sudah masalah ekonomi dalam rumah tangga
mereka. Aku duduk di ranjang berhadapan dengan Tante Ida yang sedang duduk dikursi,
Aku menatapnya dalam, Tante Ida pun menatapku juga dengan tatapan sedih, mungkin baginya hanya aku tempat bercerita masalah keluarganya
Tante Ida berdiri dari
duduknya dan duduk diatas kasur, disebelahku
“ boleh saya duduk
disini Bryan.. pinjam bahumu ..” ujarnya menatapku dengan tatapan penuh harap
Aku mengangguk dan mencoba merangkul bahunya agar kami berdekatan ... begitu tubuh kami merapat, seketika saja kepala Tante Ida sudah bersandar di bahuku... Aku sendiri kaget dan tidak menyangka tetangga ku itu berbuat demikian, Sepertinya dia begitu membutuhkanku saat itu.. Dada ku mulai deg deg an... bingung harus bersikap bagaimana..
Akhirnya kuberanikan diri, merasa Tante Ida sudah tidak membenciku lagi, ditambah sekarang kelihatannya do'i bersikap pasrah padaku, dengan hati hati kusentuh kepalanya , kubelai dan berikut kuciumi rambutnya… terasa harum… kemudian aku merangkulnya dan makin merapatkan tubuhku padanya.
Akhirnya kuberanikan diri, merasa Tante Ida sudah tidak membenciku lagi, ditambah sekarang kelihatannya do'i bersikap pasrah padaku, dengan hati hati kusentuh kepalanya , kubelai dan berikut kuciumi rambutnya… terasa harum… kemudian aku merangkulnya dan makin merapatkan tubuhku padanya.
Aku biarkan Tante Ida
larut dalam kesedihannya
“ sebenarnya… saya
benci kamu Bryan.. tapi.. saya sadar cuma kamu yang saya percaya, ..” terdengar suaranya
parau menahan tangis
“ keluarkan saja semua
beban perasaan tante… biar plong.. gak baik di tahan tahan dalam hati” ujarku
coba menenangkannya
Isakan tangisnya makin
menjadi,
“ sebenarnya saya malu
cerita masalah saya sama kamu Bry…. Tapi entah kenapa saya rasa saya punya
hubungan emosional dan percaya dengan kamu...” ungkapnya
“ kan dari pertama saya
sudah bilang… saya cinta sama tante..” gombalku
Tante Ida tak menjawab
dan mengatur nafasnya. Kepalanya ditegakannya kembali dan sekarang wajahnya berhadap hadapan dengan wajahku, Tante Ida menatapku dan tersenyum penuh arti, mungkin ucapanku barusan membuat nya sedikit tenang atau bahagia.. entahlah...
Tante Ida mengusap air matanya yang membasahi kelopak matanya.
Tante Ida mengusap air matanya yang membasahi kelopak matanya.
Tiba tiba kurasa tangannya mulai menyentuh pipiku dan mengusapnya, tampak pada wajah keibuan dan simpatik beliau menatapku dalam dalam. Wanita paruh baya ini begitu mempesona, Ada beberapa garis kerutan di jidatnya menunjukan
kematangan dan kedewasaan nya, Menandakan dia sudah cukup lama makan asam garam di dunia ini sekaligus menambah keangunan dan sex appeal nya
Kulihat nafasnya
mendesah, dengusan nafasnya terdengar lirih karena semakin mendekatkan wajahnya padaku, dan kulihat bibirnya terbuka
pelan pelan, Aku mengerti maksudnya, tanganku pun kuarahkan ke pundaknya.
Dan…. entah siapa yang
memulai, melihat wajah Tante Ida mendekat pada wajahku dengan mata nya yang terpejam.... .langsung saja kusambut bibirnya dengan ciuman. Bibirku dan bibir Tante Ida saling bertemu dan bertautan, kecupan pertama terasa hangat dan membawa sukmaku melayang.
Dilanjutkan dengan kecupan kedua dan berikutnya secara naluriah aku dan Tante
Ida saling cium, saling jilat, saling lumat dan .. akhirnya bercipokan.. dengusan nafas dan desahan lirih yang keluar
dari mulut Tante Ida menambah gairahku untuk mencumbunya.
Tubuhnya makin dirapatkannya
padaku ,berikut tangannya sudah bergelayut mesra di leherku dan begitu pula
sebaliknya,
" Mmhhh,,, ssshhhh,," bunyi suara mulut aku dan Tante Ida saling cium dan saling menjilati penuh nafsu,
Tante Ida menahan wajahku dengan tangannya dan tak berhenti membalas kecupanku dengan penuh nafsu, kehangatan nafasnya terasa olehku
Namun tak lama berselang, Tante Ida ttba tiba saja melepaskan kuluman lidah nya dari mulutku…
" Mmhhh,,, ssshhhh,," bunyi suara mulut aku dan Tante Ida saling cium dan saling menjilati penuh nafsu,
Tante Ida menahan wajahku dengan tangannya dan tak berhenti membalas kecupanku dengan penuh nafsu, kehangatan nafasnya terasa olehku
Namun tak lama berselang, Tante Ida ttba tiba saja melepaskan kuluman lidah nya dari mulutku…
Kubiarkan dia melepas kulumannya dan kulihat Tante Ida
mengatur nafas dan menatapku dengan mata yang memerah… badannya bergetar dan wajahnya
tampak pucat. Namun entah disadarinya atau tidak, kedua tangannya masih bergelayut mesra di leherku.
Tak lama kemudian Tante
Ida sepertinya sadar bahwa dia sedang melamun... Dia menatapku dengan ekspresi wajah yang kikuk dan merasa bersalah..
Dia melepaskan tanganya yang berada di pundak ku dan langsung berdiri beranjak dari duduknya. secara reflek aku pun turut berdiri dan berusaha merangkul pinggulnya dan merapatkan kembali tubuhku dengannya
Dia melepaskan tanganya yang berada di pundak ku dan langsung berdiri beranjak dari duduknya. secara reflek aku pun turut berdiri dan berusaha merangkul pinggulnya dan merapatkan kembali tubuhku dengannya
“ maafkan saya Bryan…”
ujar Tante Ida menundukan wajahnya
“ kenapa tante…? apa
yang harus saya maafkan.. nggak ada yang salah...? “ ujarku tak mengerti
“ I..itu… Tante khilaf
yang barusan..” ujar Tante Ida melepaskan tanganku yang melingkari pinggangnya dan dengan terburu buru berjalan ke arah pintu keluar..
Aku sendiri heran melihat perubahan sikapnya yang begitu cepat berubah, Aku tak mau menyia nyiakan kesempatan yang hampir kudapat, Segera aku
memburunya , kupegangi tangannya tubuhnya kusandarkan kedinding.. Yang membuatku heran, Tante Ida tidak melawan dan berontak seperti kejadian sebelumnya. Aku terus berusaha membujuknya untuk menghilangkan kegalauan hatinya..
Tante Ida memalingkan wajahnya, tak berani menatap mataku. karena sekarang Tante Ida sudah pasrah, tidak berontak seperti yang kutakutkan, melihat itu, aku mulai membelai wajahnya
“ kenapa.. tante..? kejadian tadi... jangan bohongi diri tante... saya tahu tante tadi menikmatinya… kita berdua menikmati nteee.. tidak ada yang salah dengan kejadian barusan dan kejadian selama ini... so, lepaskan aja, hanya kita berdua disini... ” ujarku sambil mengecup pipinya.
Tante Ida tak bersuara, membiarkan aku menciumi nya, kemudian beliau menggelengkan kepalanya...
Namun aku terus coba merangsangnya. Mungkin dia malu, tidak bisa menahan
nafsunya padaku sampai dia tersadar akan apa yang dilakukannya barusan
Melihat itu, kulanjutkan mengecup pipi
dan lehernya ,
“ hhhhh.. mmhhh..”
desah Tante Ida membiarkan saja aku mencium dan mencumbunya
Aku kemudian memegang pipinya
dan membuatnya berhadapan dan bertatapan denganku
“ Tante.. Tante amat
cantik hari ini…” ujarku memandanginya dalam dalam
Tante Ida hanya tersenyum simpul mendengar pujianku, wajah cantik itu tampak bersemu
Tante Ida hanya tersenyum simpul mendengar pujianku, wajah cantik itu tampak bersemu
Saat Tante Ida coba
memalingkan wajahnya, aku tahan wajahnya dengan tanganku
“ lihatlah.. Tante
begitu cantik… perfect… “ godaku
“ sungguh bodoh suami
tante yang menyia nyiakan wanita secantik Tante..” ujarku sambil terus mengecup
lehernya.
Tante Ida tak menjawab,
hanya terdengar suara desahan dari mulutnya
Aku mulai berani
melepaskan tali gaun yang dikenakan Tante Ida, kedua talinya kutarik melebar
agar lolos diantara kedua bahu nya
Perlahan kutarik tali
gaun bewarna hitam itu kebawah tanpa perlawanan dari Tante Ida
“ Bryaann..hhhh… uhh… “
rintih Tante Ida
Aku tak mengubrisnya
dan terus menarik gaun hitam itu hingga bagian dada, sementara mulutku ikut
mengecup dadanya terus turun kebuah dadanya yang masih tertutup BH
“ oohhh…nooo...hhhhhh “ desah Tante
Ida
Gaun terusan itu terus
aku turunkan kebawah, hingga sekarang sampai ke pusarnya sambil mulutku
menciumi area perut dan pusarnya dan terus kutarik kebawah hingga celana dalam
yang dikenakan Tante Ida terpampang di hadapanku
“ jj..Jangann,,
Bryy..oohhhh…??!!”
Tante Ida berusaha
menahanku dengan cara memegang bahuku dan menarik tubuhku kembali berdiri,
namun seiring kecupan ku di tubuhnya sudah berada di daerah sekitar vagina nya
yang tertutup celana dalam, tangan Tante Ida malah sekarang meremas rambutku
"Mmmm..ppphhhh...??!!" terdengar suara desahan dari mulutnya
"Mmmm..ppphhhh...??!!" terdengar suara desahan dari mulutnya
Sekarang bibirku berada tepat di
bagian terlarangnya dan kukecup bagian itu berulang kali, hingga kurasa tubuh
Tante Ida mulai gelisah.... Akhirnya sekarang gaun yang dikenakan Tante Ida berhasil
kulolosi dari tubuhnya dan sudah berada di lantai, tepat di mata kakinya.
Tante Ida malah membantu mengangkat kakinya hingga gaun hitam itu sekarang berada di lantai.
Tante Ida malah membantu mengangkat kakinya hingga gaun hitam itu sekarang berada di lantai.
Aku kembali berdiri dan
berhadap hadapan dengan Tante Ida dan menciumi bibirnya kembali
“ I love you Tante..”
bisiku di hapadan nya.
Aku kembali mengecup
bibirmya, kali ini Tante Ida mulai membalas dan kuserang terus bibirnya itu.
Tante Ida membalas kecupanku dengan hot hingga kedua tangannya sudah melingkar
di leherku. Tubuhnya semakin dirapatkannya padaku. .. Terasa hangat saat
tubuhnya yang polos itu beradu dengan kulitku
Tanganku yang semula
melingkari lehernya mulai kuturunkan kebawah, mulai mengusap bahunya, terus
merayap ke punggung dan sekarang sudah berada di antara kedua pantat montoknya
Ciuman yang diberikan
Tante Ida makin lama makin liar seirama dengan sentuhan tanganku yang menjamahi
tubuh moleknya. Begitu kedua tanganku pas berada di kedua onggokan pantat nya, sontak
Tante Ida menaikan pinggulnya dan tiba tiba kedua pahanya sudah melingkari
pinggangku ,dengan reflek segera saja kutahan pinggulnya dengan kedua tanganku
di pantatnya agar dia tidak jatuh dengan posisi masih saling melumat bibir….
Setelah menikmati bercumbu sambil berdiri dan Tante Ida yang berada di gendonganku, perlahan kugiring Tante Ida yang berposisi berada dalam gendongan ku itu menuju ranjang
sambil berjalan.
Sesampai di pinggir ranjang aku bentangkan tubuh molek Tante Ida yang sekarang hanya mengenakan BH dan celana dalam berwarna pink itu diatas ranjang
Sesampai di pinggir ranjang aku bentangkan tubuh molek Tante Ida yang sekarang hanya mengenakan BH dan celana dalam berwarna pink itu diatas ranjang
Tante Ida menatapku
dari bawah dengan muka memerah, tak ada lagi dia marah atau melarangku untuk
berbuat apapun terhadapnya lagi
Mataku terpaku pada
tubuh molek, montok, putih itu yang sekarang terbaring pasrah diatas ranjang, aku
mulai membuka baju ku dan membuangnya ke lantai.
Saat aku hendak membuka kancing celana ku Tante Ida tiba tiba langsung duduk diatas ranjang dan mulai membantu ku melepas resleting celanaku dan membantuku melorotkan celanaku kebawah. Hingga aku pun sekarang hanya mengenakan underwear saja di hadapannya
Saat aku hendak membuka kancing celana ku Tante Ida tiba tiba langsung duduk diatas ranjang dan mulai membantu ku melepas resleting celanaku dan membantuku melorotkan celanaku kebawah. Hingga aku pun sekarang hanya mengenakan underwear saja di hadapannya
Kurasa salah satu
tangan Tante Ida membelai perut ku hingga ke dada. Aku berada dalam posisi berdiri
di pinggir ranjang, sedangkan Tante Ida duduk berhadap hadapan denganku di
pinggir ranjang.
Tangan Tante Ida mulai
merayap kebawah menuju selangkanganku , ditariknya celana dalamku kebawah
hingga penis ku yang sudah tegak berdiri sedari tadi mencuat keluar dari
sarangnya, wajah Tante Ida tampak agak
takjub melihat ukuran penisnya yang besar dan panjang itu tepat mengancung di
wajahnya.
Perlahan tangannya
menggengam batang penis ku dan mengocoknya perlahan
“ uuuhhh..” desahku
sambil melihat kebawah, Tante Ida mendongakan kepala sambil tersenyum malu
padaku
Tangannya terus
mengurut batang kejantananku dan saat aku mengadahkan kepalaku menikmati
pijitan tangan Tante Ida pada batang kejantananku, …. Tiba tiba kurasakan
sesuatu yang basah menyentuh kepala penisku, ya.. itu adalah lidah Tante Ida
yang mulai menjilati kepala penisku. Pelan pelan disapunya kepala penisku
dengan lidahnya hingga akhirnya aku meringis saat kurasakan penis sudah berada
dalam mulut Tante Ida
“
uuuugghh..Tanteeee…hhh..???!!!!” desahku sambil memejamkan mata, menikmati sepongan
Tante Ida yang maju mundur mengoral penisku. Satu tangannya terasa memegang
akar batang penisku dan terasa geli saat penis ku dimainkan Tante Ida dengan
lidahnya. satu tangan nya memainkan dan meremas buah zakarku hingga aku merasa kegelian yang amat sangat. ,,,, mata ku terpejam menahan nikmat service yang dilakukan Tante Ida..
Tanganku menekan kepala
Tante Ida terus dan membenamkan wajahnya di selangkanganku, sambil meremas
remas rambutnya….
Sekitar 5 menit aku menahan nikmat sensasi yang menjalari otak ku akibat blow job yang dilakukan Tante Ida, tiba tiba.. “clupp..”
terdengar suara seiring Tante Ida menyudahi aksi blow job nya
Mulutnya tampak basah,
sesekali lidahnya dikeluarkannya menjilati bagian atas lidahnya
Kemudian Tante Ida
beranjak ke atas ranjang, kulihat Tante Ida mencari remot TV lalu
menghidupkannya dengan menyetel volume agak keras
Tubuh molek Tante Ida
tampak amat seksi dan menggairahkan, saat dia hanya mengenakan pakaian dalam
yang minim itu, setelah itu Tante Ida mengerlingkan mata padaku
Aku mengerti maksudnya,
namun aku masih ingin melanjutkan pemanasan dengannya terlebih dahulu
Aku pun menyusulnya
keatas ranjang , aku merebahkan tubuh
disamping nya dengan posisi sudah telanjang bulat , sementara Tante Ida masih
mengenakan pakaian dalam.
Tante Ida merapatkan
tubuhnya padaku sambil tersenyum mesra padaku.
“ Tante yakin mau
melakukan lagi..? “ godaku
Tante Ida tertawa kecil
dan menutup wajahnya dengan kedua tangannya, namun tak lama dia buka kembali
wajahnya dan menatapku penuh arti, hanya
anggukan yang kuterima sebagai jawaban dari pertanyaanku tadi
Melihat itu aku pun
segera bergerak dan berposisi mengangkanginya, kedua lututku bertumpu pada
kasur dan mulai menurunkan tubuhku yang berada diatas tubuhnya.
Aku mendekatkan wajahku
ke lehernya dan mulai mencumbu lehernya, Tante Ida hanya merintih nikmat
merasakannya ciumanku terus kuturunkan kebawah, daerah sekitar dadanya nafas
Tante Ida kembali terdengar turun naik lidahku menciumi sekaligus menjilati
dadanya yang putih itu .. puas disana cumbuan ku turun dan sekarang berada di
antara belahan payudara nya, tubuhnya yang wangi dan bersih itu makin membuatku
gairahku terbakar hingga aku melakukan kecupan kecupan kecil di buah dadanya.
Badan Tante Ida tersentak
dan membusung keatas, seolah sengaja memberikan buah dadanya nya itu untuk
kucumbu. Puas disana , aku menghentikan sejenak aksiku. Sekarang tanganku
melingkar ke punggungnya guna melepaskan pengait BH nya… setelah kutarik dan
kucopot BH nya kubuang ke bawah…
Aku menikmati pemandangan sempurna, Tante Ida tetanggaku yang cantik dan mulus itu sekarang terbaring pasrah di hadapanku dengan buah dada indahnya . Tubuh indahnya yang putih, mulus dan padat itu membuat dadaku deg deg an, Tante Ida menatapku dengan penuh kepasrahan, nafasnya naik turun, sambil berusaha mengalihkan pandangan dariku
Aku mendekati Tante Ida dan menciumi lehernya yang mulus, Tante Ida mendengus dan memejamkan mata, kuciumi leher nya berkali kali dan akhirnya aku kembali mencium bibirnya.
Kecupanku terus menuruni leher menuju dadanya, begitu wajahku sampai di belahan dadanya, aku benamkan wajahku disana dan kucumbu dadanya dengan buas... kurasakan disana jantung Tante Ida berdegup kecang.. dan ciuman ku berpindah ke salah satu buah dadanya, Buah dadanya nya itu tampak bergerak naik turun seirama nafas Tante Ida
Tanpa tunggu aba aba, langsung saja kulumat payudara ranum nan putih itu, diiringi desahan yang keluar dari mulut Tante Ida..
" Eeuuhhh..?? Eeuuhhh...?? " desah Tante Ida, apalagi saat aku mainkan puting susu nya dalam mulutku.
Sementara mulutku menetek di payudaranya, satu tanganku terus menggerayangi tubuh indahnya, sekarang berada di sekitar pusarnya dan terus kuturunkan ke bagian bawah, dan sekarang tanganku mencoba masuk ke dalam celana dalam Tante Ida melalui bagian pinggir atasnya
" HHhhhhhhh...." desah Tante Ida lirih saat tanganku sekarang mengusap kelaminnya, Tante Ida tampak memejamkan mta dan menggigiti bibir atas nya pertanda dia menikmati perlakukanku padanya. Tanganku mengelus dan satu jariku memencet alat kelamin Tante Ida terus menerus hingga membuat Tante Ida menggelinyang kegelian... Tubuh makin blingsatan, bergerak liar tak tentu arah
" Bryaaann....hhhhh.." sahut nya lirih sambil membuka matanya dan menatapku sayu.
Terasa Tante Ida menjepit tanganku yang berada disana dengan kedua pinggulnya, pertanda dia begitu menikmati apa yang dia rasakan saat itu
Aku terus melakukan aktifitas tanganku disana sambil ujung jariku sudah masuk menerobos bibir vagina Tante Ida, Kurasa Tante Ida mengatupkan pahanya seakan menjepit jariku yang sudah berada dalam lobang vaginanya,
Kurasakan bagian dalam goa surgawi itu sudah lembab dan basah, membuatku makin semangat mengobel vaginanya dengan jari ku . Tanganku terus mengobok obok lobang senggama Tante Ida, Tante Ida terdengar menjerit jerit keenakan
" Auuuhhh...??!! Ooohh.??!! Aaahhh..??!! Bryyaaa..nnnn....hhhhh..??!! Mmmhhhh...!!! "
Mendegar itu, aku jadi makin bernafsu, terus kujilat putingnya dan kulahap payudara nya sepuas puasku. Lalu lidahku kembali menyusuri tubuhnya, kali ini kembali keatas menuju ke mulutnya yang sedari tadi terdengat menjerit jerit melepaskan kenikmatannya,
Aku menciumi bibirnya dan langsung disambut oleh Tante Ida hingga kami kembali melakukan frech kiss.. kali ini makin liar dan bertambah hot... terdengar nafas Tante Ida terengah engah dan mulutnya memburu kemana bibirku dan setelah dapat lalu mengulumnya dengan buas... Raungan kenikmatan dari mulut Tante Ida makin mejadi jadi walau mulutnya sudah bertautan dengan mulutku.
Aku amat bernafsu melihat Tante Ida yang makin liar dan binal dalam bermain cinta denganku, Sementara jari telunjuku tetap terjepit oleh dinding vagina nya, kurasa vagina Tante Ida sudah benar basah... buktinya tanganku makin lancar keluar masuk lobang vaginanya yang terasa makin lapang
Cukup lama kami bercinta dengan posisi aku mencipok dan satu jariku mengobel lobang kawinnya, aku amat menikmati moment itu, saat melihat Tante Ida tersiksa didera kenikmatan yang kuberikan,.. entah berapa kali bibir atas ku di gigitnya pertanda nafsu nya amat buas saat itu
Setelah kubuat Tante Ida didera kenikmatan oleh permainanku tadi, aku hentikan aksiku sejenak.... Aku keluarkan tanganku dari dalam celana dalam pink milik Tante Ida dan secara serentak kam berhenti bercipokan... Tante Ida menatapku dengan tatapan penuh nafsu, wajahnya yang cantik itu memerah menahan syahwat nya. kulihat juga bagian dada, terutama payudara nya sebelah kiri sudah merash akibat jilatan dan gigitan ku, dikarenakan kulit nya yang putih , maka bekas cupangan dan gigitanku pada tubuh Tante Ida amat kentara untuk dilihat
Aku menikmati pemandangan sempurna, Tante Ida tetanggaku yang cantik dan mulus itu sekarang terbaring pasrah di hadapanku dengan buah dada indahnya . Tubuh indahnya yang putih, mulus dan padat itu membuat dadaku deg deg an, Tante Ida menatapku dengan penuh kepasrahan, nafasnya naik turun, sambil berusaha mengalihkan pandangan dariku
Aku mendekati Tante Ida dan menciumi lehernya yang mulus, Tante Ida mendengus dan memejamkan mata, kuciumi leher nya berkali kali dan akhirnya aku kembali mencium bibirnya.
Kecupanku terus menuruni leher menuju dadanya, begitu wajahku sampai di belahan dadanya, aku benamkan wajahku disana dan kucumbu dadanya dengan buas... kurasakan disana jantung Tante Ida berdegup kecang.. dan ciuman ku berpindah ke salah satu buah dadanya, Buah dadanya nya itu tampak bergerak naik turun seirama nafas Tante Ida
Tanpa tunggu aba aba, langsung saja kulumat payudara ranum nan putih itu, diiringi desahan yang keluar dari mulut Tante Ida..
" Eeuuhhh..?? Eeuuhhh...?? " desah Tante Ida, apalagi saat aku mainkan puting susu nya dalam mulutku.
" HHhhhhhhh...." desah Tante Ida lirih saat tanganku sekarang mengusap kelaminnya, Tante Ida tampak memejamkan mta dan menggigiti bibir atas nya pertanda dia menikmati perlakukanku padanya. Tanganku mengelus dan satu jariku memencet alat kelamin Tante Ida terus menerus hingga membuat Tante Ida menggelinyang kegelian... Tubuh makin blingsatan, bergerak liar tak tentu arah
" Bryaaann....hhhhh.." sahut nya lirih sambil membuka matanya dan menatapku sayu.
Terasa Tante Ida menjepit tanganku yang berada disana dengan kedua pinggulnya, pertanda dia begitu menikmati apa yang dia rasakan saat itu
Aku terus melakukan aktifitas tanganku disana sambil ujung jariku sudah masuk menerobos bibir vagina Tante Ida, Kurasa Tante Ida mengatupkan pahanya seakan menjepit jariku yang sudah berada dalam lobang vaginanya,
Kurasakan bagian dalam goa surgawi itu sudah lembab dan basah, membuatku makin semangat mengobel vaginanya dengan jari ku . Tanganku terus mengobok obok lobang senggama Tante Ida, Tante Ida terdengar menjerit jerit keenakan
" Auuuhhh...??!! Ooohh.??!! Aaahhh..??!! Bryyaaa..nnnn....hhhhh..??!! Mmmhhhh...!!! "
Mendegar itu, aku jadi makin bernafsu, terus kujilat putingnya dan kulahap payudara nya sepuas puasku. Lalu lidahku kembali menyusuri tubuhnya, kali ini kembali keatas menuju ke mulutnya yang sedari tadi terdengat menjerit jerit melepaskan kenikmatannya,
Aku menciumi bibirnya dan langsung disambut oleh Tante Ida hingga kami kembali melakukan frech kiss.. kali ini makin liar dan bertambah hot... terdengar nafas Tante Ida terengah engah dan mulutnya memburu kemana bibirku dan setelah dapat lalu mengulumnya dengan buas... Raungan kenikmatan dari mulut Tante Ida makin mejadi jadi walau mulutnya sudah bertautan dengan mulutku.
Aku amat bernafsu melihat Tante Ida yang makin liar dan binal dalam bermain cinta denganku, Sementara jari telunjuku tetap terjepit oleh dinding vagina nya, kurasa vagina Tante Ida sudah benar basah... buktinya tanganku makin lancar keluar masuk lobang vaginanya yang terasa makin lapang
Cukup lama kami bercinta dengan posisi aku mencipok dan satu jariku mengobel lobang kawinnya, aku amat menikmati moment itu, saat melihat Tante Ida tersiksa didera kenikmatan yang kuberikan,.. entah berapa kali bibir atas ku di gigitnya pertanda nafsu nya amat buas saat itu
Setelah kubuat Tante Ida didera kenikmatan oleh permainanku tadi, aku hentikan aksiku sejenak.... Aku keluarkan tanganku dari dalam celana dalam pink milik Tante Ida dan secara serentak kam berhenti bercipokan... Tante Ida menatapku dengan tatapan penuh nafsu, wajahnya yang cantik itu memerah menahan syahwat nya. kulihat juga bagian dada, terutama payudara nya sebelah kiri sudah merash akibat jilatan dan gigitan ku, dikarenakan kulit nya yang putih , maka bekas cupangan dan gigitanku pada tubuh Tante Ida amat kentara untuk dilihat
Mataku tak bisa lepas
dari sepasang payudara Tante Ida yang mulus dan montok itu terhampar di
hadapanku. Keduanya susunya putih, walau agak turun tapi tetap menggairahkan. apalagi buah dadanya tampak seperti bergerak naik turun seirama dengusan nafas Tante Ida yang menikmati kelihaian tanganku yang bermain dalam lobang vagina nya.
Perlahan kudekatkan wajahku ke buah dadanya sebelah kanan dan langsung kujilati lagi ....
Perlahan kudekatkan wajahku ke buah dadanya sebelah kanan dan langsung kujilati lagi ....
“ Ouuuuuhhh….” Desah
Tante Ida kuat saat kucumbu kembali salah satu buah dadanya. Puting susunya sudah tegang dan
mengeras pertanda nafsu birahi sudah melandanya. Selanjutnya kuciumi dengan buas kedua
payudara yang menggantung indah itu secara bergantian ..... Tante Ida terdengar seperti meraung raung menikmatinya... dan puncaknya kuhisap dalam dalam putting susu
nya yang indah
“ Uuuhh..
bryyyyyaaaaann….hhhhhh???!!!!” desah Tante Ida megap mengap
Tubuhnya bergetar ,
mulai gelisah dan bergerak kesana kemari dengan liar. Aku terus memburu buah
dadanya , kujilati dengan buas hingga kedua payudaranya tlah basah karena air
liurku. Kedua tangan Tante Ida sudah direntangkannya keatas, sesekali kedua
tanganku mengusap ketiaknya, hingga berkali kali Tante Ida menjerit karena rasa geli bercampur nikmat
Setelah
puas mencumbu putting susu dan buah dada nya , kuturunkan wajahnya ke bawah ,
kuciumi terus area payudaranya, terus ke bawah hingga lidahku sekarang berada
di udelnya. Sesampai disana kujilati lagi udelnya dengan buas. Tante Ida
kembali merintih rintih kenikmatan
“ Ooooooh… ??!!! Ouuuu,… Ouuu…. Ouuhhh…??!!!”
Puas
disana, wajahku makin menuju kebawah hinggga kuteruskan ciumanku kebawah, aku
mencium bagian pinggul nya terus kebawah hingga sekarang mulutku berada tepat
di daerah kewanitaanya
“
Oooouuuuuuuuuuu…hhhhhhhhhhhh..????!!!!” Tante Ida melolong seperti seekor
serigala sedang kawin saat kukecup vaginanya. Walau masih tertutup celana dalam namun pasti
itu terasa dan begitu nikmat, karena kuperhatikan kulit putih Tante Ida
merinding dan bulu bulu tipis di pahanya berdiri
Pada
ujung segitiga cinta nya itu tersembul beberapa
bulu jembut nya yang indah, keluar diantara pinggiran garis celana dalam
berwarna pink Tante Ida..
Namun
kuputuskan belum membuka segitiga cinta itu, ciumanku merambah kebawah,
menciumi paha putihnya yang sekal ..
“
Ouuhh.. bryaann..hhhh..??!!!... enak nya bryaaaannn..hhh??!!!” desah Tante Ida
Terus
kebawah kuciumi bagian lutut hingga ke betis nya berlanjut ke pahanya yang satu lagi, kulakuan berulang ulang dan saling bergantian ke paha kiri dan paha kanannya
Sepasang paha putih Tante Ida mengapit dan melingkar di leherku, pertanda Tante Ida begitu menikmati perlakuanku padanya
Sepasang paha putih Tante Ida mengapit dan melingkar di leherku, pertanda Tante Ida begitu menikmati perlakuanku padanya
Setelah
puas menyusuri tubuh putih itu dengan lidah, aku kembali berdiri
dengan lutut sebagai tumpuan di hadapan Tante Ida
Namun
Tante Ida tampaknya memiliki rencana lain , dia bangun, lalu duduk dan selanjutnya mendorongk tubuhku hingga berbaring di ranjang, sekarang Tante Ida yang berposisi diatasku
“
Bryann… kaa..mmuu… sangat pandai membuatku bergairah…” ujar Tante Ida terbata
bata mengatur nafasnya
“
habis.. Tante memang pantas untuk diperlakukan lembut seperti itu… “ rayu ku
Wajah
cantik itu memerah mendengar pujianku
Tante
Ida mulai mendekatkan wajahnya ke wajahku , dan seketika lidahnya dijulurkannya
dan mulai menjilati mulutku dan aku tentu saja menyambutnya dengan penuh nafsu
“
Mppphhhh..mmmmhhhh..????!!!” deru nafas kami berdua terdengar jelas, mulut deru
nafas kami terdengar jelas memburu kemana lidahku , kami saling kulum, saling
jilat dan saling mencari satu sama lain…
Tangannya
merentangkan kedua tanganku keatas, setelah itu Tante Ida melepas ciumannya dan
menciumi ketiak ku bergantian hingga aku terpekik kegelian, Tante Ida terus
melanjutkan aksinya, giliran dadaku diciuminya dengan penuh gairah,... kadang kedua
putting ku tak luput di jilatinya dengan liar. Ciumannya merambat kebawah hingga
tepat di atas batang penisku.
Sesampai
disana Tante Ida menghentikan sejenak aksinya, dan menoleh padaku. Aku masih
tak mengerti maksudnya. Namun aku paham juga setelah Tante Ida memutar
tubuhnya, wajahnya berada tepat di selangkangku sedangkan vagina nya disodorkan
tepat dimulutku.
“
Buka celana dalam saya Bryy…” ujarnya lirih
Aku
melihat ada bercak basah pada celana dalam Tante Ida tepat di vaginanya
“
iya… sudah basah ntee..” godaku
Aku
terkekeh namun segera kulepaskan celana dalamnya , dibantu oleh Tante Ida juga......
Sekarang
lobang kawinnya yang berbulu lebat itu terhampar di hadapanku, mulutnya
vaginanya menganga indah tepat di wajahku, cairan kental berada di area sekitar
bibir vagina nya, hingga menimbulkan pemandangan erotis, di tambah aroma khas
kemaluan wanita
Aku
menarik pinggul Tante Ida ke bawah, dan kujulurkan lidahku menyapu belahan
vaginanya
“
Aaaahhhhh..???!!!” jerit Tante Ida saat lidahku mencumbu labia mayora nya
Namun tak lama segera kurasakan benda basah menyentuh kepala penisku dan …. Seketika kurasa
penisku sudah berada dalam mulut Tante Ida,
“ Uuuuhhh..” aku meringis kegelian, namun itu makin membuatku bernafsu, kubalas
dengan menyapu klitoris Tante Ida dengan lidahku, terdengar jeritan tertahan
Tante Ida, karena mulutnya sibuk mengoral penisku, sementara mulut bawah Tante
Ida pun tak henti hentinya kujilati.
Gemas
melihatnya, dengan jari tanganku aku lebarkan pintu surgawi Tante Ida dan lidahku makin menerobos ke bagian dalam, Disana kutemukan 2 buah daging kecil sebesar biji, itulah
klentit wanita, puncak dari segala syaraf kenikmatan wanita, kumainkan lidahku disana dengan liar ..... menyedot maupun menjilati klintit Tante Ida
" Mmpphhh.. mmmmhhh.." terdengar suara jeritan Tante Ida tidak begitu jelas, karena mulutnya sibuk mengoral kejantananku
Tubuh
montok Tante Ida semakin bergerak tidak karuan, walau sudah kutahan kedua
pinggul besarnya dengan tanganku.
Tiba
tiba Tante Ida melepas kulumannya pada penisku dan mengangkat tubuhnya. Otomatis
lobang kawinnya terhenti kucumbu.....
Tante
Ida berbalik menghadapku dengan mata yang merah dan nafas memburu
“
Aaa,,Akuu gak tahan lagi Bry…. Aku yang diatas ya..??” pinta memelas
Aku
hanya mengangguk, karena dengan cepat Tante Ida mengangkangi ku yang terbaring
di kasur . Tante Ida menggegam penisku dengan satu tangannya . Tante Ida
menyejajarkan posisi vaginanya berada diatas penisku….. lalu Tante Ida
menurunkan pinggulnya kebawah dan mencoba memasukan batang penisku dalam lobang
kawinnya
Kulihat
Tante Ida meringis saat kepala kemaluanku membelah bibir vaginanya, kedua
pahanya dibuat Tante Ida dengan cara berjongkok hingga lobang vaginanya
menganga dan membuka. Satu tangan nya menahan berat tubuhnya dan bertumpu di
kasur
“
ouuuhh… gedhe nya punyamu Bryy… uuhh… “ desah Tante Ida, setelah kepala terasa
masuk, kubantu dengan cara menghujamkan penisku keaatas
“:OOOOOOOOOOOOOOHHHHH…..HHHHHHH..!????!!!!!”
Teriak Tante Ida begitu merasakan penisku amblas dalam vagina nya
Tante
Ida menekan pinggulnya kebawah, air ludahnya yang membasahi penisku, berikut air
ludahku yang membasahi vaginanya memudahkan penisku amblas dalam lobang
kawinnya
Tante
Ida terlihat terpejam menikmati hangatnya penisku yang berkedut kedut pada
dinding rahimnya, sementara kedua tanganku berada pada kedua bongkahan
pantatnya nan bahenol, tanganku meremas remas pantat Tante Ida dan sesekali
mengangkatnya naik turun
Tak lama kemudian
, Tante Ida pun mulai menggerakan pinggulnya naik turun
“
uuhh..uhhh…uhhhh…” desahan keluar dari mulut Tante Ida. Badannya naik turun
mengangkangi tubuhku dari atas
Dari
bawah kulihat Tante Ida mengadahkan leher dan kepalanya keatas dan memejamkan
mata meringis sambil menikmati birahi nya. Tubuh molek tetanggaku itu meliuk
liuk menggenjot ku diatas ranjang, kuperhatikan kedua susunya naik turun seirama dengan goyangan pinggangnya
… membuat tanganku yang semula berada di masing masing pantat bahenolnya
tergerak untuk meremas kedua buah dadanya yang tergantung indah itu
“
Uuhhh… Bryaaann…!!! Awww..hhhh… Ouuhhh..!! Ngggg..hhh..!!!” jerit Tante Ida
saat kuremas bagian bawah payudaranya. Tubuhnya makin bergerak liar dan pinggulnya
terus melakukan gerakan gerakan erotis hingga penis ku seperti diaduk aduk
dalam lobang vagina Tante Ida..
“Auuuhh..!!!”
desahku.. sungguh nikmat merasakan Tante Ida menggenjotku dari atas dengan
posisi woman on top, Tante Ida begitu lihai mengendalikan permainan yang amat hot ini ,
gerakan tubuh Tante Ida kurasakan makin lama makin cepat… tubuh moleknya terus bergerak
liar menghentak hentak kebawah sambil mendesah desah penuh kenikmatan
Melihat
itu aku pun mengangkat pinggulku agar penis ku menusuk ke dalam rahim Tante Ida…
“
UUuuhhh…!!! Tancapkan terus kedalaaamm…!!!” jerit Tante Ida histeris saat
penisku menghujam dan amblas sepenuhnya dalam lobang kawinnya. Terasa dinding
vagina Tante Ida menjepit dan meremas batang penisku hingga kurasakan denyutan
nya.
Saat
itu aku merasa tubuh Tante Ida mulai menegang dan berkelonjotan, Tante Ida
makin menekan pinggulnya kebawah dan terdengar jeritan penuh kepuasan dari
mulutnya
“
Ooooouuhhh…. Oouuuhhhh…!!!” jeritnya dengan mata melotot dan wajah
memerah melepaskan seluruh orgasmenya, kurasa Tante Ida sudah berejakulasi
karena otot otot di dinding vaginanya terasa menjepit batang kemaluanku. Tante
Ida meringkik penuh kenikmatan, tak lama kemudian tubuh nya mulai lunglai
Bersamaan
dengan itu aku pun merasa ada yang ingin keluar dari persendian tubuhku… tak tahan lagi kuremas kuat kedua payudara Tante
Ida ...
" Uhhhh.. Uhhhh... !! " dan .. ‘croooott…” aku muntahkan benihku berkali kali dalam Rahim tetangga ku itu sambil berteriak menyebut namanya....
" Uhhhh.. Uhhhh... !! " dan .. ‘croooott…” aku muntahkan benihku berkali kali dalam Rahim tetangga ku itu sambil berteriak menyebut namanya....
“
Uuuuhh…..!!!!!” Tante Ida kembali menjerit penuh kenikmatan merasakan hangatnya spermaku
yang memenuhi rahimnya.
Aku
dan Tante Ida terdiam sejenak menikmati indahnya orgasme yang tengah melanda
fikiran. Nafasku dan Tante Ida tak beraturan, ngos ngosan , seperti berlari
belasan kilometer, seluruh persendianku terasa pegal, namun kepala ku terasa
melayang menikmati persetubuhan ku dengan tetanggaku yang hot itu.
Tante
Ida merebahkan tubuh putihnya diatas tubuhku, tak berselang lama Tante Ida pun
menggeser tubuhnya hingga berada disebelahku, kepalanya di sandarkan didadaku
dan Tante Ida memeluk ku dengan wajah berseri penuh kepuasan. Tak sepatah kata yang keluar dari nya, Hanya senyuman manis yang dia berikan padaku, seperti saat pertama kali aku bertemu dengan nya....
Hanya sebentar, Tante Ida menyembunyikan wajahnya dengan bersadandar di dadaku, Memang, aku suka dan mabuk kepayang dengan do'i .. apalagi sikapnya yang malu malu dan jinak merpati membuatku susah melupakan nya, Apalagi sekarang do'i sudah mau menyerahkan tubuh indahnya padaku , tidak lagi harus kuperdaya atau kuperkosa seperti hari hari kemarin hanya untuk dapat menikmati tubuh molek nya
Aku
hanya membelai ubun ubunnya dan menciumi kepalanya
“
tante tadi menikmatinya? “ ujarku memecah keheningan.
Tante
Ida hanya menjawab dengan anggukan dan membelai belai tubuhku dengan tangannya
" Kamu gak kedinginan Bry..? " tanya Tante Ida. tanpa menunggu jawabanku beliau menarik selimut dan menyelimuti tubuh kami berdua. lalu beliau memeluk tubuhku dan menyandarkan kepalanya di dadaku
" Kamu gak kedinginan Bry..? " tanya Tante Ida. tanpa menunggu jawabanku beliau menarik selimut dan menyelimuti tubuh kami berdua. lalu beliau memeluk tubuhku dan menyandarkan kepalanya di dadaku
Kami
berdua pun terdidur pulas di kamar hotel yang sejuk, menikmati perselingkuhan dan persetubuhan yang penuh
birahi dengan Tante Ida, tetangga cantik ku nan super bahenol itu.
















Tidak ada komentar:
Posting Komentar