Pagi itu di sebuah kamar rumah mewah di kompleks Pelangi Bintaro, sebuah perumahan di kawasan elite Jakarta , seorang wanita cantik sedang tiduran dengan posisi
terlentang diatas ranjang kamarnya dalam keadaan bugil. Tangan wanita itu
terlihat sedang meremas remas payudaranya sendiri dan satu tangannya
lagi sedang mengutil ngutil klitorisnya,
Ya.. wanita cantik itu tengah
asyik beronani, meremas dan meraba daerah sensitif miliknya sendiri dengan penuh birahi, tangan kanannya mengaduk aduk buah dadanya dan satu jarinya mengelus vaginanya,...
Beberapa saat kemudian wanita yang sudah
berumur itu terdengar melenguh mengeluarkan desahan desahan erotik. Wanita cantik
itu adalah artis lawas Marisa Haque, tubuh mulusnya tengah asyik
menikmati setiap moment dari sensasi itu. Tangannya yang telah ia lumuri
dengan handbody, salah satu jarinya terus mengorek dan memainkan tepat di
klitorisnya. Kedua pantatnya digoyang goyangkannya seolah sedang
melakukan persetubuhan semu.
“ uhh.. oohhh.. ihhh.. nghhh .. auhh .. uuuuh .. owwwhh..” semakin lama semakin keras terdengar desahan dari mulut wanita itu yang terus meracau tertahan. Dan akhirnya diiringi jeritan kepuasan dari mulutnya, Marisa Haque mengalami orgasme… setelah itu mulai mengatur nafas, menikmati indahnya orgasmenya…
Pukul 10 pagi, Marisa Haque menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang.. rencananya hari ini dia menuju rumah produksinya di Bintaro dalam rangka seleksi calon aktor yang rencananya akan membintangi sinetron striping yang diproduserinya sendiri. Suaminya, Ikang fauzi sedang tidak bersama dirinya beberapa minggu belakangan ini karena sedang berada di banten, menghadiri rapat bersama partai politiknya.
Ada sesuatu yang menggangu di benak artis paruh baya itu, yakni Gosip CLBK antara suaminya dan mantan pacarnya, penyanyi lawas Christine Panjaitan yang sedang santer dibahas di televisi maupun media online, yang membuat hubungannya dengan suaminya menjadi agak
hambar akhir-akhir ini.
Sedangkan kedua anaknya telah pergi keluar
dengan aktifitas mereka masing-masing. Bella anak pertamanya pagi tadi sudah berangkat ke kantornya di daerah Palmerah. sementara Chiki anak bungsunya sedang berada di Kuala Lumpur, melanjutkan kuliah disana
Icha, panggilan sehari hari Ibu
dua orang anak itu, memang tengah berencana membuat sebuah sinetron yang berkisah tentang perjalanan hidup seorang pemuda yang berusaha lepas dari ketergantungan narkoba. Dan
para calon aktor tengah menunggu untuk sesi wawancara dengannya ,
karena keputusan terakhir akan pemilihan adalah di tangan Marisa Haque, sebagai
pemilik Production House.
Setiba di kantor, Marisa langsung menuju ruangan kerjanya. Lanjut Marisa memerintahkan Nunung, asistennya untuk langsung saja memanggil calon aktor untuk di seleksinya.
Beberapa aktor telah dipanggil Marisa satu persatu ke ruangannya, namun untuk sementara
tidak satu pun berkenan baginya, bayangannya aktor yang cocok untuk
memerankan karakter peran utama tersebut selain berwajah tampan ala
anak muda zaman sekarang juga bertubuh tinggi atletis serta berkulit
putih.
Entah apa yang ada dalam fikiran Marisa Haque.. sampai akhirnya calon aktor yang ke 14
dipanggil masuk,
Begitu pria itu masuk, Marisa sedikit terpana akan pemuda
yang berdiri di hadapannya, sampai wanita itu mengangkat alis dan kacamatanya
Yang masuk ke ruangannya sekarang adalah seorang pemuda tampan, dengan senyuman
menawan, berkulit putih, berambut ala harajuku berbadan kekar postur
tinggi dan tegap.
Icha menatap pria itu dalam-dalam. Dan dibalas pria itu
dengan senyum manis.
“ silakan duduk dan perkenalkan diri anda.. “ ujar Marisa Haque berusaha bersikap tidak grogi dan mempersilahkan
lelaki muda itu di duduk di kursi berhadapan dengannya seperti para
calon aktor lainnya sebelumnya.
“ Nama saya Vino, usia 25 tahun, pekerjaan saya saat ini selain pelatih fitness juga model, namun hanya model sebatas catwalk aja Ibu Marisa ...” tutur pria itu panjang lebar.
Kedua bola mata Marisa Haque menatap pria itu tak berkedip, lelaki muda di hadapannya ini amat
tampan dan bersih. Dada Marisa berdebur kencang. Bagi wanita setengah baya
sepertinya, pemuda di hadapan nya itu amat mempersona,
macho dan begitu laki-laki.
Sebaliknya pemuda tampan itu tak kalah
terpesonanya dengan wanita yang dikenal sebagai artis, akademisi dan produse ini, selain cantik,
putih juga mulus. Berhidung macung dan memiliki sepasang bola mata yang
bulat dan indah. Begitulah penilaianya tentang wanita anggun yang ada
di hadapannya ini. Marisa Haque menoleh pada surat lamaran pemuda itu, tercantum no
handphone nya yang ditulis di sudut bawah amplop.
” kamu.. siapa tadi namanya.. oo . Vino Gunawan ya... ” ujar Marisa Haque terlihat gugup dan grogi, sambil pura-pura membetulkan kacamatanya, diam-diam Marisa mencuri pandang pada mata pemuda itu yang tajam seperti elang, menusuk dadanya.
” benar bu Marisa.. kalau ibu bersedia, saya bisa tunjukin akting saya pada Ibu... kapanpun dan dimanapun.. ” ujar Vino penuh percaya diri sambil memamerkan senyumnya pada Marisa Haque.
Icha
tergagap beberapa saat setelah akhirnya berkata,
” apa yang kamu mau tunjukin ke saya..?” ujar Marisa Haque tanpa disadarinya.
” apa yang kamu mau tunjukin ke saya..?” ujar Marisa Haque tanpa disadarinya.
"Ups.." Marisa sadar bahwa dia keceplosan dan tidak sadar akan pertanyaan yang tidak penting pada pemuda itu
Marisa Haque tidak dapat menyembunyikan kekagumannya pada pria muda itu hingga wajah cantiknya memerah
Pemuda itu tampak santai dan menjawab
” apapun... apa yang ibu suruh akan saya kerjakan.. saya siap ...” ujarnya mantap penuh percaya diri dan menatap pada Marisa Haque dengan tatapan menggoda.
” apapun... apa yang ibu suruh akan saya kerjakan.. saya siap ...” ujarnya mantap penuh percaya diri dan menatap pada Marisa Haque dengan tatapan menggoda.
Marisa tampak makin grogi mendengar jawaban dan tatapan pemuda itu. Tangan nya coba untuk memainkan surat lamaran pemuda itu sambil memikirkan pertanyaan apa lagi yang akan di tanyakan,
” kamu tinggal di jakarta sendiri atau dengan orang tua kamu?” tanya Marisa berusaha mengalihkan pembicaraan
” saya tinggal di jakarta sendiri bu.. orang tua saya di Bandung ” ujar Vino
” kamu tinggal di jakarta sendiri atau dengan orang tua kamu?” tanya Marisa berusaha mengalihkan pembicaraan
” saya tinggal di jakarta sendiri bu.. orang tua saya di Bandung ” ujar Vino
Icha sendiri merasa dirinya menyanyakan hal-hal yang tidak penting,
” yah sudah.. wawancara nya selesai.. ” ujar Marisa mengakhiri sesi itu
” beberapa hari lagi kamu akan saya hubungi.. yang penting aktifkan hp kamu ya..” tambahnya.
Pemuda itu menganguk penuh harap, mereka berjabat tangan dan pemuda itu pun keluar dari ruangan Marisa.
Setelah pemuda itu berlalu, Marisa Haque baru dapat menghembus nafas nya..., karena
”penderitaanya” melihat pesona pemuda itu usai. Entah kenapa ia
merasa pemuda itu begitu memikat,
Marisa merasa dirinya bagai besi yang bertemu
magnet saat beradu pandangan dengan pemuda itu. Sambil tersenyum-senyum sendiri, Marisa meraih teleponnya,
” Nunung.. wawancara hari selesai.. menurut saya yang namanya Vino tadi masuk kriteria. Besok kamu hubungi dia dan suruh langsung menghadap sutradara untuk mempelajari skenario ya.” ujar Marisa haque pada asistennya yang berada di luar ruangannya
” Nunung.. wawancara hari selesai.. menurut saya yang namanya Vino tadi masuk kriteria. Besok kamu hubungi dia dan suruh langsung menghadap sutradara untuk mempelajari skenario ya.” ujar Marisa haque pada asistennya yang berada di luar ruangannya
Merasa kerjanya sudah selesai hari ini, Marisa Haque mulai mengemasi barangnya dan berencana akan nongkrong bersama teman teman sosialitanya.
Marisa meninggalkan kantornya dan menuju mobilnya, saat ia menyalakan
remot untuk membuka pintu mobilnya, sayup sayup Marisa mendengar orang menyapanya,
” bu Marisa ... ” terdengar olehnya suara seorang pemuda memanggil namanya, Marisa pun menoleh ke arah suara yang memanggilnya itu,
” ooo.. itu kan Vino ..pemuda tampan tadi..
” bathin nya.
” ada apa Vino..? kamu mau kemana?” ujar Marisa ramah.
” ada apa Vino..? kamu mau kemana?” ujar Marisa ramah.
” bu.. saya boleh nebeng pulang sama Ibu? ” ternyata pemuda tampan yang posturnya lebih tinggi darinya itu ingin menumpang dengan mobilnya..
Dada Marisa terasa berat dan deg
– degan, memikirkan jawaban apa yang akan diberikannya. satu sisi Marisa sangat ingin ngobrol lebih jauh dengan pemuda itu. satu sisi lagi dia harus menjaga kewibawaanya sebagai wanita yang terhormat.
Namun hatinya langsung luluh saat matanya beradu dengan mata Vino yang setajam elang itu.
” boleh .. boleh..” . Ujar Marisa Haque tanpa ragu lagi mempersilahkan pemuda itu memasuki mobilnya.
” boleh .. boleh..” . Ujar Marisa Haque tanpa ragu lagi mempersilahkan pemuda itu memasuki mobilnya.
" Trimaksih Bu Icha.." ujar Vino ramah dan tersenyum manis pada nya
Marisa Haque pun duduk di kemudi dan Vino duduk di depan, disebelahnya
Mobil Alpard itu pun melaju meninggalkan kantornya, dan entah mengapa dia begitu suka dan nyaman pada lelaki muda itu, walaupun baru kali kali pertama bertemu.
Mobil Alpard itu pun melaju meninggalkan kantornya, dan entah mengapa dia begitu suka dan nyaman pada lelaki muda itu, walaupun baru kali kali pertama bertemu.
Vino ternyata memang pribadi yang menyenangkan, wawasan dan pengetahuannya cukup luas. hingga jalanan Jakarta yang macet menjadi tidak membosankan bagi Marisa Haque.
Sepanjang jalan, pemuda itu bertutur sopan dalam berkomunikasi dengannya dan memiliki selera humor yang cukup tinggi.
" Dimana arah ke rumah kamu? " Tanya Marisa
" arah matraman bu... nggak jauh kok dari kantor ibu." sahut Vino
" Iya... jauh dekat pasti saya antar kok.." senyum Marisa
Vino pun memandu Marisa menunjukan jalan menuju
rumahnya, dimata Marisa, pemuda yang sebaya anaknya yang pertama itu begitu menyenangkan. dan akhirnya mereka sampai di apartemen
milik Vino
" makasi ya Bu Marisa Haq .. Eh, Haque...maafkan saya kalau salah menyebut nama belakang ibu ya.." ujar Vino tersenyum
Marisa Haque tertawa kecil melihat kelucuan pemuda itu
" panggil saja Bu Icha.. gitu aja kok repot.." ujar Marisa Haque tertawa renyah
" ibu mau mampir dulu ke apartement saya ??" tawar pemuda itu,
" ibu mau mampir dulu ke apartement saya ??" tawar pemuda itu,
Icha hanya tersenyum dan mengucapkan terimakasih
" ayolah bu Icha, mampir dong sebentar" ujar pemuda itu seolah berharap Icha sudi untuk mampir ke apartemennya yang sebenarnya cukup mewah itu.
" lain kali aja ya Vino.. saya lagi ada perlu , mau jumpa temen.. ya..?" tolak Icha halus.
" ayolah bu Icha, mampir dong sebentar" ujar pemuda itu seolah berharap Icha sudi untuk mampir ke apartemennya yang sebenarnya cukup mewah itu.
" lain kali aja ya Vino.. saya lagi ada perlu , mau jumpa temen.. ya..?" tolak Icha halus.
Biasanya Icha selalu menyebut dirinya dengan kata ”bunda” pada
orang-orang sebaya Vino, yang usianya amat jauh terpaut dengannya. Tapi entah
mengapa dengan Vino dia menggunakan kata ”saya”, seolah mereka adalah
sebaya.
Namun dengan berani pemuda itu mengenggam tangan Icha dan kembali membujuk wanita itu agar mau masuk ke apartemennya,
Sejenak Icha tertegun saat pemuda itu
nekat memegang tangannya. Namun entah kenapa Icha tidak kuasa untuk menolak, jika orang lain yang berbuat nekat begitu padanya, pasti akan lain ceritanya.Dia bakal marah besar, tapi dengan pemuda ini, apalagi saat tangannya di pegang, Icha langsung luluh dan tidak marah sedikitpun, sepertinya wanita itu tidak dapat berfikir dengan jernih lagi, karena seperti nya fikirannya sedang dipengaruhi sesuatu yang kuat
Dadanya makin berdegup kencang, Icha mencoba untuk fokus, tapi fikiran dan hatinya tetap berkata bahwa dia ingin masuk bersama pemuda itu ke apartemen.
Hingga pada akhirnya Icha pun memutuskan
untuk mampir ke apartement Vino. Icha tidak mengerti mengapa nalurinya dirasanya begitu
tertarik untuk mengenal lebih jauh pemuda tampan yang baru saja
dikenalnya itu. setelah memarkir mobilnya di parkiran apartemen, Icha mengikuti Vino menuju ke kamar
nya. Setiba di pintu kamar,
" silakan masuk bu icha.. ini kamar saya.." ujar Vino menggiring Icha masuk ke kamarnya yang cukup besar, rapi dan peralatannya lengkap. Icha tidak menyangka kalau pemuda seusia vino sudah memiliki peralatan elektronik maupun furniture selengkap ini. Namun dia tidak banyak komentar ,sedikit demi sedikit Icha melangkah masuk kedalam kamar Vino..... dan tanpa disadari oleh Icha, diam-diam Vino mengunci pintu kamarnya dari dalam.
Sementara Icha masih kagum melihat kebersihan apartemen Vino, dan saat itu Icha rasakan Vino memeluk tubuhnya dari belakang. sontak Icha kaget dan berusaha meronta..
" hehh .. vino apa apaan kamu.." ujar Icha gelagapan.
" buuu... aku tau bu Icha suka padaku.. ayo Bu Marisa... jangan malu-malu padaku ... mari kita lepaskan hasrat kita.. hanya kita berdua di ruangan ini.. nggak ada yang tahu" ujar Vino mengunci Icha dari belakang. Lengannya yang berotot itu mendekap tubuh Icha dengan erat. Sekejap saja dia menciumi bagian tengkuk Icha yang masih mengenakan jilbab itu.
" Vinooo.. apa apaan ini..???!! lepaskaann Vinn... Iihhh.." jerit Icha blingsatan berusaha menghindari ciuman ciuman yang didaratkan Vino di tengkuk dan pundaknya
Icha berusaha untuk tidak tesulut . Dengan tenaganya Icha berusaha melepaskan diri dari pelukan Vino. Namun semakin Icha meronta, Vino semakin mendekap tubuhnya dengan erat
Bibir Vino terus menciumi bagian belakang leher Icha dan
tangannya kini sudah mulai menggerayangi tubuh wanita setengah baya itu. Lama kelamaan Icha menjadi cukup terangsang dan mulai menikmatinya setiap remasan dan kecupan yang Vino berikan.
Sebagai seorang
yang waktu mudanya mempelajari bela diri kungfu, sebenarnya bisa
saja Icha melakukan perlawanan. Mungkin karena usahanya untuk melepaskan diri memang
tidak sungguh sungguh dilakukannya. Icha berusaha menutupinya
dengan rontaan rontaan.
" Ehh.. Tunggu.. lepaskan dulu saya Vino.. please... lepaskan..." pinta Icha dengan nafas tak teratur.
" Ehh.. Tunggu.. lepaskan dulu saya Vino.. please... lepaskan..." pinta Icha dengan nafas tak teratur.
Vino
melepaskan sejenak pelukannya. lalu dengan terengah engah Icha
membalikan tubuhnya hingga berhadapan dengan wajah Vino.
Sepasang mata indah Icha telah sayu
menahan nafsu dan menatap mata Vino penuh arti, wajah vino yang
tampan,bersih, putih dengan raut muka sedikit badung itu balas menatapnya
tajam. Muka Icha merah padam ketika diliriknya tanpa sadar tangannya sudah berada di pipi pemuda itu dan
meraba pipi Vino.
Sementara Vino pun kagum dengan wanita dihadapannya
yang masih terihat cantik di usia 44 tahun itu, wajah Icha cantik dan
anggun, bersih serta sepasang mata yang bulat itu amat menggodanya untuk
menggapai wajah Icha. Vino mendekatkan wajahnya ke wajah Icha, bibirnya
berusaha melumat bibir artis senior yang cantik itu. Tanpa perlawanan
lagi, Icha sendiri sepertinya menyerahkan bibirnya untuk dicium dan dikulum Vino, dan malahan Icha membalas pagutan bibir Vino hingga bibir mereka saling
pagut berkecipak.
" hmmph.. uuhh clepk.." bunyi bibir mereka berpagutan. Mereka berdua berpacu saling melilit lidah. Nafas Icha makin memburu menikmati kehangatan ciuman Vino yang liar dan berulang kali lidah liar Vino menjelajahi rongga mulutnya. Fikiran Icha melayang, seperti dia kembali pada masa mudanya dulu, saat kemesraannya sedang hangat-hangatnya dengan ikang fauzi, penyanyi rock yang kini mempersuntingnya sebagai istri.
Tangan Vino dengan cekatan membuka jilbab yang masih dikenakan Icha, tanpa kesulitan Vino melepasnya dengan bantuan Icha, dalam sekejab jilbab Icha telah berada di lantai.
" ohh.. bu Ichaaa.. saya cinta ama ibu.." ujar Vino berusaha merangsang wanita cantik itu dengan kata-kata yang memabukan perasaan Icha, kembali ia cium bibir icha yang dibalas pelukan tangan Icha ke leher Vino.
Masih
dalam kondisi saling berpagutan lama kelamaan Vino berangsur menggiring
tubuh molek Icha menuju ranjang nya, tangannya meremas dengan gemas
sepasang bokong Icha yang bulat. hingga Icha medesah lirih dan tanpa sengaja menggigit
bibir Vino..
Body Marisa Haque memang sekal dan montok. Tak sedikit para pria
baik tua atau muda masih naksir pada wanita setengah baya yang cantik
itu. Orang banyak tak menyangka bahwa umur istri rocker ikang fauzi itu
telah 44 tahun. Wajah cantik blasteran eropa-pakistan itu tak kalah
dibandingkan artis artis yang usianya dibawah Icha. Bahkan semua orang
mengakui bahwa Icha lebih cantik dari dua orang adiknya yang juga
selebritis itu.
Sedikit demi sedikit posisi mereka menjadi duduk diatas ranjang itu. sementara bibir mereka terus saling mengulum dengan penuh nafsu, kejadian ini berlanjut beberapa saat.
Lama kelamaan Vino mendorong tubuh molek itu hingga menjadi berbaring di tempat tidur nya dengan posisi masih berpagutan bibir, Icha terlihat begitu menikmati french kiss yang di suguhkan Vino, sungguh hebat, membuat sekujur tubuhnya merinding, terasa hangat dan menggelora.
Suatu
rangsangan yang tak pernah dia rasakan saat bercinta dengan suaminya akhir akhir ini.
Tanpa disadari nya Icha membiarkan tangan Vino yang terus meremas
bokongnya, dengan sabar Vino perlahan lahan mulai menyeret Icha kedalam
permainan yang bergairah itu. Vino berhasil membuat wanita cantik
setengah baya itu bertekuk lutut dengan permainan sexnya. Sesuatu yang
tidak didapat Icha akhir-akhir ini dari suaminya.
Nafas Icha makin memburu saat merasa selangkangannya telah basah dan otot vaginanya berdenyut kencang pertanda ia akan menggapai orgy nya.
” oohh... mmmhhh... oohh.. ’ lenguhan Icha makin keras terdengar, lidahnya mengapit lidah vino dengan nafas memburu, bersamaan itu Icha melepas mulutnya dari mulut Vino matanya melotot, lalu merintih tertahan meledakan hornynya..
” aarrhgghh.. ooohhhh .. oohhhhh.. ” jeritnya tertahan.
Selanjutnya Icha
terengah engah mengatur nafasnya. Di saat icha tengah beristirahat
menikmati orgasmenya itu, tiba-tiba dengan cepat Vino menyumpal mulut Icha dengan sebuah sapu tangan,
Icha terkejut namun terlambat
menyadarinya. Yang dia rasakan saat itu pandangannya mulai mengabur.
Terlihat samar-samar Vino tersenyum di hadapannya. Namun lama-kelamaan
wajah Vino meredup dan berganti titik hitam yang menghampirinya dan
akhirnya Icha tak sadarkan diri.
Yang terjadi saat itu Icha memang tegah disumpal oleh sapu tangan yang dilumuri oleh klorofoam oleh Vino hingga dalam sekejap Icha pingsan tak sadarkan diri.
Vino merebahkan Icha yang semula di pelukannya ke atas ranjang. lalu Vino
meraih handphonenya dan menelepon seseorang,
” halo .. ya.. target sudah ada di tangan.. jadi gimana nih ?’ ujarnya pada penelepon.
” halo .. ya.. target sudah ada di tangan.. jadi gimana nih ?’ ujarnya pada penelepon.
Selanjutnya terdengar Vino meng iya kan semua instruksi dari
lawan bicaranya.
” ya .. oke .. . oke. Liat aja..’ ujar Vino.
” ya .. oke .. . oke. Liat aja..’ ujar Vino.
Setelah pembicaraannya selesai, telepon ditutup, lalu Vino menuju ke arah Icha yang tengah terbaring pulas. Seterusnya Vino melepaskan baju kurung yang dikenakan Icha semuanya, berikut Vino melepaskan celana panjang yang dikenakan Icha.
Sekarang Icha hanya mengenakan pakaian dalam saja, bh berenda berwarna putih dan celana dalam yang juga berajut renda dengan warna yang sama dengan . Dada Vino berdegup juga menyaksikan tubuh mulus wanita cantik di hadapanya itu begitu sexy dan cantik. Kulitnya putih mulus dan walau bagian perutnya agak berlemak karena usia, namun masih terbentuk dengan bagus.
Sejenak Vino meninggalkan Icha dan menuju ke meja di kamarnya, dari dalam laci meja itu vino tampak mengeluarkan sebuah kamera digital. Vino lalu membidik kan kamera itu ke arah Icha dan memotret icha dalam keadaan ber bikini itu beberapa kali.
Ternyata ini adalah perintah yang
harus dilaksanakan Vino, dengan menjebak Marisa Haque ke rumahnya, memikat
perempuan cantik itu, lalu membiusnya selanjutnya melucuti pakaian perempuan
cantik itu hingga hanya mengenakan pakaian dalam dan memotret nya seolah Marisa Haque menjadi model telanjang yang biasanya ditemukan di majalah-majalah
porno.
Setelah itu vino mengganti posisi, kedua paha Icha dibentangkan
hingga menjadi posisi mengangkang seperti huruf v. Dengan cekatan Vino
memotret selangkangan Icha baik dari jauh maupun dari dekat dalam
beberapa kali petikan.
Lalu Vino membuka seluruh pakaiannya hingga
bugil, ia mengambil posisi tidur di sebelah Icha dan membuat posisi
merangkul icha lalu memotret mereka berdua. Vino memotret Icha dan
dirinya seolah olah mereka habis bercinta.
Setelah selesai memotret Icha , Vino kembali meraih telepon dan menghubungi orang tadi,
“ semua nya okey.. sudah dilaksanakan, dimana kita bertemu..??” terdengar Vino sedang berdialog dengan peneleponnya. Namun tiba-tiba keningnya berkerut dan terlihat Vino sedang berbicara adu pendapat dengan penelepon itu.
“ tidak !! gak bisa gitu pokoknya.. nggak nggak..!!” ujarnya. raut wajah Vino tampak sedikit tegang.
“ pokoknya wanita ini gak akan kuserahkan pada kalian.. kan perjanjiannya habis di foto, wanita ini akan diperbolehkan pulang.. kan itu kesepakatannya !!” ujarnya panjang lebar.
“ oo .. kalau gitu gak.. foto-foto tadi akan saya delete kalau kalian memaksa “ ujar Vino merah padam. Ia mematikan teleponnya dan menonaktifkannya.
Terlihat Vino kesal dan bingung, pemuda itu tampak tengah berfikir keras. Vino
memandangi wanita cantik yang terlentang di hadapannya itu, ia tatap
wajah cantik yang tak sadarkan diri itu, perpaduan eropa-pakistan dan madura… tenyata
begitu banyak orang yang ingin mencelakai wanita dihadapannya ini.
Entah mengapa, Vino menebak mungkin ada hubungannya dengan kiprah Icha
di dunia politik yang dikenal sebagai "wonder women" karena
keberaniannya memperjuangkan apa yang dianggapnya benar.
Begitu bebeda Marisa haque yang dikenal tegas tanpa kompromi yang biasa dikenal orang dengan keadaan
bersamanya sekarang. Ibu dua orang anak yang masih terlihat cantik itu
sekarang terlihat sedang pingsan dan tak berdaya …
Akhirnya Vino memutuskan tidak mau
menyerahkan wanita ini pada peneleponnya karena Vino sadar yang nanti akan
terkena imbas akibat perbuatannya, ia tahu Marisa Haque ini bukan perempuan biasa.
Marisa Haque dikenal sebagai seorang perempuan yang pemberani dan galak. bisa
–bisa dia terseret kasus akibat perbuatannya pada Marisa Haque, artis
senior yang juga amat kuat berkarier di bidang politik ini.
Vino tidak mau
terkena masalah..
Namun rasanya mubazir bila wanita cantik ini hanya dia diamkan saja, dalam keadaan tak berdaya ini Icha tentu tidak tahu perbuatannya pada wanita itu. Sembari berfikir Vino berbaring di samping Icha dan menerawang mengapa ia berbuat begini pada wanita itu,
Semula dari perkenalan dengan seorang pria yang dikenal sebagai pengurus partai politik yang terkenal dengan logo moncong putih, pria yang dikenalnya di sebuah pub itu mengiminginya sebuah “proyek’, sebelumnya mereka hanya minum minum . Namun setelah bicara mereka mulai tak karuan, akibat banyak nya meminum kadar alkohol, saat itu Vino dengan bangganya mengatakan dia memiliki keahlian menghipnotis orang . Pria itu tak percaya.
Sambil
tertawa mengejek pria itu menantang Vino kalau dia bisa melakukan
sebuah misi. Setelah ia tahu ternyata tugasnya cukup gampang, yakni
mengerjai lawan politik pria itu, Marisa Haque, namanya wanita cantik yang terbaring
di sebelahnya ini.
Semula ia hanya tertantang untuk membuat wanita itu
terpikat, lalu ia memenangkan tantangan yang diimingi sejumlah uang oleh
pria itu. Namun beberapa menit yang lalu, lewat telepon pria itu
memerintahkan agar wanita itu diserahkan padanya. Menurut Vino bukti
rekaman foto ia sedang berbugil dengan Icha di sebelahnya telah lebih
dari cukup untuk membuktikan kelihaiannya dalam menghipnotis istri ikang
fauzi tersebut hingga jatuh ke pelukannya.
Vino sadar ternyata
pria itu bukan hanya iseng menantang nya saja namun pria itu ternyata
punya maksud lain terhadap perempuan itu
Vino memandangi wanita cantik yang terlelap tak berdaya disebelahnya, wanita ini memang sudah berumur, malah jauh diatas usianya. namun tak dipungkiri wanita ini masih membuat hasrat pria tertarik. Saat pertama kali berkontak dengan wanita itu dia merasa tertarik. Dan diakuinya bahwa diapun saat bercipokan dengan wanita setengah baya ini amat menikmatinya. Di luar dugaannya, wanita ini memang menarik.
Vino menatap dalam dalam wanita itu. Vino dapat melihat dengan visual kesintalan tubuh wanita ini melalui tonjolan kemontokan buah dadanya dan pantatnya yang bulat indah bahenol. Dadanya berdegup kencang melihat kemulusan tubuh ibu dua orang anak yang masih terlihat cantik itu.
Sebuah gairah tak biasa yang dia rasakan. Vino memeluk Icha dan
berposisi menindih Icha dari atas. Ia menciumi wajah wanita itu dengan
penuh nafsu, menggigit bibir Icha dan terus melakukannya, menikmati
setiap ciumannya. Vino jadi semakin bergairah dengan bau wangi farfum Icha yang menebar itu.
Secara naluriah ciumannya berpindah ke bagian
leher Icha yang terasa harum semerbak. Bahkan sekali kali ia menggigit
leher wanita yang tak berdaya itu. Ciumannya terus ke bagian bawah, kali
ini dada Icha berikut buah dadanya yang terlindung bh itu jadi sasaran
vino. Ia menciumi tubuh Icha yang semakin ia rambat ke bawah semakin
harum itu.
Sesekali tangannya meremas mangkuk BH Icha dengan lembut dan
berkali kali. Hal ini membuat Vino makin bergairah hingga lidahnya terus
turun ke bagian bawah dan berada di sekitar perut wanita itu. Vino
menggelitik pusar icha dengan lidahnya, tangannya tak tahan untuk ikut
bergerak, mulai merambat dari betis Icha hingga naik keatas ke paha Icha
yang sekal dan mulus tanpa cacat itu. Dielusnya paha mulus si cantik
itu dengan gerakan perlahan berulang kali. Terus keatas hingga menyentuh
tetap di daerah selangkangan Icha. Tangannya berhenti sejenak disana
dan merasakan celana dalam perempuan itu basah, akibat hornynya barusan.
Dengan hati-hati tangan Vino menyelinap kedalam celana dalam Icha,
tangannya sekarang berada di wilayah yang terasa ditumbuhi oleh beberapa
helai bulu yang tercukur rapi itu.
Vino menusukan jari nya pelan pelan di belahan vagina Icha dan mencoba mencari celah untuk masuk membelah liang kenikmatan wanita itu. Dan.. tangan Vino sekarang tepat berada di titik rangsang wanita, yaitu sebuah daging kecil sebesar kacang ijo yang terasa licin. Dengan naluri lelakinya Vino memainkan jarinya mengusap benda keciil yang dinamakan klintit atau clitoris itu.
Sementara lidahnya telah sampai disana, tangannya terus
bekerja dan dengan giginya ia menarik perlahan celana dalam Icha agak
kebawah hingga tercium aroma kewanitaan Icha yang khas dan wangi. Pertanda wanita
itu rajin merawatnya.
Setelah beberapa saat memainkan klintit Icha akhirnya Vino menarik tangannya dari dalam celana dalam Icha. Akhirnya dia memutuskan untuk menyadarkan wanita ini terlebih dahulu. Kembali berposisi menindih Icha, kali ini Vino menciumi leher Icha dengan gerakan cepat dan kasar.
Kedua
tangan Icha di bentangkannya dan ia kunci masing masing tangan perempuan dengan kedua
tangannya, ciuman itu berpindah menjilati telinga Icha dengan gerakan
kasar.
Setelah beberapa kali di sentuh telinganya, terlihat Icha mulai
menggeliat. Melihat itu Vino makin meliarkan ciumannya disana dan
sesekali ia mencupang leher Icha hingga terdengar wanita itu merintih lirih, melihat Icha sudah mulai sadar, bibir Vino mulai melumat bibir Icha dengan penuh
nafsu membara.
Icha tampak hanyut oleh sentuhan dan belaian Vino. Vino amat pandai mengatur irama permainan itu, melihat Icha telah
sadar, Vino mengurangi tempo ciumannya dengan pelan dengan hanya
melumat bibir Icha lalu melepaskannya, setelah melihatIcha mulai terpancing
sedikit demi sedikit Vino mulai menaikan tempo ciumannya hingga secara insting Icha
mengikuti temponya.
Bibirnya mulai bergerak mengikuti kemana arah bibir Vino di mulutnya, mulut mereka kembali saling memagut dan mengulum, dari
gerakan pelan hingga Icha dapat mengimbangi gerakan pagutan lidah Vino dalam mulutnya yang menari memangut dan menelusuri rongga mulutnya.
Terasa hangat dan nikmat.... membuat Icha terbuai dan menikmatinya.
“ sshhh.. clpok.. mmpphh.. “ bunyi lidah mereka saat berkulum. Icha nampak pasrah saja diserang sedemikian rupa oleh Vino. Sementara kedua tangan Icha memeluk bahu Vino sambil meremas remas tengkuk vino, pertanda wanita itu menikmatinya.
Mereka melakukan posisi itu beberapa saat.
Mulut Vino pun melepas pagutannya dari mulut Icha dan menciumi leher Icha
hingga ke telinganya. Vino melumat telinga Icha dengan mulutnya hingga Icha hanya dapat meleguh dan mengerang menikmatinya.
Yang membuat Icha
makin tak tertahan adalah di saat bersamaan Vino melakukan petting
padanya, kemaluan Vino yang sudah mengeras itu sengaja di gesekan oleh Vino pada sekitar kemaluan Icha.
Merasakan itu Icha menggigiti
bibirnya. Ciuman Vino sekarang beroperasi pada buah dadanya. Tanpa
disadari Icha, tanpa kesulitan Vino membuka kawat kecil kaitan BH nya yang
terletak diantara kedua mangkuk BH nya itu, hingga sepasang buah dada Icha yang terasa mengeras dan tidak begitu besar itu mencuat. Dengan cepat Vino melumat buah dada Icha yang bergelantung indah itu.
“ oohhh.. shhhh.. hhh.. “ jerit Icha tak kuasa. Icha memejamkan mata dan melepaskan semua kenikmatan yang dirasakannya dengan rintihan di mulutnya. Vino terus mengulum dan menyapu bongkahan daging bulat itu, dan menetek di putting susu Icha beberapa kali sambil menggigit kecil payudara montok yang mulus itu.
Icha
merasa Vino benar-benar telah dapat membuatnya bertekuk lutut. Pemuda itu
begitu pandai membuatnya merasakan gairah yang telah lama tidak dia
rasakan. Sebuah permainan yang liar dan hangat.
Melihat Icha pasrah,
ciuman Vino merambat kebagian perut Icha, kini tubuh Icha telah basah oleh
keringat dan air liurnya. Sementara tangannya terus meremas remas buah dada Icha. Tubuh Icha merinding dibuatnya. Dan puncaknya saat mulut Vino
sekarang berada tepat diselangkangannya dan menciumi tepat di bagian
liang kewanitaannya, tak kuasa lagi Icha menahan sensasi itu dan menjerit
panjang,
"ooooooohhhhhhh..!!!!!!ooooooohhhh….!!!!” Ujar Marisa Haque panjang dan berulang ulang. Mulut vino terus mengecup bagian itu berulang ulang tanpa henti
"ooooooohhhhhhh..!!!!!!ooooooohhhh….!!!!” Ujar Marisa Haque panjang dan berulang ulang. Mulut vino terus mengecup bagian itu berulang ulang tanpa henti
Sementara
kedua paha Icha dengan reflek mengapit leher Vino seakan menahan kepala pemuda agar tetap di sana. Hal ini membuat Vino makin menjadi jadi. Dengan
cekatan ia tarik karet pinggir bagian samping celana dalam Icha,..... begitu melihat vagina Icha sedikit, vino
langsung memburu isi vagina wanita itu dengan lidahnya..
Pertama dia ciumi alat kelamin Icha itu berulang kali,
terlihat cairan kewanitaan Icha membasahi clitorisnya. Perlahan Icha
melepaskan pagutan pahanya di leher Vino dan perlahan lahan Icha membuka kedua
pahanya agar Vino leluasa menjilati kewanitaannya itu.
Lidah
vino pun leluasa menari menjilati kelamin Marisa Haque yang tercukur rapi itu.
Cairan-cairan kental yang keluar melekat di bulu-bulu vagina Icha yang pendek . Seperti sebuah pelumas. Vino menyedot semua
cairan kewanitaan Icha seakan ingin membersihkan lubang kencing dan
klitoris Icha dengan sapuan lidahnya. Vagina icha telah benar-benar
basah dengan air kewanitaan bercampur air ludah vino.
Dilain fihak Marisa Haque benar benar menikmati semua sentuhan yang dirasakannya. Apalagi saat ysaluran pembuangannya itu dijilati oleh seorang brondong yang ganteng. Tak terbayang olehnya pemuda yang baru dikenalnya ini dapat memuaskan hasratnya seksualnya yang lama terpendam. Perlakuan vino padanya sungguh membuat gairah liarnya terlahir kembali, suaminya saja tidak mau menjilati nonoknya,
Sekarang baru dirasakannya sebuah kenikmatan baru dan
penuh sensasi , bahkan membuatnya ketagihan akan sentuhan sentuhan lidah
dan jari pemuda ini mengobok obok vaginanya. Selama ini ia hanya dapat ber onani untuk
melepaskan hasratnya. Sementara sekarang seluruh tubuhnya telah “di
service”dengan baik oleh pemuda tampan itu.
Vino terlihat makin liar, ia mengangakan kedua paha Icha lebar-lebar kedua tangannya berada di pinggul Icha Vino berusaha melorotkan celana dalam Icha. Namun saat celana dalam krem berenda itu baru lepas sampai setengah bokong nya, Icha terlihat berontak dan menolak tubuh vino.
“ hentikan vino.. hentikaaann!!! “ perintahnya dengan galak.
Walau sambil
tertengah engah menahan nafas. Kaki Icha bersaha menendang bahu Vino hingga posisi Vino
yang berada diatasnya terdorong sedikit ke bawah. Sejenak Vino tercekat dan menghentikan aksinya.
Icha terlihat membetulkan letak celana dalamnya seperti semula, dan buru-buru
mengancingkan kembali BH nya. wajahnya tampak panik dan ketakutan
“ kenapa bu Icha ?? “ ujar Vino menatap tajam mata Icha. Icha tak menjawab dan tergesa gesa menutupi tubuhnya dengan kedua tangannya.
“ kenapa bu Icha ?? “ ujar Vino menatap tajam mata Icha. Icha tak menjawab dan tergesa gesa menutupi tubuhnya dengan kedua tangannya.
Melihat itu Vino mendekati Icha, hingga Icha makin tersudut ke bagian sudut ranjang.
“jangan mendekat vinoo!!!! .. jangann..!! mana pakaian saya ?” ujarnya Icha celingukan mencari pakaiannya.
“kenapa sih ..??” ujar Vino sambil berusaha menghalagi Icha yang turun diri dari ranjang memunguti pakaiannya.
“ saya... saya... tidak mau berzina Vin ..” uja rIcha menatap vino dengan mata sayu dan menghiba. Karena dia sadar selama ini ia amat setia pada suaminya. rumah tangga mereka dikenal sepi dari gossip gosip perselingkuhan.
“jangan mendekat vinoo!!!! .. jangann..!! mana pakaian saya ?” ujarnya Icha celingukan mencari pakaiannya.
“kenapa sih ..??” ujar Vino sambil berusaha menghalagi Icha yang turun diri dari ranjang memunguti pakaiannya.
“ saya... saya... tidak mau berzina Vin ..” uja rIcha menatap vino dengan mata sayu dan menghiba. Karena dia sadar selama ini ia amat setia pada suaminya. rumah tangga mereka dikenal sepi dari gossip gosip perselingkuhan.
Suaminya amat menjaga kepercayaan dan kesetiaan sebagai
sesama artis yang berkecimpung dalam dunia entertainment yang penuh
godaan ini. Dan selama ini Icha pun amat menjaga komitmennya. Makanya rumah tangga
mereka terkenal harmonis, hingga dikenal publik sebagai pasangan suami istri yang
pantas dijadikan sebagai publik figure..
Baru baru ini saja, beredar
isu yang digemboskan oleh pencipta lagu mellow, Rinto Harahap, di acara sebuah stasiun televisi. Ia menggoda Ikang fauzi, yang
juga hadir diacara itu, bahwa sebenarnya cinta sejati Ikang Fauzi, adalah Christine Panjaitan. Karena dahulu mereka pernah berpacaran.
Ikang akhirnya menikah dengan dirinya, karena hubungan Ikang dengan
Christine ditentang oleh kedua orang tua mereka, yang berbeda keyakinan.
Perasaan Christine yang terpaksa melepas cintanya pada Ikang, membuat
Rinto menciptakan sebuah lagu yang dinyayikan Christine pada pertengahan
tahun 80’an itu.
Sebenarnya dari dahulu masalah Christine dan suaminya ini selalu menjadi pertengkaran mereka dalam berumah tangga, namun mereka dapat melewatinya karena itu semua cuma gosip dan masa lalu suaminya. Tak pelak, sebagai wanita Icha sangat cemburu pada Christine Panjaitan dan tidak senang jika ada gossip-gosip yang mencoba mengingatkan masa lalu suaminya dengan Christine itu
Namun yang terjadi sekarang, malah dia yang terjerat dan bisa dikatakan telah berselingkuh dengan pemuda yang belum lama ini dikenalnya!!. Icha merasa tidak berdaya melawan nafsunya hingga sekarang terjerat oleh permainan terlarang yang dia lakukan dengan pemuda yang baru dikenalnya ini.
Menurut Icha, yang terjadi ini akibat dia tidak bisa menahan diri akan pesona pemuda ini. Cara pemuda itu yang memperlakukan nya dengan lembut dan
membuat sebuah fantasi yang bergelora pada hidupnya yang hampir setengah abad ini. Baru
kali ini dia merasakan suatu hasrat yang berbeda, begitu liar dan penuh
gairah. Membuat dia lupa sejenak akan kodrat nya sebagai seorang istri
dengan dua orang anak.
Icha tersadar saat Vino hendak membuka celana
dalamnya.
Dan dia sadar dia dan Vino sudah berbuat kesalahan dan melangkah terlalu jauh. Insting nya sebagai seorang istri kembali normal, dia takut berbuat zina
Dan dia sadar dia dan Vino sudah berbuat kesalahan dan melangkah terlalu jauh. Insting nya sebagai seorang istri kembali normal, dia takut berbuat zina
Dengan tenang Vino menghampiri Icha yang masih melamun dengan pandangan kosong menerawang sambil tersenyum ramah. Vino membelai kepala wanita itu dengan lembut. Kembali Icha bertekuk lutut melihat sikap Vino yang semula liar menjadi lembut itu.
“ bu Icha.. saya tidak akan menzinai ibu .. maaf kalau saya tersulut nafsu... “ ujarnya ramah.
“ mengenai kejadian ini ,sampai disini aja ya bu.. saya tidak ada maksud kok untuk menghacurkan runah tangga Bu Icha. Tapi yang terjadi tadi kan tidak dapat kita cegah.. “ ujar Vino menatap Icha, kembali menggunakan ilmu hipnotisnya.
“ Ibu tenang aja dulu disini.” ujarnya beranjak dari ranjang.
Dalam
keadaan bugil Vino berdiri dan berjalan menuju ke sebuah meja yang tak
jauh dari peraduan mereka itu. Diam-diam Icha memperhatikan Vino dari
belakang, tubuh Vino yang tinggi, putih dan berotot itu dalam keadaan
tanpa busana. Ia terlihat sedang menuangkan minuman. Dan seketika Vino berbalik tampak tubuhnya yang putih, bahu tegap , dada bidang dan … penisnya yang
kekar dan panjang itu bergelantung di bawah pusar six page itu. Vino
membawa dua gelas minuman dan memberikan satunya pada icha.
“ saya tahu sekarang ini bu Icha merasa shock, minumlah dulu biar tenang sedikit.” Ujar vino menyodorkan gelas itu pada Icha.
Tanpa curiga dan karena memang merasa haus, Icha pun menegak air dalam gelas itu sampai habis. Vino juga demikian.
“ Vin.. saya mau pulang, tolong ambilkan pakaian saya “ ujar Icha.
Vino mengadu
tatapan matanya dengan mata Icha. Kembali dada Icha berdesir, di
matanya Vino kembali tampak mempesona. Icha merasa sekujur
tubuhnya menjadi panas dan hasratnya untuk bercinta dengan pemuda itu
semakin merasuki alam fantasinya. Gairahnya kembali menggelora. Ia tak
tahan melihat keadaan Vino yang begitu merangsangnya. Vino terasa
membelai pipinya dan tiba-tiba saja secepat kilat Vino memburu Icha, dan Icha balas memeluk Vino, terasa hangat tubuh lelaki ini.. dan ia
rasakan lehernya sedang dicumbu oleh Vino.
Gairahnya yang tadinya sempat
turun kembali terasa bergelora. Icha kembali membiarkan Vino
melakukannya. Icha makin bergairah, memeluk vino dengan erat, seolah tak
mau kehilangan kehangatan yang dia dapatkan. Namun tiba tiba saja Vino menghentikan
aktifitasnya. Ia melepaskan Icha dari pelukannya. Vino berdiri dan
meninggalkan Icha, berjalan menuju sebuah meja dan terlihat mencari
sesuatu. Icha terlihat tak rela saat Vino melepaskan pelukan pada tubuhnya , sebuah sensasi yang baru
akan melandanya, Icha menatap tubuh Vino yang bugil yang berposisi membelakangi nya
itu, begitu sempurna. ia menggigiti lidahnya.
Dan tak tahan Icha
memasukan satu tangannya ke dalam celana dalamnya. Ia membuat gerakan
seperti orang sedang beronani. Tangannya mengorek klitorsnya sendiri.
Sambil memanggil manggil nama Vino,
“ Vino… kesini dong … “ panggil Icha tanpa malu malu.
“ Vino… kesini dong … “ panggil Icha tanpa malu malu.
Wajah Icha terlihat
memerah akibat pengaruh minuman perangsang itu. Vino menoleh pada Icha dan
tersenyum. Ia menghampiri Icha dan membawa sebuah botol minuman merk
contreau dan dua gelas sloky. Dan meletakannya di meja samping tempat
tidurnya. Vino tersenyum, melihat minuman yang diminum Icha tadi mulai
bekerja, minuman itu adalah air putih yang dicampurnya dengan obat
perangsang.
“ iyaa.. aku datang untukmu beb.... “ sahut Vino lalu menuangkan contreau itu ke dalam sloky dan memberikan pada Icha.
“ kita minum minum dulu dong bebb …’ ujar Vino menyuapi Icha yang berada di luar batas kesadaran otaknya. Tanpa fikir panjang Icha menegak minuman yang berakhohol 37% itu sampai habis..
“ Good Beb .. tambah lagi minumannya.. yahh’ sambung Vino saat minuman itu habis.
“ iyaa.. aku datang untukmu beb.... “ sahut Vino lalu menuangkan contreau itu ke dalam sloky dan memberikan pada Icha.
“ kita minum minum dulu dong bebb …’ ujar Vino menyuapi Icha yang berada di luar batas kesadaran otaknya. Tanpa fikir panjang Icha menegak minuman yang berakhohol 37% itu sampai habis..
“ Good Beb .. tambah lagi minumannya.. yahh’ sambung Vino saat minuman itu habis.
Hingga tanpa terasa 4 gelas sloky habis sudah ditegak Icha tanpa disadarinya. Icha memang baru sekali ini menegak minuman keras yang terasa manis namun
membuat hangat pada tubuhnya. Dalam keadaan tidak sadar begini, apapun
yang disuruh Vino dengan patuh akan dikerjakan oleh wanita cantik itu.
Sekarang Icha akhirnya betul-betul mabuk. Vino membiarkan Icha terus
memanggilnya dengan ekpresi kunap dan tak karuan. Icha sudah tidak
menyadari lagi akan statusnya sebagai seorang public figure, artis
ternama, produser film, dosen di sebuah univesitas swasta, politikus,
aktifis dan yang paling penting .. dia adalah seorang istri dengan dua
orang anak, yang sebaya dengan pemuda yang digodanya itu.
Sementara Vino tahu persis wanita itu sekarang benar-benar berada dalam pengaruhnya. Nafsu Icha makin memburu akibat pengaruh minuman itu ditambah 4 sloky contreau yang terus bereaksi di tubuhnya. Akhirnya tanpa malu – malu ia mendekati Vino. Ia lepaskan tangannya dari sedari tadi beronani menuju batang kejantanan Vino yang telah tegak menjulang. Ia menggengam penis vino dengan tatapan mupeng.
Akhirnya Icha
membuat posisi duduk diatas ranjang sementara vino berposisi berdiri
berhadap hadapan dengannya. Batang penis yang panjang dan berotot itu
digesek gesekan oleh Icha pada pipi dan hidung mancungnya, penis itu
serasa hangat dan dengan lembut. Icha mengelus ngelus batang kejantanan
di hadapannya itu. Amat jauh berbeda dengan batang kejantanan suaminya
yang telah 23 tahun memuaskan kebutuhan biologisnya. Lebih panjang,
kekar dan bagus. Tiada bosannya Icha memandangi penis itu dengan rasa
kagum. Tanpa malu-malu lagi Icha mulai menciumi penis vino yang sejajar
berada dengan mulutnya.
“ Vinooo … punya kamu gede bangett … uhhh .. saya masukin ke mulut yahh..” ujar Icha penuh yang nafsu yang tak bisa lagi dibendungnya.
Icha
menatap Vino seolah menunggu perintah. Vino hanya mengangguk pelan. Dan secepat kilat Icha mulai mengulum penis vino itu dalam mulutnya dan
bibirnya yang merah merekah . terdengar bunyi kecipak, akibat gesekan
penis vino dalam mulutnya, kejantanan yang besar itu seolah tak muat
dalam mulutnya. Namun Icha tak peduli, malah ia makin terangsang dan
terus mengulum dan menyedot nyedot penis Vino dengan gaya maju mundur
dalam mulutnya.
Sekarang giliran vino yang mulai terangsang dibuatnya.
Icha yang telah berpengalaman dalam memuaskan suaminya itu, begitu
pandai melakukan artikulasi artikulasi jilatan pada syaraf rangsang
kejantanan Vino. Kadang dia jilati batang kemaluan sebelum mengulumnya
dengan bibir sexynya. Dan tangannya dengan paham dan cekatan memainkan
kantung zakar vino dan tangan yang satunya menggengam batang penis vino
sambil terus mengocok batangnya. Sementara lidahnya terus menyeruput,
menjilat penis pemuda itu dari dalam mulutnya.
Tak pernah dibayangkan wanita seperti Marisa Haque melakukan hal senista ini. Selama ini Icha dikenal sebagai seorang wanita yang alim dan jauh dari gossip perselingkuhan. Namun kali ini ia benar-benar tak berdaya melawan gairahnya pada pemuda ini.
Sementara itu Vino mulai gelisah. Penisnya seakan ingin meledak bagai magma yang ingin meletus. Ia rasakan lidah icha terus menggelitik penisnya. Urat syaraf nya menegang dan akhirnya Vino berteriak tertahan. dan…. dia pun muntahkan spemanya dalam mulut Icha.
Icha sendiri agak terkejut melihat
cairan hangat yang kental terasa membanjiri mulutnya. Begitu banyak,
hingga sebagian tertelan masuk kedalam kerongkongannya. Vino pun menekan
kepala Icha agar tetap berada di posisi itu. Membuat Icha sesak nafas
dibuatnya dan diakhiri satu lenguhan panjang Vino melepaskan kepala Icha
hingga penisnya pun terlepas dari mulut Icha.
Icha merasa mual begitu tahu cairan itu tertelan olehnya. Melihat itu Vino kembali menuangkan satu sloky contreau dan meminumkannya ke mulut Icha, hingga seluruh sprema itu pun larut oleh contreau kedalam tubuhnya.
“ Ayooo. Telan bebbb..” perintah Vino. Terlihat nafas Icha terengah engah saat membersihkan beberapa sisa sperma Vino yang nempel di bibirnya. namun diam diam Icha merasa menjilati penis lelaki termasuk kenikmatan yang menggairahkan simpul syarafnya.
Vino hanya tersenyum geli melihat ekspresi Icha yang kebingungan. Ia membiarkan wanita itu istirahat sejenak guna mengatur nafasnya. Setelah beberapa menit, dan belum lepas rasa kaget Icha, Vino mendorong tubuh artis setengah baya itu keatas ranjang dan menindihnya.
Mereka berdua kembali
bergumul diatas ranjang, saling cium, saling remas dan saling meraba
penuh gairah. Kembali terdengar rintihan dan erangan erotis dari mulut
Icha, saat Vino memburu tubuhnya yang serasa haus akan belaian pria itu.
Namun tiba-tiba Vino menghentikan sejenak aktifitasnya, ia kembali
mengambil satu sloky contreau, lalu ia tumpahkan air minuman itu sedikit
demi sedikit ke atas tubuh Icha dari dada, perut, dan hingga ke paha.
BH dan celana dalam icha pun menjadi sedikit basah dibuatnya. Icha
seolah pasrah membiarkan Vino bertindak semaunya.
Icha sudah tidak dapat mencegah perlakuan Vino padanya, yang ada di kepalanya saat ini adalah menikmati sensasi seksual yang diberikan Vino, dibiarkannya pemuda yang baru dikenalnya itu menjamah dan menciumi sekujur tubuhnya yang sudah terbaring pasrah di ranjang empuk itu...
" Eehhh,... Ouuhh... Mhhpphhh.. Oohhh..Vinooo...hhhh..??!!" Icha hanya dapat mendesah menikmati ciuman dan dengusan nafas Vino menciumi tubunh nya
Permainan mereka kembali menjadi semakin hot, Vino menindih tubuh Icha, ia jilati sekujur tubuh Icha mulai dari bibir, leher, dada dengan buas. Sungguh nikmat sekali rasanya saat jilatan di tubuh Icha bercampur dengan rasa manis dari minuman contreau. Sementara sang wanita dibawahnya melenguh berkali-kali pertanda birahi yang begitu hebat sedang melandanya. Tangan Vino kembali sampai di pinggul Icha. Sekarang dia kembali mencoba melepaskan celana dalam Icha dari pantatnya.
Sedikit demi sedikit ia tarik celana dalam
berenda itu kebawah dan sementara lidahnya menetek di payudara Icha.
Kali ini Icha terlihat pasrah saat sedikit demi sedikit kain penutup
auratnya yang terakhir itu melorot hingga selututnya. Selanjutnya dengan
sekali tarikan celana dalam bewarna putih berenda itu telah terlepas diantara kedua paha Icha.
Sekarang vagina Icha tampak polos dan bugil. Bentuk pinggul dan
pantat Icha yang sintal ini sangat jelas terlihat oleh Vino. Belahan
pantat Icha yang telanjang terlihat sangat bulat, padat serta putih
mulus tak bercacat membuat birahi Vino yang telah menggelegak sedari
tadi kian menggelegak
Marisa Haque hanya dapat pasrah dan membiarkan perlakuan Vino yang coba menelanjangi dirinya, akal sehatnya sudah hilang .. berganti dengan gairah penuh nafsu membara, dada nya deg deg an, menunggu apa yang akan dilakukan Vino pada dirinya selanjutnya
Marisa Haque hanya dapat pasrah dan membiarkan perlakuan Vino yang coba menelanjangi dirinya, akal sehatnya sudah hilang .. berganti dengan gairah penuh nafsu membara, dada nya deg deg an, menunggu apa yang akan dilakukan Vino pada dirinya selanjutnya
Vino menggeser posisi tubuhnya sedikit keatas, sekarang bibirnya mengulum bibir Icha. Tubuhnya yang menindih Icha dari atas disejajarkan dengan tubuh Icha hingga kemaluannya yang telah tegak mencuat itu disejajarkannya pula dengan vagina Icha yang telanjang polos situ.
Sedikit demi sedikit penisnya digesekannya diantara belahan vagina Icha.
“ oohhhhh.. hhhhhhh… “ desah Icha, jidatnya mengerut dan memejamkan matanya merasakan sensasi nikmat itu. Icha tersadar bahwa celana dalamnya telah dapat dilorotkan Vino. Namun saat ini entah mengapa dia tak berdaya menolaknya saat dirasakannya sebuah benda tumpul yang keras dan hangat menyundul nyundul klitorisnya dan coba memasuki liang kewanitaannya.
Secara naluriah Icha mengangkangkan pahanya, seakan
memberi keleluasaan pada penis Vino untuk menerobos masuk ke dalam nya. Dan akhirnya
setelah penis itu pas berada di pintu sorga Icha. Vino mendorong
pinggulnya dengan perlahan memasuki gua kenikmatan Icha.
“ uuuhhhh …….!!” Jerit Icha tertahan. Mata ibu cantik itu terbeliak keatas saat vaginanya diterobos penis Vino yang berukuran panjang dan kekar itu. Walaupun dari dalam vaginanya itu telah keluar dua orang anak, namun ukuran kejantanan Vino yang diluar standar pribumi itu sungguh terasa merobek liang vaginanya.
“…..”Oooooh besarnyaaaa, !!!! adduhhh....sakiiiiiit Vinnn…. "Icha meringis merasakan penis Vino yang kini tengah memasuki liang kemaluannya, penis itu jauh lebih besar dan panjang dibanding milik suaminya.
“Tenangg... Sakitnya Cuma sebentar koq bu….,” sahut Vino.
Sedikit demi sedikit
penis Vino yang kekar itu dibiarkannya memasuki lubang cintanya yang
selama ini hanya diperuntukan Icha untuk suaminya. Tapi sekarang Icha
telah larut oleh birahi yang melandanya, apalagi kejantanan milik pemuda
ini jauh lebih besar dan panjang dari pada milik suaminya.
Dia begitu
menikmati sensasi ini, ternyata di usianya yang setengah tua ini akhirya
membuka matanya, bahwa suaminya bukanlah satu-satunya pria yang dapat
membuatnya horny.
Seperti sekarang ini, apalagi di sela kesibukan mereka
berdua, membuat mereka jarang melakukan hubungan suami istri, kalau
sesekali, itu pun dengan gaya biasa-biasa saja. Sementara pemuda ini
begitu pandai membakar gairah birahinya hingga libidonya terasa meledak
ledak untuk disetubuhi. Dia hanya pasrah dan menikmati apa yang
diperbuat Vino padanya.
Genjotan Vino membuat Icha tersadar dari lamunannya , Icha menggigiti bibirnya menahan rasa sakit bercampur nikmat ang dia rasakan saat disetubuhi Vino. Secara naluriah, Icha memutar mutarkan pinggulnya dibawah. Seolah tidak sabar menunggu kedatangan penis Vino menggempur klitorisnya.
Dengan rintihan tertahan Icha mulai menikmati ayunan penis Vino yang coba terus menusuk dalam lubang cintanya yang juga kian menggesek klitorisnya. Terasa hangat dan
membuat sekujur tubuhnya merinding.
Setelah penisnya setengah tertancap, Vino menarik kembali penisnya hingga sebatas kepala helm penisnya lalu menekannya lagi keadalam hingga semakin lama penis itu semakin amblas di dalam vagina Icha. yang terus dirawat empunya nya itu dengan sari rapet dan jamu jamuan ternyata memang rapet dan legit, membuat penis Vino seperti dipelintir oleh otot dan dinding vagina Icha yang terus terasa berdenyut membuat penisnya main lama makin tegang dalam gua itu.
Seterusnya Vino membuat
posisi maju mundur menghentakkan pinggulnya, dengan napas terengah-engah
menghentakan penis besarnya dan Icha pasrah saja disetubuhi sedemikan
rupa, pantat wanita itu lama kelamaan sudah terbiasa menerima sodokan
pria yang bukan muhrimnya itu.
Malahan sekarang pantat Icha mulai
mengimbangi goyangan dari bawah dengan arah berlawanan, hingga
menimbulkan sensasi tersendiri bagi kedua manusia yang tengah dimabuk asmara itu.
Icha
menggeleng-gelengkan kepalanya, mencoba melawan terpaan kenikmatan di
tengah tekanan rasa malu.
Tapi ia tak mampu. Icha mendesah nikmat dan
tanpa sadar ia meracau
“Oh besar sekali punyamu Vinnnn…Uggghhh.... Oooh …
tancapkan terusss...Oohh.. yeaaaah.!!.”.
Vino dengan gencar mengocok penisnya didalam vagina yang mulai
basah itu.
Batang penis besar itu seakan merobek liang vagina Icha dan kedutan penis yang keras itu membuat dinding vaginanya secara elastis ikut berdenyut meremas remas kontol Vino
”Ouuuuh..Aggghh..” Vino dibuat mengerang oleh cengkraman vagina Icha yang berdenyut denyut, pemuda itu masih tetap mempertahankan ejakulasinya agar jangan meledakan lahar hangat dipertengahan permainan liarnya saat memacu wanita cantik yang sedang meringkik nikmat itu.
Setelah beberapa saat, Vino terus medekap Icha dari atas, memeluk seolah tak mau melepaskan wanita cantik itu. Dan Icha pun tak kalah, tangannya memeluk bahu pria yang menindihnya dan sesekali mencakar punggung Vino, yang malahan merasakan sensasi tersendiri dengan cakaran kuku Icha di punggungnya. sementara lidahnya terus sibuk menciumi dan menjilati leher hingga telinga Icha, sambil terus menyodok lobang kawin Icha dari atas. Tangan Vino mengunci kedua tangan Icha dengan cara mengapit lengan Icha dengan lengannya yang berotot.
Sementara kedua paha Icha yang telah terkangkang
hingga makin memudahkan penis Vino hilir mudik menggenjot vaginanya.
Dengusan yang terdengar dari mulut Icha setiap merasakan genjotannya itu
makin membuatnya terpacu untuk mempercepat gerakannya pinggulnya. Bagi Vino, Icha adalah seorang wanita yang mengerti apa yang dimaunya. Dan ia
merasa beruntung dapat menggarap wanita setengah baya yang cantik itu,
begitu cantik, mulus dan berpengalaman dalam urusan memuaskan kebutuhan
biologis, pantas saja suaminya amat menyayangi wanita ini.
"
Ouuuhh...Vinnoo..hhh... Ouuuh... Terusss Vin... Ouuhh,..??!!!" rintih
Marisa Haque menikmati penis Vino dalam lubang senggamanya
Di sela
aktifitasnya samar samar terbayang, bahwa Icha dan suaminya pernah
membintangi produl on clinic , sebuah layanan konsltasi tentang
bagaimana cara membina hubungan ranjang hingga para suami atau istri
merasa puas dalam berhubungan badan dan tidak mencari pasangan lain. Dan Vino telah merasakan bagaimana efek dari program tersebut.
”Ooooh…enaknyaaa!!!…enaaaak Vinnoo, teruussss Vinn... Tancapkan punya mu sampai mentoookkk..!!!” jerit Icha kalap. dan pantat Icha bergoyang erotis mengikuti irama ayunan hujaman penis Vino.
” Ayooo bu Ichaa..!! goyaaang terus !.... Ooohh... Ayo sayangkuuu !! ohhh... ” terdengar rintihan meraka berdua berpacu menggapai hasrat.
Lidah Vino terus menyedot lidah Icha, bibir mereka saling berpagutan. Icha mulai menggelepar gelepar diatas ranjang, kedua kaki nya liar mengacak acak sprei tempat mereka berhubungan badan itu. Sadar Icha akan orgasme, Vino melepaskan dekapannya dari atas tubuh Icha. Wajah Icha terlihat tak rela saat Vino menghentikan aktifitasnya. Jujur, dia masih ingin diremuk oleh ledakan horny akan serasa akan melandanya
Sekarang,
masih dalam keadaan penis tertancap dalam vagina wanita itu, Vino bangkit
dan membalikan tubuh Icha hingga berposisi membelakanginya. Kemudian Vino mengangkat sedikit pinggul Icha hingga pantat Icha berposisi lebih
tinggi dari kepalanya. Kemudian Vino membimbing Icha hingga posisi Icha
menungging.
Icha tampak patuh disuruh berbuat demikian dan menahan beban
tubuhnya dengan kedua tangannya pada kasur. Sekarang Icha telah siap dengan
posisi doggie style, untuk menerima gempuran penis Vino yang menyodok
dari belakang.
Blesssss…… Vino mendiamkan penisnya sesaat agar Icha
dapat meresapi nikmatnya kedutan penis besarnya dan beradaptasi.
Tubuh
Icha menggeletar ketika menerima hangatnya kejantanan Vino yang menyodok
vaginanya dari arah belakang, matanya terbelalak merasakan liang
vaginanya serasa sesak seakan hendak pecah, dan… rasa kenikmatan mulai
menderanya ketika Vino dengan perlahan menarik penis itu hingga yang
tersisa kepala penis yang masih menempel dibibir vagina, lalu dengan
menghentak deras disorongkan masuk kembali kedalam black hole nya Icha
dan itu dilakukan Vino berulang ulang kali hingga membuat biji mata Icha
terbeliak keatas, seperti anjing yang sedang kawin Icha melolong
histeris.
“oooohhh mmmmffff… “Mata Icha melotot juga saat merasa seluruh penis Vino amblas dalam lobang vaginanya, apalagi diameter penis Vino yang besar seakan akan membuat lubang vaginanya terkuak lebar,.
”Pelan pelan Vinn…Agggh,,,Ouuhh… ” rintih Icha
“ Nikmati aja ya bebbb….,” sahut vino, sambil menggenjot Icha dari belakang. tubuh Icha pun bergoyang maju mundur akibat serangan Vino. Saat ayunan penis Vino dibuat perlahan dan lembut membuat Icha mengerang …mengejang dan meracau…
“Ooooh…enak nyaaa…enaaaak, terus Vinnn.. Ugghhhh!!!” Dan pantat Icha bergoyang erotis mengikuti irama ayunan hujaman penis Vino, Icha mendegus bagai kuda betina seirama dengan tusukan penis Vino dari belakang. tubuhnya menggeletar bercampur dengan rasa nikmat…wajah Icha menengadah kelangit langit kamar dengan kedua matanya terpejam….menikmati gesekan penis pemuda itu bagaikan gelombang disamudera.
” Ayooo bu !! goyang terus !.... Ooohh.... Ayo sayangkuuu..! goyang terus, teruuuuus!!!,” dan buah pantat Icha pun dipukuli oleh telapak tangan Vino, rasa sakit bercampur nikmat itu membuat gairah Icha semakin menggebu bagai orang kesurupan Icha kian liar menggoyangkan pinggulnya mengikuti irama tusukan penis Vino,
Dengan cepat pantat Icha mengimbangi sodokan vino, icha menggoyangkan pantatnya ke kiri dan kanan, berlawanan dengan gerakan Vino yang maju mundur, hingga giliran Vino yang merem melek merasakan penisnya digoyang oleh Icha. Mereka berdua terus berpacu menggapai kepuasan, sampai akhirnya icha kembali merasa vaginanya berdenyut pertanda ia akan kembali orgasme,
“ oooohh.. gooodd !!! goyangggg bu Marisaaa… ayooo goyang terusss..!!” mata Vino merem melek menikmati goyangan pinggul Icha dengan vaginanya yang penuh disesaki oleh penis beruratnya.
Icha bagaikan penari jalang
saat menghentakan pinggulnya bagaikan blender yang sedang mengaduk aduk
benda didalamnya. dengan kedua tangannya bertumpu diatas kasur. Icha
mengerang histeris, tubuh wanita itu berguncang guncang akibat hentakan
penis Vino yang menyetubuhinya dari arah belakang…..
”Uugghh,,,, Terusinnn..Viinn..
Ouuhhh... Terussss!!! …Oooooh My Gooddd…”. jerit Marisa Haque melolong panjang dengan tubuh
berkelojotan
”Ouuuuh..Aggghh..” rintih Vino yang dibuat mengerang oleh cengkraman vagina Icha yang berdenyut denyut seperti memelintir kejantanan nya dari dalam.
Vino tak tahan dengan goyangan pantat Icha yang seakan
menelan dan mengapit penisnya dengan erat. Dengan gemas Vino terus
mempercepat penetrasi nya tusukan penisnya. Tangannya dengan gemas menampar pantat Icha
beberapa kali hingga pantat nyonya cantik itu menjadi memerah,
Icha yang pantatnya merasa
ditampar bukannya kesakitan, tapi malah makin bergairah untuk menggapai
kenikmatan yang sebentar lagi akan dia keluarkan. Pantatnya makin
menggoyang memutar hingga penis Vino makin mempercepat serangannya kedalam rahim Icha.
Marisa Haque sudah tidak dapat mengontrol fikirannya lagi, baginya dia betul betul menikmati sensasi saat tubuhnya di garapa oleh pemuda yang baru dikenalnya itu, baginya saat ini adalah bagaimana cara agar bathin dan nafsu bisa terpuaskan oleh pemuda itu,
Marisa Haque sudah tidak dapat mengontrol fikirannya lagi, baginya dia betul betul menikmati sensasi saat tubuhnya di garapa oleh pemuda yang baru dikenalnya itu, baginya saat ini adalah bagaimana cara agar bathin dan nafsu bisa terpuaskan oleh pemuda itu,
Erangan nikmat Icha serta goyangan erotis Icha ketika disetubuhi oleh pemuda itu menjadi tambahan energi untuk menghempaskan Icha kepusaran badai kenikmatannya. Selanjutnya mata Icha kembali melotot, gerakan pantatnya makin liar sampai akhirnya Icha berteriak keras..
“ Ooouuuuhhhh...... Viiinnnn.... saya keluaaaarrrrr ..!!! “ jerit Icha histeris
Bersamaan dengan itu Vino
merasakan lubang senggama Icha mengeluarkan cairan yang hangat,
menyembur dari rahimnya hingga penisnya terasa hangat. akhirnya wanita
cantik ini menjerit kecil saat ia meraih puncak kenikmatan.
Perlahan
goyangan pantat Icha mengendur dan kepalanya tertunduk kebawah. Tubuh Icha
langsung lunglai menggelosor ambruk ketempat tidur ....
Sementara itu Vino
yang belum juga mencapai klimaks, masih berusaha untuk mengajak Icha
melanjutkan permainan mereka, Vino mencabut penis nya dari vagina Icha
lalu ia berbaring terlentang di atas ranjang.
“ Bu Marisa..sekarang ibu yang diatas aku ya…” ujar vino sambil mengatur nafasnya
Icha mengangguk pelan dan membiarkan Vino yang
langsung menarik tubuh Icha dan menyuruh Icha naik keatas tubuhnya.
Dengan
sisa tenaga nya yang terkuras akibat orgasme icha duduk berjongkok
diatas tubuh vino. Icha terlihat melepaskan ikatan rambutnya yang sedari
tadi masih terikat kebelakang, hingga rambut Icha yang lurus dan hitam
sebahu itu tergerai, tampak icha bukan seperti wanita yang berumuran.
Icha jauh terlihat lebih muda dari usianya sekarang.
Vino menyejajarkan
penisnya yang masih tegak menjulang itu sejajar dengan belahan vagina Icha. Icha sendiri mengangkat pinggulnya sedikit keatas dan mencari
posisi yang pas. Icha menggenggam penis Vino dan perlahan ia turunkan pinggulnya
ke bawah hingga kejantanan Vino ditelan kembali oleh vagianya. Ia terus
turunkan sampai batang penis Vino amblas dalam vaginanya. Tanpa kesulitan penis Vino
pun akhirnya amblas masuk kedalam liang memek Icha yang telah becek,
Seterusnya Icha
membuat gerakan naik turun menggenjot tubuh Vino yang berada di bawahnya. gerakan gerakan yang dilakukannya membuat penis Vino terus menggesek pada
dinding vaginanya dan kembali membuat syaraf rangsang wanita itu kembali
bangkit.
“ goyang dong buuuu ..!! ayooooo ..!!” desah Vino, mengerti akan kebutuhan Vino yang belum mencapai orgy nya, icha membuat gerakan menggoyang pantatnya dengan gerakan memutar.
“ uugghh .. oohhh !!!” jerit Vino memejamkan mata, merasakan kenikmatan hebat saat penisnya di goyang Icha dari dalam. Icha seperti koboy yang menunggangi kuda liar. Ia begitu ahli mengimbagi sodokan vino dari bawah.
Vino selalu membuat tuntas nafsu birahi Icha hingga Icha dibuat
mengerang…., mengejang…. Ketika dengan liar Icha bergoyang erotis diatas
tubuh kekar Vino, sambil meremas remas payudara Icha, mata vino merem
melek menikmati goyangan pinggul Icha dengan vaginanya yang penuh
disesaki oleh penis beruratnya. Icha bagaikan penari jalang saat
menghentakan pinggulnya naik turun dengan kedua tangannya bertumpu di
dada bidang Vino…..
”Oooooh yeeeeah…!!!." tubuh Ibu dua anak itu meliuk liuk bagai penari jalang, Aaaggggh….Ouuuuuph….…..tancapkan sampai mentoooook,…punyamuu ugghhh ..!!!“. Rintih Icha meracau penuh nafsu bagai kuda betina liar yang sedang disetubuhi.
Tubuh Icha berkilau indah bermandikan keringat birahi ketika berada diatas tubuh kekar yang dikangkanginya….Icha dengan bersemangat memacu kuda jantannya untuk mencapai puncak kenikmatan yang hendak diraihnya, ayunan vaginanya yang naik turun semakin liar membenam pada penis berurat Vino dan memek Icha semakin basah oleh lender pelicin yang mengalir dari liang vagina. Dengan kepala mendongak keatas dan biji mata membelalak Icha terus dan terus memacu diatas tubuh Vino.
Vino memberikan kesempatan pada ibu muda itu untuk meraih sendiri kenikmatan nafsu birahi, tangan kekar Vino tidak tinggal diam, dengan kasar diremasnya pantat bahenol Icha hingga wanita cantik itu mengerang menahan sakit bercampur nikmat, remasan kasar disertai hentakan dari penis yang menusuk keatas kian liar,
Efeknya Icha terus menggenjot dan
terkadang menjepit penis Vino dengan mengatupkan pinggulnya. Tangan Vino
terus meremas kedua pantat Icha. Dan sesekali jarinya menusuk lubang
anus wanita itu, hingga Icha merasa makin bergairah.
Setelah itu tangan Vino beranjak kembali di bagian buah dada Icha, dengan gampang ia
kembali melepaskan pengait BH Icha yang terletak di tengah-tengah bagian
depan BH nya. Hingga sepasang payudara yang tadi tertutup itupun mencuat
bugil.
Lalu Vino mendorong sedikit tubuh Icha kebawah, kearah wajahnya,
hingga dengan gampang ia menetek diantara dua pasang buah dada yang
indah itu. Icha pun menyodorkan kedua payudara nya untuk dilumat dan
disedot oleh Vino. Sementara itu pinggulnya makin menjadi jadi mengebor
dari atas. lalu disambarnya bibir Vino dan Icha melumat gemas dengan
bibir sensualnya sambil terus mengayunkan pantatnya naik turun. Tubuh
keduanya melekat jadi satu bersimbah keringat birahi tinggi….
” Ouuugh beb….memek mu sungguh legit…enak rasanya.. Ooohh!!! Vino mengaum bagaikan harimau luka, penisnya serasa disedot oleh cengkraman denyut memek Icha yang menggigit lembut…
Icha semakin terangsang, kata-kata dan sentuhan penuh sensasi itu dibisikan Vino pada telinganya berulang ulang sambil tetap mengayunkan pantatnya naik turun, gerakan hentakan penis Vino mulai tak teratur lagi karena ikut didera nafsu birahi saat menyetubuhi wanita beranak dua yang bertubuh sintal itu. Icha pun dapat membedakan rasa kenikmatan yang didapat dari Vino dengan sewaktu dirinya disetubuhi oleh suaminya belum pernah ia merasakan desakan nafsu begitu sangat memuncaknya sampai keubun ubun, permainan seks pemuda ini telah membuatnya orgasme berkali kali
“Ihhh.. saya hampirr sampaiii .. Ooooouuh,..!!!!”desah Icha dan tubuh berkejat kejat diatas tubuh Vino.
“ sayyaa juga bebbb!!!” ujar Vino,
Ternyata mereka berdua akan
berejakuasi bersamaan. Icha berusaha berdiri agar sperma Vino tidak
masuk kedalam rahimnya, namun Vino berfikiran lain, ia menahan Icha
tetap di posisi itu, hingga Icha kesulitan untuk beranjak dari atas
tubuh Vino,
“ jangannn di dalammmm..!!!” jerit Icha ketakutan. Tapi apa daya, sepasang tangan Vino yang kekar itu terlalu kuat menahan pinggulnya agar tetap di posisi itu. Hingga sulit baginya untuk mencabut vaginanya.
Icha mulai gelisah, sementara gelombang ereksi nya semakin kuat dan akhirnya ia merasakan rahimnya disemprot hangat oleh sprema Vino yang memaksa untuk menembakkannya di dalam rahim Icha.
Icha bergidik merasakannya, dan gilirannya kembali menjerit saat gelombang horny kembali menyapanya.
“ Aaahhhhh …. Arrrrgghhhh … !!” jerit mereka bersamaan, saat mereka berdua secara bersamaan menggapai orgasme yang indah dan memabukkan itu. Mau tak mau Icha juga merasakan kenikmatan lebih saat rahimnya dipenuhi oleh semburan sprema Vino yang terasa hangat dan memabukkan itu.
Selama
23 tahun perkawinannya dengan Ikang Fauzi, baru ini ia merasakan begitu
nikmatnya semburan air mani lelaki hingga tubuhnya bergetar bagai kena
aliran listrik ribuan watt dan sukmanya serasa terbang melambung keawang
awang.
Icha begidik saat sprema Vino tak henti hentinya menggenangi rahimnya, ternyata sprema Vino keluar cukup banyak hingga beberapa tetes air protein pemuda itu keluar di sela-sela bibir vaginanya. tubuhnya bergetar dengan hebat dengan nafas serasa akan putus ketika batang kejantanan Vino yang besar panjang berkedut kedut diliang memeknya
Icha terkulai lemas diatas tubuh Vino, yang mendekap tubuh Icha dari bawah. Mereka berdua terlihat mengatur nafas mereka yang ngos ngosan akibat bertempur. Icha sendiri tak kuasa membendung, dan dalam hati kecil nya ia merasa benar-benar terpuaskan oleh permainan pemuda yang baru dikenalnya itu, masih terasa oleh nya lima kali ia dipaksa orgasme oleh vino. Icha memeluk erat tubuh kekar pemuda itu hingga kedua payudaranya melekat di dada berotot Vino. Pemuda yang bernama Vino itu telah membuat sukmanya serasa terbang keawang awang dan tubuh keduanya telah bersimbah keringat birahi.
Icha menciumi ubun ubun vino dengan perasaan puas tiada kentara. Tubuhnya terasa licin akibat keringatnya bercampur keringat vino. Dan Icha yang semula ketakutan, akhirnya merasa enggan untuk melepaskan penis vino yang masih bersarang di dalam gua kenikmatannya. Ia ingin benda itu tetap disana, sampai rasa hangat yang menghantam rahimnya itu hilang.
Icha kembali merintih mirip suara anak kucing, saat dengan perlahan Vino menarik keluar penisnya yang lunglai. Begitu gelombang kenikmatan berlalu, kesadaran kembali memenuhi ruang pikiran wanita ini. Icha tersadar dan terisak dengan menutup tubuh bugilnya dengan selimut.
"Sudah, Bu Icha nggak usah nangis! toh Bu Icha ikut menikmati juga, jangan ceritakan pada siapa-siapa kalau tidak mau nama baikmu dan suamimu tercemar dengan perselingkuhan kita !!" kata kata Vino dengan nada tekanan keras sambil membenahi celananya. Icha diam saja, harga dirinya sebagai seorang istri dan wanita hancur.
Wanita itu baru
mengenakan pakaiannya ketika Vino meninggalkannya menuju ke kamar mandi,
Icha terisak menyesali nasib yang menimpanya, namun satu sisi, ia
merasa puas tiada kentara saat bercinta dengan pemuda itu.
Dan sejak peristiwa perkosaan itu, ketika ia melakukan hubungan kelamin dengan suaminya, Icha sudah tak bisa merasakan nikmat lagi saat ia melayani suaminya. Icha merasakan penis suaminya tidak ada apa apanya bila dibandingkan dengan punya Vino yang besar panjang, dan bayangan saat ia bercinta membuat dirinya menuntut sesuatu yang dapat memberikan gelombang kenikmatan. Ia ingin suaminya bisa seperkasa Vino yang bisa melambungkan sukmanya saat mencapai puncak kenikmatan. Rasa menyesal saat diperdaya dan gejolak syahwat berkecamuk dalam batinnya membuat ibu dua anak yang cantik itu merindukan kejantanan milik lelaki seperti Vino, namun semuanya ia pendam sendiri seolah olah tidak ada kejadian apa-apa bila berada didepan suaminya.











































