Aku masih di
tempat tidur , saat buk endang masih berada di kamar mandi. Pakaian kami masih
berserakan dimana mana. Aku malas merapikannya dan bersandar di Rajang.
Aku melamun
sejenak menikmati nikmatnya bercinta dengan dosen ku ini. Rasanya jauh lebih puas
daripada bercinta dengan buk tuti, gendak ku. bedanya dengan buk tuti aku yang
mengajari nya melakukan penetrasi seksual, dengan buk endang aku malah yang
dilayani oleh beliau. Pengalaman beliau dalam hal memuaskan pasangan di ranjang
amat hebat… BINAL.. !!! sikap manja nya, apalagi saat merungut cemburu jika aku
bersama Tuti Khairani … Wajahnya yang
ayu dan keibuan khas wanita jawa itu juga membuat ku nyaman.
Cara buk endang
memperlakukanku, dan melayani nafsuku itulah membuat ku ketagihan untuk terus bercinta
dengannya. Masih terbayang ekspresi wajahnya saat kusetubuhi tadi. juga
desahan, rintihan dan lenguhan suara nya saat kugenjot dan ku beri rangsangan…
amat menggairahkan..!!!
Buk endang juga pandai merawat tubuhnya. Walau
usia beliau kutaksir sudah lewat 40 tahunan, namun tubuhnya itu lho … masih
sangat montok dan bahenol !! . bagian Pinggulnya yang besar dan pantat nya yang
montok juga kencang . apalagi saat kusetubuhi dari belakang.. .. Wuiihhh…. terasa
goyangan pantat buk endang seperti mengebor hingga penisku yang terjepit
seperti di aduk dalam vaginanya,
Membayangkan itu
membuat birahiku kembali timbul. Aku bangkit dari ranjang menuju kamar
mandi. Kuketok pintu dan memanggilnya….
“ buk endang..
buka dong pintunya” ujarku sambil mengetok pintu kamar mandi beberapa kali
Tak lama
kemudian pintu terbuka, dan buk endang mengolkan kepalanya
“ ada apa
bryan..? saya langsung mandi..” ujar buk endang membukakan pintu tak lama
kemudian
Tampak sekilas
tubuh buk endang berlumuran dengan sabun, kecuali wajahnya. Sementara rambut nya ditutupi nya dengan
plastik keramas.
“ mandi bareng
yuk..” ujar ku disambut dengan senyuman mesra buk endang.
“ mari masuk..”
ujar Buk endang sumringah dan langsung membuka pintu kamar mandi dan tampak
tubuh bahenolnya telanjang bulat berlumuran dengan busa sabun mandi
Aku pun masuk
kedalam kamar mandi, langsung menuju shower dan mengguyuri badanku dengan air
panas dari ujung kepala. Setelah beberapa saat aku mengambil sabun cair dan
sepintas kulihat buk endang dengan erotis sedang menggosokan sabun mandi ke
sekujur tubuhnya.
Apalagi saat dia meggosok payudara nya.. uuhhhh… tambah erotis saja, berikut tangannya tampak mengelus elus kemaluannya dengan sabun. Buk endang tampak serius sehingga tak sadar sedang kuperhatikan dia.
Apalagi saat dia meggosok payudara nya.. uuhhhh… tambah erotis saja, berikut tangannya tampak mengelus elus kemaluannya dengan sabun. Buk endang tampak serius sehingga tak sadar sedang kuperhatikan dia.
Dadaku kembali
deg deg an melihat buk endang yang sedang menyabuni tubuhnya itu.
“ Buk .. sabuni
aku dong..” pintaku.
Buk endang
memandangku,
“ sebentar ya
bryan..” ujarnya selesai menyabuni kedua kakinya.
Buk endang
mendekatiku setelah sebelumnya mengambil sabun cair.
“ kamu ini..
manjaaaa banget…” Lalu sekejap kedua tangannya melumuri tubuhku dengan sabun,
mulai menggosok tubuhku dari dada lalu turun kebawah. Buk endang terus melumuri
dan menggosok gosok kan sabun di seluruh tubuhku , Saat berada di bawah pusar
tiba-tiba kurasa buk endang menjawil penisku
“ hiihhhh..”
jerit ku kaget menahan geli, kulihat buk endang terkekeh dan kemudian kelakuannya
makin nakal, tangannya mulai menggengam
batang penisku dan mulai mengocok ngok nya .
“ auuuuhh..
gelliiii buuukk,,” rintihku meringis menahan geli bercampur nikmat itu.
Buk endang hanya
tersenyum sekilas dan selayang memandangku penuh kemenangan. Aku makin meringis menahan rasa geli ini. Dengan lihai
tangannya mengurut urut batang kejantanku, sensasi nya makin terasa karena
pengaruh busa sabun yang licin, ditambah
dengan blowjob buk endang yang terkadang meremas dan memainkan buah zakarku.
“ gelii oooh…”
desahku. Aku merasa tidak tahan dengan ini, akhirnya kuputuskan untuk menghentikan
aktifitas buk endang yang mengurut kontolku. Lalu aku giring dia ke arah cermin
besar yang berada di tengah kamar mandi itu . sesampai disana ku perintah kan
buk endang untuk membalikan tubuh mya membelakangiku, hingga mengahadap cermin.
Di cermin itu tampak tubuh bahenol nan montok
itu berlumuran sabun , aku memeluknya dari belakang. Tanganku tak bisa
diam, kedua tanganku gantian mengurut
dan meremas kedua payudara milik buk endang…” ooohh..” sungguh luar biasa
sensasi yang kurasa…..
“ Auuhh,,,,
bryaann,..hhhh.. oouuhh…” desah buk endang menggeliat saat kedua susu montok
nya kuremas dari belakang. Terkadang tanganku bermain di pentil susunya,
membuat buk endang mendesah desah kenikmatan..
“ oouuuhh
bryann…hhh… remassss sayyaangghh ouuhhhh…” desahnya.
Kurasa tangannya
bergerak menuju penisku. Dan terasa buk endang telah menggenggam penisku lagi
dan kembali mengocok ngocok penis ku , tidak susah baginya untuk meraih penisku
walau posisi nya membelakangiku
“ uuuhhhh…”
desahku tertahan menikmati pijitan tangan buk endang yang maju mundur memainkan
penisku yang sudah 100% tegak itu.
Lama kelamaan
aku menjadi tidak tahan dirangsang seperti itu,
aku hentikan segera remasan kedua tanganku di payudaranya, sekarang
tanganku menuju pantat bahenolnya, dengan gemas kuremas remas sepasang pantat
yang sekal itu berulang kali, setelah puas aku arahkan posisi tubuh endang agak
membungkuk dan mengarahkan kedua tanganya bertumpu pada wastafel kamar mandi,
penisku secara otomatis terlepas dari tangan buk endang, dan seperti nya buk
endang mengerti apa yang kunginkan
“ mau di
eksekusi lagi saya bry..? “ ujarnya pasrah sambil menatapku dari cermin. Tampak
buk endang sudah sangat pasrah
Aku hanya
mengangguk sambil menatapnya di cermin.
“ kamu tu gak
puas puas ya… nakal..” ujarnya lagi
“ saya gak
pernah puas sama anda buk endang… bawaannya kepengeeen terus..” sahutku
disambut tertawa kecil buk endang
Secara naluriah
buk endang membuka kangkangan kedua kakinya dan membungkuk hingga posisi nya
menjadi menungging. Kedua tangannya menjadi tumpuan.
Aku sendiri tak
sabaran untuk segera mengeksekusi nya. Aku arahkan penisku yang tegak lurus
menjulang itu menuju lobang kawinya dari belakang, sebelumnya ku sibakan
bongkahan pantat buk endang agar memudahkan perjalanan penisku memasuki black
hole nya buk endang dari belakang
“ Blessss….”
Penisku masuk dengan mudah kedalam lobang kawin buk endang
“
oooooowwwwhhh…!!!!” buk endang menjerit tertahan saat penisku sudah berada
dalam lobang buaya nya
Aku biarkan
penisku yang sudah amblas sampai ke batang itu dalam vagina buk endang. Kedua
tanganku menahan pinggulnya. Licinya sabun yang mengolesi tubuh kami seperti
nya memberi sensasi tersendiri, sekujur tubuh buk endang yang berlumuran sabun
itu tampak amat menggairahkan bagiku.
Setelah beberapa
saat aku mulai menggerakan tubuhku dan memaju mundurkan penis ku menggagahi
lobang kawin buk endang, sabun yang melumuri seluruh penis ku, begitu pula yang
ada di wilayah kemaluan buk endang makin memudahkan penisku yang dengan lancar
keluar masuk vagina buk endag
“ ennnaakk
bryaann…hhh oohhh… terussss bryaann.. ohhhhh..!!!” rintih buk endang, dari
cermin kulihat kepalanya ditegakan dan mulutnya tak henti henti mengeluarkan
kata kata penuh kenikmatan.
Aku makin
bersemangat saja menggagahi buk endang. Kupercepat genjotanku, bagaikan mesin
jahit menggempur lobang kawin buk endang, buk endang sendiri membalas nya
dengan memutarkan pantat nya ke kiri dan kanan, sehingga penisku serasa diaduk
di dalam lobang kawinya itu.
Lama kelamaan
kurasa buk endang mempercepat goyangannya , kurasa tubuhnya menegang dan
penisku dikepitnya erat erat hingga mataku merem melek dibuatnya
“ uuuuuuuhhh…
sayaaa kel..luuuaarrrr…hhhh…” jerit nya tertahan, penisku makin dijepit vagina
buk endang, kurasa ada sedikit cairan hangat menyemprot kepala penisku dalam
vagina buk endang..
Perlahan kurasa
goyangan pantat buk endang melemah dan akhirnya berhenti. Tubuhnya lunglai
kebawah.. kulihat dari cermin wajahnya menunjukan ekspresi puas tak terkira,
matanya terpejam dan mulutnya menganga. Melihat itu aku pun menghentikan
genjotanku. Aku biarkan buk endang mengatur nafasnya yang tampak tersegal segal
setelah mencapai orgasme nya.
“ enakk..
bryaann..hhh.. ohh… kammuu.. belum keluar yaaa..” ujarnya terengah engah
“ belum bu… “
“ bantu dong
keluarin..” ujar ku sekenanya
“ oke..hh..
okee.. cabut dulu punya mu say..” ujarnya menggerak kan tubuh dan mencoba
mencabut penis ku dari dalam lobang nonok nya dengan tangannya.
Awalnya aku
keberatan karena belum muncak, tapi aku biarkan saja dan ku tarik penis ku dari
dalam lobang senggama buk endang
Setelah penis
kucabut, buk endang membalikan tubuh dan kami sekarang berhadap hadapan.
Dia memandangku
dengan tatapan yang sayu, lalu kurasa tangannya meraih batang penisku lalu
menggenggamnya
“ guedhe nya
manuk mu ini bry…” ujar buk endang mulai memainkan tangannya membelai batang
kontol ku.
“ bukan manuk,,,
ini nama nya KONTOL..” ujarku terkekeh
“ iss.. ngomong
jorok kamu… mau di keluarin gak nih..” ujar buk endang dengan wajah nakal
“ mau lahhh… “
ujarku
“ tapii kamu kudu nurut dengan ibu yahh..”
ujarnya memotong
“ nurut aja..
biar ibu buat kamu nembak…” ujarnya lagi
Tanpa menunggu
persetujuanku buk endang mendorong ku hingga sampai di dekat closet duduk
“ duduk”
perintahnya. Aku pun duduk diatas closet
Lalu kulihat buk
endang berjongkok dihadapan posisiku yang duduk diatas closet itu
Aku mengerti
maksudnya. Tampak buk endang mencuci kontolku dengan air.. setelah itu buk
endang mengerling padaku dan aku pun mengangkangkan kedua kaki ku dan
mendongakan kepala keatas..
Karena
selanjutnya seperti yang kubayangkan, penisku dimasukan buk endang ke mulutnya
, ya… buk endang mulai mengoral penisku
“ uuhhh buukkk..
mppphhh..!!!” desahku menahan rasa nikmat saat lidah buk endang menyapu kepala
penisku, buk endang betul betul mengulum penisku dengan buas seperti mengemut
es batang. Lidahnya menari menjilati kepala kombet ku, kemudian kombinasi
kebatang sampai ke pangkal dan terus melakukannya berulang ulang..
Buk endang
memang lihai melakukan oral sex.. tangannya juga tiada berhenti mengurut batang
kemaluanku dan terkadang meremas kantuh kemihku.
Aku mulai
gelagapan dengan rangsangan yang diberikan buk endang, tanganku meremas kepalanya
dan meremas-remas rambut tipisnya
“
ssshhhh,,,hhh,….hhhhh ohhh….” Desis ku
Lama kelamaan
rangsangan itu membuat sekujur tubuhku menggigil dan hampir mencapai klimaksku.
Sementara itu
buk endang tidak berhenti dan makin buas mengulum kontolku.
“ ssssh.. akuu..
mauuu,,,,,hhhhh..!!!!!!!” jerit ku tertahan, kujambak rambut buk endang dengan
kuat. Saat kurasa ada yang mau keluar dari seluruh persendian tubuh dan
berujung di kepala kombet ku, kutarik cepat penisku dari dalam mulut buk
endang,
Belum lepas rasa
kaget buk endang saat aku menarik penisku dengan paksa, begitu penisku sudah
keluar dari mulut buk endang bersamaan itu aku mencapai orgasme ku. Sprema ku
menembak tepat mengenai wajah buk endang
“
aaaaaaaahhhhhhhhhhhh…!!!!!!!” jeritku panjang , ku muntahkan semua air maniku
di wajah buk endang.
Kudengar buk
endang juga menjerit, saat kubuka mata kulihat buk endang kaget dengan ekspresi
begong, kulihat juga sprema ku yang muncrat tadi berceceran di wajah buk
endang, hampir seluruh wajahnya itu tertutup dengan peju ku
“
bryaaaaannn…!!!!” jerit nya histeris, matanya melotot memandangiku, dengan
wajah tak percaya
“ kamu .. kamu
nembak di wajah saayyyyaa..” teriaknya lagi
“ ma.. maaf
buk.. saya .. saya… ingin merasa nembak di wajah ibuk..” ujarku terpaksa jujur.
Karena aku belum pernah selesai bercinta dengan siapapun nembak di wajah teman
tidurku
Buk endang
segera berdiri dan bergegas kearah wastafel. Cepat cepat dia membersihkan
wajahnya yang berlumuran pejuku dengan air kran
Aku membiarkan
saja, sementara aku menikmati indahnya ejakulasiku
Tampak buk
endang kesal akan tindakanku padanya itu
Setelah
membersihkan wajahku buk endang mengampiriku yang masih terduduk lemas diatas
kloset itu dengan wajah merah padam
“ bryan ! dari
siapa kamu belajar ini.??? Saya tidak suka dibeginikan bryan!!” ujarnya tampak
kesal padaku
Aku hanya
cengengesan, melihat aku cengengesan buk endang mencoba menamparku tapi dengan
cepat kupegang tangannya.
“ jangan kasar
dong say..” ujarku menatapnya
“ habis kamu itu
kurang ajar.. masak sprema mu kamu tembak kan ke muka saya.. jorok taukkk..!!!”
ujarnya lagi
“ santai aja
buk… sperma ku kan sering juga kamu telan lagi… kalau diwajah kan tinggal
dibersihin aja.. jangan terlalu lebay deh…” ujarku menekankan.
Buk endang hanya
diam dan menatap tajam dengan nafas terengah engah menahan rasa kesal di
fikirannya
“ itu baru
sensasi baru buuk.. kita belum pernah melakuka sebelumnya kan.? “ godaku sambil
bangkit berdiri.
“ jangan kamu
ulangi lagi ya” ujarnya menahan gusar.
“ iya.. iya..
sorry… “ ujarku, aku mendekati nya dan merangkulnya. Buk endang tampak
membiarkan aku memeluknya. Malah tangannya melingkar ke pinggangku.
“ sorry ya sayang..”
bisiku ke telinganya. Kurasa kepalanya mengangguk tanda dia memaafkanku
Setelah itu
kulepas pelukan, lalu tanganku merangkul pinggangnya
“ ibuk pasti
marah karena aku buang buang sprema ya..” godaku padanya
“ maksud kamu..?
“ ujarnya tak menegrti
“ iya.. biasanya
aku kan nembak dalam ini..” ujarku sambil membelai vegy nya yang membuatnya
meringis kaget
“ disini.. dan
dalam mulut kamu..” ujarku
“ kalau mulut
bawah kan jadi anak… kalau mulut atas kan obat awet muda..” ujarku terpingkal
Buk endang
akhirnya tergelak juga mendengar guyonanku.
“ kamu sihh…
dasar nakal..” ujarnya menjawil kontolku
“ tapi coba jujur…
pasti wajah kamu terasa hangat kan…?? Nah tadi kalau diolesin wajah ibuk jadi
tambah mulus dan segar hihihihihi..” ejek ku disambut dengan cubitan buk endang
pada pinggangku
Wajah tua nya
tersipu malu, mungkin diam diam dalam hati dia mengakui ada benar nya juga
perkataanku itu
“ tapi walau
kamu sudah tua.. jauh tua nya diatas aku, ibu tetap number one bagiku” ujarku
mulai merayunya
Wajah tua itu
terseyum manja menatap lekat lekat wajahku,
“ kamu tu ya..
paliing pandai buat saya kesal tapi paling pandai pula membuat saya tenang
kembali..” ujarnya
“ dasar wanita
paruh baya.. puber ke dua.” Bathinku
Akhirnya kami
berdua pun kembali mandi, kami saling bergantian membilas tubuh, kadang
diselingi dengan candaan, saling menjawil alat kelamin … dan saat aku kembali
meminta berhubungan badan di toilet itu buk endang memohon agar dia istirahat
dulu, soalnya persendiannya pegal pegal katanya
Aku pun
menurutinya karena factor usia mempengaruhi fisiknya walaupun libido nya masih
tinggi, setelah mandi kami berdua pun keluar kamar mandi dan tidur di ranjang
dengan mengenakan piyama dari hotel
Kulihat buk
endang langsung tertidur di sampingku, tampak raut lelah di wajah tuanya yang
masih memancarkan sex appeal itu. Wajahnya yang mulai keriput, rambut keritingnya
yang mulai menipis makin menegaskan keanggunannya sebagai wanita patuh baya
yang berwibawa. Aku benar benar puas setiap kali habis bercinta dengan wanita
satu ini. Walau sifatnya masih suka cemburuan pada gendak ku tuti khairani,
tapi perlahan dia mulai bisa merubah rasa cemburunya. Dia mulai mengerti akan
posisinya, yang tak bisa memiliki aku secara utuh karena dia pun sudah
bersuami.
Tapi gairah sex
nya yang membara itu membuatku betah bercinta dengan beliau, walau wanita ini
sudah berumur, paruh baya pula.
Sebagai wanita
jawa , buk endang cukup pandai merawat tubuhnya. Apalagi merawat vaginanya,
yang masih terasa menjepit dan empot empot. Walau tubuhnya sudah memelar tapi
masih dalam batas kewajaran. Pantatnya yang bahenol pertanda dia rajin mengatur
makan dan minum jamu jamuan.
Oo buk endang ….buk
endang… beruntung nya aku jadi selingkuhanmu.
Aku menatap
lekat lekat wajah tua itu dan rasa kantuk akibat selesai bermain cinta mulai
menghinggapi hingga aku pun tertidur di samping si bahenol, endang
sulistyaningsih……

Tidak ada komentar:
Posting Komentar