Aku
terbangun 2 jam kemudian dan di sampingku sudah tidak ada tubuh molek Buk
Endang. badanku terasa sangat pegal sekali, terutama pada bagian pinggang,
ketika aku hendak bangun tampak buk Endang sudah kembali berpakaian. Lengkap
dengan baju blus dan rok pendek . seragam kerja nya
“
Sudah bangun kamu Bry..? “ sapa Buk Endang dengan tersenyum
“
iya nih… ketiduran saya tadi “ balasku
sambil mengucek ucek mataku.
“
mau kemana buk..? “
“
ya beres beres lah… udah mau sore… pulang kerumah lahh..” ujar Buk Endang,
tampak Buk Endang sedang menghadap cermin, lagi memasangkan bedak sepertinya
“
Udah cukup nih… aku kepengen lagi nihhh..” godaku. Buk Endang tampak kaget dan
menoleh kebelakang
“
ihh.. kamu masih kepengen lagi..? nggak usah ngeseks lagi ya .. capek deh saya
“ sungut Buk Endang sembari duduk di depanku
“Kalah
ya ?” candaku sambil mengucek ucek kepalanya
“Iya
.. kalah deh … “ rajuk Buk Endang memelukku erat
“
kamu itu… kuat banget Bryan… saya hampir pingsan melayani kamu” ujar Buk Endang
tertawa kecil.
“
pingsan karena kenikmatan kaleee..” godaku
“
terus kemana kita.. kan ini baru jam 4 sore “ tanyaku sambil menyingkirkan
selimut, penisku yang ngaceng membuat Buk Endang terkejut dan terbelalak
“Ih
.. manuk mu itu lho.. masih saja perkasa
.. “ kata Buk Endang sambil membelalakan matanya ke penisku.
“Ya
perkasa dong .. kalau ibuk kuat , ini masih
minta jatah lho “ godaku sambil mengerlingkan mata ke arah penisku
“Jangan
ah .. saya masih capek … “ elak Buk Endang dengan memalingkan mukanya dan
tersenyum sangat nakal sekali.
Aku tersenyum senang, walau tidak bisa ngeseks setidaknya aku bisa menggerayangi bagian sensitifnya. Apalagi Buk Endang menggunakan rok pendek selutut model lebar. Saat itu rok nya pun tersingkap hingga Paha mulus dan montok nya jelas terlihat
Aku langsung dipeluknya, kami saling memagut penuh kemesraan.
"Sayaaang … mari kita pulang.. … “ ujar Buk endang dengan
wajah bersemu merah
“Yaa .. “ ucapku sambil meremas
pantat Buk Endang dengan gemas. Mencoba menggodanya untuk setidaknya bercinta
sebentar.
“Please … udah an untuk hari ini
ya… badan saya masih pegal pegal Bry… “ bisik Buk Endang di telingaku
Aku hanya mengangguk.
Buk Endang tersenyum manis. Lalu beranjak menuju meja dekat TV.
Ketika Buk Endang kebetulan
berposisi membungkuk aku langsung bangkit dari tempat tidur dan memeluknya dari
belakang.
“ Awwhhh… kamu Bry.. bikin kaget
aja.. lepasin dulu… saya mau sisiran.. ” ujar nya melotot
Karena gemas aku lalu mencolek buah dada nya , lebih lebih saat beliau mengambil minuman di minibar , pantatnya yang juga terangkat. Apalagi rok yang dipakainya rok kerja model lebar dan panjangnya selutut hingga menampakan paha putih mulus nya dari belakang. sehingga aku langsung meremas pantatnya juga.
“Haaah .. nakal “ semprot Buk
Endnag dengan mendelik.
Aku langsung memeluk Buk Endang dengan memagut dan melumat nya dengan rakus,
“ Ihhh.. anak satu ini… nafsuuuu
terus bawaannya..” ujar Buk Endang , namun beliau tetap melayaniku. Buk Endang membalas
lumatanku dengan tak kalah rakus, kami saling menyedot, tanganku semakin nakal
melepaskan satu pesatu kancing bajunya masuk ke dalam bajunya dan meremas buah
dadanya.
‘ Ohhhh… Udah lah…Bryann..hhh…
Kamuu..hh.. buat saya terangsang lagii.. oohh..” desahnya
Kami sambil megap megap setelah puas saling melumat, Buk Endang membatuku melepaskan kacing bajunya namun aku hanya sebatas itu, aku biarkan baju nya masih terpakai
Masih dengan memeluknya dari belakang, tanganku melingkar ke depan dan meremas buah dadanya dari luar, membuat Buk Endang menahan tanganku dengan mengempitnya. Bukannya menepis tanganku sehingga tanganku tetap menempel di dadanya
“Kamu tuh ya… nakal, sayang “ ujar
Buk Endang dengan mencubit tanganku
Penisku yang ngaceng itu aku
tempelkan di belahan pantatnya membuat Buk Endang hanya meringis saja
“ apaan tuh.. nyodok nyodok dari
belakang..??” godanya menoleh kebelakang dan kusambut dengan ciuman di
bibirnya.
“ mau masuk kayaknya..” godaku
“ ihhh… nakal… jangan…. Nanti koyak
punya saya baru kamu tau ..” ujarnya terkekeh
“ Ibu juga nakal kok “
“Husss “ ujar Buk Endang dengan mengatupkan ibu jarinya ke bibirku
Aku menggerakan pantatku sehingga batangku yang ngaceng tegak itu terasa sekali di belahan pantat Buk endang dan menggerakan pantatnya tanda senang.
“Besar sekali ya manuk mu ini ..
aku suka “ bisik Buk Endang
“Ketagihan ya “ godaku
“Iyaaa “ jawab Buk Endang dengan
tersenyum lagi
Aku semakin nakal, kupegang kedua buah dadanya dan Buk Endang sampai mendesis keenakan.
“ Bry.. udahan yaaaa .” ujar Buk
Endang dengan menahan tanganku agar tidak terlalu jauh.
“ nanti saya kepengen..” bisiknya
lirih
“ kalau kepengen ayoo.. saya juga
kepengen” pancingku
“ tapi saya capek… besok ya… please
sayangg..” pinta Buk Endang
“ Ya deh..” ujarku melepaskan
dekapanku. Sebenarnya aku masih ingin bercinta dengan beliau. Tapi apa boleh
buat. Buk Endang kecapek an
Aku lalu duduk di pinggir ranjang namun Buk Endang justru malah memancingku dengan duduk di pangkuanku.
Penisku terasa ditekan pantat Buk
Endang dengan menggoyangkan sehingga membuatku semakin senang saja.
"Enak ya ?" bisik Buk
Endang
“ katanya capek.. tapi mancing mancing..”
godaku
“ iya.. begini aja.. maksud saya
jangan dimasukin manuk e lhoo..” ujarnya dengan gemas mencupang leherku
Melihat kenakalannya aku merasa bergairah kutarik roknya sampai atas sehingga terlihat paha mulus Buk Endang, aku mengelusnya membuat Buk Endang mendesis, bahkan aku semakin jauh memasukkan tanganku, Buk Endang membuka pahanya sehingga aku semakin bebas sampai bagian segitiganya, terasa sedikit basah, Buk Endang tampak makin terbakar birahinya
Buk Endang melumat bibirku dengan rakus, merangkulkan tangan kirinya ke belakang kepalaku. Kami saling beradu bibir dengan pelan saling memagut, sedangkan tanganku mengelus pahanya dengan bebas.
“Sudah puas belum ?” tanya Buk
Endang dengan tersenyum
“ Begini puas…?? Ini mesin malah
makin panas ,,..” ujar gemas sambil balas menciumi lehernya hingga Buk Endang mendesah
lirih
Karena tak tahan melihat tingkahnya yang menggemaskan itu, aku langsung menggumulinya, melumat habis bibir Buk Endang dengan rakus
“Stoop
.. stoopp.. “ teriak Buk Endang dengan
keras, namun aku tak mengubris lalu menggesekan penisku yang berada tepat
diatas selangkangan Buk Endang, Buk Endang menahan pinggangku
“Sayang
.. aku sudah loyo .. nggak kuat “ sergah Buk Endang dengan wajah merah.
“Please
.. sekali lagi .. aku belum puas deh .. “ kataku sambil terus menciuminya dan
melakukan petting
“
Stopp Bryannn.. nanti saya bisa pingsaaann..hh… Ohhhhh..” desahnya saat
kujamahi setiap lekuk tubuh bahenolnya
“Satu ronde lagi Buk endang kuu.. “ pintaku
dengan mengelus pahanya yang mulus dan berisi itu
“
jangan dimasukin… begini aja… Uhhhh… Bryyy..hhh… “ desah Buk Endang dengan mulai mengerakan
pantatnya memutar, aku merasa sangat nikmat ketika beliau menggerakan pantatnya
memutar karena penis ku bergesekan dengan nonok nya.
“Kalo
gitu ya dah .. kita berhenti saja saling bercinta “ kataku menggodanya
“Ah
.. jangan deh .. jangan … baik kau menang “ kata Buk Endang dengan mengalah
“
tapi nggak usah telanjang ya… ohhh…”
desahnya
“
ya… buka dulu bajunya.. janji kok gak telanjang..” bujuku
Aku membantu buk endang melepas bajunya hingga beliau mengenakan bh
Selepas
itu buk endang berdiri dari pangkuanku dan aku melorotkan rok dan celana
dalamnya
Aku
menggeser posisi duduk ku dengan bersandar pada ranjang. Membuat posisi
melunjurkan kaki, aku menginstruksikan Buk Endang untuk menaiki tubuhku.
Dengan wajah malu malu Buk Endang pun naik dan berada dengan posisi jongkok . selangkangnya pas berada dan beradu dengan kontoku. Hingga menimbulkan sensasi yang nikmat, Buk Endang terus menggoyang dan menggesekan nonok nya dengan penisku dengan posisi menduduki kontolku.
Tak sabar rasanya dirangsang sedemikian rupa oleh Buk Endang ,penisku yang sudah ngaceng sedari tadi aku sejajarkan dengan lobang kawin Buk Endang yang berada pas diatas kepala kombet ku.
Buk
Endang meringis saat menurunkan pantatnya, dan perlahan tapi pasti
“
sleeppp..” penis ku amblas ditelan oleh black hole Buk Endang
“
Ooohhhh……..” jerit kami bersamaan
Buk Endang bergerak dengan sangat erotis di atas tubuhku, tubuhnya meliuk turun naik menggenjotku dari atas, kadang bergoyang ala ngebor , menggoyangkan buah dadanya meliuk liuk sambil terus menggoyang naik turun
“
Owwhh…. Bryyyy..hhhhh..!!! Ummppphhh…. Hhhhhh..” jerit buk endang megap megap,
saat menggenjotku dnegan gaya women ini top
Aku pun tak mau kalah dengan menghentak penisku naik turun dari bawah keluar masuk nonok Buk Endang sambil memberikan pagutan mesra ke bibir Buk Endang dan beliau membalas pagutanku dengan menekan ke bawah sehingga aku sampai berhenti memagutnya karena penisku serasa dijepit sedemikian hebat,
“Uggghhhh
enak banget goyangan mu buukk.. uuhh.. ?” desahku sambil menahan nafasku
“Arrrrrrrgggggg ……… sssssssssssstttttttttt
….eeeennnaaaak “ erang Buk Endang kemudian.
“Pelan
Buk .. aku bisa muncrat lho “ kataku dengan tersenyum
“Ih
nakal .. awas kalo keluar duluan “ semprot Buk Endnag dengan genit dan mencoba
melakukan penetrasi ke bawah dan menaikan lagi pantatnya, Tanganku semakin
nakal meremas bokong Buk Endang dengan gemas sehingga membuat beliau berdegup
“Oh
.. remas terus pantatku sayang “ ajak Buk Endang dengan tubuh oleng tak
jelas ke sana kemari menahan sensasi aku meremas pantatnya. Tangannya terlepas
dari penisku dan kemudian merangkulkan ke pundakku, padahal penisku hanya masih
separo, namun Buk
Endang kembali melakukan gerakan memutarkan pantatnya membuat aku mengerang
“Awwwwwwwwwww
… enak … eeeeeeeeenaaaaak .. Buuuukk“ erangku sambil memeluk Buk Endang dengan erat dan memberikan
pagutan sangat bernafsu sehingga Buk Endang membalas pagutanku tak
kalah bernafsu dan ganas. Namun itu tak berapa lama, kami kembali ke ritme
sangat mesra.
“
gitu dong say.. pelan.. uhh… ennnakkkkk “ ajak Buk Endang Aku langsung menurunkan ritmeku
dan kembali sangat mesra memberiukan pagutan ke bibir buk endnag , tanganku
dengan sangat gemas meremas pantat Buk Endang, akibat remasanku di
pantat Buk Endang membuatnya sampai mengadah
menahan sensasi seksualitas yang tinggi
“Oh … enaknya tanganmu disana, sayang … “ jerit Buk Endang dengan suara sangat merdu sekali dan lalu beliau kembali menghujamkan pantatnya ke bawah dan penisku semakin terbenam dalam liangnya. Penisku tertahan separonya dan itu sudah membuatku sampai mendesis dan mengerang, jepitannya sangat keras, mengenyot dan menyedot dengan sangat gemas sekali.
“Dhuh
.. nakal sekali tempekmu Buuukk… jepit sambil meremas remas dan menyedot “
kataku sangat jorok disambut senyuman Buk Endang
“Iya
sayang .. begini ya ?” kata Buk Endang sambil menggoyangkan memutarkan
pantatnya membuatku sampai mendelik dan kemudian merem menikmati goyangan
erotis Buk Endang.
Tangan Buk Endang merangkulku dan memberikan buah dadanya untuk kusedot, segera kuanikan bh hitam berenda yang masih melekat melindungi payudara Buk Endang .
Buk
Endang memposisikan dadanya tepat pada bibirku, selepas cup bh nya kutarik
keatas, tampak sepasang buah dada Buk Endang yang montok itu bergoyang goyang
serirama genjotan pinggul Buk Endang. Susu nya sudah mengeras, melihat putingnya
yang menghitam itu mneganggur, aku mendekatkan mulut ku kesana dan menetek disana
“
haaaaahhhh… ouuuhhhh…” jerit Buk Endang saat kuhisap bergantian putting susunya
, dan goyangan Buk Endang makin liar, pinggul nya naik turun dengan gerakan
menekan agar penisku amblas, mata mengintip kebawah di mana penisku keluar
masuk masuk dan amblas tertelan lubang vagina Buk Endang, sedangkan bagian
selakangan Buk Endang tampak mengembung
karena besarnya penisku
Sampai sampai Buk Endang menggigit bibirnya menahan sakit atau enaknya menelan penisku.
Sampai sampai Buk Endang menggigit bibirnya menahan sakit atau enaknya menelan penisku.
“
berhenti bentar Buk Endang, aku mau ganti posisi..” ujarku
“
posisi apa apalagi? Jangan aneh aneh lagi ah…” rajuknya.
Aku menghentikan sejenak sodokan ku pada tempeknya, lalu aku mengistruksikan Buku Endang yang berposisi women on top itu diatas ku agar berdiri sebentar. Buk Endang patuh saja menjalankan instruksiku. Setelah beliau berdiri, kubuat posisiku yang semula menjulurkan kakai menjadi bersimpuh. Setelah itu kuberi isyarat agar Buk Endang kembali menurunkan pinggulnya.
“
tancapkan lagi nonok mu Buk..” perintahku
Tanpa banyak bicara Buk Endang kembali membenamkan kontolku dalam tempeknya
“
Ooooohh…enaaakkk… Terasa masuk semuanya Bryyyy..” Desah Buk Endang meringis
saat kontolku kembali ditelan black hole nya
Aku
pun meringis merasakan urat syarat dinding vagina Buk Endang kembali serasa
meremas kejantanan ku didalam.
Posisi
duduk bersimpuh itu memang sengaja kulakukan agar kontolku amblas bahkan sampai
mentok di Rahim Buk Endang, ini menimbulkan sensasi nikmat bagiku dan Buk
Endang.
Aku
mulai menggoyang dan memborbardir tempek Buk Endang dari bawah
“
Oohh.Ohhhh… Owwwhhh… ssshhhhh… Ennaak Bryaaann… Teruss terussiinn…” rintih Buk
Endang megap megap.
Kedua kaki Buk Endang sekarang menjadi lurus , seperti posisi kaki ku semula. Gaya ini membuat posisi tubuh Buk Endang seperti terangkat , pinggungnya bertumpu pada kedua pahaku hingga memudahkan Buk Endang untuk menggoyangkan pingggulnya
“Ennaaaak … Oh …. Gede banget punya mu
Bryaann..hhh.. “ erang Buk Endang dengan
gemas dan menghujamkan sedikit keras sehingga penisku amblas semuanya, kami
memekik dengan nyaring
“Auuuuuh
…. “ pekikku disambut bersamaan erangan Buk Endang
Buk
Endang masih terus melakukan penetrasi goyangan pinggulnya dari atas dengan
mata merem melek.
“Dhuh
.. enak sekali dengan kontol besar ini, sayang … owwwhhh…owwhhh…!!! “ kata kata
jorok Buk Endang semakin tak terkendali.
“
katanya tadi gak kuat ..” godaku sambil terus melayani goyangan Buk Endang yang
makin lama makin cepat dan tak karuan itu.
“
Hhh… kamuu..h…. kamuu yang pancing pancing nafsu saya Bryannn…hhh…” bisiknya .
sekujur tubuh kami sudah berkeringat, memacu dan memompa mencari senggama
“Ayo
goyang terus say… pelan pelan aja… “ kataku mengingatkan
Buk Endang langsung menggoyangku naik turun dengan irama lembut, setiap goyangan naik serasa memeras sekali penisku, ketika turun penisku serasa disedot dengan sangat nikmat, kedua tangan Buk Endang memeluk pundaku dan mengelus rambut bagian belakang kepalaku,
Buk Endang memberikan pagutan sangat mesra sekali, dan aku membalas pagutannya, sambil kami saling berpagut . tubuh Buk Endang tetap naik turun memberikan genjotan sangat mesra dan lembut, bahkan saking pelannya membuat aku semakin larut untuk menggumuli wanita ini. Ternyata walaupun nafsu seksnya besar, tapi jika dikendalikan akan mempunyai rasa yang bisa menahan sensasi seksnya agar tidak meletup namun energinya bisa dipakai saat melakukan hubungan seksual.
Kami berdua terus saling memagut dan memilin dengan tubuh Buk Endang naik turun, yang mulanya pelan kini Buk Endang memberikan tempo naik turun dua kali lipat, gesekan dua alat kelamin kami sampai menahan kami tersenyum senang.
“Andai
aku punya suami seperti kamu, sayang … dhuuuh .. enaknya “ kata Buk Endang meluncur
tanpa basa basi, keringat sudah membasahi kami berdua, keringat kamar hotel
yang menjadi saksi bisu perselingkuhan ku dengan dosen ku itu , yang liar dan
binal serta genit bahkan nakal.
“Aku menggairahkan ya ,sayang ?” tanya Buk
Endang ditengah nafasnya yang berat dan naik turun menggejotku.
“Iya
.. seksi dan cantik .. nakal, genit dan manja “ kataku sambil terus melawan
gejotan Buk Endang
“Sayang
.. hhhh…aku nggak kuat lagiii.. Ooooh .. !!!“ jerit Buk Endang dengan
mempercepat genjotannya. Tubuhku pun kini seakan tak kuat membendung orgasme
yang akan muncul. Tubuhnya aku peluk dan kuremas buah dadanya yang
bergelantungan itu, Buk Endang terus saja menggenjotku dan beberapa menit
kemudian mencapai orgasme, jepitan pada penisku kian keras menandakan puncaknya
akan datang.
“Ohuu
… aakuu … saaaaaaamp ..aaiiii !!!! “ucap Buk Endang terputus, tubuhnya menegang
dan membuat busur panas, kuberikan remasan pada buah dadanya untuk menambah
sensasi orgasmenya, wajah ayu Buk Endang menegang dengan wajah memelas, matanya
merem melek menikmati orgasmenya, tubuhku kemudian luruh dan melemas dengan
cepat dan memelukku. Penisku serasa disemprot air hangat, cairan orgasme Buk
Endang yang keluar dari dalam.
“Keluar
lagi, sayang..? “ kataku memeluknya dengan erat dan memberikan ciuman di
lehernya. Buk Endang hanya diam tak menjawab, mengatur nafasnya agar
terkendali.
Lama Buk Endang dalam pelukanku diam, keringat kami saling berbagi demikian pula dengan bibir Buk Endang yang kini sudah sangat basah berbagi air liur denganku.
Setelah
beberapa saat kami mengatur nafas, tubuh buk endang yang masih berada diatas
pangkuan tubuhku terasa lunglai, Buk Endang memeluk ku erat, tangan berada di
punggungku dan kepalanya disandarkan di leherku
“Maafkan
aku yang memaksa kamu“ bisiku pelan di telingan kanannya
“Nggak
apa, sayang ..hhh.. aku juga senang kok
.. “ sahutnya ngos ngos an
“
Ibu nggak marah lagi ?” tanyaku mengelus punggungnya
“Nggak
lah… , saya ndak mau marah sama kamu, aku takut kalo kamu nggak mau lagi sama
saya ” ujar Buk Endang polos dengan memelukku lebih erat
“Jadi
Ibu takut kehilangan aku ya ?” tanyaku
“Iya
.. takut .. Cuma kamu yang bisa memenuhi nafsu seksku, sayang .. ..” ucap Buk Endang sambil mengangakt
pinggulnya dari atas pangkuanku dan saat Buk Endang merebahkan tubuhku ke ranjang kembali Buk Endang berada di ataskudan
menindih ku.
“Aku
nggak marah kok sama kamu“ kataku menetralkan suasana
“Akan
kupenuhi apapun keinginanmu,nilai, uang, akan kuberi dengan syarat jangan
tinggalkan aku ya “ Buk Endang dengan memandangku mesra
“Asal
kamu genit dan nakal padaku seperti ini sih aku senang sekali .. “
“Ih
… “ ujar Buk Endang dengan tersenyum menggoda.
“Kurang
genit “ timpalku
“Begini
?” ujar Buk Endang dengan genit dan nakal sekali tersenyum menggodaku
“
Dasar… genit “ candaku lagi disambut cubitan tangan Buk Endang
“Aku
aslinya memang nakal dan genit kok “ timpalnya sambil tersenyum nakal kembali.
“
Sini berbaring disampingku Buk Endang sayang?” ujarku sambil memberi isyarat
padanya agar tidak menindihku dan berbaring disampingku sambil memeluk nya dan
Buk Endang balas memelukku.
“
Kamu sayang aku kan Bry….” Bisik Buk Endang dalam pelukanku
“
lama lama ibu makin nakal dan manja..” ejeku
“
aku memang nakal dan manja kok.. sama kamu…“ kata Buk Endang dengan menjilati
bibirnya dengan lidahnya kemudian dengan nakal meremas penisku dengan gemas
“tahu nggak..? anda memang sexy buk endang ku ?” tanyaku
nakal sambil mengelus selakangan Buk Endang dan berhenti pada vaginanya
“Apa enaknya tempekku ?” tanya Buk Endang
dengan mata memandang mesra kepadaku
“
legit, menjepit.. sedotannya keras ..
tapi badannya gampang loyo “ timpalku dengan tersenyum
“Aku
khan sudah tua “ balas Buk Endang
“Makin tua makin menjadi jadi, menjadi tante
girang “ godaku disambut tabokan di dadaku
“Betul
.. aku tante girang untukmu .. “ cibir Buk Endang dengan tersenyum.
“Play
girl gitu ?” tanyaku lagi
“Kontol
ah .. kamu ngawur terus “ semprot Buk Endang dengan nakal kembali meremas
penisku dengan gemas.
“
Kamu oke juga kok dalam urusan ranjang .. aku suka sama anda“ kataku
“
kamu juga Bry…. Kamu itu kuat dalam bercinta Bry.. , perkasa.. dan aku suka
kamu karena kamu suka membuatku menggelepar..” ujarnya tanpa malu malu
“
apapun posisi dan gaya yang kamu suruh
saya pada saat bercinta, saya amat menikmatinya sayanggg.. saya nggak bisa
menolak saat kamu mengajak saya bercinta, walau terkadang kamu memperlakukan
saya dengan kasar, tapi saya malah menikmati perlakuan kamu Bry..” sambungnya
sambil menatapaku dengan pandangan sayang.
Aku hanya terkekeh mendengar pengakuan Buk Endang, dan Buk Endang tersenyum mesra padaku dan mendekapkan tubuhnya padaku dengan manja
“
mari kita bersihkan badan.. “ ujar Buk Endang sambil bangkit dari tempat tidur.
“ saya mau ke toilet bersihkan ini..” ujar Buk Endang menunjuk kemaluannya.
“
kamu jangan ikut masuk ya.. nanti terjadi lagi hal yang diinginkan..” tambah Buk
Endang dan membuat kami tertawa lepas berdua.
Akhirnya kubiarkan Buk Endang ke toilet. Aku pun bangun dari ranjang, mengelap penisku yang penuh cairan dari dalam lobang vagina Buk Endang dengan sprei. Setelah itu aku pun memasang piyama ku.
Berapa
saat tampak Buk Endang keluar toilet, gantian aku masuk ke dalam toilet guna
mencuci burungku. Setelah selasai dan membersihkan badan aku keluar toilet dan
mendapati Buk Endang sudah mengenakan
kembali pakaiannya.
kembali pakaiannya.
Aku pun memasang kembali semua pakaianku. Jam sudah menujukan pukul emapt sore, cukup lama kami bercinta mengingat aku check in tadi jam 10 pagi. Setelah mengenakan pakaian aku duduk sejenak di kursi dan minum susu yang tersedia disana
Tampak Buk Endang menatap ku dengan raut wajah girang
“Makasih
telah memuaskan aku ya Bry… “ kata Buk Endang dengan membimbingku berdiri dan menggandengku
keluar kamar
“Anal
seks yuk ?” godaku
“Ogaaaaaaaah
.. aku paling benci … nggak mau.. “ sungut Buk Endang dengan mencubitku lalu
memberikan ciuman di pipi kiriku.
“Aku juga suka susumu say…“ pujiku sambil
meletakan tanganku buah dada sebelah kanan dan meremasnya lalu kulepaskan lagi
“Aku
juga suka sama manuk mu.. gedhe dan panjang hihihihi “ ujarnya nakal
Melihat kenakalannya aku remas bokong nya hingga Buk Endang kaget dan melotot
“Sudah
cukup ..kamu ini.. mancing mincing saja.. aku mau pulang ke rumah dulu .. besok
pagi saya kabari kita mau kemana, ada urusan yang harus kuselesaikan “ ujar Buk
Endang menggandengku untuk keluar dari kamar.
“
bentar lagi lah buu… masih jam 4 lewat… santai aja dulu… aku masih menghabiskan
waktu dengan kamu..” bujuku
“
Bryaaan… besok saja… nanti suami ku curiga kalau aku pulang larut”
“Iyaaa… tapi besok Ibu pake celana dalam
lingering ya “ ujarku nakal
“Ih
.. nakal sekali kamu, Bryan. “ semprot Buk Endang mencubit pipiku .
“
tunggu tunggu.. coba buk endang duduk dulu .. singkapkan rok anda ..
perlihatkan pahamu mu dulu say.. “ kataku
“
Ihh… kamu ini.. apalagi siihhh..” ujarnya dengan wajah kesal
“
Bentaaarr aja .. aku mau motret ini mu.. lumayan buat bahan coli..” ujarku
terkekeh
“
coli coli… kamu tu ya… nggak ada puas puas nya,,,” sungutnya
“
Pleasee.. “ bujuku dengan wajah memelas
Buk Endang nurut juga walau dengan terpaksa. Beliau meletakan satu kakinya diatas kursi dengan malu-malu buk endang pun menyingkapkan rok blouse pendeknya lalu berpose dengan tersenyum mengerling nakal dan genit,
Dengan
segera kukeluarkan smart phone ku dan menjepret beberapa kali Buk Endang yang mengangkang kan pahanya . rok
nya ditariknya keatas dan terlihat satu tungkai paha puithnya .
“
terus keatas say..” perintahku
Buk Endang pun mengangkat rok nya keatas sampai menampakan celana dalam hitam berendanya. Aku menjepret nya beberapa kali. Sungguh nakal dan binal memang dosenku yang satu ini. Usia tidak mempengaruhi fantasi dan libido nya
Lalu aku menyudahi dan memberikan pagutan mesra pada bibir Buk Endang dan juga mengelus pahanya.
Kami
pun keluar dari hotel, Buk Endang duluan lalu aku menyusul karena tadi pagi
check in atas namaku.
Sesampai
di parkiran kami menuju mobil masing masing. Buk endang memberi aba aba agar
aku masuk ke dalam mobilnya. Sesampai di
dalam mobilnya kuberikan pagutan yang mesra dan lama, Buk Endang menikmati
pagutan dan tersenyum dengan berbinar
“Trims
.. mau melayani aku .. aku kangeeen sama manuk mu itu .. besok aku mau
menikmati lagi sodokanmu, puaskan lagi aku seperti hari ini ya Bry… “ ujar Buk Endang dengan memberikan amplop.
“Apa
ini ?” tanyaku
“Bawa
saja .. nanti aku beri lagi .. kudu diterima “ ujar Buk Endang enggan memegang
tanganku.
Aku tak berkata apa apa, lalu Buk Endang memegang kepalaku dan memberikan pagutan sangat mesra, lama kami berpagut dan akhirnya berhenti juga dan aku keluar dari mobilnya dan melepas kepergian mobil Buk Endang
“
oww. How luck me..” bathinku puas.
“


Tidak ada komentar:
Posting Komentar