Rabu, 14 Desember 2016

Tante Ida, Tetanggaku yang menggairahkan III




Beberapa minggu lewat sudah sejak kejadian untuk kedua kalinya aku berhasil menikmati tubuh tetangga ku, si sexy Tante Ida yang mulus dan bahenol itu, pada akhir akhir ini aku jarang berpapasan dengan beliau,. Kalaupun sesekali berpapasan, Do'i hanya diam dan menatapku  penuh kebencian dan membuang muka dariku. seperti melihat penjahat saja.... 

Hingga sekitar 2 minggu setelah kejadian itu, aku sedang berada di kampus .. , HP ku berdering. Saat ku angkat ternyata Tante Ida yang meneleponku., 

 " ada apa nih..?" gumamku penasaran....  aku pun angkat teleponnya
“ halo..?”
“ Bryan,, kamu lagi  dimana sekarang..?” suara Tante Ida di seberang
“ di kampus.. ada apa tante? “ tanyaku
“ kita ketemuan siang ini di luar ya.. ? bisa kan..? ” katanya

Aku sedikit  kaget mendengarnya
“ ngg.. ada perlu apa ya tante? Tanyaku
“ pokoknya kita harus ketemuan Bryan....” ujar nya lagi
“ di rumah saja kan bisa tante..  tiap hari kan kita ketemu… ” Ujarku. 

Aku takut juga jika seandainya Tante Ida sengaja menelepon untuk menjebaku karena dia bercerita pada suami nya kejadian saat dia telah kuperkosa

“ saya mau kita ketemuan di luar Bryan.. please..’ ujar nya. Suara nya seperti sedang terisak
“ kenapa tante,.. apa om tahu?” ujarku mencoba memberanikan diri bertanya
“ Ini.. gak ada hubungan nya dengan om… tante pengen ketemu kamu aja bryannn, .. please bryan…” ujarnya terisak.

Aku mulai menganalisa, jika bukan karena ketahuan sama suaminya,.... pasti dia kepengen begituan lagi denganku.. . Karena kurasa sikap nya yang awalnya menolak saat pemerkosaan yang kedua hanya sebentar, saja....  seterusmya malah dia yang makin liar dalam bercinta

“ bisa kan bry..?” suara Tante Ida yang senada dengan tangis nya membuyarkan lamunanku
“ bi..bisa sih tante,,, tapi tante sendiri yang datang kan? “ ujarku memastikan lagi
” I..iyaa.. saya datang sendirian,.. dimana kita ketemu?” ujarnya terlihat mengatur tangisannya

Aku mencoba memancingnya, dengan dada deg deg an kusebut
“ kalau di hotel aja gimana?’
“ Oke.. di hotel mana..? “ ujar Tante Ida, sungguh sebuah jawaban yang di dugaanku!!

Dadaku berdegup kencang membayangkan bahwa seandainya dia sudah seperti ini aku bakalan dapat menikmati tubuhnya yang putih bahenol itu lagi!!!
“ Nngg.. bagaimana kalau hotel “ A****” aja ? “ pancingku
“ disana ya..? baik.. saya tahu dimana tempatnya… kamu yang booking atau tante ?” tanya nya kembali

Sungguh… aku sedikit tak percaya mendengarnya….

“ terserah.. siapa yang dulu aja.. saya juga boleh…” ujarku lagi
“ baik.. sejam lagi tante sampai.. kamu cepetan kesana ya..” ujarnya
“ oke.. tapi,.. maaf tante.. ini bukan jebakan kan? “ ujarku memastikan kembali
“ jebakan apa??!! “ ujarnya terdengar tidak senang
“ mana tahu tante bawa om atau polisi menggebrek “ ujarku langsung to the point
“ nggak lah.. saya janji ! swear… ! lagian gak mungkin tante bawa suami tante, sementara kita berduaan disana”
“ oo… ngajak berduaan..” bathinku, otak ngeresku kembali muncul
“ oke lah tante .. nanti kalau saya sudah disana saya telepon di kamar berapanya… eh, ini di kamar atau di resto nya..?” pancingku
“ di kamar aja!” ujar Tante Ida mantap
Yesss…. Bathinku
“ baik tante .. saya tunggu.. bye..” ujarku menutup telepon


Setelah berfikir masak masak.. aku fikir ini sebuah kesempatan lagi bagiku untuk bersenang senang. Tapi aku heran kenapa tumben Tante Ida begini, sampai nangis nagis ajak jumpa… di hotel lagi!!
Fikiran ku berkecamuk, namun aku mengambil keputusan untuk datang, karena aku yakin saat ini dia pasti ada masalah dengan suaminya atau kangen ku entoti lagi!

Setelah itu aku pun menuju mobilku di parkiran dan berlalu meninggalkan kampus..
Sekitar setengah jam aku sampai di hotel yang tempat aku berjanjian dengan Tante Ida. Sesampai di lobby hotel aku meneleponnya dan dia berkata masih berada di jalan,
Melihat aku yang duluan sampai,  aku pun membooking kamar. Dan langsung menuju ke kamar tersebut

Sesampai di kamar aku duduk sebentar dan menelepon Tante Ida lagi, dia bilang sudah di parkiran. Dan aku memberi tahunya nomor kamar dan lantai berapa.
Tak lama berselang terdengar bunyi orang mengetuk kamar itu, aku pun mengintip dari kaca kecil di pintu. Ternyata si cantik Tante Ida sudah berada di depan pintu, aku buka pintu kamar dan mempersilahkan Tante Ida untuk masuk…

Wajahnya cantik itu nampak murung,, dada ku deg deg an juga mengetahui sekarang aku dan si montok Tante Ida berduaan di kamar. Sebuah kesempatan yang langka dan kutunggu tunggu...

Tante Ida berdandan amat cantik hari itu, mengenakan gaun terusan tanpa lengan berwarna hitam , hingga leher, lengan dan pundaknya yang putih itu terpampang jelas,di tambah betis nya yang putih dan padat karena gaun terusan yang dikenakannya itu panjangnya hanya selututnya.  rambut nya di cat warna semi merah itu diikat ala sanggul kebelakang..



Tante Ida duduk di kursi depan lemari dengan kaca besar itu, ekspresi wajahnya tampak datar, matanya menerawang dan aku pun mencoba mencairkan suasana dengan memulai percakapan

“ Pake apa Tante datang? “ ujarku membuka pembicaraan
“ Taksi” wajab nya pendek
“ Anak tante masih disekolah? Tanyaku lagi
“ Nggak… sama suami saya..” jawab nya pendek lagi

Aku pun coba menayakan hal yang bersifat lebih pribadi
“ Saya lihat sepertinya ada yang lagi Tante fikirkan… Tante ada masalah apa.?” Ujarku

Tante Ida menghela nafas....
“ Sebenarnya saya.. kemarin ribut dengan suami saya Bryan.. jujur ... kami bertengkar hebat... tapi masalahnya masalah rumah tangga,.. masalah keuangan… “ tutur nya
“ trus?” ujarku
“ mungkin karena kami sama sama emosi, suami saya main tangan… “ ujar Tante Ida, dia bercerita sambil terisak menahan tangis
“ saya kecewa sama dia.. setelah saya ditampar dan di maki… dia pergi membawa anak kami ke rumah orang tuanya , “ tuturnya , kulihat air mata mulai menggenangi mata indahnya

Aku hanya terdiam dan tidak bisa memberi pendapat jika sudah masalah ekonomi dalam rumah tangga mereka. Aku duduk di ranjang berhadapan dengan Tante Ida yang sedang duduk dikursi,


Aku menatapnya dalam, Tante Ida pun menatapku juga dengan tatapan sedih, mungkin baginya hanya aku tempat bercerita masalah keluarganya

Tante Ida berdiri dari duduknya dan duduk diatas kasur, disebelahku
“ boleh saya duduk disini Bryan.. pinjam bahumu ..” ujarnya menatapku dengan tatapan penuh harap

Aku mengangguk dan mencoba merangkul bahunya agar kami berdekatan ... begitu tubuh kami merapat, seketika saja kepala Tante Ida sudah bersandar di bahuku... Aku sendiri kaget dan tidak menyangka tetangga ku itu berbuat demikian, Sepertinya dia begitu membutuhkanku saat itu.. Dada ku mulai deg deg an... bingung harus bersikap bagaimana.. 



Akhirnya kuberanikan diri, merasa Tante Ida sudah tidak membenciku lagi, ditambah sekarang kelihatannya do'i bersikap pasrah padaku, dengan hati hati kusentuh kepalanya , kubelai dan berikut kuciumi rambutnya… terasa harum… kemudian aku merangkulnya dan makin merapatkan tubuhku padanya.

Aku biarkan Tante Ida larut dalam kesedihannya
“ sebenarnya… saya benci kamu Bryan.. tapi.. saya sadar cuma kamu yang saya percaya, ..” terdengar suaranya parau menahan tangis
“ keluarkan saja semua beban perasaan tante… biar plong.. gak baik di tahan tahan dalam hati” ujarku coba menenangkannya

Isakan tangisnya makin menjadi,
“ sebenarnya saya malu cerita masalah saya sama kamu Bry…. Tapi entah kenapa saya rasa saya punya hubungan emosional dan percaya dengan kamu...” ungkapnya
“ kan dari pertama saya sudah bilang… saya cinta sama tante..” gombalku

Tante Ida tak menjawab dan mengatur nafasnya. Kepalanya ditegakannya kembali dan sekarang wajahnya berhadap hadapan dengan wajahku, Tante Ida menatapku dan tersenyum penuh arti, mungkin ucapanku barusan membuat nya sedikit tenang atau bahagia.. entahlah...
Tante Ida mengusap air matanya yang membasahi kelopak matanya.



Tiba tiba kurasa tangannya mulai menyentuh pipiku dan mengusapnya, tampak pada wajah keibuan dan simpatik beliau menatapku dalam dalam. Wanita paruh baya ini begitu mempesona, Ada beberapa garis kerutan di jidatnya menunjukan kematangan dan kedewasaan nya, Menandakan dia sudah cukup lama makan asam garam di dunia ini sekaligus menambah keangunan dan sex appeal nya

Kulihat nafasnya mendesah, dengusan nafasnya terdengar lirih karena semakin mendekatkan wajahnya padaku, dan kulihat bibirnya terbuka pelan pelan, Aku mengerti maksudnya,  tanganku pun kuarahkan ke pundaknya.

Dan…. entah siapa yang memulai, melihat wajah Tante Ida mendekat pada wajahku dengan mata nya yang terpejam.... .langsung saja kusambut bibirnya dengan ciuman. Bibirku dan bibir Tante Ida saling bertemu dan bertautan, kecupan pertama terasa hangat dan membawa sukmaku melayang. Dilanjutkan dengan kecupan kedua dan berikutnya secara naluriah aku dan Tante Ida saling cium, saling jilat, saling lumat dan .. akhirnya bercipokan..  dengusan nafas dan desahan lirih yang keluar dari mulut Tante Ida menambah gairahku untuk mencumbunya. 


Tubuhnya makin dirapatkannya padaku ,berikut tangannya sudah bergelayut mesra di leherku dan begitu pula sebaliknya, 

" Mmhhh,,, ssshhhh,," bunyi suara mulut aku dan Tante Ida saling cium dan saling menjilati penuh nafsu, 

Tante Ida menahan wajahku dengan tangannya dan tak berhenti membalas kecupanku dengan penuh nafsu, kehangatan nafasnya terasa olehku
Namun tak lama berselang, Tante Ida ttba tiba saja melepaskan kuluman lidah nya dari mulutku…

Kubiarkan dia melepas kulumannya dan kulihat Tante Ida mengatur nafas dan menatapku dengan mata yang memerah… badannya bergetar dan wajahnya tampak pucat. Namun entah disadarinya atau tidak, kedua tangannya masih bergelayut mesra di leherku.

Tak lama kemudian Tante Ida sepertinya  sadar  bahwa dia sedang melamun... Dia menatapku dengan ekspresi wajah yang kikuk dan merasa bersalah..
Dia melepaskan tanganya yang berada di pundak ku dan langsung berdiri beranjak dari duduknya. secara reflek aku pun turut berdiri dan berusaha merangkul pinggulnya dan merapatkan kembali tubuhku dengannya

“ maafkan saya Bryan…” ujar Tante Ida menundukan wajahnya
“ kenapa tante…?  apa yang harus saya maafkan.. nggak ada yang salah...? “ ujarku tak mengerti
“ I..itu… Tante khilaf yang barusan..” ujar Tante Ida melepaskan tanganku yang melingkari pinggangnya dan dengan terburu buru berjalan ke arah pintu keluar..

Aku sendiri heran melihat perubahan sikapnya yang begitu cepat berubah, Aku tak mau menyia nyiakan kesempatan yang hampir kudapat, Segera aku memburunya , kupegangi tangannya tubuhnya kusandarkan kedinding.. Yang membuatku heran, Tante Ida tidak melawan dan berontak seperti kejadian sebelumnya. Aku terus berusaha membujuknya untuk menghilangkan kegalauan hatinya..

Tante Ida memalingkan wajahnya, tak berani menatap mataku. karena sekarang Tante Ida sudah pasrah, tidak berontak seperti yang kutakutkan, melihat itu, aku mulai membelai wajahnya
“ kenapa.. tante..? kejadian tadi... jangan bohongi diri tante... saya tahu tante tadi menikmatinya…  kita berdua menikmati nteee.. tidak ada yang salah dengan kejadian barusan dan kejadian selama ini... so, lepaskan aja, hanya kita berdua disini... ” ujarku sambil mengecup pipinya.

Tante Ida tak bersuara, membiarkan aku menciumi nya, kemudian beliau menggelengkan kepalanya... Namun aku terus coba merangsangnya. Mungkin dia malu, tidak bisa menahan nafsunya padaku sampai dia tersadar akan apa yang dilakukannya barusan

Melihat itu, kulanjutkan mengecup pipi dan lehernya ,
“ hhhhh.. mmhhh..” desah Tante Ida membiarkan saja aku mencium dan mencumbunya
Aku kemudian memegang pipinya dan membuatnya berhadapan dan bertatapan denganku
“ Tante.. Tante amat cantik hari ini…” ujarku memandanginya dalam dalam
Tante Ida hanya tersenyum simpul mendengar pujianku, wajah cantik itu tampak bersemu

Saat Tante Ida coba memalingkan wajahnya, aku tahan wajahnya dengan tanganku
“ lihatlah.. Tante begitu cantik… perfect… “ godaku
“ sungguh bodoh suami tante yang menyia nyiakan wanita secantik Tante..” ujarku sambil terus mengecup lehernya. 

Tante Ida tak menjawab, hanya terdengar suara desahan dari mulutnya
Aku mulai berani melepaskan tali gaun yang dikenakan Tante Ida, kedua talinya kutarik melebar agar lolos diantara kedua bahu nya
Perlahan kutarik tali gaun bewarna hitam itu kebawah tanpa perlawanan dari Tante Ida

“ Bryaann..hhhh… uhh… “ rintih Tante Ida
Aku tak mengubrisnya dan terus menarik gaun hitam itu hingga bagian dada, sementara mulutku ikut mengecup dadanya terus turun kebuah dadanya yang masih tertutup BH
“ oohhh…nooo...hhhhhh “ desah Tante Ida

Gaun terusan itu terus aku turunkan kebawah, hingga sekarang sampai ke pusarnya sambil mulutku menciumi area perut dan pusarnya dan terus kutarik kebawah hingga celana dalam yang dikenakan Tante Ida terpampang di hadapanku
“ jj..Jangann,, Bryy..oohhhh…??!!”

Tante Ida berusaha menahanku dengan cara memegang bahuku dan menarik tubuhku kembali berdiri, namun seiring kecupan ku di tubuhnya sudah berada di daerah sekitar vagina nya yang tertutup celana dalam, tangan Tante Ida malah sekarang meremas rambutku

"Mmmm..ppphhhh...??!!" terdengar suara desahan dari mulutnya

Sekarang bibirku berada tepat di bagian terlarangnya dan kukecup bagian itu berulang kali, hingga kurasa tubuh Tante Ida mulai gelisah....  Akhirnya sekarang gaun yang dikenakan Tante Ida berhasil kulolosi dari tubuhnya dan sudah berada di lantai, tepat di mata kakinya. 
Tante Ida malah membantu mengangkat kakinya hingga gaun hitam itu sekarang berada di lantai.
Aku kembali berdiri dan berhadap hadapan dengan Tante Ida dan menciumi bibirnya kembali

“ I love you Tante..” bisiku di hapadan nya.
Tante Ida menatapku dengan pandangan sayu, pertanda dia sudah pasrah 

Aku kembali mengecup bibirmya, kali ini Tante Ida mulai membalas dan kuserang terus bibirnya itu. Tante Ida membalas kecupanku dengan hot hingga kedua tangannya sudah melingkar di leherku. Tubuhnya semakin dirapatkannya padaku. .. Terasa hangat saat tubuhnya yang polos itu beradu dengan kulitku

Tanganku yang semula melingkari lehernya mulai kuturunkan kebawah, mulai mengusap bahunya, terus merayap ke punggung dan sekarang sudah berada di antara kedua pantat montoknya

Ciuman yang diberikan Tante Ida makin lama makin liar seirama dengan sentuhan tanganku yang menjamahi tubuh moleknya. Begitu kedua tanganku pas berada di kedua onggokan pantat nya, sontak Tante Ida menaikan pinggulnya dan tiba tiba kedua pahanya sudah melingkari pinggangku ,dengan reflek segera saja kutahan pinggulnya dengan kedua tanganku di pantatnya agar dia tidak jatuh dengan posisi masih saling melumat bibir….

Setelah menikmati bercumbu sambil berdiri dan Tante Ida yang berada di gendonganku,  perlahan kugiring Tante Ida yang berposisi berada dalam gendongan ku itu menuju ranjang sambil berjalan. 

Sesampai di pinggir ranjang aku bentangkan tubuh molek Tante Ida yang sekarang hanya mengenakan BH dan celana dalam berwarna pink itu diatas ranjang

Tante Ida menatapku dari bawah dengan muka memerah, tak ada lagi dia marah atau melarangku untuk berbuat apapun terhadapnya lagi



Mataku terpaku pada tubuh molek, montok, putih itu yang sekarang terbaring pasrah diatas ranjang, aku mulai membuka baju ku dan membuangnya ke lantai. 

Saat aku hendak membuka kancing celana ku Tante Ida tiba tiba langsung duduk diatas ranjang dan mulai membantu ku melepas resleting celanaku dan membantuku melorotkan celanaku kebawah. Hingga aku pun sekarang hanya mengenakan underwear saja di hadapannya

Kurasa salah satu tangan Tante Ida membelai perut ku hingga ke dada. Aku berada dalam posisi berdiri di pinggir ranjang, sedangkan Tante Ida duduk berhadap hadapan denganku di pinggir ranjang.

Tangan Tante Ida mulai merayap kebawah menuju selangkanganku , ditariknya celana dalamku kebawah hingga penis ku yang sudah tegak berdiri sedari tadi mencuat keluar dari sarangnya, wajah Tante Ida tampak  agak takjub melihat ukuran penisnya yang besar dan panjang itu tepat mengancung di wajahnya.

Perlahan tangannya menggengam batang penis ku dan mengocoknya perlahan

“ uuuhhh..” desahku sambil melihat kebawah, Tante Ida mendongakan kepala sambil tersenyum malu padaku



Tangannya terus mengurut batang kejantananku dan saat aku mengadahkan kepalaku menikmati pijitan tangan Tante Ida pada batang kejantananku, …. Tiba tiba kurasakan sesuatu yang basah menyentuh kepala penisku, ya.. itu adalah lidah Tante Ida yang mulai menjilati kepala penisku. Pelan pelan disapunya kepala penisku dengan lidahnya hingga akhirnya aku meringis saat kurasakan penis sudah berada dalam mulut Tante Ida

“ uuuugghh..Tanteeee…hhh..???!!!!” desahku sambil memejamkan mata, menikmati sepongan Tante Ida yang maju mundur mengoral penisku. Satu tangannya terasa memegang akar batang penisku dan terasa geli saat penis ku dimainkan Tante Ida dengan lidahnya. satu tangan nya memainkan dan meremas buah zakarku hingga aku merasa kegelian yang amat sangat. ,,,, mata ku terpejam menahan nikmat service yang dilakukan Tante Ida..

Tanganku menekan kepala Tante Ida terus dan membenamkan wajahnya di selangkanganku, sambil meremas remas rambutnya….

Sekitar 5 menit aku menahan nikmat sensasi yang menjalari otak ku akibat blow job yang dilakukan Tante Ida, tiba tiba.. “clupp..” terdengar suara seiring Tante Ida menyudahi aksi blow job nya
Kembali dia memandangku dengan tatapan mupeng, 


Mulutnya tampak basah, sesekali lidahnya dikeluarkannya menjilati bagian atas lidahnya
Kemudian Tante Ida beranjak ke atas ranjang, kulihat Tante Ida mencari remot TV lalu menghidupkannya dengan menyetel volume agak keras

Tubuh molek Tante Ida tampak amat seksi dan menggairahkan, saat dia hanya mengenakan pakaian dalam yang minim itu, setelah itu Tante Ida mengerlingkan mata padaku
Aku mengerti maksudnya, namun aku masih ingin melanjutkan pemanasan dengannya terlebih dahulu

Aku pun menyusulnya keatas ranjang , aku  merebahkan tubuh disamping nya dengan posisi sudah telanjang bulat , sementara Tante Ida masih mengenakan pakaian dalam.
Tante Ida merapatkan tubuhnya padaku sambil tersenyum mesra padaku.
“ Tante yakin mau melakukan lagi..? “ godaku

Tante Ida tertawa kecil dan menutup wajahnya dengan kedua tangannya, namun tak lama dia buka kembali wajahnya dan  menatapku penuh arti, hanya anggukan yang kuterima sebagai jawaban dari pertanyaanku tadi
Melihat itu aku pun segera bergerak dan berposisi mengangkanginya, kedua lututku bertumpu pada kasur dan mulai menurunkan tubuhku yang berada diatas tubuhnya.

Aku mendekatkan wajahku ke lehernya dan mulai mencumbu lehernya, Tante Ida hanya merintih nikmat merasakannya ciumanku terus kuturunkan kebawah, daerah sekitar dadanya nafas Tante Ida kembali terdengar turun naik lidahku menciumi sekaligus menjilati dadanya yang putih itu .. puas disana cumbuan ku turun dan sekarang berada di antara belahan payudara nya, tubuhnya yang wangi dan bersih itu makin membuatku gairahku terbakar hingga aku melakukan kecupan kecupan kecil di buah dadanya.

Badan Tante Ida tersentak dan membusung keatas, seolah sengaja memberikan buah dadanya nya itu untuk kucumbu. Puas disana , aku menghentikan sejenak aksiku. Sekarang tanganku melingkar ke punggungnya guna melepaskan pengait BH nya… setelah kutarik dan kucopot BH nya kubuang ke bawah…

Aku menikmati pemandangan sempurna, Tante Ida tetanggaku yang cantik dan mulus itu sekarang terbaring pasrah di hadapanku dengan buah dada indahnya . Tubuh indahnya yang putih, mulus dan padat itu membuat dadaku deg deg an,  Tante Ida menatapku dengan penuh kepasrahan, nafasnya naik turun, sambil berusaha mengalihkan pandangan dariku

Aku mendekati Tante Ida dan menciumi lehernya yang mulus, Tante Ida mendengus dan memejamkan mata, kuciumi leher nya berkali kali dan akhirnya aku kembali mencium bibirnya. 

Kecupanku terus menuruni leher menuju dadanya, begitu wajahku sampai di belahan dadanya, aku benamkan wajahku disana dan kucumbu dadanya dengan buas... kurasakan disana jantung Tante Ida berdegup kecang.. dan ciuman ku berpindah ke salah satu buah dadanya,  Buah dadanya nya itu tampak bergerak naik turun seirama nafas Tante Ida 

Tanpa tunggu aba aba, langsung saja kulumat payudara ranum nan putih itu, diiringi desahan yang keluar dari mulut Tante Ida..

" Eeuuhhh..?? Eeuuhhh...?? " desah Tante Ida, apalagi saat aku mainkan puting susu nya dalam mulutku.


Sementara mulutku menetek di payudaranya, satu tanganku terus menggerayangi tubuh indahnya, sekarang berada di sekitar pusarnya dan terus kuturunkan ke bagian bawah, dan sekarang tanganku mencoba masuk ke dalam celana dalam Tante Ida melalui bagian pinggir atasnya

" HHhhhhhhh...." desah Tante Ida lirih saat tanganku sekarang mengusap kelaminnya, Tante Ida tampak memejamkan mta dan menggigiti bibir atas nya pertanda dia menikmati perlakukanku padanya. Tanganku mengelus dan satu jariku memencet alat kelamin Tante Ida terus menerus hingga membuat Tante Ida menggelinyang kegelian... Tubuh makin blingsatan, bergerak liar tak tentu arah

" Bryaaann....hhhhh.." sahut nya lirih sambil membuka matanya dan menatapku sayu.

Terasa Tante Ida menjepit tanganku yang berada disana dengan kedua pinggulnya, pertanda dia begitu menikmati apa yang dia rasakan saat itu

Aku terus melakukan aktifitas tanganku disana sambil ujung jariku sudah masuk menerobos bibir vagina Tante Ida, Kurasa Tante Ida mengatupkan pahanya seakan menjepit jariku yang sudah berada dalam lobang vaginanya, 

Kurasakan bagian dalam goa surgawi itu sudah lembab dan basah, membuatku makin semangat mengobel vaginanya dengan jari ku . Tanganku terus mengobok obok lobang senggama Tante Ida, Tante Ida terdengar menjerit jerit keenakan 

" Auuuhhh...??!!  Ooohh.??!! Aaahhh..??!! Bryyaaa..nnnn....hhhhh..??!! Mmmhhhh...!!! "

Mendegar itu, aku jadi makin bernafsu, terus kujilat putingnya dan kulahap payudara nya sepuas puasku. Lalu lidahku kembali menyusuri tubuhnya, kali ini kembali keatas menuju ke mulutnya yang sedari tadi terdengat menjerit jerit melepaskan kenikmatannya, 

Aku menciumi bibirnya dan langsung disambut oleh Tante Ida hingga kami kembali melakukan frech kiss.. kali ini makin liar dan bertambah hot... terdengar nafas Tante Ida terengah engah dan mulutnya memburu kemana bibirku dan setelah dapat lalu mengulumnya dengan buas... Raungan kenikmatan dari mulut Tante Ida makin mejadi jadi walau mulutnya sudah bertautan dengan mulutku. 

Aku amat bernafsu melihat Tante Ida yang makin liar dan binal dalam bermain cinta denganku, Sementara jari telunjuku tetap terjepit oleh dinding vagina nya, kurasa vagina Tante Ida sudah benar basah... buktinya tanganku makin lancar keluar masuk lobang vaginanya yang terasa makin lapang

Cukup lama kami bercinta dengan posisi aku mencipok dan satu jariku mengobel lobang kawinnya, aku amat menikmati moment itu, saat melihat Tante Ida tersiksa didera kenikmatan yang kuberikan,.. entah berapa kali bibir atas ku di gigitnya pertanda nafsu nya amat buas saat itu

Setelah kubuat Tante Ida didera kenikmatan oleh permainanku tadi, aku hentikan aksiku sejenak.... Aku keluarkan tanganku  dari dalam celana dalam pink milik Tante Ida dan secara serentak kam berhenti bercipokan... Tante Ida menatapku dengan tatapan penuh nafsu, wajahnya yang cantik itu memerah menahan syahwat nya. kulihat juga bagian dada, terutama payudara nya sebelah kiri sudah merash akibat jilatan dan gigitan ku, dikarenakan kulit nya yang putih , maka bekas cupangan dan gigitanku pada tubuh Tante Ida amat kentara untuk dilihat

Mataku tak bisa lepas dari sepasang payudara Tante Ida yang mulus dan montok itu terhampar di hadapanku. Keduanya susunya putih, walau agak turun tapi tetap menggairahkan. apalagi buah dadanya tampak seperti bergerak naik turun seirama dengusan nafas Tante Ida yang menikmati kelihaian tanganku yang bermain dalam lobang vagina nya.
Perlahan kudekatkan wajahku ke buah dadanya sebelah kanan dan langsung kujilati lagi ....


“ Ouuuuuhhh….” Desah Tante Ida kuat saat kucumbu kembali salah satu buah dadanya. Puting susunya sudah tegang dan mengeras pertanda nafsu birahi sudah melandanya. Selanjutnya kuciumi  dengan buas kedua payudara yang menggantung indah itu secara bergantian ..... Tante Ida terdengar seperti meraung raung menikmatinya...  dan puncaknya kuhisap dalam dalam putting susu nya yang indah
“ Uuuhh.. bryyyyyaaaaann….hhhhhh???!!!!” desah Tante Ida megap mengap

Tubuhnya bergetar , mulai gelisah dan bergerak kesana kemari dengan liar. Aku terus memburu buah dadanya , kujilati dengan buas hingga kedua payudaranya tlah basah karena air liurku. Kedua tangan Tante Ida sudah direntangkannya keatas, sesekali kedua tanganku mengusap ketiaknya, hingga berkali kali Tante Ida menjerit karena rasa geli bercampur nikmat

Setelah puas mencumbu putting susu dan buah dada nya , kuturunkan wajahnya ke bawah , kuciumi terus area payudaranya, terus ke bawah hingga lidahku sekarang berada di udelnya. Sesampai disana kujilati lagi udelnya dengan buas. Tante Ida kembali merintih rintih kenikmatan

“ Ooooooh… ??!!! Ouuuu,… Ouuu…. Ouuhhh…??!!!”
Puas disana, wajahku makin menuju kebawah hinggga kuteruskan ciumanku kebawah, aku mencium bagian pinggul nya terus kebawah hingga sekarang mulutku berada tepat di daerah kewanitaanya

“ Oooouuuuuuuuuuu…hhhhhhhhhhhh..????!!!!” Tante Ida melolong seperti seekor serigala sedang kawin saat kukecup vaginanya. Walau masih tertutup celana dalam namun pasti itu terasa dan begitu nikmat, karena kuperhatikan kulit putih Tante Ida merinding dan bulu bulu tipis di pahanya berdiri

Pada  ujung segitiga cinta nya itu tersembul beberapa bulu jembut nya yang indah, keluar diantara pinggiran garis celana dalam berwarna pink Tante Ida..
Namun kuputuskan belum membuka segitiga cinta itu, ciumanku merambah kebawah, menciumi paha putihnya yang sekal ..

“ Ouuhh.. bryaann..hhhh..??!!!... enak nya bryaaaannn..hhh??!!!” desah Tante Ida
Terus kebawah kuciumi bagian lutut hingga ke betis nya berlanjut ke pahanya yang satu lagi, kulakuan berulang ulang dan saling bergantian ke paha kiri dan paha kanannya

Sepasang paha putih Tante Ida mengapit dan melingkar di leherku, pertanda Tante Ida begitu menikmati perlakuanku padanya

Setelah puas menyusuri tubuh putih itu dengan lidah, aku kembali berdiri dengan lutut sebagai tumpuan di hadapan Tante Ida

Namun Tante Ida tampaknya memiliki rencana lain , dia bangun, lalu duduk dan selanjutnya mendorongk tubuhku hingga berbaring di ranjang, sekarang Tante Ida yang berposisi diatasku

“ Bryann… kaa..mmuu… sangat pandai membuatku bergairah…” ujar Tante Ida terbata bata mengatur nafasnya
“ habis.. Tante memang pantas untuk diperlakukan lembut seperti itu… “ rayu ku
Wajah cantik itu memerah mendengar pujianku

Tante Ida mulai mendekatkan wajahnya ke wajahku , dan seketika lidahnya dijulurkannya dan mulai menjilati mulutku dan aku tentu saja menyambutnya dengan penuh nafsu
“ Mppphhhh..mmmmhhhh..????!!!” deru nafas kami berdua terdengar jelas, mulut deru nafas kami terdengar jelas memburu kemana lidahku , kami saling kulum, saling jilat dan saling mencari satu sama lain…

Tangannya merentangkan kedua tanganku keatas, setelah itu Tante Ida melepas ciumannya dan menciumi ketiak ku bergantian hingga aku terpekik kegelian, Tante Ida terus melanjutkan aksinya, giliran dadaku diciuminya dengan penuh gairah,...  kadang kedua putting ku tak luput di jilatinya dengan liar. Ciumannya merambat kebawah hingga tepat di atas batang penisku.

Sesampai disana Tante Ida menghentikan sejenak aksinya, dan menoleh padaku. Aku masih tak mengerti maksudnya. Namun aku paham juga setelah Tante Ida memutar tubuhnya, wajahnya berada tepat di selangkangku sedangkan vagina nya disodorkan tepat dimulutku.

“ Buka celana dalam saya Bryy…” ujarnya lirih
Aku melihat ada bercak basah pada celana dalam Tante Ida tepat di vaginanya
“ iya… sudah basah ntee..” godaku
“ Masaaaa..?” ujar Tante Ida manja


Aku terkekeh namun segera kulepaskan celana dalamnya , dibantu oleh Tante Ida juga......

Sekarang lobang kawinnya yang berbulu lebat itu terhampar di hadapanku, mulutnya vaginanya menganga indah tepat di wajahku, cairan kental berada di area sekitar bibir vagina nya, hingga menimbulkan pemandangan erotis, di tambah aroma khas kemaluan wanita
Aku menarik pinggul Tante Ida ke bawah, dan kujulurkan lidahku menyapu belahan vaginanya


“ Aaaahhhhh..???!!!” jerit Tante Ida saat lidahku mencumbu labia mayora nya
Namun tak lama segera kurasakan benda basah menyentuh kepala penisku dan …. Seketika kurasa penisku sudah berada dalam mulut Tante Ida,

“ Uuuuhhh..” aku meringis kegelian, namun itu makin membuatku bernafsu, kubalas dengan menyapu klitoris Tante Ida dengan lidahku, terdengar jeritan tertahan Tante Ida, karena mulutnya sibuk mengoral penisku, sementara mulut bawah Tante Ida pun tak henti hentinya kujilati. 


Gemas melihatnya, dengan jari tanganku aku lebarkan pintu surgawi Tante Ida dan lidahku makin menerobos ke bagian dalam, Disana kutemukan 2 buah daging kecil sebesar biji, itulah klentit wanita, puncak dari segala syaraf kenikmatan wanita, kumainkan lidahku disana dengan liar ..... menyedot maupun menjilati klintit Tante Ida

" Mmpphhh.. mmmmhhh.." terdengar suara jeritan Tante Ida tidak begitu jelas, karena mulutnya sibuk mengoral kejantananku

Tubuh montok Tante Ida semakin bergerak tidak karuan, walau sudah kutahan kedua pinggul besarnya dengan tanganku.
Tiba tiba Tante Ida melepas kulumannya pada penisku dan mengangkat tubuhnya. Otomatis lobang kawinnya terhenti kucumbu.....
Tante Ida berbalik menghadapku dengan mata yang merah dan nafas memburu

“ Aaa,,Akuu gak tahan lagi Bry…. Aku yang diatas ya..??” pinta memelas
Aku hanya mengangguk, karena dengan cepat Tante Ida mengangkangi ku yang terbaring di kasur . Tante Ida menggegam penisku dengan satu tangannya .  Tante Ida  menyejajarkan posisi vaginanya berada diatas penisku….. lalu Tante Ida menurunkan pinggulnya kebawah dan mencoba memasukan batang penisku dalam lobang kawinnya 

Kulihat Tante Ida meringis saat kepala kemaluanku membelah bibir vaginanya, kedua pahanya dibuat Tante Ida dengan cara berjongkok hingga lobang vaginanya menganga dan membuka. Satu tangan nya menahan berat tubuhnya dan bertumpu di kasur

“ ouuuhh… gedhe nya punyamu Bryy… uuhh… “ desah Tante Ida, setelah kepala terasa masuk, kubantu dengan cara menghujamkan penisku keaatas
“:OOOOOOOOOOOOOOHHHHH…..HHHHHHH..!????!!!!!” Teriak Tante Ida begitu merasakan penisku amblas dalam vagina nya

Tante Ida menekan pinggulnya kebawah, air ludahnya yang membasahi penisku, berikut air ludahku yang membasahi vaginanya memudahkan penisku amblas dalam lobang kawinnya

Tante Ida terlihat terpejam menikmati hangatnya penisku yang berkedut kedut pada dinding rahimnya, sementara kedua tanganku berada pada kedua bongkahan pantatnya nan bahenol, tanganku meremas remas pantat Tante Ida dan sesekali mengangkatnya naik turun
Tak lama kemudian , Tante Ida pun mulai menggerakan pinggulnya naik turun

“ uuhh..uhhh…uhhhh…” desahan keluar dari mulut Tante Ida. Badannya naik turun mengangkangi tubuhku dari atas

Dari bawah kulihat Tante Ida mengadahkan leher dan kepalanya keatas dan memejamkan mata meringis sambil menikmati birahi nya. Tubuh molek tetanggaku itu meliuk liuk menggenjot ku diatas ranjang, kuperhatikan kedua susunya naik turun seirama dengan goyangan pinggangnya … membuat tanganku yang semula berada di masing masing pantat bahenolnya tergerak untuk meremas kedua buah dadanya yang tergantung indah itu

“ Uuhhh… Bryaaann…!!! Awww..hhhh… Ouuhhh..!! Ngggg..hhh..!!!” jerit Tante Ida saat kuremas bagian bawah payudaranya. Tubuhnya makin bergerak liar dan pinggulnya terus melakukan gerakan gerakan erotis hingga penis ku seperti diaduk aduk dalam lobang vagina Tante Ida..

“Auuuhh..!!!” desahku.. sungguh nikmat merasakan Tante Ida menggenjotku dari atas dengan posisi woman on top, Tante Ida begitu lihai mengendalikan permainan yang amat hot ini , gerakan tubuh Tante Ida kurasakan makin lama makin cepat… tubuh moleknya terus bergerak liar menghentak hentak kebawah sambil mendesah desah penuh kenikmatan
Melihat itu aku pun mengangkat pinggulku agar penis ku menusuk ke dalam rahim Tante Ida… 


“ UUuuhhh…!!! Tancapkan terus kedalaaamm…!!!” jerit Tante Ida histeris saat penisku menghujam dan amblas sepenuhnya dalam lobang kawinnya. Terasa dinding vagina Tante Ida menjepit dan meremas batang penisku hingga kurasakan denyutan nya.
Saat itu aku merasa tubuh Tante Ida mulai menegang dan berkelonjotan, Tante Ida makin menekan pinggulnya kebawah dan terdengar jeritan penuh kepuasan dari mulutnya

“ Ooooouuhhh…. Oouuuhhhh…!!!” jeritnya dengan mata melotot dan wajah memerah melepaskan seluruh orgasmenya, kurasa Tante Ida sudah berejakulasi karena otot otot di dinding vaginanya terasa menjepit batang kemaluanku. Tante Ida meringkik penuh kenikmatan, tak lama kemudian tubuh nya mulai  lunglai

Bersamaan dengan itu aku pun merasa ada yang ingin keluar dari persendian tubuhku…  tak tahan lagi kuremas kuat kedua payudara Tante Ida ...

" Uhhhh.. Uhhhh... !! " dan .. ‘croooott…” aku muntahkan benihku berkali kali dalam Rahim tetangga ku itu sambil berteriak menyebut namanya....

“ Uuuuhh…..!!!!!” Tante Ida kembali menjerit penuh kenikmatan merasakan hangatnya spermaku yang memenuhi rahimnya.

Aku dan Tante Ida terdiam sejenak menikmati indahnya orgasme yang tengah melanda fikiran. Nafasku dan Tante Ida tak beraturan, ngos ngosan , seperti berlari belasan kilometer, seluruh persendianku terasa pegal, namun kepala ku terasa melayang menikmati persetubuhan ku dengan tetanggaku yang hot itu.

Tante Ida merebahkan tubuh putihnya diatas tubuhku, tak berselang lama Tante Ida pun menggeser tubuhnya hingga berada disebelahku, kepalanya di sandarkan didadaku dan Tante Ida memeluk ku dengan wajah berseri penuh kepuasan. Tak sepatah kata yang keluar dari nya, Hanya senyuman manis yang dia berikan padaku, seperti saat pertama kali aku bertemu dengan nya....

Hanya sebentar, Tante Ida menyembunyikan wajahnya dengan bersadandar di dadaku, Memang, aku suka dan mabuk kepayang dengan do'i .. apalagi sikapnya yang malu malu dan jinak merpati membuatku susah melupakan nya, Apalagi sekarang do'i sudah mau menyerahkan tubuh indahnya padaku , tidak lagi harus kuperdaya atau kuperkosa seperti hari hari kemarin hanya untuk dapat menikmati tubuh molek nya

Aku hanya membelai ubun ubunnya dan menciumi kepalanya

“ tante tadi menikmatinya? “ ujarku memecah keheningan.
Tante Ida  hanya menjawab dengan anggukan dan membelai belai tubuhku dengan tangannya



" Kamu gak kedinginan Bry..? " tanya Tante Ida. tanpa menunggu jawabanku beliau menarik selimut dan menyelimuti tubuh kami berdua. lalu beliau memeluk tubuhku dan menyandarkan kepalanya di dadaku

Kami berdua pun terdidur pulas di kamar hotel yang sejuk,  menikmati perselingkuhan dan persetubuhan yang penuh birahi dengan Tante Ida, tetangga cantik ku nan super bahenol itu.













Tidak ada komentar:

Posting Komentar